1 of 48

DO NEONATAL

QI Platform (RS)

20 Oktober 2025

2 of 48

A. DATA RUTIN NEONATAL

SECTION 01

3 of 48

1. Jumlah bayi yang dilahirkan di RS

  • Jumlah bayi yang dilahirkan di RS, tidak termasuk rujukan
  • Bayi yang dilahirkan termasuk menghitung bayi lahir hidup, lahir mati (Intrapartum) dan IUFD
  • Bayi baru lahir = Neonatus = Neonatal yaitu masa kehidupan pertama bayi di luar rahim, sampai dengan usia 28 hari

3

4 of 48

2. Jumlah total bayi lahir hidup

  • Jumlah bayi lahir hidup di RS tersebut
  • Tidak termasuk bayi rujukan

4

5 of 48

4. Jumlah total lahir hidup perempuan

  • Jumlah bayi lahir hidup di RS, berjenis kelamin perempuan
  • Tidak termasuk bayi rujukan

5

3. Jumlah total lahir hidup laki-laki

  • Jumlah bayi lahir hidup di RS, berjenis kelamin laki-laki 
  • Tidak termasuk bayi rujukan

6 of 48

5. Jumlah bayi lahir hidup dengan BBL <2000 gram

  • Jumlah bayi lahir hidup di RS, dengan berat badan lahir <2000 gram
  • Tidak termasuk bayi rujukan

6

7 of 48

6. Jumlah bayi lahir hidup dengan BBL ≥2000 gram

  • Jumlah bayi lahir hidup di RS, dengan berat badan lahir ≥2000 gram
  • Tidak termasuk bayi rujukan

7

8 of 48

7. Jumlah Bayi Baru Lahir (BBL) dengan nilai APGAR ≤5 pada menit ke 10

  • Jumlah bayi baru lahir dengan asfiksia (yang ditandai dengan APGAR skor ≤5 pada menit ke-10), diantara semua bayi lahir hidup di Rumah Sakit
  • Sesuai PNPK Asfiksia (PMK No 214/2019)

8

9 of 48

8. Jumlah bayi lahir hidup yang menerima pelayanan neonatal essensial

  • Jumlah bayi lahir hidup yang menerima pelayanan neonatal esensial di RS
  • Tidak termasuk bayi rujukan
  • Pelayanan yang dicatat/dihitung mengacu pada pelayanan kesehatan neonatal esensial 0-6 jam setelah bayi dilahirkan
  • Pelayanan 0-6 jam dilaksanakan rawat gabung, meliputi: a) Pencegahan hipotermi; b) IMD; c) Pemotongan dan perawatan tali pusat; d) Pemberian Vit-K1; e) Pemberian salep mata antibiotik; f) Pemberian HB0; g) Pemeriksaan fisik; h) Pemantauan tanda bahaya; i) Penanganan asfiksia BBL; j) Pemberian identitas bayi; dan k) Rujukan kasus yang tidak dapat ditangani dalam kondisi stabil, tepat waktu ke fasilitas pelayanan kesehatan yang lebih mampu
  • Jika bayi hanya mendapat salah satu pelayanan kesehatan neonatal esensial, maka tidak dihitung sebagai menerima pelayanan

   Referensi --> PMK NO. 53 TH 2014

9

10 of 48

9. Jumlah kunjungan neonatal 1

  • Jumlah kunjungan neonatal pertama (KN-1) bagi bayi yang lahir hidup di RS
  • Tidak termasuk bayi rujukan
  • Yang dimaksud dengan kunjungan neonatal (KN) adalah kunjungan bagi bayi usia <1 bulan
  • KN yang ditetapkan setelah bayi dilahirkan adalah KN-1 (kunjungan pada 6-48 jam)
  • Jika dalam waktu 0-6 jam bayi dirujuk ke RS lainnya (rujukan keluar), maka bayi tersebut tidak dihitung telah mendapatkan pelayanan KN1

10

11 of 48

10. Jumlah bayi lahir hidup dengan tali pusat diklem >2 menit setelah lahir

  • Jumlah bayi lahir hidup di RS dengan tali pusat diklem >2 menit setelah lahir
  • Rujukan: PMK No 53 tahun 2014 tentang pelayanan kesehatan neonatal esensial

