1 of 33

TEFA SMK

PAPARAN

    • SOSIALISASI BANTUAN PEMERINTAH TEFA
    • WORKSHOP 1 PERSIAPAN PEMBELAJARAN
    • WORKSHOP 2 PENYUSUNAN PERANGKAT AJAR
    • WORKSHOP 3 PENYUSUNAN INSTRUMEN ASESMEN
    • WORKSHOP 4 EVALUASI PENERAPAN TEFA

2 of 33

Tujuan

Workshop Penyusunan Instrumen Asesmen

  1. Finalisasi Perangkat Ajar
  2. Memahami Proses Penyusunan Instrumen Asesmen
  3. Menyusun draft Instrumen Asesmen
  4. Memahami Penyusunan skill passport

3 of 33

  • Verifikasi Perangkat Ajar (4 JP)
  • Proses Penyusunan Instrumen Asesmen (2 JP)
  • Penyusunan dan Pendampingan Pembuatan Draft Instrumen Asesmen: Formatif dan Sumatif (6 JP)
  • Penyusunan Skill Passport (4 JP)

Materi

Workshop Penyusunan Instrumen Asesmen

4 of 33

Materi 1: �Verifikasi Perangkat Ajar

Tujuan

  1. Memahami komponen Perangkat Ajar
  2. Mengevaluasi dan Perbaikan Perangkat Ajar

5 of 33

Perangkat Pembelajaran Berbasis Standar Kompetensi

Dimana dibutuhkan Perangkat Ajar berbasis Kompetensi

4.

Siapa Pengguna Perangkat Ajar berbasis Kompetensi

5.

Bagaimana menerapkan Perangkat Ajar berbasis Kompetensi

6.

Apa itu Perangkat Ajar berbasis Kompetensi

1.

Mengapa perlu Perangkat Ajar berbasis Kompetensi

2.

Kapan dibutuhkan Perangkat Ajar berbasis Kompetensi

3.

Adalah bahan pembelajaran yang dirancang untuk membantu peserta didik memahami dan mencapai standar kompetensi yang ditetapkan dalam kurikulum

  • Memastikan Kesetaraan.
  • Fokus pada Tujuan.
  • Mendukungkemandirian belajar
  • Proses pembelajaran sepanjang kurikulum, terutama dalam konteks pendidikan formal di sekolah, perguruan tinggi, atau pelatihan.
  • Pengajaran klasikal atau dalam pembelajaran jarak jauh.

Di berbagai lingkungan pembelajaran, termasuk kelas, perpustakaan, laboratorium, atau bahkan di rumah jika digunakan untuk pendidikan jarak jauh

  • Guru, instruktur, atau pengajar yang kompeten dalam mata pelajaran atau bidang yang sesuai.
  • Instructional designer, pengembang kurikulum, dan ahli teknologi pendidikan

1) Identifikasi tujuan pembelajaran; 2) Judul modul; 3) Pendahuluan/Latarbelakang; 4) Materi dan aktivitas pembelajaran; 4) Dimensi kompetensi; 5) Kembangkan Latihan dan bukti berkualitas; 6) Kembangkan Asesmen

6 of 33

Instrumen Verifikasi Perangkat Ajar

No

Komponen Perangkat Ajar

Ada

Belum Ada

Tindak Lanjut

1

Identifikasi Produk

2

Analisis Cakupan Kompetensi

3

Perancangan Produk

4

Analisis Kecukupan Sumber Daya

5

Pengerjaan Produk Tefa

6

Penyerahan Hasil Produk

7

Layanan Purna Jual

Rekomendasi : Layak/Belum Layak*)

Tanda Tangan Validator/Pendamping Pusat

Nama

Tanda tangan Kepala Sekolah

Nama

Kolom Ada / belum ada diisi dengan tanda (V)

