FILSAFAT TEKNOLOGI PENDIDIKAN
Sutarto Hadi
FILSAFAT PENDIDIKAN
Adalah suatu ranah pemikiran dalam dunia pendidikan yang merangkum berbagai pertanyaan, pandangan, teori, dan konsep yang terkait dengan proses belajar-mengajar.
Filsafat Pendidikan merupakan suatu pandangan terhadap tujuan, fungsi, dan proses pendidikan yang akan membawa manusia pada arah kemajuan dan perkembangan makna kehidupan.
Pendidikan sendiri merupakan suatu usaha manusia dalam mencapai tujuan dan makna hidupnya.
Oleh karena itu, filsafat pendidikan selalu memiliki peran penting dalam menentukan arah dan bentuk pendidikan yang dijalankan di suatu tempat.
MANUSIA DAN FILSAFAT PENDIDIKAN
Filsafat Pendidikan menempatkan manusia sebagai pusat dari segala aktivitas pendidikan.
Manusia adalah subyek dan obyek pendidikan sekaligus, artinya pendidikan mengajarkan manusia untuk dapat mengembangkan dirinya agar bisa lebih maju dan berkembang.
Pendidikan bukanlah sekadar membiasakan manusia untuk menguasai keterampilan atau memperoleh pengetahuan sebanyak-banyaknya, tetapi juga menanamkan nilai-nilai moral dan sosial yang baik pada diri manusia.
TANTANGAN FILSAFAT PENDIDIKAN
FALSAFAH TEKNOLOGI PENDIDIKAN
Falsafah teknologi pendidikan adalah landasan pemikiran mendasar yang mengkaji hakikat, cara memperoleh pengetahuan, serta nilai penggunaan dari penggunaan teknologi untuk memfasilitasi pembelajaran dan meningkatkan kinerja.
LANDASAN FILSAFAT TEKNOLOGI PENDIKAN
LANDASAN ONTOLOGI �(HAKIKAT WUJUD)
Fokus kajian: Hakikat dari objek atau realitas
dalam pendidikan dan teknologi
Makna: Memandang peserta didik sebagai manusia yang memiliki potensi untuk dikembangkan. Teknologi bukan sekadar alat atau mesin, melainkan sistem dan sumber belajar yang nyata guna memcahkan masalah belajar manusia.
REVOLUSI BELAJAR
ONTOLOGI TEKNOLOGI PENDIDIKAN => MASALAH BELAJAR
LANDASAN EPISTEMOLOGI �(CARA MEMPEROLEH PENGETAHUAN)
Fokus kajian: bagaimana pengetahuan tentang
teknologi pendidikan disusun dan dibuktikan.
Makna: pengetahuan diperoleh melalui pendekatan ilmiah, riset yang sistematis, desain pembelajaran, serta praktik empiris yang terus dievaluasi demi perbaikan proses belajar secara berkelanjutan.
LANDASAN AKSIOLOGI �(ETIKA DAN ESTETIKA)
PENDIDIKAN DI ERA TEKNOLOGI INFORMASI & KOMUNIKASI
Dalam era digital saat ini, pendidikan perlu memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi sebagai alat bantu dalam proses belajar-mengajar, antara lain:
HAMBATAN DAN TANTANGAN DALAM PENGGUNAAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI
Kemampuan Pengajar. Pengajar saat ini harus cakap dan terampil dalam menggunakan teknologi sehingga dapat memberikan pengaruh yang positif pada peserta didik. Pengajar harus mampu menguasai teknologi dengan baik dan memiliki kemampuan dalam pemilihan strategi pembelajaran yang tepat agar teknologi yang digunakan dapat berdampak positif pada pendidikan.
Akses dan sumber daya. Keterbatasan akses dan sumber daya menjadi hambatan utama dalam penggunaan teknologi dan pendidikan di Indonesia. Keterbatasan teknologi, perangkat keras dan perangkat lunak, serta internet juga menjadi salah satu kendala.
