1 of 69

MEDIA MENGAJAR

SEJARAH INDONESIA

Kelas X

2 of 69

Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia

BAB

3 of 69

Terbentuknya Jalur Perdagangan dan Budaya Maritim Nusantara

4 of 69

4

1

Pengertian dan Budaya Maritim

  • Kata maritim berasal dari bahasa Latin, yaitu maritimus/mare yang artinya ‘laut’.
  • Dalam Oxford Advanced Learner’s for Dictionaries, kata maritim diartikan sebagai ‘connecting to sea or ships; (formal) near the sea’, artinya ‘yang menghubungkan laut atau dekat dengan laut’.
  • Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, maritim memiliki arti ‘berkenaan dengan laut; berhubungan dengan pelayaran dan perdagangan di laut’.

Lautan di sekitar dan di antara pulau-pulau Indonesia tidak pernah menjadi penghalang, bahkan menjadi faktor pemersatu.

5 of 69

Relief di dinding Candi Borobudur yang menggambarkan bentuk kapal yang berbeda, yaitu relief perahu lesung, kapal besar bercadik, dan kapal besar tanpa cadik memperkuat pembuktian tentang kita sebagai bangsa bahari.

Hal ini membuktikan bahwa masyarakat kuno memang telah memiliki kemampuan membuat kapal.

6 of 69

2

Peran Selat Malaka dalam Jaringan Perdagangan Kerajaan Hindu-Buddha Nusantara

  • Kepulauan Nusantara terletak dalam jalur perdagangan antara dua pusat perdagangan “internasional” zaman kuno, yaitu India dan Tiongkok.
  • Selat Malaka menjadi gerbang utama yang menghubungkan pedagang-pedagang Tiongkok dan India yang berlayar melalui bandar-bandar penting di sekitar wilayah tersebut.
  • Komoditas penting yang diperdagangkan ketika itu adalah rempah-rempah, seperti kayu manis, cengkih, dan pala.

7 of 69

Masuknya Agama dan Kebudayaan Hindu dan

Buddha di Indonesia

8 of 69

Teori Waisya

Salah satu pendukung teori ini adalah N. J. Krom.

Didasarkan pada alasan bahwa motivasi terbesar datangnya bangsa India ke Indonesia adalah untuk berdagang.

Mereka bermukim di Indonesia, bahkan menikah dengan orang Indonesia.

9 of 69

Teori Ksatria

Salah satu pendukung teori ini adalah F.D.K Bosch.

Pada masa lampau, di India, sering terjadi perang antargolongan.

Para prajurit yang kalah atau jenuh menghadapi perang lantas meninggalkan India.

Rupanya, di antara mereka, ada pula yang sampai ke wilayah Indonesia.

10 of 69

Teori Brahmana

Salah satu pendukung teori ini adalah J.C. van Leur.

Para brahmana datang dari India ke Indonesia atas undangan pemimpin suku dalam rangka melegitimasi kekuasaan mereka.

Hanya golongan brahmana yang mengerti dan menguasainya kitab suci Weda.

11 of 69

Teori Arus Balik

Salah satu pendukung teori ini adalah G. Coedes.

Berkembangnya pengaruh dan kebudayaan India ini dilakukan oleh bangsa Indonesia sendiri.

Bangsa Indonesia mempunyai kepentingan untuk datang dan berkunjung ke India, seperti mempelajari agama Hindu dan Buddha.

12 of 69

Masuknya Agama dan Kebudayaan Buddha

Agama dan kebudayaan Buddha diperkirakan mulai dikenal di Indonesia sekitar abad V.

I Tsing melihat bahwa ajaran Buddha diterima luas oleh rakyat.

Sriwijaya pusat penting pembelajaran ajaran Buddha.

