1 of 48

KODING DAN KECERDASAN ARTIFISIAL

Pendidikan Dasar dan Menengah

Modul 1.

Lutvi Awan Amin

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Republik Indonesia

2 of 48

belajar.id

Pengkin

Digitalisasi Pembelajar

Co Kapten

Fasilitator

Narsum

PIC

3 of 48

4 of 48

Memahami �Koding dan Kecerdasan Artifisial

Pada Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Republik Indonesia

5 of 48

Urgensi Pendidikan

Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia

Pendidikan yang baik menghasilkan individu yang terampil dan kompeten.

Pertumbuhan Ekonomi

Investasi dalam pendidikan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi jangka panjang

Pengentasan Kemiskinan

Pendidikan memberikan akses kepada individu mendapatkan pekerjaan yang lebih baik

Inovasi dan Penelitian

Mendorong teknologi baru dan

Meningkatkan kemampuan memecahkan masalah kompleks

Keberlanjutan Lingkungan

Membantu memahami isu keberlanjutan,

Mendorong perilaku bertanggung jawab terhadap lingkungan

Adaptif terhadap Perubahan

Membantu beradaptasi pada perubahan teknologi & pasar kerja

Pendidikan bukan hanya penting untuk individu, tetapi juga untuk masyarakat dan negara secara keseluruhan, dengan meningkatkan kualitas pendidikan, dapat menciptakan masa depan lebih baik dan berkelanjutan

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

6 of 48

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

7 of 48

Elemen Pembelajaran

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Republik Indonesia

8 of 48

Coding Learning Progression �Mapel Informatika

Dasar-dasar Coding dan AI, untuk fase D dan E telah diajarkan secara terstruktur dan sistematis pada mata pelajaran Informatika

  • Berpikir Komputasional yang banyak mengajarkan logika, abstraksi, dekomposisi, representasi data, reasoning, dan algoritmik thinking yang menjadi dasar AI dan coding
  • Coding telah diajarkan baik dengan mode plugged maupun unplugged. Dibelajarkan menggunakan bahasa block programming Scratch dan Blockly pada fase D, dan bahasa pemrograman tekstual (Python, C, Pascal) pada fase E dan F.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

9 of 48

Coding Learning Progression �Mapel Informatika

Fase D, Memperkenalkan Konsep Coding (tipe data, variabel, percabangan, perulangan, fungsi dan prosedur.

Block Programming: Blockly dan Scratch�Fase E, Migrasi dari block programming ke textual programming dengan mengenalkan pseudocode sebelum coding riil. Menggunakan bahasa Algo menggunakan konsep dasar pemrograman (tipe data, variabel, percabangan, perulangan, fungsi dan prosedur).�

Pemrograman tekstual: C, Pascal dan Python, dll.

Kenapa pseudocode ?

Agar dapat lebih mudah untuk dipahami oleh peserta didik, dibandingkan dengan langsung menggunakan bahasa pemrograman yang umum dipakai.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

10 of 48

Elemen Pembelajaran �Koding dan Kecerdasan Artifisial

  • berpikir komputasional; 
  • literasi digital; 
  • algoritma pemrograman; 
  • analisis data; 
  • literasi dan etika kecerdasan artifisial; dan 
  • pemanfaatan dan pengembangan kecerdasan artifisial. 

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

11 of 48

Pembelajaran �Informatika - Koding dan Kecerdasan Artifisial

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

12 of 48

AI Curriculum for K-12

Kurikulum AI untuk Pendidikan Dasar dan Menengah

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Republik Indonesia

13 of 48

Kurikulum AI untuk K-12, mana yang lebih baik : �AI sebagai mata pelajaran terpisah atau sebagai bagian dari kurikulum Ilmu Komputer??

  • Pengajaran AI dalam pendidikan K-12 dapat dilakukan dengan berbagai pendekatan, dengan argumen yang mendukung baik sebagai mata pelajaran terpisah maupun sebagai bagian dari Computer Science curriculum.
  • Mata pelajaran AI yang berdiri sendiri dapat memberikan pembelajaran yang lebih terfokus, sementara integrasi ke dalam kurikulum Ilmu Komputer dapat memperdalam pemahaman tentang AI dalam konteks konsep komputasi yang lebih luas, serta mendorong keterampilan lintas disiplin.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

14 of 48

AI sebagai Mata Pelajaran Terpisah

  • Pembelajaran Terfokus:�Kursus AI yang berdiri sendiri memungkinkan eksplorasi mendalam terhadap konsep, teknik, dan penerapan AI.

  • Spesialisasi:�Siswa dapat mengembangkan keterampilan dan pengetahuan khusus terkait AI, yang dapat mempersiapkan mereka untuk studi lanjutan atau karier di bidang ini.

  • Fleksibilitas Kurikulum:�Kursus terpisah dapat dirancang secara khusus untuk mencakup perkembangan terbaru dalam AI, sehingga siswa mempelajari materi yang aktual dan relevan.

