Pengarah
Prof. Dr. Nunuk Suryani, M.Pd., Direktur Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru�Arif Jamali, S.Pd., M.Pd., Staf Khusus Mendikdasmen Bidang Pembelajaran dan Sekolah Unggul�Dr. Muhammad Muchlas Rowi, S.F., S.H., M.M., Staf Khusus Mendikdasmen Bidang Transformasi Digital dan Kecerdasan Buatan�Ir. Moch. Abduh, M.S.Ed., Ph.D., Staf Ahli Mendikdasmen Bidang Teknologi Pendidikan
Penanggung Jawab
Dr. Iwan Junaedi, M.Pd., Direktur Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah dan Tenaga Kependidikan�
Tim Penyusun
Suharto Sisar, S.Pd., M.T, Dr. Leny Noviani, M.Si., Dra.Titik Sugihartilawati, M.M., Dr. Wahyu Ekawati, M.Pd., Kardina Pendikarini, S.S., M.Pd., Mulyadi, S.Ag., M.Pd.,
Penelaah
Prof. Dr. Ibrohim, M.Si, Dr. Cepi Triatna
Kontributor
Dr. Subandi, Dr. Hairun Nissa, Nur Afrijal Setiawan, S.E., Evi Anita Siregar, M.Pd., Sri Eko Marwati S.Sos., Drs. Widadi Ambar Saputra, M.A., Drs. Hasaktian Oktavianus, Dian Ismayawati, S.Sos., Ranu Apriyono Esyam, S.Sos., M.Si., Nur Endah Saputri, S.Pd., Tazkia Af’ida Izzati, S.Stat., Nina Utami, Kaharjanu Fajar Respati, S.Sos., Mutiara Parawitan, A.Md., Syafrizal Alimuzar, Wahyudi Setyowibowo, Asep Sarifudin
Penata Letak
M. Nias D.K
@Direktorat KSPSTK 2026
Buku Pegangan Pengawas Sekolah dalam Implementasi Pembelajaran Mendalam dan KKA di Sekolah Model
Daftar Isi
A.1. Pengantar
A.2. Tujuan
A.3. Dasar Hukum
A.4. Desain Sekolah Model
A.5. Ruang Lingkup Tugas Pengawas Sekolah di Sekolah Model
B.1. Menyusun Rencana Kerja Pengawas Sekolah di Sekolah Model
B.2. Membina Pelaksanaan Analisis Kriteria Keberhasilan Sekolah Model berdasar Asesmen Awal
B.3. Membina Penyusunan Rencana Kerja Kepala Sekolah Model Berdasarkan Asesmen Awal
B.4. Penguatan Materi Subtansi Sekolah Model dalam:
B.5. Pembinaan Pelaksanaan dalam:
a. Penguatan Visi, Misi dan Tujuan Sekolah Model
b. Supervisi Akademik dan Supervisi Manajerial Sekolah Model
c. Implementasi Teacher Experimental Training (TET)
d. Berbagi Praktik Baik Sekolah Model di Kelompok Sekolah Binaan
B.6. Melaksanakan Strategi Pemantauan dan Evaluasi Sekolah Model
B.7. Berbagi Praktik Baik Keberhasilan Pembinaan Sekolah Model di Kelompok Kerja Pengawas Sekolah
B.8. Menyusun Laporan Program Sekolah Model
1
1
2
3
4
5
6
9
10
11
11
12
14
15
27
28
29
30
31
Pengantar
Puji syukur ke hadirat Allah SWT, buku pegangan ini disusun sebagai panduan bagi Pengawas Sekolah dalam implementasi PM dan KKA di sekolah model. Buku ini didasarkan pada Keputusan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah terkait Sekolah Model Implementasi PM dan KKA. Buku ini memberikan gambaran langkah-langkah praktis hal-hal yang dilakukan Pengawas Sekolah dalam melaksanakan tugas kepengawasan di sekolah model implementasi PM dan KKA.
