1 of 13

Al Mustafa

Open

University

Pengantar Ushul Fikih (9)

Sultan Nur

2024-2025

2 of 13

بسم الله الرحمن الرحیم

Sejarah Ilmu Ushul Fikih: adalah suatu ilmu yang membahas tentang asal usul ilmu Ushul Fikih, sebab-sebab timbulnya ilmu Ushul Fikih, dan perjalanan perkembangan serta sejarah perkembangan permasalahan ilmu tersebut dalam berbagai kurun waktu dengan melihat kondisi-kondisi sosial, budaya, kondisi politik dan para ahlinya.

3 of 13

Periode Sejarah Ushul Fikih

  • Masa Terbentuknya Ushul Fikih
  • Masa Pengembangan dan Kodifikasi
  • Masa Menyempurna
  • Masa Resesi dan Munculnya Gerakan Akhbariyin
  • Masa Kemakmuran Kembali

4 of 13

Masa Terbentuknya Ushul Fikih

Berdasarkan bukti-bukti sejarah, pemikiran Ilmu Ushul pertama di kalangan Syiah dimulai pada masa Imam Baqir (a.s.) dan Imam Sadiq (a.s.); Para Imam Maksum tersebut yang mengajari para muridnya cara yang benar dalam menyimpulkan perintah-perintah Ilahi dari Al-Qur'an dan Sunnah. Dalam hadis-hadis Maksum disebutkan bahwa, (عَلَیْنَا إِلْقَاءُ الْأُصُولِ وَ عَلَیْکُمُ التَّفْرِیعُ); kami memberitahukan prinsip dan kaidah umum dan Anda menerapkannya dalam kasus yang berbeda. [Amili, Wasail al-Syiah, Beirut, jilid 27, hlm. 62]

5 of 13

Masa Terbentuknya Ushul Fikih

Tokoh-tokoh penting pada periode ini:

1). Hisyam bin Hakam; Penulis kitab Al-Alfazh wa Mabahitsuha wa Kitab Al-Akhbar.

2). Yunus bin Abd al-Rahman; Penulis kitab Ikhtilaf al-Hadits.

3). Abu Sahl Nubakhti; Penulis buku Ibthal al-Qiyas.

4). Muhammad bin Ahmad bin Junaid; Penulis Al-Ifham Liushul Al-Ahkam.

6 of 13

Masa Pengembangan dan Kodifikasi

* Salah satu ciri masa ini adalah bercampurnya ilmu Ushul Fikih dengan fikih dan teologi (Kalam), yang mana Ulama Ushul banyak berupaya mendekorasi topik-topik Ushul fiqih dari topik-topik lain.[Sayid Muhammad Baqir Sadr, al-Ma’alim al-Jadidah, hlm. 66]

* Ushul Fikih Syiah didasarkan pada Ushul Fikih Sunni, sedemikian rupa sehingga dalam setiap diskusi tentang pandangan-pandangan Ushul Fikih para ulama Sunni disajikan dan dianalisis, serta dikritik dan dikomentari. [Sayid Muhammad Baqir Sadr, al-Ma’alim al-Jadidah, hlm. 81]

7 of 13

Masa Pengembangan dan Kodifikasi

1). Syekh Mufid; dikenal sebagai “Ibnu al-Mu’allim” dan penulis buku “Al-Tazikrah Biushul al-Fiqh”, beliau merupakan salah satu ulama Syiah terbesar. Sayyid Murtadha dan Syeikh Tusi termasuk di antara murid-muridnya.

2). Sayyid Murtadha; yang kemudian dikenal sebagai "Alamul Huda". Bukunya “Al-Dzari'ah ila Ushul al-Syari’ah” merupakan salah satu buku terpenting tentang Ushul Fikih Syiah pada periode ini.

3). Syekh Tusi; yang dikenal dengan Syekh Thaifah berada pada puncak periode ini. Dengan menulis “Al-‘Uddah fi Ushul al-Fiqh”, ia mengubah Ushul fikih dan fiqih Syiah serta membawanya ke tahap kesempurnaan dan perkembangan relatif.

