1 of 35

Perencanaan Pembelajaran Mendalam

2 of 35

Bahan Bacaan Modul 5 Pembelajaran Mendalam: Perencanaan Pembelajaran

3 of 35

Bahan Bacaan Modul 5 Pembelajaran Mendalam: Perencanaan Pembelajaran

4 of 35

Bahan Bacaan Modul 5 Pembelajaran Mendalam: Perencanaan Pembelajaran

Pembelajaran

Mendalam bertanggung mereka

mendorong

murid untuk pembelajaran merefleksikan

jawab atas

sendiri dan

kemajuan mereka sehingga

mereka mampu melakukan asesmen diri,

merefleksi capaian pembelajaran mereka

sendiri dan menetapkan tujuan pribadi. Hal ini membantu peserta didik

mengembangkan keterampilan metakognitif dan mendorong mereka untuk lebih proaktif dalam pembelajaran mereka. Asesmen dalam PM relevan dengan pencapaian profil lulusan yang mendukung pengembangan kompetensi peserta didik secara menyeluruh.

Implementasi PM mendorong partisipasi aktif murid dalam berbagai kegiatan pembelajaran. Guru

berperan sebagai aktivator dan motivator yang membantu peserta didik mengeksplorasi, berkreasi, dan mengaitkan hubungan antar konsep. Beberapa

karakteristik berkesadaran,

pendekatan bermakna,

PM dengan prinsip dan menggembirakan

antara lain pembelajaran

pembelajaran terdiferensiasi.

aktif, Dengan

kolaboratif, demikian,

guru harus memahami karakteristik murid dengan berbagai strategi pembelajaran untuk menciptakan pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan.

5 of 35

Perencanaan Pembelajaran Mendalam

1

Identifikasi

  1. Mengidentifikasi kesiapan murid
  2. Memahami karakteristik materi

pelajaran

  1. Menentukan dimensi profil Lulusan

2

Desain Pembelajaran

  1. Menentukan tujuan pembelajaran
  2. Menentukan kerangka pembelajaran (praktis pedagogis, kemitraan

pembelajaran, lingkungan pembelajaran, pemanfaatan digital)

4

Asesmen

  1. Asesmen pada awal pembelajaran
  2. Asesmen pada proses pembelajaran
  3. Asesmen pada akhir pembelajaran

3

Pengalaman Belajar

  1. Merancang pembelajaran dengan prinsip berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan
  2. Mendeskripsikan pengalaman belajar memahami, mengaplikasi, dan merefleksi

Bahan Bacaan Modul 5 Pembelajaran Mendalam: Perencanaan Pembelajaran

6 of 35

Perencanaan Pembelajaran Mendalam

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Identifikasi

1

Bahan Bacaan Modul 5 Pembelajaran Mendalam: Perencanaan Pembelajaran

  1. Mengidentifikasi kesiapan murid
  2. Memahami karakteristik materi pelajaran
  3. Menentukan dimensi profil Lulusan

7 of 35

Mengidentifikasi Kesiapan Murid

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Bahan Bacaan Modul 5 Pembelajaran Mendalam: Perencanaan Pembelajaran