Melalui buku pegangan ini, Pengawas Sekolah diharapkan dapat memandu Sekolah Model sesuai tahapan tingkat kematangan sekolah dalam mengimplementasikan PM dan KKA yaitu dari pra berkembang, berkembang, maju, hingga unggul. Pengawas Sekolah dapat melakukan upaya-upaya untuk menyempurnakan dan mengembangkan langkah-langkah kerja sesuai dengan konteks dan kebutuhan Sekolah Model.
Direktorat KSPSTK mengucapkan apresiasi dan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam penyusunan buku pegangan ini. Semoga buku ini bermanfaat bagi peningkatan kualitas pembelajaran di Sekolah Model
Direktur Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah dan Tenaga Kependidikan
Dr. Iwan Junaedi, M.Pd
Pengantar, Tujuan, Dasar Hukum, Desain Sekolah Model, Ruang Lingkup Tugas Pengawas Sekolah di Sekolah Model
Pengawas Sekolah merupakan aktor strategis dalam memastikan keberhasilan implementasi Sekolah Model Pembelajaran Mendalam (PM) dan Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) melalui peran sebagai pendamping profesional, penjamin mutu, dan penggerak transformasi pembelajaran. Sejalan dengan fungsi Sekolah Model sebagai laboratorium inovasi dan pusat praktik baik, diperlukan buku pegangan yang operasional, kontekstual, dan mudah digunakan untuk mendukung pembinaan dan pendampingan yang efektif oleh pengawas sekolah.
A.1. Pengantar
A.2. Tujuan
1
A.3. Dasar Hukum
2
A.4. Design Sekolah Model
3
Intervensi
Kegiatan
Bimbingan Teknis dan Pendampingan Satuan Pendidikan
Pengembangan Sumber Belajar
dan Perangan Pembelajaran
Fasilitasi Showcasing dan Penguatan
Jejaring
Penguatan Kelompok Kerja
Guru, Kepala Sekolah, dan Pengawas Sekolah
Advokasi Dinas Pendidikan
Pemantauan dan Evaluasi
Masukan
Regulasi Pendukung
Pedoman Penyelenggaraan Sekolah Model Implementasi dan Materi Pendukung Lainnya
Desain Bimbingan Teknis
dan Pendampingan
Desain Advokasi Darah dan Kemitraan
Desain Pemantauan dan Evaluasi
Keluaran
Kepala Sekolah dan pendidik mengikuti bimtek dan pendampingan
Satuan pendidikan mendapat bantuan sarana dan media pembelajaran
Satuan Pendidikan membangun jejaring di daerah, nasional, dan/atau internasional
Satuan Pendidikan menggerakkan Komunitas pendidik dan kepala satdik serta berbagai praktik inovasi pembelajaran
Pengawas dan dinas pendidikan mengikuti sosialisasi dan advokasi
Hasil Jangka Pendek
Hasil Jangka Menengah
Satuan Pendidikan Mampu Menerapkan PM dan KKA optimal
Satuan Pendidikan menjadi pusat percontohan implementasi PM
dan KKA
Dukungan daerah terhadap implemen-tasi PM dan KKA secara berkelanjutan
Hasil Jangka Menengah
Murid Mencapai 8 Dimensi Profil Lulusan serta mampu memanfaatkan teknologi digital secara efektif, produktif, dan bertanggung jawab.
