KODING DAN KECERDASAN ARTIFISIAL
Pendidikan Dasar dan Menengah
Modul 1.
Lutvi Awan Amin
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Republik Indonesia
belajar.id
Pengkin
Digitalisasi Pembelajar
Co Kapten
Fasilitator
Narsum
PIC
Memahami �Koding dan Kecerdasan Artifisial
Pada Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Republik Indonesia
Urgensi Pendidikan
Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia
Pendidikan yang baik menghasilkan individu yang terampil dan kompeten.
Pertumbuhan Ekonomi
Investasi dalam pendidikan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi jangka panjang
Pengentasan Kemiskinan
Pendidikan memberikan akses kepada individu mendapatkan pekerjaan yang lebih baik
Inovasi dan Penelitian
Mendorong teknologi baru dan
Meningkatkan kemampuan memecahkan masalah kompleks
Keberlanjutan Lingkungan
Membantu memahami isu keberlanjutan,
Mendorong perilaku bertanggung jawab terhadap lingkungan
Adaptif terhadap Perubahan
Membantu beradaptasi pada perubahan teknologi & pasar kerja
Pendidikan bukan hanya penting untuk individu, tetapi juga untuk masyarakat dan negara secara keseluruhan, dengan meningkatkan kualitas pendidikan, dapat menciptakan masa depan lebih baik dan berkelanjutan
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Elemen Pembelajaran
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Republik Indonesia
Coding Learning Progression �Mapel Informatika
Dasar-dasar Coding dan AI, untuk fase D dan E telah diajarkan secara terstruktur dan sistematis pada mata pelajaran Informatika
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Coding Learning Progression �Mapel Informatika
Fase D, Memperkenalkan Konsep Coding (tipe data, variabel, percabangan, perulangan, fungsi dan prosedur.
Block Programming: Blockly dan Scratch�Fase E, Migrasi dari block programming ke textual programming dengan mengenalkan pseudocode sebelum coding riil. Menggunakan bahasa Algo menggunakan konsep dasar pemrograman (tipe data, variabel, percabangan, perulangan, fungsi dan prosedur).�
Pemrograman tekstual: C, Pascal dan Python, dll.
Kenapa pseudocode ?
Agar dapat lebih mudah untuk dipahami oleh peserta didik, dibandingkan dengan langsung menggunakan bahasa pemrograman yang umum dipakai.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Elemen Pembelajaran �Koding dan Kecerdasan Artifisial
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Pembelajaran �Informatika - Koding dan Kecerdasan Artifisial
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
AI Curriculum for K-12
Kurikulum AI untuk Pendidikan Dasar dan Menengah
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Republik Indonesia
Kurikulum AI untuk K-12, mana yang lebih baik : �AI sebagai mata pelajaran terpisah atau sebagai bagian dari kurikulum Ilmu Komputer??
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
AI sebagai Mata Pelajaran Terpisah
Kurikulum AI untuk K-12, mana yang lebih baik : �AI sebagai mata pelajaran terpisah atau sebagai bagian dari kurikulum Ilmu Komputer??
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
AI curriculum for K-12, which one is better: �AI as another course or as part of CS curriculum?
Integrasi ke dalam Kurikulum Ilmu Komputer
Pemahaman Kontekstual
Keterampilan Lintas Disiplin:
Efisiensi Sumber Daya:
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Koding
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Republik Indonesia
Terminologi Koding
Koding dapat dipahami sebagai praktik pemrograman perangkat komputasi dengan melibatkan kemampuan berpikir komputasional dan algoritma secara internet-based, plugged, dan unplugged
Naskah Akademik Pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial Pada Pendidikan Dasar dan Menengah , 2025
Pemrograman komputer, atau coding, adalah keterampilan penting yang seharusnya dipelajari oleh setiap anak. Kita menggunakan komputer untuk memecahkan masalah, bermain game, membantu pekerjaan menjadi lebih efektif, melakukan tugas berulang, menyimpan dan mengingat informasi, menciptakan sesuatu yang baru, serta terhubung dengan teman-teman dan dunia.
Semua orang bisa belajar coding; itu seperti memecahkan teka-teki atau permainan logika. Kita menerapkan logika, mencoba sebuah solusi, bereksperimen sedikit, lalu menemukan cara untuk menyelesaikan masalah.
