1 of 31

FILSAFAT TEKNOLOGI PENDIDIKAN

Sutarto Hadi

2 of 31

FILSAFAT PENDIDIKAN

Adalah suatu ranah pemikiran dalam dunia pendidikan yang merangkum berbagai pertanyaan, pandangan, teori, dan konsep yang terkait dengan proses belajar-mengajar.

Filsafat Pendidikan merupakan suatu pandangan terhadap tujuan, fungsi, dan proses pendidikan yang akan membawa manusia pada arah kemajuan dan perkembangan makna kehidupan.

Pendidikan sendiri merupakan suatu usaha manusia dalam mencapai tujuan dan makna hidupnya.

Oleh karena itu, filsafat pendidikan selalu memiliki peran penting dalam menentukan arah dan bentuk pendidikan yang dijalankan di suatu tempat.

3 of 31

MANUSIA DAN FILSAFAT PENDIDIKAN

Filsafat Pendidikan menempatkan manusia sebagai pusat dari segala aktivitas pendidikan.

Manusia adalah subyek dan obyek pendidikan sekaligus, artinya pendidikan mengajarkan manusia untuk dapat mengembangkan dirinya agar bisa lebih maju dan berkembang.

Pendidikan bukanlah sekadar membiasakan manusia untuk menguasai keterampilan atau memperoleh pengetahuan sebanyak-banyaknya, tetapi juga menanamkan nilai-nilai moral dan sosial yang baik pada diri manusia.

4 of 31

TANTANGAN FILSAFAT PENDIDIKAN

  • Perubahan pada dunia modern saat ini, teknologi berkembang pesat dan era informasi telah mengubah cara manusia belajar dan berpikir, maka pendidikan perlu disesuaikan dengan kebutuhan zaman tanpa mengingkari prinsip kesetaraan dan keadilan.
  • Filsafat Pendidikan bukan hanya sebagai panduan atau acuan, melainkan juga sebagai alternatif terbaik untk menyempurnakan sistem pendidikan.

5 of 31

FALSAFAH TEKNOLOGI PENDIDIKAN

Falsafah teknologi pendidikan adalah landasan pemikiran mendasar yang mengkaji hakikat, cara memperoleh pengetahuan, serta nilai penggunaan dari penggunaan teknologi untuk memfasilitasi pembelajaran dan meningkatkan kinerja.

6 of 31

LANDASAN FILSAFAT TEKNOLOGI PENDIKAN

  1. Ontologi (Hakikat Wujud)
  2. Espistemologi (Cara Memperoleh Pengetahuan)
  3. Aksiologi (Nilai dan Kegunaan)

7 of 31

LANDASAN ONTOLOGI �(HAKIKAT WUJUD)

Fokus kajian: Hakikat dari objek atau realitas

dalam pendidikan dan teknologi

Makna: Memandang peserta didik sebagai manusia yang memiliki potensi untuk dikembangkan. Teknologi bukan sekadar alat atau mesin, melainkan sistem dan sumber belajar yang nyata guna memcahkan masalah belajar manusia.

8 of 31

REVOLUSI BELAJAR

  • Revolusi Pertama: Orangtua menyerahkan pendidikan anak-anak kepada para sufi untuk dididik karena orang tua merasa tidak mampu (sufi=penjual ilmu pengetahuan)
  • Revolusi Kedua: Guru diberi tanggung jawab dalam mendidik melalui sekolah (lembaga pendidikan). Beban guru menjadi berat
  • Revolusi Ketiga: Ditemukan mesin cetak, bahan ajar disimpan dalam bahan tercetak. Beban guru menjadi lebih ringan
  • Revolusi Keempat: Lahirnya alat-alat elektronik (radio, TV dll). Persoalan muncul muncul bukan pada materi, tapi masalah yang berkaitan dengan masalah belajar.

​

ONTOLOGI TEKNOLOGI PENDIDIKAN => MASALAH BELAJAR

​

9 of 31

LANDASAN EPISTEMOLOGI �(CARA MEMPEROLEH PENGETAHUAN)

Fokus kajian: bagaimana pengetahuan tentang

teknologi pendidikan disusun dan dibuktikan.

Makna: pengetahuan diperoleh melalui pendekatan ilmiah, riset yang sistematis, desain pembelajaran, serta praktik empiris yang terus dievaluasi demi perbaikan proses belajar secara berkelanjutan.

10 of 31

LANDASAN AKSIOLOGI �(ETIKA DAN ESTETIKA)

  • Fokus kajian: tentang nilai, manfaat, dan tujuan penggunaan teknologi dalam dunia pendidikan.
  • Makna: memastikan bahwa teknologi yang digunakan benar-benar memberi nilai tambah bagi proses belajar dan memberi pedoman agar alat, dan metode pembelajaran selaras dengan tujuan akhir pendidikan.