Meningkatkan kapasitas kepala sekolah dan pendidik dalam menerapkan PM
dan KKA
Satuan Pendidikan Memiliki Nerworking Pembelajaran yang luas
Mangkatnya budaya belajar antar satuan pendidikan
Meningkatnya pemahaman serta dukungan dari pengawas dan dinas pendidikan
4
A.5. Ruang Lingkup Tugas Pengawas Sekolah di Sekolah Model
B1. Menyusun Rencana Pengawasan di Sekolah Model
Pengawas menyusun program kerja pembinaan pengembangan sekolah model
Membina Pelaksanaan Asesmen Awal
B2. Membina Pelaksanaan Analisis Kriteria Keberhasilan Sekolah Model berdasar Asesmen Awal
B.3. Membina Penyusunan Rencana Kerja Kepala Sekolah Model Berdasarkan Asesmen Awal
B4. Menguatkan Substansi Materi Sekolah Model
B5. Pembinaan Pelaksanaan
B6. Pemantauan dan Evaluasi
Melakukan pemantauan dan Evaluasi Pelaksanaan Pengembangan Sekolah Model
B7. Berbagi Praktik Baik di kelompok kerja PS
Berbagi praktik baik keberhasilan pembinaan pengembangan sekolah model
B8. Menyusun Laporan Program, Sekolah Model
Langkah Kerja Pengawas Sekolah di Sekolah Model
5
B1. Menyusun Rencana Kerja Pengawas Sekolah di Sekolah Model
6
Langkah kerja pengawas sekolah di Sekolah Model
Deskripsi :
Perencanaan Program merupakan proses merumuskan tujuan, menentukan langkah-langkah kegiatan, mengalokasikan sumber daya serta menetapkan waktu dan indikator keberhasilan PM dan KKA untuk mencapai hasil yang diinginkan secara efektif dan efisien.
Tujuan :
Menghasilkan program kepengawasan sebagai pedoman pelaksanaan kegiatan pengawasan sekolah model.
Hasil :
Dokumen Program Perencanaan Pengembangan Sekolah Model Implementasi PM
Langkah-langkah :
KRITERIA KEBERHASILAN SEKOLAH MODEL
3 (tiga) kriteria keberhasilan Sekolah Model Implementasi PM beserta indikatornya menjadi acuan dalam evaluasi baseline, tahapan pengembangan sekolah model dari pra berkembang, berkembang, maju, sampai ke unggul.
Untuk mencapai 3 kriteria keberhasilan, Pengawas Sekolah melakukan pembinaan dalam bentuk coaching, mentoring, facilitating, consulting, atau training sesuai kebutuhan sekolah.
7
B.1. Menyusun Rencana Kerja Pengawas Sekolah di Sekolah Model
Langkah kerja pengawas sekolah di Sekolah Model
Dimana Posisi Sekolah Binaan Anda?
KONSEP
Sekolah Model Implementasi merupakan satuan pendidikan yang secara konsisten menerapkan PM sebagai praktik pembelajaran unggul dan/atau KKA sebagai mata pelajaran pilihan, berfungsi sebagai laboratorium inovasi pembelajaran, percontohan implementasi kebijakan, serta sumber pengembangan kapasitas bagi satuan pendidikan lain.
TAHAPAN PERKEMBANGAN
Sekolah Model dilaksanakan secara bertahap berdasarkan 4 (empat) tingkat kematangan satuan pendidikan yang menggambarkan progres transformasi sekolah dalam mengimplementasikan PM dan KKA, yaitu pra berkembang, berkembang, maju, dan unggul.
8
Posisi Satuan Pendidikan (menggambarkan secara tingkas tahap perkembangan Sekolah Model berdasarkan kriteria keberhasilan Sekolah Model)
Langkah kerja pengawas sekolah di Sekolah Model
KODING DAN KECERDASAN ARTIFISIAL
PEMBELAJARAN MENDALAM
TAHAPAN PRA BERKEMBANG
TAHAPAN BERKEMBANG
TAHAPAN MAJU
TAHAPAN UNGGUL
B.2. Membina Pelaksanaan Analisis Keberhasilan Sekolah Model
9
Langkah kerja pengawas sekolah di Sekolah Model
Deskripsi :
Pembinaan pelaksanaan analisis kriteria keberhasilan Sekolah Model berdasarkan asesmen awal merupakan proses yang dilakukan pengawas sekolah untuk memastikan sekolah model mampu mengidentifikasi tahapan perkembangan awal.
