1 of 50

ASPEK KEUANGAN

2 of 50

TUJUAN MANAJEMEN KEUANGAN

  • Maksimalisasi Profit yang perlu diperhatikan adalah; Pertama profit jangka pendek atau profit jangka panjang. Kedua Jumlah Profit atau Tingkat Profit.
  • Maksimalisasi kemakmuran pemegang saham melalui maksimalisasi nilai perusahaan. Artinya semakin tinggi harga pasar saham semakin tinggi kemakmuran pemegang saham, dan nilai perusahaan semakin meningkat.

3 of 50

ANALISIS KEUANGAN

  • Analisis rasio keuangan merupakan dasar untuk menilai dan menganalisa prestasi operasi perusahaan.
  • Analisis rasio keuangan juga dapat digunakan sebagai kerangka kerja perencanaan dan pengendalian keuangan.
  • Bahasan dalam Analisis Rasio Keuangan
    • 1) factor kritis dalam analisis rasio keuangan,
    • 2) mempelajari bagaimana analisis rasio keuangan tersebut dipergunakan dan
    • 3) membahas secara logis laporan sumber dan penggunaan dana.

4 of 50

ANALISIS RASIO KEUANGAN

    • Para investor akan mempergunakan rasio keuangan ini sebagai alat untuk mengevaluasi nilai saham dan obligasi berbagai perusahaan. Selain itu juga dapat dipergunakan untuk mengukur adanya jaminan atas keamanan dana yang akan ditanam di dalam perusahaan.
    • Manajer perusahaan menggunakan analisis rasio keuangan untuk mengidentifikasi kemungkinan melakukan merger (penggabungan) dengan perusahaan lain

5 of 50

ANALISIS RASIO KEUANGAN

II. Analisis rasio keuangan biasanya dikelompokkan ke dalam empat kelompok rasio:

    • Rasio Likuiditas
    • Leverage Ratio/solvabilitas
    • RAsio Aktivitas
    • Rassio Profitabilitas

6 of 50

ANALISIS RASIO KEUANGAN

    • Rasio Likuiditas, mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangan jangka pendek tepat pada waktunya.
      • Current Ratio, adalah rasio antara aktiva lancar dibagi dengan utang lancar, rasio ini merupakan alat ukur bagi likuiditas (solvabilitas jangka pendek)
        • Aktiva lancar meliputi kas, surat berharga, piutang dan persediaan
        • Utang lancar meliputi utang pajak, utang bunga, utang wesel, utang gaji, dan utang jangka pendek lainnya.
      • Quick Ratio, (Acid Test Ratio) adalah rasio antara aktiva lancar dikurangi dengan persediaan dan utang lancar. Rasio ini mengukur solvabilitas jangka pendek tetapi tidak memperhitungkan persediaan karena persediaan merupakan aktiva lancar yang kurang likuid.

7 of 50

ANALISIS RASIO KEUANGAN

  • Rasio Leverage, yang mengukur seberapa besar perusahaan dibiayai dengan sumber hutang.
  • Solvabilitas : Kemampuan perusahaan dalam membayar hutang-hutangnya baik jangka pendek maupun jk panjang
    • Kreditur akan melihat proporsi modal sendiri untuk menentukan margin of safety.
    • Bagi pemilik perusahaan, pemenuhan kebutuhan dana dengan menarik utang akan memberikan manfaat
      • a) Kontrol perusahaan tidak berkurang
      • b) Jika perusahaan memperoleh tingkat keuntungan jauh lebih besar daripada bunga yang harus dibayarkan kepada kreditur maka pemilik perusahaan akan memperoleh manfaat yang besar

8 of 50

ANALISIS RASIO KEUANGAN

    • Debt to total asset ratio, mengukur prestasi total dana yang dipenuhi atau dibiayai dengan hutang.
      • Debt to total asset yang rendah, berarti menunjukkan adanya perlindungan bagi kreditur terhadap kemungkinan likuidasi.
      • Pemilik mungkin akan mencari (menentukan) suatu leverage yang tinggi untuk menaikkan tingkat keuntungan atau karena penambahan modal sendiri berarti akan mengurangi tingkat pengendalian perusahaan

9 of 50

ANALISIS RASIO KEUANGAN

  • Time interest earned ratio, adalah rasio antara laba sebelum bunga dan pajak (EBIT) dengan beban bunga yang mengukur seberapa besar keuntungan dapat berkurang (turun) tanpa mengakibatkan adanya kesulitan keuangan karena perusahaan tidak mampu membayar bunga

10 of 50

ANALISIS RASIO KEUANGAN

  • Fixed Charge Coverage, adalah rasio antara laba sebelum bunga dan pajak (EBIT) ditambah pembayaran sewa dengan beban bunga dan pembayaran sewa. Rasio ini mengukur kemampuan perusahaan untuk membayar beban tetapnya berupa bunga dan sewa.