Bryson Payne, TeAch Your Kids To code, 2015
Coding imenyenangkan
Teknologi telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Setiap perusahaan, organisasi sosial, dan gerakan dapat merasakan manfaat dari teknologi.
Saat ini, ada berbagai aplikasi yang dapat membantu kita untuk membeli, memberi, bergabung, bermain, menjadi relawan, terhubung, berbagi—hampir semua hal yang bisa kita bayangkan.
Coding adalah keterampilan yang berharga
Coding adalah keterampilan abad ke-21.
Pekerjaan masa kini menuntut kemampuan memecahkan masalah yang lebih tinggi daripada sebelumnya, dan semakin banyak profesi yang menjadikan teknologi sebagai bagian penting dari kualifikasi utama.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Terminologi Koding
Istilah coding berkaitan dengan instruksi-instruksi yang dipahami dan dijalankan oleh komputer.
Pengertian coding secara sederhana adalah cara manusia berkomunikasi dengan komputer dengan cara menciptakan perangkat lunak atau aplikasi yang berguna dalam penyelesaian masalah.
Muh. Hasbi, dkk, Penerapan Pembelajaran Coding Di Satuan PAUD, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2020
Pembelajaran coding berarti kegiatan yang dapat memberikan stimulasi sejak usia dini terhadap cara anak berpikir, anak berpikir kreatif, sikap bekerjasama dan berkomunikasi anak.
Kegiatannya tidak hanya dimaknai sebagai penerapan komputer plugged coding, tetapi juga meliputi keseluruhan kegiatan pembelajaran coding tanpa menggunakan perangkat komputer yang dikenal dengan istilah unplugged coding.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Terminologi Koding
Komputer hanyalah sebuah mesin yang dapat memproses serangkaian instruksi sederhana dengan sangat cepat.
Serangkaian instruksi yang diproses ini disebut "program", dan setiap instruksinya disebut “code".
Orang-orang yang menulis program komputer dikenal sebagai "programmer" atau "coders".
Program-program mereka telah memungkinkan komputer menjadi berguna di hampir semua bidang kehidupan modern.
Mike McGrath, Coding for Beginners in easy steps, 2nd edition, 2022
Program tingkat tinggi modern secara otomatis diterjemahkan ke dalam kode mesin yang dapat dipahami oleh komputer melalui sebuah “compiler” atau “interpreter”.
Untuk menjadi seorang coder, umumnya kamu harus mempelajari setidaknya satu dari bahasa pemrograman tingkat tinggi berikut:
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Terminologi Koding
Apa saja tantangan dan peluang yang dihadapi oleh computer science education ?
Hal ini akan memengaruhi isi materi pelajaran, metode pengajaran, dan teknik penilaian.
CT Praktik Lintas Bidang
Peluang bagi program studi Ilmu Komputer untuk menawarkan mata kuliah bagi mahasiswa non-jurusan, baik sebagai bentuk layanan akademik atau sebagai alat untuk menarik minat mereka masuk ke bidang Ilmu Komputer.
Fondasi Koding & KA ?
CS Curricula 2023
ACM-IEEE
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Terminologi Koding
Istilah pembangunan perangkat lunak (software construction) mengacu pada pembuatan perangkat lunak yang berfungsi secara rinci, melalui kombinasi dari pengkodean (coding), verifikasi, pengujian unit (unit testing), pengujian integrasi (integration testing), dan debug (perbaikan kesalahan).
Karena pembangunan perangkat lunak memerlukan pengetahuan tentang algoritma dan praktik pengkodean, maka bidang ini sangat terkait erat dengan Komputasi Dasar (Computing Foundations KA), yaitu bidang yang membahas landasan ilmu komputer yang mendukung perancangan dan pembangunan produk perangkat lunak.
Ruang Lingkup Software Engineering
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Terminologi Koding
Pertimbangan-pertimbangan berikut berlaku untuk aktivitas pengkodean dalam pembangunan perangkat lunak:
Ruang Lingkup Software Engineering
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Konsep Dasar Logika
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Republik Indonesia
Konsep Dasar Logika
Mencari solusi atau langkah-langkah untuk mencapai perubahan
Sejak usia dini meskipun mereka tidak memahami sesuatu, tapi mereka akan menduga jawabannya pasti ada di suatu tempat, yang ada dalam benak mereka kurang lebih:
"Jika saya di sini dan jawabannya ada di sana, apa yang harus saya lakukan untuk sampai di sana?"
