1 of 55

SURVAILANS VEKTOR DAN

PENGENDALIAN VEKTOR NYAMUK AEDES ( spp)

Bambang siswanto,SKM .M.kes

2 of 55

Vektor NYAMUK AEDES spp�

Ae. aegypti

Ae. albopictus

3 of 55

Proboscis

Palpi

Thorax

Sayap (costa)

Morfologi

(Vektor DBD/Cikungunya)

Tarsus

Antene

Femur

4 of 55

Ae. aegypti

Ciri-ciri :

  • Femur kaki belakang bagian luar sebagian besar putih
  • Tarsale dengan hubungan putih lebar
  • Scutum dengan sepasang garis lengkung dibagian luar dan garis pendek dibagian tengah, membentuk lira

5 of 55

Ae. albopictus

Ciri-ciri :

  • Femur kaki belakang bagian luar sebagian besar putih
  • Tarsale dengan hubungan putih lebar
  • Scutum dengan satu pita putih dibagian tengah.

6 of 55

Jentik Ae. albopictus

7 of 55

Jentik Ae. aegypti

8 of 55

Nyamuk Aedes spp

  • (3 jenis aedes penular virus Dengue di Indonesia)

  • Ae. aegypti lebih berperan dibanding dengan Ae. albopictus dan Aedes scutellaris (Indonesia Timur).

  • Nyamuk dan tempat perkembangbiakannya lebih banyak ditemukan disekitar luar /didalam rumah

9 of 55

Prinsip Pengendalian

  • Lokasi yg tepat
  • Waktu yg tepat
  • Metode yg efektif
  • Logistik yg cukup

10 of 55

yg perlu kita ketahui dengan benar

  • Siklus hidup vektor
  • Perilaku vektor
  • Tingkat kerentanan thd Insektisida
  • Status sebaran
  • Periode musiman

11 of 55

SIKLUS HIDUP

12 of 55

�SIKLUS HIDUP NYAMUK Aedes aegypti

Larvae (5-7 hari)

Pupae (1-2 hari)

Telur

nyamuk (1-2 hari)

13 of 55

PERILAKU

14 of 55

Beberapa Karakter dalam membedakan genera yg umum dijumpai

A

15 of 55

Kasus DBD mengikuti curah hujan�

Hujan

Hujan

Kering

KURVA HIPOTETIK

POPULASI NYAMUK AEDES

16 of 55

Karakteristik sifat telur beberapa genera

Aedes

Culex

Anopheles

Mansonia

17 of 55

KEBIASAAN BERTELUR NYAMUK AEDES

SMALL – MEDIUM WATER-HOLD CONTAINERS

HIDDEN

WET – DRY – WET

KEEP FOR ABOUT 4-7 DAYS

18 of 55

ARTIFICIAL KONTAINER KECIL

TERSEMBUNYI

TIDAK TERGANGGU

MENGENDAP

JERNIH

DINDING LEMBAB

DASAR WADAH

TIDAK BERHUBUNGAN DGN TANAH

19 of 55

  • AIR TIDAK BERHUBUNGAN DENGAN TANAH = WADAH AIR KECIL-SEDANG

  • AIR BERSIH = WADAH AIR TERSEMBUNYI / TIDAK DIPERHATIKAN

20 of 55

SEBARAN

21 of 55

DI MANA MENCARI JENTIK AEDES UNTUK MELAKUKAN PENGENDALIAN

  • AIR TIDAK BERHUBUNGAN DENGAN TANAH = WADAH AIR KECIL – SEDANG (<10m)

  • AIR BERSIH = WADAH AIR TERSEMBUNYI / TIDAK DIPERHATIKAN

22 of 55

Keterlambatan terstruktur (10-14 hari)

INKUBASI EKSTRINSIK (5-7 hari)

Transmissible

Infected

INKUBASI INTRINSIK (5-7 hari)

Onset Fever

Infected

Transmissible

PROSES ADMINISTRATIF (5-7 hari)

Self medication

Visit Clinics/

Diagnosis

Report to Health Office

Confirmation (PE)

