1 of 233

Definsive Driving��� ��PT. Berau Coal

0

2 of 233

  1. Cara Pengoprasian Unit Yang Aman.

  • Penyebab Terjadinya Kecelakaan

  • Cara Menghadapi Medan Berbahaya

Pokok Bahasan

Judul Pelatihan KMPD PTBC

1

3 of 233

Dalam berlalu lintas Seorang Driver Berkewajiban mengamankan Unitnya di 6 Daerah “DBKKAB

Depan

Belakang

Kanan

Kiri

Atas

Bawah

Judul Pelatihan KMPD PTBC

2

4 of 233

Apa yang menyebabkan KECELAKAAN ini bisa terjadi?

Judul Pelatihan KMPD PTBC

3

5 of 233

  1. MANUSIA

  • ALAM

3. PERALATAN KERJA/UNIT

PENYEBAB KECELAKAAN DISEBABKAN 3 FAKTOR

Judul Pelatihan KMPD PTBC

4

6 of 233

SEMUA INI DESEBABKAN OLEH FAKTOR MANUSIA - AKIBAT KELALAIAN

Judul Pelatihan KMPD PTBC

5

7 of 233

Judul Pelatihan KMPD PTBC

6

8 of 233

Judul Pelatihan KMPD PTBC

7

9 of 233

Judul Pelatihan KMPD PTBC

8

10 of 233

Judul Pelatihan KMPD PTBC

9

11 of 233

Semua kecelakaan tersebut dapat terjadi di daerah …….

Dan itu hanyalah sebagian kecil saja dari semua kecelakaan yang terjadi

Judul Pelatihan KMPD PTBC

10

12 of 233

Masalah keselamatan di jalan bukan hanya masalah orang lain. Tapi dimulai dari ANDA

Pastikan ANDA mampu mengemudi secara aman dengan meminimalkan resiko tabrakan dan menghindari pengemudi lain yang bermasalah.

Judul Pelatihan KMPD PTBC

11

13 of 233

Belajar mengemudi adalah mudah. Hampir semua orang mampu melakukannya hanya dengan waktu latihan yang amat singkat.

Namun mengemudi dengan aman & defensive bukan hal mudah. Mengemudi dengan aman sangat tergantung dari pengetahuan, kemampuan & pengalaman.

12

14 of 233

DEFENSIVE DRIVING

  • Sikap mental/karakter mengemudi.
  • Selalu berpikir jauh kedepan dan siap terhadap segala kemungkinan yang terjadi.
  • Cara berpikir, cara mengemudi yang menjauhkan kita dari masalah yang mungkin disebabkan orang lain.
  • Cara mengemudi hemat: bahan bakar, ban & yang pasti menyelamatkan nyawa.

Judul Pelatihan KMPD PTBC

13

15 of 233

  • Alertness - kewaspadaan
  • Awareness - kesadaran
  • Attitude – sikap mental
  • Anticipation - antisipasi

Syarat menjadi

DEFENSIVE DRIVER

Judul Pelatihan KMPD PTBC

14

16 of 233

  • Ada 2 bagian dalam Defensive Driver:

    • Proaktif

2. Reaktif

Judul Pelatihan KMPD PTBC

15

17 of 233

  • PROAKTIF: Tehnik & strategi yang meminimalkan resiko agar tidak mengalami kecelakaan. Merupakan pendekatan cara mengemudi secara mental (cognitive).

  • Melakukan proaktif adalah hal yang masuk akal tapi kadang kita tidak melakukannya.

Judul Pelatihan KMPD PTBC

16

18 of 233

  • REAKTIF: Kemampuan mengendalikan kendaraan untuk menghindari tabrakan dan bila tidak terhindarkan meminimalkan kerusakan yang ditimbulkan.

  • Lebih berharga melakukan proaktif dan tindakan pencegahannya daripada hanya bergantung kepada kemampuan pengemudi semata.

Judul Pelatihan KMPD PTBC

17

19 of 233

Hebat Mengendalikan Kendaraan

Bukan berarti mampu mencegah terjadinya kecelakaan

Judul Pelatihan KMPD PTBC

18

20 of 233

  • Mengemudi melibatkan resiko – kemungkinan untuk melukai diri sendiri atau orang lain dan kemungkinan kerusakan kendaraan & properti.
  • Hal pertama yang sangat penting dalam defensive dan responsible driving adalah menyadari bahwa resiko itu selalu ada – lebih besar dari yang anda bayangkan sebelumnya.

MEMAHAMI RESIKO

Judul Pelatihan KMPD PTBC

19

21 of 233

Mana yang

LEBIH BERBAHAYA?

Judul Pelatihan KMPD PTBC

20

22 of 233

MENGEMUDI

DIPEGUNUNGAN &

JALAN YANG

BERLIKU

MENGEMUDI

DIJALAN LURUS

& RATA

Judul Pelatihan KMPD PTBC

21

23 of 233

PASTI INI YANG LEBIH BERBAHAYA

Judul Pelatihan KMPD PTBC

22

24 of 233

Tapi kecelakaan justru banyak terjadi di

JALAN YANG MULUS, LURUS DAN KERING

23

25 of 233

  • Dalam kehidupan sehari-hari, bila dirasa tidak ada bahaya maka kita mengurangi kewaspadaan & tidak akan mampu bereaksi dengan benar, disinilah bahayanya.
  • Banyak kecelakaan terjadi saat korban merasa hapal jalan karena sering melewatinya setiap hari.

Judul Pelatihan KMPD PTBC

24

26 of 233

JADI AGAR RESIKO BERKURANG:

  • Pastikan kendaraan dalam kondisi prima
  • Antisipasi tindakan pengguna jalan lain
  • Lakukan pencegahan untuk melindungi diri & juga orang lain
  • Mengemudi hanya dalam kondisi sehat mental & fisik yang bagus
  • Tingkatkan kemampuan mengemudi anda

Judul Pelatihan KMPD PTBC

25

27 of 233

S.I.P.D.E.

Mengemudi adalah kegiatan yang menantang karena harus melakukan banyak hal secara bersamaan. Kita harus kontrol kendaraan, memperhatikan jalan & sekitarnya, rambu lalulintas dan siap terhadap tindakan pengguna jalan lain.

Mengatasi itu semua perlu adanya cara mengumpulkan & mengolah informasi, untuk membantu pengambilan keputusan dengan resiko yang seminimal mungkin.

Judul Pelatihan KMPD PTBC

26

28 of 233

Cara mudah untuk mengatasi tantangan tersebut adalah S.I.P.D.E. singkatan dari:

Search-MENCARI

Identify-IDENTIFIKASI

Predict-PERKIRAKAN

Decide-PUTUSKAN

Execute-LAKSANAKAN

Judul Pelatihan KMPD PTBC

27

29 of 233

THE SMITH SYSTEM

  • Pandang jauh kedepan, jangan kebawah
  • Terus gerakkan mata
  • Dapatkan gambaran secara menyeluruh
  • Pastikan orang lain melihat anda
  • Sediakan ruang untuk menghindar atau

jaga jarak aman

Judul Pelatihan KMPD PTBC

28

30 of 233

EMOTIONAL CONTROL

Hal penting dalam mengemudi dengan aman adalah mampu membaca orang, dari ekspresi wajahnya: tidak sabar, pemarah, tenang, bingung atau panik.

Judul Pelatihan KMPD PTBC

29

31 of 233

Jika menemui pengemudi yang menunjukkan emosi yang kurang terkontrol (tidak sabaran), jangan terpengaruh sediakan ruang & biarkan dia melewati kita.

Ingat !

Kita tidak akan dapat merubah atau memberi pelajaran padanya.

Judul Pelatihan KMPD PTBC

30

32 of 233

TAHUKAH ANDA?

Perlu 2,5 jam perjalanan dari …. ke ….. dengan cara mengemudi secara aman.

Pengemudi sembrono mungkin hanya perlu 2 jam untuk sampai tujuan, tetapi dengan ngebut & cara mendahului yang membahayakan diri sendiri & orang lain.

Artinya, lebih cepat 30 menit untuk tujuan apa?

BENAR, ADA KONSEKWENSI DARI TINDAKAN KITA

Judul Pelatihan KMPD PTBC

31

33 of 233

Konsekwensinya 30 menit tiba lebih awal:

Boros bahan bakar & memperpendek usia mesin (termasuk rem & ban).

Resiko mengalami kecelakaan. Ingat, semua orang tidak ingin mengalaminya, tapi anda berada diresiko yang tinggi.

Anda membahayakan hidup anda & juga orang lain.

Jadi apa keuntungan yang anda peroleh dengan tiba ditujuan 30 menit lebih awal?

Judul Pelatihan KMPD PTBC

32

34 of 233

Ingat

PEPATAH

Lebih baik terlambat daripada tidak sampai sama sekali

Judul Pelatihan KMPD PTBC

33

35 of 233

PERATURAN LALU LINTAS

Tujuan adanya peraturan tersebut adalah agar ada kepastian/pembagian yang jelas antar pengguna jalan sehingga tidak terjadi kekacauan. Sehingga memastikan pengguna jalan (pengemudi, pengendara motor & pejalan kaki) melakukan kegiatannya secara terkendali dan sama-sama diketahui oleh pengguna jalan itu sendiri.

