1 of 133

Oleh:

  1. Wigati Hadi Omegawati
  2. Rumiyati
  3. Teo Sukoco

BIOLOGIPeminatan Matematika dan Ilmu-Ilmu Alam

SMA/MA Kelas XII

2 of 133

Disklaimer

  • PowerPoint pembelajaran ini dibuat sebagai alternatif guna membantu Bapak/Ibu Guru melaksanakan pembelajaran.

  • Materi PowerPoint ini mengacu pada Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD) Kurikulum 2013.

  • Dengan berbagai alasan, materi dalam PowerPoint ini disajikan secara ringkas, hanya memuat poin-poin besar saja.

  • Dalam penggunaannya nanti, Bapak/Ibu Guru dapat mengembangkannya sesuai kebutuhan.

  • Harapan kami, dengan PowerPoint ini Bapak/Ibu Guru dapat mengembangkan pembelajaran secara kreatif dan interaktif.

3 of 133

Daftar Isi

S

E

M

E

S

T

E

R

1

S

E

M

E

S

T

E

R

2

4 of 133

�PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN �

I

A. Pertumbuhan dan Perkembangan pada Tumbuhan

B. Pertumbuhan dan Perkembangan pada Hewan serta Manusia

C. Merencanakan dan Melaksanakan Percobaan tentang Faktor Luar yang Memengaruhi Pertumbuhan serta Perkembangan pada Tumbuhan

BAB

5 of 133

A. Pertumbuhan dan Perkembangan pada Tumbuhan

  1. Pengertian Pertumbuhan dan Perkembangan
  2. Faktor-Faktor yang Memengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan

6 of 133

1. Pengertian Pertumbuhan dan Perkembangan

Pertumbuhan adalah proses bertambahnya ukuran (volume, massa, tinggi) pada makhluk hidup yang bersifat irreversible.

Perkembangan adalah proses perubahan yang menyertai pertumbuhan menuju tingkat pematangan atau kedewasaan makhluk hidup.

Pertambahan Tinggi Tanaman

Munculnya Bunga

7 of 133

Grafik Sigmoid

Pengukuran pertumbuhan dapat dinyatakan dalam bentuk grafik sigmoid.

8 of 133

Jenis-Jenis Perkecambahan

  • Perkecambahan Epigeal

  • Perkecambahan Hipogeal

Pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan diawali dengan perkecambahan biji.

9 of 133

Jenis-jenis Pertumbuhan

  • Pertumbuhan Primer

  • Pertumbuhan Sekunder

10 of 133

2. Faktor-Faktor yang Memengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan

Faktor Internal

Faktor Eksternal

Intraseluler

Interseluler

Gen

Auksin

Air

Giberelin

Cahaya

Sitokinin

Kelembapan

Hormon Etilen

Nutrien

Asam Absisat

Suhu

Asam Traumalin

Oksigen

Kalin

Nilai pH

11 of 133

B. Pertumbuhan dan Perkembangan pada Hewan serta Manusia �

12 of 133

�1. Pertumbuhan dan Perkembangan pada Hewan�

    • Tahap Morulasi
    • Tahap Blastulasi
    • Tahap Gastrulasi
    • Tahap Organogenesis

Fase Embrionik

    • Metamorfosis
    • Metagenesis

Fase Pasca Embrionik

13 of 133

Metamorfosis

Metamorfosis adalah perubahan bentuk secara bertahap yang dialami hewan semasa hidupnya

Metamorfosis tidak sempurna

Metamorfosis sempurna

14 of 133

Metagenesis

  • Metagenesis Obelia

  • Metagenesis Aurelia

Metagenesis adalah pergiliran keturunan dari generasi gametofit ke generasi sporofit atau sebaliknya

15 of 133

2. Pertumbuhan dan Perkembangan pada Manusia

Masa Balita (Bawah Lima Tahun, 0–5 Tahun)

Masa Kanak-Kanak (6–10 Tahun)

Masa Remaja (11–18 Tahun)

Masa Dewasa (19–50 Tahun)

Masa Lanjut Usia (Manula, 50 Tahun ke Atas)

16 of 133

Faktor-Faktor yang Memengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan Hewan serta Manusia

Faktor Internal

Faktor Eksternal

Gen

Hormon

Hewan

Manusia

Tiroksin

Tiroksin

Nutrien

Somatomedin

Somatotropin

Air

Ekdison dan Juvenil

Testosteron

Cahaya Matahari

Estrogen

Oksigen

Progesteron

Lingkungan

17 of 133

C. Merencanakan dan Melaksanakan Percobaan tentang Faktor Luar yang Memengaruhi Pertumbuhan serta Perkembangan pada Tumbuhan

Merancang Percobaan

Melakukan Percobaan

Menganalisis Data dan Menarik Kesimpulan

Menyusun Laporan Percobaan

18 of 133

METABOLISME SEL

II

A. Enzim

B. Katabolisme

C. Anabolisme

BAB

19 of 133

A. Enzim

  1. Komponen Enzim
  2. Sifat-Sifat Enzim
  3. Mekanisme Kerja Enzim
  4. Faktor-Faktor yang Memengaruhi Kerja Enzim

20 of 133

1. Komponen Enzim

Berdasarkan komponen penyusunnya, enzim dibedakan menjadi enzim sederhana dan enzim kompleks.

Enzim Sederhana

Enzim Kompleks

21 of 133

2. Sifat-sifat Enzim

  • Dipengaruhi oleh suhu dan pH.
  • Bekerja secara spesifik.
  • Bekerja secara bolak-balik (reversible).
  • Diperlukan dalam jumlah sedikit.
  • Dapat bereaksi dengan substrat asam atau basa.
  • Berupa koloid.
  • Dapat digunakan berulang kali.

