ASESMEN (PENILAIAN) DALAM PEMBELAJARAN KURIKULUM MERDEKA
MULAI DARI DIRI
Sebelum menelaah materi pada sesi ini, marilah kita mendiskusikan studi kasus
berikut ini…
Bu Indah melakukan penilaian selama proses pembelajaran berlangsung dan pada akhir semester. Untuk itu, Beliau tidak hanya memberikan tes tertulis, tetapi juga mengamati sikap dan keaktifan siswa selama belajar. Hasil penilaian ini dilaporkan Bu Indah dalam bentuk angka dan narasi dalam rapor di akhir semester.
Bagaimana pendapat Bapak/Ibu tentang penilaian yang dilakukan oleh Bu Indah tersebut?
belajar siswa?
ditingkatkan untuk memberikan manfaat?
Selanjutnya mari kita merefleksikan pengalaman yang kita miliki dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut ini….
EKSPLORASI KONSEP
Pada akhir sesi ini, Bapak/Ibu akan memahami tentang…
Prinsip Asesmen
Jenis dan Fungsi Asesmen Paradigma Asesmen
Langkah-Langkah Perencanaan, Pelaksanaan, dan Pengolahan Asesmen Formatif dan Sumatif
Prinsip-prinsip Pelaporan Asesmen
Pertama-tama mari kita pelajari tentang…
Jenis dan Fungsi Asesmen
Paradigma Asesmen
Prinsip Asesmen
5PRINSIP ASESMEN
Apa yang perlu diperhatikan dalam menerapkan prinsip asesmen pada pembelajaran paradigma baru?
Selanjutnya mari kita pelajari tentang…
Paradigma Asesmen
Langkah-Langkah Perencanaan, Pelaksanaan,
dan Pengolahan Asesmen Formatif dan Sumatif
Jenis dan Fungsi Asesmen
Jenis Asesmen berdasarkan fungsinya:
Assessment as Learning: asesmen sebagai proses pembelajaran
Assessment for Learning: asesmen untuk proses
pembelajaran
Assessment of learning: asesmen pada akhir proses pembelajaran
Selama ini pelaksanaan asesmen cenderung berfokus pada asesmen sumatif (assessment OF learning) yang dijadikan acuan untuk mengisi laporan hasil belajar, sehingga hasil asesmen belum dimanfaatkan sebagai umpan balik untuk perbaikan pembelajaran.
Pada pembelajaran paradigma baru, pendidik diharapkan menyelenggarakan lebih banyak asesmen formatif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
Asesmen SEBAGAI Proses Pembelajaran (Assessment AS Learning) | Asesmen UNTUK Proses Pembelajaran (Assessment FOR Learning) | Asesmen PADA AKHIR Proses Pembelajaran (Assessment OF Learning) |
proses pembelajaran |
proses pembelajaran
|
|
|
sumatif | |
Perbedaan assessment as dan for learning adalah assessment as learning lebih melibatkan peserta didik secara aktif dalam kegiatan asesmen tersebut. Peserta didik diberi pengalaman untuk belajar menjadi penilai bagi diri sendiri dan temannya. Penilaian diri (self assessment) dan penilaian antar teman merupakan contoh assessment as learning. | ||
Dalam assessment as learning peserta didik sebaiknya dilibatkan dalam merumuskan prosedur, kriteria, maupun rubrik/pedoman asesmen sehingga mereka mengetahui dengan pasti apa yang harus dilakukan agar memperoleh capaian belajar yang maksimal. | | |
Paradigma Asesmen
Langkah-Langkah Perencanaan, Pelaksanaan, dan Pengolahan Asesmen Formatif dan Sumatif
Prinsip-prinsip Pelaporan Asesmen
1
Penerapan pola berpikir bertumbuh
(growth mindset)
Kesalahan dalam belajar itu wajar.
kesalahan akan menstimulasi perkembangan otak peserta didik jika diterima, dikomunikasikan dan dicarikan solusi
Belajar bukan tentang
kecepatan,
Tetapi tentang pemahaman, penalaran, penerapan, serta kemampuan menilai dan berkarya secara mendalam.