  1. Analisis Pengetahuan Awal. Guru dapat menggunakan pre-test, diskusi awal, pertanyaan pemantik, dll. untuk mengetahui pemahaman awal murid terhadap konsep yang akan dipelajari lalu gunakan hasilnya untuk mengidentifikasi kesenjangan pemahaman yang mungkin muncul dan menjadi hambatan dalam pembelajaran.
  2. Observasi dan Refleksi. Amati bagaimana murid merespon pertanyaan terbuka, tantangan berpikir kritis, atau tugas eksploratif. Perhatikan tingkat keterlibatan, rasa ingin tahu, dan kemampuan mereka dalam menghubungkan konsep baru dengan pengalaman sebelumnya.
  3. Inventarisasi Gaya Belajar dan Minat. Gunakan angket atau wawancara singkat untuk mengetahui gaya belajar dan minat murid. Guru dapat menyesuaikan strategi pembelajaran agar lebih relevan dan menarik bagi mereka.
  4. Analisis Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi (HOTS). Berikan tugas berbasis pemecahan masalah atau proyek kecil untuk melihat sejauh mana murid dapat mengambil keputusan untuk menemukan solusi dari suatu permasalahan. Identifikasi murid yang membutuhkan pendampingan lebih lanjut.
  5. Konteks Sosial dan Emosional. Perhatikan faktor sosial dan emosional yang dapat memengaruhi kesiapan belajar, seperti rasa percaya diri, motivasi, atau hambatan psikologis dalam proses pembelajaran. Gunakan pendekatan diferensiasi untuk menyesuaikan strategi pembelajaran dengan kebutuhan individu maupun kelompok.

Dengan mengidentifikasi kesiapan murid secara komprehensif, guru dapat menyusun perencanaan pembelajaran mendalam yang lebih efektif, memastikan bahwa setiap peserta didik mendapatkan pengalaman belajar yang bermakna, berkesadaran, dan menggembirakan sesuai dengan potensi mereka yang beragam.

8 of 35

Mengidentifikasi Karakteristik Mata Pelajaran

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

  • Mengenali sifat dasar mata pelajaran, apakah menekankan konsep, keterampilan, atau karakter.
  • Menganalisis kompetensi (pengetahuan esensial dan aplikatif).
  • Memastikan bahwa tujuan pembelajaran mendorong eksplorasi konsep, bukan sekadar hafalan.
  • Mengidentifikasi keterkaitan setiap mata pelajaran dengan kehidupan nyata agar peserta didik melihat relevansi pembelajaran.
  • Mengidentifikasi potensi mata pelajaran terhadap pencapaian 8 Dimensi Profil

Lulusan.

  • Memilih strategi pembelajaran yang mendorong murid merancang proyek,

melakukan penelitian, atau menyelesaikan tantangan berbasis data sesuai mata pelajaran.

Bahan Bacaan Modul 5 Pembelajaran Mendalam: Perencanaan Pembelajaran

9 of 35

Menentukan Dimensi Profil Lulusan

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Menentukan dimensi profil lulusan berdasarkan hasil identifikasi mata pelajaran. Menerapkan prinsip pembelajaran mendalam, yaitu bermakna, berkesadaran, dan menggembirakan untuk mencapai dimensi profil lulusan. Pilih dimensi yang relevan dengan tujuan pembelajaran dan karakteristik mata pelajaran yang diajarkan.

10 of 35

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

11 of 35

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

12 of 35

Perencanaan Pembelajaran Mendalam

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Desain Pembelajaran

2

Bahan Bacaan Modul 5 Pembelajaran Mendalam: Perencanaan Pembelajaran

  1. Menentukan tujuan pembelajaran
  2. Menentukan kerangka pembelajaran (praktis pedagogis, kemitraan pembelajaran, lingkungan pembelajaran, pemanfaatan digital)

13 of 35

Desain Pembelajaran: Menentukan tujuan pembelajaran

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Bahan Bacaan Modul 5 Pembelajaran Mendalam: Perencanaan Pembelajaran

Tujuan pembelajaran diturunkan dari Capaian Pembelajaran. Penulisan tujuan pembelajaran sebaiknya memuat 2 komponen utama, yaitu:

  1. Kompetensi, kemampuan murid sebagai hasil dari proses pembelajaran. Tujuan disusun dengan menggunakan kata kerja operasional yang relevan.

Pertanyaan panduan yang dapat digunakan guru, antara lain:

    • Secara konkret, kemampuan apa yang perlu murid tunjukkan?
    • Tahap berpikir apa yang perlu murid tunjukkan?
  • konten pada lingkup materi berupa pengetahuan esensial dan pengetahuan aplikatif yang perlu dipahami pada akhir satu unit pembelajaran.