13 of 69

Kerajaan-Kerajaan Hindu dan Buddha di Indonesia

14 of 69

Kerajaan Salakanagara

Sebenarnya, hingga saat ini, keberadaan mengenai kerajaan ini memang masih menjadi perdebatan para ahli

Dalam naskah Wangsakerta, disebutkan seseorang yang bernama Dewawarman.

Pada 132 M, Raja Dewawarman diberitakan telah membangun kompleks

candi Buddha di Batujaya yang berlanggam Hindu.

Kerajaan Salakanagara mengalami keruntuhan pada 362 M yang diperkirakan sebagai akibat serangan dari Kerajaan Tarumanegara.

15 of 69

Kerajaan Kutai

Kutai (Kutai Martadipura) merupakan salah satu kerajaan Hindu tertua di Indonesia. Berdiri sekitar abad V, kerajaan ini berlokasi di daerah Kutai, Kalimantan Timur.

Perkiraan Letak Kerajaan Kutai

Bukti arkeologis keberadaan kerajaan ini adalah temuan prasasti yang ditulis di atas tujuh buah yupa (tugu batu).

16 of 69

Pusat pemerintahannya diperkirakan di hulu Sungai Mahakam.

Kerajaan Kutai

17 of 69

Nama–nama rajanya adalah Kudungga, Aswawarman, dan Mulawarman.

Raja Mulawarman melakukan upacara pengurbanan dan memberikan hadiah atau sedekah kepada para brahmana sejumlah 20.000 ekor sapi.

Kerajaan Kutai (bercorak Hindu) runtuh setelah diserang Kutai Kartanegara (kerajaan Islam).

Salah satu yupa peninggalan Kerajaan Kutai

Kerajaan Kutai

18 of 69

Kerajaan Tarumanagara diperkirakan berdiri sekitar abad IV dan V M.

Wilayah kekuasaannya meliputi hampir seluruh Jawa Barat, yaitu membentang dari Banten, Jakarta, Bogor, hingga Cirebon.

Kerajaan Tarumanagara

Nama-nama rajanya, antara lain Purnawarman dan Sri Maharaja Linggawarman (666–669 M).

19 of 69

Cap telapak kaki yang melambangkan Raja Purnawarman sebagai Dewa Wisnu (dewa pemelihara alam semesta), Kerajaan Tarumanagara telah menerapkan konsep dewa raja: raja yang memerintah disamakan dengan Dewa Wisnu.

Prasasti Ciaruteun

Gambar tapak kaki gajah, yang disamakan dengan gajah Airawata, atau gajah kendaraan Dewa Wisnu.

Prasasti Kebon Kopi

Prasasti Tugu menyebutkan tentang pembangunan saluran air yang panjangnya 6.112 tombak (setara dengan 11 km) yang diberi nama Gomati.

Prasasti Tugu

20 of 69

Kerajaan Sunda atau Pajajaran eksis dari abad VII–XVI.

Wilayah kekuasaannya meliputi Provinsi Banten, Jakarta, Jawa Barat, dan sebagian Jawa Tengah sekarang.

Kerajaan Pajajaran (Sunda)

21 of 69

Nama-nama rajanya antara lain:

  • Tarusbawa
  • Sanjaya
  • Maharaja Sri Jayabhupati
  • Rahyang Niskala Wastukencana
  • Prabu Ratu Dewata.

Kerajaan Sunda bercorak Hindu dan Buddha.

Memiliki dua kawasan pelabuhan utama di Sunda Kalapa dan Banten.

Kerajaan Pajajaran (Sunda)

22 of 69

Kerajaan Sunda didirikan oleh Tarusbawa pada tahun 669 M.

Tarusbawa merupakan menantu dari Sri Maharaja Linggawarman.

Kerajaan Pajajaran (Sunda)

23 of 69

Kedua kerajaan ini kemudian dipersatukan oleh Sanjaya.

Kerajaan ini kemudian menjadi Kerajaan Sunda.