11 of 50

ANALISIS RASIO KEUANGAN

    • Debt to total asset ratio, mengukur prestasi total dana yang dipenuhi atau dibiayai dengan hutang.
      • Debt to total asset yang rendah, berarti menunjukkan adanya perlindungan bagi kreditur terhadap kemungkinan likuidasi.
      • Pemilik mungkin akan mencari (menentukan) suatu leverage yang tinggi untuk menaikkan tingkat keuntungan atau karena penambahan modal sendiri berarti akan mengurangi tingkat pengendalian perusahaan

12 of 50

ANALISIS RASIO KEUANGAN

  • Time interest earned ratio, adalah rasio antara laba sebelum bunga dan pajak (EBIT) dengan beban bunga yang mengukur seberapa besar keuntungan dapat berkurang (turun) tanpa mengakibatkan adanya kesulitan keuangan karena perusahaan tidak mampu membayar bunga

13 of 50

ANALISIS RASIO KEUANGAN

  • Fixed Charge Coverage, adalah rasio antara laba sebelum bunga dan pajak (EBIT) ditambah pembayaran sewa dengan beban bunga dan pembayaran sewa. Rasio ini mengukur kemampuan perusahaan untuk membayar beban tetapnya berupa bunga dan sewa.

14 of 50

ANALISIS RASIO KEUANGAN

  • Cash Flow Coverage, adalah resiko antara aliran kas masuk dengan beban tetap setelah ditambah dengan dividen saham preferen dan pembayaran angsuran utang atas dasar sebelum pajak. Rasio ini mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban kas. Karena depresiasi merupakan non-cash expenses maka harus ditambahkan ke dalam cash inflow.

15 of 50

ANALISIS RASIO KEUANGAN

  • Rasio Aktivitas, mengukur sejauh mana efektivitas perusahaan dalam menggunakan sumberdayanya. Yang termasuk dalam Rasio Aktivitas adalah:

1. Perputaran Persediaan

2. Rata2 Periode Pengumpulan Piutang

3. Perputaran Aktiva Tetap

4. Perputaran Total Aktiva

16 of 50

ANALISIS RASIO KEUANGAN

    • Perputara Persediaan, adalah rasio antara Harga Pokok Penjualan atau penjualan dengan rata-rata persediaan yang mengukur efisiensi penggunaan persediaan.
      • Perputaran persediaan yang tinggi menunjukkan bahwa perusahaan tidak mempertahankan persediaan yang berlebihan.
      • Pola tersebut perlu disesuakan apabila usaha perusahaan sangat dipengaruhi oleh factor musim (seasonal) atau sangat berfluktuasi dari waktu ke waktu dalam satu periode tertentu.

17 of 50

ANALISIS RASIO KEUANGAN

    • Rata-rata periode pengumpulan piutang (average collection period) adalah rasio antara piutang dengan penjualan perhari. Rasio ini mengukur efisiensi dalam pengumpulan piutang perusahaan, dengan membandingkan persyaratan penjualan yang telah ditentukan.
      • Penjualan perhari sama dengan penjualan selama satu tahun dibagi dengan 360 hari.
      • Rata-rata periode pengumpulan piutang sebaiknya dilengkapi dengan skedul pengumpulan untuk melihat berapa lama piutang tersebut belum dibayar (outstanding)

18 of 50

ANALISIS RASIO KEUANGAN

  • Perputara Aktiva Tetap (Fixed Asset Turnover) adalah rasio antara penjualan dengan aktiva tetap yang mengukur efisiensi penggunaan aktiva tetap atau perputaran aktiva tetap. Rasio yang rendah menunjukkan adanya idle capacity penggunaan aktiva

19 of 50

ANALISIS RASIO KEUANGAN

  • Perputaran Total Aktiva (Total Assets Turnover) adalah rasio antara penjualan dengan total aktiva yang mengukur efisiensi penggunaan aktiva secara keseluruhan. Rasio yang rendah merupakan indikasi bahwa perusahaan tidak beroperasi pada volume yang memadai bagi kapasitas investasinya.

