1 of 38

2 of 38

Pengarah

Prof. Dr. Nunuk Suryani, M.Pd., Direktur Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru�Arif Jamali, S.Pd., M.Pd., Staf Khusus Mendikdasmen Bidang Pembelajaran dan Sekolah Unggul�Dr. Muhammad Muchlas Rowi, S.F., S.H., M.M., Staf Khusus Mendikdasmen Bidang Transformasi Digital dan Kecerdasan Buatan�Ir. Moch. Abduh, M.S.Ed., Ph.D., Staf Ahli Mendikdasmen Bidang Teknologi Pendidikan

Penanggung Jawab

Dr. Iwan Junaedi, M.Pd., Direktur Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah dan Tenaga Kependidikan�

Tim Penyusun

Suharto Sisar, S.Pd., M.T, Dr. Leny Noviani, M.Si., Dra.Titik Sugihartilawati, M.M., Dr. Wahyu Ekawati, M.Pd., Kardina Pendikarini, S.S., M.Pd., Mulyadi, S.Ag., M.Pd.,

Penelaah

Prof. Dr. Ibrohim, M.Si, Dr. Cepi Triatna

Kontributor

Dr. Subandi, Dr. Hairun Nissa, Nur Afrijal Setiawan, S.E., Evi Anita Siregar, M.Pd., Sri Eko Marwati S.Sos., Drs. Widadi Ambar Saputra, M.A., Drs. Hasaktian Oktavianus, Dian Ismayawati, S.Sos., Ranu Apriyono Esyam, S.Sos., M.Si., Nur Endah Saputri, S.Pd., Tazkia Af’ida Izzati, S.Stat., Nina Utami, Kaharjanu Fajar Respati, S.Sos., Mutiara Parawitan, A.Md., Syafrizal Alimuzar, Wahyudi Setyowibowo, Asep Sarifudin

Penata Letak

M. Nias D.K

@Direktorat KSPSTK 2026

Buku Pegangan Pengawas Sekolah dalam Implementasi Pembelajaran Mendalam dan KKA di Sekolah Model

3 of 38

Daftar Isi

  1. Pendahuluan

A.1. Pengantar

A.2. Tujuan

A.3. Dasar Hukum

A.4. Desain Sekolah Model

A.5. Ruang Lingkup Tugas Pengawas Sekolah di Sekolah Model

  1. Langkah Kerja Pengawas Sekolah di Sekolah Model

B.1. Menyusun Rencana Kerja Pengawas Sekolah di Sekolah Model

B.2. Membina Pelaksanaan Analisis Kriteria Keberhasilan Sekolah Model berdasar Asesmen Awal

B.3. Membina Penyusunan Rencana Kerja Kepala Sekolah Model Berdasarkan Asesmen Awal

B.4. Penguatan Materi Subtansi Sekolah Model dalam:

  1. Keunggulan Belajar Murid
  2. Keunggulan Mengajar Pendidik
  3. Keunggulan Kepemimpinan Kepala Sekolah

B.5. Pembinaan Pelaksanaan dalam:

a. Penguatan Visi, Misi dan Tujuan Sekolah Model

b. Supervisi Akademik dan Supervisi Manajerial Sekolah Model

c. Implementasi Teacher Experimental Training (TET)

d. Berbagi Praktik Baik Sekolah Model di Kelompok Sekolah Binaan

B.6. Melaksanakan Strategi Pemantauan dan Evaluasi Sekolah Model

B.7. Berbagi Praktik Baik Keberhasilan Pembinaan Sekolah Model di Kelompok Kerja Pengawas Sekolah

B.8. Menyusun Laporan Program Sekolah Model

1

1

2

3

4

5

6

9

10

11

11

12

14

15

27

28

29

30

31

4 of 38

Pengantar

Puji syukur ke hadirat Allah SWT, buku pegangan ini disusun sebagai panduan bagi Pengawas Sekolah dalam implementasi PM dan KKA di sekolah model. Buku ini didasarkan pada Keputusan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah terkait Sekolah Model Implementasi PM dan KKA. Buku ini memberikan gambaran langkah-langkah praktis hal-hal yang dilakukan Pengawas Sekolah dalam melaksanakan tugas kepengawasan di sekolah model implementasi PM dan KKA.

Melalui buku pegangan ini, Pengawas Sekolah diharapkan dapat memandu Sekolah Model sesuai tahapan tingkat kematangan sekolah dalam mengimplementasikan PM dan KKA yaitu dari pra berkembang, berkembang, maju, hingga unggul. Pengawas Sekolah dapat melakukan upaya-upaya untuk menyempurnakan dan mengembangkan langkah-langkah kerja sesuai dengan konteks dan kebutuhan Sekolah Model.

Direktorat KSPSTK mengucapkan apresiasi dan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam penyusunan buku pegangan ini. Semoga buku ini bermanfaat bagi peningkatan kualitas pembelajaran di Sekolah Model

Direktur Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah dan Tenaga Kependidikan

Dr. Iwan Junaedi, M.Pd

5 of 38

Pengantar, Tujuan, Dasar Hukum, Desain Sekolah Model, Ruang Lingkup Tugas Pengawas Sekolah di Sekolah Model

6 of 38

  1. Memberikan acuan praktis bagi Pengawas Sekolah dalam membina sekolah mencapai kriteria keberhasilan Sekolah Model implementasi PM dan KKA.
  2. Memberikan acuan praktis bagi Pengawas Sekolah dalam memfasilitasi kelompok kerja yang efektif untuk diseminasi praktik baik penyelenggaraan sekolah model bagi sekolah-sekolah lain di wilayah binaanya.

Pengawas Sekolah merupakan aktor strategis dalam memastikan keberhasilan implementasi Sekolah Model Pembelajaran Mendalam (PM) dan Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) melalui peran sebagai pendamping profesional, penjamin mutu, dan penggerak transformasi pembelajaran. Sejalan dengan fungsi Sekolah Model sebagai laboratorium inovasi dan pusat praktik baik, diperlukan buku pegangan yang operasional, kontekstual, dan mudah digunakan untuk mendukung pembinaan dan pendampingan yang efektif oleh pengawas sekolah.

