Media Pembelajaran
PRAKARYA
Untuk SMP/MTs Kelas VII
PRAKARYA
PRAKARYA
BAB
10
TAHAPAN BUDI DAYA TANAMAN SAYUR
Tujuan Pembelajaran:
PRAKARYA
PRAKARYA
A. SARANA BUDI DAYA TANAMAN SAYUR
Hal utama yang dibutuhkan dalam budi daya ini adalah lahan untuk menanam. Kebutuhan sarana dalam budi daya tanaman juga harus dipenuhi. Sarana meliputi peralatan dan bahan budi daya tanaman.L
1. Peralatan Budi Daya
Alat-alat yang digunakan, yaitu cangkul, sekop, garpu, dan alat untuk memelihara tanaman, misalnya gunting, cetok, dan lainnya.
PRAKARYA
PRAKARYA
2. Bahan Budi Daya
Pilihlah benih yang bersertifikat dan sudah disahkan oleh Balai Pengawasan dan Sertifikat Benih. Jika kesulitan mendapatkannya, bibit dapat dibeli di tempat-tempat yang telah ditetapkan oleh dinas pertanian.
PRAKARYA
PRAKARYA
Pupuk diberikan untuk melengkapi tersedianya nutrisi dalam tanah agar tanaman dapat tumbuh dengan subur. Jenis pupuk yang bisa digunakan adalah pupuk organik, yaitu pupuk kandang dan pupuk kompos. Selain itu, ada pula jenis pupuk anorganik, yaitu urea, NPK, KCI, TSP, dan ZA.
PRAKARYA
PRAKARYA
Hama dan penyakit yang menyerang tanaman dapat dikendalikan dengan bantuan pestisida. Jenis pestisida yang bisa digunakan pun beragam, ada pestisida alami dan ada pula pestisida buatan (kimia).
PRAKARYA
PRAKARYA
Media tanam yang baik adalah tanah yang gembur dan subur agar tanaman dapat tumbuh dengan optimal. Tempat menanam dapat menggunakan pot, polybag, atau tanah petak yang sudah digemburkan.
PRAKARYA
PRAKARYA
B. TEKNIK BUDI DAYA TANAMAN SAYUR
Budi daya tanaman sayur pada hakikatnya adalah suatu cara pengelolaan tanaman untuk mendapatkan hasil yang tinggi dan mutu yang baik. Pembudidayaan tanaman sayuran dapat dilakukan melalui beberapa tahap sebagai berikut :
1. Pengolahan Tanah
Sebagian besar tanaman sayur diusahakan di tanah kering. Bertujuan menyiapkan tempat tumbuh yang sesuai bagi tanaman sebagai berikut :
PRAKARYA
PRAKARYA
2. Pembibitan
Pembibitan dapat dilakukan melalui dua cara berikut :
Perkembangan secara vegetatif dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu vegetatif alami dan buatan. Vegetatif alami dapat dilakukan dengan tunas, rizoma, geragih, umbi batang, dan umbi lapis. Vegetatif buatan dapat dilakukan dengan cara stek, cangkok, menyambung, maupun menempel.
a. Vegetatif
b. Generatif
Perkembangan secara generatif pada tumbuhan melibatkan alat perkembangbiakan berupa bunga. Hal ini disebabkan memiliki benagsari sebagai alat kelamin jantan dan putik sebagai alat kelamin betina. Peleburan sel kelamin jantan dan sel kelamin betina ini disebut pembuahan. Pembuahan menghasilkan biji yang dapat tumbuh menjadi tubuhan baru.
PRAKARYA
PRAKARYA
3. Penanaman
Dalam penanaman, dikenal dua cara utama, yaitu penanaman bahan tanaman (benih atau stek), serta penanaman bahan tanaman dengan disemaikan dulu. Adapun tujuan dari persemaian tanaman, yaitu :
Hal-hal yang perlu mendapat pertimbangan pada penanaman tanaman sayuran adalah sebagai berikut :
PRAKARYA
PRAKARYA
4. Pemeliharaan Tanaman
Adapun tindakan pemeliharaan tanaman sayur yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut :
PRAKARYA
PRAKARYA
5. Pemanenan
Penentuan saat panen suatu tanaman sayur hendaknya selalu memperhatikan kuantitas dan kualitas tanaman tersebut. Pemanenan tanaman sayur yang kurang tepat dapat merusak sayur tersebut, seperti batang atau daun yang patah atau sobek. Waktu pemanenan juga mempengaruhi kualitas tanaman sayur seperti belum siap panen atau telah lewat masa panen.