20 of 50

ANALISIS RASIO KEUANGAN

  • Perputaran Total Aktiva (Total Assets Turnover) adalah rasio antara penjualan dengan total aktiva yang mengukur efisiensi penggunaan aktiva secara keseluruhan. Rasio yang rendah merupakan indikasi bahwa perusahaan tidak beroperasi pada volume yang memadai bagi kapasitas investasinya.

21 of 50

ANALISIS RASIO KEUANGAN

  • Rasio Profitabilitas (Profitability Ratio). Rasio ini mengukur efektivitas manajemen secara keseluruhan yang ditunjukkan oleh besar kecilnya tingkat keuntungan yang diperoleh dalam hubungannya dengan penjualan maupun investasi.
  • Yang termasuk Rasio Profitabilitas adalah:

1. Gross Profit Margin

2. Net Profit Margin

3. Return On Investment

4. Return On Equity

22 of 50

ANALISIS RASIO KEUANGAN

  • Rasio Profitabilitas (Profitability Ratio). Rasio ini mengukur efektivitas manajemen secara keseluruhan yang ditunjukkan oleh besar kecilnya tingkat keuntungan yang diperoleh dalam hubungannya dengan penjualan maupun investasi.
  • Yang termasuk Rasio Profitabilitas adalah:

1. Gross Profit Margin

2. Net Profit Margin

3. Return On Investment

4. Return On Equity

23 of 50

ANALISIS RASIO KEUANGAN

  • Gross Profit Margin, adalah rasio antara penjualan dikurang dengan harga pokok penjualan (laba kotor) dengan penjualan. Rasio ini mengukur laba kotor yang dihasilkan dari setiap rupiah penjualan. Gross Profit Margin yang rendah dari rata-rata industri menunjukkan bahwa harga jual perusahaan relative lebih rendah atau harga pokok penjualan yang relative lebih tinggi atau keduanya.

24 of 50

ANALISIS RASIO KEUANGAN

  • Net Profit Margin, adalah rasio antara (EAT) laba setelah pajak dengan penjualan, yang mengukur laba bersih (EAT) yang dihasilkan dari setiap rupiah penjualan. Rasio ini juga dibandingkan dengan rata-rata industri

25 of 50

ANALISIS RASIO KEUANGAN

  • Return On Investment (ROI) atau Return On Total Assets atau Analisis Du Point adalah rasio antara laba setelah pajak (EAT) dengan total aktiva. Rasio ini mengukur tingkat keuntungan yang dihasilkan dari investasi total. Rasio yang lebih rendah dapat disebabkan karena net profit margin yang rendah atau karena perputaran total aktiva yang rendah atau keduanya

26 of 50

ANALISIS RASIO KEUANGAN

  • Return On Investment (ROI) atau Return On Total Assets atau Analisis Du Point adalah rasio antara laba setelah pajak (EAT) dengan total aktiva. Rasio ini mengukur tingkat keuntungan yang dihasilkan dari investasi total. Rasio yang lebih rendah dapat disebabkan karena net profit margin yang rendah atau karena perputaran total aktiva yang rendah atau keduanya

27 of 50

ANALISIS RASIO KEUANGAN

  • Ratio on Net Worth (Return On Stock Holders), adalah rasio antara laba setelah pajak dengan net worth atau modal sendiri yang juga sering disebut sebagai Retun on Equity (ROE), yang menunjukkan besarnya laba yang tersedia bagi pemegang saham./ perbandingan antara laba usaha dengan modal sendiri dan modal asing yang dipergunakan untuk menghasilkan laba tersebut dan dinyatakan dalam persentase

28 of 50

ANALISIS RASIO KEUANGAN

  • Rasio Pertumbuhan (Growth Ratio) yaitu rasio yang mengukur seberapa besar kemampuan perusahaan dalam mempertahankan posisinya di dalam industri dan dalam perkembangan ekonomi secara umum.
    • Analisis tingkat pertumbuhan ini harus dipisahkan antara pertumbuhan riel dari pertumbuhan nominal karena factor inflasi.
    • Untuk mencari pertumbuhan selama periode tertentu, dengan membagi periode terakhir dengan periode pertama kemudian dengan bantuan table dapat dicari persentasi pertumbuhan.