Tujuan :
Hasil :
Hasil Analisis kriteria keberhasilan Sekolah Model
Langkah-langkah :
Langkah kerja pengawas sekolah di Sekolah Model
B.3. Membina Penyusunan Rencana Kerja Kepala Sekolah Model Berdasarkan Asesmen Awal
10
Deskripsi :
Pembinaan penyusunan rencana kerja kepala Sekolah Model berdasarkan asesmen awal merupakan proses yang dilakukan pengawas sekolah untuk memastikan perencanaan program sekolah disusun secara tepat, terarah, dan terukur sesuai prioritas pengembangan sekolah model.
Tujuan :
Memastikan perencanaan program sekolah disusun secara tepat, terarah, dan terukur sesuai prioritas pengembangan Sekolah Model.
Hasil :
Rencana Kerja Kepala Sekolah Model Berdasarkan Asesmen Awal
Langkah-langkah :
Deskripsi :
Penguatan Materi substansi merupakan proses pengawas sekolah untuk:
Tujuan :
Memastikan kepala sekolah dan pendidik tidak hanya memahami konsep PM dan KKA secara teoritis, tetapi mampu mengimplementasikannya secara mendalam, konsisten, dan inovatif dalam praktik nyata di satuan pendidikan.
Hasil :
Langkah-langkah :
B.4. Penguatan Materi Subtansi Sekolah Model
11
Langkah kerja pengawas sekolah di Sekolah Model
Aspek | Indikator | Bahan Bacaan | Tautan |
Keunggulan Belajar Murid | Budaya belajar: memuliakan, berkesadaran, bermakna, menggembirakan, otonomi belajar, refleksi |
| |
Capaian pembelajaran: pencapaian 8 DPL | 8 DPL | ||
Keunggulan Mengajar Pendidik | Mengajar secara efektif: memuliakan, pengelolaan pembelajaran, refleksi | Pengelolaan Pembelajaran | |
Asesmen otentik dan berkeadilan: formatif, sumatif | Asesmen Pembelajaran | ||
Pengembangan diri: belajar mandiri, belajar bersama kombel | PKB |
B.4. Penguatan Materi Subtansi Sekolah Model
Penguasaan substansi Pembelajaran Mendalam (PM) wajib dimiliki pengawas sekolah sebagai dasar supervisi yang efektif. Pemahaman terhadap budaya belajar, capaian, pembelajaran, dan asesmen memungkinkan pengawas membina kepala sekolah dan pendidik secara tepat. Tanpa itu, supervisi berisiko tidak terarah, sehingga pengawas harus mampu mengarahkan implementasi PM secara konsisten dan berkelanjutan demi peningkatan mutu pembelajaran.
Langkah kerja pengawas sekolah di Sekolah Model
12
Penguasaan substansi kepemimpinan kepala sekolah dalam Pembelajaran Mendalam (PM) menjadi hal esensial bagi pengawas sekolah dalam melaksanakan supervisi yang tepat. Pemahaman terhadap kepemimpinan PM, pengelolaan sumber daya, kemitraan, serta pemanfaatan teknologi memungkinkan pengawas membina kepala sekolah secara strategis. Dengan penguasaan ini, pengawas dapat memastikan keselarasan visi, efektivitas manajemen, dan keberlanjutan ekosistem pembelajaran yang berdampak pada peningkatan mutu pendidikan.
Aspek | Indikator | Bahan Bacaan | Tautan |
Keunggulan Kepemimpinan Kepala Sekolah | Kepemimpinan PM: memimpin implementasi PM, menyelaraskan VMTS, supervisi akademik, memimpin refleksi, | Kepemimpinan PM | |
Pengelolaan sumber daya: mengembangkan PTK, mengoptimalisasi sumber daya, manajemen sekolah | Pengelolaan sumber daya | ||
Kemitraan dan ekosistem pembelajaran: mengembangkan kemitraan, mewujudkan lingkungan belajar | Kemitraan dan ekosistem pembelajaran | ||
Pemanfaatan Teknologi: mengembangkan instruktur, mengembangkan kapasitas PTK dalam TIK | Pemanfaatan teknologi |
B.4. Penguatan Materi Subtansi Sekolah Model
Langkah kerja pengawas sekolah di Sekolah Model
13
Deskripsi :
Pembinaan penguatan visi, misi, dan tujuan (VMT) Sekolah Model merupakan proses yang dilakukan pengawas sekolah untuk memastikan perumusan VMT berbasis data sehingga mencerminkan kebutuhan nyata dan arah pengembangan yang tepat. Pengawas membina kepala sekolah agar VMT terimplementasi secara konsisten dalam program, pengambilan keputusan, dan praktik pembelajaran yang mendukung Pembelajaran Mendalam (PM) dan KKA.