PRAKARYA
PRAKARYA
C. Penerapan Teknik Budi Daya Tanaman Sayur
1. Kangkung
Budidaya tanaman kangkung dapat dilakukan melalui tahap-tahap berikut :
persiapkan lahan yang layak untuk tanaman kangkung.
Untuk luas tanah satu hektar dibutuhkan benik 10 kg.
Hal yang perlu diperhatikan adalah ketersediaan air, faktor lain adalah pengendalian gulma, serta menjaga tanaman dari hama dan penyakit.
Pemanenan dilakukan setelah tanaman berusia kira-kira 25 hari setelah tanam.
Dilakukan untuk menjaga kesegaran kangkung sebelom diperdagangkan.
PRAKARYA
PRAKARYA
2. Wortel
Budi daya tanaman wortel cocok dilakukan di dataran tinggi lebih dari 1000 mdpl, berikut adalah tahapannya :
Persiapkan lahan yang layak untuk tanaman wortel.
Buatlah larikan pada permukaan bedengan untuk menaburkan benih.
Pemupukan diberikan setelah tanaman berumur satu bulan. Gunakan pupuk kompos atau kandang.
Dilakukan setelah 3 bulan sejak tanam, dengan cara dicabut.
Pilih wortel yang baik dengan memisahkannya dari yang rusak atau cacat, simpan dengan suhu dingin diiringi ventilasi baik.
PRAKARYA
PRAKARYA
3. Bayam
Persiapkan lahan yang layak untun tanaman ini.
Benih bayam diperbanyak melalui biji. Biji yang kering lantas dirontokkan dan langsung disebar pada lahan.
Disiram dengan cukup air, penyiangan, dan pemupukan serta pengendalian hama dan penyakit.
Bayam petik dapatt dipanen berkali-kali setelah 1-1,5 bulan tanam.
Bayam yang telah dipanen harus diletakkan di tempat yang teduh dan tidak terkena sinar matahari langsung agar daun tidak layu. Setelah itu, dilakukan peyortiraan untuk memisahkan bayam rusak dan bayam yang tidak.
PRAKARYA
Tanaman bayam dapat tumbuh pada saat musim hujan maupun musim kemarau dengan membutuhkan cukup banyak air, adapaun cara budi daya tanaman ini meliputi :
PRAKARYA
4. Tomat
a. Persiapan lahan
Meliputi pembajakan dan penggaruan tanah.
b. Pembibitan dan penanaman
Menyiapkan media semai dengan komposisi 20 liter tanah, 10 liter pupuk kandang, dan 150 g NPK halus.
c. Pemeliharaan tanaman
Tahap ini meliputi penyulaman, perempelan dan pengikatan tanaman, sanitasi lahan dan pengairan, pemupukan dll.
d. Pemanenan
Buah tomat dapat dipanen pada umur 66-75 hari dengan cara dipetik.
PRAKARYA
5. Terong
Meliputi pembajakan dan penggaruan tanah.
Membutuhkan rumah atau sungkup untuk bibit muda dengan 20 liter tanah, 10 liter pupuk kandang, dan 150 g NPK halus.
Pemeliharaan meliputi penyulaman, perempelan, dan pengikatan tanaman, sanitasi lahan dan pengairan, pemupukan susulan, serta pengendalian hama.
Buah terong dapat dipanen saat berumur 55 hari. Buah yang dipanen adalah buah muda yang warna buahnya belu pudar. Agar tetap sehat ada saat pemanenan gunakan alat seperti gunting, sabit, pisau, atau sejenisnya supaya bekas potongan tidak mudah terserang penyakit terutama pada musim hujan.
PRAKARYA
PRAKARYA