1 of 37

INSTRUMEN AKREDITASI PAUD

Oleh: Gutama

Anggota BAN-PDM

Disampaikan dalam Penyegaran untuk Calon Pelatih Asesor PAUD 2025

BADAN AKREDITASI NASIONAL

PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH

2 of 37

Konsep Dasar PAUD

Karakteristik AUD, a.l.: sosok unik, dunia-

nya bermain, rasa keingintahuannya besar, masa potensial untuk belajar, pembelajar aktif, fantasi/imajinasinya terus berkembang, eksploratif & berjiwa petualang, konsentrasinya pendek, ekspresinya spontan, egosentris, mudah frustrasi, butuh teman (Copple & Bredekamp)

Kecerdasan jamak: setiap potensi kecerdasan anak harus ‘dilejitkan’ (dikembangkan secara maksimal), dengan memenuhi kebutuhan setiap potensi kecerdasan tsb (Gardner)

Hierarki kebutuhan (fisiologis, rasa aman, kasih sayang, penghargaan & aktualisasi diri), dan lima domain dalam perkembangan anak (fisik, sosial, emosional, bahasa & keterampilan kognitif) (Maslow)

Perkembangan otak: stimulasi pendidikan harus sesuai dengan usia/tahap perkembangan otak anak. Otak anak yang terdiri: otak reptilian (batang otak = bertahan), otak mamalia (limbik = emosi), otak neo-cortex (cortex = pusat berpikir) - ‘The 3 In 1 Brain’ harus diperhatikan (Gantham-McGregor, et. al, & Gillian Doherty)

Iklim pembelajaran di PAUD: harus menghindarkan suasana terancam/ketakutan dengan mengedepankan terciptanya suasana yang nyaman, aman & menyenangkan; pendidik memahami suasana batin anak, sayang anak & berpandangan positif terhadap anak (MacLean)

Kualitas otak: ditentukan oleh: banyaknya cabang dendrit (cabang-cabang sel otak), kualitas sinaps (hubungan antar cabang-cabang sel otak), kualitas nutrisi & stimulasi lingk (berulang, konsisten, dan bervariasi). PAUD yang berkualitas harus holistik, kaya stimulasi (melibatkan seluruh indera) (Hutenlocher, Greenough, dkk.)

Lingkungan sosial-budaya mewarnai pertumbuhan & perkembangan anak: partisipasi dengan orang dewasa dapat meningkatkan kualitas kognitif; Interaksi terbaik dengan anak perlu konsisten, teratur dan secara kolaboratif; guru sebagai fasilitator, peran guru/orang dewasa memberikan dukungan dan dapat melepaskan dukungannya secara bertahap; pembelajaran berkualitas perlu suasana kooperatif & kolaboratif; ada keterkaitan antara pengalaman sebelumnya & pengalaman baru (Vygotsky)

Belajar sebagai proses mengkonstruksi pengetahuan melalui transformasi pengalaman: anak dilihat sebagai individu, pembelajaran berpusat pada anak, guru harus terampil buat pertanyaan terbuka, peka terhadap pengalaman anak, memelihara rasa ingin tahu anak (David Kolb)

Belajar melalui pengalaman dan refleksi: anak belajar secara konkrit, perlu ada kesempatan untuk eksplorasi, guru perlu melakukan refleksi bersama anak (Piaget)

Ada delapan tahap perkembangan psiko-sosial, keberhasilan tahap sebelumnya menentukan keberhasilan pada tahap selanjutnya. Tahap bayi s/d pra-sekolah punya peran penting (Erik Erickson)

Standar Nasional PAUD

(Standar: TPPA, Isi, Proses, PTK, Sarpras, Pengelolaan, Penilaian, Pembiayaan)

&

Instrumen Akreditasi PAUD

(Instrumen PPA - IPV PAUD)

3 of 37

PETA OPERASIONAL KONSEP DASAR PAUD DALAM 8 SNP

ANAK USIA DINI (AUD)

AMANAT KONSTITUSI

PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD)

PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD)

PP 19/2005 (SNP) & PP Perubahannya (PP 32/2013, PP 13/2015, dan PP 57/2021)

PP 2/2018 (SPM): Ps. 1 butir 1 & Ps. 5 ayat (23)