Kurikulum AI untuk K-12, mana yang lebih baik : �AI sebagai mata pelajaran terpisah atau sebagai bagian dari kurikulum Ilmu Komputer??

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

15 of 48

AI curriculum for K-12, which one is better: �AI as another course or as part of CS curriculum?

Integrasi ke dalam Kurikulum Ilmu Komputer

Pemahaman Kontekstual

  • Mengintegrasikan AI ke dalam kurikulum Ilmu Komputer membantu siswa melihat AI sebagai bagian dari lanskap teknologi yang lebih luas, sehingga meningkatkan pemahaman mereka secara keseluruhan tentang komputasi.

Keterampilan Lintas Disiplin:

  • Pendekatan ini mendorong siswa untuk menerapkan konsep AI dalam berbagai mata pelajaran, sehingga menumbuhkan kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah.

Efisiensi Sumber Daya:

  • Menggunakan kelas Ilmu Komputer yang sudah ada untuk mengajarkan AI dapat menjadi lebih efisien dari segi sumber daya, karena memanfaatkan tenaga pengajar dan materi yang telah tersedia.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

16 of 48

Koding

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Republik Indonesia

17 of 48

Terminologi Koding

Koding dapat dipahami sebagai praktik pemrograman perangkat komputasi dengan melibatkan kemampuan berpikir komputasional dan algoritma secara internet-based, plugged, dan unplugged

Naskah Akademik Pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial Pada Pendidikan Dasar dan Menengah , 2025

Pemrograman komputer, atau coding, adalah keterampilan penting yang seharusnya dipelajari oleh setiap anak. Kita menggunakan komputer untuk memecahkan masalah, bermain game, membantu pekerjaan menjadi lebih efektif, melakukan tugas berulang, menyimpan dan mengingat informasi, menciptakan sesuatu yang baru, serta terhubung dengan teman-teman dan dunia.

Semua orang bisa belajar coding; itu seperti memecahkan teka-teki atau permainan logika. Kita menerapkan logika, mencoba sebuah solusi, bereksperimen sedikit, lalu menemukan cara untuk menyelesaikan masalah.

Bryson Payne, TeAch Your Kids To code, 2015

Coding imenyenangkan

Teknologi telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Setiap perusahaan, organisasi sosial, dan gerakan dapat merasakan manfaat dari teknologi.

Saat ini, ada berbagai aplikasi yang dapat membantu kita untuk membeli, memberi, bergabung, bermain, menjadi relawan, terhubung, berbagi—hampir semua hal yang bisa kita bayangkan.

Coding adalah keterampilan yang berharga

Coding adalah keterampilan abad ke-21.

Pekerjaan masa kini menuntut kemampuan memecahkan masalah yang lebih tinggi daripada sebelumnya, dan semakin banyak profesi yang menjadikan teknologi sebagai bagian penting dari kualifikasi utama.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

18 of 48

Terminologi Koding

Istilah coding berkaitan dengan instruksi-instruksi yang dipahami dan dijalankan oleh komputer.

Pengertian coding secara sederhana adalah cara manusia berkomunikasi dengan komputer dengan cara menciptakan perangkat lunak atau aplikasi yang berguna dalam penyelesaian masalah.

Muh. Hasbi, dkk, Penerapan Pembelajaran Coding Di Satuan PAUD, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2020

Pembelajaran coding berarti kegiatan yang dapat memberikan stimulasi sejak usia dini terhadap cara anak berpikir, anak berpikir kreatif, sikap bekerjasama dan berkomunikasi anak.

Kegiatannya tidak hanya dimaknai sebagai penerapan komputer plugged coding, tetapi juga meliputi keseluruhan kegiatan pembelajaran coding tanpa menggunakan perangkat komputer yang dikenal dengan istilah unplugged coding.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

19 of 48

Terminologi Koding

Komputer hanyalah sebuah mesin yang dapat memproses serangkaian instruksi sederhana dengan sangat cepat.

Serangkaian instruksi yang diproses ini disebut "program", dan setiap instruksinya disebut “code".

Orang-orang yang menulis program komputer dikenal sebagai "programmer" atau "coders".

Program-program mereka telah memungkinkan komputer menjadi berguna di hampir semua bidang kehidupan modern.

Mike McGrath, Coding for Beginners in easy steps, 2nd edition, 2022

Program tingkat tinggi modern secara otomatis diterjemahkan ke dalam kode mesin yang dapat dipahami oleh komputer melalui sebuah “compiler” atau “interpreter”.