A.1. Pengantar

A.2. Tujuan

1

7 of 38

  1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;
  2. Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan;
  3. Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 1 Tahun 2024 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah;
  4. Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 10 Tahun 2025 tentang Standar Kompetensi Lulusan pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah;
  5. Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2025 tentang Standar Isi pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah;
  6. Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 13 Tahun 2025 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 12 Tahun 2024 tentang Kurikulum pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah;
  7. Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah;
  8. Keputusan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 126/P/2025 tentang Pedoman Implementasi Pembelajaran Mendalam pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah;
  9. Keputusan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 127/P/2025 tentang Pedoman Implementasi Koding dan Kecerdasan Artifisial pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah;
  10. Keputusan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 28/P/2026 tentang Tim Pengembang Sekolah Model Implementasi PM & KKA.

A.3. Dasar Hukum

2

8 of 38

A.4. Design Sekolah Model

3

Intervensi

Kegiatan

Bimbingan Teknis dan Pendampingan Satuan Pendidikan

Pengembangan Sumber Belajar

dan Perangan Pembelajaran

Fasilitasi Showcasing dan Penguatan

Jejaring

Penguatan Kelompok Kerja

Guru, Kepala Sekolah, dan Pengawas Sekolah

Advokasi Dinas Pendidikan

Pemantauan dan Evaluasi

Masukan

Regulasi Pendukung

Pedoman Penyelenggaraan Sekolah Model Implementasi dan Materi Pendukung Lainnya

Desain Bimbingan Teknis

dan Pendampingan

Desain Advokasi Darah dan Kemitraan

Desain Pemantauan dan Evaluasi

Keluaran

Kepala Sekolah dan pendidik mengikuti bimtek dan pendampingan

Satuan pendidikan mendapat bantuan sarana dan media pembelajaran

Satuan Pendidikan membangun jejaring di daerah, nasional, dan/atau internasional

Satuan Pendidikan menggerakkan Komunitas pendidik dan kepala satdik serta berbagai praktik inovasi pembelajaran

Pengawas dan dinas pendidikan mengikuti sosialisasi dan advokasi

Hasil Jangka Pendek

Hasil Jangka Menengah

Satuan Pendidikan Mampu Menerapkan PM dan KKA optimal

Satuan Pendidikan menjadi pusat percontohan implementasi PM

dan KKA

Dukungan daerah terhadap implemen-tasi PM dan KKA secara berkelanjutan

Hasil Jangka Menengah

Murid Mencapai 8 Dimensi Profil Lulusan serta mampu memanfaatkan teknologi digital secara efektif, produktif, dan bertanggung jawab.

Meningkatkan kapasitas kepala sekolah dan pendidik dalam menerapkan PM

dan KKA

Satuan Pendidikan Memiliki Nerworking Pembelajaran yang luas

Mangkatnya budaya belajar antar satuan pendidikan

Meningkatnya pemahaman serta dukungan dari pengawas dan dinas pendidikan

9 of 38

4

A.5. Ruang Lingkup Tugas Pengawas Sekolah di Sekolah Model

B1. Menyusun Rencana Pengawasan di Sekolah Model

Pengawas menyusun program kerja pembinaan pengembangan sekolah model

Membina Pelaksanaan Asesmen Awal

B2. Membina Pelaksanaan Analisis Kriteria Keberhasilan Sekolah Model berdasar Asesmen Awal

B.3. Membina Penyusunan Rencana Kerja Kepala Sekolah Model Berdasarkan Asesmen Awal

B4. Menguatkan Substansi Materi Sekolah Model

  • Keunggulan Belajar Murid,
  • Keunggulan Mengajar Pendidik
  • Keunggulan Kepemimpinan Kepala Sekolah

B5. Pembinaan Pelaksanaan

  1. Penguatan Visi, Misi dan Tujuan Sekolah Model
  2. Supervisi Akademik dan Manajerial Sekolah Model
  3. Implementasi Teacher Experimental Training (TET)
  4. Berbagi Praktik Baik di Kelompok Sekolah Binaan

B6. Pemantauan dan Evaluasi

Melakukan pemantauan dan Evaluasi Pelaksanaan Pengembangan Sekolah Model

B7. Berbagi Praktik Baik di kelompok kerja PS

Berbagi praktik baik keberhasilan pembinaan pengembangan sekolah model

B8. Menyusun Laporan Program, Sekolah Model

    • PS menyusun pelaporan berbasis data
    • Laporan menggambarkan hasil Pembinaan dan Pemantauan Pengembangan Sekolah Model

10 of 38

Langkah Kerja Pengawas Sekolah di Sekolah Model

5

11 of 38

B1. Menyusun Rencana Kerja Pengawas Sekolah di Sekolah Model

6

Langkah kerja pengawas sekolah di Sekolah Model

Deskripsi :

Perencanaan Program merupakan proses merumuskan tujuan, menentukan langkah-langkah kegiatan, mengalokasikan sumber daya serta menetapkan waktu dan indikator keberhasilan PM dan KKA untuk mencapai hasil yang diinginkan secara efektif dan efisien.

Tujuan :

Menghasilkan program kepengawasan sebagai pedoman pelaksanaan kegiatan pengawasan sekolah model.

Hasil :

Dokumen Program Perencanaan Pengembangan Sekolah Model Implementasi PM

Langkah-langkah :

  1. Pemetaan hasil Asesmen Awal Sekolah Model.
  2. Menelaah program kerja KS Model/binaan.
  3. Menyusun program pembinaan pengembangan sekolah model.
  4. Sinkronisasi program kepengawasan dengan program Sekolah Model.
  5. Sosialisasi program kepengawasan kepada Sekolah Model.

12 of 38

KRITERIA KEBERHASILAN SEKOLAH MODEL

3 (tiga) kriteria keberhasilan Sekolah Model Implementasi PM beserta indikatornya menjadi acuan dalam evaluasi baseline, tahapan pengembangan sekolah model dari pra berkembang, berkembang, maju, sampai ke unggul.