LAND. ILMIAH

LAND. YURIDIS

LAND. ILMIAH

LAND. YURIDIS

Perkemb Otak Anak

Posisi Strategis AUD

Karak-teristik AUD

Prinsip- Prinsip Perkemb AUD

2. St.

ISI

1. SKL (STPPA)

3. St.

PROSES

8. St.

PENILAIAN

7. St.

PEMBIAYAAN

6. St. PENGELOLAAN

5. St.

SARPRAS

4. St.

PTK

UU 20/2003 (Sisdiknas): Ps 1 butir 14 & Ps. 28

UU 23/2014 (Pemda): Ps. 12 ayat (1) a & Lamp 1 No I.A.1

Perpres 60/2013 (PAUD-HI), Ps.1 butir 1 &2

Kempmendikbud 71/p/2021

Permendikbudristek No:7/2022, 16/2022, 21/2022, 18/2023, 22/2023, 47/2023, dan Permendikdasmen No. 10/2025

4 of 37

PENJELASAN: IMPLEMENTASI KONSEP DASAR PAUD DALAM 8 SNP

1.

SKL

(STPPA)

Semua potensi anak (fisik & mental, termasuk kecerdasan jamak) tumbuh & berkemb secara optimal, semua aspek perkembangan dapat dicapai sesuai tingkat usia/tahap perkembangan & kebutuhan spesifiknya. Standar Kompetensi Lulusan (SKL) PAUD fokusnya pada Tingkat Pecapaian Perkembangan Anak (TPPA)

2

St. ISI

3

St. PROSES

Proses pembelajaran yang terencana dan menyenangkan (mengedepankan pendekatan belajar melalui bermain dengan memberdayakan semua indera), melalui pembiasaan & keteladanan secara berkesinambungan, serta memberdayakan semua potensi yang ada di sekitar anak

SKL mencakup 8 (delapan) dimensi profil anak/lulusan yang harus dikuasai pada akhir setiap jenjang pendidikan, yaitu: a. keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa; b. kewargaan; c.penalaran kritis; d. kreativitas; e. kolaborasi; f. kemandirian; g. kesehatan; dan h. komunikasi.

Standar Kompetensi Lulusan (SKL) PAUD fokusnya pada Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak (TPPA)

Semua potensi anak (fisik & mental, termasuk kecerdasan jamak) tumbuh & berkemb secara optimal, semua aspek perkembangan dapat dicapai sesuai tingkat usia/tahap perkembangan & kebutuhan spesifiknya.

Stimulasi terhadap semua potensi anak (fisik & mental, termasuk kecerdasan jamak) secara optimal melibatkan semua indera 🡪 mengacu pada Standar Isi & Kurikulum PAUD

5 of 37

PENJELASAN: IMPLEMENTASI KONSEP DASAR PAUD DALAM 8 SNP

4

St. PTK

  • Pendidik: sabar & sayang kepada anak; memahami karakteristik, potensi, dan kebutuhan belajar anak; komunikatif dengan anak; kreatif; dan paham cara mendidik anak.
  • Tenaga Kependidikan: memahami karakteristik dan kebutuhan belajar anak, kreatif

5

St. SARPRAS

Mengoptimalkan pemberdayaan semua potensi sarpras yang tersedia di alam sekitar (tdk harus beli)

-> yang penting memungkinkan setiap anak dapat belajar melalui bermain secara menyenangkan & aman untuk mengembangkan seluruh potensi kecerdasan, minat dan bakatnya

6

St. PENGELOLAAN

Memastikan seluruh proses pembelajaran dapat direncanakan, dikoordinasikan, dilaksanakan & dikontrol dengan baik untuk mencapai output yang diharapkan

6 of 37

PENJELASAN: IMPLEMENTASI KONSEP DASAR PAUD DALAM 8 SNP

7

St. PEMBIAYAAN

Orang tua/keluarga, masyarakat dan pemerintah bersama-sama bertanggung jawab untuk mendukung pembiayaan program pembelajaran di PAUD

8

St. PENILAIAN

Bagaimana melakukan penilaian autentik pada anak serta pelaporannya kepada orang tua

🡪 Penilaian selama proses pembelajaran mengedepankan pengamatan terhadap setiap aspek perkembangan anak, fokus mengukur ketercapaian SKL (TPPA).