22 of 133

Mekanisme Kerja Enzim

Grafik Energi Aktivasi Enzim

23 of 133

Mekanisme Kerja Enzim

  • Lock and Key Theory (Teori Gembok dan Kunci)

  • Induced Fit Theory (Teori Ketepatan Induksi)

24 of 133

Faktor-Faktor yang Memengaruhi Kerja Enzim

Suhu

Konsentrasi Enzim

Konsentrasi Substrat

pH

Inhibitor

Aktivitor

25 of 133

B. Katabolisme

  1. Pengertian Katabolisme

Katabolisme adalah proses penguraian senyawa kompleks menjadi senyawa-senyawa yang lebih sederhana

2. Macam-Macam Katabolisme

Dalam tubuh terjadi beberapa proses katabolisme.

a. Katabolisme karbohidrat.

b.Katabolisme lemak dan protein.

26 of 133

1. Respirasi Aerob (Membutuhkan Oksigen)

  • Respirasi Aerob melalui Jalur Siklus Krebs

Katabolisme Karbohidrat

27 of 133

Glikolisis

  • Terjadi di sitosol
  • Reaksi:

  • Hasil: 2 asam piruvat, 2 NADH, dan 2 ATP

28 of 133

Dekarboksilasi Oksidatif

  • Pada sel eukariotik terjadi di mitokondria, sedangkan pada sel prokariotik terjadi di sitosol.
  • Reaksi:

  • Hasil: 2 asetil Co-A, 2 CO2, dan 2 NADH

29 of 133

Siklus Krebs

  • Terjadi di matriks mitokondria
  • Reaksi:

  • Hasil: 4 CO2, 6 NADH, 2 FADH2 , dan 2 ATP

30 of 133

Sistem Transpor Elektron

  • Terjadi di membran dalam mitokondria
  • Hasil: 6 H2O dan 32 ATP
  • Jumlah total ATP yang dihasilkan dalam respirasi aerob melalui jalur siklus Krebs sebagai berikut.

31 of 133

�Respirasi Aerob melalui Jalur Pentosa Fosfat�

  • Reaksi:

  • Hasil: CO2 dan 2 NADPH2

32 of 133

2. Respirasi Anaerob (tanpa membutuhkan oksigen)

  • Fermentasi Asam Laktat

  • Fermentasi Alkohol

Katabolisme Karbohidrat

33 of 133

  • Katabolisme Lemak
  • Dibantu oleh enzim lipase.
  • Dimulai dengan pemecahan lemak menjadi asam lemak dan gliserol.
  • Asam lemak diubah menjadi asetil CoA.
  • Gliserol akan diubah menjadi fosfogliseraldehid (PGAL).
  • Katabolisme Protein
  • Dimulai dengan pemecahan protein yang dibantu oleh enzim protease dan peptidase menjadi asam amino.
  • Asam amino mengalami reaksi deaminasi yang menghasilkan gugus amin (NH3) dan asam keto.

Katabolisme Lemak dan Protein

34 of 133

C. Anabolisme

  1. Pengertian Anabolisme

Anabolisme merupakan proses penyusunan senyawa kompleks dari senyawa-senyawa yang lebih sederhana.

2. Macam-Macam Anabolisme

a. Fotosintesis

b. Kemosintesis

c. Sintesis Lemak dan Protein

35 of 133

Fotosintesis

  • Reaksi Terang

  • Reaksi Gelap

36 of 133

Reaksi Gelap

Berdasarkan reaksi pengikatan CO2 dari udara tanaman dibedakan menjadi tiga macam yaitu tanaman C3, tanaman C4, dan tanaman CAM.

Tanaman C3

Tanaman C4

Tanaman CAM

37 of 133

Kemosintesis

  • Kemosintesis adalah proses penyusunan bahan organik (karbohidrat) dari H2O dan CO2 menggunakan energi kimia.
  • Kemosintesis terjadi pada berbagai kelompok bakteri seperti bakteri nitrifikasi dan bakteri belerang.

Bakteri Nitrifikasi

Bakteri Belerang

38 of 133

Perbedaan Fotosintesis dan Kemosintesis

39 of 133

Sintesis Lemak dan Protein

  • Sintesis Lemak
  • Sintesis maupun pembongkaran lemak terjadi dengan bantuan enzim lipase.
  • Apabila gliserol ditambah tiga molekul asam lemak akan tersusun suatu ester yang disebut lemak.
  • Enzim lipase juga dapat membongkar lemak menjadi asam lemak dan gliserol.

  • Sintesis Protein
  • Protein di dalam sel tersusun dari asam amino yang proses pembentukannya melibatkan DNA, RNA, dan ribosom.
  • Protein tidak disintesis langsung oleh gen, melainkan melalui proses transkripsi dan translasi.

40 of 133

SUBSTANSI MATERI GENETIK

  1. Kromosom, DNA, dan Gen
  2. Sintesis Protein

III

BAB

41 of 133

A. Kromosom, DNA, dan Gen

Kromosom

    • Struktur padat yang terdiri atas asam nukleat (DNA dan RNA) dan protein.
    • Terletak di nukleus.
    • Berperan dalam hereditas karena mengandung faktor pengendali keturunan atau gen.
    • Panjang antara 0,2 – 50 mikron dan diameter antara 0,2-20 mikron.
    • Tipe kromosom meliputi autosom dan gonosom.

42 of 133

DNA

    • Ditemukan dalam nukleus.
    • Memiliki rantai double helix.
    • Komponen gula berupa deoksiribosa.
    • Basa nitrogen terdiri atas purin (adenin dan guanin) dan pirimidin (sitosin dan timin).
    • Memiliki gugus fosfat.
    • Berperan dalam penurunan sifat dan sintesis protein.
    • Replikasi DNA meliputi replikasi konservatif, semi konservatif, dan dispersif.
    • Enzim yang berperan dalam replikasi yaitu enzim helikase, polimerase, dan ligase.

