1 of 30

Sumber : shutterstock.com

SISTEM EKSKRESI PADA MANUSIA

BAB

10

2 of 30

PETA KONSEP

3 of 30

Kita pasti pernah berkeringat. Keringat merupakan salah satu sisa aktivitas metabolisme yang bila tidak dikeluarkan akan meracuni tubuh. Zat-zat sisa dikeluarkan melalui organ-organ tertentu.

Sumber : pixabay.com/skeeze

SISTEM EKSKRESI MANUSIA

Apa saja organ-organ tersebut? Bagaimana cara organ-organ tersebut mengeluarkan zat-zat sisa? Bagaimana jika terjadi kerusakan pada organ-organ tersebut?

4 of 30

  • Proses metabolisme menghasilkan energi dan zat berguna bagi tubuh. Selain itu, dihasilkan juga zat-zat sisa yang tidak diperlukan oleh tubuh.
  • Zat sisa tersebut bersifat racun dan dapat membahayakan tubuh, karenanya harus dikeluarkan dari tubuh.
  • Proses pengeluaran zat sisa tersebut disebut Ekskresi.
  • Organ-orang yang berperan dalam proses ekskresi meliputi, kulit, ginjal, paru-paru, dan hati.

ORGAN-ORGAN PENYUSUN SISTEM EKSKRESI

5 of 30

  • KULIT

Kulit adalah organ pelindung yang menutupi seluruh permukaan tubuh zat sisa metabolism dikeluarkan dalam bentuk keringat.

Kulit terdiri atas 3 lapisan, yaitu:

Lapisan kulit ari (epidermis)

Lapisan kulit jangat (dermis)

Jaringan bawah kulit (subkutan)

ORGAN-ORGAN PENYUSUN SISTEM EKSKRESI

6 of 30

Kulit ari terdiri atas tiga lapisan, yaitu:

  1. Lapisan tanduk (stratum korneum)
  2. Lapisan granula (stratum granulosum)
  3. Stratum germinativum
  • Lapisan tanduk merupakan jaringan mati yang terdiri atas banyak lapi sel pipih. Berfungsi untuk melindungi sel-sel di dalamnya dan mencegah masuknya kuman penyakit
  • Lapisan granula terdiri dari sel bergranula yang kelamaan akan mati dan terdorong keatas menjadi bagian dari lapisan tanduk. Berfungsi untuk melindungi kulit dari sengatan sinar matahari
  • Stratum germinativum mengandung sel-sel baru yang akan terdorong ke atas enjadi bagian lapisan granula

Kulit ari (epidermis)

  • KULIT

ORGAN-ORGAN PENYUSUN SISTEM EKSKRESI

7 of 30

Kulit jangat (dermis)

Kulit jangat terletak di bawah lapisan kulit ari. Terdapat pembuluh darah, kelenjar keringat (glandula sudorifera), kelenjar minyak (glandula sebassea) dan kantong rambut dan ujung—ujung saraf indra peraba.

Ujung-ujung saraf indra meliputi,

    • Ujung saraf peraba dingin (Korpuskula Krausse)
    • Ujung saraf peraba panas (Korpuskula Ruffini)
    • Ujung saraf peraba tekanan (Korpuskula Paccini)
    • Ujung saraf peraba sentuhan (Korpuskula Maissner
    • Ujung saraf peraba nyeri
  • KULIT

ORGAN-ORGAN PENYUSUN SISTEM EKSKRESI

8 of 30

  • Kelenjar minyak (glandula sebasea), berfungsi menghasilkan minyak (sebum) untuk meminyaki rambut agar tidak kering.
  • Di bawah kantong rambut terdapat pembuluh kapiler yang mengangkut sari makanan ke akar rambut, sehingga rambut terus tumbuh.
  • Di dekat akar rambut terdapat otot rambut yang berfungsi untuk kontraksi rambut sebagai respons terhadap rangsang dari lingkungan.