Lingkungan belajar
Pengondisian lingkungan belajar (fisik dan psikis) di sekolah dan rumah akan mempengaruhi pencapaian hasil belajar
Ekspektasi pendidik yang positif akan sangat mempengaruhi performa peserta didik.
Berlatih melakukan asesmen
membiasakan peserta didik untuk melakukan asesmen diri, asesmen antarteman, refleksi diri, dan pemberian umpan balik antarteman.
Paradigma Asesmen
Setiap peserta didik unik,
Mereka memiliki peta jalan belajar yang berbeda, dan tidak perlu dibandingkan dengan teman- temannya.
Apresiasi /Umpan Balik
Pemberian umpan balik yang tepat akan berpengaruh pada motivasi belajar peserta didik.
Ladder of Feedback
Klarifikasi
Penilaian
Perhatian
Saran
Apresiasi
terjadi?
untuk …
…
bagaimana …
menghapus bagian
…
Contoh praktik baik memberikan umpan balik secara berjenjang
Paradigma Asesmen
Terpadu
Asesmen dilaksanakan terpadu dengan pembelajaran mencakup kompetensi pada ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang saling terkait. Rumusan capaian pembelajaran telah mengakomodasi tiga ranah
tersebut.
02
Keleluasaan dalam Menentukan Waktu Asesmen
Asesmen diagnostic
Asesmen formatif
Asesmen sumatif
03
Paradigma Asesmen
Keleluasaan dalam
Menentukan Jenis Asesmen
Pendidik diberikan keleluasaan dalam merencanakan dan menggunakan jenis asesmen dengan mempertimbangkan: karakteristik mata pelajaran, karakteristik dan kemampuan peserta didik, capaian pembelajaran, dan tujuan pembelajaran, serta sumber daya pendukung yang tersedia.
04
Keleluasaan dalam Menggunakan Teknik dan Instrumen Asesmen
Pendidik diberikan keleluasaan dalam menggunakan
Teknik (cth: observasi, performa, tes tertulis/lisan) dan instrumen penilaian (cth: rubrik, eksemplar, ceklist, catatan anekdotal, grafik perkembangan peserta didik).
05
Paradigma Asesmen
6. Keleluasaan dalam Menentukan Kriteria
Ketercapaian Tujuan Pembelajaran
kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran menjadi sumber informasi atau data bagi pendidik untuk menentukan tindak lanjut penyesuaian pembelajaran sesuai kondisi peserta didik.
8. Keleluasaan dalam Menentukan Kriteria Kenaikan Kelas
Pendidik dan satuan pendidikan diberikan keleluasaan untuk menentukan kriteria kenaikan kelas, dengan mempertimbangkan:
7. Keleluasaan dalam Mengolah
Hasil Asesmen
Pengolahan hasil asesmen dilakukan dengan memanfaatkan hasil formatif dan sumatif. Terdapat 2 jenis data yaitu data hasil asesmen yang berupa angka (kuantitatif) serta data hasil asesmen yang berupa narasi
(kualitatif).
Selanjutnya mari kita pelajari tentang…
Prinsip-prinsip Pelaporan Asesmen
Langkah-Langkah Perencanaan, Pelaksanaan,
dan Pengolahan Asesmen Formatif dan Sumatif
Alur Asesmen
4. Pelaksanaan Asesmen Formatif dan Sumatif
5. Mengolah Hasil Asesmen
Menggunakan alur tujuan pembelajaran yang telah disusun, kemudian identifikasi tujuan pembelajaran yang menjadi kompetensi yang diinginkan. → misalnya menyajikan, menggeneralisasi, membandingkan, memperkirakan, mengukur, mengobservasi, dan lain-lain.