Beralih dari sini ke sana — dari ketidaktahuan menuju pemahaman — adalah salah satu alasan utama logika muncul. Logika tumbuh dari kebutuhan bawaan manusia untuk memahami dunia dan, sejauh mungkin, memperoleh kendali atas dunia yang dimaksud.
Memahami sebab dan akibat
Salah satu cara untuk memahami adalah dengan memperhatikan hubungan antara sebab dan akibat. Bagaimana satu peristiwa menyebabkan peristiwa lainnya, ini dapat ditempatkan dalam if-statement
Jika saya mengerjakan PR sekarang, maka saya akan punya waktu untuk bermain
Jika ingin tubuh tetap sehat maka harus memperhatikan apa yang dimakan
Jika saya ingin lulus ujian maka saya harus rajin belajar.
Memahami cara kerja pernyataan if (if-statements) merupakan aspek penting dalam logika.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Pembelajaran Koding
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Republik Indonesia
Pembelajaran Koding
Bagaimana membelajarkan koding pada dikdasmen?
Tahapan Kemampuan yang Dikuasai Peserta Didik
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Pembelajaran Koding
Bagaimana membelajarkan koding pada dikdasmen?
Memaksimakan Potensi Anak dengan Koding
Melatih BK dengan Bermain di situs https://blockly.games/
Pada fase C dan Awal D, koding yang dimaksud sejatinya bukan pada text programming, tapi melatih kemampuan bepikir logis dan sistematis dalam balutan Computational Thingking umumnya, jikapun menggunakan lingkungan pemorgraman akan masuk pada kelompok blok programming (Blocky, Scrath), seperti yang dicontohkan pada https://blockly.games/
Pada fase E dan F, Pseudocode to text programming
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Kecerdasan Artifisial
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Republik Indonesia
Terminologi Kecerdasan Artifisial
CS Curricula 2023 ACM-IEEE
Ruang Lingkup
Terdapat 12 Knowledge Unit:�Konsep Dasar, Machine Learning, NLP, Robotics, Computer Vission, Application n Social Impact, dst
● Artificial Intelligence (AI) ● Algorithmic Foundations (AL) ● Architecture and Organization (AR) ● Data Management (DM) ● Foundations of Programming Languages (FPL) ● Networking and Communication (NC) ● Operating Systems (OS) ● Parallel and Distributed Computing (PDC) ● Software Development Fundamentals (SDF) | ● Software Engineering (SE) ● Graphics and Interactive Techniques (GIT) ● Security (SEC) ● Society, Ethics, and the Profession (SEP) ● Human-Computer Interaction (HCI) ● Mathematical and Statistical Foundations (MSF) ● Systems Fundamentals (SF) ● Specialized Platform Development (SPD) |
17 Bidang Pengetahuan
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Terminologi Kecerdasan Artifisial
Terminologi "AI" dalam konteks mata pelajaran Koding dan AI di pendidikan dasar dan menengah merujuk pada pengenalan dan pemahaman dasar tentang kecerdasan buatan. Ini mencakup beberapa konsep yang berbeda dibandingkan dengan istilah AI yang lebih kompleks yang dipelajari di perguruan tinggi, serta perkembangan terbaru dalam ruang Generative AI (Gen AI)
AI dalam Konteks Pendidikan Dasar dan Menengah
Pengenalan Konsep:
Di tingkat ini, AI umumnya diperkenalkan sebagai teknologi yang memungkinkan komputer untuk melakukan tugas yang biasanya memerlukan kecerdasan manusia. Ini termasuk pengenalan pola, pemecahan masalah, dan pengambilan keputusan.
Aplikasi Sederhana
Siswa dapat belajar tentang aplikasi AI yang sudah ada dalam kehidupan sehari-hari, seperti asisten virtual (misalnya, Siri atau Google Assistant), rekomendasi produk, dan teknologi pengenalan wajah, tanpa harus masuk ke detail teknis yang kompleks.
AI di Perguruan Tinggi
Pendalaman Teoretis dan Praktis
Di perguruan tinggi, studi AI mencakup teori yang lebih mendalam, teknik machine learning, deep learning, dan algoritma kompleks yang digunakan dalam pengembangan aplikasi AI. Mahasiswa belajar tentang model matematika, statistik, dan pemrograman yang mendasari teknologi AI.