Pengemudi defensive malah beranggapan orang lain tidak selalu mentaati peraturan.

Judul Pelatihan KMPD PTBC

34

36 of 233

Menurut Anda mana yang “sebenarnya” mengarahkan kendaraan kita

Mata, Tangan, Otak atau

Kemudi ?

Judul Pelatihan KMPD PTBC

35

37 of 233

MATA ANDA YANG MENGARAHKAN

OLEH KARENA ITU

LIHAT KEARAH MANA ANDA

MAU MENUJU

Judul Pelatihan KMPD PTBC

36

38 of 233

PANDANG JAUH KEDEPAN

LIHAT SETELAH TIKUNGAN BUKAN HANYA DITIKUNGANNYA SAJA

Judul Pelatihan KMPD PTBC

37

39 of 233

LIHAT SETELAH TIKUNGAN

BUKAN DITIKUNGANNYA

Judul Pelatihan KMPD PTBC

38

40 of 233

JIKA ANDA MELIHATNYA MAKA ANDA AKAN MENABRAKNYA

Judul Pelatihan KMPD PTBC

39

41 of 233

Pandang jauh kedepan, jangan terfokus pada kendaraan yang ada didepan

Judul Pelatihan KMPD PTBC

40

42 of 233

HAZARD PERCEPTION

Perkiraan bahaya merupakan kemampuan mata & otak kita untuk memperkirakan adanya potensi bahaya sebelum benar-benar terjadi.

Ini yang disebut PROAKTIF, hasilnya akan berbeda bila dibandingkan dengan hanya BEREAKSI setelah bahaya itu benar-benar terjadi.

Berikut ini adalah contoh dari perkiraan bahaya:

Judul Pelatihan KMPD PTBC

41

43 of 233

APA YANG MUNGKIN TERJADI

Judul Pelatihan KMPD PTBC

42

44 of 233

PENGENDARA AKAN MENGHINDAR DAN MASUK JALUR KITA

Judul Pelatihan KMPD PTBC

43

45 of 233

APA YANG MUNGKIN TERJADI

Judul Pelatihan KMPD PTBC

44

46 of 233

PENGEMUDI TIDAK DAPAT MENGHENTIKAN KENDARAANNYA, KIJANG AKAN BERHENTI MENDADAK

Judul Pelatihan KMPD PTBC

45

47 of 233

APA YANG MUNGKIN TERJADI

Judul Pelatihan KMPD PTBC

46

48 of 233

PENGENDARA MENGHINDAR DAN MASUK JALUR KITA

Judul Pelatihan KMPD PTBC

47

49 of 233

MATA TIDAK MEMBERI TAHU APA YANG DILIHAT, KITA YANG MEMBUAT MATA MELIHAT YANG KITA MAU

Ini mengingatkan kita bahwa dengan terus berlatih & sikap mengemudi defensive maka kita akan terbiasa melakukan pemeriksaan dan mengenali potensi bahaya.

Sementara mata melihat, otak akan menyadari adanya bahaya sebelum kita bereaksi.

Judul Pelatihan KMPD PTBC

48

50 of 233

KACA SPION

Kebanyakan pengemudi tidak menyesuaikan kaca spionnya. Tidak memanfaatkannya se-optimal mungkin dengan hanya melihat sisi kendaraannya sendiri saja.

Judul Pelatihan KMPD PTBC

49

51 of 233

Selain melihat jauh kedepan, kita juga melihat kondisi sekeliling kendaraan dengan kaca spion, siapa yang berada dibelakang, siapa yang akan mendahului dan siapa yang harus lebih diwaspadai.

Judul Pelatihan KMPD PTBC

50

52 of 233

BLINDSPOTS

Semua kendaraan dari semua bentuk & ukuran mempunyai blind spots atau daerah dimana pandangan pengemudi secara langsung & melalui kaca spion terhalang.

Biasanya semakin besar kendaraan maka semakin besar pula blind spots, maka Toyota Landcruiser blind spots-nya lebih besar dari Toyota Innova

Bus & truck blind spots-nya lebih besar dari kendaraan kecil.

Sehingga peralatan tambang mempunyai blind spots paling besar.

Judul Pelatihan KMPD PTBC

51

53 of 233

BLINDS POTS terjadi karena manusia hanya mampu melihat 89º tiap sisi dan juga kaca spion kendaraan tidak bisa diperbesar lagi berkaitan dengan desain kendaraan & kemampuannya mengurangi hambatan angin.

Judul Pelatihan KMPD PTBC

52

54 of 233

Karena spion tidak dapat menghilangkan semua daerah blind spots, anda tidak boleh hanya mengandalkannya saat mundur, mendahului, masuk/pindah jalur lain, malah sebaiknya lakukan tengokkan kepala, lihat & periksa secara langsung.

Ini yang disebut PEMERIKSAAN BAHU-SHOULDER CHECK atau PANDANGAN 90 DRAJAT, pemeriksaan daerah yang tidak terlihat langsung ataupun melalui spion.

Judul Pelatihan KMPD PTBC

53

55 of 233

Bagaimana anda akan mendahului sepeda motor ini?

Dapatkah dia mendengar anda mendekat?

Dapatkan dia melihat anda mendekat?

Dapatkah dia menginformasikan dia akan berhenti atau belok?

Dapatkan dia tetap menjaga keseimbangan?

Judul Pelatihan KMPD PTBC

54

56 of 233

Pengendara motor ini hampir masuk ke daerah blind spot anda.

Untuk melihatnya hanya bisa dilakukan dengan pemeriksaan bahu sebelum pindah jalur atau belok

Judul Pelatihan KMPD PTBC

55

57 of 233

DAERAH DILARANG MENDAHULUI

  • Rambu ini dipasang dilokasi yang sangat berbahaya utuk mendahului
  • Biasanya marka jalannya solid
  • Jika tidak ada rambu terpasang bukan berarti aman untuk mendahului

56

58 of 233

AKHIR LARANGAN MENDAHULUI

  • Rambu ini menunjukkan area yang cukup aman untuk mendahului
  • Kewaspadaan harus tetap dijaga
  • Marka jalan harus putus-putus

57

59 of 233

LAKUKAN COVER BRAKE

Mempercepat reaksi

Judul Pelatihan KMPD PTBC

58

60 of 233

PENGEMUDI AMAN Selalu menyediakan ruang dengan depan, belakang & samping kanan kiri

Judul Pelatihan KMPD PTBC

59

61 of 233

Menyediakan jarak yang cukup dengan depan disebut

Jarak Mengikuti yang Aman

Judul Pelatihan KMPD PTBC

60

62 of 233

MENGIKUTI TERLALU DEKAT

Pengemudi tidak akan mengetahui apapun yang terjadi didepannya

Judul Pelatihan KMPD PTBC

61

63 of 233

TAILGATING

Posisi seperti ini TIDAK DAPAT MELIHAT depan dan TIDAK DAPAT BERHENTI pada waktunya

Judul Pelatihan KMPD PTBC

62

64 of 233

Semakin banyak ruang tersedia semakin banyak waktu tersedia untuk bereaksi

Judul Pelatihan KMPD PTBC

63

65 of 233

25% tabrakan depan adalah HEAD ON.

Tabrakan depan-depan adalah paling aman

Judul Pelatihan KMPD PTBC

64

66 of 233

Kecelakaan paling buruk adalah pada bagian samping karena sedikitnya

perlindungan

tambahan.

Judul Pelatihan KMPD PTBC

65

67 of 233

Mobil suka pada pohon dan tiang……sehingga bila menabraknya mobil akan MEMELUKNYA!

Itulah kenapa mobil merangkul/membungkusnya.

Judul Pelatihan KMPD PTBC

66

68 of 233

Karena bidang datar pohon/tiang lebih kecil maka akan membelah mobil itu.

Mobilnya melilit tiang!

Judul Pelatihan KMPD PTBC

67

69 of 233

68

70 of 233

69

71 of 233

Pada kecelakaan dengan 2 penumpang, penumpang didepan biasanya meninggal karena pengemudi bisa menghindar

Judul Pelatihan KMPD PTBC

70

72 of 233

Ini sangat manusiawi bagi pengemudi, melindungi diri sendiri.

75% tabrakan depan adalah OFFSET

Judul Pelatihan KMPD PTBC

71

73 of 233

Judul Pelatihan KMPD PTBC

72

74 of 233

73

75 of 233

  • Safety Belts (PRIMARY)
  • Kantung udara – SRS (SECONDARY)
  • Sandaran kepala - Head Restraints
  • Kunci pintu
  • Pelindung samping - Structural Features
  • Kaca depan

FITUR KENDARAAN YANG MELINDUNGI PENGEMUDI & PENUMPANG DARI CEDERA

Judul Pelatihan KMPD PTBC

74

76 of 233

Banyak pengemudi truck dan bus tidak menggunakan seatbelt dengan perkiraan kendaraannya besar & berat sehingga sudah aman tanpa seatbelt.

Namun seatbelt juga menjaga agar pengemudi tetap aman bila sampai terguling.

Orang yang berada didalam bisa terlempar keluar bila tanpa setbelt.

