1 of 31

EVALUASI KERUSAKAN JALAN MENGGUNAKAN METODE SDI (STUDI KASUS: JALAN CENDIL-SUNGAI PADANG KABUPATEN BELITUNG TIMUR)

DOSEN PEMBIMBING

Ir. Desy Yofianti, S.T., M.T., M. Phil.

Ir. Adriyansyah, S.T., M.Si.

Nurul Izzatunnisa

(1041911036)

DOSEN PENGUJI

Dr. Ir. Ormuz Firdaus, S.T., M.T.

Ir. Yayuk Apriyanti, S.T., M.T.

SEMINAR HASIL

2 of 31

LATAR BELAKANG

Jalan Cendil-Sungai Padang merupakan salah satu jalur utama penghubung kawasan pariwisata, kawasan permukiman, dan kawasan perkebunan sawit, serta kawasan pertambangan timah yang berlokasi di Kecamatan Kelapa Kampit Kabupaten Belitung Timur.

Aktifitas kendaraan yang cukup tinggi pada jalan ini berkisar antara 70-100 unit kendaraan per hari, sehingga dapat mengakibatkan kerusakan jalan yang mempengaruhi keselamatan pengguna jalan.

Intensitas curah hujan pada kawasan ini mencapai 1.800-3.000 mm/tahun (BMKG), sehingga mempercepat kerusakan jalan.

Metode SDI (Surface Distress Index) dipilih dikarenakan praktis dan efektif dalam mengevaluasi kondisi kerusakan jalan sesuai dengan Pedoman Bina Marga berdasarkan analisis kuantitatif.

3 of 31

1

2

3

Rumusan Masalah

Bagaimana kondisi eksisting kerusakan di Jalan Cendil-Sungai Padang Kabupaten Belitung Timur?

Bagaimana tingkat kerusakan di Jalan Cendil-Sungai Padang Kabupaten Belitung Timur menggunakan metode SDI?

Bagaimana penanganan terhadap tingkat kerusakan di Jalan Cendil-Sungai Padang Kabupaten Belitung Timur?

4 of 31

Lokasi penelitian ini berada di ruas Jalan Cendil Sungai Padang Kabupaten Belitung Timur.

Jenis jalan yang diteliti merupakan jalan kabupaten.

STA 4+000 – STA 5+000

Pedoman Survei Kondisi Jalan Bina Marga Tahun 2011

-02-

-03-

-04-

-01-

BATASAN MASALAH PENELITIAN

5 of 31

TUJUAN PENELITIAN

1. Mengidentifikasi kondisi eksisting kerusakan Jalan Cendil-Sungai Padang Kabupaten Belitung Timur menggunakan metode SDI.

1

2. Menentukan tingkat kerusakan di Jalan Cendil-Sungai Padang Kabupaten Belitung Timur menggunakan metode SDI.

3. Merekomendasikan penanganan terhadap tingkat kerusakan di Jalan Cendil- Sungai Padang Kabupaten Belitung Timur menggunakan metode SDI.

6 of 31

TINJAUAN PUSTAKA

  1. Murni dkk. (2023)

Analisis Pemetaan Kerusakan Jalan Kabupaten Sorong Dengan Metode SDI.

Kerusakan jalan yang terjadi pada ruas jalan Kabupaten Sorong dari STA 0+000 hingga STA 11+000 terdiri dari lubang, amblas, pengelupasan lapis permukaan, cacat tepi perkerasan, retak kulit buaya, dan tambor.

2. Jihad dkk. (2023)

Analisis Tingkat Kerusakan Flexible Pavement Dengan Menggunakan Metode Surface Distress Index (SDI) Dalam Penentuan Penanganan Jalan.

Ruas Jalan Urip-Sumiharjo Kota Makassar dari STA 0+000 – STA 4+800 pada arah normal dan arah opposite dengan jalan kondisi baik sebesar 87,5% dan jalan dengan kondisi sedang sebesar 12,5%.

3. Jeprianto dkk. (2022)

Analisis Kerusakan Perkerasan Lentur Pada Ruas Jalan Raya Kesamben-Solorejo Kabupaten Blitar Dengan Metode SDI.