Kultur Belajar. Belajar dalam bentuk yang terstruktur dan formal memiliki dominasi dalam budaya belajar yang ada di Indonesia. Budaya belajar ini menjadi kendala dalam melihat bahwa belajar pun dapat dilakukan melalui media digital, teknologi, atau internet
KONSEP DAN PRINSIP FILSAFAT PENDIDIKAN DALAM ERA TIK
Agar pendidikan dapat merespon kebutuhan zaman, maka filsafat pendidikan yang diterapkan juga perlu mengikuti perkembangan zaman. Penerapan filsafat pendidikan di era TIK memiliki beberapa nilai dan prinsip yang perlu dipertimbangkan, antara lain:
PERAN TIK
TIK memegang peran penting dalam proses pendidikan sekarang ini. TIK memudahkan semua pihak dalam hal pembelajaran, penelitian dan referensi. Hal ini memungkinkan pengajar memberikan materi pembelajaran yang lebih cepat dan presisi. Selain itu, dengan adanya TIK, peserta didik dapat mengakses berbagai informasi dan mempelajarinya sesuai dengan keinginan mereka. Konsep ini sangat penting agar peserta didik dapat belajar secara efektif dan pesat.
FOKUS PEMBELAJARAN
Pembelajaran di era digital perlu focus pada pengembangan keterampilan abad 21. keterampilan abad 21 termasuk keterampilan pemecahan masalah, kreativitas, berpikir kritis, komunikasi, pemikiran logis dan analitis, pengusaan teknologi dan literasi digital.
FLEKSIBILITAS
Fleksibilitas menjadi konsep penting dalam pendidikan di era digital. Penggunaan teknologi memungkinkan pengajar dan peserta didik dapat memilih variasi cara belajar, cakupan materi, dan metode evaluasi yang jelas serta tidak membosankan untuk proses pembelajaran.
PERAN PENGAJAR
Pengajar menjadi bagian penting dari pembelajaran di era digital. Pengajar harus mampu menguasai teknologi dan menggunakan metode yang berteknologi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Selain itu, pengajar juga perlu memperhatikan kepentingan pribadi dalam penggunaan teknologi dalam proses belajar dan memilih metode pembelajaran yang tetap dan teruji.
PENGGUNAAN STRATEGI PEMBELAJARAN
Strategi pembelajaran berfokus pada penggunaan teknologi dalam pembelajaran, agar dapat membuat lingkungan pembelajaran yang lebih interaktif dan menyenangkan tanpa meninggalkan prinsip pembelajaran yang komprehensif, serta kebutuhan pengajaran individu.
MOTIVASI DAN KEMANDIRIAN
Pendidikan di era digital menuntut peserta didik bekerja dengan cukup mandiri dan tertarik dengan bidang keterampilan abad 21. Pemerintah bertanggung jawab dalam memotivasi dan membantu peserta didik untuk mengembangkan keterampilan mereka di bidang terkait dan memberikan kesempatan yang baik dan layak dalam pekerjaan.
KONDISI DAN TANTANGAN PENDIDIKAN DI INDONESIA
PERUBAHAN TEKNOLOGI, SOSIAL, DAN LINGKUNGAN SEDANG TERJADI SECARA GLOBAL
Teknologi | Sosiokultural | Lingkungan |
Disrupsi teknologi akan berdampak pada semua sektor | Perubahan demografi, profil sosio-ekonomi dari populasi dunia | Habisnya bahan bakar fosil, krisis air, perubahan iklim, permukaan laut naik |
|
|
|
PANDEMI COVID-19 TELAH MENDORONG TERJADINYA PERUBAHAN STRUKTURAL YANG SANGAT CEPAT
Pendidikan
Dunia Kerja
CARA BEKERJA PADA MASA DEPAN AKAN JAUH BERBEDA JIKA DIBANDING DENGAN HARI INI
Tren perubahan | |||
Struktural | | Munculnya jenis pekerjaan baru | Struktur organisasi, perusahaan, dan tipe pekerjaan baru banyak muncul untuk mengakomodasi manusia dan teknologi yang berubah cepat |