43 of 133

Gen

    • Berperan dalam mengatur proses metabolisme dan menyampaikan informasi genetik dari satu generasi ke generasi berikutnya.
    • Terletak dalam lokus kromosom yang tersusun berderet secara linear.

44 of 133

RNA

    • Ditemukan dalam sitoplasma terutama dalam ribosom dan nukleus.
    • Memiliki rantai single helix.
    • Komponen gula berupa ribosa.
    • Basa nitrogen atas purin (adenin dan guanin) dan pirimidin (sitosin dan urasil).
    • Memiliki gugus fosfat.
    • Berperan dalam sintesis protein.
    • Ada tiga tipe RNA yaitu rRNA, mRNA, dan tRNA

B. Sintesis Protein

Proses penerjemahan gen menjadi urutan asam amino yang akan disintesis menjadi polipeptida. Dalam sintesis protein melibatkan RNA.

45 of 133

�Tahap-Tahap Sintesis Protein�

Transkripsi

Translasi

46 of 133

Transkripsi

47 of 133

Translasi

48 of 133

PEMBELAHAN SEL

  1. Pembelahan Amitosis, Mitosis, dan Meiosis
  2. Gametogenesis

IV

BAB

49 of 133

Berdasarkan ada atau tidaknya tahap-tahap pembelahan, pembelahan sel dibagi menjadi tiga yaitu amitosis, mitosis, dan meiosis.

a. Amitosis

b. Mitosis

c. Meiosis

A. Pembelahan Amitosis, Mitosis, dan Meiosis

50 of 133

  • Pembelahan sel melalui tahapan yang sederhana.
  • Terjadi pada organisme prokariotik.
  • Ketika tidak membelah, sel dalam kondisi interfase. Karena tidak ada fase lain dalam siklus hidupnya, maka hampir seluruh siklus sel prokariotik adalah interfase.

Amitosis

51 of 133

  • Terjadi pada organisme yang mengalami pertumbuhan, perbaikan, atau reproduksi aseksual.
  • Pembelahan secara mitosis menghasilkan dua sel anakan dengan materi genetik yang identik dari sel induk.
  • Jumlah kromosom sel anakan adalah 2n atau disebut dengan diploid.
  • Siklus sel terdiri atas dua fase yaitu fase pertumbuhan (interfase) dan fase pembelahan (mitosis).

Mitosis

52 of 133

Interfase

  • Pada saat interfase, sel tidak menunjukkan adanya perubahan morfologi, tetapi sel tersebut aktif melakukan metabolisme.
  • Interfase terdiri dari tiga fase yaitu gap-1 atau fase tumbuh pertama (G1), sintesis (S), dan gap-2 atau fase tumbuh kedua (G2).

53 of 133

Fase Pembelahan Mitosis

Profase

    • Benang-benang kromatin memendek dan menebal membentuk kromatid.
    • Kromatid berpasangan membentuk kromosom.
    • Membran nukleus dan nukleolus menghilang.
    • Pada sel hewan, sentriol mengalami pembelahan. Sentriol tersebut memisah menuju kutub yang berlawanan.
    • Benang spindel mulai mengatur diri sedemikian rupa sehingga menyerupai bentuk pancaran (aster).

Metafase

    • Terbentuk benang spindel kromosom terlihat semakin jelas.
    • Kromosom berada di daerah ekuator sel.
    • Setiap kromosom masih terdiri atas 2 kromatid yang terkait pada sentromernya.
    • Pada setiap sentromer ada 2 kinetokor yang masing-masing dikaitkan dengan benang spindel.

54 of 133

Fase Pembelahan Mitosis

Anafase

    • Benang-benang spindel memendek.
    • Kromatid menuju kutub yang berlawanan.
    • Mulai terjadi sitokinesis (sitokinesis dimulai).

Telofase

    • Kromatid telah sampai di kutub-kutub yang berlawanan.
    • Kromatid menipis dan memanjang menjadi kromatin.
    • Kumpulan kromatin membentuk anak inti.
    • Terbentuk membran nukleus di luar anak inti.
    • Sitokinesis selesai, terbentuk dua sel anakan.

55 of 133

Meiosis (Pembelahan Reduksi)

  • Pembelahan meiosis menghasilkan sel anakan dengan jumlah kromosom setengah jumlah kromosom sel induk.
  • Pembelahan meiosis bertujuan untuk berkembang biak secara seksual yaitu dalam proses pembentukan gamet (gametogenesis).
  • Meiosis mengalami pembelahan inti dua kali sehingga satu sel diploid (2n) akan menghasilkan empat sel haploid (n).
  • Sebelum pembelahan meiosis terjadi, sel mengalami fase pertumbuhan (interfase) seperti pada tahap pembelahan mitosis.

56 of 133

Interfase

  • Sel mempersiapkan diri untuk membelah secara meiosis saat menjalani fase G1, fase S, dan fase G2 dari interfase.
  • Selama interfase, sel tumbuh ke ukuran dewasa dan menyalin DNA-nya.

57 of 133

Meiosis I

Profase I

    • Tahap leptoten
    • Tahap zigoten
    • Tahap pakiten
    • Tahap diploten
    • Tahap diakinesis

Metafase I

    • Kromosom homolog (tetrad) bergerak ke bidang ekuator dengan sentromer mengarah ke kutub.
    • Tiap-tiap kromosom berikatan dengan benang spindel pada bagian sentromer.

58 of 133

Meiosis I

Anafase I

    • Kromosom homolog ditarik oleh benang spindel ke arah kutub pembelahan sehingga tetrad berpisah dan kromosom bergerak menuju kutub yang berlawanan.
    • Membran sel mulai melekuk di bagian tengah.
    • Tujuan anafase I yaitu membagi isi kromosom diploid menjadi haploid.