Tujuan :
Hasil :
Dokumen Visi, Misi dan Tujuan Satuan Pendidikan, Reviu Pengawas
Langkah-langkah :
B.5.a. Pembinaan Pelaksanaan dalam Penguatan Visi, Misi dan Tujuan Sekolah Model
14
Langkah kerja pengawas sekolah di Sekolah Model
B.5.b Pembinaan Pelaksanaan dalam Supervisi Akademik dan Supervisi Manajerial Sekolah Model
|
|
2. Pembinaan Pelaksanaan dalam Supervisi Akademik Bagi Pendidik |
|
3. Pembinaan Pelaksanaan dalam Supervisi Manajerial Sekolah Model |
|
Langkah kerja pengawas sekolah di Sekolah Model
15
4. Pembinaan Pelaksanaan Supervisi Manajerial dalam Pengembangan Strategi Entrepreneurship |
Pembinaan Pengembangan Strategi Entrepreneurship |
Langkah kerja pengawas sekolah di Sekolah Model
B.5.b.1. Pembinaan Pelaksanaan dalam Supervisi Akademik Sekolah Model Bagi Kepala Sekolah
Deskripsi :
Pembinaan pelaksanaan supervisi akademik merupakan proses pengawas sekolah untuk memastikan supervisi akademik oleh kepala sekolah terlaksana secara sistematis dan berkualitas.
Tujuan :
Kegiatan :
16
Pembinaan Pelaksanaan dalam Supervisi Akademik bagi Kepala Sekolah
1. Pembinaan Penyusunan Program Supervisi Akademik
Langkah-Langkah | Hasil |
|
|
2. Pembinaan Supervisi Akademik pada Tahap Pra-Observasi
Langkah-Langkah | Hasil |
|
|
Langkah kerja pengawas sekolah di Sekolah Model
17
Langkah dan Hasil Kerja Pembinaan Pelaksanaan dalam Supervisi Akademik bagi Kepala Sekolah
3. Pembinaan Supervisi Akademik Kepala Sekolah pada Tahap Observasi
Langkah-Langkah | Hasil |
| Data hasil observasi yang valid dan objektif |
4. Pembinaan Supervisi Akademik Kepala Sekolah pada Tahap Pasca-Observasi
Langkah-Langkah | Hasil |
| Peningkatan kapasitas Kepala Sekolah |
*) Catatan: Strategi dalam observasi kelas bersifat situasional, 4 aktivitas di atas dapat dilakukan masing-masing, kolaborasi PS dan KS, atau PS mengamati KS melakukan supervisi
5. Pembinaan Evaluasi, Refleksi dan Tindak Lanjut Supervisi Akademik
Langkah-Langkah | Hasil |
|
|
Langkah kerja pengawas sekolah di Sekolah Model
18
Langkah kerja pengawas sekolah di Sekolah Model
B.5.b.2. Pembinaan Pelaksanaan dalam Supervisi Akademik Bagi Pendidik
Deskripsi :
Tujuan :
Pembinaan pelaksanaan supervisi akademik merupakan proses pengawas sekolah untuk memastikan supervisi akademik oleh kepala sekolah terlaksana secara sistematis dan berkualitas.
