GEDSI ( gender equality, disability and social inclusion )
Tujuan :
Apa GEDSI?
Apa yang Anda pahami tentang kata GEDSI saat ini? Silakan bebas berpendapat!
GENDER��disclaimer : �1. Dalam sesi ini akan ada Bahasa yang mungkin tidak berkenan. Hanya untuk kepentingan training ini. �2. Training ini juga tidak masuk ke ranah privat, tidak bermaksud untuk mempengaruhi atau memperkenalkan ideology yang mungkin bertentangan dengan nilai (value) masing-masing orang. Hanya untuk kepentingan pengetahuan tentang hak asasi manusia
GENDER
APA ITU GENDER 1 |
GENDER VS JENIS KELAMIN 2 |
BEBERAPA HAL DALAM GENDER 3 |
KETIDAKADILAN GENDER 4 |
|
Perhatikan kata-kata di bawah ini.
Mentrusasi | Melahirkan | Memasak | Menjahit |
Hamil | Sperma | Rahim | Jakun |
Berwibawa | Pemalu | Penakut | Kuat |
Pemimpin | Energik | Lembut | Perasa |
Sensitif | Bekerja | Mencuci | Menyapu rumah |
Boneka | Pink | Kumis | Rambut panjang |
Penis | Vagina | Testoteron | Progesteron |
Kromosom XX | Kromosom XY | Bunga | Tanaman |
Laki-laki
Perempuan
Dalam kelompok, tempelkan kartu kata yang Anda miliki dalam diagram ini menurut pengetahuan Anda
Jelaskan mengapa Anda menempelkan kartu di kolom tersebut
Kodrat/biologis
Non kodrat ( bisa berubah seusai dengan budaya,
konteks masyarakat, pembagian tugas, dsb)
Diskusikan dalam kelompok, mana yang bisa berubah dan mana yang tidak bisa berubah
( kodrat/biologis dan non kodrat/konstruksi social )
Dari kegiatan ini,
diskusikan apa perbedaan gender dan jenis kelamin!
Non kodrat
Kodrat/biologis
Jelaskan mengapa Anda menempelkan kartu di kolom tersebut, diskusikan kembali apa yang dipahami
tentang perbedaan gender dan jenis kelamin!
Gender ��Perbedaan sifat, peran, fungsi, dan status antara perempuan dan laki-laki, bukan berdasarkan perbedaan biologis tetapi berdasarkan relasi sosial budaya yang dipengaruhi oleh struktur masyarakat dan dapat berubah sesuai perkembangan zaman
GENDER TIDAK SAMA DENGAN JENIS KELAMIN
11
JENIS KELAMIN Tidak dapat dipertukarkan (kodrat) | |
Laki-laki (ciri dan fungsi) | Perempuan (ciri dan fungsi) |
|
|
GENDER Dapat dipertukarkan dan bentukan manusia | |
Laki-laki (citra, jati diri, peran) | Perempuan (citra, jati diri, peran) |
|
|
PERBEDAAN SEKS DAN GENDER
SEKS | GENDER |
Jenis kelamin biologis | Jenis kelamin sosial |
Seks adalah alami | Gender bersifat sosial budaya dan merupakan buatan manusia |
Laki-laki dan perempuan | Maskulin dan feminin |
Bersifat biologis. Mengacu pada perbedaan yang kelihatan dalam alat kelamin dan perbedaan yang terkait dengan fungsi prokreasi | Gender bersifat sosial budaya. Mengacu pada kualitas feminin dan maskulin, pola, perilaku, peran, tanggung jawab dan lainnya |
Bersifat tetap dan universal di semua tempat | Gender adalah variabel. Dapat berubah dari waktu ke waktu, dari satu budaya ke budaya yang lain. Setiap tempat bisa berbeda. |
GENDER
Terminologi gender asal mulanya digunakan oleh para psikolog untuk menjelaskan konsep trans-seksual sampai tahun 1960an. Untuk menjelaskan hasil asesmen psikologi saat klien mengatakan bahwa dirinya terjebak di dalam tubuh yang keliru, pada tahun 1968 seorang psikolog bernama Robert Stoller menggunakan terminology “sex” dan “gender’ untuk membuat kliennya memahami bahwa tubuhnya tercipta sebagai hal biologis, sedangkan perasaannya merupakan tingkatan kefemininan dan kemaskulinan yang ada dalam dirinya.