Kerajaan Pajajaran (Sunda)

24 of 69

Prasasti Sang Hyang Tapak

  • Dalam Prasasti Sang Hyang Tapak, disebutkan seorang raja bernama Maharaja Sri Jayabhupati dan berkuasa di Prahajyan Sunda.
  • Raja Jayabhupati digantikan oleh Rahyang Niskala Wastukencana atau Raja Sri Baduga Maharaja, yang terlibat dalam Perang Bubat pada 1357.

Kerajaan Pajajaran (Sunda)

25 of 69

Pada tahun 1579, Maulana Yusuf dari Kerajaan Banten menyerang Kerajaan Sunda yang ketika itu dipimpin Prabu Ratu Dewata (memerintah 1535–1543). Serangan itu menyebabkan runtuhnya Kerajaan Sunda.

Kerajaan Pajajaran (Sunda)

26 of 69

Kerajaan Sriwijaya

  • Daerah kekuasaannya membentang dari Kamboja, Thailand selatan, Semenanjung Malaya, Sumatra, Jawa, dan pesisir Kalimantan.
  • Berdasarkan temuan sumber tertulis serta berita Tiongkok dan Arab, Kerajaan Sriwijaya diperkirakan berdiri sekitar abad VII.

27 of 69

Kerajaan Sriwijaya

  • Berdasarkan laporan I Tsing, seorang pendeta Tiongkok, melaporkan Sriwijaya menjadi pusat pembelajaran agama Buddha.
  • Kerajaan ini mencapai zaman keemasan di bawah Raja Balaputradewa yang berkuasa sekitar pertengahan abad IX.

28 of 69

Dalam Prasasti Kedukan Bukit (berangka tahun 605 Saka atau 688 M), dapat diinterpretasikan bahwa Kerajaan Sriwijaya bukan berpusat di Palembang, melainkan di Muara Takus (Riau).

Pernyataan ini didukung temuan arkeologis berupa stupa di Muara Takus (Kabupaten Kampar, Riau).

Candi Muara Takus

Kerajaan Sriwijaya

29 of 69

Masyarakat Sriwijaya sebagian besar hidup dari perdagangan dan pelayaran (bercorak Maritim).

Pada akhir abad IX, Kerajaan Sriwijaya berhasil menguasai sebagian jalur perdagangan di Asia Tenggara, seperti Selat Sunda, Selat Malaka, Selat Karimata, dan Tanah Genting Kra (wilayah Thailand dan Myanmar).

Candi Muara Takus

Kerajaan Sriwijaya

30 of 69

Beberapa Peninggalan Kerajaan Sriwijaya:

Arca Buddha langgam Amarawati

Prasasti

Telaga Batu

Prasasti

Talang Tuo

31 of 69

Kerajaan Sriwijaya

Sriwijaya mengalami kemunduran sekitar abad XII, antara lain disebabkan:

Serangan Kerajaan Medang Kamulan, Jawa Timur, di bawah Raja Dharmawangsa pada 990 M.

Serangan Kerajaan Colamandala dari India pada 1023 M dan 1030 M.

Terdesak oleh Kerajaan Thailand yang mengembangkan kekuasaannya sampai Semenanjung Malaya.

Serangan Majapahit pada 1477 M dan berhasil menaklukkan Sriwijaya.

32 of 69

Kalingga adalah kerajaan bercorak Buddha di Jawa Tengah yang berdiri sekitar abad VII.

I Tsing yang menyebutkan ada kerajaan dengan nama Ho-ling (Kalingga) yang berlokasi di Cho-po (Jawa).

Raja yang terkenalnya adalah Ratu Sima.

Berita Tiongkok hanya menyebutkan kerajaan ini memiliki hasil bumi yang sangat laku diperdagangkan, seperti emas, perak, cula badak, dan gading gajah.

Sepeninggal Sima, Kalingga terbagi dua, yaitu Kalingga utara (dikenal dengan nama Bumi Mataram) di bawah Sanaha (cucu Ratu Sima) dan Kalingga selatan (Bumi Sambara) di bawah Dewasinga.