14 of 35

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

15 of 35

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

16 of 35

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

17 of 35

Desain Pembelajaran:

Menentukan kerangka pembelajaran (praktis pedagogis, kemitraan pembelajaran, lingkungan pembelajaran, pemanfaatan digital)

18 of 35

Desain Pembelajaran:

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Bahan Bacaan Modul 5 Pembelajaran Mendalam: Perencanaan Pembelajaran

Menentukan kerangka pembelajaran (praktis pedagogis, kemitraan pembelajaran, lingkungan pembelajaran, pemanfaatan digital)

Menentukan kerangka pembelajaran dalam pembelajaran mendalam mencakup beberapa aspek penting:

  1. Praktik Pedagogis – Memilih model/strategi/metode yang mendorong eksplorasi dan pemecahan masalah, untuk mencapai tujuan pembelajaran agar murid aktif membangun pemahaman mendalam, misalnya pembelajaran berbasis proyek, pembelajaran inkuiri, dsb.
  2. Kemitraan Pembelajaran – Melibatkan berbagai pihak seperti guru lintas mata pelajaran, orang tua, industri, atau komunitas untuk memperkaya pengalaman belajar. Kolaborasi ini dapat dilakukan melalui diskusi, mentoring, atau kunjungan lapangan, dll.
  3. Lingkungan Pembelajaran – Menciptakan ruang belajar yang mendukung eksplorasi dan kolaborasi, baik dalam bentuk fisik (kelas interaktif, laboratorium, ruang kreatif) maupun virtual (forum diskusi, platform LMS).
  4. Pemanfaatan Digital – Menggunakan teknologi seperti e-learning, simulasi, augmented reality (AR), dan kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan aksesibilitas, interaktivitas, dan personalisasi pembelajaran sesuai kebutuhan murid.

19 of 35

Perencanaan Pembelajaran Mendalam

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Pengalaman Belajar

3

Bahan Bacaan Modul 5 Pembelajaran Mendalam: Perencanaan Pembelajaran

  1. Merancang pembelajaran dengan prinsip berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan
  2. Mendeskripsikan pengalaman belajar memahami, mengaplikasi, dan merefleksi

20 of 35

Nilai Memuliakan dalam PM

Penerapan PM wajib dijiwai dengan nilai saling memuliakan dari awal sampai akhir, dengan saling menghargai dan mengangkat martabat (guru-murid, murid-guru, murid-murid), dan mengakui potensi setiap peserta didik secara utuh, baik aspek kognitif, afektif, spiritual, dan fisik. Saling memuliakan ini akan menciptakan suasana belajar yang aman, nyaman, dan mendidik sehingga dapat tercipta budaya belajar yang kondusif di mana setiap orang dapat belajar dari siapapun, di manapun, dan dengan cara apapun.

Saling memuliakan dapat diwujudkan dalam tindakan-tindakan berikut.

  • Menghormati perbedaan latar belakang, cara belajar, dan karakter murid.
  • Memberi ruang partisipasi aktif dan otonomi dalam proses belajar.
  • Membangun relasi yang hangat dan bermakna antara guru dan murid.
  • Mendorong siswa menyadari dan mengembangkan potensi terbaiknya, bukan sekadar mencapai nilai akademik.
  • Menggunakan bahasa verbal dan nonverbal yang baik, benar, dan sesuai (tepat secara kontekstual).

Singkat kata, nilai memuliakan menjadi fondasi untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif untuk mencapai 8 dimensi profil lulusan.

