Membangun Kesehatan Mental Remaja di Sekolah
Hardiyanti Rahmah, S.Psi., M.Psi., Psikolog
Our topics:
5. Membangun Kesehatan Mental pada Remaja
1. Fase Remaja
2. Karakteristik Remaja
3. Permasalahan Remaja
4. Strategi Memaksimalkan Pendidikan untuk Remaja
Fase Remaja
Perubahan pada Fase Remaja
Kognitif: Perkembangan kemampuan berpikir, seperti mulai berpikir abstrak, kritis, dan mampu bernalar secara lebih efektif.
Pada remaja dg kondisi tertentu akan ada beberapa perubahan yang berbeda atau terlambat karena ada masalah pada fase perkembangannya.
Fisik: Pertumbuhan fisik yang pesat, termasuk pubertas, perubahan tinggi dan berat badan, serta perkembangan organ seksual.
Psikososial: Perubahan dalam emosi, minat, dan perilaku. Remaja mulai mencari jati diri, seringkali lebih dekat dengan teman sebaya, dan tertarik pada lawan jenis.
Karakteristik Remaja
Pencarian Jati Diri: Remaja mulai mengeksplorasi berbagai pandangan hidup dan mencari makna dalam aktivitas mereka, termasuk pendidikan, yang memengaruhi motivasi belajar mereka.
Kebutuhan akan Kemandirian: Remaja mencari otonomi dan mulai menuntut hak untuk membuat keputusan sendiri, yang dapat diterjemahkan menjadi keinginan untuk belajar secara mandiri atau sebaliknya, menolak aturan yang dianggap tidak logis.
Perubahan Emosional: Masa remaja sering disebut sebagai fase "storm and stress" karena perubahan emosi yang cepat dan kadang labil akibat perubahan hormon. Ketidakstabilan emosi ini dapat memengaruhi fokus belajar.
Peningkatan Kesadaran Diri: Remaja menjadi lebih sadar akan diri sendiri dan pandangan orang lain, yang dapat menyebabkan peningkatan kecemasan akademik atau sosial.
Masalah perkembangan dan emosional
Krisis identitas: Kesulitan menemukan jati diri yang dapat menyebabkan kebingungan dan ketidakpuasan.
Masalah emosional: Stres, kecemasan, dan depresi akibat tekanan dari lingkungan, sekolah, atau hubungan sosial.
Gangguan makan: Muncul sebagai akibat dari ketidakpuasan terhadap perubahan tubuh, seperti anoreksia atau bulimia.
Permasalahan pada Remaja
Permasalahan pada Remaja 2
Masalah sosial dan perilaku
Tekanan teman sebaya: Keinginan untuk diterima dalam kelompok teman sebaya bisa mengarah pada perilaku negatif.
Kenakalan remaja: Berupa tindakan seperti bolos sekolah, berkelahi, vandalisme, atau bahkan tindakan kriminal seperti pencurian dan perkelahian.
Penggunaan zat: Kebiasaan merokok, minum alkohol, atau menggunakan obat-obatan terlarang yang sering kali dimulai pada masa remaja.
Kecanduan gawai: Ketergantungan pada gawai dan internet, termasuk judi online.
Masalah hubungan: Konflik dengan orang tua atau masalah percintaan
Masalah akademis dan lingkungan
Kesulitan akademis: Kesulitan mengikuti pelajaran, nilai jelek, atau prestasi menurun yang dapat diperparah oleh tuntutan orang tua.
Bullying dan cyberbullying: Perundungan yang terjadi baik secara langsung maupun melalui media sosial.
Lingkungan: Lingkungan keluarga dan pergaulan yang tidak kondusif juga dapat menjadi faktor penyebab problematika remaja.
Permasalahan pada Remaja 3
Permasalahan pada Remaja 4
Masalah kesehatan fisik
Perubahan fisik: Perubahan tubuh saat pubertas (seperti jerawat, menstruasi, bau badan) dapat menyebabkan ketidakpercayaan diri jika remaja tidak merasa puas dengan penampilannya.
Pola hidup tidak sehat: Sering begadang dan pola makan yang tidak sehat dapat menurunkan daya tahan tubuh.
Strategi Memaksimalkan Pendidikan untuk Remaja
Komunikasi Terbuka: Dorong diskusi yang terbuka antara orang tua/guru dan remaja. Berikan ruang untuk bertanya, mendengarkan alasan mereka, dan bersikap pengertian.
Dukungan Emosional: Berikan pujian atas usaha yang telah dilakukan, bukan hanya hasil akhir. Ini dapat memotivasi mereka dan mencegah frustrasi.
Stimulasi Minat dan Bakat: Bantu remaja untuk mengenali dan mengembangkan minat dan bakat mereka. Kesadaran diri dan fokus pada kelebihan dapat meningkatkan motivasi belajar.
Strategi Memaksimalkan Pendidikan untuk Remaja 2
Menghormati Privasi: Berikan ruang dan privasi yang dibutuhkan remaja. Hormati batas-batas mereka untuk membangun rasa percaya diri dan tanggung jawab.
Tetapkan Aturan yang Logis: Buat aturan yang jelas dan berikan penjelasan logis mengapa aturan tersebut diperlukan. Hal ini membantu mereka memahami dan mematuhi aturan dengan lebih baik.
Mengenali Permasalahan Belajar: Tidak semua murid memiliki kondisi yang normal dalam belajar, dikarenakan sekarang sekolah umum juga menerima ABK maka perlu diketahui jika ada yang memiliki kondisi khusus dg diagnosa yg tepat.
Membangun Kesehatan Mental
pada Remaja
2. Meningkatkan kepercayaan diri:
1. Membangun hubungan sehat:
4. Meningkatkan kemampuan adaptasi:
Remaja yang memiliki mental sehat cenderung lebih percaya diri dan bahagia dengan diri sendiri.
Kesehatan mental yang baik membantu remaja mengelola emosi sehingga bisa menjalin hubungan yang positif dengan keluarga dan teman.
Remaja dengan mental sehat lebih mampu beradaptasi dengan perubahan dan tantangan dalam hidup.
3. Mendukung kesehatan fisik:
Kondisi mental yang baik berdampak positif pada kesehatan fisik, karena remaja menjadi lebih aktif, cukup tidur, dan dapat berkonsentrasi saat belajar.
Cara menjaga kesehatan mental remaja
Cara menjaga kesehatan mental remaja
KESIMPULAN
Fase remaja adalah fase peralihan antara masa anak-anak menuju masa dewasa, dimana pada fase ini banyak konflik yang akan muncul pada diri remaja yang sudah tidak terlalu senang diatur namun belum mampu mengatur diri sendri secara tepat. Pada fase ini penting bagi orang dewasa yang mendampingi baik sebagai orang tua, guru dan peran lainnya untuk bisa memasuki dunia remaja tanpa paksaan dan memberi uluran tangan dengan cara yang tepat. Agar remaja bisa memahami kalua dirinya diterima dan didengarkanm, sehingga muncul keterbukaan diri dan komunikasi yang baik dapat terjalin supaya remaja tidak terjerumus ke hal yang negatif.
TERIMA KASIH