Tindaklanjut diisi dengan rencana kegiatan yang akan dilaksanakan oleh sekolah

*)Coret yang tidak perlu

7 of 33

Materi 2

Proses Penyusunan Instrumen Asesmen

Tujuan Materi 2

  1. Memahami Proses Penyusunan Instrumen Asesmen
  2. Menyusun Draft Instrumen Asesmen

8 of 33

Pengertian Penyusunan Instrumen Asesmen

Proses yang terstruktur dan sistematis untuk mengembangkan alat atau metode yang dapat digunakan untuk mengukur dan menilai tingkat kompetensi seseorang dalam suatu bidang atau pekerjaan tertentu

9 of 33

ASESMEN

Asesmen Sumatif

Asesmen Formatif

Proses pengumpulan informasi yang sistematis dan terstruktur tentang kemampuan, pengetahuan, sikap, dan keterampilan siswa dalam rangka mendukung pembelajaran yang efektif.

10 of 33

Asesmen Formatif

Penilaian atau asesmen formatif bertujuan untuk memantau dan memperbaiki proses pembelajaran, serta mengevaluasi pencapaian tujuan pembelajaran. Asesmen ini dilakukan

untuk mengidentifikasi kebutuhan belajar peserta didik, hambatan atau kesulitan yang mereka hadapi, dan juga untuk mendapatkan informasi perkembangan peserta didik.

Informasi tersebut merupakan umpan balik bagi

peserta didik dan juga pendidik.

PPA halaman 27

11 of 33

Asesmen Sumatif

Penilaian atau asesmen sumatif pada jenjang pendidikan dasar dan menengah bertujuan untuk menilai pencapaian tujuan pembelajaran dan/atau CP peserta didik sebagai dasar penentuan kenaikan kelas dan/atau kelulusan dari satuan pendidikan. Penilaian pencapaian

hasil belajar peserta didik dilakukan dengan membandingkan pencapaian hasil belajar peserta didik dengan kriteria ketercapaian

tujuan pembelajaran.

12 of 33

  • Bagian terpadu dari proses pembelajaran, fasilitasi pembelajaran, dan penyediaan informasi
  • Dirancang dan dilakukan sesuai dengan fungsi asesmen tersebut
  • Dirancang secara adil, proporsional, valid, dan dapat dipercaya (reliable)
  • Laporan kemajuan belajar dan pencapaian peserta didik bersifat sederhana dan informatif
  • Hasil asesmen digunakan oleh peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, dan orang tua/wali

PRINSIP ASESMEN KURIKULUM MERDEKA

13 of 33

Asesmen Formatif dan Asesmen Sumatif

Asesmen yang dilakukan pada pembelajaran dalam konteks TEFA:

  1. Asesmen Pembelajaran Praktik: adalah asesmen berbasis kelas yang dilakukan oleh guru mata pelajaran selama proses pembelajaran pada TEFA. Bertujuan untuk mengetahui kesiapan peserta didik (asesmen formatif awal) dan memperbaiki proses pembelajaran (asesmen formatif).
  2. Uji Unit Kompetensi (UUK): adalah asesmen (asesmen sumatif) terhadap pencapaian satu atau beberapa unit kompetensi untuk mencapai kemampuan melaksanakan satu bidang pekerjaan spesifik terkait dengan produk/jasa yang dapat membentuk 1 (satu) Skema Sertifikasi Kompetensi (Klaster /Okupasi). UUK merupakan asesmen sumatif dari satu atau lebih unit kompetensi yang dapat digunakan sebagai pendukung Uji Kompetensi Keahlian (UKK) yang dituangkan dalam Work Book
  3. Uji Kompetensi Keahlian (UKK): adalah proses asesmen (asesmen sumatif) melalui pengujian langsung dan atau pengumpulan bukti yang relevan untuk menentukan apakah seseorang kompeten atau belum kompeten pada suatu kualifikasi tertentu. Apabila Ujian Unit Kompetensi (UUK) sudah berjalan dengan baik yang dibuktikan dengan adanya skill passport atau bukti lainnya, maka UKK tinggal menguji atau mengases elemen-elemen dari CP mata pelajaran kejuruan yang belum diujikan, ditambah dengan elemen lain yang dianggap perlu dikonfirmasi.