Judul Pelatihan KMPD PTBC

75

77 of 233

AIRBAGS (SRS)

Safety belt hanya memberi perlindungan pada kecelakaan kecil. Pada kecelakaan dengan kecepatan yang lebih tinggi, penumpang tetap akan terbentur pada kemudi atau dashboard.

Airbags adalah Supplementary or Secondary Restraint Systems yang bersama dengan seatbelt mengurangi cedera yang parah.

Judul Pelatihan KMPD PTBC

76

78 of 233

Jika lampu tetap menyala atau menyala pada saat berjalan itu berarti ada yang rusak

Jika kendaraan terdapat airbag, lampu pengecekan sistem akan menyala saat di-start dan mati 5 detik kemudian yang menunjukkan bahwa airbag berfungsi normal.

Judul Pelatihan KMPD PTBC

77

79 of 233

Pada tabrakan dengan benda keras pada kecepatan lebih 30 km/jam dan pakai seatbelt, wajah pengemudi akan tetap membentur kemudi.

Manfaat airbag adalah sebagai bantalan/penahan benturan yang dialami pengemudi saat tabrakan.

Judul Pelatihan KMPD PTBC

78

80 of 233

Tanpa airbag pada kecelakaan yang fatal dapat berakibat cedera yang parah

Judul Pelatihan KMPD PTBC

79

81 of 233

Airbag dan seatbelt bekerja bersama-sama untuk meminimalkan benturan.

Keberadaan airbag bukan berarti boleh mengemudi tanpa menggunakan seat belt.

Karena bila mengemudi tanpa seatbelt pada kendaraan dengan airbag, anda akan tetap membentur kemudi/dashboard sebelum airbag mengembang.

Judul Pelatihan KMPD PTBC

80

82 of 233

Kurang dari satu detik, airbag akan:

  • mulai mengembang akibat benturan
  • mengembang sempurna
  • melindungi pengemudi dari benturan dan mulai mengempis

Judul Pelatihan KMPD PTBC

81

83 of 233

HEAD RESTRAINTS

Adalah peralatan standar yang terpasang di bangku depan (belakang biasanya juga tersedia). Bantalan ini mencegah cedera pada leher, terutama saat kendaraan tertabrak dari belakang.

Untuk berfungsi secara maximal, pastikan ketinggiannya disesuaikan dengan tinggi kepala.

Judul Pelatihan KMPD PTBC

82

84 of 233

Ketinggian Head restraints harus cukup untuk menahan bagian belakang kepala.

Judul Pelatihan KMPD PTBC

83

85 of 233

  • ABS – singkatan dari Anti-Lock or Anti-Skid Braking System
  • ABS adalah sensor sistem kecepatan roda yang memonitor kendaraan dan mendeteksi roda bila berputar pada kecepatan yang berbeda atau roda berhenti berputar

Judul Pelatihan KMPD PTBC

84

86 of 233

Jika komputer mendeteksi roda yang terkunci, maka valve pelepas tekanan akan membuka rem, mengurangi tekanannya.

Valve ini yang akan menutup & menekan kembali rem.

(terus berulang-ulang)

Judul Pelatihan KMPD PTBC

85

87 of 233

INSPEKSI KENDARAAN

Adalah inpeksi untuk memeriksa dan mencari kerusakan yang terlihat dengan jelas atau mencari adanya potensi permasalahan. Untuk Light Vehicle diperlukan inspeksi:

MINGGUAN basis kendaraan di bukan daerah operasi

HARIAN basis kendaraan di daerah operasi

Judul Pelatihan KMPD PTBC

86

88 of 233

Minyak rem biasanya berwarna kuning atau biru.

Untuk penggunaan normal, minyak rem perlu diganti tiap 12 bulan atau 20.000 km

Judul Pelatihan KMPD PTBC

87

89 of 233

Tiap kendaraan perlu

minyak rem.

Jumlah minyak rem bisa diperiksa di ruang mesin.

Judul Pelatihan KMPD PTBC

88

90 of 233

Periksa juga warna oli mesinnya

Semakin gelap semakin turun daya lumasnya, secepat mungkin diganti.

Jika berubah mengental/seperti susu berati bercampur air.

INI SANGAT BERBAHAYA!

Judul Pelatihan KMPD PTBC

89

91 of 233

BAN

Bagian yang menyentuh langsung ke permukaan jalan. Maka dari itu ban adalah bagian terpenting dari kendaraan.

Kelangsungan hidup anda tergantung dari cengraman ban dan seberapa banyak ban menapak di permukaan jalan.

Banyak pengemudi merasa enggan membeli ban dan lebih memilih ban dengan harga yang paling murah bila ada

Judul Pelatihan KMPD PTBC

90

92 of 233

STEP 1:

Raba permukaan ban

Judul Pelatihan KMPD PTBC

91

93 of 233

Jika tidak rata:

Tekanan dan Wheel Alignment telah berubah.

Oleh karena itu semua ban harus merata dijalan. Sehingga usia ban lebih panjang dan penghematan bahan bakar juga tercapai.

92

94 of 233

KURANG ANGIN

Dalam kondisi kurang angin dan pengereman maka hanya 2 sisi ban saja yang menapak di jalan.

Akibatnya jarak pengereman bertambah menjadi lebih jauh.

93

95 of 233

AUS DUA SISI

AUS MERATA

AUS TENGAH

94

96 of 233

Jangan berpikir perawatan ban sebagai beban, ingat manfaatnya.

Penghematan bahan bakar, ban dan memastikan ban menapak sempurna di permukaan jalan.

95

97 of 233

KELEBIHAN ANGIN

Jika bagian tengah lebih aus, berarti telah lama kelebihan angin. Karena hanya bagian tengah yang menyentuh permukaan jalan.

Ini akan menyebabkan usia ban berkurang.

96

98 of 233

KURANG ANGIN

Jika kedua sisi lebih aus, ini berarti ban lama dalam kondisi kurang angin. Oleh karena hanya sisi ban saja yang menapak di jalan. Ini berakibat usia ban dan tidak terjadi penghematan bahan bakar.

97

99 of 233

WHEEL ALIGNMENT

Jika hanya satu sisi saja yang aus, artinya bermasalah dengan wheel-alignment. Hanya satu saja yang menapak di jalan.

Usia ban lebih pendek.

98

100 of 233

STEP 2:

Periksa tekanan angin dalam kondisi dingin

99

101 of 233

  • Banyak alasan untuk menjaga tekanan angin bukan hanya agar tidak mengalami kebocoran atau pecah ban. Untuk pengendalian yang lebih baik, menghindar atau saat mengemudi sehari-hari, tekanan angin ban anda harus wajar/sesuai.
  • Banyak pengemudi hanya Menendang Ban untuk mengetahui tekanan anginnya. This could be done with old cross-ply tires. Namun ban modern/radial bentuknya tetap sama meskipun dalam kondisi kurang angin.

100

102 of 233

Pemeriksaannya tidak bisa hanya dilihat saja

101

103 of 233

Ban tidak bisa terus menerus mempertahankan angin didalamnya. Maka dari itu anda harus memeriksanya dengan alat ukur tekanan angin supaya akurat.

Dilakukan sebelum mengemudi agar tekanan angin dalam kondisi dingin tercapai.

Ingat, tekanan yang tidak tepat memperpendek usia ban dan merubah kontrol karakter kendaraan.

102

104 of 233

Ban amat penting namun yang mengherankan banyak orang hanya mengandalkan cara/alat yang tidak sesuai.

Pergunakan cara yang benar, miliki alat tepat untuk mengetahui tekanan angin yang benar, dan simpan ditempat yang aman.

103

105 of 233

Tekanan angin yang direkomendasikan bukan yang terdapat disisi ban karena pabrik ban tidak bisa memastikan ban akan dipasang dimobil apa.

Yang tercantum disisi ban adalah tekanan angin maksimum

104

106 of 233

105

107 of 233

215/65 R15 89H

Artinya:

215 mm lebar

Sidewall: 65% dari215 mm

Konstruksi Radial

Velg 15 inch

Indeks Beban 89

Simbol Kecepatan H

106

108 of 233

Simbol Kecepatan

Adalah kecepatan tertinggi yang mampu dicapai oleh ban, aman.

Berbahaya bila kecepatannya tidak sesuai dengan simbol kecepatan

107

109 of 233

108

110 of 233

Judul Pelatihan KMPD PTBC

109

111 of 233

Apa arti dari tanda ini?

110

112 of 233

TREAD WEAR INDICATOR

Tiap ban ada 6 atau lebih indikator keausan ban.

Tandanya berupa segitiga ∆ atau tulisanTWI, namun beberapa pabrikan menggunakan logo perusahaannya, seperti Michelin man

Simbol itu menunjukkan arah ke tengah ban, berupa tonjolan karet ban ditengah alur kembangan yang berarti batas minimal ban masih bisa digunakan.

111

113 of 233

Kerusakan di samping dinding ban tidak bisa diperbaiki.

Ban modern biasanya tubeless.

Ban dalam tidak boleh dipasang di ban tubeless

112

114 of 233

Tutup pentil biasanya terbuat dari plastik atau logam dengan alur agar terpasang kuat.

Peranannya penting karena untuk mencegah agar debu atau lumpur tidak masuk.

Tanpa tutup kemungkinan kotoran akan menyumbat pentil dan berakibat ban mengalami kebocoran.