Kulit jangat (dermis)

  • KULIT

ORGAN-ORGAN PENYUSUN SISTEM EKSKRESI

9 of 30

  • Kelenjar keringat (glandula sudorifera) berbentuk pipa terpilin, memanjang dari epidermis masuk ke bagian dermis.
  • Kelenjar keringat dikelilingi pembuluh darah dan saraf. Dari pembuluh dari tersebut, kelenjar keringat menyerap cairan jaringan, meliputi air, larutan garam, dan urea.
  • Cairan jaringan tersebut dikeluarkan sebagai keringat. Pengeluarannya dipengaruhi oleh, cuaca, aktivitas, makanan, dan minuman.

Kulit jangat (dermis)

  • KULIT

ORGAN-ORGAN PENYUSUN SISTEM EKSKRESI

10 of 30

Jaringan Bawah Kulit (SubKutan)

Pada jaringan bawah kulit, terdapat jaringan lemak atau adiposa. Jaringan ini berfungsi untuk menyimpan lemak sebagai cadangan makanan dan menjaga suhu tubuh agar tetap hangat.

Sumber: Dokumen penerbit

Kulit jangat (dermis)

  • KULIT

ORGAN-ORGAN PENYUSUN SISTEM EKSKRESI

11 of 30

Zat yang dikeluarkan oleh paru-paru adalah karbon dioksida (CO2) dan uap air (H2O) yang dihasilkan dari proses pernapasan

Jadi, fungsi paru-paru adalah mengeluarkan karbon dioksida dan uap air yang sudah tidak digunakan lagi oleh tubuh

Sumber: pixabay.com/ClkerFreeVectorImages

  • PARU-PARU

ORGAN-ORGAN PENYUSUN SISTEM EKSKRESI

12 of 30

Bentuk ginjal dan posisinya dalam tubuh manusia

Berbentuk seperti kacang merah. Panjang sekitar 10 cm, beratnya kurang lebih 170 g, letaknya di dalam rongga perut, berjumlah dua, dan berwarna merah keunguan.

Zat sisa metabolisme dikeluarkan dalam bentuk air seni (urine). Kandungan urin yaitu, air, urea, dan garam mineral.

Sumber: dokumen penerbit

  • GINJAL

ORGAN-ORGAN PENYUSUN SISTEM EKSKRESI

13 of 30

(a) Irisan melintang struktur dalam ginjal dan (b) struktur nefron

Ginjal tersusun atas kulit ginjal (korteks), sumsum ginjal (medula), dan rongga ginjal (pelvis).

  • GINJAL

ORGAN-ORGAN PENYUSUN SISTEM EKSKRESI

14 of 30

Ginjal

Medula

Pelvis

Korteks

Tubulus

Badan Malpighi

Glomerulus

Kapsula Bowman

Tubulus Kontortus Proksimal

Tubulus Kontortus Distal

Tubulus Kontortus Kolektivus

Nefron

Lengkung Henle

  • GINJAL

ORGAN-ORGAN PENYUSUN SISTEM EKSKRESI

15 of 30

Ginjal berperan sebagai alat ekskresi dengan cara menyaring darah dan zat-zat sisa yang terdapat dalam darah dapat dikeluarkan dalam bentuk air seni (urine).

Penyaringan darah sehingga berbentuk urin meliputi tiga tahapan, yaitu:

  • Penyaringan (filtrasi)
  • Penyerapan kembali (reabsorpsi)
  • Pengumpulan (augmentasi)
  • GINJAL

ORGAN-ORGAN PENYUSUN SISTEM EKSKRESI

16 of 30

Penyaringan (filtrasi)

  • Proses filtrasi dapat dilihat pada bagan disamping.
  • Membran glomerulus dan kapsula bowman bersifat permeabel terhadap air dan zat terlarut berukuran kecil. Oleh karena itu, molekul-molekul besar dapat tersaring.
  • Urine primer masih mengandung air, glukosa, asam amino, dan garam mineral.

Hasil filtrasi: Urine primer

Plasma darah dan zat terlarut disaring oleh glomerulus

Cairan tubuh keluar dari pembuluh arteri ginjal lalu masuk ke bada Malpighi

Darah yang mengandung sisa metabolism masuk ke arteri ginjal

  • GINJAL

ORGAN-ORGAN PENYUSUN SISTEM EKSKRESI

17 of 30

Urine sekunder mengandung air, garam, urea, dan pigmen empedu yang memberi warna dan bau pada urin.