Untuk mencapai 3 kriteria keberhasilan, Pengawas Sekolah melakukan pembinaan dalam bentuk coaching, mentoring, facilitating, consulting, atau training sesuai kebutuhan sekolah.

7

B.1. Menyusun Rencana Kerja Pengawas Sekolah di Sekolah Model

Langkah kerja pengawas sekolah di Sekolah Model

13 of 38

Dimana Posisi Sekolah Binaan Anda?

KONSEP

Sekolah Model Implementasi merupakan satuan pendidikan yang secara konsisten menerapkan PM sebagai praktik pembelajaran unggul dan/atau KKA sebagai mata pelajaran pilihan, berfungsi sebagai laboratorium inovasi pembelajaran, percontohan implementasi kebijakan, serta sumber pengembangan kapasitas bagi satuan pendidikan lain.

TAHAPAN PERKEMBANGAN

Sekolah Model dilaksanakan secara bertahap berdasarkan 4 (empat) tingkat kematangan satuan pendidikan yang menggambarkan progres transformasi sekolah dalam mengimplementasikan PM dan KKA, yaitu pra berkembang, berkembang, maju, dan unggul.

8

Posisi Satuan Pendidikan (menggambarkan secara tingkas tahap perkembangan Sekolah Model berdasarkan kriteria keberhasilan Sekolah Model)

Langkah kerja pengawas sekolah di Sekolah Model

KODING DAN KECERDASAN ARTIFISIAL

PEMBELAJARAN MENDALAM

TAHAPAN PRA BERKEMBANG

  • Penumbuhan kesadaran dasar tentang komponen pembelajaran (perencanaan, pelaksanaan, dan asesmen)
  • Pendidik memahami tujuan pembelajaran dan asesmen dasar.
  • Penguatan konsis-tensi pembelajaran berpusat murid.
  • Integrasi penilaian formatif rutin.
  • Membangun budaya refleksi pendidik dan murid.
  • Pengembangan projek koding dan kecerdasan artifisial secara terbatas.
  • Pengenalan konsep koding dan kecerdasan artifisial

TAHAPAN BERKEMBANG

  • Optimalisasi pembelajaran mendalam
  • Asesmen holistik dan inklusif.
  • Penguatan kemitraan dengan orang tua, komunitas, dan dunia kerja.

TAHAPAN MAJU

TAHAPAN UNGGUL

  • Pengembangan proyek koding dan kecerdasan artifisial secara menyeluruh dan berkelanjutan,
  • Ekosistem belajar inovatif, reflektif, berdampak luas.
  • Pendidik sebagai inspirator dan agen perubahan.
  • Satuan pendidikan sebagai pusat prakti baik
  • Satuan pendidikan menjadi rujukan otonomi belajar murid, kemitrraan, etika digital, serta inovasi koding dan kecerdasan artifisial.

14 of 38

B.2. Membina Pelaksanaan Analisis Keberhasilan Sekolah Model

9

Langkah kerja pengawas sekolah di Sekolah Model

Deskripsi :

Pembinaan pelaksanaan analisis kriteria keberhasilan Sekolah Model berdasarkan asesmen awal merupakan proses yang dilakukan pengawas sekolah untuk memastikan sekolah model mampu mengidentifikasi tahapan perkembangan awal.

Tujuan :

  1. Membina kepala sekolah dalam membaca dan memetakan data asesmen awal sebagai dasar perencanaan sekolah model yang efektif dan berkelanjutan
  2. Memastikan kepala sekolah dalam menganalisis kriteria keberhasilan Sekolah Model secara objektif dan berbasis data hasil asesmen awal

Hasil :

Hasil Analisis kriteria keberhasilan Sekolah Model

Langkah-langkah :

  1. Memfasilitasi pemetaan capaian tahapan perkembangan berdasarkan hasil asesmen awal
  2. Memfasilitasi analisis kekuatan dan kesenjangan berdasarkan kriteria keberhasilan sekolah model

15 of 38

16 of 38

Langkah kerja pengawas sekolah di Sekolah Model

B.3. Membina Penyusunan Rencana Kerja Kepala Sekolah Model Berdasarkan Asesmen Awal

10

Deskripsi :

Pembinaan penyusunan rencana kerja kepala Sekolah Model berdasarkan asesmen awal merupakan proses yang dilakukan pengawas sekolah untuk memastikan perencanaan program sekolah disusun secara tepat, terarah, dan terukur sesuai prioritas pengembangan sekolah model.

Tujuan :

Memastikan perencanaan program sekolah disusun secara tepat, terarah, dan terukur sesuai prioritas pengembangan Sekolah Model.

Hasil :

Rencana Kerja Kepala Sekolah Model Berdasarkan Asesmen Awal

Langkah-langkah :

  1. Memfasilitasi KS dalam mengidentifikasi prioritas rencana kerja hasil pemetaan
  2. Membina KS dalam menetapkan program/rencana kerja inti berdasarkan prioritas
  3. Membina KS dalam menyusun tujuan program dan indikator keberhasilan
  4. Memfasilitasi KS dalam menetapkan langkah-langkah kegiatan, meliputi: perencanaan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi, refleksi dan perbaikan berkelanjutan
  5. Memfasilitasi KS dalam menentukan sumber daya yang diperlukan
  6. Memfasilitasi KS dalam menentukan waktu pelaksanaan rencana kerja
  7. Memfasilitasi KS dalam menentukan Dimensi Profil Lulusan yang ingin dicapai.

17 of 38

Deskripsi :

Penguatan Materi substansi merupakan proses pengawas sekolah untuk:

  1. mendorong Sekolah Model memiliki budaya belajar mendalam yang terinternalisasi, pendidik yang berperan sebagai fasilitator, mentor, dan inspirator, serta murid berkembang sebagai pembelajar mandiri sehingga dapat menjadi rujukan bagi sekolah lainnya.
  2. memastikan penguatan substansi tidak berhenti pada peningkatan kapasitas individu, tetapi berkembang menjadi budaya kolektif, inovasi pembelajaran, dan pengimbasan praktik baik

Tujuan :

Memastikan kepala sekolah dan pendidik tidak hanya memahami konsep PM dan KKA secara teoritis, tetapi mampu mengimplementasikannya secara mendalam, konsisten, dan inovatif dalam praktik nyata di satuan pendidikan.