11

12 of 48

11. Jumlah Bayi Baru Lahir (BBL) yang dilakukan kontak kulit ke kulit segera setelah lahir

  • Jumlah bayi yang diletakkan di dada ibu segera setelah lahir, sehingga terjadi kontak kulit antara ibu dan bayi.
  • Catatan
    • Tidak melihat apakah bayi berhasil/tidak mencapai putting susu (menyusu)
    • Rujukan: Permenkes No.53 Tahun 2014; Hal 17=19; Poin No. 5

12

13 of 48

12. Jumlah bayi BBLR yang mendapatkan perawatan metode kanguru

  • Jumlah kasus BBLR (Berat Badan Lahir Rendah) yang mendapatkan Perawatan Metode Kanguru (PMK) di RS
  • Termasuk mencatat/menghitung kasus BBLSR (Berat Badan Lahir Sangat Rendah) yang mendapatkan PMK, karena memungkinkan bagi BBLSR untuk mendapatkan PMK sesuai kondisinya
  • BBLR adalah bayi baru lahir di RS yang memiliki berat <2500 gram saat dilahirkan, tanpa menilai masa gestasi
  • BBLSR adalah bayi baru lahir di RS yang memiliki berat 1000-1500 gram saat dilahirkan

13

14 of 48

13. Jumlah IUFD atau KJDK/ Kematian Janin Dalam Kandungan (antenatal)

  • Jumlah kasus IUFD yang terjadi di RS
  • IUFD (Intrauterine Fetal Death) atau KJDR (Kematian Janin Dalam Rahim) adalah kondisi janin yang meninggal di dalam kandungan setelah kehamilan berusia 20 minggu
  • IUFD berbeda dengan kematian intrapartum

14

15 of 48

14. Jumlah BBL dengan infeksi/sepsis

  • (Otomatis mengambil data di 02. Neonatal - Komplikasi No.4-A)
  • Jumlah kasus infeksi/sepsis pada bayi baru lahir di RS
  • Infeksi dan sepsis yang dimaksud berhubungan dengan kasus neonatal
  • Contoh infeksi: Meningitis, Konjungtivitis, Cytomegalovirus (CMV), Sepsis, Rubella, Listeriosis, Sifilis bawaan, Hepatitis B, Pneumonia, Toksoplasmosis, Tetanus, dll

15

16 of 48

16. Jumlah BBL infeksi yang mendapatkan antibiotik sebelum dirujuk ke rumah sakit

  • Jumlah kasus rujukan infeksi/sepsis pada bayi baru lahir yang telah mendapatkan terapi antibiotik sebelum dirujuk ke RS
  • Dalam hal ini RS mencatat pemberian terapi antibiotik yang telah diberikan oleh faskes perujuk kepada bayi
  • Semua data elemen yang terkait dengan rujukan hanya menghitung rujukan masuk ke RS, baik dari FKTP/FKTRL, tidak termasuk jika RS merujuk pasien ke RS lainnya

16

17 of 48

17. Jumlah BBL infeksi yang dirujuk ke rumah sakit

  • Jumlah kasus infeksi pada bayi baru lahir yang dirujuk ke RS
  • Semua data elemen yang terkait dengan rujukan hanya menghitung rujukan masuk ke RS, baik dari FKTP/FKTRL, tidak termasuk jika RS merujuk pasien ke RS lainnya

17

18 of 48

18. Jumlah kematian intrapartum

  • Jumlah kasus kematian bayi dalam proses persalinan (ibu inpartu) yang terjadi di RS
  • Kematian intrapartum adalah kejadian bayi meninggal selama proses persalinan, artinya saat proses persalinan dimulai bayi teridentifikasi hidup, namun hingga sebelum dilahirkan bayi teridentifikasi mati
  • Identifikasi bayi dalam kandungan masih hidup salah satunya melalui pengukuran DJJ (Denyut Jantung Janin)
  • Kematian intrapartum berbeda dengan IUFD