7 of 37

BADAN AKREDITASI NASIONAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH

Implementasi Konsep Dasar PAUD

ke dalam Instrumen PPA

8 of 37

Implementasi Konsep Dasar PAUD ke dalam Instrumen PPA

Kecerdasan Jamak (Gardner)

Linguistik, logika-matematika, spasial, musikal, intrapersonal, interpersonal, naturalis

Hierarkhi Kebutuhan (Maslow)

  • Hierarki kebutuhan: fisiologis, rasa aman, kasih sayang, penghargaan & aktualisasi diri;
  • 5 domain perkemb anak (fisik, sosial, emosional, bahasa, keteram kognitif

Perkembangan Otak (Grantham, McGregor, MacLeand, dkk.)

Stimulasi pendidikan harus sesuai dg tingkatan usia/tahap tumbuh-kembang anak. Otak anak terdiri: otak reptilian (batang otak = bertahan), otak mamalia (limbik = emosi), otak neo-cortex (cortex = pusat berpikir) - ‘The 3 In 1 Brain’

Kualitas Otak (Hutenlocher, Greenough, dkk)

  • Ditentukan oleh: banyaknya cabang dendrit (cabang-cabang sel otak), kualitas sinaps (hubungan antar cabang-cabang sel otak), kualitas nutrisi & stimulasi lingk (berulang, konsisten, dan bervariasi)
  • PAUD yang berkualitas harus holistik, kaya stimulasi (melibatkan seluruh indera)

St. 1

(TPPA)

St. 2

(Isi)

St. 3

(Proses)

St. 4

(PTK)

St. 5

(Sarpras)

St. 6

(Pengelo- laan)

St. 8

(Pembiaya-an)

St. 8

(Penilaian)

Karakteristik AUD (Copple & Bredekamp)

9 of 37

Implementasi Konsep Dasar PAUD ke dalam Instrumen PPA

St. 1

(TPPA)

St. 2

(Isi)

St. 3

(Proses)

St. 4

(PTK)

St. 5

(Sarpras)

St. 6

(Pengelo- laan)

St. 8

(Pembiaya-an)

St. 8

(Penilaian)

Karakteristik AUD (Copple & Bredekamp)

 

Teori Sosio Kultural (Vigotsky)

Partisipasi dengan orang dewasa meningkatkan kualitas kognitif; interaksi perlu konsisten, teratur & kolaboratif-kooperatif; guru sebagai fasilitator, guru memberikan dukungan & melepaskan dukungannya secara bertahap; ada keterkaitan antara pengalaman sebelumnya & pengalaman baru

Teori Experential Learning (Kolb)

Pembelajaran berpusat pada anak; penget diciptakan melalui transformasi pengalaman; saat anak eksplorasi & mengamati guru mengajukan pertanyaan menyelidik; anak merefleksi pengalaman yang diperolehnya; siklus belajar dari pengalaman konkret -> observasi reflektif -> konseptualisasi abstrak -> eksperimen aktif.

Teori Konstruktivisme (Piaget) & Teori Perkembangan Psikososial (Erik Erikson)

  • Teori Konstruktivisme: anak belajar & mengkonstruksi/membangun pengetahuannya sendiri melalui pengalaman (konkrit) -> perlu ada kesempatan utk eksplorasi & refleksi. Perkemb kognitif 0-2 th melalui sensorik (semua inderanya), menjelang 3 th mulai kenal simbol primitif ; 2-7 th mulai menggunakan simbol/bahasa tanda dan konsep intuitif, kmd baru kecakapan motorik dan bahasa.
  • Teori Perkemb Psikososial: pertumbuhan/perkemb kepribadian seseorang berjalan menurut delapan tahap perkemb psikososial, dan itu ditentukan oleh berhasil/tdk nya dalam menempuh tahap sebelumnya. Adanya trust di masa bayi, suksesnya dlm toilet training dan kemampuan dlm main & interaksi sosial akan membentuk rasa percaya dirinya

10 of 37

BADAN AKREDITASI NASIONAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH

Implementasi Konsep Dasar PAUD ke dalam Instrumen Penilaian Visitasi (IPV)

11 of 37

Implementasi Konsep Dasar PAUD ke dalam IPV

Implikasi Karakteristik AUD (Copple & Bredekamp), a,l,: pembelajaran perlu mengedepankan learner centered & prinsip belajar melalui bermain; berikan kesempatan kepada anak untuk mengembangkan seluruh potensi nya, kreativitasnya, rasa keingintahuannya, dll; berikan kesempatan kapada anak untuk mengurangi sikap egosentrisnya, berikan pijakan untuk memusatkan konsentrasinya, dan berikan kesempatan (dorong) untuk mendapatkan teman