29 of 50

ANALISIS RASIO KEUANGAN

  • Valuation Ratio atau Rasio Penilaian, adalah rasio yang mencerminkan kombinasi pengaruh rasio resiko (Risk Ratio) dan Return Ratio. Price Earning Ratio merupakan indikasi penilaian pasar modal terhadap keuntungan potensial perusahaan di masa yang akan datang (future earning potensial).

30 of 50

Contents

PENGERTIAN

1

KEBUTUHAN INVESTASI

2

KEBUTUHAN MODAL KERJA

3

PROYEKSI L/R-NERACA/ARUS KAS

4

ANALISIS KELAYAKAN

5

31 of 50

PENGERTIAN

  • SEJAUHMANA ARTI PENTING ASPEK KEUANGAN INI ?

    • PADA AKHIRNYA CALON INVESTOR AKAN MELIHAT, APAKAH USAHA YANG AKAN DIJALANKAN MENGUNTUNG ATAU TIDAK ?

32 of 50

JENIS MODAL

Presented by Ahmad Subagyo

www.studikelayakan.com

INVESTASI

DANA YANG DIKELUARKAN UNTUK PEMBELANJAAN AKTIVA TETAP

MODAL

MODAL KERJA

DANA YANG DIGUNAKAN UNTUK PEMBELANJAAN AKTIVA LANCAR

START UP

DANA YANG DIKELUARKAN UNTUK MEMBIAYAI PENDIRIAN USAHA

33 of 50

INVESTASI

Presented by Ahmad Subagyo

www.studikelayakan.com

misal

PEMBELIAN KENDARAAN

misal

PEMBELIAN FURNITURE (mebel, meja, kursi, dsb)

misal

PEMBELIAN TANAH DAN BANGUNAN

34 of 50

MODAL KERJA

Presented by Ahmad Subagyo

www.studikelayakan.com

misal

PEMBELIAN PERSEDIAAN

misal

PENJUALAN DENGAN SISTEM KREDIT, sehingga menjadi piutang usaha

misal

PEMBELIAN TANAH DAN BANGUNAN

35 of 50

PROYEKSI KEUANGAN

Presented by Ahmad Subagyo

www.studikelayakan.com

ARUS KAS

LABA RUGI

KEBUTUHAN MODAL KERJA & INVESTASI

NERACA

36 of 50

ANALISA LAPORAN KEUANGAN

MACAM LAPORAN KEUANGAN

  • NERACA (BALANCED SHEET)

Terdiri dari elemen pokok : Asset, Hutang , dan Modal. Pengukuran terhadap elemen-elemen Neraca biasanya menggunakan historical cost

  • LAPORAN RUGI-LABA (INCOME STATEMENT)

Meringkaskan aktivitas perusahaan selama periode tertentu yang dapat memberikan informasi tentang prestasi operasional perusahaan.

  • LAPORAN ARUS KAS (CASH FLOWS)

Untuk menganalisis aliran kas masuk dan kas keluar perusahaan. Tujuannya untuk melihat efek kas dari kegiatan operasional, investasi, dan pendanaan suatu perusahaan selama periode tertentu.

37 of 50

ANALISA LAPORAN KEUANGAN

BENTUK-BENTUK ANALISIS LAPORAN KEUANGAN

  • ANALISIS COMMON-SIZE

Menganalisis tiap-tiap rekening dalam laporan Laba-Rugi dan Neraca menjadi proporsi dari total penjualan atau dari total aktiva.

  • ANALISIS RASIO

Menganalisis dengan cara membandingkan angka angka yang terdapat dalam Neraca disatu sisi dan Rugi-Laba di sisi lain

  • ANALISIS DU-PONT

Analisis yang memisahkan profitabilitas dengan pemanfaatan asset.

  • ANALISIS EVA (ECONOMIC VALUE ADDED)

Analisis untuk mengukur kinerja yang secara langsung berhubungan dengan kekayaan pemegang saham dari waktu ke waktu

38 of 50

ANALISA RASIO KEUANGAN

FUNGSI

  • SEBAGAI ALAT UNTUK MENILAI DAN MENGANALISIS PRESTASI OPERASI ORGANISASI/ PERUSAHAAN
  • SEBAGAI KERANGKA KERJA PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN KEUANGAN

MANFAAT

  • BAGI MANAJEMEN PERUSAHAAN …………………………………………………………………
  • BAGI MANAJER KREDIT …………………………………………………………………
  • BAGI INVESTOR …………………………………………………………………
  • MANAJER PERUSAHAAN …………………………………………………………………

39 of 50

JENIS RASIO KEUANGAN

  • LIKUIDITAS : Kemampuan perusahaan untuk membayar utang-utang jangka pendeknya

Current Ratio (CR)

=

Aktiva Lancar

Utang Lancar

………………………..