Bahwa hasil nilai SDI rata-rata sebesar 27,35% dengan jalan kondisi baik dan untuk menanganinya termasuk ke dalam kategori pemeliharaan rutin.

4. Priambodo dkk. (2023)

Analisis Kerusakan Jalan Menggunakan Surface Distress Index Pada Ruas Jalan Gresik-Surabaya STA 4+900 – STA 7+700.

Bahwa jenis kerusakan dengan nilai SDI cukup besar, yaitu bekas roda pada ruas Jalan Gresik-Surabaya dari segmen 11-18 dan segmen 26-28. Jenis kerusakan sedang dengan nilai SDI terbesar,yaitu retak pada segmen 2,3,5, dan 6. Kerusakan dominan yang terjadi adalah alur dan retak dari segmen 1-28.

5. Aptarila dkk. (2020)

Analisis Kerusakan Jalan Metode SDI Taluk Kuantan, Batas Provinsi Sumatera Barat.

Bahwa nilai SDI rata-rata sebesar 100-150, yang panjangnya sekitar 2,4 km dalam kategori kondisi rusak ringan, dengan penanganan yang diperlukan yaitu perawatan teratur.

7 of 31

LANDASAN TEORI

  1. Berdasarkan Sistem Jaringan: Jaringan Jalan Primer, Jaringan Jalan Sekunder.
  2. Berdasarkan Sistem Fungsi: Jalan Arteri, Jalan Kolektor, Jalan Lokal, Jalan Lingkungan.
  3. Berdasarkan Status: Jalan Nasional, Jalan Provinsi, Jalan Kabupaten, Jalan Kota, Jalan Desa.

Jalan merupakan infrastruktur (prasarana) transportasi darat, yang mencakup seluruh bagian jalan termasuk bangunan pelengkapnya yang diperuntukkan bagi kendaraan lalu lintas, yang berada pada permukaan tanah, di atas permukaan tanah, di bawah permukaan tanah dan/atau air, serta di atas permukaan air kecuali jalan rel, jalan lori, dan jalan kabel (UU No. 5 Tahun 2023 tentang Persyaratan Teknis Jalan dan Perencanaan Teknis Jalan).

Menurut Sukirman (1999), jalan ialah sarana yang digunakan untuk perpindahan (pergerakan) manusia dan barang sehingga kondisi fisik jalan sangat mempengaruhi kualitas pelayanan transportasi.

Definisi Jalan

Klasifikasi Jalan (UU No. 2 Tahun 2002

8 of 31

Sistem lapisan yang dirancang untuk menahan tegangan dan deformasi akibat beban lalu lintas (Huang, 2004).

Definisi Perkerasan Jalan

9 of 31

Perkerasan Jalan

Perkerasan Lentur

Perkerasan Kaku

Perkerasan Komposit

01

02

03

Perkerasan jalan yang menggunakan aspal sebagai bahan pengikat (Sukirman, 1999).

Perkerasan jalan yang menggunakan beton semen sebagai bahan material struktural utama, sehingga memiliki kekakuan tinggi dalam menahan beban lalu lintas.

Perkerasan jalan menggunakan aspal dan beton semen.

LANDASAN TEORI

10 of 31

Jenis-Jenis Kerusakan Perkerasan Lentur (Dirjen Bina Marga No.3/MN/B/1983 tentang Manual Pemeliharaan Jalan)

Retak (Cracks)

Sungkur (Shoving)

Jembul (Upheaval)

Cacat Permukaan

01

02

05

06

Retak Kulit Buaya, Retak Sambungan Lajur, Retak Pinggir, Retak Halus, Retak Sambungan Bahu dan Perkerasan Jalan, Retak Refleksi, Retak Slip, Retak Sambungan Pelebaran Jalan, Retak Susut.

Lubang, Pelepasan Butir, Pengelupasan Lapisan Permukaan (Pengausan, Kegemukan, Penurunan pada bekas penanaman utilitas).

