Teori Pengambilan Keputusan
MKPK Pekan ke-9
Muhamad Wahid Ibrahim, M.Sc.
Apa kabar?
Section
Pengantar
Model Pengambilan Keputusan
Contoh Soal
Teori Pengambilan Keputusan
Teknik Linear Programming digunakan untuk membantu pengambilan keputusan dengan dasar informasi yang bersifat pasti dan sempurna. Kenyataannya, dalam dunia bisnis, seringkali informasi tidak tersedia secara sempurna. Hal ini menyebabkan Teknik linear programming tidak dapat digunakan. Jikapun digunakan, maka hasilnya kurang akurat.
Model pengambilan keputusan
03
Pengambil keputusan tidak dapat menentukan probabilitas terjadinya berbagai kondisi atau outcomes. Hanya kemungkinan outcomes yg diketahui, namun tidak dengan probabilitas setiap outcomes.
Keadaan tidak pasti (Uncertainty)
02
Diasumsikan bahwa pengambil keputusan mengetahui probabilitas yang akan terjadi terhadap berbagai tindakan dan hasilnya (outcomes). Solusi terbaik adalah keputusan yang memaksimalkan Expected Monetary Value (EMV).
Keadaan Berisiko
01
Hasil dari setiap alternative tindakan dapat ditentukan dengan pasti. Contoh untuk memaksimalkan laba, maka hasil perhitungan dengan laba terbesar akan dipilih
Keadaan Pasti (Certainty)
Pengambilan keputusan dalam kondisi pasti
Pengambilan keputusan dalam kondisi pasti menyiratkan bahwa hasil dari setiap alternatif tindakan dapat ditentukan dengan pasti. Semua model linear programming termasuk dalam kelompok masalah dengan kondisi pasti. Hal ini disebabkan akan dapat diketahui hasil yang diperoleh untuk setiap keputusan yang diambil. Contoh pengambilan keputusan dengan kondisi pasti, misalnya suatu model linear programming yang bertujuan memaksimalkan laba. Karena tujuannya jelas, yaitu memaksimalkan laba dan kondisinya pasti (dalam konteks model) maka alternatif investasi atau produk yang memberikan laba terbesar yang akan dipilih
Pengambilan keputusan dalam kondisi risiko
Salah satu ciri masalah yang dihadapi manajer dalam pengambilan keputusan adalah kurang pastinya kejadian-kejadian di masa yang akan datang. Karena kejadian-kejadian di masa yang akan datang digunakan sebagai parameter untuk menentukan keputusan yang akan diambil, hasil keputusannya tergantung sampai seberapa jauh pengambil keputusan dapat memprediksi parameter yang tidak pasti ini. Situasi yang dihadapi oleh pengambil keputusan di bawah kondisi risiko dalah bahwa pengambil keputusan mempunyai lebih dari satu alternatif indakan. Demikian pula diasumsikan bahwa pengambil keputusan mengetahui probabilitas yang akan terjadi terhadap berbagai tindakan dan hasilnya. Masalah-masalah pengambilan keputusan dalam kondisi risiko ini dipecahkan dengan memilih keputusan yang akan memaksimalkan expected return atau Expected Monetary Value (EMV) yang merupakan kriteria optimalitas untuk setiap keputusan.
Penjual koran mengambil koran pagi hari, kemudian menjualnya. Jumlah koran yang akan laku tidak dapat diketahui sebelumnya. Misalkan, setiap koran laku terjual dengan harga Rp350 dan harga belinya Rp200; sedangkan koran yang tidak laku berarti pendapatan Rp 0. Dari catatannya, probabilitas tentang koran yang laku setiap hari tampak sebagai berikut:
Probablitias 0 = Laku 10 = 0,1
Probabilitas 1 = Laku 50 = 0,2
Probabilitas 2 = Laku 100 = 0,4
Probabilitas 3 = Laku 150 = 0,3
Berapa jumlah koran yang harus dibelinya setiap hari?