Quick Ratio (QR)/ Acid Test Ratio

=

Ak L - Persediaan

Utang Lancar

………………………..

Cash Ratio

=

Kas

Utang Lancar

………………………..

40 of 50

Time Interest Earned (TIE))

=

EBIT

Bunga

………………………..

Fixed Charge Coverage

=

EBIT + Biaya Sewa

Bunga + Biaya Sewa

………………………..

  • LEVERAGE / SOLVABILITAS : Kemampuan perusahaan untuk membayar seluruh utang-utang nya (jk pendek dan jk panjang)

Debt to Total Asset Ratio (DTA)

=

Total Utang

Total Aktiva

………………………..

Debt to Equity Ratio (DE)

=

Total Utang

Total Equity

………………………..

41 of 50

  • AKTIVITAS : Sejauhmana efektivitas perusahaan dalam menggunakan sumber dayanya

∙ Asset turn over (ATO)

=

Penjualan

Total Assets

………………………..

∙ Working Capital turn over (WCTO)

=

Penjualan

Modal Kerja

………………………..

∙ Account Receivable turn over (ARTO)

=

Penjualan kredit

Rata2 Piutang

………………………..

∙ Average Collection period

=

360 hari

ARTO

………………………..

∙ Inventory turn over (ITO)

=

COGS

Rata2 Inventory

………………………..

∙ Periode perputaran inventory

=

360 hari

ITO

………………………..

42 of 50

  • PROFITABILITAS / RENTABILITAS : Kemampuan perusahaan memperoleh laba dari modal yang digunakan

Gross Profit Margin (GPM)

=

Laba Kotor

Penjualan

………………………..

Net Profit Margin (NPM)

=

Laba bersih

Penjualan

………………………..

Return on Investment (ROI) atau Return on Total Asset (ROA)

=

Laba bersih

Total Aktiva

………………………..

Return on Equity (ROE)

=

Laba Bersih

Modal Sendiri

………………………..

43 of 50

  • RASIO PASAR Mengukur harga pasar relatif terhadap nilai buku.

PER (Price Earning Ratio)

=

Harga Pasar perlembar

Earning perlembar

………………………..

Dividend Yield

=

Dividen per lembar

Harga Pasar saham perlembar

………………………..

Dividend pay-out

=

Dividen perlembar

Laba bersih perlembar

………………………..

44 of 50

HPP

BIAYA OPERASI

BUNGA

PAJAK

KAS

SURAT BERHARGA

PIUTANG

PERSEDIAAN

PENJUALAN

TOTAL BIAYA

AKTIVA LANCAR

AKTIVA TETAP

LABA BERSIH

PENJUALAN

PENJUALAN

TOTAL AKTIVA

PROFIT MARGIN

ASSET TURN OVER

ROA

(-)

(+)

(:)

(:)

(x)

ANALISA DU-PONT ; hubungan rasio keuangan secara keseluruhan

ROI / ROA = Assets turn over x Net Profit Margin

45 of 50

EVA (ECONOMIC VALUE ADDED

EVA = Laba Operasi Setelah Pajak – (Modal x % Biaya Modal)

LANGKAH-LANGKAH MENGHITUNG EVA :

1. Tinjau laporan Laba Rugi dan Neraca perusahaan

2. Identifikasi sumber modal perusahaan dan besarannya

Modal = Total Kewajiban – Kewajiban Tanpa Bunga Pengeluaran pemasaran, biaya litbang, dan biaya restrukturisasi harus diperlakukan sebagai investasi modal (ditambahkan kembali ke NOPAT) daripada dibebankan.

3. Tentukan rata-rata tertimbang biaya modal perusahaan (WACC)

WACC = (Biaya Utang x Bobot Utang dalam Basis Modal) + (Biaya Ekuitas x Bobot Ekuitas dalam Basis Modal)

Biaya Utang = Suku bunga utama + Biaya Modal

Biaya Ekuitas = Imbal Hasil Obligasi 10 tahun + Premi risiko

4. Hitung NOPAT

NOPAT = Laba Bersih + Total Penyesuaian – Kesempatan yang hilang dari penghematan pajak atas penyesuaian

5. EVA = NOPAT – (WACC x Modal)

46 of 50

CONTOH KASUS

NERACA PT X

AKTIVA

2010

2011

Kas dan Surat Berharga

Piutang Usaha

Persediaan

155.000

10.000

250.000

309.099

12.000

270.000

Total Aktiva Lancar

Tanah, Bangunan, Pabrik, dan Peralatan.