| Tenaga kerja multi-generasi dan beragam | Untuk pertama kalinya dalam sejarah, 5 generasi bekerja bersamaan dan meningkatnya kesadaran akan keberagaman di tempat kerja | |
| Tidak dibatasi struktur dan tempat | Pekerjaan dapat dilakukan di mana saja dan dengan waktu yang fleksibel. Rasio pekerja tidak tetap (freelancer) meningkat | |
Otonomi Pekerja | | Karier ditentukan oleh pekerja, bukan perusahaan | Pekerja memiliki kontrol yang lebih besar akan perjalanan kariernya |
Pember-dayaan Teknologi | | Digitalisasi dan otomatisasi | Teknologi menyederhanakan pekerjaan sehari-hari dan menghubungkan pekerja dengan efisien |
| Akses dan pengolahan data semakin masif | Data memberikan pemahaman lebih baik tentang perilaku dan kualitas pekerja | |
KEMAMPUAN MEMECAHKAN MASALAH, KOGNITIF, DAN SOSIAL AKAN MENJADI SEMAKIN PENTING; KEBUTUHAN KETERAMPILAN FISIK AKAN SEMAKIN BERKURANG
Perubahan kebutuhan keterampilan tenaga kerja | |||
Keterampilan | % Pekerjaan masa depan yang membutuhkan keterampilan inti | | Rangkuman |
Kognitif | 15% | Kemampuan memecahkan masalah, sosial, proses, dan sistem adalah keterampilan yang akan paling dicari sebagai keterampilan inti di tempat kerja pada masa mendatang | |
Sistem | 17% | ||
Pemecahan masalah | 36% | ||
Konten | 10% | Kebanyakan pekerjaan akan mengalami perubahan dalam keterampilan | |
Proses | 18% | ||
Sosial | 19% | ||
Manajemen sumber daya | 13% | ||
Teknis | 12% | ||
Fisik | 4% | ||
PROBLEMATIKA PENDIDIKAN DI INDONESIA
Skor PISA yang stagnan dalam 10-15 tahun terakhir
Konsisten sebagai salah satu negara dengan peringkat hasil PISA terendah:
Membaca: 70% siswa berada di bawah kompetensi minimum
Matematika: 71% siswa berada di bawah kompetensi minimum
Sains: 60% siswa berada di bawah kompetensi minimum
PERMASALAHAN UTAMA YANG MENYEBABKAN KURANGNYA HASIL BELAJAR PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH
Kesenjangan dalam keefektifan mengajar dan cara mengajar | Infrastruktur sekolah yang tidak memadai | Kurikulum yang kaku dan berbasis materi | Kesenjangan pemerintahan |
|
|
|
|
MERDEKA BELAJAR:�SISTEM PENDIDIKAN UNTUK MEMBANGUN KOMPETENSI UTAMA
Kategori | Arahan di masa depan |
Ekosistem |
|
Guru |
|
MERDEKA BELAJAR:�SISTEM PENDIDIKAN UNTUK MEMBANGUN KOMPETENSI UTAMA
Kategori | Arahan di masa depan |
Pedagogi |
|
Kurikulum |
|
Sistem Penilaian |
|
TANTANGAN PENDIDIKAN DI ERA VUCA
Kemunculan satu pandemi ke pandemi yang lain semakin singkat
Kompetensi yang diperlukan siswa bergeser: diperlukan pengetahuan dan kompetensi untuk bertahan di dunia yang semakin rentan
Pembelajaran tatap muka terbatas
Pembelajaran daring meluas
Beberapa teori pendidikan (PBM) yang sudah mapan (established) tidak mudah diterapkan
APAKAH MASIH ADA PELUANG?
Perubahan cara pandang pembelajaran
Digitalisasi bahan ajar
Pengembangan model pembelajaran individual dan daring dengan tetap memperhatikan:
Interaktivitas (perlu definisi baru)
Hasil pekerjaan siswa (sesuai minat dan bakatnya)
Keterkaitan antara konsep
Fokus pada pengembangan karakter
VISI PENDIDIKAN INDONESIA 2035
Membangun rakyat Indonesia untuk menjadi pembelajar seumur hidup yang unggul, terus berkembang, sejahtera, dan berakhlak mulia dengan menumbuhkan nilai-nilai budaya Indonesia dan Pancasila