Judul Pelatihan KMPD PTBC

113

115 of 233

DEMONSTRATION

Secara bersama-sama kita akan mengadakan PRE-START INSPECTION mobil

Bila ada yang kurang jelas, silahkan bertanya.

Ingat, akan dites KEMAMPUAN anda untuk melakukan pemeriksaan kendaraan.

Judul Pelatihan KMPD PTBC

114

116 of 233

TAHUKAN ANDA?

Dalam setahun di Kalimantan mempunyai curah hujan rata-rata 200 inches atau 5080 mm.

Ini sama dengan 14 mm per hari.

Hujan deras terjadi sore atau malam hari. Biasanya disertai dengan petir.

Oleh karena itu pasti anda sudah terbiasa mengemudi pada saat hujan deras.

Judul Pelatihan KMPD PTBC

115

117 of 233

AQUAPLANING (HYDROPLANING)

Saat kendaraan melaju cepat dijalan yang sangat basah, ada kemungkinan bahaya ban tidak menapak sempurna dan hanya akan meluncur saja diatas permukaan jalan.

Ini yang disebut aquaplaning.

Di kecepatan yang lebih rendah, air dapat disibakkan oleh ban. Tapi semakin cepat ban berputar & semakin aus ban, maka akan semakin berkurang kemampuan ban menyibakkan sejumlah air.

Judul Pelatihan KMPD PTBC

116

118 of 233

Air yang tergenang akan terdorong maju, dan menciptakan penghalang antara ban dengan permukaan jalan.

Judul Pelatihan KMPD PTBC

117

119 of 233

Kita tidak dapat melihatnya tapi kita masih bisa merasakannya. Ada semacam hentakan di kemudi saat melintasi air dan kemudian kemudi terasa lebih ringan.

Anda harus tetap tenang, jangan panik. Jangan mengerem atau olah kemudi kasar. Hal benar yang kita bisa lakukan

kurangi tekanan gas secara perlahan-lahan.

Judul Pelatihan KMPD PTBC

118

120 of 233

SEMUA BAN akan mengalami aquaplane dalam kondisi

  • tekanan anginnya terlalu rendah
  • terlalu banyak air dipermukaan jalan
  • kecepatan terlalu tinggi
  • ban sudah gundul/aus

Judul Pelatihan KMPD PTBC

119

121 of 233

MENCEGAH TERJADINYA AQUAPLANING :

Pastikan tekanan angin tepat dengan ketebalan kembangan ban diatas 1.6 mm.

Mengurangi kecepatan bila melihat adanya genangan air atau saat pandangan kurang bagus untuk antisipasi adanya bahaya.

Judul Pelatihan KMPD PTBC

120

122 of 233

Saat hujan deras antisipasi kemungkinan adanya genangan air berdasarkan kemiringan jalan. Biasanya air terkumpul di samping kiri jalan, maka sebaiknya posisikan kendaraan agak ketengah.

Sediakan jarak yang cukup antara anda dengan kendaraan di depan anda, karena permukaan jalan yang basah akan memperpanjang jarak berhenti, sebaiknya sediakan jarak mengikuti paling tidak 2 atau 3 kali jarak aman saat beriringan.

Judul Pelatihan KMPD PTBC

121

123 of 233

PARKIR

Karena parkir merupakan kegiatan yang mudah & kecepatannya relatif pelan maka biasanya banyak pengemudi yang meremehkannya.

Jika posisi spion tidak tepat, tidak mungkin dapat melakukan parkir mundur dengan aman.

Banyak kecelakaan karena parkir, yang seharusnya tidak terjadi & dapat dicegah.

Judul Pelatihan KMPD PTBC

122

124 of 233

Tahukah anda?

Sensor Parkir tidak akan mencegah terjadinya kecelakaan saat mundur!

Karena pengemudi hanya mengandalkan sensor maka tidak lagi melakukan pemeriksaan kondisi sekeliling kendaraan melalui semua kaca spion.

Judul Pelatihan KMPD PTBC

123

125 of 233

Parkir mundur yang aman

  1. Periksa tempat parkir yang anda tuju, ketahui adanya halangan/rintangan,
  2. Jangan paksakan parkir mundur bila terlalu sempit, pilih lokasi yang aman/cukup ruang,
  3. Mundur dengan perlahan, periksa spion samping & spion tengah secara terus menerus.

Judul Pelatihan KMPD PTBC

124

126 of 233

Parkir mundur yang aman

  1. Lihat semua kaca spion jangan mengandalkan sensor parkir
  2. Jika ada penumpang, mereka dapat membantu melihat kondisi sekitar atau turun memberi aba-aba bila diperlukan
  3. Jangan mundur terlalu jauh, karena kita tidak tahu pasti panjang kendaraan sebenarnya.

Judul Pelatihan KMPD PTBC

125

127 of 233

Parkir mundur yang aman

Saat berhenti, pastikan gigi persenelingnya benar

- Automatic – posisikan pada P = park

- Manual – posisikan gigi 1 di tanjakan

- Manual – posisikan gigi mundur di turunan

Dan pasang rem parkir dengan benar (opsi 1)

Judul Pelatihan KMPD PTBC

126

128 of 233

PARKIR MUNDUR

Alasan kenapa perusahaan tambang menggunakan parkir mundur :

Saat parkir mundur pengemudi leluasa melihat adanya bahaya disekitar lokasi parkir, juga saat keluar.

Dibanding dengan parkir maju, pandangannya terhalang saat mundur untuk keluar.

Judul Pelatihan KMPD PTBC

127

129 of 233

Alat berat pertambangan mempunyai blindspot yang besar baik itu disamping, depan maupun belakang.

Operatornya tidak dapat melihat kendaraan lain yang diparkir kurang dari 30 meter.

Judul Pelatihan KMPD PTBC

128

130 of 233

Jika kendaraan parkir diarea yang diarsir, operator alat berat tidak akan mampu melihat keberadaanya.

Judul Pelatihan KMPD PTBC

129

131 of 233

BLINDSPOT truk sangat besar.

Jangan berada di area tersebut, agar tidak tertabrak.

Jika anda tidak bisa melihat pengemudi truk, maka pengemudi tersebut juga tidak bisa melihat anda !

Judul Pelatihan KMPD PTBC

130

132 of 233

RAMBU SYARAT MASUK DAERAH OPERASI

Rambu-rambu ini ditempatkan pada jalan masuk ke semua daerah operasi dan memberikan petunjuk apa yang menjadi kewajiban untuk dipatuhi oleh semua orang yang masuk ke dalam daerah tersebut.

- Sudah mengikuti GIP - Sepatu Safety

- Strobo Light - Alat Pemadam Api Ringan

- SIM yang masih berlaku - Helmet Safety

- Mengenakan Sabuk Pengaman

- Kaca Jendela Bening

(menggunakan film pelapis max 30 %)

- Stiker Tanda Pengenal Kendaraan yang masih berlaku bagi kendaraan kontraktor

Judul Pelatihan KMPD PTBC

131

133 of 233

MENDAHULUI KENDARAAN BERAT DI DAERAH

OPERASI

Untuk mendahului kendaraan alat berat, kondisi berikut adalah syarat mutlak:

  • Jalan lurus dan datar.
  • Jarak pandang cukup baik.
  • Tidak ada kendaraan lain yang datang dari arah depan.
  • Lakukan kontak radio atau kedip-kedipkan lampu depan (headlight) sampai operator kendaraan alat berat memberikan tanda bahwa dia sudah menerima sinyal anda.
  • Tunggu sampai ada respon positif dari operator bahwa anda akan mendahuluinya.
  • Yakinkan bahwa tidak ada kendaraan lain dari arah depan dan lakukan aktivitas mendahului dengan cara yang aman.

Judul Pelatihan KMPD PTBC

132

134 of 233

PERATURAN MEMBERIKAN PRIORITAS DI DAERAH

OPERASI

Persimpangan yang tidak terpasang rambu-rambu dan di daerah

penambangan (pit) dan daerah dumping, urut-urutan prioritas yang

berlaku adalah sebagai berikut:

  • Kendaraan darurat (hanya dalam kondisi darurat dengan menyalakan strobo light-beacon light berwarna biru dan membunyikan sirine).
  • Kendaraan yang sedang bekerja (seperti: grader, dozer, wheel loader).
  • Dump-truk yang bermuatan.
  • Dump-truk yang tak bermuatan.
  • Kendaraan ringan & truk ringan.

Judul Pelatihan KMPD PTBC

133

135 of 233

SINYAL PERINGATAN DI DAERAH OPERASI

Operator kendaraan ringan dan kendaraan alat berat diharuskan untuk memberikan sinyal dengan membunyikan klakson sebagai berikut:

Membunyikan klakson 1 X – Sebelum men-start mesin kendaraan.

Membunyikan klakson 2 X – Sebelum bergerak maju.

Membunyikan klakson 3 X – Sebelum bergerak mundur.

Membunyikan klakson Panjang – Untuk memberikan tanda adanya bahaya atau kondisi darurat.

Setelah membunyikan klakson sebagai sinyal, operator/pengemudi harus menunggu 10 detik sebelum men-start mesin atau menggerakkan kendaraannya. Hal ini bertujuan untuk membuat seseorang yang ada disekitar kendaraan itu mampu pindah dengan segera dari tempatnya ke tempat yang aman.