Untuk menjadi seorang coder, umumnya kamu harus mempelajari setidaknya satu dari bahasa pemrograman tingkat tinggi berikut:

  • C – Bahasa pemrograman compiled yang kuat dan dekat dengan kode mesin, digunakan untuk mengembangkan sistem operasi.
  • C++ – Bahasa compiled lanjutan dari C yang menyediakan fitur class untuk Pemrograman Berorientasi Objek (OOP).
  • C# – Bahasa compiled modern yang dirancang oleh Microsoft untuk .NET framework dan Common Language Infrastructure (CLI).
  • Java – Bahasa compiled yang portabel dan dirancang agar dapat dijalankan di berbagai platform, tanpa bergantung pada arsitektur perangkat keras.
  • Python – Bahasa interpreted yang dinamis, mendukung pemrograman fungsional maupun Pemrograman Berorientasi Objek (OOP).

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

20 of 48

Terminologi Koding

Apa saja tantangan dan peluang yang dihadapi oleh computer science education ?

  • CS disiplin ilmu yang menyentuh semua lapisan dan populasi masyarakat
  • Disposisi professional/soft skills (kegigihan, kemandirian, adaptif, kerjasama, dst)
  • Pengembangan konten kurikulum
  • Sebagai Ilmu CS berkembang pesat (berkah) sekaligus tantangan yang menyertainya (challenges)
  • Teknologi yang sedang berkembang dan bidang pengetahuan (komputasi kuantum, pembelajaran mesin, AI Generatif, fondasi matematika, isu-isu sosial dan etika profesi, berpikir komputasional — selain membaca, menulis, dan berhitung).

Hal ini akan memengaruhi isi materi pelajaran, metode pengajaran, dan teknik penilaian.

CT Praktik Lintas Bidang

Peluang bagi program studi Ilmu Komputer untuk menawarkan mata kuliah bagi mahasiswa non-jurusan, baik sebagai bentuk layanan akademik atau sebagai alat untuk menarik minat mereka masuk ke bidang Ilmu Komputer.

Fondasi Koding & KA ?

CS Curricula 2023

ACM-IEEE

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

21 of 48

Terminologi Koding

Istilah pembangunan perangkat lunak (software construction) mengacu pada pembuatan perangkat lunak yang berfungsi secara rinci, melalui kombinasi dari pengkodean (coding), verifikasi, pengujian unit (unit testing), pengujian integrasi (integration testing), dan debug (perbaikan kesalahan).

Karena pembangunan perangkat lunak memerlukan pengetahuan tentang algoritma dan praktik pengkodean, maka bidang ini sangat terkait erat dengan Komputasi Dasar (Computing Foundations KA), yaitu bidang yang membahas landasan ilmu komputer yang mendukung perancangan dan pembangunan produk perangkat lunak.

Ruang Lingkup Software Engineering

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

22 of 48

Terminologi Koding

Pertimbangan-pertimbangan berikut berlaku untuk aktivitas pengkodean dalam pembangunan perangkat lunak:

  • Teknik untuk menciptakan kode sumber yang mudah dipahami, termasuk penggunaan konvensi penamaan dan tata letak kode;
  • Penggunaan kelas (class), tipe enumerasi (enumerated types), variabel, konstanta bernama (named constants), dan entitas serupa lainnya;
  • Penggunaan struktur kontrol (control structures);
  • Penanganan kondisi kesalahan—baik yang dapat diperkirakan maupun yang tidak terduga (misalnya, input data yang salah);
  • Pencegahan pelanggaran keamanan pada tingkat kode, seperti buffer overflow atau array index out of bounds;
  • Penggunaan sumber daya melalui mekanisme eksklusi dan kedisiplinan dalam mengakses sumber daya yang digunakan secara bergantian (termasuk thread dan kunci database);
  • Organisasi kode sumber (menjadi pernyataan, rutin, kelas, paket, atau struktur lainnya);
  • Dokumentasi kode.

Ruang Lingkup Software Engineering

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

23 of 48

Konsep Dasar Logika

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Republik Indonesia

24 of 48

Konsep Dasar Logika

Mencari solusi atau langkah-langkah untuk mencapai perubahan

  • Mengapa matahari terbit pagi hari?
  • Mengapa malam ada Bulan?
  • Mengapa harus sekolah?
  • Mengapa mobil menyala saat memutar kunci?
  • Mengapa orang melanggar hukum, padahal tahu bakal dipenjara?

Sejak usia dini meskipun mereka tidak memahami sesuatu, tapi mereka akan menduga jawabannya pasti ada di suatu tempat, yang ada dalam benak mereka kurang lebih:

"Jika saya di sini dan jawabannya ada di sana, apa yang harus saya lakukan untuk sampai di sana?"

Beralih dari sini ke sana — dari ketidaktahuan menuju pemahaman — adalah salah satu alasan utama logika muncul. Logika tumbuh dari kebutuhan bawaan manusia untuk memahami dunia dan, sejauh mungkin, memperoleh kendali atas dunia yang dimaksud.

Memahami sebab dan akibat

Salah satu cara untuk memahami adalah dengan memperhatikan hubungan antara sebab dan akibat. Bagaimana satu peristiwa menyebabkan peristiwa lainnya, ini dapat ditempatkan dalam if-statement

Jika saya mengerjakan PR sekarang, maka saya akan punya waktu untuk bermain

Jika ingin tubuh tetap sehat maka harus memperhatikan apa yang dimakan

Jika saya ingin lulus ujian maka saya harus rajin belajar.