14 of 33

15 of 33

1. ASESMEN FORMATIF

Asesmen pembelajaran praktik kejuruan adalah asesmen yang dilaksanakan pada awal dan selama proses pembelajaran tersebut berlangsung.

  • Asesmen formatif awal dilakukan pada awal pembelajaran, bertujuan mengidentifikasi kompetensi awal peserta didik.
  • Asesmen formatif dilaksanakan selama proses pembelajaran melalui pengumpulan informasi sebagai bahan umpan balik dan tindak lanjut proses belajar, serta membantu siswa memperbaiki cara belajar dengan menentukan kembali strategi belajar yang sesuai dengan kebutuhannya.

Asesmen formatif pembelajaran praktik pada TEFA bisa berupa: Workbook, SOP, Jobsheet dan bentuk lain yang sesuai.

16 of 33

17 of 33

18 of 33

Contoh Pengisian Buku Kerja/Workbook (Asesmen Formatif)

Form WS.03.01 Contoh Buku Kerja

Form WS.03.02 Contoh Format Lembar Praktik Siswa Unit 1

Form WS.03.03 Contoh Format Rekapitulasi Kegiatan Buku Kerja

19 of 33

2. ASESMEN SUMATIF

A.UJI UNIT KOMPETENSI

Uji Unit Kompetensi (UUK) adalah asesmen sumatif yang dilaksanakan secara bertahap. Penetapan Unit Kompetensi (UK) mengacu pada skema sertifikasi

Prosedur Pelaksanaan UUK

skill passport

20 of 33

B. UJI KOMPETENSI KEAHLIAN (UKK)

Uji Kompetensi Keahlian (UKK) adalah proses asesmen sumatif melalui pengumpulan bukti yang relevan untuk menentukan apakah seseorang kompeten atau belum kompeten pada suatu kualifikasi tertentu

Pemetaan Unit-Unit Kompetensi yang diakui untuk UKK

21 of 33

Materi 3. Penyusunan dan Pendampingan Pembuatan

Draft Instrumen Asesmen

Dapat Menyusun Formulir Instrumen Asesmen Formatif dan Sumatif

22 of 33

Alur Merencanakan Aktivitas dan Proses Asesmen

01

02

03

04

Menentukan Pendekatan Asesmen

Menyiapkan Rencana Asesmen

Identifikasi Persyaratan Modifikasi dan Kontekstualisasi

Menyusun Instrumen Asesmen

    • Mengidentifikasi Asesi, tujuan, dan konteks asesmen dan mengidentifikasi dengan orang yang tepat
    • Mengidentifikasi dan mengakses standar industri atau tempat kerja
    • Menganalisis Unit kompetemsi, persyarat bukti dan aturan bukti
    • Memilih metode dan instrumen asesmen
    • Mengembangkan rencana Asesmen
    • Informasi Asesi dan tempat kerja yang digunakan
    • Memeriksa saran yang diberikan oleh pengembang pelatihan
    • Menganalisis alat asesmen yang ada
    • Mengidentifikasipeluang untuk kegiatan asesmen terintegrasi
    • Menganalisis Instrumen yang tersedia
    • Mengembangkan Instrumen asesmen sesuai standar
    • Memetakan Instrumen Asesmen
    • Menulis Instruksi dengan jelas
    • Memeriksa draft Instrumen

23 of 33

Merencanakan asesmen sumatif dalam skill passport adalah suatu pendekatan yang digunakan untuk merencanakan, mengorganisir, dan mengelola proses asesmen yang berkaitan dengan pemberian skill passport. Hal ini dibutuhkan untuk menghasilkan asesmen atau pengukuran yang akurat, konsisten, dan transparan.