Implikasi Teori Kecerdasan Jamak (Gardner) . a.l.: perhatikan/fasilitasi/penuhi kebutuhan setiap potensi kecerdasan anak dengan memberdayakan semua potensi yang ada (termasuk potensi yang ada di sekitar anak)

Implikasi Teori Hierarkhi Kebutuhan (Maslow), a.l.: proses pembelajaran di PAUD perlu memperhatikan hierarki kebutuhan mulai dari fisiologis (terendah), rasa aman, kasih sayang, penghargaan sampai dengan aktualisasi diri (tertinggi); perhatikan semua domain fisik, sosiaL, emosional, bahasa, dan keterampilan kognitifnya

Butir

Komponen 1 (butir 1,2,3)

Komponen

Komponen 2 (butir 4,5,6)

Komponen 3 (butir 8,9,10 )

Komponen 4 (butir 11,12,13)

Komponen 5 (butir 14,15,16,

17 )

Komponen 6 (butir 18,19,20,21,22 )

Komponen 7 (butir 23,25)

Komponen 8 (butir 7)

Komponen 9 (butir 24)

Komponen 10 (butir 26 )

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

17

16

18

19

20

21

22

24

23

25

26

12 of 37

Implementasi Konsep Dasar PAUD ke dalam IPV

Butir

Komponen 1 (butir 1,2,3)

Komponen

Komponen 2 (butir 4,5,6)

Komponen 3 (butir 8,9,10 )

Komponen 4 (butir 11,12,13)

Komponen 5 (butir 14,15,16,

17 )

Komponen 6 (butir 18,19,20,21,22 )

Komponen 7 (butir 23,25)

Komponen 8 (butir 7)

Komponen 9 (butir 24)

Komponen 10 (butir 26 )

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

17

16

18

19

20

21

22

24

23

25

26

Implikasi Teori Perkembangan Otak (Grantham, McGregor, MacLeand, Hutenlocher, Greenough, dkk.), a.l.: proses pembelajaran di PAUD harus mengikuti setiap tahap perkembangan otak anak -> dimulai dari hal-hal konkrit menuju ke yang abstrak; mulai pendengaran-penglihatan-baru kemampuan kognitif yang lebih tinggi, stimulasi yang melibatkan semua indera anak – berulang-konsisten-memberdayakan semua yang ada disekitar anak; pembelajaran harus mengede-pankan terciptanya suasana yang menyenangkan, nyaman dan aman, serta bersifat holistik

Implikasi Teori Sosio-Kultural (Vygotsky), a.l.: suasana pembelajaran kooperatif, kolaboratif dan bermakna; interaksi pendidik dengan anak konsisten, teratur dan kolaboratif; peran pendidik lebih sebagai fasilitator.

Implikasi Teori Experential Learning (Kolb), a.l.: menghargai anak dengan utuh; anak diajak banyak mengalami, interaksi dengan objek & melakukan; anak diajak merefleksi atas pengalaman yang diperolehnya melalui pertanyaan menyelidik; memelihara rasa ingin tahu anak; merancang pembelajaran yang berpusat pada anak

13 of 37

Implementasi Konsep Dasar PAUD ke dalam IPV

Butir

Komponen 1 (butir 1,2,3)

Komponen

Komponen 2 (butir 4,5,6)

Komponen 3 (butir 8,9,10 )

Komponen 4 (butir 11,12,13)

Komponen 5 (butir 14,15,16,

17 )

Komponen 6 (butir 18,19,20,21,22 )

Komponen 7 (butir 23,25)

Komponen 8 (butir 7)

Komponen 9 (butir 24)

Komponen 10 (butir 26 )

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

17

16

18

19

20

21

22

24

23

25

26

Implikasi Teori Konstruktivisme (Piaget), a.l.: anak belajar secara konkrit dan melibatkan seluruh inderanya dengan obyek serta pengalaman langsung; pendidik perlu memberikan kesempatan anak untuk melakukan eksplorasi, mengalami lingkungan baru; pendidik perlu lebih sering melakukan refleksi bersama anak

Implikasi Teori Perkembangan Psikososial (Erik Erikson), a.l.: berikan ‘trust’ kepada anak, mampu membuat anak (usia 2-3 th) sukses dalam toilet training, berikan kesempatan kepada anak terlibat dalam permainan dan interaksi sosial.