Memahami cara kerja pernyataan if (if-statements) merupakan aspek penting dalam logika.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

25 of 48

Pembelajaran Koding

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Republik Indonesia

26 of 48

Pembelajaran Koding

Bagaimana membelajarkan koding pada dikdasmen?

Tahapan Kemampuan yang Dikuasai Peserta Didik

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

27 of 48

Pembelajaran Koding

Bagaimana membelajarkan koding pada dikdasmen?

Memaksimakan Potensi Anak dengan Koding

Melatih BK dengan Bermain di situs https://blockly.games/

Pada fase C dan Awal D, koding yang dimaksud sejatinya bukan pada text programming, tapi melatih kemampuan bepikir logis dan sistematis dalam balutan Computational Thingking umumnya, jikapun menggunakan lingkungan pemorgraman akan masuk pada kelompok blok programming (Blocky, Scrath), seperti yang dicontohkan pada https://blockly.games/

Pada fase E dan F, Pseudocode to text programming

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

28 of 48

Kecerdasan Artifisial

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Republik Indonesia

29 of 48

Terminologi Kecerdasan Artifisial

CS Curricula 2023 ACM-IEEE

Ruang Lingkup

  • “Intelligent Systems” to “Artificial Intelligence
  • Penekanan pada aplikasi praktis AI pada berbagai bidang (medicine, sustainability, social media)
  • Model generatif (ChatGPT, DALL-E, Midjourney) mencakup cara kerjany, kegunaannya, dan kekurangan
  • Dampak dan implikasi sosial yang lebih luas dari metode dan aplikasi AI, termasuk isu-isu dalam etika AI

Terdapat 12 Knowledge Unit:�Konsep Dasar, Machine Learning, NLP, Robotics, Computer Vission, Application n Social Impact, dst

Artificial Intelligence (AI)

● Algorithmic Foundations (AL)

● Architecture and Organization (AR)

● Data Management (DM)

● Foundations of Programming Languages (FPL)

● Networking and Communication (NC)

● Operating Systems (OS)

● Parallel and Distributed Computing (PDC)

● Software Development Fundamentals (SDF)

● Software Engineering (SE)

● Graphics and Interactive Techniques (GIT)

● Security (SEC)

● Society, Ethics, and the Profession (SEP)

● Human-Computer Interaction (HCI)

● Mathematical and Statistical Foundations (MSF)

● Systems Fundamentals (SF)

● Specialized Platform Development (SPD)

17 Bidang Pengetahuan

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

30 of 48

Terminologi Kecerdasan Artifisial

Terminologi "AI" dalam konteks mata pelajaran Koding dan AI di pendidikan dasar dan menengah merujuk pada pengenalan dan pemahaman dasar tentang kecerdasan buatan. Ini mencakup beberapa konsep yang berbeda dibandingkan dengan istilah AI yang lebih kompleks yang dipelajari di perguruan tinggi, serta perkembangan terbaru dalam ruang Generative AI (Gen AI)

AI dalam Konteks Pendidikan Dasar dan Menengah

Pengenalan Konsep:

Di tingkat ini, AI umumnya diperkenalkan sebagai teknologi yang memungkinkan komputer untuk melakukan tugas yang biasanya memerlukan kecerdasan manusia. Ini termasuk pengenalan pola, pemecahan masalah, dan pengambilan keputusan.

Aplikasi Sederhana

Siswa dapat belajar tentang aplikasi AI yang sudah ada dalam kehidupan sehari-hari, seperti asisten virtual (misalnya, Siri atau Google Assistant), rekomendasi produk, dan teknologi pengenalan wajah, tanpa harus masuk ke detail teknis yang kompleks.

AI di Perguruan Tinggi

Pendalaman Teoretis dan Praktis

Di perguruan tinggi, studi AI mencakup teori yang lebih mendalam, teknik machine learning, deep learning, dan algoritma kompleks yang digunakan dalam pengembangan aplikasi AI. Mahasiswa belajar tentang model matematika, statistik, dan pemrograman yang mendasari teknologi AI.

Penelitian dan Inovasi

Fokus juga beralih ke penelitian dan inovasi dalam AI, termasuk pengembangan algoritma baru, etika dalam AI, serta dampak sosial dan ekonomi dari penerapan teknologi AI.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

31 of 48

Terminologi Kecerdasan Artifisial

Terminologi "AI" dalam konteks mata pelajaran Koding dan AI di pendidikan dasar dan menengah merujuk pada pengenalan dan pemahaman dasar tentang kecerdasan buatan. Ini mencakup beberapa konsep yang berbeda dibandingkan dengan istilah AI yang lebih kompleks yang dipelajari di perguruan tinggi, serta perkembangan terbaru dalam ruang Generative AI (Gen AI)

Generative AI (Gen AI)

Definisi: Generative AI merujuk pada subbidang AI yang menciptakan konten baru, seperti teks, gambar, musik, atau video, berdasarkan pola yang telah dipelajari dari data. Contoh terkenal termasuk model seperti GPT (untuk membuat teks) dan DALL-E (untuk menghasilkan gambar).

