1 of 21

2 of 21

PEMBUKA

  • Harapan mendiang Paus Fransiskus : Tahun Yubileum menjadi momen perjumpaan pribadi dengan Tuhan Yesus, pintu keselamatan kita, yang selalu diwartakan oleh Gereja sebagai pengharapan kita (SNC 1).
  • Kita memiliki pengharapan bahwa Allah senantiasa menawarkan pengampunan dan penghiburan ketika kita datang kepada-Nya dengan hati terbuka dan kehendak untuk bertobat (SNC 23)

Komisi Kerasulan Kitab Suci | Keuskupan Agung Jakarta

3 of 21

ALLAH SUMBER PEMBARUAN RELASI DALAM HIDUP

Allah memanggil kita untuk menjalani pembaruan hidup, dengan cara memperbarui relasi dengan diri sendiri, sesama, keluarga, dan Allah.

Komisi Kerasulan Kitab Suci | Keuskupan Agung Jakarta

BKSN 2025

4 of 21

Pentingnya pembaruan relasi dalam hidup itu sudah disuarakan oleh dua orang nabi yang berkarya pada zaman sesudah pembuangan, yaitu Zakharia dan Maleakhi.

Pewartaan nabi-nabi sebelum pembuangan: pesan peringatan untuk bertobat dan ancaman hukumannya.

Nabi-nabi selama pembuangan berisi penghiburan di masa sulit dan peneguhan akan Kerahiman Allah

Komisi Kerasulan Kitab Suci | Keuskupan Agung Jakarta

5 of 21

PEMBARUAN RELASI DENGAN�DIRI SENDIRI

Komisi Kerasulan Kitab Suci | Keuskupan Agung Jakarta

PERTEMUAN 1

6 of 21

Komisi Kerasulan Kitab Suci | Keuskupan Agung Jakarta

TAHUN-TAHUN PENTING:

605 SM: Pengepungan I Yerusalem oleh Raja Nebukadnezar dari

Kerajaan Babel. Sebagian bangsawan dan orang muda Yehuda

dibuang ke Babel

597 SM: Pengepungan II Yerusalem. Raja Yoyakhin bersama sekitar 10

ribu orang dibuang ke Babel

587 SM: Pengepungan III dan kehancuran Yerusalem. Bait Allah dan

tembok Yerusalem dihancurkan. Sebagian besar penduduk

dibuang ke Babel

539 SM: Kerajaan Babel dikalahkan oleh Kerajaan Persia

7 of 21

Komisi Kerasulan Kitab Suci | Keuskupan Agung Jakarta

TAHUN-TAHUN PENTING: (lanjutan)

538 SM: Raja Koresh dari Persia mengijinkan orang Yahudi kembali ke

Yehuda dan membangun kembali Bait Allah

536 SM: Kelompok pertama orang Yahudi kembali ke Yerusalem di

bawah pimpinan Zerubabel dan Yosua bin Yosadak dan mulai

membangun mezbah dan menyelenggarakan korban.

520 SM: Pembangunan kembali Bait Allah dimulai kembali setelah

tertunda karena berbagai hambatan

515 SM: Pembangunan kembali Bait Allah selesai

8 of 21

Komisi Kerasulan Kitab Suci | Keuskupan Agung Jakarta

  • Banyak orang Yehuda kembali ke tanah air mereka dengan harapan bahwa mereka akan memperoleh kembali kehidupan seperti saat sebelum pembuangan.

PENGANTAR

  • Realitas: sedih dan kecewa melihat Bait Allah dan kota Yerusalem yang hancur

  • Usaha untuk membangun kembali Bait Allah-pun mengalami hambatan 🡪 Musim kering yang panjang membuat perekonomian berantakan.

9 of 21

Komisi Kerasulan Kitab Suci | Keuskupan Agung Jakarta

Siapakah Nabi Zakharia?