Judul Pelatihan KMPD PTBC

134

136 of 233

Jarak Mengikuti yang Aman di daerah Operational

Operator alat berat harus menjaga jarak aman antar kendaraan tidak boleh kurang dari 50 meter, kecuali diijinkan/diketahui untuk mendahului. Semua pengemudi kendaraan kecil yang mengikuti kendaraan besar harus:

  • Pastikan anda dapat dilihat melalui kaca spion atau kamera (bila ada).

Judul Pelatihan KMPD PTBC

135

137 of 233

Tidak adanya garis pembatas jalan dijalan tambang, maka kendaraan sedapat mungkin harus berjalan di sebelah kiri.

Judul Pelatihan KMPD PTBC

136

138 of 233

137

139 of 233

138

140 of 233

Kendaraan 4WD dapat dipasangi ban yang dibuat untuk kondisi yang berbeda

M/T = Mud Terrain (Tread), lumpur

A/T = All Terrain (Tread), semua kondisi

H/T = Highway Terrain (Tread), jalan raya

Ban lumpur cengkramannya kurang di jalan aspal dan ban jalan raya cengkramannya kurang di jalan berlumpur

Judul Pelatihan KMPD PTBC

139

141 of 233

Kendaraan dibawah ini menggunakan ban jalan raya, H/T (Highway Tread) yang khusus digunakan di jalan aspal:

Toyota Innova, Toyota Kijang, Isuzu D-MAX 2WD, Toyota Avanza, Daihatsu Xenia, Daihatsu Taruna

Judul Pelatihan KMPD PTBC

140

142 of 233

MUD TERRAIN TIRES - LUMPUR

Ban lumpur dibuat untuk jalan yang lembek dan pasir.

Kembangan besar berfungsi mengangkat seperti sendok supaya kendaraan bisa melaju di tanah basah.

Perhatikan kembangan yang besar/berat disisi ban yang sangat bermanfaat di lubang dalam dan bekas tapak ban.

Judul Pelatihan KMPD PTBC

141

143 of 233

MUD TERRAIN TIRES

Beberapa tipe ban lumpur bahkan dapat melepaskan lumpur yang lengket agar ban tetap mendapatkan cengkraman dipermukaan jalan.

Judul Pelatihan KMPD PTBC

142

144 of 233

Dijalan yang berupa tanah liat ban lumpur sekalipun akan mengalami selip karena celah kembangan ban terisi oleh tanah liat yang menempel dan kehilangan traksi.

Jika mengemudi dalam kondisi ini, harus meningkatkan kewaspadaannya.

Judul Pelatihan KMPD PTBC

143

145 of 233

SELIP - KEHILANGAN TRAKSI

Pemahaman akan adanya hukum alam/gravitasi akan membantu mendapatkan kembali kontrol kendaraan saat mengalami selip. Selip adalah hilangnya kontrol kendaraan ditandai dengan berubahnya arah kendaraan disebabkan berkurangnya cengkraman ban.

144

146 of 233

1) BRAKING SKIDS: Terjadi karena pengereman yang terlalu kuat sehingga roda terkunci/berhenti berputar.

2) POWER SKIDS: Terjadi karena akselerasi yang terlalu banyak/mendadak.

3) CORNERING SKIDS: Terjadi karena olah kemudi kasar saat menikung (Understeer and Oversteer).

3 JENIS SKID

Judul Pelatihan KMPD PTBC

145

147 of 233

Nama lainnya:

  • Rem Panik
  • Rem Salah

- Asal Injak Rem

Terjadi karena pengemudi kaget & panik mengetahui bahaya yang muncul tiba-tiba sehingga langsung injak rem kuat-kuat.

1) BRAKING SKIDS

Judul Pelatihan KMPD PTBC

146

148 of 233

2) POWER SKIDS

Jika mengalami skid, kurangi tekanan di pedal gas hingga ban memperoleh traksi lagi.

Karena pedal gas yang ditekan penuh. Terjadinya skid dijalan aspal perlu tekanan gas yang besar, berbeda bila permukaan jalan gravel atau tanah basah-lebih kecil.

Judul Pelatihan KMPD PTBC

147

149 of 233

3) CORNERING SKIDS

Judul Pelatihan KMPD PTBC

148

150 of 233

Terjadi ketika traksi roda depan jauh lebih kecil dibanding roda belakang, meskipun kemudi tetap dibelokkan mobil terasa terdorong keluar tikungan.

Lebih mudahnya bayangkan mobil tidak mau dibelokkan, meskipun kemudi sudah diputar penuh, itulah Understeering.

Understeer, efeknya akan memperbesar radius putar.

UNDERSTEER

Judul Pelatihan KMPD PTBC

149

151 of 233

UNDERSTEER

KECEPATAN TERLALU TINGGI, OLAH KEMUDI KASAR.

Bila gejalanya diketahui lebih awal masih bisa diantisipasi!

150

152 of 233

  • Akselerasi kasar di tikungan
  • Olah kemudi kasar ditikungan

PENYEBAB UNDERSTEER

Judul Pelatihan KMPD PTBC

151

153 of 233

ANTISIPASI GEJALA UNDERSTEER

  • Jangan tambah putaran kemudi
  • Kurangi tekanan gas sehalus mungkin untuk memindahkan bobot kendaraan ke depan
  • Kurangi putaran kemudi hingga mendapatkan traksi kembali

Judul Pelatihan KMPD PTBC

152

154 of 233

OVERSTEER

Terjadi karena berkurangnya traksi roda belakang, lebih kecil dibanding roda depan sehingga bagian belakang kendaraan bergeser melebihi bagian depan kendaraan. Bila kendaraan menikung melebihi yang anda inginkan, berarti mengalami Oversteer.

Judul Pelatihan KMPD PTBC

153

155 of 233

OVERSTEER

POWER OVERSTEER

TERJADI KARENA AKSELERASI YANG KASAR

154

156 of 233

  • Mengerem sambil menikung
  • Akselerasi kasar saat menikung (penggerak roda belakang-Power Oversteer)
  • Melepas pedal gas tiba-tiba ditikungan

PENYEBAB OVERSTEER

Judul Pelatihan KMPD PTBC

155

157 of 233

  • Bobot kendaraan berpindah kedepan
  • Bagian belakang kendaraan lebih ringan
  • Berkurangnya traksi roda belakang
  • Berakibat oversteer

YANG TERJADI

Judul Pelatihan KMPD PTBC

156

158 of 233

ANTISIPASI GEJALA OVERSTEER

  • Hindari akselerasi atau deselerasi tiba-tiba
  • Counter steer, arahkan ke arah yang dituju sebelumnya
  • Jangan panik & menginjak rem

Judul Pelatihan KMPD PTBC

157

159 of 233

MENGEMUDI MALAM HARI

Karena kurangnya penerangan jalan maupun cahaya lampu di Tinanggea maka diperlukan penglihatan yang lebih baik.

Mata lebih cepat menyesuaikan dengan cahaya yang terang tiba-tiba, namun perlu penyesuaian 30 menit untuk melihat di kegelapan.

Judul Pelatihan KMPD PTBC

158

160 of 233

Oleh karena itu bila berpapasan dengan kendaraan dari depan jangan melihat langsung ke lampunya, akan lebih baik bila melihat ke pembatas jalan. Kurangi kecepatan apabila terlalu menyilaukan.

Jangan menyalakan lampu dim saat berpapasan karena akan menyilaukan, dan mereka sedang menuju kearah anda!.

Judul Pelatihan KMPD PTBC

159

161 of 233

Pada beberapa kendaraan lampu panel intrumen di dashboard dapat dikurangi/ditambah kekuatan cahayanya.

Pengemudi perlu memantau intrumen namun bila memungkinkan kurangi cahayanya untuk meningkatkan kemampuan penglihatan di malam hari.

Judul Pelatihan KMPD PTBC

160

162 of 233

Banyak pengendara motor tidak menyalakan lampu pada malam hari maupun saat subuh, meskipun masih gelap.

Mereka mungkin masih bisa melihat dalam kegelapan, tapi untuk keamanan bersama, mereka juga perlu untuk dapat MELIHAT dan DILIHAT.

Judul Pelatihan KMPD PTBC

161

163 of 233

Lampu kendaraan mempunyai daya jangkau yang terbatas. Jika kita mengemudi terlalu cepat maka akan melebihi kemampuan lampu untuk menerangi jalan kita.

Artinya jarak pengereman diperlukan lebih jauh daripada jarak yang kita bisa lihat. Dan bila ada bahaya didepan kita tidak bisa melihatnya dan tidak mampu menghentikan kendaraan tepat waktu.

Judul Pelatihan KMPD PTBC

162

164 of 233

Resiko langsung muncul ketika pada jam yang sama biasanya kita masih tidur.

163

165 of 233

FATIGUE

- Mengemudi dalam keadaan lelah

Fatigue diartikan kelelahan setelah menjalani kegiatan yang dilakukan berlang kali.

Kita menyadari pengemudi dapat mengantuk setelah mengemudi lama. Namun banyak juga pengemudi merasa mengantuk meskipun baru saja mengemudi jika sebelumnya sudah dalam kondisi lelah.