03

04

Corrugation (Keriting)

Amblas (Grade Depression)

11 of 31

Faktor-Faktor Penyebab Kerusakan Jalan):

01

02

03

04

05

06

Beban lalu lintas yang berlebih (overloading).

Drainase yang buruk.

Konstruksi atau material yang digunakan tidak sesuai.

Pengaruh iklim dan cuaca.

Kondisi tanah dasar yang lemah.

Kurangnya pemeliharaan secara berkala.

Nur Khaerat dkk., 2021

LANDASAN TEORI

12 of 31

Pemeliharaan Jalan

Solusi untuk mempertahankan kondisi jalan agar berfungsi sesuai dengan umur rencana.

13 of 31

Jenis-Jenis Pemeliharaan Jalan

Pemeliharaan Rutin

Pemeliharaan Berkala

Rehabilitasi Jalan

Rekonstruksi Jalan

Mencakup perbaikan permukaan, resealing, levelling, dan overlay pada jalan beraspal atau regrooving (pengaluran/pengkasaran permukaan dan overlay jalan beton semen.

Meliputi penambalan lubang, pembersihan drainase, perawatan trotoar, perawatan bangunan pelengkap jalan, perawatan bahu jalan.

Perbaikan kerusakan struktural tingkat sedang pada jalan yang rusak yang disebabkan oleh bencana alam dan situasi darurat lainnya.

Pembangunan ulang jalan dikarenakan rusak berat.

14 of 31

Dirjen Bina Marga (2011)

SDI (Surface Distress Index) merupakan sistem metode penilaian kondisi permukaan pada jalan secara visual dengan cara memberikan nilai pada setiap jenis kerusakan sesuai pedoman pemeliharaan.

SDI (Surface Distress Index)

15 of 31

Klasifikasi Nilai SDI

  1. Permukaan perkerasan: Susunan (Baik/Rapat, Kasar), Kondisi (Baik, Aspal berlebih, Lepas, Hancur), Penurunan, Tambalan.
  2. Retak-retak: Jenis Retak (Tidak berhubungan, Saling berhubungan berbidang luas, Saling berhubungan berbidang sempit, Tidak ada), Lebar Retak, Luas Retak.
  3. Kerusakan Lainnya: Lubang (Jumlah dan Ukuran), Bekas Roda, Kerusakan Tepi (Tidak ada, Ringan, Berat).
  4. Bahu Jalan, saluran samping, dan lain-lain: Kondisi bahu jalan (Tidak ada, Baik/Rata, Bekas roda/Erosi Ringan, Bekas Roda/Erosi Berat), Posisi permukaan bahu terhadap permukaan jalan (Tidak ada, Di atas permukaan jalan, Rata dengan permukaan jalan, Di bawah permukaan jalan, <10 cm di bawah permukaan), Kondisi Saluran Samping (Tidak ada, bersih, Tertutup/tersumbat, Erosi), Kerusakan lereng (Tidak ada, Longsor/runtuh), Trotoar (Tidak ada, Baik/aman, Berbahaya).

Survei Kondisi Jalan Beraspal berdasarkan Dirjen Bina Marga 2011

Persentase Batasan Kerusakan (Persentase terhadap Luas Lapis Perkerasan Permukaan)

Kategori Kondisi

Jenis Penanganan

< 6%

Baik

Pemeliharaan Rutin

6 - < 11%

Sedang

Pemeliharaan Rutin/Berkala

11- < 15%

Rusak Ringan

Pemeliharaan Rehabilitasi

> 15%

Rusak Berat

Rekonstruksi/Peningkatan Struktur

Kategori Kondisi Jalan dan Jenis Penanganannya

Parameter Penilaian SDI

Perhitungan Nilai SDI

persentase luas retak (%), rata-rata lebar retak (mm), jumlah lubang per segmen 100 m, rata-rata kedalaman alur (cm)

persentase luas retak (%)

rata-rata lebar retak (mm)

jumlah lubang per segmen (100 m)

rata-rata kedalaman alur (cm)

16 of 31

Metode Penelitian

Lokasi penelitian yang dilakukan berada di ruas Jalan Cendil-Sungai Padang, Kecamatan Kelapa Kampit Kabupaten Belitung Timur dengan panjang ruas jalan yang diteliti sejauh 1 km (STA 4+000 – 5+000).