  • Nama “Zakharia” berarti TUHAN mendengar.
  • Nubuatnya ditulis dalam Kitab Zakharia

  • Nabi Zakharia adalah anak Berekhya bin Ido. Kakeknya, Ido, adalah seorang kepala keluarga imam yang kembali dari pembuangan Babel bersama Zerubabel (Neh. 12:4).

10 of 21

Komisi Kerasulan Kitab Suci | Keuskupan Agung Jakarta

  • Bersama Nabi Hagai, Nabi Zakharia memberikan semangat kepada orang Yahudi untuk menyelesaikan pembangunan Bait Allah itu

  • Mereka harus berdamai dengan diri mereka sendiri melalui jalan pertobatan, menyadari siapa identitas/jadi diri mereka, belajar dari pengalaman masa lalu, serta memandang masa depan dengan penuh iman dan harapan pada Allah.

11 of 21

Komisi Kerasulan Kitab Suci | Keuskupan Agung Jakarta

Metode yang dipakai pada pertemuan 1 adalah Bible as a mirror and as a window.

  • Kisah dalam Kitab Suci 🡪 dijadikan cermin (mirror) untuk me-refleksi-kan kelemahan serta pergumulan kita.
  • Membaca dan merenungkan Sabda Tuhan 🡪 memandang melalui jendela (window) untuk bisa melihat rencana dan kasih/kebaikan Tuhan.

12 of 21

Komisi Kerasulan Kitab Suci | Keuskupan Agung Jakarta

TEKS KITAB SUCI Za. 1:1-6

1Dalam bulan kedelapan pada tahun kedua pemerintahan Darius datanglah firman TUHAN kepada Nabi Zakharia bin Berekhya bin Ido bunyinya,

2“TUHAN sangat murka terhadap nenek moyangmu.

3Sebab itu, katakanlah kepada mereka: Beginilah firman TUHAN Semesta Alam: Kembalilah kepada-Ku, demikianlah firman TUHAN Semesta Alam, maka Aku pun akan kembali kepadamu, firman TUHAN Semesta Alam.

4Janganlah kamu seperti nenek moyangmu yang diperingatkan oleh para nabi yang dahulu dengan berkata: Beginilah firman TUHAN Semesta Alam: Berbaliklah dari tingkah lakumu yang jahat dan perbuatanmu yang busuk! Tetapi, mereka tidak mau mendengarkan dan tidak mau menghiraukan Aku, demikianlah firman TUHAN.

13 of 21

Komisi Kerasulan Kitab Suci | Keuskupan Agung Jakarta

5Nenek moyangmu, di mana mereka? Para nabi, apakah mereka hidup untuk selama-lamanya?

6Tetapi, firman dan ketetapan-Ku yang telah Kuperintahkan kepada hamba-hamba-Ku, para nabi, bukankah itu telah mendatangkan akibat bagi nenek moyangmu itu? Bukankah mereka bertobat serta berkata: Sebagaimana TUHAN Semesta Alam bermaksud untuk bertindak terhadap kita sesuai dengan tingkah laku dan perbuatan kita, demikianlah Ia bertindak terhadap kita?”

P: Demikianlah Sabda Tuhan.

U: Syukur kepada Allah.

TEKS KITAB SUCI Za. 1:1-6

14 of 21

Komisi Kerasulan Kitab Suci | Keuskupan Agung Jakarta

PENDALAMAN

  1. Kapankah firman TUHAN datang kepada Nabi Zakharia? (ayat 1)
  2. TUHAN mengajak orang Yahudi untuk melakukan tindakan apa? Dan mengapa tindakan itu penting? (ayat 3)
  3. Mengapa TUHAN sangat murka terhadap nenek moyang orang Yahudi? (ayat 4)
  4. Apa yang dikatakan oleh orang Yahudi yang mengakui kebenaran firman TUHAN yang disampaikan Zakharia? (ayat 6b)