18

19 of 48

19. Jumlah kematian intrapartum ≥2000 gram

  • Jumlah kasus kematian bayi yang terjadi selama proses persalinan di RS, dengan berat badan bayi ≥2000 gram

19

20 of 48

15. Jumlah BBL infeksi yang mendapatkan antibiotik

  • Jumlah kasus infeksi/sepsis pada bayi baru lahir yang mendapatkan terapi antibiotik di RS
  • Dalam hal ini RS mencatat pemberian antibiotik kepada bayi yang dilakukannya

20

21 of 48

20. Jumlah kematian BBL

  • (Otomatis mengambil data di 02. Neonatal - Komplikasi baris 18-B) -- jangan lupa mengisi data komplikasi & kematian
  • Jumlah kasus kematian bayi baru lahir di RS
  • Jika ada kematian lainnya perlu di beri komentar yang berisi informasi: Penyebab utama kematian BBL

21

22 of 48

21. Jumlah kematian BBL dengan jenis kelamin Laki-laki

  • Jumlah kasus kematian bayi baru lahir di RS, berjenis kelamin laki-laki

22

22. Jumlah kematian BBL dengan jenis kelamin perempuan

  • Jumlah kasus kematian bayi baru lahir di RS, berjenis kelamin perempuan

23 of 48

23. Jumlah kematian BBL ≥ 2000 gram 

  • Jumlah kasus kematian bayi baru lahir di RS, dengan berat badan bayi ≥ 2000 gram
  • Perhatian: yang dimaksud adalah ≥ 2000 gram 

23

24 of 48

24. Jumlah kematian BBL ≥ 2000 gram yang dilakukan audit

  • Jumlah kasus kematian bayi baru lahir di RS, dengan berat badan bayi ≥ 2000 gram dan telah dilakukan audit atau telaah kasus
  • Perhatian: yang dimaksud adalah ≥ 2000 gram 
  • Tidak mencatat kasus BBL nearmiss (hampir mati) yang dilakukan audit atau telaah kasus

24

25 of 48

25. Jumlah kasus kematian BBL yang dilakukan audit (telaah kasus)

  • Jumlah kasus kematian bayi baru lahir di RS dan telah dilakukan audit atau telaah kasus
  • Tidak mencatat kasus BBL nearmiss (hampir mati) yang dilakukan audit atau telaah kasus

25

26 of 48

26. Jumlah kasus kematian BBL yang telah dilaporkan melalui aplikasi MPDN

  • Jumlah kasus kematian bayi baru lahir di RS dan telah dilaporkan melalui aplikasi MPDN (Maternal Perinatal Death Notification)
  • Sarankan RS untuk membuka akun MPDN-nya, ketika akan mengisi data elemen ini
  • Berikan komentar jika tidak ada kematian namun melakukan zero reporting melalui MPDN

26

27 of 48

B. ASFIKSIA

SECTION 02

28 of 48

1. Bayi Baru Lahir (BBL) dengan suhu < 36,5 ⁰C pada 1 jam postpartum

  • Jumlah Bayi Baru Lahir (BBL) dengan suhu < 36,5 ⁰C pada 1 jam postpartum
  • Semua BBL dilakukan pengukuran suhu dalam 1 jam pasca persalinan, dengan suhu normal 36,5 - 37,5⁰C 

29 of 48

2. Jumlah BBL yang tidak bernafas spontan atau asfiksia

  • (Otomatis mengambil data di 02. Neonatal - Komplikasi No.1-A) -- jangan lupa mengisi data komplikasi & kematian
  • Jumlah kasus asfiksia pada bayi baru lahir yang ditangani di RS, pada bayi rujukan dan non-rujukan
  • Asfiksia yang dihitung/dicatat adalah semua kasus asfiksia (ringan, sedang atau berat)

30 of 48

3. Jumlah kematian BBL karena tidak bernafas spontan atau asfiksia

  • (Otomatis mengambil data di 02. Neonatal - Komplikasi No.1-B) -- jangan lupa mengisi data komplikasi & kematian
  • Jumlah kasus kematian karena asfiksia pada bayi baru lahir yang ditangani di RS, pada bayi rujukan dan non-rujukan