Untuk menjawab pertanyaan ini kita susun tabel pay-off. Tabel pay-off ini menunjukkan net cash flow antara jumlah koran yang diambil/dibelinya pada pagi hari dan penjualannya. Pay-off dapat dihitung dengan rumus
Pay - off = 350 (jumlah koran yang terjual) - 200 (jumlah koran yang dibeli)
Contoh
Dari Tabel 14.1 terlihat bahwa pada jumlah permintaan koran sebanyak 100 buah dan pembelian sebanyak 50 buah, perhitungannya dilakukan hanya dengan memenuhi sebanyak koran yang dibeli. Untuk lebih jelasnya, pada permintaan sebanyak 100 buah koran dan pembeliannya hanya 50 buah koran perhitungannya adalah sebagai berikut.
Pay-off = 350(50) - 200(50) = 7.500
Setelah tabel pay-off disusun, keputusan optimal dapat ditentukan dengan menghitung Expected Return (ER) atau Expected Monetary Value (EMV)- nya.
Pengambilan keputusan dalam kondisi tidak pasti
Pengambilan keputusan dalam kondisi tidak pasti menyiratkan bahwa mengambil keputusan tidak dapat menentukan probabilitas terjadinya berbagai kondisi atau outcomes. Pengambil keputusan hanya mengetahui kemungkinan outcome dari suatu tindakan, tetapi dia tidak dapat memprediksi berapa probabilitas dari setiap outcome tersebut. Untuk menyelesaikan permasalahan di bawah kondisi tidak pasti ini, digunakan pendekatan:
Pengambilan keputusan dalam kondisi tidak pasti
Pengambilan keputusan dalam kondisi tidak pasti menyiratkan bahwa mengambil keputusan tidak dapat menentukan probabilitas terjadinya berbagai kondisi atau outcomes. Pengambil keputusan hanya mengetahui kemungkinan outcome dari suatu tindakan, tetapi dia tidak dapat memprediksi berapa probabilitas dari setiap outcome tersebut. Untuk menyelesaikan permasalahan di bawah kondisi tidak pasti ini, digunakan pendekatan:
Kriteria Laplace
Pendekatan atas kriteria Laplace menyatakan bahwa kondisi tidak pasti adalah sama dengan mengasumsikan bahwa probabilitas terjadinya berbagai kondisi adalah sama besar. Sebagaimana diuraikan dalam kondisi tidak pasti, pengambil keputusan tidak dapat menentukan/mengetahui probabilitas terjadinya berbagai outcomes. Hal ini menurut kriteria Laplace sama dengan menyatakan bahwa setiap outcomes mempunyai probabilitas yang sama.Dengan menggunakan contoh soal penjaja koran di muka, tabel pay-off dapat disusun sebagia berikut.
Dengan menggunakan kriteria Laplace, keputusan membeli koran sebanyak 50 buah akan memaksimalkan expected returnnya.
Kriteria Maximin
Pendekatan dengan menggunakan kriteria maximin menyatakan bahwa pengambil keputusan harus memilih alternatif keputusan yang akan memaksimalkan pay-off minimum. Karena pendekatan ini menggunakan pay- off minimum dari setiap keputusan, maka kriteria ini merupakan pendekatan yang paling konservatif atau pesimis dalam mengambil keputusan. Dengan menggunakan data pada Tabel pay off 14.1, maka tabel keputusannya dapat dirinci sebagai berikut.
Untuk kriteria maximin, atau memilih keputusan yang menghasilkan nilai maksimum dari minimum pay- off, keputusan membeli koran adalah 10 buah.
Kriteria Maximax
Pendekatan dengan menggunakan kriteria maximax merupakan pendekatan yang optimistik karena pengambil keputusan mengharapkan pay-offnya akan paling baik. Dengan demikian, menurut pendekatan ini pengambil keputusan harus memilih alternatif yang dapat memaksimalkan pay-off yang maksimum. Dengan menggunakan data pada Tabel 14.1, maka tabel keputusannya dapat dirinci pada Tabel 14.4 berikut.
Dengan menggunakan kriteria maximax, keputusan memilih koran adalah sebanyak 150 buah.
Thank you