AUDIT DAN PROFESI AUDITOR
POKOK BAHASAN
Mahasiswa setelah mempelajari bab ini diharapkan mampu menjelaskan tentang audit dan cara kerja auditor
2
1.
AUDITING
3
Definisi
Boynton, Johnson, dan Kell (2002)
“suatu proses sistematis untuk memperoleh dan mengevaluasi bukti secara objektif mengenai asersi-asersi kegiatan dan peristiwa ekonomi, dengan tujuan menetapkan derajat kesesuaian antara asersi tersebut dengan kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya, serta penyampaian hasil-hasilnya kepada pihak yang berkepentingan”
Sukrisno (2012)
“suatu pemeriksaan yang dilakukan secara kritis dan sistematis oleh pihak independen, terhadap laporan keuangan yang disusun oleh manajemen beserta catatan-catatan pembukuan dan bukti-bukti pendukungnya dengan tujuan untuk dapat memberikan pendapat mengenai kewajaran laporan keuangan tersebut”
4
Tujuan
“Menekan resiko audit ke tingkat yang dapat diterima auditor”
(To reduce this audit risk to an acceptably low level)
- Tuanakotta (2013) -
Tujuan audit menurut IAI adalah untuk menyatakan pendapat kewajaran, dalam semua hal material, posisi keuangan, hasil usaha, perubahan ekuitas, dan arus kas sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku
5
Kenapa dan untuk apa ?
Kenapa ?
Untuk apa ?
6
Hubungan Tripartit
7
Auditor
Pengguna (investor, bank, pajak)
Manajemen
perusahaan
�������2.�JENIS – JENIS AUDIT
AUDIT LAPORAN KEUANGAN
�Dilakukan untuk menilai dan menentukan apakah laporan keuangan telah disajikan oleh manajemen perusahaan sesuai dengan prinsip akuntansi berterima umum
AUDIT OPERASIONAL
Dilakukan untuk pengujian sistematis, terorganisasi, dan objektif atas suatu perusahaan untuk menilai pemanfaatan sumber daya dalam memberikan pelayanan publik secara efisien dan efektif, dalam memenuhi harapan stakeholders
AUDIT �KEPATUHAN
Dilakukan terhadap kegiatan, program organisasi, dan seluruh atau sebagian aktivitas sesuai dengan prosedur yang ditetapkan
8
�������3. �PROFESI AUDITOR
AUDITOR EKSTERNAL
Pihak luar yang bukan karyawan, berkedudukan independen, dan tidak memihak baik terhadap auditee-nya maupun terhadap pihak – pihak yang berkepentingan dengan auditee. Auditer ekternal bekerja pada Kantor Akuntan Publik (KAP)
AUDITOR INTERNAL
Pegawai perusahaan yang diaudit dan mendapat gaji dari perusahaan.
AUDITOR PEMERINTAH
Auditor yang bekerja di bawah instasi pemerintah untuk memeriksa lembaga pemerintah dan unitnya.
9
4. �STANDAR AUDIT�
INTERNATIONAL STANDARS ON AUDITING - ISA
Dikeluarkan tahun 2013 oleh International Auditing Practices Committee (IAPC) dari International Federation of Accountants (IFAC)
STANDAR PROFESIONAL AKUNTAN PUBLIK - SPAP
dikeluarkan oleh Dewan Standar Profesional Akuntan Publik Institut Akuntan Publik Indonesia (DSPAP IAPI)
STANDAR PEMERIKSAAN KEUANGAN NEGARA - SPKN
Sebagai acuan BPK dalam melakukan pemeriksaan. Terdiri dari
10
5. ASERSI��“Asersi adalah representasi oleh manajemen baik secara eksplisit (dalam bentuk pernyataan) maupun implisit (tersirat) yang terkandung dalam laporan keuangan. Representasi ini digunakan oleh auditor untuk memerhatikan berbagai salah saji dalam laporan keuangan yang mungkin terjadi”. ��– ISA 315 -
KEBERADAAN ATAU KETERJADIAN
Aset dan kewajiban suatu entitas ada per tanggal tertentu, transaksi pendapatan, dan biaya terjadi pada periode tertentu
KELENGKAPAN
Semua transaksi dan rekening yang seharusnya disajikan dalam laporan keuangan telah dicantumkan di dalamnya secara lengkap per tanggal neraca
HAK DAN KEWAJIBAN
Aset dan pendapatan adalah milik entitas dan kewajiban entitas pada tangga; tertentu.
PENILAIAN DAN PENGALOKASIAN
Elemen aset, kewajiban, pendapatan, dan biaya telah dimasukan dalam laporan keuangan dengan jumlah yang tepat
PENYAJIAN DAN PENGUNGKAPAN
Elemen – elemen dalam laporan keuangan telah diklasifikasikan, diuraikan, dan diungkapkan secara tepat per tanggal tertentu
11
6. �KERTAS KERJA
PERMANENT FILE
CURRENT FILE
12
7. �BUKTI AUDIT��Setiap informasi yang digunakan auditor untuk menentukan apakah informasi yang diaudit dinyatakan sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan.
13
RELEVAN
KOMPETEN
CUKUP
Apabila jumlahnya memenuhi syarat untuk mendukung temuan auditor
Apabila mempunyai hubungan yang logis dan dapat dimengerti dengan kriteria audit yang ditetapkan
Apabila bukti yang diperoleh berasal dari sumber yang independen dan dapat dipercaya serta terjamin keakuratannya
8. PROSEDUR AUDIT��Metode atau cara yang dilakukan oleh auditor untuk memperoleh bukti audit selama proses audit
14
Inspeksi
Observasi
Konfirmasi
Penghitungan Kembali
Lakukan Kembali
Prosedur Analitikal
Bertanya
Teknik Audit berbasis Komputer
9.�KUALITAS AUDIT��“Probabilitas penilaian pasar jika laporan keuangan memiliki unsur penyimpangan yang material dan auditor dapat menemukan kemudian melaporkan penyimpangan tersebut.��- DeAngelo (1981)
INDEPENDENSI
KOMPETENSI
15
Dimensi Kualitas Audit :
Thank you very much for your time
If you have any questions about this document please don’t hesitate to contact us at:
16
QUIZ
17