Aplikasi di Pendidikan:

Sementara Generative AI potensi revolusioner dari AI, di tingkat pendidikan dasar dan menengah, fokus masih lebih pada pemahaman dasar dan aplikasi praktis yang mudah dicerna oleh siswa. Mungkin akan ada pengenalan pada konsep Generative AI, tetapi dengan cara yang lebih sederhana dan aplikatif

Secara umum, istilah AI pada mata pelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial di pendidikan dasar dan menengah mencakup pengenalan dan aplikasi dasar yang berbeda dari AI yang dipelajari di perguruan tinggi atau ruang Gen AI yang lebih spesifik dan kompleks.

Tujuannya adalah untuk memberikan fondasi awal kepada siswa agar mereka dapat memahami dan tertarik pada teknologi ini, sebelum melanjutkan ke studi yang lebih dalam di tingkat yang lebih tinggi atau pekerjaan yang membutuhkan

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

32 of 48

Peta Kompetensi

Sumber: (Hyunkyung Chee, et.all, A Competency Framework for AI Literacy, 2024; Unesco AI Framework, etc.)

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

33 of 48

Materi Koding dan KA

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Republik Indonesia

34 of 48

Fase C�Jenjang SD Kelas 5 dan 6

Materi

Kompetensi

Rasional

Konsep Dasar Kecerdasan Artifisial

Mampu memahami istilah, definisi, konsep, sejarah, jenis, penerapan, prinsip, dasar etika dan limitasi

Merupakan materi dasar yang dibutuhkan peserta didik agar mampu mengembangkan keterampilan berpikir kritis, analitis, serta mempersiapkan peserta didik untuk tantangan dan peluang di masa depan pada bidang Kecerdasan Artifisial

Berpikir Komputasional sebagai Dasar Koding

Mampu memahami konsep berpikir komputasional (definisi, orientasi, prinsip dan urgensi), memahami Berpikir Komputasional sebagai Dasar Koding dan contoh penerapan

Merupakan materi dasar yang dibutuhkan peserta didik agar mampu mengembangkan keterampilan berpikir sistematis dan logis yang diperlukan pada pemecahan masalah berbantuan pemrograman.

Konsep Dasar Algoritma dan Logika

Mampu memahami konsep dasar algoritma dan logika sederhana (definisi dasar, jenis, logika dasar dan representasi algoritma dasar)

Merupakan materi dasar yang dibutuhkan peserta didik agar mampu mengembangkan keterampilan berpikir sistematis dan logis yang diperlukan pada pemecahan masalah berbantuan pemrograman.

Pemanfaatan Kecerdasan Artifisial Sederhana / Tingkat Dasar

Mampu memahami pemanfaatan Kecerdasan Artifisial Bidang umum dan pemebelajaran

Merupakan materi dasar yang dibutuhkan peserta didik agar mampu mengembangkan penggunaan Kecerdasan Artifisial pada berbagaikebutuhan sehari-hari

Konsep dasar teknologi digital

mampu memahami konsep dasar, manfaat, dan dampak teknologi digital

Merupakan materi dasar yang dibutuhkan peserta didik agar mampu mengembangkan penggunaan teknologi digital pada lingkungan keseharian

Sumber: (Hyunkyung Chee, et.all, A Competency Framework for AI Literacy, 2024; Unesco AI Framework, etc.)

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

35 of 48

Fase D�Jenjang SMP Kelas 7, 8, dan 9

Materi

Kompetensi

Rasional

Literasi Digital

Peserta didik mampu memproduksi dan mendiseminasi konten digital berupa audio, video, slide, dan infografis.

Berpikir Komputasional

Peserta didik mampu menerapkan pengelolaan data, pemecahan masalah sederhana dalam kehidupan masyarakat secara sistematis, dan menuliskan instruksi.

Literasi dan Etika Kecerdasan Artifisial

Peserta didik mampu memahami perbedaan cara manusia dan KA menggabungkan informasi dari beberapa perangkat penginderaan atau sensor, memahami bagaimana komputer memaknai informasi dari perangkat penginderaan atau sensor, memahami kualitas data, serta manfaat dan dampak KA pada kehidupan masyarakat. Peserta didik mampu memahami etika penggunaan KA dalam kehidupan sehari-hari seperti menjaga data pribadi dalam menggunakan KA, KA adalah sebagai alat bantu sehingga manusia tidak boleh tergantung dan percaya sepenuhnya pada KA karena KA masih sangat mungkin menghasilkan output yang salah, bias, atau melakukan halusinasi, serta menganalisis konten deep fake dalam bentuk gambar, audio, atau video.