Hasil Reabsorpsi: Urin Sekunder

Zat berguna seperti gula, vitamin, asam amino, ion, air kembali ke pembuluh darah

Masuk dalam Tubulus Kontortus Proksimal, untuk reabsorpsi zat-zat yang masih berguna

Urine primer

Penyerapan kembali (reabsorpsi)

  • GINJAL

ORGAN-ORGAN PENYUSUN SISTEM EKSKRESI

18 of 30

  • Urine kemudian disalurkan melalui tubulus kolektivus ke rongga ginjal.
  • Dari rongga ginjal, urine menuju ke kandung kemih melalui saluran ginjal (ureter).

Hasil Augmentasi: Urine

Masuk dalam Tubulus Konturtus Distal,lalu ditambah zat sisa lain seperti asam urat, ion hydrogen dan kreatin

Urine Sekunder

Pengumpulan (augmentasi)

  • GINJAL

ORGAN-ORGAN PENYUSUN SISTEM EKSKRESI

19 of 30

Urine keluar melalui saluran kencing (uretra)

Otot kandung kemih meregang dan timbul rasa ingin buang air kecil

Jika kandung kemih penuh maka dinding kandung kemih tertekan

Urin dikumpulkan dalam Tubulus Kontortus Distal. Lalu masuk ke kandung kemih melalui ureter

  • Pengeluaran urine berkaitan dengan pengeluaran keringat yang juga dipengaruhi cuaca.
  • Urin yang dikeluarkan ginjal, sebagian besar (95%) terdiri atas air dan zat terlarut seperti, urea, asam urat, amonia, garam, warna empedu, dan zat yang berlebihan dalam darah (vitamin, obat, dan hormon).

Proses Pengeluaran Urine

  • GINJAL

ORGAN-ORGAN PENYUSUN SISTEM EKSKRESI

20 of 30

Proses Pengeluaran Urine

  • Jika urine mengandung protein, berarti terjadi gangguan atau kerusakan glomerulus.
  • Jika urine mengandung gula, dapat disebabkan oleh
  • Kerusakan pada tubulus ginjal
  • Kadar gula yang tinggi sehingga tubulus ginjal tidak dapat menyerap kembali semua gula yang ada pada filtrat glomerulus → diabetes mellitus, diabetes insipidus.
  • Fungsi ginjal: menyaring darah, mengeluarkan sisa metabolisme, membuang zat-zat yang berbahaya bagi tubuh, dan mengatur keseimbangan air dan garam di dalam darah.
  • GINJAL

ORGAN-ORGAN PENYUSUN SISTEM EKSKRESI

21 of 30

  • Hati merupakan kelenjar tebesar dalam tubuh, terletak dalam rongga perut sebelah kanan di bawah diafragma.
  • Pada orang dewasa normal beratnya kurang dari lebih 2kg dan berwarna merah.
  • Hati menghasilkan empedu, yang memiliki ciri sebagai berikut.
    1. Cairan kehijauan
    2. Rasanya pahit
    3. pH netral
    4. Mengandung kolestrol
    5. Mengandung garam empedu
  • HATI

ORGAN-ORGAN PENYUSUN SISTEM EKSKRESI

22 of 30

  • Empedu yang dihasilkan akan ditampung di dalam kantong empedu dan berfungsi mengemulsikan lemak pada proses pencernaan.
  • Zat warna empedu disebut, bilirubin dan biliverdin.
  • Zat warna tersebut diubah menjadi urobilin oleh bakteri usus dan memberi warna pada feses dan urine.

Letak hati manusia dalam tubuh

Sumber: shutterstock.com

  • HATI

ORGAN-ORGAN PENYUSUN SISTEM EKSKRESI

23 of 30

Fungsi hati adalah sebagai berikut.

  • Salah satu alat ekskresi
  • Tempat penyimpanan gula dalam bentuk glikogen
  • Tempat pembentukan dan pembongkaran protein
  • Tempat pembongkaran sel darah merah
  • Pembentukan dan pengeluaran cairan empedu
  • Menetralkan obat dan racun
  • Tempat pembuatan Vit. A dari provitamin A
  • HATI

ORGAN-ORGAN PENYUSUN SISTEM EKSKRESI

24 of 30

CONTOH SOAL

Jelaskan fungsi hati sebagai alat ekskresi.