4. Jumlah Bayi Baru Lahir (BBL) rujukan dengan asfiksia

  • Jumlah bayi baru lahir (BBL) rujukan dengan asfiksia
  • Dalam hal ini RS mencatat jumlah bayi baru lahir asfiksia rujukan masuk ke RS

31 of 48

5. Jumlah Bayi Baru Lahir (BBL) rujukan dengan asfiksia yang tiba di IGD dengan suhu <36,5 ⁰C

  • Jumlah bayi baru lahir rujukan dengan asfiksia yang tiba di IGD RS dengan suhu <36,5⁰C (hipotermi)
  • Pada bayi yang lahir di luar RS, stabilisasi pra rujukan dan penjagaan suhu selama transport sangat mempengaruhi luaran bayi.

6. Jumlah Bayi Baru Lahir (BBL) dengan rujukan asfiksia yang tiba di IGD dengan GDS (Gula Darah Sewaktu) <47

  • Jumlah Bayi Baru Lahir (BBL) dengan rujukan asfiksia yang tiba di IGD dengan GDS (Gula Darah Sewaktu) < 47.

32 of 48

7. Jumlah Bayi Baru Lahir (BBL) rujukan dengan asfiksia yang tiba di IGD dengan Downe Skore ≥4

  • Jumlah Bayi Baru Lahir (BBL) dengan rujukan asfiksia yang tiba di IGD dengan Downe Skore ≥4. 

8. Jumlah Bayi Baru Lahir (BBL) Asfiksia yang tiba di NICU dengan suhu <36,5 ⁰C

  • Jumlah Bayi Baru Lahir (BBL) dengan Asfiksia (baik rujukan maupun lahir di RS) yang tiba di NICU dengan suhu <36,5 ⁰C .

33 of 48

9. Jumlah Bayi Baru Lahir (BBL) Asfiksia yang tiba di NICU dengan GDS (Gula Darah Sewaktu) <47

  • Jumlah Bayi Baru Lahir (BBL) dengan asfiksia (baik rujukan maupun lahir di RS) yang tiba di NICU dengan GDS (Gula Darah Sewaktu) < 47.

10. Jumlah Bayi Baru Lahir (BBL) dengan asfiksia yang tiba di NICU dengan Downe Skore ≥4

  • Jumlah Bayi Baru Lahir (BBL) dengan asfiksia (baik rujukan maupun lahir di RS) yang tiba di NICU dengan Downe Skore ≥4.

34 of 48

11. Jumlah BBL laki-laki yang tidak bernafas spontan atau asfiksia

  • Jumlah kasus asfiksia pada bayi baru lahir berjenis kelamin laki-laki di RS, pada bayi rujukan dan non-rujukan

12. Jumlah BBL perempuan yang tidak bernafas spontan atau asfiksia

  • Jumlah kasus asfiksia pada bayi baru lahir berjenis kelamin perempuan di RS, pada bayi rujukan dan non-rujukan

35 of 48

13. Jumlah BBL laki-laki yang tidak bernafas spontan atau asfiksia yang mendapatkan resusitasi

  • Jumlah kasus asfiksia pada bayi baru lahir berjenis kelamin laki-laki yang mendapatkan resusitasi di RS, pada bayi rujukan dan non-rujukan
  • Resusitasi neonatus adalah prosedur yang dilakukan kepada neonatus yang mengalami gagal bernapas secara spontan (asfiksia)
  • Prinsip dasar teknik resusitasi neonatus adalah penilaian awal, stabilisasi awal, ventilasi dan oksigenasi, kompresi dada, serta pemberian epinefrin dan volume cairan

36 of 48

14. Jumlah BBL perempuan yang tidak bernafas spontan atau asfiksia yang mendapatkan resusitasi

  • Jumlah kasus asfiksia pada bayi baru lahir berjenis kelamin perempuan yang mendapatkan resusitasi di RS, pada bayi rujukan dan non-rujukan
  • Resusitasi neonatus adalah prosedur yang dilakukan kepada neonatus yang mengalami gagal bernapas secara spontan (asfiksia)
  • Prinsip dasar teknik resusitasi neonatus adalah penilaian awal, stabilisasi awal, ventilasi dan oksigenasi, kompresi dada, serta pemberian epinefrin dan volume cairan