Fogging / Kill Mosquito

Virus had been distributed

10-14 hari

23 of 55

INTERVENSI VS LEDAKAN POPULASI NYAMUK PADA SAAT MUSIM HUJAN

Hujan

Hujan

Kering

INTERVENSI

INTERVENSI

LEDAKAN POPULASI

LEDAKAN POPULASI

24 of 55

Strategi vektor kontrol

  • Surveilance: Tindakan sesuai hasil surveillance (jangan disimpan di lemari data atau perpustakaan saja…. ☺)
  • Telur:
    • Jadikan kemarau sepanjang tahun untuk Aedes betina (PSN): Program Nasional
    • Penculikan telur Aedes (replacable ovitrap) : Singapura
  • Larva:
    • Hilangkan jentik, dengan pembersihan lingkungan (PSN): Program Nasional
    • Hambat pertumbuhan (Sumilav): Jogjakarta
  • Nyamuk dewasa:
    • Penyemrotan sebelum masa penularan berbasis survey jentik (Succed in Makassar)
    • Ganggu kemampuan transmisi: Wolbachia mosquito (In progress Jogjakarta)
    • Lethal ovitrap
    • Project Nyamuk Mandul (BATAN)
  • Penggunaan jaringan yang luas untuk EDUKASI / INTERVENSI: Kader posyandu, Kompetisi Anak sekolah, Jaringan PDAM (Lokalitbang Donggala)
  • Isolasi sumber infeksi di fasilitas pelayanan kesehatan

25 of 55

INDOOR

OUTDOOR

26 of 55

PENGENDALIAN VEKTOR

1.Biologi

2. Pisik / Mekanik

3. Kimiawi

4.Pengendalian Vektor Terpadu

27 of 55

Vektor

Pengendalian Vektor

Dewasa

Pra Dewasa

Kimia

Biologis ?

Pengelolaan/Manipulasi lingkungan

Kimia

Biologis

Pengelolaan/Manipulasi lingkungan

Organochlorin

Organofosfat

Karbamat

Pyrethroid

Repelen

Metode

IRS

Fogging

ULV

Larvisida - Abate, IGR

Parasit

Bacillus (Pathogen)

Predator

  • Pembersihan lumut
  • Penimbunan
  • Mengalirkan

Jantan mandul

Cattle barier

Abate dll

  • Penyemprotan/pelepasan
  • Pelepasan/pemeliharaan ikan
  • Mesocyclop
  • Pengeringan berkala
  • Pengaturan pola tanam
  • Pembersihan lumut/sampah/rumput
  • Pemanfaatan kolam secara intensif
  • Penggelontoran dgn membuat Dam
  • Mengalirkan genangan air
  • Penimbunan TP

Alamiah

Hujan, Banjir

28 of 55

Biologi

  • Pengendalian secara bioligis merupakan pengendalian perkembangan nyamuk dan jentiknya dengan menggunakan hewan atau tumbuhan. Seperti pemeliharaan ikan
  • Predator Jentik - Ikan Cupang, Tempalo, Kepala Timah dll
  • Budi daya / Penanaman Tumbuhan yang tidak di sukai nyamuk
  • Insektisida Biologi, insect Growth Regulator (IGR) , BTI

29 of 55

  • Memelihara ikan pemakan jentik seperti ikan kepala timah, ikan gupi, ikan cupang/tempalo dan lain-lain.

  • Membubuhkan/menaburkan bakteri (Bacillus thuringiensis atau Bacillus Israeliensis) yang akan membunuh jentik nyamuk.