1
Contoh
2. Mengidentifikasi bentuk asesmen yang hendak dilakukan untuk mengukur pembelajaran secara formatif maupun sumatif.
Contoh
3. Membuat instrumen asesmen formatif dan sumatif bersamaan dengan menyusun modul ajar.
Contoh rubrik jika asesmen berupa kinerja
3. Membuat instrumen asesmen formatif dan sumatif bersamaan dengan menyusun modul ajar.
Contoh rubrik jika asesmen berupa tes
4. Pelaksanaan Asesmen Formatif dan Sumatif
Asesmen Sumatif
Asesmen Formatif
Bentuk Asesmen Formatif dan Sumatif
Contoh bentuk asesmen tidak tertulis
Diskusi kelas Drama
Produk Presentasi
kemampuan berkomunikasi
Tes Lisan
Bentuk Asesmen Formatif dan Sumatif
Contoh bentuk asesmen tertulis
Refleksi Jurnal
Esai
dan daya analisis murid.
Poster
Tes Tertulis
Mengolah Hasil Asesmen
Terdapat tiga alternatif pengolahan hasil asesmen yang dapat dijadikan inspirasi
satuan pendidikan, antara lain:
Alternatif 1: Mengolah seluruh data formatif dan sumatif, untuk dijadikan nilai rapor.
Alternatif 2: Mengolah seluruh data formatif dan sumatif, untuk dijadikan nilai rapor.
Alternatif 3: Mengolah seluruh data formatif dan sumatif, untuk dijadikan nilai rapor.
Alternatif 1: Mengolah seluruh data formatif dan sumatif, untuk dijadikan nilai rapor.
Keunggulan: Kelemahan:
Hal yang Harus Ditinggalkan:
Alternatif 1
Alternatif 2: Mengolah seluruh data formatif dan sumatif, untuk dijadikan nilai rapor.
Keunggulan:
Kelemahan:
Hal yang Harus Ditinggalkan:
Alternatif 2
Lanjutan Alternatif 2
Alternatif 3: Mengolah seluruh data formatif dan sumatif, untuk dijadikan nilai rapor.
Keunggulan: Kelemahan:
menentukan tujuan pembelajaran yang akan dinilai secara kuantitatif.
asesmen formatif kurang lengkap dan tidak terdokumentasikan dengan baik.
Hal yang Harus Ditinggalkan:
Alternatif 3
Lanjutan Alternatif 3
Catatan:
Penyajian Hasil Asesmen ke Dalam Rapor: Alternatif 1
Penyajian Hasil Asesmen ke Dalam Rapor: Alternatif 2
Penyajian Hasil Asesmen ke Dalam Rapor: Alternatif 3
Selanjutnya mari kita pelajari tentang…
Prinsip-prinsip Pelaporan Asesmen
Pelaporan Hasil Belajar
Bentuk Pelaporan Hasil Belajar yang Efektif
Melibatkan orang-tua peserta didik, peserta didik dan pendidik
sebagai partner.
Merefleksikan nilai-nilai yang dianut oleh sekolah.
Menyeluruh, jujur, adil dan dapat dipertanggung jawabkan. Jelas dan mudah dipahami oleh semua pihak.
Perbedaan pelaporan belajar dan pelaporan hasil belajar
Bentuk Pelaporan selain Rapor
Portofolio
Contoh bentuk Pelaporan selain rapor
Diskusi / Konferensi
Pameran Karya
Laporan Hasil Belajar (Rapor)
Yang perlu diperhatikan dalam melaporkan hasil belajar:
Yang sebaiknya dihindari:
Format Laporan Hasil Belajar (Rapor) - DASMEN
Format Daftar Nilai SMAN 1 Serang Baru
Evaluasi Pembelajaran dan Asesmen
Melakukan refleksi pembelajaran dan asesmen pada masing-masing modul ajar.
Mengidentifikasi apa saja yang sudah berhasil dan apa saja yang perlu diperbaiki.
Menindaklanjuti dengan memodifikasi modul ajar selanjutnya.
Pada akhir sesi ini, peserta mampu…
Bagaimana hasil asesmen ini dapat dimanfaatkan untuk perencanaan pembelajaran berikutnya?