Metode yang digunakan pada penelitian ini dengan melakukan survei ke lapangan secara visual untuk memperoleh data, yang hasilnya kemudian diolah sesuai dengan Pedoman Survei Kondisi Jalan Bina Marga 2011.

17 of 31

Diagram Alir Penelitian

18 of 31

HASIL DAN PEMBAHASAN

Pada gambar di atas merupakan salah satu jenis kerusakan jalan, yaitu pelepasan butir yang berada pada STA 4+600 – STA 4+700.

Jenis-Jenis Kerusakan Jalan Cendil-Sungai Padang Kabupaten Belitung Timur

1. Pelepasan Butir

2. Retak Susut

Pada gambar di atas merupakan salah satu jenis kerusakan jalan, yaitu retak susut yang berada pada STA 4+100 – STA 4+200.

3. Retak Kulit Buaya

4. Pengausan

Pada gambar di atas merupakan salah satu jenis kerusakan jalan, yaitu retak kulit buaya yang berada pada STA 4+200 – STA 4+300.

Pada gambar di atas merupakan salah satu jenis kerusakan jalan, yaitu pengausan yang berada pada STA 4+000 – STA 4+100.

19 of 31

HASIL DAN PEMBAHASAN

Pada gambar di atas merupakan salah satu jenis kerusakan jalan, yaitu kerusakan tepi yang berada pada STA 4+000 – STA 4+100.

Jenis-Jenis Kerusakan Jalan Cendil-Sungai Padang Kabupaten Belitung Timur

5. Kerusakan Tepi

6. Retak Pinggir

Pada gambar di atas merupakan salah satu jenis kerusakan jalan, yaitu retak pinggir yang berada pada STA 4+500 – STA 4+600.

7. Lubang

8. Retak Memanjang

Pada gambar di atas merupakan salah satu jenis kerusakan jalan, yaitu lubang yang berada pada STA 4+100 – STA 4+200.

Pada gambar di atas merupakan salah satu jenis kerusakan jalan, yaitu retak memanjang yang berada pada STA 4+700 – STA 4+800.

20 of 31

HASIL DAN PEMBAHASAN

Jenis-Jenis Kerusakan Jalan Cendil-Sungai Padang Kabupaten Belitung Timur

9. Retak Halus

Pada gambar di atas merupakan salah satu jenis kerusakan jalan, yaitu retak halus yang berada pada STA 4+000 – STA 4+100.

10. Retak Sambungan Jalan

Pada gambar di atas merupakan salah satu jenis kerusakan jalan, yaitu retak sambungan jalan yang berada pada STA 4+000 – STA 4+100.

21 of 31

Tabel Jenis-Jenis Kerusakan Jalan Cendil-Sungai Padang Kabupaten Belitung Timur

Jenis-Jenis Kerusakan

Luas

(m2)

Persentase

(%)

Pelepasan Butir

2.643,38

58,74

Retak Susut

347,72

7,73

Kerusakan Tepi

88,55

1,97

Lubang

7,46

0,17

Retak Kulit Buaya

256,31

5,70

Retak Pinggir

79,57

1,77

Pengausan

121,28

2,70

Retak Halus

0,96

0,02

Retak Memanjang

2,28

0,05

Retak Sambungan Jalan

0,81

0,02

∑Total

3.548,32

78,85

22 of 31

Diagram Distribusi Identifikasi Jenis Kerusakan Jalan Cendil-Sungai Padang

Luas Kerusakan

Persentase Kerusakan

23 of 31

 

Perhitungan Nilai SDI Pada Ruas Jalan Cendil-Sungai Padang

24 of 31

1. Total Area of Cracks (Luas Retak)

Persentase luas retak yang telah dihitung per 1 km didapatkan hasil sebesar 15,29%, maka masuk ke dalam kategori luas retak 10-30% berdasarkan pada Tabel 2.17 Penilaian Luas Retak, sehingga diperoleh nilai SDI1 = 20.