Akumulasi depresiasi

415.000

250.000

(25.000)

591.099

250.000

(50.000)

Aktiva Tetap Bersih

225.000

200.000

Total Aktiva

640.000

791.099

KEWAJIBAN DAN MODAL

Utang Bank

Utang Dagang

Akrual

50.000

10.000

5.000

145.000

10.506

5.100

Kewajiban Lancar

65.000

160.606

Utang Jangka Panjang

238.366

271.000

Saham Biasa (100.000 lembar)

Laba Ditahan

320.000

16.634

320.000

39.493

Total Kewajiban + Modal

640.000

791.099

Dalam ribuan rp

47 of 50

CONTOH KASUS

RUGI/LABA PT X

2010

2011

Penjualan Bersih

Harga Pokok Penjualan

600.000

480.000

655.000

537.100

Laba Kotor

Biaya Administrasi dan Penjualan

Depresiasi

Biaya lain-lain

120.000

30.000

25.000

2.027

117.900

15.345

25.000

3.557

Total Biaya Operasi

57.027

43.902

Laba Sebelum Bunga dan Pajak /EBIT/NOI

62.973

73.998

Bunga pinjaman

35.250

35.900

Laba Sebelum Pajak / EBT

27.723

38.098

Pajak

11.089

15.239

Laba Bersih

16.634

22.859

Dividen saham

Tambahan Laba Ditahan

Jumlah lembar saham beredar

Laba per lembar

0

16.634

100.000 lbr

0, 17

0

22.859

100.000 lbr

0,23

Dalam ribuan rp

48 of 50

EXERCISE

Diketahui : Rasio Hutang jangka panjang terhadap modal sendiri = 50% Asset turn over = 2,5 kali

Periode pengumpulan piutang = 18 hari

Perputaran persediaan = 9 kali

Gross Profit Margin = 10%

Acid Test Ratio = 100%

PT UNTUNG MELULU

NERACA PER 31 DESEMBER 2010

Kas

Rp …………

Utang lancar

Rp 100.000

Piutang

Rp …………

Utang jangka panjang

Rp .……….

Persediaan

Rp …………

Saham Biasa

Rp 100.000

Aktiva Tetap (net)

Rp …………

Laba ditahan

Rp 100.000

Total Aktiva

Rp …………

Total Utang + Modal

Rp .……….

49 of 50

Exercise 1

Kas

Surat berharga

Piutang

Persediaan

Mesin (net)

Gedung (net)

Tanah

100.000

50.000

150.000

100.000

200.000

300.000

100.000

Hutang Dagang

Hutang Bank

Obligasi

Saham Biasa

Laba ditahan

150.000

150.000

250.000

400.000

50.000

Total Aktiva

1.000.000

Total Hutang + Modal

1.000.000

PT X

Neraca Per 31 Desember 2010 (dalam 000 rp)

  1. Berapa tambahan modal kerja yang diperlukan untuk membiayai inventory dari modal sendiri agar Current Ratio meningkat menjadi 200% ?
  2. Berapa berkurangnya modal kerja yang digunakan untuk membayar sebagian hutang bank agar Current Ratio menjadi 150 % ?
  3. Berapa berkurangnya hutang bank yang di dibiayai dari modal sendiri agar Current Ratio menjadi 200% ?

50 of 50

Exercise 2

Kas

Surat berharga

Piutang

Persediaan

Mesin (net)

Gedung (net)

Tanah

50.000

50.000

150.000

150.000

200.000

300.000

100.000

Hutang Dagang

Hutang Bank

Obligasi

Saham Biasa

Laba ditahan

50.000

50.000

400.000

450.000

50.000

Total Aktiva

1.000.000

Total Hutang + Modal

1.000.000

PT X

Neraca Per 31 Desember 2009 (dalam 000 rp)

  1. Berapa tambahan inventory yang dapat dibeli dengan kredit jangka pendek agar Current Ratio nya menjadi 200%
  2. Berapa jumlah kas yang dapat digunakan untuk membayar hutang lancar agar Cash Ratio menjadi 20%