164

166 of 233

RESIKO PENGEMUDI MENGALAMI FATIGUE :

  • Saat mengemudi karena jauhnya jarak yang ditempuh
  • Saat mengemudi dijalan yang sama karena dilakukan berulang kali dan menjadi bosan
  • Saat mengemudi malam hari setelah bekerja seharian

Judul Pelatihan KMPD PTBC

165

167 of 233

RESIKO PENGEMUDI MENGALAMI FATIGUE :

  • Saat harus mengemudi pagi hari dimana biasanya kita masih tidur
  • Tidak cukup tidur malam sebelumnya
  • Baru saja makan makanan yang tinggi karbohidrat (setelah satu jam)

Judul Pelatihan KMPD PTBC

166

168 of 233

Kebiasaan kita mematikan alarm yang membangunkan kita tapi kemudian kita tidur lagi, otak akan terbiasa untuk bangun sebentar kemudian tidur lagi. Kebiasaan ini akan muncul saat mengemudi, merasa cepat mengantuk.

Mengemudi dengan lelah akan mempengaruhi konsentrasi dan kemampuan persepsi kita, sehingga resiko mengalami kecelakaan lebih besar.

167

169 of 233

Penyebab kecelakaan karena kelelahan disebabkan kurangnya pergerakan. Jalan yang kita lalui terus menerus akan mjadi kegiatan yang monoton. Tidak adanya pergerakan mata & tubuh maka kita menjadi jenuh, tingkat kesadaran & kewaspadaan berkurang. Semakin lama mengemudi, semakin berbahaya.

Orang yang sudah lelah sebelum mengemudi (karena bekerja seharian) akan mempunyai resiko lebih tinggi.

168

170 of 233

FATIGUE

Ciri-cirinya:

  • Mata terasa panas, kering, lelah
  • Persepsi jarak & kecepatan berkurang
  • Peripheral vision menyempit
  • Konsentrasi & refleks berkurang

Judul Pelatihan KMPD PTBC

169

171 of 233

  • Di perjalanan jauh, istirahat teratur & gerakkan badan setiap 2 jam. Lebih sering lagi saat malam.
  • Hindari alkohol ataupun obat-obatan.

Pencegahan mengalami fatigue :

170

172 of 233

  • Jangan mengandalkan kafein atau stimulan, anda tetap bangun tapi tidak meningkatkan konsentrasi & kemampuan pandangan.
  • Hindari makanan berat yang perlu tenaga untuk mengolahnya. Lebih baik makanan ringan, buah atau coklat.

Judul Pelatihan KMPD PTBC

171

173 of 233

  • Buka kaca, hirup udara segar atau buka saluran ventilasi udara dari luar, akan lebih baik daripada menggunakan AC terus menerus.
  • Kadar oksigen bisa berkurang & karbon dioksida terus bertambah bila udara AC terus bersirkulasi lebih dari 1 jam.

172

174 of 233

  • Bila membawa penumpang, ajak bicara. Bila sendirian lakukan commentary.
  • Biasakan gerakkan mata, jangan hanya menatap satu titik saja.
  • Gerakkan jari dan tumit, dan renggangkan lengan dan kaki sambil tetap kontrol kendaraan.

Pencegahan mengalami fatigue:

Judul Pelatihan KMPD PTBC

173

175 of 233

GANGGUAN

Banyak yang diperhatikan saat mengemudi. Harus memperhatikan sekitar kendaraan. Harus memastikan pengguna jalan lain mengetahui keberadaan kita dan apa yang akan kita lakukan.

Kita harus tetap menyesuaikan kecepatan dan posisi kendaraan selama mengemudi. Selalu siap dengan adanya hal yang tidak terduga yang mungkin membahayakan.

Judul Pelatihan KMPD PTBC

174

176 of 233

Judul Pelatihan KMPD PTBC

175

177 of 233

  • Mengemudi sambil merokok berarti menempatkan anda & penumpang dalam kondisi bahaya.

  • Saat mencari-cari rokok dan pemantik api berarti konsentrasi sudah tergganggu. Menyalakan rokok diperlukan paling tidak satu tangan untuk meyalakan pemantik.

  • Ketika sudah menyala, perlu satu tangan untuk memegangnya.

MEROKOK & MENGEMUDI

Judul Pelatihan KMPD PTBC

176

178 of 233

  • Abunya harus dibuang (bila ada asbak), kalau tidak dibuang melalui jendela dan abunya bisa masuk kemobil bahkan bisa kena mata.
  • Kadang lengket dibibir (sigaret) & berisko jatuh dipangkuan kita sehingga menyebabkan konsentrasi tergganggu.

MEROKOK & MENGEMUDI

Judul Pelatihan KMPD PTBC

177

179 of 233

  • Saat mematikan rokok tangan harus melepas kemudi & bila dibuang keluar bisa mengenai orang lain bahkan bisa mengakibatkan kebakaran.
  • Untuk alasan yang sama, jangan makan & minum sambil mengemudi. Lebih baik berhenti atau mengemudi bergantian bila ingin makan atau minum.

MEROKOK & MENGEMUDI

Judul Pelatihan KMPD PTBC

178

180 of 233

179

181 of 233

Dibeberapa negara dilarang menggunakan handphone sambil mengemudi.

Meskipun saat berhenti di lampu lalulintas yang sedang menyala merah.

HANDPHONES (MOBILE PHONES)

Judul Pelatihan KMPD PTBC

180

182 of 233

HANDPHONE MENGGANGGU KONSENTRASI

Judul Pelatihan KMPD PTBC

181

183 of 233

SMS MENGGANGGU KONSENTRASI

182

184 of 233

Penelitian International menunjukkan bahwa menggunakan handphone saat mengemudi sama bahayanya dengan alkohol. Pengaruhnya sama dengan bila terdapat 0.08% kadar alkohol dalam darah.

Bahaya handphone bukan pada cara kita menggunakannya. Kita bisa mengemudi satu tangan tapi kita tidak bisa mengemudi tanpa berpikir.

Jadi bahayanya adalah karena otak dipaksa berpikir hal penting lainnya.

Judul Pelatihan KMPD PTBC

183

185 of 233

Penilitian International juga membuktikan

HANDS-FREE

sama bahayanya karena konsentrsi kita yang terpecah.

Judul Pelatihan KMPD PTBC

184

186 of 233

ALKOHOL DAN OBAT-OBATAN

Alkohol obat yang sangat kuat, akan memperlambat proses berpikir kita sehingga perlu waktu lebih lama untuk bereaksi.

Menimbulkan cara berpikir yang salah hingga mempengaruhi persepsi jarak, kecepatan serta mengurangi koordinasi, menuju pada kecelakaan yang seharusnya bisa dihindari.

Judul Pelatihan KMPD PTBC

185

187 of 233

Alkohol akan langsung mempengaruhi kita dan efeknya akan hilang dalam waktu yang relatif lama. Tidak ada ukuran pasti berapa gelas minuman agar kita bisa mengemudi dengan aman.

Kemampuan manusia untuk menyerap alkohol dalam tubuhnya berbeda, tergantung jenis kelamin, berat, sistem metabolisme tubuh, jenis minumannya & makanan yang dimakan sebelumnya.

Judul Pelatihan KMPD PTBC

186

188 of 233

Tabel ini menunjukkan bertambahnya pengaruh alkohol terhadap fungsi tubuh manusia

Judul Pelatihan KMPD PTBC

187

189 of 233

OBAT-OBATAN LAIN

Depressants: (Alcohol, pil tidur), memperlambat sistem saraf pusat

Stimulants: (Amphetamines, shabu-shabu), mempercepat/stimulasi sistem saraf pusat

Hallucinogens: (Marijuana, LSD, Hashish), mind altering drugs

Narcotics: (Heroin, Cocaine, Morphine, Putauw), have a strong depressant effect

Judul Pelatihan KMPD PTBC

188

190 of 233

Ingat resikonya, hindari masalah

DON’T DRINK AND DRIVE

Jika kita melukai bahkan membunuh orang, kita akan hidup dengan rasa bersalah dan dikucilkan oleh orang disekitar kita.

Judul Pelatihan KMPD PTBC

189

191 of 233

REM BLONG

  • Secepatnya injak berkali-kali pedal rem-pompa untuk memastikan rem benar-benar tidak berfungsi
  • Turunkan gigi perseneling guna pengereman dengan tenaga mesin/engine brake. Memang tidak menghentikan kendaraan tapi mengurangi laju kendaraan.

Judul Pelatihan KMPD PTBC

190

192 of 233

  • Jika yakin rem tidak berfungsi, pergunakan rem parkir dengan terus menekan tombol pelepas, karena rem parkir berbeda sistemnya dengan pedal rem kaki.
  • Jika masih terlalu kencang, serempetkan kendaraan ke pembatas jalan, semak, pohon, bahkan mobil parkir untuk mengurangi kecepatannya. Ini akan lebih baik dari pada menabrakkan kendaraan pada mobil yang berpenumpang atau pejalan kaki.