Telofase I

    • Retikulum endoplasma membentuk membran inti di sekitar kelompok kromosom pada kutub pembelahan.
    • Nukleolus mulai terbentuk.
    • Terjadi sitokinesis yaitu pembelahan sitoplasma menjadi dua bagian sehingga terbentuk dua sel anakan dengan kromosom yang sudah haploid.

59 of 133

Meiosis II

Profase II

    • Membran nukleus dan nukleolus mulai menghilang kembali.
    • Sentrosom membelah dan sepasang sentriol memisah menuju kutub-kutub yang berlawanan dan di antara keduanya muncul benang pindel yang memancar dari kedua sentriol.
    • Waktu ini lebih singkat dibanding tahap lainnya.

Metafase II

    • Setiap kromosom haploid (berisi dua kromatid) tertarik ke bidang ekuator.
    • Terbentuk benang-benang spindel, salah satu ujungnya melekat pada sentromer khususnya di bagian kinetokor dan ujung lainnya membentang menuju kutub pembelahan yang berlawanan.

60 of 133

Meiosis II

Anafase II

    • Spindel menarik kromatid menuju kutub pembelahan yang berlawanan.
    • Kedua kromatid bergerak menuju kutub yang berbeda.
    • Pada akhir anafase, membran sel mulai melekuk.

Telofase II

    • Kromatid di kutub berubah menjadi benang-benang kromatin.
    • Membran nukleus dan inti haploid terbentuk.
    • Kromosom menipis dan memanjang menjadi benang-benang kromatin.
    • Terjadi sitokinesis sehingga terbentuk empat sel anakan haploid.

61 of 133

Gametogenesis pada hewan dan manusia

Spermatogenesis

Oogenesis

Gametogenesis pada tumbuhan

Mikrosporogenesis

Makrosopogenesis

Gametogenesis

62 of 133

Gametogenesis pada Hewan dan Manusia

63 of 133

Gametogenesis pada Tumbuhan

Mikrosporogesis

Makrosporogenesis

64 of 133

Keterkaitan Meiosis dengan Fertilisasi Makhluk Hidup

Pemilahan kromosom secara independen

Pindah silang

Fertilisasi random

65 of 133

POLA PEWARISAN SIFAT PADA �HUKUM MENDEL

  1. Hukum Mendel
  2. Penyimpangan Semu terhadap Hukum Mendel

V

BAB

66 of 133

Hukum I Mendel

    • Mendel melakukan persilangan monohibrid

Hukum II Mendel

    • Mendel melakukan persilangan dihibrid

A. Hukum Mendel

67 of 133

Hukum I Mendel

  • Mendel melakukan persilangan tanaman kacang ercis berbiji bulat dengan tanaman kacang ercis berbiji keriput. Perhatikan diagram persilangan berikut!

68 of 133

Mendel melakukan persilangan Mirabilis jalapa berwarna merah dengan Mirabilis jalapa berwarna putih. Warna merah bersifat intermediat terhadap warna putih. Perhatikan diagram persilangan berikut!

Hukum I Mendel

Perbandingan genotipe F2 = MM : Mm : mm = 1 : 2 : 1. Perbandingan fenotipe F2 = Merah : merah muda : putih = 1 : 2 : 1

69 of 133

Mendel menggunakan dua sifat beda dari tanaman kacang ercis yaitu bentuk dan warna biji. Mendel menyilangkan tanaman kacang ercis berbiji bulat–kuning dengan tanaman kacang ercis berbiji keriput–hijau. Perhatikan diagram persilangan berikut!

Hukum II Mendel

Hukum II Mendel

70 of 133

  • Perkawinan resiprok merupakan perkawinan kebalikan dari yang semula dilakukan.
  • Persilangan ini bertujuan untuk membuktikan induk jantan dan induk yang betina memiliki kesempatan yang sama dalam pewarisan sifat.
  • Contoh persilangan dalam perkawinan resiprok seperti diagram di samping.

Perkawinan Resiprok

Macam-macam Perkawinan dalam Hukum Mendel

71 of 133

  • Perkawinan balik adalah perkawinan antara individu F1 dengan salah satu induknya. Persilangan ini bertujuan untuk mencari genotipe induk.
  • Contoh persilangan dalam perkawinan balik sebagai berikut.

Perkawinan Back Cross

72 of 133

  • Uji silang adalah perkawinan individu F1 dengan induknya yang bersifat homozigot resesif. Persilangan ini bertujuan untuk mengetahui apakah individu induk bersifat homozigot atau heterozigot.
  • Contoh persilangan dalam uji silang sebagai berikut.

Tikus hitam disilangkan dengan induk tikus putih menghasilkan keturunan 50% tikus hitam dan 50% tikus putih, bersifat heterozigot atau homozigotkah genotipe tikus hitam tersebut?

Uji Silang (Test Cross)

73 of 133

B. Penyimpangan Semu terhadap Hukum Mendel

Tidak semua hasil persilangan sesuai dengan hukum Mendel. Beberapa ilmuwan menemukan adanya penyimpangan-penyimpangan. penyimpangan tersebut bersifat semu karena pola dasarnya masih sama dengan hukum Mendel. Penyimpangan semu akibat interaksi gen terdapat lima macam sebagai berikut.

1. Epistasi dan hipostasi

2. Kriptomeri

3. Polimeri

4. Gen-gen komplementer

5. Atavisme

74 of 133

1. Epistasi dan Hipostasi

  • Sebuah atau sepasang gen yang menutupi ekspresi gen lain yang tidak sealel disebut gen epistasi, sedangkan gen yang dikalahkan dinamakan gen hipostasi.
  • Macam epistasi dan hipostasi yaitu epistasi dominan, epistasi resesif, serta epistasi dominan dan resesif.

