BAB IX
Memupuk Rasa Persatuan pada Hari yang Kita Tunggu
Salat Jumat
Salat Jumat adalah salat dua rakaat dengan berjamaah yang dilaksanakan sesudah khotbah Jumat pada waktu dzuhur di hari Jumat. Hukumnya wajib bagi laki-laki yang sudah memenuhi syarat. salat Jumat dilaksanakan secara berjamaah dan tidak boleh dilakukan sendiri-sendiri.
Ketentuan salat Jumat
Syarat Wajib sholat jumat
Syarat Sah Mendirikan solat jumat
a. Rukun khotbah Jumat
1) Mengucapkan puji-pujian kepada Allah Swt.
2) Membaca ¡alawat atas Rasulullah saw.
3) Mengucapkan dua kalimat syahadat.
4) Berwasiat (bernasihat).
5) Membaca ayat al-Qur'an pada salah satu dua khotbah.
6) Berdoa untuk semua umat Islam pada khotbah yang kedua.
b. Syarat Khotbah Jumat
1) Khotbah Jumat dilaksanakan tepat siang hari saat matahari tinggi dan mulai bergerak condong ke arah Barat.
2) Khotbah Jumat dilaksanakan dengan berdiri jika mampu.
3) Khatib hendaklah duduk di antara dua khotbah.
4) Khotbah disampaikan dengan suara yang keras dan jelas.
5) Khotbah dilaksanakan secara berturut-turut jarak antara keduanya.
6) Khatib suci dari hadas dan najis.
7) Khatib menutup aurat.
Khotbah
Jumah
c. Sunah Khotbah Jumat
1) Khotbah dilaksanakan di atas mimbar atau tempat yang tinggi.
2) Khotbah disampaikan dengan kalimah yang fasih, terang, dan mudahdipahami.
3) Khatib menghadap ke jamaah salat Jumat.
4) Khatib membaca ¡alawat atau yang lainnya di antara dua khotbah.
5) Khatib menertibkan tiga rukun, yaitu dimulai dengan puji-pujian, salawat Nabi, dan berwasiat.
6) Jamaah salat Jumat hendaklah diam, tenang dan memperhatikan khotbah Jumat.
7) Khatib hendaklah memberi salam.
8) Khatib hendaklah duduk di kursi mimbar sesudah memberi salam dan mendengarkan adzan.
d. Sunah yang Berkaitan dengan salat Jumat
1) Mandi terlebih dahulu sebelum pergi ke masjid.
2) Memakai pakaian yang bagus dan disunahkan berwarna putih.
3) Memakai wangi-wangian.
4) Memotong kuku, menggunting kumis, dan menyisir rambut.
5) Menyegerakan pergi ke masjid untuk melaksanakan £alat Jumat.
6) Melaksanakan salat tahiyatul masjid ( salat untuk menghormati masjid)
7) Membaca al-Qur'an atau dzikir sebelum khotbah Jumat.
8) Memperbanyak doa dan ¡alawat atas Nabi Muhammad saw.
f. Hikmah salat Jumat
1) Memuliakan hari Jumat.
2) Menguatkan tali silaturrahmi
3) Berkumpulnya umat Islam dalam masjid
4) Semangat bekerja
5) Melipatgandakan pahala kebaikan.
6) Membiasakan diri untuk disiplin terhadap waktu.
g. Halangan solat jumat
Tata Cara Salat Jumat
BACALAH KISAH BERIKUT!
Abu Hanifah dan Tetangganya
Di Kufah, Abu Hanifah mempunyai tetangga seorang tukang sepatu. Sepanjang hari si tukang sepatu bekerja. Menjelang malam barulah ia pulang ke rumah. Biasanya, ia membawa oleh-oleh berupa daging untuk dimasak atau seekor ikan besar untuk dibakar. Selesai makan, ia terus minum tiada henti-hentinya sambil bernyanyi dan baru berhenti jauh malam setelah ia merasa mengantuk sekali, kemudian tertidur pulas.
Abu Hanifah yang sudah terbiasa melaksanakan salat sepanjang malam, tentu saja merasa terganggu oleh suara nyanyian si tukang sepatu tersebut. Tetapi, ia diamkan saja. Pada suatu malam, Abu Hanifah tidak mendengar tetangganya itu bernyanyi-nyanyi seperti biasanya. Sesaat ia keluar untuk mencari kabarnya, ternyata menurut keterangan tetangga lain, ia baru saja ditangkap polisi dan ditahan.
Selesai salat Subuh, ketika hari masih pagi, Abu Hanifah naik bigalnya ke istana. Ia ingin menemui Amir Kufah. Ia disambut dengan penuh khidmat dan hormat. Sang Amir sendiri yang berkenan menemuinya. “Ada yang bisa aku bantu?” tanya sang Amir. “Tetanggaku tukang sepatu kemarin ditangkap polisi. Tolong lepaskan ia dari tahanan, Amir, jawab Abu Hanifah.
“Baiklah,” kata Amir yang segera menyuruh seorang polisi penjara untuk melepaskan tetangga Abu Hanifah yang baru ditangkap kemarin petang. Abu Hanifah pulang dengan nai bigal-nya pelan-pelan. Sementara, si tukang sepatu berjalan kaki di belakangnya. Ketika tiba di rumah, Abu Hanifah turun dan menoleh kepada tetangganya itu seraya berkata, “Bagaimana? Aku tidak mengecewakanmu, kan?”“Tidak, bahkan sebaliknya,” Ia menambahkan.
“Terima kasih. Semoga Allah memberimu balasan kebajikan. Sejak itu ia tidak lagi mengulangi kebiasaannya, sehingga Abu Hanifah dapat merasa lebih khusyuk’ dalam ibadahnya setiap malam.
(Sumber: Al-Thabaqat al-Saniyyat fi Tajarun al-Hanafiyat, Taqiyyuddin bin Abdul Qadir al-Tammii Al-Islam)
UJI KOMPETENSI
UJI KOMPETENSI
UJI KOMPETENSI
UJI KOMPETENSI
UJI KOMPETENSI
URAIAN