30 of 55

Zodia , Sere wangi

31 of 55

Fisik

  • Pemberantasan sarang nyamuk (PSN) / 3M Plus
  • Pemasangan Kawat Kasa nyamuk
  • Penggunaan Raket Elektrik Anti nyamuk
  • Pemasangan Ovitrap , dll

32 of 55

Replacable Ovitrap

Paksa nyamuk bertelur di ovitrap dengan menghalangi akses ke container air lainnya

33 of 55

Paksa nyamuk bertelur di ovitrap dengan menghalangi akses ke container air lainnya

34 of 55

INDOOR

OUTDOOR

P

S

N

35 of 55

36 of 55

BREEDING PLACES

AEDES SPP

37 of 55

Pengendalian Vektor

38 of 55

Pengendalian Vektor

  • Semua tindakan yang itujukan untuk menurunkan populasi vektor serendah mungkin, sehingga tidak memungkinkan kontak antara vektor dengan manusia.

39 of 55

Kimiawi

  • Pengendalian secara kimiawi adalah cara pengendalian serta pembasmian nyamuk dan jentik dengan menggunakan bahan-bahan kimia / Insektisida Kimia
  • Mempertimbangkan Jenis ,Metode,dan ketepatan Dosis
  • Larva ----- Themephos
  • Dewasa ---- Organofhosphat,S.Pyretroid

40 of 55

  • SALAH SATU UPAYA PENGENDALIAN NYAMUK DEWASA
  • MEMUTUS RANTAI PENULARAN (ADA KASUS)
  • MERUPAKAN KEGIATAN FAVORIT YANG DIHARAPKAN MASYARAKAT
  • BELUM TENTU EFEKTIF (LOKASI, WAKTU, DOSIS, ALAT, KONDISI SETEMPAT) DAN TDK EFISIEN (MAHAL)
  • HANYA MEMBUNUH NYAMUK DEWASA, BILA MASIH ADA JENTIK / PUPA MAKA KEESOKAN HARI AKAN MUNCUL NYAMUK BARU.

41 of 55

  • Pengendalian nyamuk dewasa dilakukan dengan penyemprotan udara/space spraying (fogging & ULV) menggunakan insektisida.

  • Fogging atau ULV dilakukan pada pagi (jam 07 – 10) dan sore (jam 15–18) sebanyak 2 siklus dgn interval 5-7 hari.

Pada saat matahari terik, tengah hari, suhu bumi menjadi panas dan udara naik ke atas, sehingga droplet akan menyebar ke atas dan aplikasi menjadi tidak efektif.

42 of 55

Organophospate

  • Menurut WHO : Klasifikasi II (berbahaya)
  • Cara kerja insektisida : sama dengan atas.
  • Jenis insktisida:

a. Fumithion 1.150 ULV (Malathion 96%)

  • Dosis : Campuran 500 ml + 9.500 ml solar
  • Cara aplikasi : Fogging (Mei 2004)
  • Efikasi : Kematian nyamuk ae. aegypti 100%

di dalam dan di luar rumah (setelah 24 jam).

Jenis Insektisida yg di gunakan

Untuk Pengendalian Nyamuk Dewasa

43 of 55

Actellic 500 EC (Metil Pirimifos 500 gr/l)

  • Dosis : Campuran : 150 ml + 9.850 ml solar
  • Cara aplikasi : Fogging (Juni 2006)
  • Efikasi : Kematian nyamuk Ae. aegypti 100% di dalam rumah dan 99,6 % di luar rumah (setelah 24 jam).

44 of 55

Piretroid Sintetik

  • Cara kerja insektisida : Pengikatan protein pada saraf serangga, sehingga terjadi rangsangan pada syaraf berkelanjutan, akibatkan tremor, gerakan inkoordinasi 🡪 lumpuh dan mati.

a. Alphamethrin : (contoh :Fendona 30 EC (Alphamethrin 30 gr/liter)

  • Campuran : 100 ml + 9.900 ml solar.
  • Cara aplikasi : fogging (Mei 2005)
  • Efikasi : Kematian aedes aegypti 99% di dalam dan 98% di luar rumah (setelah 24 jam)

b. Insektisida lain:

  • Cyfluthrin : solfac 50 EC, Lamda Sihalotrin : Icon 25 EC
  • Sipermetrin : Cynoff 25 UL, Resigen 1,5/10 OS

(Dosis perlu dikaji/dievaluasi ulang ?)