14 of 37

PPA DAN IPV

PPA

  • PPA merupakan bukti compliance yang diunggah asesi ke dalam Sispena yang menggambarkan pemenuhan terhadap 8 SNP.

IPV

  • IPV menekankan pada kualitas proses dan hasil pembelajaran di satuan PAUD dan PNF tersebut telah terjadi, serta memiliki dampak riil (Performance) baik terhadap peserta didik maupun satuan pendidikan atau lembaganya.
  • IPV mengedepankan pada pembuktian kualitas riil dibanding mengecek keberadaan dokumen terkait 8 standar seperti pada instrument PPA

+

Hubungan PPA dan IPV

  • Data/informasi yang diperoleh melalui instrument PPA akan menjadi referensi bagi asesor dalam penilaian akreditasi selanjutnya, baik visitasi maupun validasi. Sebaliknya jika terjadi keraguan terhadap hasil penilaian visitasi atau validasi, asesor bisa merujuk lagi ke hasil PPA.
  • Dalam konteks Score Card atau rapor pendidikan untuk Daerah, data/informasi hasil penilaian melalui instrument PPA maupun IPV merupakan input penting yang dapat dijadikan referensi atau bahkan acuan terutama untuk PAUD. Hal itu dikarenakan penilaian kompetensi minimal bagi PAUD tidak dilakukan oleh Kemdikbud.

15 of 37

SNP PAUD, INSTRUMEN PPA DAN IPV (1)

No

Standar Nasional PAUD *

Jumlah Butir

Instrumen PPA PAUD **

Jumlah Butir

Instrumen Penilaian Visitasi (IPV) PAUD **

1

STPPA

2 (1.1, 1. 2)

Komponen:

  1. Stimulasi pendidik pada aspek nilai Agama dan Moral (butir 1,2,3)
  2. Stimulasi pendidik pada aspek fisik motorik (butir 4,5,6)
  3. Stimulasi pendidik pada aspek kognitif (buitr 8,9,10)
  4. Stimulasi pendidik pada aspek Bahasa (butir 11, 12, 13)
  5. Stimulasi pendidik pada aspek sosial emosional (buitr 14,15,16,17)

6. Stimulasi pendidik pd proses pembelajaran (butir 18,19,20,21,22)

7. Fasilitasi satuan pendidikan untuk layanan belajar yang inovatif

dan pengembangan professional PTK (butir 23, 25)

8. Keamanan dan lingkungan (butir 7)

9. Dukungan orangtua (butir 24)

10.Membiasakan perilaku hidup sehat (butir 26)

2

Standar Isi

3 (2.1, 2.2, 2.3)

3

Standar Proses

3/4 (3.1, 3.2, 3.3 ->3.3.1, 3.3.2)

4

Standar PTK

2 (4.1, 4.2)

5

Standar Sarpras

2/5 (5.1 -> 5.1.1, 5.1.2; 5.2 -> 5.2.1, 5.2.2, 5.2.3)

6

Standar Pengelolaan

3 (6.1, 6.2, 6.3)

7

Standar Pembiayaan:

2 (7.1, 7.2)

8

Standar Penilaian (Pendidikan)

2 (8.1, 8.2)

Jml

8 standar

19/23 butir

26 butir

* Urutan 8 SNP PAUD versi Permendikbud 137/2014: (1) STPPA, (2) Std Isi, (3) Std Proses, (4) Std Penilaian, (5) Std PTK, (6) Std Sarpras, (7) Std Pengelolaan;

(8) Std Pembiayaan. Sedangkan Urutan 8 SNP versi PP 13/2015, Ps. 1 butir 5 s/d 12: (1) SKL, (2) Std Isi, (3) Std Proses, (4) Std PTK, (5) Std Sarpras, (6) Std Pengelolaan; (7) Std Pembiayaan; (8) Std Penilaian Pendidikan (ini yang digunakan)

** Berdasarkan Kempendikbud 71/2021 (Lampiran 1)

16 of 37

SNP PAUD, INSTRUMEN PPA DAN IPV PAUD (2.a)

No

SNP PAUD

INSTRUMEN PPA

IPV PAUD

1

STPPA:

  • Pertumbuhan
  • Perkembangan

1.1. Deteksi Pertumbuhan Anak

1.2. Deteksi Perkembangan Anak

  1. Pendidik menstimulasi anak untuk mempraktikkan berbagai pengalaman keagamaan dalam konteks keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa
  2. Pendidik menstimulasi alak untuk mempraktikkan ibadah sesuai agama/ keyakinan yang dianut
  3. Pendidik menstimulasi anak dalam pembiasaan untuk berperilaku terpuji/ berbudi luhur
  4. Pendidik menstimulasi alak untuk menunjukkan kemampuan motorik kasar
  5. Pendidik menstimulasi anak untuk menunjukkan kemampuan motorik halus
  6. Pendidik menstimulasi anak untuk mengenal dan membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS)
  7. Satuan Satuan pendidikan mengupayakan keamanan anak dan lingkungan
  8. Pendidik menstimulasi kemampuan anak dalam proses pemecahan masalah
  9. Pendidik menstimulasi kemampuan anak untuk berpikir logis, kritis dan kreatif
  10. Pendidik menstimulasi kemampuan anak untuk berpikir simbolis

2

Standar Isi:

  • NAM
  • Fisik-motoric
  • Kognitif
  • Bahasa
  • Sosial-emosional
  • Seni

2.1. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan

2.2. Acuan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan

2.3. Layanan Menurut Kelompok Usia

3

Standar Proses:

  • Perencanaan pembelajaran
  • Pelaksanaan pembelajaran
  • Evaluasi pembelajaran
  • Pengawasan pembelajaran

3.1. Perencanaan Pembelajaran

3.2. Supervisi Pembelajaran

3.3. Keterlibatan Orangtua

3.3.1. Ketersediaan dok laporan/foto buku penghubung atau contoh format komunikasi lainnya antara orangtua dg pendidik

3.3.2. Ketersediaan dok laporan/foto pertemuan/aktivitas yg diselenggarakan oleh satuan penddkn yg melibatkan orang tua

4

Standar PTK:

  • Kualifikasi akad & komp Guru PAUD
  • Kualifikasi akad & komp Guru pendamping
  • Kualifikasi akad & komp Guru Pendamping Muda
  • Kualifikasi akad & komp Pengawas/Penilik PAUD
  • Kualifikasi akad Kepala TK/RA/BA & sejenis lainnya
  • Kualifikasi akademik Kepala KB/TPA/SPS
  • Kompetensi Kepala Lembaga PAUD
  • Kualifikasi akad & komp Tenaga Administrasi PAUD

4.1. Pendidik

4.2. Tenaga Kependidikan

17 of 37

SNP PAUD, INSTRUMEN PPA DAN IPV PAUD (2.b)

No

SNP PAUD

INSTRUMEN PPA

IPV PAUD

5

Standar Sarpras:

  • Prinsip pengadaan sarpras
  • Persyaratan sarpras (TK/RA/BA, KB, TPA, SPS)