Penelitian dan Inovasi
Fokus juga beralih ke penelitian dan inovasi dalam AI, termasuk pengembangan algoritma baru, etika dalam AI, serta dampak sosial dan ekonomi dari penerapan teknologi AI.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Terminologi Kecerdasan Artifisial
Terminologi "AI" dalam konteks mata pelajaran Koding dan AI di pendidikan dasar dan menengah merujuk pada pengenalan dan pemahaman dasar tentang kecerdasan buatan. Ini mencakup beberapa konsep yang berbeda dibandingkan dengan istilah AI yang lebih kompleks yang dipelajari di perguruan tinggi, serta perkembangan terbaru dalam ruang Generative AI (Gen AI)
Generative AI (Gen AI)
Definisi: Generative AI merujuk pada subbidang AI yang menciptakan konten baru, seperti teks, gambar, musik, atau video, berdasarkan pola yang telah dipelajari dari data. Contoh terkenal termasuk model seperti GPT (untuk membuat teks) dan DALL-E (untuk menghasilkan gambar).
Aplikasi di Pendidikan:
Sementara Generative AI potensi revolusioner dari AI, di tingkat pendidikan dasar dan menengah, fokus masih lebih pada pemahaman dasar dan aplikasi praktis yang mudah dicerna oleh siswa. Mungkin akan ada pengenalan pada konsep Generative AI, tetapi dengan cara yang lebih sederhana dan aplikatif
Secara umum, istilah AI pada mata pelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial di pendidikan dasar dan menengah mencakup pengenalan dan aplikasi dasar yang berbeda dari AI yang dipelajari di perguruan tinggi atau ruang Gen AI yang lebih spesifik dan kompleks.
Tujuannya adalah untuk memberikan fondasi awal kepada siswa agar mereka dapat memahami dan tertarik pada teknologi ini, sebelum melanjutkan ke studi yang lebih dalam di tingkat yang lebih tinggi atau pekerjaan yang membutuhkan
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Peta Kompetensi
Sumber: (Hyunkyung Chee, et.all, A Competency Framework for AI Literacy, 2024; Unesco AI Framework, etc.)
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Materi Koding dan KA
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Republik Indonesia
Fase C�Jenjang SD Kelas 5 dan 6
Materi | Kompetensi | Rasional |
Konsep Dasar Kecerdasan Artifisial | Mampu memahami istilah, definisi, konsep, sejarah, jenis, penerapan, prinsip, dasar etika dan limitasi | Merupakan materi dasar yang dibutuhkan peserta didik agar mampu mengembangkan keterampilan berpikir kritis, analitis, serta mempersiapkan peserta didik untuk tantangan dan peluang di masa depan pada bidang Kecerdasan Artifisial |
Berpikir Komputasional sebagai Dasar Koding | Mampu memahami konsep berpikir komputasional (definisi, orientasi, prinsip dan urgensi), memahami Berpikir Komputasional sebagai Dasar Koding dan contoh penerapan | Merupakan materi dasar yang dibutuhkan peserta didik agar mampu mengembangkan keterampilan berpikir sistematis dan logis yang diperlukan pada pemecahan masalah berbantuan pemrograman. |
Konsep Dasar Algoritma dan Logika | Mampu memahami konsep dasar algoritma dan logika sederhana (definisi dasar, jenis, logika dasar dan representasi algoritma dasar) | Merupakan materi dasar yang dibutuhkan peserta didik agar mampu mengembangkan keterampilan berpikir sistematis dan logis yang diperlukan pada pemecahan masalah berbantuan pemrograman. |
Pemanfaatan Kecerdasan Artifisial Sederhana / Tingkat Dasar | Mampu memahami pemanfaatan Kecerdasan Artifisial Bidang umum dan pemebelajaran | Merupakan materi dasar yang dibutuhkan peserta didik agar mampu mengembangkan penggunaan Kecerdasan Artifisial pada berbagaikebutuhan sehari-hari |
Konsep dasar teknologi digital | mampu memahami konsep dasar, manfaat, dan dampak teknologi digital | Merupakan materi dasar yang dibutuhkan peserta didik agar mampu mengembangkan penggunaan teknologi digital pada lingkungan keseharian |
Sumber: (Hyunkyung Chee, et.all, A Competency Framework for AI Literacy, 2024; Unesco AI Framework, etc.)