Kegiatan :
19
Langkah dan Hasil Kerja Pembinaan Pelaksanaan dalam Supervisi Akademik bagi Pendidik
2. Pembinaan Supervisi Akademik Pendidik pada Tahap Observasi
Langkah-Langkah | Hasil |
| Data hasil observasi yang valid dan objektif |
3. Pembinaan Supervisi Akademik Pendidik pada Tahap Pasca-Observasi
Langkah-Langkah | Hasil |
| Perbaikan praktik pembelajaran berkelanjutan |
1. Pembinaan Supervisi Akademik Pendidik pada Tahap Pra-Observasi
Langkah-Langkah | Hasil |
|
|
Langkah kerja pengawas sekolah di Sekolah Model
20
Deskripsi :
Supervisi manajerial merupakan proses pengawas sekolah dalam melakukan pembinaan dan pemantauan Kepala Sekolah dalam Strategi manajerial Kepala Sekolah Model yang berfokus pada pendekatan kolaboratif, reflektif, dan berkelanjutan dengan menjadikan PM & KKA sebagai fondasi utama pengembangan sekolah.
Tujuan :
Pengawas sekolah berperan memastikan langkah-langkah pelaksanaan program manajerial sudah berjalan dan berdampak bagi satuan pendidikan.
B.5.b.3. Pembinaan Pelaksanaan dalam Supervisi Manajerial Sekolah Model
Praktik Pedagogis
1
Lingkungan Belajar
Kemitraan Pembelajaran
Pemanfaatan Digital
Kepala Sekolah mampu membangun ekosistem sekolah yang kondusif, kolaboratif, dan adaptif terhadap perkembangan IPTEKS, supaya implementasi PM dan KKA berjalan optimal sehingga mencapai level/tahapan kriteria keberhasilan sekolah model yang lebih baik.
Langkah kerja pengawas sekolah di Sekolah Model
Langkah kerja pengawas sekolah di Sekolah Model
2
3
4
Output :
Empat Area Utama Kepemimpinan PM
21
B.5.b.3.1 Pembinaan Pelaksanaan Supervisi Manajerial SM dalam Pengelolaan Sekolah: Praktik Pedagogis
Langkah kerja pengawas sekolah di Sekolah Model
Memastikan program sekolah mendukung peningkatan kualitas pembelajaran di kelas
Langkah Kerja Pengawas Sekolah :
Tujuan :
Output :
22
B.5.b.3.2 Pembinaan Pelaksanaan Supervisi Manajerial SM dalam Pengelolaan Sekolah: Pengelolaan Penciptaan Lingkungan Belajar
Langkah kerja pengawas sekolah di Sekolah Model
Memastikan lingkungan belajar aman, inklusif, dan mendukung pembelajaran mendalam
Output :
Langkah Kerja Pengawas Sekolah :
Tujuan :
23
B.5.b.3.3 Pembinaan Pelaksanaan dalam Supervisi Manajerial Sekolah Model: Pengelolaan Kemitraan Pembelajaran
Langkah kerja pengawas sekolah di Sekolah Model
Output :
Memastikan sekolah membangun kemitraan pembelajaran yang mendukung pembelajaran
Tujuan :
Langkah Kerja Pengawas Sekolah :
24
B.5.b.3.4 Pembinaan Pelaksanaan dalam Supervisi Manajerial Sekolah Model: Pengelolaan Pemanfaatan Digital
Langkah kerja pengawas sekolah di Sekolah Model
Memastikan pemanfatan digital yang mendukung implementasi PM dan KKA
Tujuan :
Langkah Kerja Pengawas Sekolah :
Output :
25
Supervisi manajerial pengembangan strategi entrepreneurship merupakan proses pengawas sekolah dalam membina dan memantau kepala sekolah agar mampu merancang, mengorganisasikan, melaksanakan, serta mengevaluasi program entrepreneurship di sekolah secara terintegrasi.
Program entrepreneurship Sekolah Model berjalan efektif
B.5.b.4. Pembinaan Pelaksanaan Supervisi Manajerial dalam Pengembangan Strategi Entrepreneurship
Langkah kerja pengawas sekolah di Sekolah Model
Deskripsi:
Langkah Kerja:
Tujuan:
Output:
26
Tujuan:
Memastikan kepala sekolah dan pendidik tidak hanya memahami konsep TET tetapi juga dapat mengimplementasikannya di satuan pendidikan dan di kelompok kerja.