37 of 48

15. Jumlah BBL yang tidak bernafas spontan atau asfiksia yang mendapatkan resusitasi dengan stimulasi

  • Jumlah kasus asfiksia pada bayi baru lahir yang mendapatkan resusitasi dengan cara stimulus di RS, pada bayi rujukan dan non-rujukan
  • Stimulasi adalah rangsangan (tindakan) pro-aktif yang diberikan kepada bayi, seperti membersihkan jalan napas, mengusap punggung/kaki bayi dan/atau memberikan rangsangan taktil
  • Stimulasi adalah langkah awal dari resusitasi. Kemungkinan bayi asfiksia bisa kembali bernafas spontan setelah dilakukan stimulasi. Jadi data yang dihitung adalah bayi asfiksia yang mendapatkan resusitasi sampai langkah awal saja (stimulasi)

38 of 48

16. Jumlah BBL yang tidak bernapas spontan atau asfiksia yang mendapatkan resusitasi dengan bantuan alat

  • Jumlah kasus asfiksia pada bayi baru lahir yang mendapatkan resusitasi dengan bantuan alat di RS, pada bayi rujukan dan non-rujukan
  • Yang dimaksud dengan bantuan alat adalah semua alat yang digunakan untuk memberikan pertolongan pada kasus asfiksia, seperti ambubag/bag and mask atau VTP atau T-piece atau CPAP (mix safe)
  • Jika bayi tidak bernafas spontan dengan stimulasi, maka langkah resusitasi lanjutan adalah memberikan tekanan positif (VTP)  ke paru - paru bayi menggunakan alat dan bisa dilanjutkan dengan memberikan PEEP menggunakan T-Piece resusitator . Jadi data yang dihitung adalah bayi asfiksia yang mendapatkan resusitasi sampai langkah awal (stimulasi) dan menggunakan bantuan alat

39 of 48

17. Jumlah BBL dengan asfiksia yang mendapatkan VTP dalam 1 menit setelah langkah awal

  • Jumlah BBL dengan asfiksia (yang ditandai dengan apgar skor ≤5 pada menit ke 5) yang mendapatkan VTP dalam 1 menit setelah langkah awal , diantara seluruh bayi baru lahir dengan asfiksia. 

40 of 48

18. Jumlah BBL dengan asfiksia yang mendapatkan T-piece resuscitator/CPAP dalam 2 menit setelah langkah awal

  • Jumlah BBL dengan asfiksia (yang ditandai dengan apgar skor ≤5 pada menit ke 5) yang mendapatkan T-piece resuscitator (CPAP) dalam 2 menit setelah langkah awal dan stimulasi tambahan tapi tetap menunjukkan pernapasan spontan dengan retraksi dada, merintih atau takipnue), diantara semua bayi dengan asfiksia 

41 of 48

19. Jumlah Bayi Baru Lahir (BBL) sakit pasca rawat yang diberikan daftar tilik pematauan di rumah

  • Jumlah Bayi Baru Lahir (BBL) sakit pasca rawat NICU dengan kondisi terkait asfiksia diberikan edukasi pemantauan di rumah dan daftar tilik pematauan di rumah

20. Jumlah SC atas indikasi (hipoksia janin/fetal distress/gawat Janin) 

  • Jumlah SC atas indikasi hipoksia janin/fetal distress/gawat Janin

42 of 48

21. Jumlah ibu bersalin yang dilakukan skrining admisi risiko Asfiksia

  • Jumlah ibu bersalin yang dilakukan skrining admisi risiko asfiksia
  • Skrining admisi risiko asfiksia adalah proses penilaian awal secara sistematis terhadap ibu hamil yang masuk ke fasilitas pelayanan persalinan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang meningkatkan risiko bayi mengalami asfiksia lahir.
  • Tujuan skrining ini adalah mendeteksi sedini mungkin kondisi maternal, fetal, atau intrapartum yang dapat menyebabkan gangguan pertukaran oksigen pada bayi, sehingga tim kesehatan dapat menyiapkan antisipasi, pemantauan ketat, dan langkah resusitasi bila diperlukan