Pemanfaatan dan Pengembangan Kecerdasan Artifisial

Peserta didik mampu menggunakan perangkat KA sederhana dengan kritis dan mampu menuliskan input bermakna ke dalam sistem KA.

Sumber: (Hyunkyung Chee, et.all, A Competency Framework for AI Literacy, 2024; Unesco AI Framework, etc.)

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

36 of 48

Fase E�Jenjang SMA/K Kelas 10

Materi

Kompetensi

Rasional

Pemecahan masalah menggunakan perangkat/tools Kecerdasan Artifisial

Mampu mengumpulkan, memproses data melalui perangkat/tools Kecerdasan Artifisial dan mampu merancang solusi berbantuan perangkat/tools Kecerdasan Artifisial, termasuk teknik prompting dan menginterpretasikan hasilnya

Merupakan materi dasar yang dibutuhkan peserta didik agar mampu mengaplikasi keterampilan penyelesaian masalah yang diperlukan pada dasar pemecahan masalah berbantuan Kecerdasan Artifisial

Kreasi konten lebih kompleks mengunakan perangkat/tools Kecerdasan Artifisial

Mampu mengaplikasikan berpikir kreatif dan merancang proyek kreatif menggunakan menggunakan perangkat/tools Kecerdasan Artifisial sederhana (misalnya, gambar, teks, permainan atau animasi interaktif)

Merupakan materi dasar yang dibutuhkan peserta didik agar mampu menghasilkan berbagai konten kreatif berbantuan teknologi Kecerdasan Artifisial.

Kolaborasi melalui perangkat/tools Kecerdasan Artifisial

Mampu menentukan perangkat/tools Kecerdasan Artifisial yang sesuai untuk berkolaborasi (human- to- tool (AI) collaboration). Materi Dasar: Desain Kreatif, Penelitian dan Analisis Data, Penyuntingan Tulisan (grammarly), Pemrograman (github), Diagnosa Medis dst.

Merupakan materi dasar yang dibutuhkan peserta didik agar mampu mengembangkan pemanfaatan berbagai perangkat/tools Kecerdasan Artifisial untuk berkolaborasi, sehingga dapat mendukung aktifitas kedepan

Mengenali unsur pembentuk Prompt untuk KA generatif

Pemahaman yang tentang konsep dasar bagaimana KA generatif bekerja dan bagaimana prompt digunakan untuk menghasilkan output yang diinginkan, menganalisis dan mengevaluasi hasil yang dihasilkan oleh KA generatif berdasarkan prompt yang diberikan

Menyusun Prompt merupakan salah satu dasar dalam pemanfaatan dan pengembangan KA. Prompt yang jelas, spesifik, dan terarah dapat dicapai dengan memahami bagaimana memberikan instruksi yang tepat kepada KA generatif untuk mendapatkan hasil yang diinginkan.

Pemecahan masalah menggunakan perangkat/tools Kecerdasan Artifisial

Mampu mengumpulkan, memproses data melalui perangkat/tools Kecerdasan Artifisial dan mampu merancang solusi berbantuan perangkat/tools Kecerdasan Artifisial, termasuk teknik prompting dan menginterpretasikan hasilnya

Merupakan materi dasar yang dibutuhkan peserta didik agar mampu mengaplikasi keterampilan penyelesaian masalah yang diperlukan pada dasar pemecahan masalah berbantuan Kecerdasan Artifisial

Sumber: (Hyunkyung Chee, et.all, A Competency Framework for AI Literacy, 2024; Unesco AI Framework, etc.)

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

37 of 48

Fase F�Jenjang SMA/K Kelas 11 dan 12

Materi

Kompetensi

Rasional

Pengoperasian dan pengaplikasian perangkat AI Kecerdasan Artifisial Pada bidang tertentu/khusus

Mampu memahami dan mengaplikasikan perangkat/tools Kecerdasan Artifisial pada area pemanfaatan secara umum dan pada area pemenfaatan Khusus (misalnya pada bidang Pariwisata, Medis, Pertanian, Pemasaran dst)

Merupakan materi dasar yang dibutuhkan peserta didik agar mampu mengaplikasi keterampilan penyelesaian masalah yang diperlukan untuk menyelesaikan masalah atau kreasi konten pada bidang umum dan pada area pemenfaatan Khusus (disesuaikan dengan kebutuhan atau pada jenjang SMK disesuiakan dengan konteks jurusan/peminatan) dengan bantuan Kecerdasan Artifisial.

Pemograman Dasar Kecerdasan Artifisial

Mampu mengembangkan konten Kecerdasan Artifisial yang relevan dan bermanfaat menggunakan perangkat/tools pemrograman (misalnya Snap!, Python, termasuk pemanfaatan library populer lainnya)

Merupakan materi dasar yang dibutuhkan peserta didik agar mampu mengembangkan keterampilan penyelesaian masalah dengan bantuan pemograman Kecerdasan Artifisial (face recog, speech synthesis).