Penyelesaian:

Hati mengeluarkan empedu yang berfungsi mengemulsikan lemak dalam proses pencernaan makanan. Hati juga mengeluarkan urea ke dalam ginjal yang merupakan sisa-sisa pencernaan protein.

ORGAN-ORGAN PENYUSUN SISTEM EKSKRESI

25 of 30

Anuria

    • Kegagalan ginjal menghasilkan urin yang dapat disebabkan karena kurangnya tekanan untuk melakukan filtrasi atau terjadi radang glomerulus.

Glikosuria

    • Ditemukan glukosa dalam urin. Hal tersebut karena terjadi kerusakan pada badan malpighi.

Albuminuria

    • Ditemukannya protein albumin dalam urin yang dapat disebabkan karena luka pada membran glomerulus karena penyakit, kenaikan tekanan darah, dan iritasi pada sel-sel ginjal oleh zat seperti racun, bakteri, atau logam berat.

KELAINAN DAN PENYAKIT PADA SISTEM EKSKRESI

26 of 30

Hematuria

    • Ditemukannya keberadaan sel-sel darah merah dalam urine. Penyebabnya karena radang organ-organ sistem urine karena penyakit atau iritasi.

Bilirubinaria

    • Kondisi saat konsentrasi bilirubin dalam urine melebihi batas normal. Disebabkan karena pengaruh penguraian hemoglobin yang berlebihan dalam darah.

Batu Ginjal

    • Kelainan berupa adanya benda keras yang ditemukan dalam saluran ginjal, pelvis, dan saluran urin. Disebabkan karena konsentrasi garam-garam mineral yang berlebihan, penurunan jumlah air, kebasaan dan keasaman urin yang abnormal, atau aktivitas kelenjar tiroid yang berlebihan.

KELAINAN DAN PENYAKIT PADA SISTEM EKSKRESI

27 of 30

Nefritis Glomerulus

    • Radang ginjal yang melibatkan glomerulus. Disebabkan karena reaksi alergi terhadap racun dari bakteri Streptococcus.

Pielonefritis

    • Merupakan radang pelvis, medula, dan korteks karena bakteri. Penyakit ini menyebabkan kerusakan nefron dan korpuskulum renalis.

Sistitis

    • Penyakit radang kandung kemih yang melibatkan lapisan mukosa dan submukosa. Disebabkan karena infeksi bakteri, zar kimia, atau luka mekanis.

KELAINAN DAN PENYAKIT PADA SISTEM EKSKRESI

28 of 30

Nefrosis

    • Kondisi bocornya membran glomerulus. Akibat kebocoran tersebut sebagian besar protein berpindah dari darah ke urin. Karenanya air dan natrium menumpuk dalam tubuh menyebabkan pembengkakan.

Polisistik

    • Disebabkan oleh kerusakan saluran ginjal yang merusak nefron dan menghasilkan kista mirip dilatasi sepanjang saluran.

Gagal Ginjal

    • Disebabkan oleh kondisi yang menggangu fungsi ginjal seperti, nefritis, trauma ginjal, tumor ginjal. Gagal ginjal dapat menyebabkan kematian dalam waktu 1 sampai 2 minggu.

KELAINAN DAN PENYAKIT PADA SISTEM EKSKRESI

29 of 30

Kulit

    • Mandi dua kali sehari menggunakan sabun
    • Menggunakan handuk bersih
    • Menggunakan losion
    • Mengonsumsi air putih yang cukup
    • Makan makanan bergizi
    • berolahraga
    • Istirahat yang cukup

Paru-paru

    • Berolahraga
    • Olah napas
    • Menghindari merokok, asap rokok, asap pabrik, asap kendaraan bermotor
    • Cukup istirahat
    • Mengonsumsi makanan bergizi

KELAINAN DAN PENYAKIT PADA SISTEM EKSKRESI

30 of 30

Ginjal

    • Tidak menahan kencing
    • Tidak duduk terlalu lama
    • Tidak mengonsumsi minuma beralkohol dan pemicu stamina
    • Minum air putih yang cukup
    • Makan makanan bergizi.

Hati

    • Bekerja dan berolahrga tidak berlebihan

KELAINAN DAN PENYAKIT PADA SISTEM EKSKRESI