15 of 21

Komisi Kerasulan Kitab Suci | Keuskupan Agung Jakarta

PENJELASAN

  • Firman TUHAN datang kepada Nabi Zakharia pada bulan kedelapan tahun kedua pemerintahan Darius (520 SM). TUHAN mengutusnya untuk mengingatkan orang Yahudi bahwa di masa lampau nenek moyang mereka telah dihukum karena ketidaktaatan mereka (ay. 2).
  • Mereka diajak untuk mengingat relasi TUHAN dengan bangsa pilihan ini. TUHAN telah membebaskan nenek moyang mereka dari perbudakan di Mesir dan mengangkat mereka menjadi umat pilihan-Nya. Ia memberikan Kanaan sebagai tempat tinggal mereka.

16 of 21

Komisi Kerasulan Kitab Suci | Keuskupan Agung Jakarta

PENJELASAN

  • TUHAN murka karena nenek moyang mereka selalu memberontak kepada TUHAN, antara lain dengan menyembah berhala-berhala (Yeh. 20:8,16), melanggar hukum-Nya (Yeh. 20:21), berbuat tidak adil dan menindas orang kecil.
  • TUHAN berulang kali memanggil mereka, mereka tidak mau mendengar dan tidak mau menghiraukan-Nya (ay. 4)
  • Sekarang, melalui Zakharia, TUHAN berfirman kepada orang-orang Yahudi, “Kembalilah kepada-Ku, maka Aku pun akan kembali kepadamu” (ay. 3).

17 of 21

Komisi Kerasulan Kitab Suci | Keuskupan Agung Jakarta

PENJELASAN

  • Kembali kepada Allah berarti hidup sesuai dengan jatidiri sebagai Umat TUHAN, serta hidup menurut ketetapan dan hukum-Nya.
  • Allah ingin bangsa pilihan belajar dari masa lalu, termasuk jatuh bangunnya, supaya tidak mengulang kesalahan yang sama seperti nenek moyang mereka.
  • Peringatan para nabi kepada nenek moyang mereka masih tetap berlaku untuk mereka (ay. 5), sebab firman Allah Firman sifatnya abadi (ay. 6).

18 of 21

Komisi Kerasulan Kitab Suci | Keuskupan Agung Jakarta

PENJELASAN

  • Sesudah mendengar seruan Zakharia orang Yahudi mengakui kebenaran firman TUHAN lalu bertobat. Pertobatan itu harus diwujudkan dalam tingkah laku dan perbuatan yang benar kepada Allah dan sesama (ay. 6b).
  • Tindakan penghukuman dan pemulihan Allah harus dipahami dalam konteks Allah yang mengasihi.

19 of 21

Komisi Kerasulan Kitab Suci | Keuskupan Agung Jakarta

PENJELASAN

  • Allah ingin kita menjadi lebih baik. Yesus sendiri telah datang ke dunia untuk kembali menyerukan pertobatan, “Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat” (Luk. 5:32).
  • Dalam pertobatan setiap pengikut Kristus harus melawan keinginan manusiawi dan kecenderungan kepada dosa. Allah akan memberikan pertolongan, sehingga kita dapat hidup benar dan berbahagia.

20 of 21

Komisi Kerasulan Kitab Suci | Keuskupan Agung Jakarta

SHARING DAN AKSI NYATA

  1. Apa yang akan Anda lakukan untuk bertobat dan memperbarui diri?
  2. Hambatan apa yang biasanya Anda alami ketika hendak bertobat, dan bagaimana Anda menyikapinya?
  3. Manusia berproses dan menemukan semangat untuk membangun kembali kehidupan mereka. Sharingkan-lah pengalaman Anda menghadapi kekecewaan, kegagalan, sakit atau pergumulan hidup lainnya dan bagaimana Anda bisa bangkit kembali.

21 of 21

Komisi Kerasulan Kitab Suci | Keuskupan Agung Jakarta

TERIMA KASIH