Hasil :

  1. Peningkatan pemahaman Kepala Sekolah dan pendidik terkait konseptual PM dan KKA
  2. Perubahan praktik dan budaya belajar di sekolah

Langkah-langkah :

B.4. Penguatan Materi Subtansi Sekolah Model

11

Langkah kerja pengawas sekolah di Sekolah Model

  1. Menyiapkan bahan dan fokus penguatan substansi materi PM dan KKA
  2. Memfasilitasi pendalaman konsep PM dan KKA kepada kepala sekolah dan pendidik
  3. Memfasilitasi analisis keterkaitan materi penguatan dengan indikator keunggulan
  4. Melakukan refleksi dan penguatan pemahaman

18 of 38

Aspek

Indikator

Bahan Bacaan

Tautan

Keunggulan Belajar Murid

Budaya belajar: memuliakan, berkesadaran, bermakna, menggembirakan, otonomi belajar, refleksi

  1. Konsep PM
  2. Prinsip PM
  3. Peran baru siswa dalam PM
  1. Paparan PM
  2. Naskah Akademik
  3. Panduan Pembelajaran dan Asesmen

Capaian pembelajaran:

pencapaian 8 DPL

8 DPL

Keunggulan Mengajar Pendidik

Mengajar secara efektif: memuliakan, pengelolaan pembelajaran, refleksi

Pengelolaan Pembelajaran

Asesmen otentik dan berkeadilan: formatif, sumatif

Asesmen Pembelajaran

Pengembangan diri: belajar mandiri, belajar bersama kombel

PKB

B.4. Penguatan Materi Subtansi Sekolah Model

Penguasaan substansi Pembelajaran Mendalam (PM) wajib dimiliki pengawas sekolah sebagai dasar supervisi yang efektif. Pemahaman terhadap budaya belajar, capaian, pembelajaran, dan asesmen memungkinkan pengawas membina kepala sekolah dan pendidik secara tepat. Tanpa itu, supervisi berisiko tidak terarah, sehingga pengawas harus mampu mengarahkan implementasi PM secara konsisten dan berkelanjutan demi peningkatan mutu pembelajaran.

Langkah kerja pengawas sekolah di Sekolah Model

12

19 of 38

Penguasaan substansi kepemimpinan kepala sekolah dalam Pembelajaran Mendalam (PM) menjadi hal esensial bagi pengawas sekolah dalam melaksanakan supervisi yang tepat. Pemahaman terhadap kepemimpinan PM, pengelolaan sumber daya, kemitraan, serta pemanfaatan teknologi memungkinkan pengawas membina kepala sekolah secara strategis. Dengan penguasaan ini, pengawas dapat memastikan keselarasan visi, efektivitas manajemen, dan keberlanjutan ekosistem pembelajaran yang berdampak pada peningkatan mutu pendidikan.

Aspek

Indikator

Bahan Bacaan

Tautan

Keunggulan Kepemimpinan Kepala Sekolah

Kepemimpinan PM: memimpin implementasi PM, menyelaraskan VMTS, supervisi akademik, memimpin refleksi,

Kepemimpinan PM

  1. Penyelarasan VMTS
  2. Pengelolaan sumber daya
  3. Kemitraan dan ekosistem
  4. Pemanfaatan teknologi

Pengelolaan sumber daya: mengembangkan PTK, mengoptimalisasi sumber daya, manajemen sekolah

Pengelolaan sumber daya

Kemitraan dan ekosistem pembelajaran: mengembangkan kemitraan, mewujudkan lingkungan belajar

Kemitraan dan ekosistem pembelajaran

Pemanfaatan Teknologi: mengembangkan instruktur, mengembangkan kapasitas PTK dalam TIK

Pemanfaatan teknologi

B.4. Penguatan Materi Subtansi Sekolah Model

Langkah kerja pengawas sekolah di Sekolah Model

13

20 of 38

Deskripsi :

Pembinaan penguatan visi, misi, dan tujuan (VMT) Sekolah Model merupakan proses yang dilakukan pengawas sekolah untuk memastikan perumusan VMT berbasis data sehingga mencerminkan kebutuhan nyata dan arah pengembangan yang tepat. Pengawas membina kepala sekolah agar VMT terimplementasi secara konsisten dalam program, pengambilan keputusan, dan praktik pembelajaran yang mendukung Pembelajaran Mendalam (PM) dan KKA.

Tujuan :

  1. Memastikan visi, misi, dan tujuan sekolah dirumuskan berbasis data riil satuan pendidikan serta selaras dengan Pembelajaran Mendalam (PM) dan KKA.
  2. Memastikan visi dan misi terinternalisasi ke dalam budaya sekolah serta praktik pembelajaran yang nyata.
  3. Memfasilitasi keterpaduan antara visi, misi, program dan kegiatan sekolah dan pengelolaan sumber daya secara konsisten dan berkelanjutan.

Hasil :

Dokumen Visi, Misi dan Tujuan Satuan Pendidikan, Reviu Pengawas

Langkah-langkah :

  1. Memfasilitasi identifikasi kesenjangan VMT Satuan Pendidikan dengan PM-KKA
  2. Memfasilitasi penyelarasan visi, misi, tujuan satuan pendidikan dengan PM-KKA
  3. Memfasilitasi perumusan ulang VMT Satuan Pendidikan
  4. Memantau implementasi strategi peningkatan rasa kepemilikan VMT Satuan Pendidikan kepada warga sekolah
  5. Memantau implementasi VMT Satuan Pendidikan ke dalam semua aktivitas sekolah
  6. Memberikan umpan balik dan rekomendasi

B.5.a. Pembinaan Pelaksanaan dalam Penguatan Visi, Misi dan Tujuan Sekolah Model

14

Langkah kerja pengawas sekolah di Sekolah Model

21 of 38

B.5.b Pembinaan Pelaksanaan dalam Supervisi Akademik dan Supervisi Manajerial Sekolah Model

  1. Pembinaan Pelaksanaan dalam Supervisi Akademik Sekolah Model Bagi Kepala Sekolah
  1. Pembinaan Penyusunan Program Supervisi Akademik.
  2. Pembinaan Supervisi Akademik Kepala Sekolah pada Tahap Pra-Observasi.
  3. Pembinaan Supervisi Akademik Kepala Sekolah pada Tahap Observasi.
  4. Pembinaan Supervisi Akademik Kepala Sekolah pada Tahap Pasca Observasi.
  5. Pembinaan Evaluasi, Refleksi dan Tindak Lanjut Supervisi Akademik.