Form WS.03.05 Merencanakan Asesmen Sumatif

24 of 33

Form WS.03.06 Contoh Petunjuk Pengisian: Instrumen Asesmen (sumatif )

Form WS.03.07 Contoh soal Asesmen Sumatif Observasi Langsung

Form WS.03.08 Contoh Pertanyaan Tanya Jawab

Form WS.03.09 Contoh Lembar jawaban Pertanyaan Tanya Jawab

25 of 33

Materi 4

Skill Passport

Tujuan Materi 4

  1. Memahami Skill Passport
  2. Contoh Skill Passport

26 of 33

1. Memahami Skill Passport

Skill passport memudahkan peserta didik pendidik, dan dunia kerja untuk menerapkan pengendalian berbasis identitas melalui catatan uji kompetensi yang dapat diverifikasi.

Tujuan dari skill passport adalah untuk menyediakan gambaran yang komprehensif tentang kemampuan seseorang kepada pihak yang berkepentingan, seperti institusi pendidikan, atau organisasi profesi. Dengan adanya skill passport, seseorang dapat dengan jelas menunjukkan kemampuan dan kompetensi yang dimilikinya pada tahapan tertentu, sehingga memudahkan dalam mencari peluang kerja atau pendidikan, serta meningkatkan kesempatan untuk meraih kesuksesan karir

Skill passport merupakan catatan kompetensi yang dikuasai selama peserta didik belajar di SMK dan dunia kerja.

27 of 33

Skill Passport pada kegiatan TEFA

  1. Fokus pada Keterampilan Spesifik
  2. Fleksibilitas dan Modularitas
  3. Validasi oleh Industri
  4. Pendekatan Pembelajaran Berbasis Proyek
  5. Pemantauan dan Evaluasi Berkelanjutan
  6. Peningkatan Keterlibatan Industri

28 of 33

2. Prosedur Penyusunan Skill Passport

Pendidikan kejuruan memegang peran penting dalam menyiapkan siswa untuk memasuki dunia kerja. Dalam upaya untuk meningkatkan relevansi pendidikan dengan tuntutan industri, pengenalan Skill Passport dalam kegiatan TEFA di sekolah menengah kejuruan adalah langkah yang penting. Skill Passport memberikan pengakuan terhadap keterampilan spesifik yang relevan dengan industri, meningkatkan daya saing siswa di pasar kerja yang semakin kompetitif. Tujuan prosedur penyusunan Skill Passport adalah untuk memastikan dokumen-dokumen tersebut merangkum keterampilan, pengetahuan, dan pengalaman siswa.

Hal ini akan membantu siswa dalam memvisualisasikan dan mengkomunikasikan kemampuan siswa kepada pihak lain seperti industri atau pihak-pihak yang membutuhkan lainnya

29 of 33

IDENTIFIKASI SISWA

Nama Siswa dan Kelas

1

DESKRIPSI KETERAMPILAN

Unit Kompetensi dan Elemen

3

SERTAKAN BUKTI PENDUKUNG

EVALUASI KETERAMPILAN

Uji Mandiri Siswa dan Hasil

4

Buku Kerja

5

LANGKAH PENYUSUNAN

FORMAT DAN DESAIN

SKILL PASSPORT

6

IDENTIFIKASI KEAHLIAN

Kosentrasi Keahlian dan Judul Skema

2

REVIEW DAN REVISI

7

PEMELIHARAAN DAN PEMBAHARUAN

8

30 of 33

31 of 33

Link skema Sertifikasi Mitras DUDI - Penyelarasan

Link Bantuan

32 of 33

LK Form WS.03.01

LK Form WS.03.02

LK Form WS.03.03

LK Form WS.03.04

LK Form WS.03.05

LK Form WS.03.06

LK Form WS.03.07

LK Form WS.03.08

LK Form WS.03.09

Link Lembar Kerja

33 of 33

  1. Membuat Skilset (Skema Sertifikasi Singkronisasi)
  2. Analisis Cakupan Kompetensi
  3. Modul Ajar

TUGAS AKHIR WORKSHOP PENDAMPINGAN PEMBELAJARAN MATERI TEFA