Judul Pelatihan KMPD PTBC

191

193 of 233

Pecah ban tidak akan terjadi bila ban mempunyai tekanan angin yang benar. Namun jika mengalami pecah ban:

  • Pertahankan arah kendaraan dengan menahan kemudi, kurangi tekanan gas secara perlahan/gradual.
  • Jangan sekali-kali injak rem. Secepatnya periksa kondisi sekeliling kendaraan, nyalakan lampu sein & arahkan kendaraan ketempat yang aman
  • Setelah berjalan perlahan, rem secara hati-hati & hentikan kendaraan ditempat yang datar.

PECAH BAN

Judul Pelatihan KMPD PTBC

192

194 of 233

  • Gunakan SIPDE & Smith sistem
  • Lakukan Scanning secara terus menerus
  • Ketahui lebih awal kemungkinan keberadaan anak-anak

MENGHINDARI TABRAKAN DENGAN PEJALAN KAKI

Judul Pelatihan KMPD PTBC

193

195 of 233

  • keberadaan anak kecil ditandaidengan: dekat taman/lapangan, sepeda/mainan di pinggir jalan
  • Biarkan pejalan kaki memutuskan apa yang akan mereka lakukan

Tragisnya tiap tahun banyak kecelakaan yang menewaskan anak-anak karena adanya kendaraan yang sedang mundur.

Judul Pelatihan KMPD PTBC

194

196 of 233

  • Pinggirkan kendaraan menuju ruang terbuka (jauh dari manusia, kendaraan, atau tanaman), matikan kendaraan.
  • Secepatnya keluar kendaraan, pastikan penumpang sudah keluar semua
  • Menjauh dari kendaraan dan panggil bantuan

MESIN TERBAKAR

Judul Pelatihan KMPD PTBC

195

197 of 233

  • Jika api telah membesar–JANGAN MENCOBA UNTUK MEMADAMKANNYA SENDIRI. Jangan terlau dekat karena mungkin akan meledak, minimal 50 meter.
  • Jika api tidak terlalu besar & hanya berasap, pergunakan fire extinguisher. JANGAN MENGGUNAKAN AIR karena akan membuat api malah semakin besar (karena adanya oli & bahan bakar)

Judul Pelatihan KMPD PTBC

196

198 of 233

  • Untuk memadamkan api di ruang mesin: tutup mesin jangan dibuka terlalu lebar.
  • Udara diluar mesin akan dihisap & membuat api semakin bertambah besar.
  • Tarik pembuka tutup mesin dan semprotkan pemadam api melalui sela-selanya.
  • Dan atau semprotkan melalui bawah mesin

Judul Pelatihan KMPD PTBC

197

199 of 233

Helm hanya didesain untuk satu kali mengalami benturan hebat. Jika jatuh dipermukaan yang keras maka kemampuannya akan sangat berkurang. Tidak disarankan membeli helm bekas karena kita tidak tahu apakah helm tersebut pernah jatuh sebelumnya atau tidak.

Judul Pelatihan KMPD PTBC

198

200 of 233

SEMUA PENGEMUDI MELAKUKAN KESALAHAN

Pengemudi yang baik yang paling sedikit membuat kesalahan

Judul Pelatihan KMPD PTBC

199

201 of 233

Memastikan proses koordinasi berjalan dengan lancar untuk meminimalisir miskomunikasi yang dapat menyebabkan kondisi tidak aman

Melakukan Koordinasi dengan seluruh personil di area Kerja

200

202 of 233

Membersihkan unit setelah selesai digunakan

Memastikan unit yang digunakan dalam kondisi bersih

201

203 of 233

Penggunaan Winch pada Light Vehicle (LV)

  • Lakukan pengamatan lokasi sekitar dan pengamatan posisi mobil yang amblas/terperosok.
  • Siapkan peralatan seperti remote winch,"D“ shackle, dan tali
  • Mengulurkan sling wire rope ke arah anchor point (pohon besar yang kuat)
  • Membuat anchor point
  • Hubungkan remote winch dengan socket pada winch.
  • Penarikan/Penggulungan wire rope dengan winch.
  • Parkir LV pada posisi/zona yang aman dan stabil
  • Lepaskan hook pada anchor point dan gulung wire rope
  • Lepaskan kabel remote winch dari control box winch dan simpan seluruh peralatan

202

204 of 233

Pengamatan Lokasi Terjadinya Unit Terperosok

  • Pastikan kondisi sekitar ada anchor point (tambatan)
  • Posisi/jarak anchor point dari LV memungkinkan
  • Apabila tidak ada Anchor point yang memenuhi syarat, sebaiknya meminta bantuan unit lain

Amati Area LV Terperosok

203

205 of 233

Siapkan peralatan

Siapkan perlengkapan yang akan digunakan, periksa kondisi kelayakannya. Untuk tali (rope) dapat menggunakan jenis seperti contoh:

Tow Strap

Steel Rope (Sling)

Tow Rope

204

206 of 233

Mengulurkan sling wire rope ke arah anchor point

  • Mengulur sling wire pada winch tidak menggunakan tenaga electrik dari winch, tetapi dengan cara menetralkan tuas winch ke posisi free
  • Ulurkan wire rope beserta hook ke arah anchor point dengan cara menarik hook strap
  • Jika Hook Strap tidak ada, gunakan alat bantu yang lain seperti tali. Ingat jangan langsung menarik sling menggunakan tangan tapi gunakan alat bantu.

205

207 of 233

Membuat anchor point

Setelah selesai membuat anchor point, posisikan tuas winch ke posisi "lock / engage sehingga wire rope tidak dapat ditarik secara manual

Lingkarkan wire rope pada pohon dan kunci dengan hook

Gunakan tambahan tali (tow strap) sehingga membentuk anchor

206

208 of 233

Hubungkan remote winch dengan socket pada winch

  • Untuk remote dengan kabel, hubungkan kabel remote dengan soket pada winch.
  • Untuk remote tanpa kabel, periksa pada bagian box control, dan pada bagian soket. Keluarkan remote dari pembungkus, dan tombol control dapat langsung digunakan.

207

209 of 233

Penarikan atau Penggulungan wire rope dengan winch

  • Nyalakan mesin LV, lepaskan hand brake, dan menarik wire rope dengan cara menekan tombol penarikan pada remote control, sampai wire rope kencang
  • Ikuti aba-aba dari personil lain yang bertugas mengarahkan.
  • Apabila penarikan dengan winch terasa berat, lepaskan tombol pada remote, dan tunggu beberapa menit untuk memulihkan daya accu, dan untuk mendinginkan mesin winch.
  • Lanjutkan penarikan hingga LV lolos dari zona amblasan

208

210 of 233

Posisikan LV di zona yang aman dan stabil

Matikan mesin, gunakan hand brake, dan lepaskan hook pada anchor point, gulung wire rope dengan menekan tombol penarikan pada remote control dan bersihkan peralatan sebelum disimpan

209

211 of 233

Contoh Penarikan Unit dengan bantuan Unit menggunakan Winch

210

212 of 233

1. Medan Area Eksplorasi berbeda dengan Area pertambangan

    • Merupakan daerah hutan hingga land clearing
    • Merupakan jalanan Offroad

Area eksplorasi berada di wilayah yang belum terbuka

    • Medan area eksplorasi berada pada morfologi perbukitan (memiliki tanjakan dan turunan yang sangat banyak)
    • Tanjakan dan turunan tersebut cukup terjal (mengikuti bentuk bukit)

Area eksplorasi berada di wilayah perbukitan

    • Jalan hanya dibuat menggunakan dozer.
    • Permukaan jalan merupakan tanah yang ada di daerah tersebut dan kadang sangat berlumpur jika musim hujan atau terlambatnya maintenance jalan (tidak dilakukan surfacing/pengerasan jalan).

Jalan di Area eksplorasi merupakan jalan sementara

211

213 of 233

2. Kondisi Medan Berbahaya di Area Eksplorasi

  • Kondisi jalan dengan medan yang terjal (grade jalan tinggi).
  • Terdapat banyaknya tanjakan/turunan yang curam.
  • Kondisi lebar jalan dan manuver untuk LV terbatas.
  • Kondisi jalan yang bergelombang dan tidak rata.
  • Kondisi jalan licin.
  • Kondisi permukaan jalan tidak keras/gembur/berlumpur.
  • Terdapat tikungan tajam yang menyebabkan adanya blindspot.
  • Terdapat kondisi tertentu dimana LV harus melewati jembatan sementara.
  • Terdapatnya obyek material di tengah jalan (batang kayu, ranting, batu, dll).
  • Pada pekerjaan malam, hanya mengandalkan lampu sorot LV dan kadang-kadang harus mengendarai LV dalam hutan seorang diri.
  • Membawa alat-alat yang sensitif (mudah rusak karena getaran/benturan) dan bahan berbahaya (radioaktif).
  • Kadang berhubungan langsung dengan masyarakat sekitar yang awam aturan perusahaan.