Pembedaan ini kemudian digunakan oleh gerakan feminist.
Beberapa hal tentang gender
14
Stereotype gender dan Bias gender
Permainan Stereotype Gender
| Laki –laki | Perempuan |
Ekpresi Maskulin, Feminin |
|
|
Peran Reproduksi, Produksi, dan Kemasyarakatan |
|
|
Sifat/Kepribadian a.l. ekstrovert, introvert | | |
Posisi /status Ranah Publik dan Ranah Domestik |
|
|
Game 2: dalam 2 kelompok dikusikan hal berikut ini!
Berdasarkan pengalaman dan pengamatan Anda, isilah kolom Laki-laki dan perempuan di bawah ini. Apa saja yang menjadi pandangan umum masyarakat tentang “ekspresi”, “peran”, sifat atau kepribadian, dan “posisi atau status” laki –laki dan perempuan
Pak Harun sedang dalam perjalanan mengantarkan Musa mendaftar di pendidikan Kopasus. Musa ingin menjadi anggota Kopasus. Sesampai di lokasi, telpon Musa berbunyi. Ketika melihat nama penelponnya, Musa menoleh kepada ayahnya meminta persetujuaan untuk menjawabnya. Sang ayah mengatakan, “angkatlah!”
Penelpon itu adalah Komandan Kopasus, yang terkenal tegas dan gagah berani dalam setiap pertempuran. Dia berhasil menyelesaikan misi perangnya di Afganistan. Komandan itu berpesan pada Musa, “ Musa, anakku tersayang, semangat, ya, Nak! Kamu pasti bisa!” Musa menoleh kepada ayahnya lagi sambil tersenyum.
Jika saya bertanya, apa hubungan Komandan Kopasus itu dengan Musa? Apa jawaban Anda?
Bias Gender yang Tersamar (Teka-Teki)
Refleksi :
Stereotype dan Bias Gender
ISU KETIDAKADILAN�
SUBORDINASI
BEBAN GANDA
TERJADI KETIKA ADA KESENJANGAN DALAM HAL AKSES, PARTISIPASI, KONTROL DAN MANFAAT PEMBANGUNAN KARENA ADA PEMBAKUAN NILAI DAN KONSEP GENDER
Kekerasan
diskriminasi
Stereotyping/pelabelan
STUDI KASUS
BUDAYA YANG MENGUATKAN STEREOTIP GENDER
(Tebak Gambar)
Stereotip apa?
Dampaknya apa?
Apa yang bisa diubah?
PROSES KONSEP DIRI MENEMUKAN IDENTITAS GENDER
9 BULAN | KELAS 3 SD | KELAS 2 SMA | LANSIA | ||||
Nama : Tidak Tahu | Jenis Kelamin : Tidak Tahu | Nama : Dedi Yuliardi Ahadi | Jenis Kelamin : Laki-laki | Nama : Dorce Ashadi | Jenis Kelamin : Laki-laki | Nama : Dorce Gamalama | Jenis Kelamin : Perempuan |
Gender : Tidak Tahu | Gender : Laki-laki | Gender : Transgender Perempuan | Gender : transgender perempuan (medis-transeksual) | ||||
Ekpresi Gender : Tidak Tahu Orientasi Seksual : Tidak Tahu | Ekpresi Gender : rambut pendek, anggota musik Bambang Brothers Orientasi Seksual : Tidak Tahu | Ekpresi Gender : Pelawak yang berdandan perempuan Orientasi Seksual : Tertarik pada Laki-laki (Homosexsual) | Ekpresi Gender : Baju kurung, berkerudung, keibuan, highheel Orientasi Seksual : Tertarik pada Laki-laki (Homosexsual) | ||||
GENDER EQUALITY�terjadi ketika semua jenis identitas gender mendapatkan pemenuhan atas hak asasinya
Studi Kasus �Ketidakadilan Gender �(Fatima, Mayora, Aprilia)��Ketidakadilan apa?�Dampaknya apa?�Apa yang bisa diubah?�
Kampong Ayun berada di kecamatan Seulimum Aceh Besar. Tidak ada sekolah, puskesmas pembantu ataupun fasilitas lainnya. Satu-satunya SD terdekat, membutuhkan waktu sekitar 45 menit dengan berjalan kaki di jalanan berlobang.