Epistasi Dominan

Epistasi Resesif

75 of 133

  • Kriptomeri adalah peristiwa munculnya karakter tertentu apabila gen dominan bersama-sama dengan gen dominan lainnya. Jika gen berdiri sendiri, karakternya akan tersembunyi (kriptos).
  • Contohnya warna bunga Linnaria maroccana yang ditentukan oleh pigmen hemosianin dan sifat keasaman plasma sel. Pigmen hemosianin akan berwarna merah pada plasma yang asam dan berwarna ungu pada plasma yang bersifat basa.

2. Kriptomeri

76 of 133

  • Polimeri merupakan bentuk interaksi gen yang bersifat kumulatif (saling menambah).
  • Polimeri terjadi karena adanya interaksi antara dua gen atau lebih sehingga disebut gen ganda.
  • Contoh persilangan gandum berbiji merah gelap (M1M1M2M2) dengan gandum berbiji putih (m1m1m2m2) diperoleh perbandingan fenotipe F2-nya = merah : putih = 15 : 1.

3. Polimeri

77 of 133

  • Gen-gen komplementer adalah gen yang saling berinteraksi dan saling melengkapi sehingga memunculkan fenotipe tertentu.
  • Apabila ada salah satu gen tidak hadir maka pemunculan karakter fenotipe tersebut akan terhalang atau tidak sempurna.
  • Contohnya pada warna bunga Lathyrus odoratus.

4. Gen-gen Komplementer

78 of 133

  • Atavisme merupakan interaksi beberapa gen yang mengakibatkan menghilangnya suatu sifat keturunan dan memunculkan suatu sifat keturunan yang berbeda dengan induknya, tetapi sifat induk akan muncul kembali pada generasi selanjutnya.
  • Contohnya pada persilangan ayam berjengger atau berpial rose (RRpp) dengan ayam berjengger pea (rrPP) menghasilkan F1 berjengger walnut. Jika F1 disilangkan sesamanya menghasilkan perbandingan fenotipe F2 = walnut : rose : pea : single = 9 : 3 : 3 : 1.

5. Atavisme

79 of 133

POLA-POLA HEREDITAS PAUTAN

VI

BAB

80 of 133

Pola-Pola Pewarisan Sifat

Determinasi Seks

Pautan Gen

Pindah Silang

Gagal Berpisah

Pautan Seks

Gen Letal

81 of 133

Determinasi seks merupakan proses penentuan jenis kelamin pada makhluk hidup berdasarkan kromosom kelamin yang diwariskan secara bebas oleh gamet parental kepada keturunannya melalui proses meiosis. Berdasarkan susunan kromosom kelaminnya, tipe penentuan jenis kelamin pada makhluk hidup dibedakan menjadi empat tipe.

Determinasi Seks

Tipe Haplo-Diplo

82 of 133

  • Pautan merupakan salah satu penyebab penyim-pangan semu terhadap hukum Mendel.
  • Pautan gen terjadi akibat gen-gen terletak pada lokus yang berdekatan dalam kromosom yang sama dan saat proses pembentukan gamet saling berkait atau berikatan.

Pautan Gen

83 of 133

  • Pindah silang merupakan pemisahan dan pertukaran bagian kromatid dari sepasang kromosom homolog.
  • Pindah silang mengakibatkan terbentuknya empat macam gamet yaitu dua macam gamet yang sifatnya sama dengan induk (tipe parental) dan dua macam gamet yang merupakan hasil pindah silang (tipe rekombinan).
  • Besarnya nilai pindah silang dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut.

Pindah Silang

84 of 133

  • Gagal berpisah mengakibatkan sel anak kelebihan atau kekurangan kromosom (sel aneuploid).
  • Gagal berpisah dapat terjadi pada kromosom kelamin (gonosom) dan kromosom tubuh (autosom).

Gagal Berpisah

85 of 133

  • Pautan seks adalah peristiwa terdapatnya gen dalam kromosom kelamin.
  • Pautan seks dapat terjadi pada Drosophila melanogaster, kucing, manusia, dan ayam.

Pautan Seks (Rangkai Kelamin)

86 of 133

Gen letal adalah gen yang mengakibatkan kematian jika dalam keadaan homozigot.

a. Gen letal dominan

Gen letal dominan adalah gen dominan yang dapat mengakibatkan kematian individu apabila memiliki gen homozigot dominan. Namun, apabila individu memiliki gen heterozigot hanya akan mengalami kelainan.

Contoh peristiwa gen letal dominan yaitu persilangan antara dua individu penderita brakidaktili.

b. Gen letal resesif

Gen letal resesif adalah gen resesif yang dapat mengakibatkan kematian individu apabila memiliki gen homozigot resesif. Apabila individu dalam keadaan heterozigot bersifat normal, tetapi pembawa gen letal.

Contoh peristiwa gen letal resesif yaitu persilangan antara dua individu tanaman jagung berdaun hijau heterozigot.

Gen Letal

87 of 133

HEREDITAS PADA MANUSIA

VII

BAB

88 of 133

Sifat Fisik yang Diturunkan

89 of 133

Jenis Kelamin

90 of 133

a. Rangkai kelamin oleh gen resesif

Contoh: buta warna, hemofilia, anodontia, hypertrichosis, webbed toes, dan Hyserix gravior.

Kelainan atau Penyakit Menurun

Kelainan atau Penyakit yang Diturunkan Melalui Gonosom

b. Rangkai kelamin gen dominan

Contoh: gigi yang kurang email biasanya berwarna cokelat dan mudah rusak.