2. Average Crack Width (Lebar Retak)

Rata-rata lebar retak yang telah dihitung per 1 km didapatkan hasil sebesar 9,35 mm, maka masuk ke dalam kategori lebar retak >3 mm berdasarkan pada Tabel 2.18 Penilaian Lebar Retak, sehingga diperoleh nilai SDI2 = SDI1 x 2 = 20 x 2 = 40.

3. Total Number of Potholes (Jumlah Lubang)

Jumlah lubang yang telah dihitung per 1 km didapatkan hasil sebesar 15 buah, maka masuk ke dalam kategori jumlah lubang 10-50/km berdasarkan pada Tabel 2.19 Penilaian Jumlah Lubang, sehingga diperoleh nilai SDI3 = SDI2 + 75 = 40 + 75 = 115.

4. Average Depth of Wheel Rutting (Bekas Roda)

Rata-rata kedalaman bekas roda yang telah dihitung per 1 km didapatkan hasil sebesar 0 cm, maka masuk ke dalam kategori tidak ada bekas roda berdasarkan pada Tabel 2.20 Penilaian Bekas Roda, sehingga diperoleh nilai SDI4 = SDI3 +0 = 115 + 0 = 115.

Perhitungan Nilai SDI Pada Ruas Jalan Cendil-Sungai Padang

25 of 31

Tingkat Kerusakan Pada Ruas Jalan Cendil-Sungai Padang

Berdasarkan hasil analisis menggunakan metode SDI (Surface Distress Index), diperoleh nilai SDI sebesar 115. Nilai ini menunjukkan bahwa kondisi jalan berada dalam kategori rusak ringan berdasarkan kriteria kondisi jalan yang digunakan dalam metode tersebut. Kategori "rusak ringan" menunjukkan bahwa Jalan Cendil – Sungai Padang mengalami penurunan kemantapan jalan sehingga memerlukan tindakan pemeliharaan rehabilitasi lebih lanjut agar kondisi jalan yang mengalami kerusakan cukup serius dapat segera kembali ke kondisi sesuai desain awal. Nilai tersebut penting untuk menentukan jenis penanganan yang tepat, seperti pemeliharaan rehabilitasi agar penurunan kondisi kemantapan tersebut dapat dikembalikan pada kondisi kemantapan sesuai dengan rencana untuk mempertahankan kondisi jalan agar tetap aman dan nyaman bagi pengendara.

26 of 31

Penanganan Jalan Cendil-Sungai Padang Berdasarkan Jenis dan Tingkat Kerusakan

Berdasarkan nilai kondisi jalan menurut SDI jenis penanganan yang harus dilakukan, yaitu pemeliharaan rehabilitasi jalan. Sebagian besar segmen Jalan Cendil – Sungai Padang mengalami kerusakan yang cukup parah, seperti pelepasan butir pada permukaan aspal yang disebabkan oleh muatan yang berlebih (overload) dari kendaraan proyek yang melintas di jalan tersebut. Ditambah lagi tidak tersedianya sistem drainase pada ruas Jalan Cendil – Sungai Padang Kabupaten Belitung Timur.

Hal ini harus segera ditindaklanjuti dengan pemeliharaan rehabilitasi jalan demi kelancaran arus lalu lintas dan kenyamanan bagi pengendara untuk melintasi jalan tersebut yang merupakan akses perbatasan antara dua Kabupaten, yaitu Desa Cendil Kabupaten Belitung Timur dan Desa Sungai Padang Kabupaten Belitung.

27 of 31

Penanganan Jalan Cendil-Sungai Padang Berdasarkan Jenis dan Tingkat Kerusakan

Adapun penanganan pemeliharaan rehabilitasi jalan yang dapat dilakukan untuk kerusakan yang terjadi pada Jalan Cendil – Sungai Padang:

1. Pelapisan ulang.

2. Perbaikan bahu jalan.

3. Perbaikan bangunan pelengkap.

4. Perbaikan/pergantian perlengkapan jalan.

5. Penambalan lubang.

6. Penanganan tanggap darurat.

7. Pekerjaan galian.

8. Pekerjaan timbunan.

9. Penyiapan tanah dasar.

10. Pekerjaan struktur perkerasan.

11. Pembuatan drainase.

12. Pemarkaan.

13. Regravelling untuk perkerasan jalan tidak berpenutup dan jalan tanpa perkerasan.

14. Pemeliharaan/pembersihan rumaja.

Dengan kondisi perkerasan kategori rusak ringan, maka dibutuhkan rehabilitasi jalan pada ruas Jalan Cendil – Sungai Padang guna memberikan keamanan dan kenyamanan bagi pengguna jalan.