5.1. Sarana

5.1.1.Ketersediaan dokumen daftar inventaris keberadaan

sarana bermain pada Dapodik

5.1.2.Ketersediaan dokumen sarana umum pada Dapodik

5.2. Prasarana

5.2.1.Ketersediaan data mengenai informasi luas lahan

pada Dapodik

5.2.2.Ketersediaan data mengenai status lahan pd Dapodik

5.2.3.Ketersediaan data prasarana di satuan PAUD pada Dapodik

11. Pendidik memfasilitasi proses pembelajaran agar anak memahami bahasa reseptif.

12. Pendidik memfasilitasi proses pembelajaran dalam menstimuliasi anak untuk mengungkapkan bahasa (ekspresif)

13. Pendidik memfasilitasi proses pembelajaran keaksaraan (pra membaca dan pra menulis)

14. Kemampuan pendidik untuk menstimulasi anak dalam mengendalikan diri

15. Pendidik menstimulasi anak untuk berperilaku prososial

16. Pendidik menstimulasi anak untuk mengenal dan mencintai negara melalui simbol dan iambang negara

17. Pendidik menstimulasi anak untuk mengenal keragaman budaya Daerah

18. Pemanfaatan sumber belajar berbasis potensi lingkungan sekitar (ruangan, bahan, alat, serta sumber lainnya)

19. Pendidik menyediakan berbagai pilihan kegiatan bermain sesuai

dengan tahap perkembangan darl minat anak

20. Pendidik memfasiiitasi kegiatan pembelajaran dengan pendekatan saintifik

21. Pendidik menstimulasi anak agar dapat berkarya sesuai ide dan

minatnya dengan menggunakan berbagai alat dan bahan

22. Pendidik memberikan dukungan (scaffolding) pada anak saat

melakukan kegiatan

23. Satuan pendidikan memfasilitasi layanan belajar yang inovatif.

24. Dukungan orangtua terhadap proses pembelajaran

25. Satuan pendidikan memfasilitasi pengembangan profesionalitas pendidik dan tenaga kependidikan.

26. Satuan pendidikan mengena,lkan dan membiasakan Perilaku Hidup Sehat

6

Standar Pengelolaan:

  • Perencanaan program
  • Pengorganisasian
  • Pelaksanaan rencana kerja
  • Pengawasan

6.1.Perencanaan Satuan

6.2.Pengorganisasian

6.3.Pelaksanaan

7

Standar Pembiayaan:

  • Komponen pembiayaan (biaya

operasional dan biaya personal)

  • Pengawasan & pertanggungjawaban

7.1. Rencana Anggaran

7.2. Administrasi Keuangan

8

Standar Penilaian (Pendidikan):

  • Prinsip penilaian
  • Teknik dan instrumen penilaian
  • Mekanisme penilaian
  • Pelaksanaan penilaian
  • Pelaporan hasil penilaian

8.1.Penilaian Perkembangan Anak

8.2.Laporan Perkembangan Anak

18 of 37

PENILAIAN PRASYARAT AKREDITASI (PPA) DAN INSTRUMEN VISITASI (IPV)

Manual PPA

Asesi:

Sebagai acuan ketika mengisi PPA di dalam Sistem Penilaian Akreditasi (Sispena)

Asesor:

Sebagai acuan dalam menilai PPA yang diisi oleh lembaga

Manual IPV

Sebagai acuan bagi asesor melaksanakan penilaian pada saat visitasi dan validasi

19 of 37

PETUNJUK PENGISIAN PPA

20 of 37

PENILAIAN PRASYARAT AKREDITASI SATUAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI

21 of 37

22 of 37

23 of 37

24 of 37

25 of 37

26 of 37

27 of 37

28 of 37

29 of 37

30 of 37

31 of 37

32 of 37

Petunjuk Umum Penggunaan IPV

  1. Instrumen Penilaian Visitasi (IPV) PAUD terdiri dari 26 butir. Setiap butir memiliki bobot nilai yang berbeda.
  2. Pelajari seluruh butir instrumen sebelum melaksanakan visitasi/penilaian ke satuan PAUD.
  3. Lakukan pengamatan langsung atau melalui foto/video/dokumen lainnya terhadap seluruh proses kegiatan pembelajaran.
  4. Jika tidak semua indikator butir teramati saat visitasi, maka dilakukan penelusuran dari bukti lainnya antara lain: foto, video, dokumen atau hasil wawancara; setiap bukti wawancara dituliskan dalam bentuk narasi catatan per butir dan dapat ditambahkan dengan rekaman suara;
  5. Penggalian data melalui wawancara dapat dilakukan kepada: kepala sekolah, pendidik, tenaga kependidikan lainnya, orang tua, serta pihak lain yang terkait.
  6. Dokumen lainnya dapat berupa kurikulum satuan pendidikan, perencanaan (semester, mingguan, harian), hasil penilaian yang berupa catatan anekdot atau hasil karya anak.
  7. Unggah semua data pendukung hasil visitasi dan hasil penelusuran bukti/dokumen pada setiap butir instrumen.
  8. Asesor harus menuliskan catatan hasil penilaian per butir berupa antara lain: alasan pemberian jawaban, penjelasan foto/video/dokumen lainnya, atau hal-hal khusus yang ditemukan.
  9. Asesor mengisi format data satuan PAUD yang divisitasi/dinilai.

33 of 37

Instrumen Penilaian Visitasi (IPV) Satuan Pendidikan Anak Usia Dini

34 of 37

Instrumen Penilaian Visitasi (IPV) Satuan Pendidikan Anak Usia Dini

35 of 37

Instrumen Penilaian Visitasi (IPV) Satuan Pendidikan Anak Usia Dini

36 of 37

Instrumen Penilaian Visitasi (IPV) Satuan Pendidikan Anak Usia Dini

37 of 37

terima kasih