Di kampung tersebut ada satu keluarga petani miskin dengan 5 anak. Fatimah, putri sulung yang berusia 15 tahun tidak melanjutkan sekolahnya setelah tamat SD. Jarak sekolah yang terlalu jauh membuat orang tuanya mengkhawatirkan keselamatannya. Alasannya lainnya orang tua Fatimah tidak punya uang untuk menyekolahkan anak-anaknya, sehingga mereka memutuskan Ma’e adik laki-laki Fatimah yang mendapatkan prioritas untuk melanjutkan sekolah.
Untuk meringankan beban keluarga, anak-anak perempuan di kampung Ayun dinikahkan jika sudah berusia 15 tahun. Fatimah dilamar oleh Teungku Faisal (40 tahun), pimpinan dayah kampung yang memiliki 4 anak. Fatimah menolak lamaran tersebut dan melarikan diri ke rumah bibinya. Dalam perjalanan, ditengah-tengah perbukitan dan belukar, Fatimah bertemu sepasukan TNI yang sedang berpatroli mencari GAM. Mereka menahannya dengan tuduhan Inong Bale. Menjelang Posko, dia diperkosa oleh 3 anggota pasukan secara bergilir dan kemudian dilepaskan. Dengan terseok-seok ia sampai ke rumah bibinya. Setelah peristiwa itu bila melihat laki-laki berbaju loreng Fatima pingsan. Orangtuanya menganggap pemerkosaan itu sebagai “hukuman” karena tidak mau menuruti perintah orang tua. Andaikan patuh, tentu sekarang dia sudah bahagia dengan menjadi istri Teungku dan dihormati warga kampungnya.
Beberapa bulan kemudian, Fatimah hamil. Keluarganya menyembunyikannya karena malu dianggap tidak mampu menjaga dan mendidik anak perempuan. Ia tidak pernah keluar rumah memeriksakan kehamilannya. Saat kehamilan berusia 9 bulan, Fatima mengalami kesulitan melahirkan. Orangtua Fatimah tidak punya uang untuk membawanya ke Puskesmas. Mereka juga khawatir peristiwa ini akan diketahui masyarakat dan merusak nama baik keluarga. Fatimah mengalami pendarahan hebat dan akhirnya meninggal bersama bayinya.
Hendrika Mayora Victoria, atau akrab disapa Bunda Mayora, terpilih menjadi Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di Desa Habi, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Ia disebut-sebut sebagai transpuan pertama yang menjadi pejabat publik di Indonesia. “Mungkin orang melihatnya ‘wah, keren!’, tapi tidak melihat sulitnya perjuangan yang saya lewati, perjuangan untuk jujur pada diri sendiri, pada keluarga, pada masyarakat, dan pada agama,” ujar Bunda Mayora.
Bunda Mayora menceritakan kesulitannya memerdekakan diri sendiri, atau bersikap jujur pada diri sendiri, yang menurutnya “jauh lebih sulit dibanding berjuang keluar dari kemiskinan atau dari pekerjaan yang dinilai orang hina seperti nyebong (pekerja seks transpuan).” Dia juga gigih menunjukkan jati dirinya, misalnya dengan datang ke gereja dengan berdandan layaknya seorang perempuan. Meski berkali-kali ditolak masuk ke gereja, Bunda Mayora bergeming.
Pengakuan Bunda Mayora sebagai transpuan membawanya ke kehidupan jalanan yang penuh kekerasan. Untuk bertahan hidup, Bunda Mayora sempat mengamen dan ditangkap Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) saat mengamen, dirundung, dan dipukuli menjadi bagian kehidupannya.
Refleksi :
Terima Kasih