2. Pembinaan Pelaksanaan dalam Supervisi Akademik Bagi Pendidik

  1. Pembinaan Supervisi Akademik Pendidik pada Tahap Pra-Observasi
  2. Pembinaan Supervisi Akademik Pendidik pada Tahap Observasi
  3. Pembinaan Supervisi Akademik Pendidik pada Tahap Pasca-Observasi

3. Pembinaan Pelaksanaan dalam Supervisi Manajerial Sekolah Model

  1. Supervisi Pengelolaan Praktik Pedagogis.
  2. Supervisi Pengelolaan Lingkungan Belajar.
  3. Supervisi Pengelolaan Kemitraan Pembelajaran.
  4. Supervisi Pengelolaan Pemanfaatan Digital.

Langkah kerja pengawas sekolah di Sekolah Model

15

4. Pembinaan Pelaksanaan Supervisi Manajerial dalam Pengembangan Strategi Entrepreneurship

Pembinaan Pengembangan Strategi Entrepreneurship

22 of 38

Langkah kerja pengawas sekolah di Sekolah Model

B.5.b.1. Pembinaan Pelaksanaan dalam Supervisi Akademik Sekolah Model Bagi Kepala Sekolah

Deskripsi :

Pembinaan pelaksanaan supervisi akademik merupakan proses pengawas sekolah untuk memastikan supervisi akademik oleh kepala sekolah terlaksana secara sistematis dan berkualitas.

Tujuan :

  1. Meningkatkan kapasitas KS sebagai instructional leader dalam merancang dan melaksanakan supervisi akademik berbasis PM dan KKA.
  2. Memastikan KS mampu melaksanakan supervisi pembelajaran secara sistematis, berbasis data, dan berkelanjutan.
  3. Menguatkan kemampuan KS dalam memberikan umpan balik berbasis coaching, mentoring, atau consulting kepada pendidik..
  4. Mendorong KS mengelola komunitas belajar dan sumber daya untuk peningkatan kualitas pembelajaran.
  5. Memastikan KS memanfaatkan hasil supervisi sebagai dasar pengambilan keputusan dan perbaikan mutu sekolah.
  1. Pembinaan penyusunan program supervisi akademik.
  2. Pembinaan supervisi akademik pada tahap pra-observasi.
  3. Pembinaan supervisi akademik pada tahap observasi.
  4. Pembinaan supervisi akademik pada tahap pasca-observasi.
  5. Pembinaan evaluasi, refleksi dan tindak lanjut supervisi akademik

Kegiatan :

16

23 of 38

Pembinaan Pelaksanaan dalam Supervisi Akademik bagi Kepala Sekolah

1. Pembinaan Penyusunan Program Supervisi Akademik

Langkah-Langkah

Hasil

  1. Membimbing KS menganalisis hasil supervisi tahun sebelumnya
  2. Memfasilitasi KS menentukan prioritas sasaran supervisi
  3. Memastikan KS menyusun jadwal
  4. Menyepakati instrumen yang akan digunakan
  5. Membimbing KS menyusun program supervisi akademik
  6. Memastikan KS menyosialisasikan program supervisi akademik
  1. Program kerja supervisi akademik kepala sekolah
  2. Jadwal supervisi akademik
  3. Instrumen supervisi yang selaras dengan kebijakan PM dan KKA

2. Pembinaan Supervisi Akademik pada Tahap Pra-Observasi

Langkah-Langkah

Hasil

  1. Menelaah program dan instrumen supervisi akademik berbasis PM dan KKA yang akan digunakan KS
  2. Mengkaji kesesuaian instrumen dengan kebijakan PM dan KKA
  3. Melakukan diskusi awal terkait fokus supervisi
  4. Memastikan KS telah menelaah dokumen perencanaan pembelajaran pendidik
  5. Membimbing KS menetapkan fokus observasi yang spesifik
  1. Instrumen supervisi yang selaras dengan kebijakan PM dan KKA
  2. Hasil telaah dokumen perencanaan pendidik berbasis PM dan KKA
  3. Kesepakatan fokus Observasi

Langkah kerja pengawas sekolah di Sekolah Model

17

24 of 38

Langkah dan Hasil Kerja Pembinaan Pelaksanaan dalam Supervisi Akademik bagi Kepala Sekolah

3. Pembinaan Supervisi Akademik Kepala Sekolah pada Tahap Observasi

Langkah-Langkah

Hasil

    • Melaksanaan observasi pembelajaran
    • Menggunakan instrumen secara konsisten
    • Mencatat data bersifat objektif (evidence-based)
    • Menganalisis catatan hasil pelaksanaan supervisi

Data hasil observasi yang valid dan objektif

4. Pembinaan Supervisi Akademik Kepala Sekolah pada Tahap Pasca-Observasi

Langkah-Langkah

Hasil

  1. Menelaah proses refleksi KS dengan pendidik
  2. Memastikan KS memberikan umpan balik berbasis data
  3. Memberikan umpan balik kepada KS terkait kualitas supervisinya

Peningkatan kapasitas Kepala Sekolah

*) Catatan: Strategi dalam observasi kelas bersifat situasional, 4 aktivitas di atas dapat dilakukan masing-masing, kolaborasi PS dan KS, atau PS mengamati KS melakukan supervisi