Verifikasi hasil dan akurasi perangkat/tools Kecerdasan Artifisial

Mampu mengindentifikasi potensi kesalahan hasil dari pemanfaatan perangkat/tools Kecerdasan Artifisial, memverifikasi keakuratan hasil, dan Mampu merancang keputusan yang rasional berdasarkan data yang tervalidasi

Merupakan materi dasar yang dibutuhkan peserta didik agar mampu mengembangkan keterampilan penyelesaian masalah yang akurat dan mendukung pengambilan keputusan berdasarkan data dan sumber data yang valid

Pengenalan model bahasa besar (LLM) pada KA Generatif

Memahami konsep dasar kecerdasan buatan, khususnya model bahasa besar LLM, termasuk arsitektur, cara kerja, dan aplikasi praktisnya

Merupakan teknologi yang sedang berkembang pesat dan memiliki potensi untuk mengubah banyak aspek kehidupan. Peserta didik perlu memahami teknologi ini agar siap menghadapi masa depan yang semakin didominasi oleh Kecerdasan Artifisial (KA)

Pengoperasian dan pengaplikasian perangkat AI Kecerdasan Artifisial Pada bidang tertentu/khusus

Mampu memahami dan mengaplikasikan perangkat/tools Kecerdasan Artifisial pada area pemanfaatan secara umum dan pada area pemenfaatan Khusus (misalnya pada bidang Pariwisata, Medis, Pertanian, Pemasaran dst)

Merupakan materi dasar yang dibutuhkan peserta didik agar mampu mengaplikasi keterampilan penyelesaian masalah yang diperlukan untuk menyelesaikan masalah atau kreasi konten pada bidang umum dan pada area pemenfaatan Khusus (disesuaikan dengan kebutuhan atau pada jenjang SMK disesuiakan dengan konteks jurusan/peminatan) dengan bantuan Kecerdasan Artifisial.

Sumber: (Hyunkyung Chee, et.all, A Competency Framework for AI Literacy, 2024; Unesco AI Framework, etc.)

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

38 of 48

Pembelajaran Kecerdasan Artifisial

Bagaimana membelajarkan AI/KA pada dikdasmen?

Tahapan Kemampuan yang Dikuasai Peserta Didik

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

39 of 48

Framework Pembelajaran KA

Beberapa framework:

  1. AI4K12 Initiative: Inisiatif ini menawarkan kerangka kerja yang dikenal sebagai "Five Big Ideas in AI," yang dirancang untuk membantu pendidik memahami dan mengajarkan konsep AI kepada siswa K-12. Mereka juga menyediakan sumber daya seperti buku, materi kurikulum, dan perangkat lunak untuk mendukung pengajaran AI.
  2. UNESCO's Mapping of K-12 AI Curricula: UNESCO telah merilis laporan yang memetakan kurikulum AI yang disetujui pemerintah di berbagai negara. Laporan ini memberikan wawasan tentang bagaimana berbagai negara mengintegrasikan AI ke dalam pendidikan K-12 dan dapat menjadi referensi bagi pendidik yang ingin mengembangkan kurikulum AI.
  3. AI for the Future Project (AI4Future): Proyek ini, yang diprakarsai oleh The Chinese University of Hong Kong, telah mengembangkan dan mengevaluasi kurikulum AI untuk pendidikan pra-universitas. Mereka berfokus pada pembuatan kurikulum yang dapat digunakan di sekolah menengah dan telah menerima umpan balik positif.

Salah satu referensi yang disponsori oleh CSTA (AI4K12), memberikan fokus AI pada K12

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

40 of 48

Pembelajaran Kecerdasan Artifisial

Simulasi cara kerja KA dengan bermain di situs

https://studio.code.org/s/oceans

Contoh Materi

  • Kreasi konten mengunakan perangkat/tools Kecerdasan Artifisial (Manfaat Kreasi Konten dengan KA, Tahapan Kreasi Konten dengan KA, Teknik Prompt Untuk Produksi Konten Kreatif)
  • Kolaborasi melalui perangkat/tools Kecerdasan Artifisial --Human to AI Collaboration– (Desain Kreatif, Penelitian dan Analisis Data, Penyuntingan Tulisan, Kolaborasi dalam Pemograman dan dalam bidang khusus lainnya)
  • Mengenali unsur pembentuk Prompt untuk KA generatif (Fondasi, Teknik, Implementasi , Karir dan Etika)
  • Pengoperasian dan pengaplikasian perangkat AI Kecerdasan Artifisial Pada bidang Umum dan pada bidang tertentu/khusus.
  • Pemograman Dasar Kecerdasan Artifisial (Python, Snap!, serta pemanfaatan library Kecerdasan Artifisial populer lainnya)
  • IDE untuk Mengembangkan Aplikasi Kecerdasan Artifisial (Google Colaborator, Visual Studio Code, Spyder, dll)
  • Pengenalan model bahasa besar /LLM pada KA Generatif (Konsep Dasar, Peran LLM dalam Kecerdasan Artifisial Generatif, Teknik Integrasi Pemrograman KA dengan Model LLM mialkan melalui API

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

41 of 48

Pembelajaran Kecerdasan Artifisial

Maze

Implementasi konsep speech Synthesis yang dimanfaatkan untuk mengatur pergerakan karakter/sprite dalam permainan labirin dengan menggunakan platform Snap! Berkeley.