212

214 of 233

Contoh Kondisi Medan Berbahaya di Area Eksplorasi

Kondisi jalan terjal dan curam

213

215 of 233

Contoh Kondisi Medan �Berbahaya di Area Eksplorasi

Kondisi jalan berlumpur dan licin

214

216 of 233

Contoh Kondisi Medan Berbahaya di Area Eksplorasi

Kondisi jalan melewati jembatan sementara

215

217 of 233

Contoh Kondisi Medan Berbahaya di Area Kerja

Kondisi jalan terdapat material penghalang (batu)

216

218 of 233

3. Dampak medan berbahaya terhadap pengoperasian unit

  • Unit amblas pada jalan berlumpur.
  • Unit tidak kuat menanjak sehingga meluncur ke bawah dan menabrak tanggul/tebing.
  • Unit terbalik/terguling saat menuruni jalan/karena jalan licin.
  • Adanya lemparan/percikan/lentingan batu/material keras ke arah Unit di jalan eksplorasi.
  • Unit membentur/menabrak obyek (tiang, pohon, tanggul, tebing, dll) saat melakukan manuver mundur atau karena jalan licin/ban slip.
  • Ban/baut ban Unit terlepas di jalan eksplorasi karena jalan terlalu ekstrim.
  • Mobil menabrak penghalang jalan (kayu, akar pohon, batu, dll).
  • Kondisi lapangan yang berkabut di pagi hari (menyebabkan medan pandang terganggu).
  • Potensi kayu yg tumbang di jalan eksplorasi (karena tunggul lapuk/aktivitas land clearing).
  • Mobil berjalan mundur dikarenakan tidak diganjal saat parkir di jalanan menanjak/menurun.

217

219 of 233

Contoh Dampak medan berbahaya terhadap pengoperasian unit LV

LV terperosok/amblas dan menabrak tanggul/tebing

218

220 of 233

Contoh Dampak medan berbahaya terhadap pengoperasian unit LV

LV Terguling/terbalik

219

221 of 233

Contoh Dampak medan berbahaya terhadap pengoperasian unit LV

LV jatuh/masuk jurang

220

222 of 233

4. Standar Jalan Eksplorasi

  • Lebar jalan untuk lalu lalang unit diupayakan minimal 3 kali lebar unit terbesar, sedangkan untuk jalur moving secara manual handling selebar minimal 2 meter.
  • Tidak terdapat kondisi akar/pohon menggantung akibat kegiatan potong bawah/undercutting oleh aktivitas dozer.
  • Jalan rata, tidak bergelombang dan tidak miring.
  • Grade jalan diminimalkan.
  • Tikungan diminimalkan.
  • Diusahakan membuat parit sehingga tidak terjadi genangan air/hindari kesalahan dalam pembuatan jalan sehingga menimbulkan jebakan air pada saat hujan.
  • Pada tempat rawan (tepi jurang, jembatan, jalan sempit, jalan potensi licin) dibuat tanggul dengan tinggi minimal tanggul adalah ¾ diameter ban unit yang melintas di jalan tersebut.
  • Pemasangan rambu-rambu pada titik - titik yang dianggap rawan (tanjakan, turunan, tikungan, daerah blind spot,percabangan jalan dll).

221

223 of 233

5. Manuver Unit di Area Eksplorasi

Salah satu penyebab insiden Unit di daerah eksplorasi adalah kesalahan saat melakukan manuver Unit (mundur, berputar arah, menuruni/menaiki tanjakan). Untuk itu antisipasi driver yang dapat dilakukan antara lain:

  • Melakukan manuver Unit dengan hati-hati, jangan terburu-buru melakukan manuver.
  • Memastikan lokasi untuk bermanuver sesuai standar:
    • Lebar area memutar 1,5-2 kali panjang Unit.
    • Jika lebar area memutar lebih dari 2 kali panjang Unit, Unit dapat melakukan manuver, dan driver memastikan kondisi area aman.
    • Jika lebar area memutar 1,5-2 kali panjang Unit, Unit dapat melakukan manuver dengan mendapatkan arahan dari personil lain.
    • Jika lebar area memutar kurang dari 1,5 kali panjang Unit, Unit dilarang melakukan manuver.
  • Memberikan perhatian lebih terhadap lingkungan sekitar (apakah ada obyek penghalang seperti batu,kayu,tanggul) dan kondisi jalan yang dilewati (licin, berlumpur, dll).
  • Lebih memperhatikan aspek safety dan pengambilan keputusan yang tepat dalam bermanuver (Jika dirasa manuver terlalu berbahaya atau tidak memenuhi standar dapat menghentikan perjalanan atau dilakukan di tempat lain yang lebih aman)

222

224 of 233

Melewati Jalan yang Cekung atau berlubang dengan tumpuan 3.1

Jalan Berlubang

  1. Pastikan Unit dalam kondisi Fit
  2. Pastikan Unit dalam kondisi gir rendah dan dobel berat (L) sudah terpasang.
  3. Pastikan arah pengambilan tumpuan awal, menentukan keberhasilan.
  4. Masukkan roda ke arae lubang secara bergantian dengan catatan 1 ban dilobang 3 ban pendorong (Posisi serong melewati lobang)
  5. Hindari kondisi Roda 2.2 atau 1.3

Roda kiri depan

Roda kanan depan

223

225 of 233

Melewati jalan yang Cembung atau Gundukan dengan tumpuan 3.1

  1. Pastikan Unit dalam kondisi Fit
  2. Pastikan Unit dalam kondisi gir rendah dan dobel berat (L) sudah terpasang.
  3. Pastikan arah pengambilan tumpuan awal, menentukan keberhasilan.
  4. Masukkan roda ke arae gundukan secara bergantian dengan catatan 1 ban digundukan 3 ban pendorong (Posisi serong melewati gundukan)
  5. Hindari kondisi Roda 2.2 atau 1.3

224

226 of 233

Melewati jalan ber Lereng atau Miring

  1. Pastikan Unit dalam kondisi Fit
  2. Pastikan Unit dalam kondisi gir rendah dan dobel berat (L) sudah terpasang.
  3. Tahan setir jangan sampai terbawa tarikan gaya unit.
  4. Putar setir arah tujuan dengan perlahan (hindari membanting stir)
  5. Jangan memainkan gas dan memindah gir.
  6. Selalu menjaga jarak aman

225

227 of 233

Melewati jalan Licin Menurun

  1. Pastikan Unit dalam kondisi Fit
  2. Pastikan Unit dalam kondisi gir rendah dan dobel berat (H/L) sudah terpasang.
  3. Jangan menginjak kopling (biarkan gir yang menahan laju kendaraan)
  4. Pada saat menurun hindari pengereman secara tiba-tiba.
  5. Putar setir arah tujuan dengan perlahan (hindari membanting stir)
  6. Jangan memainkan gas dan memindah gir.
  7. Hindari melakuakan sistem tembak, karena dapat merusak unit atau terjadinya kecelakaan.
  8. Selalu menjaga jarak aman.

226

228 of 233

Melewati jalan Licin Menanjak

  1. Pastikan Unit dalam kondisi Fit
  2. Pastikan Unit dalam kondisi gir rendah dan dobel berat (L) sudah terpasang.
  3. Pada saat mendaki tersa ban licin putar setir kekiri-kanan dengan tujuan agar batik ban dapat area yg tidak licin.
  4. Jangan memainkan gas dan memindah gir.
  5. Jangan manuper diarea tanjakan
  6. Hindari melakuakan sistem tembak, karena dapat merusak unit atau terjadinya kecelakaan.
  7. Selalu menjaga jarak aman.

227

229 of 233

Semua kendaraan memerlukan udara untuk mesin. Biasanya saluran masuk udara masuk didekat lengkungan roda depan. Oleh karena itu perlu ekstra hati-hati bila menyeberangi sungai, sebab air bisa masuk ke mesin & merusakkannya.

Judul Pelatihan KMPD PTBC

228

230 of 233

Melewati Daerah Banjir atau Genangan Air

  1. Pastikan Unit dalam kondisi Fit
  2. Pastikan kedalaman air tidak melebihi keparu-paru unit dan air tidak ber arus berpotensi menghanyutkan unit
  3. Pastikan Unit dalam kondisi gir rendah dan dobel berat (L) sudah terpasang.
  4. Gas pertahankan jangan samapi dibawah 1000 RPM (supaya air tidak masuk ke dalam mesin)
  5. Tahan setir jangan sampai terbawa tarikan gaya unit.
  6. Putar setir arah tujuan dengan perlahan (hindari membanting stir)
  7. Jangan memainkan gas dan memindah gir.
  8. Setelah lolos dari genagan air jangan langsung memacu kecepatan unit tinggi, karena berpotensi rem tidak berfungsi akibat kampas rem basah.

229

231 of 233

Judul Pelatihan KMPD PTBC

230

232 of 233

231

Judul Pelatihan KMPD PTBC

231

233 of 233

Source: Mine Plan & TS team

Existing

New

xxx

Surveyor

Cost

Terms of payment

Losses estimation

xxx

xxx

xxx

xxx

IDR 25 Mn

IDR 45 Mn

xxx

xxx

0.5%

0.7%

xxx

xxx

Quality sampling1

Benefit:

Reducing cost sampling/month from Rp. 77,000,000 to �Rp. 23,375,000 for first year investment

Cargo sampling

Maintank sampling

Site

Total cost/month

Rp. 924,000,000/�year

Main tank

Cargo/ month

LMO

13,200,000

13,200,000

6

6

BMO

15,400,000

19,800,000

9

7

SMO

8,800,000

6,600,000

3

4

37,400,000

39,600,000

Rp. 77,000,000/�month

18

17

Current monthly cost for sampling

Terima Kasih

232