Bahan Bacaan Modul 5 Pembelajaran Mendalam: Perencanaan Pembelajaran

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

21 of 35

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

22 of 35

Prinsip Berkesadaran

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

  • Kenyamanan peserta didik dalam belajar
  • Fokus, konsentrasi, dan perhatian
  • Kesadaran terhadap proses berpikir
  • Kesempatan peserta didik untuk menentukan

pilihan dan memiliki alasan atas pilihannya

  • Keterlibatan peserta didik dalam mengembangkan strategi belajarnya
  • Keterbukaan terhadap perspektif baru
  • Keingintahuan terhadap pengetahuan dan

pengalaman baru

23 of 35

Prinsip Bermakna

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

  • Kontekstual dan/atau relevan dengan kehidupan nyata
  • Keterlibatan peserta didik berperan dalam pemecahan masalah/ isu terdekat di kehidupan nyata
  • Keterkaitan dengan pengalaman sebelumnya
  • Kebermanfaatan pengalaman belajar untuk diterapkan dalam konteks baru
  • Keterkaitan dengan bidang ilmu lain
  • Pembelajar sepanjang hayat

24 of 35

Prinsip Menggembirakan

  • Lingkungan pembelajaran yang interaktif
  • Aktivitas pembelajaran yang menarik minat dan

rasa ingin tahu

  • Menginspirasi
  • Tantangan yang memotivasi
  • Tercapainya keberhasilan belajar (AHA

moment)

  • Memberikan ruang untuk prakarsa, kreativitas sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

25 of 35

Bagaimana menerapkan prinsip PM dalam perencanaan?

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

  1. Berkesadaran diterapkan dengan merencanakan kegiatan yang memberikan kenyamanan peserta didik dalam belajar, Fokus, konsentrasi, dan perhatian. Melalui prinsip ini dapat melibatkan proses berpikir yang terbuka terhadap perspektif baru serta membangun keingintahuan terhadap pengetahuan dan pengalaman baru.
  2. Bermakna diterapkan dengan merancang pembelajaran yang kontekstual dan/atau relevan dengan kehidupan nyata, terkait dengan pengalaman sebelumnya, bermanfaatan pengalaman belajar untuk diterapkan dalam konteks baru, dan terkait dengan bidang ilmu lain untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat.
  3. Menggembirakan diterapkan dengan memastikan bahwa proses pembelajaran berlangsung secara interaktif dengan aktivitas pembelajaran yang menarik, menginspirasi, menantang dan memotivasi, serta menunjukkan keberhasilan belajar.

Bahan Bacaan Modul 5 Pembelajaran Mendalam: Perencanaan Pembelajaran

26 of 35

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Pengalaman belajar dilakukan secara bertahap untuk mencapai level PM

  • Pengetahuan Esensial
  • Pengetahuan Aplikatif
  • Pengetahuan Nilai dan Karakter

​

Pendalaman Pengetahuan

​

​

Regulasi Diri

27 of 35

PENGALAMAN BELAJAR

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Memahami

Tahap awal peserta didik untuk aktif mengkonstruksi pengetahuan agar dapat memahami secara mendalam konsep atau materi dari berbagai sumber dan konteks. Pengetahuan pada fase ini terdiri dari pengetahuan esensial, pengetahuan aplikatif, dan pengetahuan nilai dan karakter. Dengan pendekatan aktif dan konstruktif, peserta didik tidak hanya menerima pengetahuan secara pasif, sehingga membentuk fondasi pemahaman yang menjadi dasar untuk mengaplikasi pengetahuan dalam situasi kontekstual atau tahapan selanjutnya.

28 of 35

PENGALAMAN BELAJAR

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Mengaplikasi

Pengalaman belajar yang menunjukan peserta didik mengaplikasi pengetahuan

aktivitas

dalam

kehidupan secara kontekstual. Pengetahuan yang diperoleh peserta didik pada tahapan memahami diaplikasikan sebagai proses perluasan pengetahuan. Peserta didik mampu menghubungkan ide-ide, menganalisis, membangun solusi kreatif kreatif dan inovatif dalam pemecahan masalah konkret, yang hasilnya dapat berupa produk/ kinerja peserta didik.