5. Pembinaan Evaluasi, Refleksi dan Tindak Lanjut Supervisi Akademik

Langkah-Langkah

Hasil

  1. Memastikan KS menganalisis data hasil supervisi
  2. Membimbing KS melakukan refleksi berbasis data
  3. Membimbing KS menyusun rencana perbaikan dan tindak lanjut
  1. Rencana tindak lanjut yang spesifik dan terukur
  2. Peningkatan kapasitas Kepala Sekolah

Langkah kerja pengawas sekolah di Sekolah Model

18

25 of 38

Langkah kerja pengawas sekolah di Sekolah Model

B.5.b.2. Pembinaan Pelaksanaan dalam Supervisi Akademik Bagi Pendidik

Deskripsi :

Tujuan :

  1. Meningkatkan kapasitas KS sebagai instructional leader dalam merancang dan melaksanakan supervisi akademik berbasis PM dan KKA.
  2. Memastikan KS mampu melaksanakan supervisi pembelajaran secara sistematis, berbasis data, dan berkelanjutan.
  3. Menguatkan kemampuan KS dalam memberikan umpan balik berbasis coaching, mentoring, atau consulting kepada pendidik..
  4. Mendorong KS mengelola komunitas belajar dan sumber daya untuk peningkatan kualitas pembelajaran.
  5. Memastikan KS memanfaatkan hasil supervisi sebagai dasar pengambilan keputusan dan perbaikan mutu sekolah.

Pembinaan pelaksanaan supervisi akademik merupakan proses pengawas sekolah untuk memastikan supervisi akademik oleh kepala sekolah terlaksana secara sistematis dan berkualitas.

Kegiatan :

  1. Pembinaan supervisi akademik pendidik pada tahap pra-observasi.
  2. Pembinaan supervisi akademik pendidik pada tahap observasi.
  3. Pembinaan supervisi akademik pendidik pada tahap pasca-observasi.

19

26 of 38

Langkah dan Hasil Kerja Pembinaan Pelaksanaan dalam Supervisi Akademik bagi Pendidik

2. Pembinaan Supervisi Akademik Pendidik pada Tahap Observasi

Langkah-Langkah

Hasil

  1. Mengamati pembelajaran menggunakan instrumen PM dan KKA
  2. Mencatat aktivitas pendidik dan murid secara faktual
  3. Mengidentifikasi penerapan prinsip, pengalaman belajar, dan kerangka pembelajaran PM
  4. Mengamati integrasi KKA dalam pembelajaran

Data hasil observasi yang valid dan objektif

3. Pembinaan Supervisi Akademik Pendidik pada Tahap Pasca-Observasi

Langkah-Langkah

Hasil

  1. Melakukan refleksi bersama pendidik berbasis data hasil observasi
  2. Memberikan umpan balik konstruktif dan solutif
  3. Menguatkan praktik baik pendidik
  4. Menyusun rencana tindak lanjut bersama pendidik
  5. Memantau implementasi perbaikan pembelajaran

Perbaikan praktik pembelajaran berkelanjutan

1. Pembinaan Supervisi Akademik Pendidik pada Tahap Pra-Observasi

Langkah-Langkah

Hasil

  1. Menelaah dokumen perencanaan pembelajaran pendidik
  2. Mengidentifikasi fokus observasi (keterlibatan murid, asesmen, umpan balik, atau lainnya)
  3. Melakukan diskusi awal untuk menggali strategi dan kendala pendidik
  4. Menyepakati fokus observasi dengan pendidik
  1. Instrumen supervisi yang selaras dengan kebijakan PM dan KKA
  2. Hasil telaah dokumen perencanaan pendidik berbasis PM dan KKA
  3. Kesepakatan fokus Observasi

Langkah kerja pengawas sekolah di Sekolah Model

20

27 of 38

Deskripsi :

Supervisi manajerial merupakan proses pengawas sekolah dalam melakukan pembinaan dan pemantauan Kepala Sekolah dalam Strategi manajerial Kepala Sekolah Model yang berfokus pada pendekatan kolaboratif, reflektif, dan berkelanjutan dengan menjadikan PM & KKA sebagai fondasi utama pengembangan sekolah.

Tujuan :

Pengawas sekolah berperan memastikan langkah-langkah pelaksanaan program manajerial sudah berjalan dan berdampak bagi satuan pendidikan.

B.5.b.3. Pembinaan Pelaksanaan dalam Supervisi Manajerial Sekolah Model

Praktik Pedagogis

1

Lingkungan Belajar

Kemitraan Pembelajaran

Pemanfaatan Digital

Kepala Sekolah mampu membangun ekosistem sekolah yang kondusif, kolaboratif, dan adaptif terhadap perkembangan IPTEKS, supaya implementasi PM dan KKA berjalan optimal sehingga mencapai level/tahapan kriteria keberhasilan sekolah model yang lebih baik.

Langkah kerja pengawas sekolah di Sekolah Model

Langkah kerja pengawas sekolah di Sekolah Model

2

3

4

Output :

Empat Area Utama Kepemimpinan PM

21

28 of 38

B.5.b.3.1 Pembinaan Pelaksanaan Supervisi Manajerial SM dalam Pengelolaan Sekolah: Praktik Pedagogis

Langkah kerja pengawas sekolah di Sekolah Model

Memastikan program sekolah mendukung peningkatan kualitas pembelajaran di kelas

Langkah Kerja Pengawas Sekolah :

  1. Menelaah RKT/RKAS terkait peningkatan kompetensi pendidik dalam implementasi PM dan KKA
  2. Membimbing KS merancang program penguatan pedagogi (pelatihan, komunitas belajar, lesson study atau lainnya)
  3. Memantau pelaksanaan program
  4. Mengkaji pemanfaatan SDM, waktu, dan anggaran
  5. Membimbing KS dalam pemanfaatan hasil evaluasi
  6. Memberikan umpan balik dan penguatan praktik baik
  1. Program peningkatan kompetensi pendidik yang terarah dan sistematis
  2. Kelompok kerja aktif dan berkelanjutan
  3. Peningkatan kompetensi pendidik dalam pembelajaran

Tujuan :

Output :