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Fase D�Jenjang SMP Kelas 7, 8, dan 9
Materi | Kompetensi | Rasional |
Literasi Digital | Peserta didik mampu memproduksi dan mendiseminasi konten digital berupa audio, video, slide, dan infografis. | |
Berpikir Komputasional | Peserta didik mampu menerapkan pengelolaan data, pemecahan masalah sederhana dalam kehidupan masyarakat secara sistematis, dan menuliskan instruksi. | |
Literasi dan Etika Kecerdasan Artifisial | Peserta didik mampu memahami perbedaan cara manusia dan KA menggabungkan informasi dari beberapa perangkat penginderaan atau sensor, memahami bagaimana komputer memaknai informasi dari perangkat penginderaan atau sensor, memahami kualitas data, serta manfaat dan dampak KA pada kehidupan masyarakat. Peserta didik mampu memahami etika penggunaan KA dalam kehidupan sehari-hari seperti menjaga data pribadi dalam menggunakan KA, KA adalah sebagai alat bantu sehingga manusia tidak boleh tergantung dan percaya sepenuhnya pada KA karena KA masih sangat mungkin menghasilkan output yang salah, bias, atau melakukan halusinasi, serta menganalisis konten deep fake dalam bentuk gambar, audio, atau video. | |
Pemanfaatan dan Pengembangan Kecerdasan Artifisial | Peserta didik mampu menggunakan perangkat KA sederhana dengan kritis dan mampu menuliskan input bermakna ke dalam sistem KA. | |
Sumber: (Hyunkyung Chee, et.all, A Competency Framework for AI Literacy, 2024; Unesco AI Framework, etc.)
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Fase E�Jenjang SMA/K Kelas 10
Materi | Kompetensi | Rasional |
Pemecahan masalah menggunakan perangkat/tools Kecerdasan Artifisial | Mampu mengumpulkan, memproses data melalui perangkat/tools Kecerdasan Artifisial dan mampu merancang solusi berbantuan perangkat/tools Kecerdasan Artifisial, termasuk teknik prompting dan menginterpretasikan hasilnya | Merupakan materi dasar yang dibutuhkan peserta didik agar mampu mengaplikasi keterampilan penyelesaian masalah yang diperlukan pada dasar pemecahan masalah berbantuan Kecerdasan Artifisial |
Kreasi konten lebih kompleks mengunakan perangkat/tools Kecerdasan Artifisial | Mampu mengaplikasikan berpikir kreatif dan merancang proyek kreatif menggunakan menggunakan perangkat/tools Kecerdasan Artifisial sederhana (misalnya, gambar, teks, permainan atau animasi interaktif) | Merupakan materi dasar yang dibutuhkan peserta didik agar mampu menghasilkan berbagai konten kreatif berbantuan teknologi Kecerdasan Artifisial. |
Kolaborasi melalui perangkat/tools Kecerdasan Artifisial | Mampu menentukan perangkat/tools Kecerdasan Artifisial yang sesuai untuk berkolaborasi (human- to- tool (AI) collaboration). Materi Dasar: Desain Kreatif, Penelitian dan Analisis Data, Penyuntingan Tulisan (grammarly), Pemrograman (github), Diagnosa Medis dst. | Merupakan materi dasar yang dibutuhkan peserta didik agar mampu mengembangkan pemanfaatan berbagai perangkat/tools Kecerdasan Artifisial untuk berkolaborasi, sehingga dapat mendukung aktifitas kedepan |
Mengenali unsur pembentuk Prompt untuk KA generatif | Pemahaman yang tentang konsep dasar bagaimana KA generatif bekerja dan bagaimana prompt digunakan untuk menghasilkan output yang diinginkan, menganalisis dan mengevaluasi hasil yang dihasilkan oleh KA generatif berdasarkan prompt yang diberikan | Menyusun Prompt merupakan salah satu dasar dalam pemanfaatan dan pengembangan KA. Prompt yang jelas, spesifik, dan terarah dapat dicapai dengan memahami bagaimana memberikan instruksi yang tepat kepada KA generatif untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. |
Pemecahan masalah menggunakan perangkat/tools Kecerdasan Artifisial | Mampu mengumpulkan, memproses data melalui perangkat/tools Kecerdasan Artifisial dan mampu merancang solusi berbantuan perangkat/tools Kecerdasan Artifisial, termasuk teknik prompting dan menginterpretasikan hasilnya | Merupakan materi dasar yang dibutuhkan peserta didik agar mampu mengaplikasi keterampilan penyelesaian masalah yang diperlukan pada dasar pemecahan masalah berbantuan Kecerdasan Artifisial |
Sumber: (Hyunkyung Chee, et.all, A Competency Framework for AI Literacy, 2024; Unesco AI Framework, etc.)