11 of 31

PENDIDIKAN DI ERA TEKNOLOGI INFORMASI & KOMUNIKASI

Dalam era digital saat ini, pendidikan perlu memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi sebagai alat bantu dalam proses belajar-mengajar, antara lain:

  • Mempercepat akses informasi
  • Meningkatkan interkasi antara pengajar dan peserta didik
  • Mempermudah penggunaan media audio visual
  • Penggunaan data yang lebih cepat dan efektif

12 of 31

HAMBATAN DAN TANTANGAN DALAM PENGGUNAAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI

Kemampuan Pengajar. Pengajar saat ini harus cakap dan terampil dalam menggunakan teknologi sehingga dapat memberikan pengaruh yang positif pada peserta didik. Pengajar harus mampu menguasai teknologi dengan baik dan memiliki kemampuan dalam pemilihan strategi pembelajaran yang tepat agar teknologi yang digunakan dapat berdampak positif pada pendidikan.

Akses dan sumber daya. Keterbatasan akses dan sumber daya menjadi hambatan utama dalam penggunaan teknologi dan pendidikan di Indonesia. Keterbatasan teknologi, perangkat keras dan perangkat lunak, serta internet juga menjadi salah satu kendala.

Kultur Belajar. Belajar dalam bentuk yang terstruktur dan formal memiliki dominasi dalam budaya belajar yang ada di Indonesia. Budaya belajar ini menjadi kendala dalam melihat bahwa belajar pun dapat dilakukan melalui media digital, teknologi, atau internet

13 of 31

KONSEP DAN PRINSIP FILSAFAT PENDIDIKAN DALAM ERA TIK

Agar pendidikan dapat merespon kebutuhan zaman, maka filsafat pendidikan yang diterapkan juga perlu mengikuti perkembangan zaman. Penerapan filsafat pendidikan di era TIK memiliki beberapa nilai dan prinsip yang perlu dipertimbangkan, antara lain:

  1. Peran TIK
  2. Fokus Pembelajaran
  3. Fleksibilitas
  4. Peran Pengajar
  5. Penggunaan Strategi Pembelajaran
  6. Motivasi dan Kemandirian

14 of 31

PERAN TIK

TIK memegang peran penting dalam proses pendidikan sekarang ini. TIK memudahkan semua pihak dalam hal pembelajaran, penelitian dan referensi. Hal ini memungkinkan pengajar memberikan materi pembelajaran yang lebih cepat dan presisi. Selain itu, dengan adanya TIK, peserta didik dapat mengakses berbagai informasi dan mempelajarinya sesuai dengan keinginan mereka. Konsep ini sangat penting agar peserta didik dapat belajar secara efektif dan pesat.

15 of 31

FOKUS PEMBELAJARAN

Pembelajaran di era digital perlu focus pada pengembangan keterampilan abad 21. keterampilan abad 21 termasuk keterampilan pemecahan masalah, kreativitas, berpikir kritis, komunikasi, pemikiran logis dan analitis, pengusaan teknologi dan literasi digital.

16 of 31

FLEKSIBILITAS

Fleksibilitas menjadi konsep penting dalam pendidikan di era digital. Penggunaan teknologi memungkinkan pengajar dan peserta didik dapat memilih variasi cara belajar, cakupan materi, dan metode evaluasi yang jelas serta tidak membosankan untuk proses pembelajaran.

17 of 31

PERAN PENGAJAR

Pengajar menjadi bagian penting dari pembelajaran di era digital. Pengajar harus mampu menguasai teknologi dan menggunakan metode yang berteknologi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Selain itu, pengajar juga perlu memperhatikan kepentingan pribadi dalam penggunaan teknologi dalam proses belajar dan memilih metode pembelajaran yang tetap dan teruji.

18 of 31

PENGGUNAAN STRATEGI PEMBELAJARAN

Strategi pembelajaran berfokus pada penggunaan teknologi dalam pembelajaran, agar dapat membuat lingkungan pembelajaran yang lebih interaktif dan menyenangkan tanpa meninggalkan prinsip pembelajaran yang komprehensif, serta kebutuhan pengajaran individu.

19 of 31

MOTIVASI DAN KEMANDIRIAN

Pendidikan di era digital menuntut peserta didik bekerja dengan cukup mandiri dan tertarik dengan bidang keterampilan abad 21. Pemerintah bertanggung jawab dalam memotivasi dan membantu peserta didik untuk mengembangkan keterampilan mereka di bidang terkait dan memberikan kesempatan yang baik dan layak dalam pekerjaan.