B.5.c. Pembinaan dan Pemantauan Pelaksanaan Implementasi Teacher Experimental Training (TET)
Output:
Peningkatan Kompetensi Kepala Sekolah dan Pendidik
Langkah kerja pengawas sekolah di Sekolah Model
TET dalam konteks PM dan KKA merupakan model pelatihan KS dan pendidik berbasis eksperimen, yang di dalamnya mengandung pendekatan experiential-reflektif dan dioperasionalkan melalui berbagai strategi praktik langsung dan umpan balik. Implikasinya supervisi akademik tidak lagi dominan sebagai penilai administratif, tetapi pengawas sekolah harus menjadi: coach dan mentor bagi pendidik, fasilitator eksperimen pembelajaran, dan penggerak refleksi dan perbaikan berkelanjutan.
Deskripsi:
Langkah:
27
Deskripsi :
Pembinaan Pelaksanaan berbagi praktik baik sekolah model merupakan proses yang dilakukan oleh pengawas sekolah kepada pendidik dan kepala sekolah model agar mampu membagikan praktik implementasi yang terbukti efektif dan memberikan dampak positif dalam pelaksanaan PM dan KKA di satuan pendidikan pada forum kolaboratif di kelompok sekolah binaan.
Tujuan :
Hasil :
Langkah-langkah :
B.5.d. Pembinaan Pelaksanaan Berbagi Praktik Baik di Kelompok Sekolah Binaan
28
Langkah kerja pengawas sekolah di Sekolah Model
Strategi Pemantauan dan Evaluasi merupakan proses pengawas sekolah untuk:
Tujuan :
Pemantauan dan evaluasi dilakukan untuk mengukur efektivitas program Sekolah Model implementasi PM dan KKA secara komprehensif.
Hasil :
Data hasil pemantauan dan evaluasi, umpan balik dan rekomendasi
Langkah-langkah :
B.6. Melaksanakan Strategi Pemantauan dan Evaluasi Sekolah Model
29
Langkah kerja pengawas sekolah di Sekolah Model
Deskripsi :
Deskripsi :
Berbagi praktik baik merupakan kegiatan yang dilakukan pengawas sekolah untuk mendiseminasikan pengalaman keberhasilan pembinaan sekolah model kepada sesama pengawas dalam forum (KKPS/MKPS).
Tujuan :
Hasil :
Langkah-langkah :
B.7. Berbagi Praktik Baik Keberhasilan Pembinaan Sekolah Model di Kelompok Kerja Pengawas Sekolah
30
Langkah kerja pengawas sekolah di Sekolah Model
Deskripsi :
Pelaporan program Sekolah Model merupakan proses yang dilakukan oleh pengawas sekolah untuk mendokumentasikan dan menyampaikan hasil pembinaan, pemantauan dan evaluasi pelaksanaan program sekolah secara komprehensif dan berbasis data.
Tujuan :
Melaporkan hasil pembinaan , pemantauan terarah, terukur, reflektif, dan berkelanjutan dalam menerapkan PM dan KKA untuk mencapai 8 Dimensi Profil Lulusan.
Hasil :
Laporan hasil pembinaan dan pemantauan keterlaksanaan program Sekolah Model
Langkah-langkah :
B.8. Pelaporan Program Sekolah Model
31
Langkah kerja pengawas sekolah di Sekolah Model
32
B.8 Sistematika Laporan Minimal Memuat:
Langkah kerja pengawas sekolah di Sekolah Model
Bab.I. | Pendahuluan |
Bab.II. | Deskripsi Hasil Pemetaan Assesmen Awal |
Bab.III. | Rencana Pembinaan dan Pemantauan Implementasi PM dan KKA |
Deskripsi Hasil Pemantauan dan Evaluasi Pelaksanaan Pembinaan Implementasi PM dan KKA | |
Bab V. | Rekomendasi dan Tindak Lanjut |
Lampiran | |
Output : Laporan hasil pembinaan dan pemantauan keterlaksanaan program sekolah model