45 of 55

Piretroid Sintetik

  • Cara kerja insektisida : Pengikatan protein pada saraf serangga, sehingga terjadi rangsangan pada syaraf berkelanjutan, akibatkan tremor, gerakan inkoordinasi 🡪 lumpuh dan mati.

a. Alphamethrin : (contoh :Fendona 30 EC (Alphamethrin 30 gr/liter)

  • Campuran : 100 ml + 9.900 ml solar.
  • Cara aplikasi : fogging (Mei 2005)
  • Efikasi : Kematian aedes aegypti 99% di dalam dan 98% di luar rumah (setelah 24 jam)

b. Insektisida lain:

  • Cyfluthrin : solfac 50 EC, Lamda Sihalotrin : Icon 25 EC
  • Sipermetrin : Cynoff 25 UL, Resigen 1,5/10 OS

(Dosis perlu dikaji/dievaluasi ulang ?)

46 of 55

Untuk Pengendalian Jentik ( Pra Dewasa)

Menurut golongan bahan aktif

Organophospate

  • Menurut WHO : Klasifikasi II (berbahaya)
  • Cara kerja insektisida pada tubuh serangga : Pengikat enzim kolinesterase pada sel syaraf, sehingga perangsangan syaraf berkelanjutan, menyebabkan serangga tremor 🡪 lumpuh & mati.

47 of 55

Contoh; Abate 1G (b.a; Temephos 1%)

  • Dosis : 1 sendok makan peres (= 10 gr) untuk 100 Lt air.
  • Cara aplikasi : ditaburkan pada kontainer + jentik aedes
  • Efikasi : efektif selama 3 bulan.

Zat Pengatur Tumbuh Serangga/Insect Growth Regulator (IGR)

  • Menurut WHO : Klasifikasi (tidak berbahaya bila dipakai

sesuai anjuran).

  • Cara kerja insektisida pada tubuh serangga mengganggu sistim hormon pertumbuhan serangga sehingga tidak mampu ganti kulit secara sempurna, akibatnya,: tidak bisa tumbuh dewasa secara sempurna, dan tidak mampu bereproduksi secara normal.

48 of 55

Contoh;

Altosid 1,3G (b.a: Metropen 1,3%)

  • Dosis : 1 sendok the peres (= 5 gram) untuk 200 liter air.
  • Cara aplikasi ditaburkan pada container yang positif jentik aedes.
  • Efikasi : efektif selama 3 bulan.

Sumilarv 0,5 G (b.a: Pyriproksifen 0,5%)

  • Dosis : 1 sendok kecil (0,5 gram) untuk 200 liter air.
  • Cara aplikasi : ditaburkan pada kontainer positif jentik aedes.
  • Efikasi : efektif selama 2 bulan.

49 of 55

50 of 55

Pengendalian Vektor Terpadu

  • Kegiatan Pengendalian dgn Memadukan Berbagai Metode Baik Fisik ,Biology , Kimiawi

  • Dilalakukan Bersama Sama Dgn melibatkan Berbagai sumber daya Lintas sektor Dan Lintas Program

51 of 55

Monitoring dan evaluasi

  • Survailans Vektor
  • Kerentanan Insektisida
  • Kerentanan larvasida

52 of 55

  1. Menggunakan satu golongan dan jenis insektisida yang sama di satu kawasan epidemiologi/penularan.

  • Menggunakan dosis insektisida yang tepat, agar dosis tepat perlu :

- Mesin fog yang terpelihara dan terkalibrasi.

- Pelatihan petugas, terutama yang baru.

- Pengenceran formulasi yang tepat

- Kecepatan aplikasi yang standar

- Waktu aplikasi yang tepat.

  1. Pemantauan tk resistensi vektor (tiap tahun)

  • Rotasi pemakaian insektisida.

(Srt Dirjen PPM-PL: PL.04.01.7.877, tgl 31 Oktober 2005/ permenkes 374/2010)

53 of 55

Perawatan Peralatan /Bahan Pengendalian Vektor

54 of 55

Perawatan Alat /Bahan Pengendalian Vektor

55 of 55