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Fase F�Jenjang SMA/K Kelas 11 dan 12
Materi | Kompetensi | Rasional |
Pengoperasian dan pengaplikasian perangkat AI Kecerdasan Artifisial Pada bidang tertentu/khusus | Mampu memahami dan mengaplikasikan perangkat/tools Kecerdasan Artifisial pada area pemanfaatan secara umum dan pada area pemenfaatan Khusus (misalnya pada bidang Pariwisata, Medis, Pertanian, Pemasaran dst) | Merupakan materi dasar yang dibutuhkan peserta didik agar mampu mengaplikasi keterampilan penyelesaian masalah yang diperlukan untuk menyelesaikan masalah atau kreasi konten pada bidang umum dan pada area pemenfaatan Khusus (disesuaikan dengan kebutuhan atau pada jenjang SMK disesuiakan dengan konteks jurusan/peminatan) dengan bantuan Kecerdasan Artifisial. |
Pemograman Dasar Kecerdasan Artifisial | Mampu mengembangkan konten Kecerdasan Artifisial yang relevan dan bermanfaat menggunakan perangkat/tools pemrograman (misalnya Snap!, Python, termasuk pemanfaatan library populer lainnya) | Merupakan materi dasar yang dibutuhkan peserta didik agar mampu mengembangkan keterampilan penyelesaian masalah dengan bantuan pemograman Kecerdasan Artifisial (face recog, speech synthesis). |
Verifikasi hasil dan akurasi perangkat/tools Kecerdasan Artifisial | Mampu mengindentifikasi potensi kesalahan hasil dari pemanfaatan perangkat/tools Kecerdasan Artifisial, memverifikasi keakuratan hasil, dan Mampu merancang keputusan yang rasional berdasarkan data yang tervalidasi | Merupakan materi dasar yang dibutuhkan peserta didik agar mampu mengembangkan keterampilan penyelesaian masalah yang akurat dan mendukung pengambilan keputusan berdasarkan data dan sumber data yang valid |
Pengenalan model bahasa besar (LLM) pada KA Generatif | Memahami konsep dasar kecerdasan buatan, khususnya model bahasa besar LLM, termasuk arsitektur, cara kerja, dan aplikasi praktisnya | Merupakan teknologi yang sedang berkembang pesat dan memiliki potensi untuk mengubah banyak aspek kehidupan. Peserta didik perlu memahami teknologi ini agar siap menghadapi masa depan yang semakin didominasi oleh Kecerdasan Artifisial (KA) |
Pengoperasian dan pengaplikasian perangkat AI Kecerdasan Artifisial Pada bidang tertentu/khusus | Mampu memahami dan mengaplikasikan perangkat/tools Kecerdasan Artifisial pada area pemanfaatan secara umum dan pada area pemenfaatan Khusus (misalnya pada bidang Pariwisata, Medis, Pertanian, Pemasaran dst) | Merupakan materi dasar yang dibutuhkan peserta didik agar mampu mengaplikasi keterampilan penyelesaian masalah yang diperlukan untuk menyelesaikan masalah atau kreasi konten pada bidang umum dan pada area pemenfaatan Khusus (disesuaikan dengan kebutuhan atau pada jenjang SMK disesuiakan dengan konteks jurusan/peminatan) dengan bantuan Kecerdasan Artifisial. |
Sumber: (Hyunkyung Chee, et.all, A Competency Framework for AI Literacy, 2024; Unesco AI Framework, etc.)
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Pembelajaran Kecerdasan Artifisial
Bagaimana membelajarkan AI/KA pada dikdasmen?
Tahapan Kemampuan yang Dikuasai Peserta Didik
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Framework Pembelajaran KA
Beberapa framework:
Salah satu referensi yang disponsori oleh CSTA (AI4K12), memberikan fokus AI pada K12
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Pembelajaran Kecerdasan Artifisial
Simulasi cara kerja KA dengan bermain di situs
Contoh Materi
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Pembelajaran Kecerdasan Artifisial
Maze
Implementasi konsep speech Synthesis yang dimanfaatkan untuk mengatur pergerakan karakter/sprite dalam permainan labirin dengan menggunakan platform Snap! Berkeley.