22

29 of 38

B.5.b.3.2 Pembinaan Pelaksanaan Supervisi Manajerial SM dalam Pengelolaan Sekolah: Pengelolaan Penciptaan Lingkungan Belajar

Langkah kerja pengawas sekolah di Sekolah Model

Memastikan lingkungan belajar aman, inklusif, dan mendukung pembelajaran mendalam

Output :

  1. Lingkungan belajar kondusif dan inklusif
  2. Sarana prasarana termanfaatkan optimal
  3. Keterlibatan murid meningkat

Langkah Kerja Pengawas Sekolah :

  1. Menelaah kebijakan (nasional & daerah) terkait budaya sekolah
  2. Membimbing KS menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan mendukung PM dan KKA
  3. Memantau pemanfaatan sarana prasarana untuk pembelajaran
  4. Mengkaji keterlibatan murid dalam memanfaatkan lingkungan pembelajaran
  5. Menilai budaya belajar
  6. Memberikan penguatan praktik baik dalam pengelolaan lingkungan belajar

Tujuan :

23

30 of 38

B.5.b.3.3 Pembinaan Pelaksanaan dalam Supervisi Manajerial Sekolah Model: Pengelolaan Kemitraan Pembelajaran

Langkah kerja pengawas sekolah di Sekolah Model

  1. Menelaah RKT/RKAS terkait program kemitraan (orang tua, masyarakat, DUDI, komunitas)
  2. Membimbing KS merancang strategi kemitraan untuk mendukung PM dan KKA
  3. Memantau pelaksanaan kemitraan pembelajaran
  4. Mengkaji hasil kemitraan terhadap pembelajaran
  5. Membimbing KS dalam mendorong keterlibatan aktif pemangku kepentingan
  6. Memberikan penguatan praktik baik dalam pengelolaan kemitraan pembelajaran

Output :

  1. Dokumen kerjasama dengan mitra pembelajaran (dapat berupa MoU, dokumen program kerja, atau lainnya)
  2. Jejaring pembelajaran aktif

Memastikan sekolah membangun kemitraan pembelajaran yang mendukung pembelajaran

Tujuan :

Langkah Kerja Pengawas Sekolah :

24

31 of 38

B.5.b.3.4 Pembinaan Pelaksanaan dalam Supervisi Manajerial Sekolah Model: Pengelolaan Pemanfaatan Digital

Langkah kerja pengawas sekolah di Sekolah Model

Memastikan pemanfatan digital yang mendukung implementasi PM dan KKA

  1. Menelaah RKT/RKAS terkait pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran
  2. Mendorong penggunaan platform digital untuk pembelajaran
  3. Memantau pemanfaatan digital dalam pembelajaran
  4. Mengkaji pemanfaatan digital dalam implementasi PM-KKA
  5. Memberikan penguatan praktik baik dalam pemanfaatan digital
  1. Pembelajaran terdukung dengan teknologi digital
  2. Literasi digital pendidik dan murid meningkat
  3. Inovasi pembelajaran berbasis teknologi

Tujuan :

Langkah Kerja Pengawas Sekolah :

Output :

25

32 of 38

Supervisi manajerial pengembangan strategi entrepreneurship merupakan proses pengawas sekolah dalam membina dan memantau kepala sekolah agar mampu merancang, mengorganisasikan, melaksanakan, serta mengevaluasi program entrepreneurship di sekolah secara terintegrasi.

  1. Memastikan program entrepreneurship di Sekolah Model dalam menumbuhkan jiwa entrepreneurship melalui pengalaman nyata.
  2. Memastikan kepala sekolah mampu merancang program entrepreneurship berbasis kebutuhan dan potensi sekolah

Program entrepreneurship Sekolah Model berjalan efektif

B.5.b.4. Pembinaan Pelaksanaan Supervisi Manajerial dalam Pengembangan Strategi Entrepreneurship

  1. Memfasilitasi KS dalam menyusun perencanaan program entrepreneurship
  2. Memantau KS dalam pelaksanaan program entrepreneurship
  3. Memantau KS dalam melakukan evaluasi dan refleksi program entrepreneurship
  4. Memfasilitasi KS menyusun program tindak lanjut.

Langkah kerja pengawas sekolah di Sekolah Model

Deskripsi:

Langkah Kerja:

Tujuan:

Output:

26

33 of 38

Tujuan:

Memastikan kepala sekolah dan pendidik tidak hanya memahami konsep TET tetapi juga dapat mengimplementasikannya di satuan pendidikan dan di kelompok kerja.

B.5.c. Pembinaan dan Pemantauan Pelaksanaan Implementasi Teacher Experimental Training (TET)

Output:

Peningkatan Kompetensi Kepala Sekolah dan Pendidik

Langkah kerja pengawas sekolah di Sekolah Model

TET dalam konteks PM dan KKA merupakan model pelatihan KS dan pendidik berbasis eksperimen, yang di dalamnya mengandung pendekatan experiential-reflektif dan dioperasionalkan melalui berbagai strategi praktik langsung dan umpan balik. Implikasinya supervisi akademik tidak lagi dominan sebagai penilai administratif, tetapi pengawas sekolah harus menjadi: coach dan mentor bagi pendidik, fasilitator eksperimen pembelajaran, dan penggerak refleksi dan perbaikan berkelanjutan.

Deskripsi:

Langkah:

  • Melakukan pembinaan dan pemantauan Implementasi TET di sekolah binaan
  • Memantau pengembangan kapasitas pendidik dan Kepala Sekolah dengan mengadaptasi alur TET,
  • Memantau penyusunan program sekolah model berdasarkan hasil asesmen awal

27

34 of 38

Deskripsi :

Pembinaan Pelaksanaan berbagi praktik baik sekolah model merupakan proses yang dilakukan oleh pengawas sekolah kepada pendidik dan kepala sekolah model agar mampu membagikan praktik implementasi yang terbukti efektif dan memberikan dampak positif dalam pelaksanaan PM dan KKA di satuan pendidikan pada forum kolaboratif di kelompok sekolah binaan.