91 of 133

Kelainan atau Penyakit Menurun

Kelainan atau Penyakit yang Diturunkan Melalui Autosom

Albino

Polidaktili

Katarak

Anonychia

Fenilketonuria (FKU)

Dentinogenesis imperfecta

Talasemia

Sicklemia

Botak

Brakidaktili

Kemampuan mengecap Phenylthiocarbamida (PTC)

92 of 133

    • Golongan darah sistem ABO paling sering digunakan dalam pesentuhan golongan darah manusia.

Golongan darah menurut sistem ABO

    • Zat anti-M dan anti-N tidak terkandung dalam plasma darah orang sehingga tidak akan terjadi penggumpalan darah pada proses transfusi.

Golongan darah menurut sistem MN

    • Orang yang mempunyai tipe golongan darah Rh+ (bergenotipe RR atau Rr) mempunyai antigen-Rh. Sementara itu, orang yang mempunyai tipe golongan darah Rh (bergenotipe rr) tidak mempunyai antigen-Rh dalam eritrositnya.

Golongan darah menurut sistem Rh

Golongan Darah

93 of 133

MUTASI

  1. Macam Mutasi
  2. Dampak Mutasi dalam Kehidupan

VIII

BAB

94 of 133

A. Macam Mutasi

1. Macam Mutasi Berdasarkan Letak Sel yang Mengalami Mutasi

a. Mutasi Somatik

  • Terjadi pada sel tubuh.
  • Apabila terjadi pada sel yang sedang aktif membelah akan mengakibatkan keabnormalan ketika lahir. Jika terjadi pada sel dewasa mengakibatkan keabnormalan yang kecil dan dapat ditolerir.
  • Tidak diwariskan kepada generasi berikutnya.
  • Contohnya adalah karsinoma.

b. Mutasi Genetik

  • Terjadi pada sel gamet.
  • Perubahan genetik yang besar dapat mengakibatkan kematian sel gamet.
  • Apabila perubahan genetik yang tidak begitu besar, sel gamet dapat melakukan pembuahan.
  • Dapat diwariskan kepada keturunannya.
  • Contonya adalah mutasi autosomal dan gonosomal.

95 of 133

2. Macam Mutasi Berdasarkan Penyebabnya

a. Mutasi Alami (Spontan)

  • Perubahan genetis yang terjadi dengan sendirinya di alam.
  • Penyebab mutasi ini adalah radiasi sinar kosmis, radiasi radioaktif alam, radiasi sinar ultraviolet, radiasi ionisasi interval dari bahan radioaktif.
  • Hasil mutasi spontan biasanya bersifat resesif, steril, dan letal.

b. Mutasi Induksi (Buatan)

  • Perubahan genetis yang terjadi oleh usaha manusia.
  • Mutasi ini sengaja dilakukan dengan menggunakan mutagen fisika dan kimia.
  • Mutagen kimia misalnya kolkisin, asam nitrat, gan metan, dan senyawa alkil.
  • Mutagen fisika misalnya radiasi sinar-X, radiasi sinar gamma, radiasi sinar beta, radiasi neutron, radiasi elektron.

96 of 133

Mutasi Gen

Mutasi gen adalah mutasi yang terjadi pada susunan basa nukleotida pada molekul gen (DNA), bukan pada lokus atau bagian lain dari kromosom. Macam mutasi gen meliputi delesi, insersi, dan substitusi basa nitrogen.

3. Macam Mutasi Berdasarkan Tempat Terjadinya

97 of 133

Mekanisme substitusi terjadi karena peristiwa mutasi diam, mutasi salah arti, dan mutasi tanpa arti.

Mutasi Gen

98 of 133

Mutasi kromosom atau aberasi adalah perubahan yang terjadi pada struktur dan jumlah kromosom.

Mutasi Kromosom

1. Mutasi karena Perubahan Struktur Kromosom

Delesi

Duplikasi

Inversi

Translokasi

Katenasi

99 of 133

Mutasi Kromosom

2. Mutasi karena Perubahan Jumlah Kromosom

a. Perubahan Set Kromosom (Aneuploidi)

b. Perubahan Pergandaan (Aneusomi)

Macam perubahan jumlah kromosom yang dapat mengakibatkan mutasi yaitu:

100 of 133

Dampak Mutasi yang Merugikan

Dampak Mutasi yang Menguntungkan

B. Dampak Mutasi dalam Kehidupan

101 of 133

1. Dampak Mutasi yang Bersifat Merugikan

a. Kelainan pada Manusia Akibat Mutasi Gen

b. Kelainan pada Manusia Akibat Mutasi Kromosom

c. Kelainan pada Tumbuhan Akibat Mutasi

Sickel cell

  • Sindrom Turner
  • Sindrom Klinefelter
  • Sindrom Jacob
  • SIndrom Down
  • Sindrom Edwards
  • Sindrom Metafemale
  • Sindrom Patau

Buah tanpa biji

102 of 133

Dampak mutasi yang menguntungkan

Mutasi alami dan buatan pada tanaman Sansevieria

Penggunaan kolkisin pada semangka tanpa biji

Penggunaan radiasi sinar gamma pada sorgum

Penggunaan sinar radioaktif (radioterapi) pada pengobatan kanker

2. Dampak Mutasi yang Bersifat Menguntungkan

103 of 133

EVOLUSI

  1. Perkembangan Teori Evolusi Darwin
  2. Petunjuk Adanya Evolusi dan Mekanisme Evolusi

IX

BAB

104 of 133

Faktor-Faktor yang Memengaruhi Teori Evolusi Darwin

Seleksi Alam Menurut Darwin

Hal Pokok dalam Teori Evolusi Darwin

Teori yang Menentang Teori Evolusi Darwin

A. Perkembangan Teori Evolusi Darwin

105 of 133

  • Perubahan batuan, pulau, dan benua dapat memengaruhi kehidupan makhluk hidup (Charles Lyell).
  • Kecenderungan kenaikan jumlah penduduk lebih cepat daripada kenaikan produksi pangan sehingga menimbulkan persaingan dalam kelangsungan hidup manusia (Thomas Robert Malthus).
  • Data sebaran flora dan fauna oleh Wallace.
  • Darwin menemukan berbagai bentuk paruh burung finch dan kura-kura berukuran besar dengan cangkang seperti kubah di Kepulauan Galapagos.