29 of 35

PENGALAMAN BELAJAR

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Merefleksi

Proses di mana peserta didik

mengevaluasi dan

memaknai proses serta hasil dari tindakan atau praktik nyata yang telah mereka lakukan. Tahap refleksi melibatkan regulasi diri sebagai kemampuan individu untuk mengelola proses belajarnya secara mandiri, meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi terhadap cara belajar mereka. Merefleksikan pengetahuan artinya peserta didik memperluas dan menerapkan ide atau solusi baru.

30 of 35

Perencanaan Pembelajaran Mendalam

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Asesmen

4

Bahan Bacaan Modul 5 Pembelajaran Mendalam: Perencanaan Pembelajaran

  1. Asesmen pada awal pembelajaran
  2. Asesmen pada proses pembelajaran
  3. Asesmen pada akhir pembelajaran

31 of 35

Asesmen Pembelajaran

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Bahan Bacaan Modul 5 Pembelajaran Mendalam: Perencanaan Pembelajaran

  1. Asesmen pada Awal Pembelajaran perlu direncanakan untuk mendapatkan bukti kesiapan belajar secara emosional dan mental, pengetahuan awal, dan kebutuhan belajar murid (tuntutan capaian pembelajaran dalam kurikulum, tingkat pemenuhan prasyarat dari CP, dan minat atau keinginan). Metode: analisis pencapaian CP sebelumnya, pre-test, diskusi awal, kuesioner, dll.
  2. Asesmen selama Proses Pembelajaran direncanakan untuk memantau perkembangan belajar murid, memberikan umpan balik untuk perbaikan kontinyu (baik dari guru ke murid, maupun dari murid ke guru), melalui beragam teknik, antara lain: observasi, refleksi, diskusi, kuis, atau jurnal pembelajaran.
  3. Asesmen hasil Pembelajaran direncanakan untuk mengukur pencapaian kompetensi sebagai bukti keberhasilan pembelajaran dengan beragam cara, antara lain: tes, portofolio, proyek, presentasi, dsb.

Asesmen harus dipastikan selaras dengan tujuan pembelajaran dan pengalaman belajar yang didesain.

32 of 35

Proses penyusunan perencanaan pembelajaran

Catatan: Proses perancangan kegiatan pembelajaran ini diperuntukkan bagi pendidik yang akan merencanakan pembelajaran secara mandiri.

Menganalisis Capaian Pembelajaran

Menyusun Tujuan Pembelajaran dan Alurnya

Merencanakan Pembelajaran dan Asesmen

33 of 35

​

​

​

​

​

Identifikasi

Komponen Minimum Perencanaan pembelajaran

​

Dimensi Profil Lulusan: Pilihlah dimensi profil lulusan yang akan dicapai dalam pembelajaran

​

​

​

​

​

​

​

​

​

Desain Pembelajaran

​

​

​

Tujuan Pembelajaran : Tuliskan tujuan pembelajaran yang mencakup kompetensi dan konten pada ruang lingkup materi dengan menggunakan kata kerja operasional yang relevan.

​

​

Praktik Pedagogis: Tuliskan Model/Strategi/Metode pembelajaran yang dipilih untuk mencapai tujuan belajar, seperti pembelajaran berbasis masalah, pembelajaran berbasis proyek, pembelajaran inkuiri, pembelajaran kontekstual, dan sebagainya.

​

Kemitraan Pembelajaran (opsional): Tuliskan kegiatan kemitraan atau kolaborasi dalam dan/atau luar lingkup sekolah, seperti kemitraan antar guru lintas mata pelajaran, antar murid lintas kelas, antar guru lintas sekolah, orang tua, komunitas, tokoh masyarakat, dunia usaha dan dunia industri kerja, institusi, atau mitra profesional.

​

Lingkungan Pembelajaran: Tuliskan lingkungan pembelajaran yang ingin dikembangkan dalam budaya belajar, ruang fisik dan/atau ruang virtual.