Prosesnya meliputi input suara, memproses suara, mengatur agar karakter dapat bergerak sesuai dengan perintah suara dari awal sampai menuju rumah melalui labirin.
Berganti Wajah
Implementasi konsep speech recognition yang dimanfaatkan untuk menampilkan image.
Prosesnya meliputi input suara, memproses suara, mengatur agar image siswa tiga orang dapat berganti sesuai dengan perintah suara baik individuak maupun kelompok.
Klasifikasi sayuran
sebuah model machine learning yang bisa membedakan tipe-tipe sayuran seperti singkong, kol, kangkung, dan bayam menggunakan platform Google Teachable Machine.
Prosesnya meliputi pengumpulan data, kemudian masuk ke dalam proses pembersihan data, validasi data, proses training model, hingga mengevaluasi model machine learning. Akhir output dari project ini adalah model bisa membedakan macam-macam jenis sayuran
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Strategi Pembelajaran
Problem/Project Based Learning dan Case Method, melibatkan peserta didik dalam aplikasi persoalan nyata pada bidang umum dan pada area pemenfaatan Khusus (disesuaikan dengan kebutuhan atau pada jenjang SMK disesuiakan dengan konteks jurusan/peminatan) untuk diselesaikan dengan bantuan teknologi Kecerdasan Artifisial.
Contoh: Menggunakan berbagai perangkat/tools Kecerdasan Artifisial yang sesuai dengan persoalan yang diberikan, Studi Kasus melibatkan peserta didik dalam persoalan nyata.
Variasi Metode Pembelajaran
Menggunakan berbagai metode agar peserta didik tidak bosan termasuk menerapkan model gamifikasi, termasuk unplugged yang meduplikasi/meniru blok program.
Contoh: Kombinasi ceramah, dan simulasi dalam mengajarkan perangkat/tools Kecerdasan Artifisial, Menciptakan Model Eksperimen Virtual.
Memahami
Mengaplikasikan
Merefleksikan
Pengalaman
Belajar
1
2
3
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Kompetensi Afektif
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Republik Indonesia
Kompetensi Afektif
1. Kepercayaan diri dan self-efficacy pemanfaatan Kecerdasan Artifisial.
Peserta didik memiliki kepercayaan diri dan self- efficacy untuk meningkatkan minat dan motivasi dalam pemanfataan teknologi Kecerdasan Artifisial.�Kepercayaan diri merupakan keyakinan umum peserta didik setelah melalui proses pembelajaran bahwa sebagai kemampuan belajar, beradaptasi, dan keberhasilan menggunakan alat dan sistem berbasis Kecerdasan Artifisial.
Sementara self- efficacy merupakan keyakinan yang lebih spesifik bahwa peserta didik mampu memanfaatkan teknologi Kecerdasan Artifisial untuk menyelesaikan tugas tertentu, seperti menulis dan atau menghasilkan konten, menganalisis data, atau membuat model dukungan data pada bidang tertentu sesuai minat dan konsentrasi pendidikannya, misalnya dalam bidang pariwisata, pertanian, medis dan seterusnya.
2. Pola pikir reflektif pemanfaatan Kecerdasan Artifisial
Sesuai dengan model pembelajaran mendalam atau bermakna, dimana pengalaman belajar diarahkan pada kemampuan reflektif.
Peserta didik memiliki pola pikir reflektif dan mampu menilai pemahaman seseorang tentang Kecerdasan Artifisial, mampu menentukan/menilai tingkat literasi Kecerdasan Artifisial seseorang, dan mengenali bidang/area yang memerlukan pembelajaran Kecerdasan Artifisial lebih lanjut, khususnya pada jenjang SMK yang membutuhkan pemahaman dan aplikasi secara kontekstual berdasakan konsentrasi minat dan konsentrasi pendidikannya.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Penutup
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Republik Indonesia
Kurikulum hanyalah sebuah resep. Seenak apapun, jika kokinya tidak mampu memasak, maka masakan tidak akan enak, bahkan melenceng. Koki yang handal dan kreatif akan mampu mengadaptasi bahan lokal untuk menghasilkan masakan yang enak dan tidak melenceng
Peran Guru Pengampu Mapel Sangat Penting
THREE MAIN COMPONENTS IN LEARNING PROCESS
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Terima Kasih
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Republik Indonesia