Perkembangan Teori Evolusi

Evolusi mulai dipelajari setelah adanya tulisan bangsa Yunani pada awal Masehi. Beberapa filsuf yang memengaruhi timbulnya teori evolusi yaitu Thales (640 - 540 SM), Anaximander (611-547 SM), Empedocles (490-430 SM), dan Aristoteles (384–323 SM). Aristoteles mengemukakan gagasan evolusinya berdasarkan metafisika, bahwa alam berubah dari bentuk sederhana menjadi lebih kompleks dan sempurna.

Ilmuwan yang paling memengaruhi perkembangan teori evolusi adalah Charles Robert Darwin (1809–1882) hingga dia dikenal sebagai Bapak Evolusi. Beberapa faktor yang memengaruhi teori evolusi yang dikemukakan Darwin sebagai berikut.

106 of 133

Dalam bukunya yang berjudul On The Origin of Species by Means of Natural Selection, Darwin menyatakan bahwa seleksi alam merupakan faktor pendorong terjadinya evolusi.

  1. Hasil perkawinan makhluk hidup yang berlebihan (over production) memungkinkan terjadinya variasi baik warna, bentuk, maupun kemampuan beradaptasi.
  2. Adanya beberapa faktor pembatas di alam yang memengaruhi populasi.
  3. Tingkat kesuksesan perkembangbiakan menentukan pertumbuhan populasi makhluk hidup.
  4. Individu yang mampu beradaptasi akan mewariskan sifat-sifat unggul pada generasi berikutnya.

Teori Evolusi Darwin

107 of 133

Beberapa hal pokok tentang teori evolusi Darwin dituangkan dalam bukunya yang berjudul On The Origin of Species by Means of Natural Selection.

  1. Di muka bumi ini tidak ada individu yang benar-benar sama.
  2. Setiap populasi berkecenderungan untuk bertambah banyak.
  3. Suatu individu harus berjuang mempertahankan hidup agar mampu berkembang biak.
  4. Pertambahan populasi tidak berjalan terus-menerus.

Hal Pokok dalam Teori Evolusi Darwin

108 of 133

  • Teori yang menentang teori evolusi Darwin adalah teori intellegent design.
  • Teori intelligent design mengemukakan bahwa makhluk hidup berubah dari masa ke masa karena memang sudah dirancang atau sudah didesain sebelum kemunculannya.
  • Kesimpulan teori intellegent design:

1. Merupakan pemikiran baru yang berlawanan dengan teori evolusi Darwin.

2. Objek alam semesta termasuk makhluk hidup menunjukkan adanya tanda-tanda perancangan, bukan dari hasil proses seleksi alam yang tak terbimbing.

3. Teori ini menangkap tanda-tanda perancangan dengan analisis kuantitatif.

Teori yang Menentang Teori Evolusi Darwin

109 of 133

Petunjuk adanya evolusi

  • Adanya variasi makhluk hidup yang berasal dari satu keturunan.
  • Adanya fosil di berbagai lapisan bumi.
  • Homologi dan analogi alat-alat tubuh pada makhluk hidup.
  • Embriologi perbandingan.
  • Petunjuk alat tubuh yang tersisa.
  • Petunjuk-petunjuk secara biokimia.

B. Petunjuk Adanya Evolusi dan Mekanisme Evolusi

Homologi tungkai depan Mammalia

Embriologi Perbandingan

110 of 133

Mekanisme Evolusi

111 of 133

  • Syarat-syarat hukum Hardy-Weinberg sebagai berikut.

1. Ukuran populasi cukup besar.

2. Populasi tersebut terisolasi.

3. Tidak terjadi mutasi atau jika terjadi mutasi harus setimbang.

4. Perkawinan terjadi secara acak.

5. Tidak ada seleksi alam.

  • Hukum Hardy-Weinberg dirumuskan sebagai berikut.

Hukum Hardy-Weinberg

112 of 133

Faktor-Faktor Pendorong Terjadinya Evolusi

Seleksi Alam

Mutasi gen

Hanyutan genetik

(genetic draft)

Aliran gen

(gen flow)

Perkawinan tidak acak

113 of 133

  • Spesiasi adalah proses pembentukan spesies baru yang berbeda dari spesies sebelumnya melalui proses perkembangbiakan secara natural.
  • Spesiasi dapat terjadi jika memenuhi beberapa persyaratan yaitu terjadinya perubahan lingkungan, adanya relung (niche) yang kosong, dan adanya keanekaragaman suatu kelompok.
  • Terbentuknya spesies baru atau spesiasi terjadi melalui proses isolasi geografi dan radiasi adaptif.

Terbentuknya Spesies Baru (Spesiasi)

114 of 133

BIOTEKNOLOGI

  1. Pengertian dan Prinsip Dasar Bioteknologi Serta Jenis-Jenis Bioteknologi
  2. Produk Bioteknologi dan Dampaknya bagi Kehidupan

X

BAB

115 of 133

A. Pengertian dan Prinsip Dasar Bioteknologi Serta Jenis-Jenis Bioteknologi

Pengertian dan Prinsip Dasar Bioteknologi

Teknik yang Digunakan dalam Bioteknologi Modern

Jenis-jenis Bioteknologi

116 of 133

  • Bioteknologi didefinisikan sebagai teknologi yang memanfaatkan organisme atau bagian-bagiannya untuk mendapatkan barang dan jasa dalam skala industri untuk memenuhi kebutuhan manusia.
  • Dalam perkembangan lebih lanjut, bioteknologi didefinisikan sebagai pemanfaatan prinsip-prinsip dan kerekayasaan terhadap organisme, sistem, atau proses biologis untuk menghasilkan atau meningkatkan potensi organisme maupun menghasilkan produk dan jasa bagi kepentingan hidup manusia.