8 of 13

Masa Menyempurna

Sepeninggal Syekh Tusi, Ushul Fikih Syiah mengalami stagnasi selama kurang lebih satu abad penuh. Kehebatan Syekh Al-Taifah tidak membuat banyak orang berani mengkritik, dan sebagian besar murid Syekh hanyalah penirunya. Setelah 100 tahun, dengan upaya Ibnu Idris Hilli, Muhaqqiq Hilli, Ushul Fikih terbebas dari peniruan dan stagnasi dan memulai masa kemakmuran dan pertumbuhannya, namun ia terus ditulis dan diteliti dengan memantau diskusi Ushul Fikih Sunni. [Sayid Muhammad Baqir Sadr, al-Ma’alim al-Jadidah, hlm. 92-98]

9 of 13

Masa Menyempurna

Tokoh-tokoh terkemuka pada periode ini:

1). Ibnu Idris Halli adalah salah satu tokoh ulama Syiah pada akhir abad ke-6 Hijriah. Dia mempunyai buku fikih Al-Sarair.[ Sayid Muhammad Baqir Sadr, al-Ma’alim al-Jadidah, hlm. 93]

2). Muhaqqiq Hilli; Kitab Ushulnya adalah Ma'arij al-Ushul. Dalam buku ini, topik-topiknya direncanakan secara matang dan analisis serta argumentasinya cukup kuat.

3). Allamah Hilli; adalah keponakan dari Muhaqqiq Hilli sekaligus muridnya, dan dia adalah salah satu peneliti paling inovatif, dan dia telah menyajikan pandangan-pandangan baru tentang banyak masalah fikih, Ushul Fikih dan teologis. Allamah Halli dianggap sebagai salah satu tokoh paling menonjol pada periode ini, ia meninggalkan beberapa karya Ushul fikih, yang terpenting adalah "Nihayah al-Wushul ila ‘Ilm al-Ushul" dan "Tahdzib al-Wushul ila ‘Ilm al-Ushul".

10 of 13

Masa Resesi dan Munculnya Gerakan Akhbariyin

Pada awal abad ke-11 Hijriah, muncul metode baru yang disebut “Akhbariyin” dalam bidang fiqih dan Ushul, yang mengkritisi dasar ijtihad dan Ushul Fikih dan mempertanyakannya. Pendiri maktab ini adalah Muhammad Amin Astarabadi (meninggal tahun 1036 H).

Meskipun kelompok Akhbaris berkuasa secara absolut di dunia Syiah pada masa itu, namun sebagian peneliti dan ilmuwan masih menganut metode ijtihad dan dengan berani mempertahankannya, yang mempunyai peran sangat efektif dalam melestarikan pemikiran Ushul Fikih. Di antaranya: Sulthanul Ulama (1001-1064 H); Mullah Saleh Mazandarani (meninggal 1081 H); Mullah Khalil Qazwini (1001 1089 H); dll.

11 of 13

Masa Kemakmuran Kembali

Sikap Berlebihan Akhbaris dalam mengkritik dan menyerang para mujtahid dan cara-cara ijtihadnya, bahkan menimbulkan kekecewaan banyak ulama yang condong ke Akhbarisme (seperti Muhaddis Bahrani),[Al-Hadaiq al-Nadhirah, jilid 1, hlm. 170], dan upaya para mujtahid mendalami kitab-kitab dan juga upaya Wahid Behbahani menjadi salah satu faktor yang menyebabkan berakhirnya era Akhbariyin.

12 of 13

Masa Kemakmuran Kembali

Tokoh terkenal pada periode ini: Wahid Behbahani; Allamah Bahrul Ulum; Syekh Jafar Kashif al-Ghita; Mirza Qomi; Mullah Mahdi Naraqi; dll.

Buku-buku penting periode ini: "Al-Qawanin Al-Muhakkamah" yang ditulis oleh Mirzai Qomi; "Mafatih al-Ushul" ditulis oleh Sayyid Muhammad Mujahid; "Hidayah al-Mustarsyidin" oleh Syekh Muhammad Taqi Isfahani; "Al-Fushul al-Gharawiyah" yang ditulis oleh Syekh Muhammad Hussein Abdul Rahim Isfahani.

13 of 13

Sekian dan Terima kasih