28 of 31

Rekapitulasi Jenis-Jenis Kerusakan Jalan Cendil-Sungai Padang

Jenis Kerusakan

STA

4+000 �- �4+100

4+100 �- �4+200

4+200�- �4+300

4+300 �- �4+400

4+400 �- �4+500

4+500�- �4+600

4+600�- �4+700

4+700�- �4+800

4+800�- �4+900

4+900�- �5+000

Pelepasan Butir

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Retak Susut

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Retak Kulit Buaya

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pengausan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kerusakan Tepi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Retak Pinggir

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Lubang

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Retak Memanjang

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Retak Halus

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Retak Sambungan Jalan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

29 of 31

Simpulan

1. Jenis-jenis kerusakan pada ruas Jalan Cendil – Sungai Padang, yaitu pelepasan butir dengan luas 2.643,38 m2 (58,74%), retak susut dengan luas 347,72 m2 (7,73%), retak kulit buaya dengan luas 256,31 m2 (5,70%), pengausan dengan luas 121,28 m2 (2,70%), kerusakan tepi dengan luas 88,55 m2 (1,97%), retak pinggir dengan luas 79,57 m2 (1,77%), lubang dengan luas 7,46 m2 (0,17%), retak memanjang dengan luas 2,28 m2 (0,05%), retak halus dengan luas 0,96 m2 (0,02%), dan retak sambungan jalan dengan luas 0,81 m2 (0,02%). Total kerusakan sebanyak 131 kerusakan yang memiliki luas sebesar 3.548,32 m2 (78,85%).

2. Berdasarkan evaluasi tingkat kerusakan jalan menggunakan metode Surface Distress Index (SDI), diperoleh nilai indeks kondisi jalan sebesar 115. Nilai SDI tersebut menunjukan bahwa tingkat kerusakan di Jalan Cendil – Sungai Padang tergolong rusak ringan (100 sampai dengan kurang dari 150).

3. Jalan Cendil – Sungai Padang Kabupaten Belitung Timur masuk dalam kategori rusak ringan. Penanganan yang diperlukan, antara lain: pelapisan ulang, perbaikan bahu jalan, perbaikan bangunan pelengkap, perbaikan/penggantian perlengkapan jalan, penambalan lubang, pekerjaan timbunan, pekerjaan struktur perkerasan, perbaikan/pembuatan drainase, pemarkaan, dan pemeliharaan/pembersihan rumaja sesuai dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor: 13/PRT/M/2011.

30 of 31

Saran

1. Pemeliharaan rehabilitasi jalan segera dilakukan agar penurunan kondisi kemantapan jalan dapat dikembalikan pada kondisi kemantapan sesuai dengan rencana untuk mempertahankan kondisi jalan agar tetap aman dan nyaman bagi pengendara.

2. Untuk penelitian selanjutnya, disarankan untuk menambah panjang stasiun jalan dalam pengambilan data sehingga akan memberikan informasi yang sangat lengkap dan akurat. Kemudian, disarankan menggunakan metode tambahan selain metode SDI, agar hasil yang didapat dapat dibandingkan dengan metode lain.

3. Instansi terkait dalam hal ini Dinas PUPRP2RKP Kabupaten Belitung Timur diharapkan dapat segera melakukan rehabilitasi jalan pada ruas Jalan Cendil – Sungai Padang Kabupaten Belitung Timur agar penurunan kondisi kemantapan jalan dapat dikembalikan pada kondisi kemantapan sesuai dengan rencana guna memberikan keamanan dan kenyamanan bagi pengguna jalan.

31 of 31

Terima Kasih