Prosesnya meliputi input suara, memproses suara, mengatur agar karakter dapat bergerak sesuai dengan perintah suara dari awal sampai menuju rumah melalui labirin.

Berganti Wajah

Implementasi konsep speech recognition yang dimanfaatkan untuk menampilkan image.

Prosesnya meliputi input suara, memproses suara, mengatur agar image siswa tiga orang dapat berganti sesuai dengan perintah suara baik individuak maupun kelompok.

Klasifikasi sayuran

sebuah model machine learning yang bisa membedakan tipe-tipe sayuran seperti singkong, kol, kangkung, dan bayam menggunakan platform Google Teachable Machine.

Prosesnya meliputi pengumpulan data, kemudian masuk ke dalam proses pembersihan data, validasi data, proses training model, hingga mengevaluasi model machine learning. Akhir output dari project ini adalah model bisa membedakan macam-macam jenis sayuran

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

42 of 48

Strategi Pembelajaran

Problem/Project Based Learning dan Case Method, melibatkan peserta didik dalam aplikasi persoalan nyata pada bidang umum dan pada area pemenfaatan Khusus (disesuaikan dengan kebutuhan atau pada jenjang SMK disesuiakan dengan konteks jurusan/peminatan) untuk diselesaikan dengan bantuan teknologi Kecerdasan Artifisial.

Contoh: Menggunakan berbagai perangkat/tools Kecerdasan Artifisial yang sesuai dengan persoalan yang diberikan, Studi Kasus melibatkan peserta didik dalam persoalan nyata.

Variasi Metode Pembelajaran

Menggunakan berbagai metode agar peserta didik tidak bosan termasuk menerapkan model gamifikasi, termasuk unplugged yang meduplikasi/meniru blok program.

Contoh: Kombinasi ceramah, dan simulasi dalam mengajarkan perangkat/tools Kecerdasan Artifisial, Menciptakan Model Eksperimen Virtual.

Memahami

Mengaplikasikan

Merefleksikan

Pengalaman

Belajar

1

2

3

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

43 of 48

Kompetensi Afektif

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Republik Indonesia

44 of 48

Kompetensi Afektif

1. Kepercayaan diri dan self-efficacy pemanfaatan Kecerdasan Artifisial.

Peserta didik memiliki kepercayaan diri dan self- efficacy untuk meningkatkan minat dan motivasi dalam pemanfataan teknologi Kecerdasan Artifisial.Kepercayaan diri merupakan keyakinan umum peserta didik setelah melalui proses pembelajaran bahwa sebagai kemampuan belajar, beradaptasi, dan keberhasilan menggunakan alat dan sistem berbasis Kecerdasan Artifisial.

Sementara self- efficacy merupakan keyakinan yang lebih spesifik bahwa peserta didik mampu memanfaatkan teknologi Kecerdasan Artifisial untuk menyelesaikan tugas tertentu, seperti menulis dan atau menghasilkan konten, menganalisis data, atau membuat model dukungan data pada bidang tertentu sesuai minat dan konsentrasi pendidikannya, misalnya dalam bidang pariwisata, pertanian, medis dan seterusnya.

2. Pola pikir reflektif pemanfaatan Kecerdasan Artifisial

Sesuai dengan model pembelajaran mendalam atau bermakna, dimana pengalaman belajar diarahkan pada kemampuan reflektif.

Peserta didik memiliki pola pikir reflektif dan mampu menilai pemahaman seseorang tentang Kecerdasan Artifisial, mampu menentukan/menilai tingkat literasi Kecerdasan Artifisial seseorang, dan mengenali bidang/area yang memerlukan pembelajaran Kecerdasan Artifisial lebih lanjut, khususnya pada jenjang SMK yang membutuhkan pemahaman dan aplikasi secara kontekstual berdasakan konsentrasi minat dan konsentrasi pendidikannya.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

45 of 48

Penutup

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Republik Indonesia

46 of 48

Kurikulum hanyalah sebuah resep. Seenak apapun, jika kokinya tidak mampu memasak, maka masakan tidak akan enak, bahkan melenceng. Koki yang handal dan kreatif akan mampu mengadaptasi bahan lokal untuk menghasilkan masakan yang enak dan tidak melenceng

Peran Guru Pengampu Mapel Sangat Penting

THREE MAIN COMPONENTS IN LEARNING PROCESS

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

47 of 48

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

48 of 48

Terima Kasih

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Republik Indonesia