43 of 48

22. Jumlah ibu melahirkan yang dilakukan observasi DJJ kala 2

  • Jumlah ibu bersalin kala 2, yang diobservasi menggunakan lembar observasi untuk mencatat DJJ, yang diperiksa setiap setelah ibu kontraksi atau minimal tiap 5 menit.
  • Yang dimaksud dengan:
    • Kala-II adalah fase dari dilatasi (pembukaan) serviks lengkap (10 cm) hingga bayi lahir
    • Observasi adalah melakukan pemantauan DJJ setelah kontraksi selesai atau setelah ibu meneran pada persalinan pervaginam (spontan/vacuum/cara lainnya)
    • Di partograf tidak ada tempat pencatatan DJJ kala II, silahkan buat pencatatan terpisah (CPPT atau lembar tersendiri)

QI Platform (Lama) 🡪 Jumlah ibu bersalin kala 2 yang diobservasi menggunakan lembar observasi khusus

44 of 48

23. Jumlah nakes (yang memberikan pertolongan pada BBL) melakukan drill emergensi resusitasi neonates satu kali per minggu

  • Jumlah tenaga kesehatan yang telah melakukan drill emergensi resusitasi neonatus 
  • Tenaga kesehatan yang diharapkan untuk melakukan drill adalah dokter, bidan dan perawat di unit/bangsal/ruangan yang terlibat dalam pertolongan pada bayi baru lahir
  • Bagi RS dengan jumlah kasus asfiksia sedikit, setiap nakes harus melakukan drill seminggu sekali -- simulasi: jika suster A bekerja di RS dengan jumlah kasus asfiksia sedikit, maka dia harus melakukan drill seminggu sekali pada bulan tersebut (4 atau 5 kali). Jika suster A hanya melakukan drill 3 kali, maka dia tidak dapat dihitung sebagai nakes yang telah melakukan drill pada bulan tersebut
  • Bagi RS dengan jumlah kasus asfiksia banyak, setiap nakes harus melakukan drill sebulan sekali -- beri komentar pada cell di QIP
  • Dibuktikan dengan dokumentasi/ catatan kegiatan drill emergensi dan daftar hadir

45 of 48

24. Jumlah nakes (yang memberikan pertolongan pada BBL)

  • Jumlah tenaga kesehatan yang memberikan pertolongan pada bayi baru lahir

46 of 48

25. Jumlah Bayi Baru Lahir (BBL) sakit yang mendapat konsultasi dengan Dokter Jaga Penanggung jawab Pasien (DPJP) selama di Rumah Sakit

  • Jumlah Bayi Baru Lahir (BBL) sakit yang berkaitan dengan asfiksia yang mendapat konsultasi (di mana keluarga diberi kesempatan bertanya dan berdiskusi) dengan Dokter Jaga Penanggung jawab Pasien (DPJP) selama di Rumah Sakit setidaknya saat admisi dan saat akan dipulangkan, di antara semua Bayi Baru Lahir (BBL) yang sakit dan dirawat berkaitan dengan asfiksia.

47 of 48

26. % kepatuhan nakes dalam melakukan cuci tangan

  • Jumlah aksi Hand hygiene yang dilakukan nakes di ruang bayi (yang diobservasi secara sampling berkala dan melakukan cuci tangan pada 5 momen secara lengkap - pada setiap 5 momen dalam 1 shift, maksimal observasi per hari 3 orang), di antara seluruh opportunity yang ada pada shift tersebut (lihat petunjuk).

48 of 48

TERIMA KASIH

Presentasi ini dapat terwujud berkat dukungan dari rakyat Amerika melalui Kementerian Luar Negeri A.S. melalui perjanjian kerjasama #7200AA20CA00002, dilaksanakan oleh Jhpiego dan para mitra. Informasi yang diberikan pada presentasi ini adalah tanggung jawab dari MOMENTUM Country and Global Leadership, dan tidak mewakili pandangan Kementerian Luar Negeri A.S. atau pemerintah Amerika Serikat.