Tujuan :

  1. Membantu pendidik dan kepala sekolah agar mampu mendiseminasikan praktik baik yang dapat diadaptasi dan direplikasi oleh pendidik dan kepala sekolah binaan lain.
  2. Mendorong sekolah menjadi sumber belajar, pusat rujukan, dan percontohan praktik baik.

Hasil :

  1. Dokumentasi praktik baik pendidik dan kepala sekolah, misal: foto, video, format, atau sejenisnya.
  2. Peningkatan kapasitas pendidik dan kepala sekolah binaan dalam memimpin perubahan, inovasi, dan refleksi praktik.
  3. Rekomendasi tindak lanjut untuk penguatan implementasi di kelas dan sekolah masing-masing.
  4. Produk inovasi pembelajaran hasil dari kelompok sekolah binaan

Langkah-langkah :

  1. Membina pendidik dan kepala sekolah dalam menyusun bahan berbagi praktik baik.
  2. Membina pendidik dan kepala sekolah dalam menyajikan praktik baik dalam forum kelompok kerja.
  3. Memfasilitasi umpan balik dan rekomendasi.
  4. Mendokumentasikan hasil berbagi dan memastikan kegiatan berjalan terencana, rutin, dan berkelanjutan.

B.5.d. Pembinaan Pelaksanaan Berbagi Praktik Baik di Kelompok Sekolah Binaan

28

Langkah kerja pengawas sekolah di Sekolah Model

35 of 38

Strategi Pemantauan dan Evaluasi merupakan proses pengawas sekolah untuk:

  1. Pemantauan: kegiatan sistematis untuk mengumpulkan data dan menganalisis keterlaksanaan program sekolah model, mengidentifikasi masalah dan memberikan informasi untuk mengambil keputusan korektif.
  2. Evaluasi: proses sistematis untuk mengukur, menganalisis, dan mengevaluasi kualitas Sekolah Model dengan fokus utama pada pencapaian kriteria keberhasilan Sekolah Model Implementasi PM dan KKA.

Tujuan :

Pemantauan dan evaluasi dilakukan untuk mengukur efektivitas program Sekolah Model implementasi PM dan KKA secara komprehensif.

Hasil :

Data hasil pemantauan dan evaluasi, umpan balik dan rekomendasi

Langkah-langkah :

  1. Pemantauan dan evaluasi implementasi (Program selaras dengan desain awal)
  2. Pemantauan dan evaluasi proses dan konteks perubahan (keberhasilan proses dan faktor-faktor yang mempengaruhi)
  3. Pemantauan dan evaluasi dampak (untuk mengetahui dampak jangka menengah dan jangka panjang dari intervensi kebijakan)

B.6. Melaksanakan Strategi Pemantauan dan Evaluasi Sekolah Model

29

Langkah kerja pengawas sekolah di Sekolah Model

Deskripsi :

36 of 38

  1. Mendiseminasikan praktik baik pembinaan sekolah model yang terbukti efektif dan berdampak.
  2. Mendorong replikasi dan adaptasi .praktik baik pada sekolah binaan lainnya.
  3. Menguatkan kolaborasi antar Pengawas Sekolah.

Deskripsi :

Berbagi praktik baik merupakan kegiatan yang dilakukan pengawas sekolah untuk mendiseminasikan pengalaman keberhasilan pembinaan sekolah model kepada sesama pengawas dalam forum (KKPS/MKPS).

Tujuan :

Hasil :

  1. Dokumentasi praktik baik pengawas sekolah, misal: foto, video, format, atau sejenisnya.
  2. Meningkatnya kapasitas pengawas sekolah dalam membina pendidik dan kepala sekolah dalam memimpin perubahan, inovasi, dan refleksi praktik.
  3. Rekomendasi tindak lanjut untuk penguatan implementasi di sekolah binaan masing-masing..
  4. Menguatnya budaya belajar dan replikasi praktik baik antarsatuan pendidikan.
  5. Produk inovasi kepengawasan.

Langkah-langkah :

  1. Menyajikan praktik baik di kelompok kerja melalui diskusi, refleksi, dan umpan balik sejawat.
  2. Membimbing rekan sejawat dalam merancang tindak lanjut untuk adaptasi atau replikasi di sekolah binaan masing-masing.
  3. Mendokumentasikan hasil berbagi dan memastikan kegiatan berjalan terencana, rutin, dan berkelanjutan

B.7. Berbagi Praktik Baik Keberhasilan Pembinaan Sekolah Model di Kelompok Kerja Pengawas Sekolah

30

Langkah kerja pengawas sekolah di Sekolah Model

37 of 38

Deskripsi :

Pelaporan program Sekolah Model merupakan proses yang dilakukan oleh pengawas sekolah untuk mendokumentasikan dan menyampaikan hasil pembinaan, pemantauan dan evaluasi pelaksanaan program sekolah secara komprehensif dan berbasis data.

Tujuan :

Melaporkan hasil pembinaan , pemantauan terarah, terukur, reflektif, dan berkelanjutan dalam menerapkan PM dan KKA untuk mencapai 8 Dimensi Profil Lulusan.

Hasil :

Laporan hasil pembinaan dan pemantauan keterlaksanaan program Sekolah Model

Langkah-langkah :

  1. Mengumpulkan portofolio pelaksanaan program pengelolaan Sekolah Model
  2. Menyusun laporan program pengelolaan Sekolah Model
  3. Menyampaikan laporan program pengelolaan Sekolah Model

B.8. Pelaporan Program Sekolah Model

31

Langkah kerja pengawas sekolah di Sekolah Model

38 of 38

32

B.8 Sistematika Laporan Minimal Memuat:

Langkah kerja pengawas sekolah di Sekolah Model

Bab.I.

Pendahuluan

Bab.II.

Deskripsi Hasil Pemetaan Assesmen Awal

Bab.III.

Rencana Pembinaan dan Pemantauan Implementasi PM dan KKA

Deskripsi Hasil Pemantauan dan Evaluasi Pelaksanaan Pembinaan Implementasi PM dan KKA

Bab V.

Rekomendasi dan Tindak Lanjut

Lampiran

Output : Laporan hasil pembinaan dan pemantauan keterlaksanaan program sekolah model