Pengertian dan Prinsip Dasar Bioteknologi

117 of 133

Jenis-Jenis Bioteknologi

    • Kelebihan: biaya produksi murah, teknologi menggunakan peralatan sederhana, dan pengaruh jangka panjang sudah diketahui.
    • Kelemahan: Perbaikan genetik tidak terarah, memerlukan waktu relatif lama, belum ada pengkajian prinsip-prinsip ilmiah, hasil tidak dapat diperkirakan sebelumnya, tidak dapat mengatasi ketidaksesuaian genetik, hanya diproduksi dalam skala kecil, dan prosesnya relatif belum steril.

Bioteknologi konvensional

    • Kelebihan: Hasil dapat diperhitungkan, dapat mengatasi kendala ketidaksesuaian genetik, perbaikan sifat genetik dapat dilakukan secara terarah, dan dapat menghasilkan organisme yang sifat barunya tidak ada pada sifat alaminya.
    • Kelemahan: Biaya produksi relatif lebih mahal, memerlukan teknologi canggih, dan pengaruh jangka panjang belum diketahui.

Bioteknologi modern

118 of 133

Teknik yang Digunakan dalam Bioteknologi Modern

1. DNA Rekombinan

2. Fusi Protoplasma

3. Kultur Jaringan

4. Kloning

5. Teknik Bayi Tabung

119 of 133

DNA Rekombinan

  • Proses DNA rekombinan meliputi:

1. Isolasi DNA

2. Transplantasi gen atau

DNA

3. Memasukkan DNA

rekombinan ke dalam sel hidup

120 of 133

Fusi protoplasma

  • Fusi protoplasma disebut juga teknologi hibridoma adalah teknik penggabungan dua sel yang berasal dari jaringan berbeda sehingga menghasilkan sel hibrid yang memiliki sifat kedua sel tersebut.

121 of 133

Kultur Jaringan

  • Kultur jaringan merupakan teknik perbanyakan tanaman secara vegetatif buatan yang didasarkan pada sifat totipotensi tumbuhan.

122 of 133

Kloning

  • Kloning atau transplantasi atau pencangkokan nukleus digunakan untuk menghasilkan individu yang secara genetik identik dengan induknya.
  • Hewan hasil kloning misalnya domba Dolly.

123 of 133

Teknik Bayi Tabung

  • Teknik bayi tabung bertujuan untuk membantu pasangan suami istri yang sulit memperoleh keturunan.
  • Pembuahan yang dilakukan pada teknik bayi tabung berada di luar tubuh induk betina (fertilisasi in vitro).

124 of 133

  • Dampak di Bidang Lingkungan
  • Dampak di Bidang Sosial Ekonomi
  • Dampak terhadap Kesehatan
  • Dampak Etika Moral
  • Bidang Pangan
  • Bidang Pertanian dan Peternakan
  • Bidang Kedokteran
  • Bidang Lingkungan

B. Produk Bioteknologi dan Dampaknya bagi Kehidupan

Penerapan Bioteknologi

Dampak Penerapan Bioteknologi bagi Kehidupan

125 of 133

Bidang Pangan

Tempe

Taoco

Kecap

Oncom Merah

Oncom Hitam

Tapai

Roti

Yoghurt

Keju

Mentega

Probiotik

Minuman Beralkohol

Sayuran Fermentasi

Nata de coco

PST

Mikoprotein

Penerapan Bioteknologi

Bidang Pangan

126 of 133

Bidang Pertanian dan Peternakan

Bidang Pertanian

    • Padi transgenik
    • Tembakau Resistan terhadap Virus
    • Bunga Antilayu dan Buah Tahan Busuk
    • Tanaman Kapas Antiserangga
    • Pembuatan Pupuk Organik

Bidang Peternakan

    • Sapi Perah dengan Hormon Manusia
    • Bovin Somatotropin (BST)

127 of 133

Bidang Kedokteran

128 of 133

Bidang Lingkungan

Menangani Pencemaran Lingkungan

Untuk pemurnian logam

Untuk mengatasi pencemaran akibat tumpahan minyak di laut

129 of 133

Dampak di Bidang Lingkungan

Dampak Positif

Mengurangi pencemaran lingkungan akibat pemakaian pestisida.

Mengurangi pencemaran limbah dengan penggunaan Thiobacillus ferrooxidans.

Dampak Negatif

Menimbulkan kerusakan pada ekosistem.

Hilangnya plasma nutfah.

Dampak Penerapan Bioteknologi bagi Kehidupan

130 of 133

Dampak di Bidang Sosial Ekonomi

Dampak Positif

Terjadi persaingan untuk mencari tanaman atau hewan varietas baru.

Dampak Negatif

Terjadi kesenjangan sosial dan ekonomi pada masyarakat.

131 of 133

Dampak terhadap Kesehatan

Dampak Positif

Adanya penemuan produk-produk obat maupun hormon hasil rekayasa genetika.

Dampak Negatif

Mengakibatkan timbulnya alergi.

Mengakibatkan seseorang menjadi resistan terhadap beberapa jenis antibiotik tertentu.

132 of 133

Dampak Etika Moral

Penerapan teknologi kloning yang dikhawatirkan akan diterapkan pada manusia dianggap merendahkan martabat manusia. Kloning pada manusia sangat ditentang karena tidak sesuai dengan etika moral dan melanggar aturan agama.

133 of 133