20 of 31

KONDISI DAN TANTANGAN PENDIDIKAN DI INDONESIA

21 of 31

PERUBAHAN TEKNOLOGI, SOSIAL, DAN LINGKUNGAN SEDANG TERJADI SECARA GLOBAL

Teknologi

Sosiokultural

Lingkungan

Disrupsi teknologi akan berdampak pada semua sektor

Perubahan demografi, profil sosio-ekonomi dari populasi dunia

Habisnya bahan bakar fosil, krisis air, perubahan iklim, permukaan laut naik

  • Penerapan otomatisasi, AI, dan big data di semua sector
  • Konektivitas 5G yang memungkinkan teknologi lainnya saling terhubung
  • Pencetakan 3D, smart wearables, AR dan VR
  • Meningkatnya usia harapan hidup dan usia lama bekerja
  • Tumbuhnya migrasi, urbaninasi, keragaman budaya, dan kelas menengah
  • Meningkatnya tenaga kerja yang terus bergerak (mobile) dan fleksibel
  • Munculnya kepedulian konsumen terhadap etika, privasi, dan kesehatan
  • Meningkatnya kebutuhan energi dan air dan berkurangnya sumber daya alam
  • Meningkatnya perhatian terhadap energi alternative untuk melawan perubahan iklim
  • Upaya berkelanjutan pada isu lingkungan seperti plastic dan limbah nuklir

22 of 31

PANDEMI COVID-19 TELAH MENDORONG TERJADINYA PERUBAHAN STRUKTURAL YANG SANGAT CEPAT

Pendidikan

    • Melaksanakan pembelajaran jarak jauh
    • Institusi banyak mendapat tekanan finansial

Dunia Kerja

    • Mempercepat akses digital di semua industri
    • Tekanan lebih besar untuk memperbaharui keterampilan
    • Lokalisasi peluang kewirausahaan

23 of 31

CARA BEKERJA PADA MASA DEPAN AKAN JAUH BERBEDA JIKA DIBANDING DENGAN HARI INI

Tren perubahan

Struktural

​

Munculnya jenis pekerjaan baru

Struktur organisasi, perusahaan, dan tipe pekerjaan baru banyak muncul untuk mengakomodasi manusia dan teknologi yang berubah cepat

​

Tenaga kerja multi-generasi dan beragam

Untuk pertama kalinya dalam sejarah, 5 generasi bekerja bersamaan dan meningkatnya kesadaran akan keberagaman di tempat kerja

​

Tidak dibatasi struktur dan tempat

Pekerjaan dapat dilakukan di mana saja dan dengan waktu yang fleksibel.

Rasio pekerja tidak tetap (freelancer) meningkat

Otonomi Pekerja

​

Karier ditentukan oleh pekerja, bukan perusahaan

Pekerja memiliki kontrol yang lebih besar akan perjalanan kariernya

Pember-dayaan Teknologi

​

​

​

​

​

Digitalisasi dan otomatisasi

Teknologi menyederhanakan pekerjaan sehari-hari dan menghubungkan pekerja dengan efisien

​

​

Akses dan pengolahan data semakin masif

Data memberikan pemahaman lebih baik tentang perilaku dan kualitas pekerja

​

24 of 31

KEMAMPUAN MEMECAHKAN MASALAH, KOGNITIF, DAN SOSIAL AKAN MENJADI SEMAKIN PENTING; KEBUTUHAN KETERAMPILAN FISIK AKAN SEMAKIN BERKURANG

Perubahan kebutuhan keterampilan tenaga kerja

Keterampilan

% Pekerjaan masa depan yang membutuhkan keterampilan inti

​

Rangkuman

Kognitif

15%

Kemampuan memecahkan masalah, sosial, proses, dan sistem adalah keterampilan yang akan paling dicari sebagai keterampilan inti di tempat kerja pada masa mendatang

Sistem

17%

Pemecahan masalah

36%

Konten

10%

Kebanyakan pekerjaan akan mengalami perubahan dalam keterampilan

Proses

18%

Sosial

19%

Manajemen sumber daya

13%

Teknis

12%

Fisik

4%

25 of 31

PROBLEMATIKA PENDIDIKAN DI INDONESIA

Skor PISA yang stagnan dalam 10-15 tahun terakhir

Konsisten sebagai salah satu negara dengan peringkat hasil PISA terendah:

Membaca: 70% siswa berada di bawah kompetensi minimum

Matematika: 71% siswa berada di bawah kompetensi minimum

Sains: 60% siswa berada di bawah kompetensi minimum

26 of 31

PERMASALAHAN UTAMA YANG MENYEBABKAN KURANGNYA HASIL BELAJAR PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH

Kesenjangan dalam keefektifan mengajar dan cara mengajar

Infrastruktur sekolah yang tidak memadai

Kurikulum yang kaku dan berbasis materi

Kesenjangan pemerintahan

  • Guru bertindak sbg pemberi ilmu, bukan fasilitator, dan kurang atau tidak fokus pd pengembangan karakter dan penanaman rasa senang belajar
  • Pertanyaan guru cenderung dangkal jarang melibatkan HOT dan kurang penjelasan/alasan
  • Rata-rata skor kompetensi guru adalah 57 dari 100
  • >50% sekolah di Indonesia setidaknya rusak ringan
  • >40% dari seluruh sekolah tidak memiliki akses internet, khususnya pd jenjang SD
  • >20% sekolah di Indonesia tidak memiliki perpustakaan ‘produktif’
  • Kurikulum memiliki materi yang terlalu banyak, tidak ada ruang untuk memahami materi, melakukan refleksi pembelajaran, dsb.
  • Kurikulum tidak cukup praktis dan operasional untuk diterjemahkan oleh guru ke dalam materi pembelajaran dan aktivitas di dalam kelas
  • Hampir tidak ada korelasi antara pelatihan guru dan bantuan pembiayaan sekolah serta peningkatan kualitas
  • Sejumlah besar guru honor di bawah upah minimum
  • Guru dan kepala sekolah tidak diberikan insentif untuk meningkatkan hasil belajar krn status PNS
  • Otonomi daerah dan koordinasi antar kementerian membuat implementasi jadi sulit

27 of 31

MERDEKA BELAJAR:�SISTEM PENDIDIKAN UNTUK MEMBANGUN KOMPETENSI UTAMA

Kategori

Arahan di masa depan

Ekosistem

  • Sekolah sebagai kegiatan yang menyenangkan
  • Pimpinan memberikan pelayanan
  • Sistem terbuka (berbagai pemangku kepentingan berkolaborasi)
  • Lebih banyak sumber daya didedikasikan untuk pelajar yang lebih muda
  • Mendapat dukungan dari pemerintah daerah
  • Infrastruktur sekolah yang memadai dan mendukung pembelajaran
  • Manajemen sekolah yang kolaboratif dan kompeten
  • Orang tua/komunitas yang lebih terlibat

Guru

  • Guru sebagai pemilik dan pembuat kurikulum
  • Guru sebagai fasilitator dari berbagai sumber pengetahuan
  • Kompetensi dan tujuan sebagai penentu kualitas pengajaran
  • Pelatihan guru berdasarkan praktik
  • Kinerja guru dinilai secara holistik

​

28 of 31

MERDEKA BELAJAR:�SISTEM PENDIDIKAN UNTUK MEMBANGUN KOMPETENSI UTAMA

Kategori

Arahan di masa depan

Pedagogi

  • Pendekatan heterogen
  • Siswa ikut menentukan kegiatan belajar
  • Pembelajaran berorientasi pada siswa
  • Pembelajaran memanfaatkan teknologi
  • Penggunaan kegiatan kelompok dalam pengajaran
  • Pengajaran berdasarkan level kemampuan siswa

Kurikulum

  • Perkembangan fleksibel
  • Kurikulum berdasarkan kompetensi
  • Kurikulum sebagai kerangka/menu
  • Fokus pada keterampilan lunak (soft skill) dan pengembangan karakter
  • Pelatihan vokasi dipimpin oleh industri

Sistem Penilaian

  • Penilaian bersifat formatif/mendukung
  • Penilaian berdasarkan portofolio

29 of 31

TANTANGAN PENDIDIKAN DI ERA VUCA

Kemunculan satu pandemi ke pandemi yang lain semakin singkat

Kompetensi yang diperlukan siswa bergeser: diperlukan pengetahuan dan kompetensi untuk bertahan di dunia yang semakin rentan

Pembelajaran tatap muka terbatas

Pembelajaran daring meluas

Beberapa teori pendidikan (PBM) yang sudah mapan (established) tidak mudah diterapkan

30 of 31

APAKAH MASIH ADA PELUANG?

Perubahan cara pandang pembelajaran

Digitalisasi bahan ajar

Pengembangan model pembelajaran individual dan daring dengan tetap memperhatikan:

Interaktivitas (perlu definisi baru)

Hasil pekerjaan siswa (sesuai minat dan bakatnya)

Keterkaitan antara konsep

Fokus pada pengembangan karakter

31 of 31

VISI PENDIDIKAN INDONESIA 2035

Membangun rakyat Indonesia untuk menjadi pembelajar seumur hidup yang unggul, terus berkembang, sejahtera, dan berakhlak mulia dengan menumbuhkan nilai-nilai budaya Indonesia dan Pancasila