Budaya belajar dikembangkan agar tercipta iklim belajar yang aman, nyaman, dan saling memuliakan. Contoh: memberikan kesempatan kepada siswa

untuk menyampaikan pendapatnya dalam ruang kelas dan forum diskusi pada platform daring (ruang virtual bersifat opsional).

​

Pemanfaatan Digital (opsional): Tuliskan pemanfaatan teknologi digital untuk menciptakan pembelajaran yang interaktif, kolaboratif, dan kontekstual. Contoh: video pembelajaran, platform pembelajaran, perpustakaan digital, forum diskusi daring, aplikasi penilaian, dan sebagainya.

​

Bahan Bacaan Modul 5 Pembelajaran Mendalam: Perencanaan Pembelajaran

34 of 35

​

​

​

​

​

​

​

​

​

​

​

​

​

Pengalaman Belajar

Langkah-Langkah Pembelajaran

Pada tahap ini, peserta didik aktif terlibat dalam pengalaman belajar memahami, mengaplikasi, dan merefleksi dalam suasana yang saling memuliakan. Guru menerapkan prinsip pembelajaran berkesadaran, bermakna, menyenangkan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Pengalaman belajar dapat dilaksanakan dalam beberapa kali pertemuan.

​

​

Memahami (tuliskan prinsip pembelajaran yang digunakan: berkesadaran, bermakna, dan/atau menggembirakan)

Tuliskan kegiatan pembelajaran yang memfasilitasi peserta didik untuk terlibat aktif mengonstruksi pengetahuan agar dapat memahami secara mendalam

konsep atau materi dari berbagai sumber dan konteks. Pengetahuan pada fase ini terdiri dari pengetahuan esensial, pengetahuan aplikatif, dan pengetahuan nilai dan karakter.

​

​

​

Mengaplikasi (tuliskan prinsip pembelajaran yang digunakan: berkesadaran, bermakna, dan/atau menggembirakan)

Tuliskan kegiatan yang mengondisikan pengalaman belajar yang menunjukan aktivitas peserta didik mengaplikasi pemahaman secara kontekstual atau

kehidupan nyata (hidup, kehidupan, dan/atau penghidupan). Proses mengaplikasi ini merupakan bagian dari pendalaman pengetahuan untuk menghasilkan pengembangan kompetensi.

​

​

​

​

Merefleksi (tuliskan prinsip pembelajaran yang digunakan: berkesadaran, bermakna, dan/atau menggembirakan)

Tuliskan kegiatan yang mampu memfasilitasi peserta didik:

a. mengevaluasi dan memaknai proses serta hasil dari tindakan atau praktik nyata yang telah mereka lakukan dan menentukan tindaklanjut ke

depan.

b. mengelola proses belajarnya secara mandiri, dengan meneruskan dan mengembangkan strategi belajar yang berhasil dan memperbaiki yang belum berhasil dengan tetap meningkatkan motivasi belajar dan kepercayaan diri.

Bahan Bacaan Modul 5 Pembelajaran Mendalam: Perencanaan Pembelajaran

m

​

Tuliskan teknik dan instrumen penilaian yang digunakan

pada awal, proses, dan akhir pembelajaran. Asesmen dalam pembelajaran mendalam

​

Asesmen Pembelajaran

dilaksanakan melalui asesmen sebagai pembelajaran (assess

ment as learning) yang menekankan pada penilaian diri dan penilaian sejawat , asesmen ankan pada umpan balik, dan asesmen hasil pembelajaran (assessment ofi learning) yang empertimbangkan karakteristik peserta didik. Contoh: Penilaian Sejawat, Penilaian Diri,

untuk pembelajaran (assessment fior learning) yang menek menekankan pada pencapaian dan tindak lanjut dengan

​

Penilaian Proyek, Penilaian Produk, Observasi, Portofolio, Pe

nilaian Berbasis Kelas, Penilaian Kinerja, Tes tertulis, Tes lisan, dan sebagainya.

35 of 35

TERIMA KASIH