Kerajaan Kalingga

33 of 69

Kerajaan Mataram (Mataram Kuno atau Mataram Hindu atau Kerajaan Medang periode Jawa Tengah) adalah kelanjutan dari Kerajaan Kalingga di Jawa Tengah sekitar abad VIII.

Lokasinya berada di pedalaman Jawa Tengah, di sekitar daerah yang banyak dialiri sungai, seperti Sungai Progo, Bogowonto, dan Bengawan Solo.

Nama-nama rajanya di antaranya Sanjaya, Rakai Panangkaran, Dharanindra, Samaragrawira, dan Rakai Pikatan.

Kerajaan Mataram

34 of 69

Berdasarkan Prasasti Canggal (732 M) dan Prasasti Mantyasih, pendiri Dinasti Sanjaya (Hindu) adalah Sanjaya, anak dari Sannaha, cucu Ratu Sima dari Kerajaan Kalingga dan Sena/Sanna/Bratasenawa, raja ketiga Galuh.

Ada dua dinasti (wangsa) yang berkuasa di Mataram, yaitu Dinasti Syailendra dan Sanjaya.

Pengganti Sanjaya adalah Rakai Panangkaran. Kuat dugaan pada masa pemerintahannya, Dinasti Syailendra (Buddha) dari Kerajaan Sriwijaya menguasai Mataram.

Model kapal Sriwijaya tahun 800-an Masehi yang terdapat pada candi Borobudur.

35 of 69

Model kapal Sriwijaya tahun 800-an Masehi yang terdapat pada candi Borobudur.

Sepeninggal Raja Samaragrawira, terjadi konflik antara Pramodawardhani-Rakai Pikatan dan Balaputradewa.

Mataram kemudian dikuasai Rakai Pikatan (Dinasti Sanjaya). Di bawah pemerintahannya, kekuasaan Mataram meluas sampai meliputi seluruh Jawa Tengah dan Jawa Timur.

36 of 69

Beberapa Peninggalan Kerajaan Mataram:

  • Candi Prambanan atau Candi Roro Jonggrang adalah kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia yang dibangun pada abad ke-9 masehi.
  • Pembangunan candi ini dimulai oleh Rakai Pikatan sebagai tandingan candi Buddha Borobudur dan Candi Sewu.

37 of 69

  • Pada pertengahan abad VIII, Jawa Tengah berada di bawah kekuasaan raja-raja Dinasti Syailendra yang merupakan penganut Buddha.
  • Mereka membangun berbagai monumen Buddha di Jawa, seperti Candi Borobudur. Monumen ini selesai dibangun awal abad IX.
  • Borobudur terletak di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Indonesia.

38 of 69

Berdasarkan salah satu prasasti yang ditemukan di Situs Ratu Boko, Kawasan Situs Ratu Boko merupakan kawasan peninggalan sejarah yang bercorak Hindu dan Buddha yang dibangun sekitar abad VIII–IX M.

Unsur Hindu dapat ditunjukkan di antaranya melalui yoni, tiga miniatur candi, arca Ganesa, dan Durga, sedangkan unsur Buddha terlihat dari adanya temuan arca Buddha, reruntuhan stupa, dan stupika

39 of 69

Kerajaan Medang Kamulan

Kerajaan bercorak Hindu ini merupakan kelanjutan dari Kerajaan Mataram. Pada abad X, kerajaan ini dipindahkan oleh Mpu Sindok ke Jawa Timur.

Menurut para ahli, pemindahan Kerajaan Mataram (Medang) ke Jawa Timur disebabkan terjadinya letusan Gunung Merapi. Faktor lain adalah adanya konflik perebutan takhta di dalam istana.

Ibu kota Kerajaan Medang, yakni Watugaluh, sekarang sebuah desa di dekat Jombang di tepi aliran Sungai Brantas.

40 of 69

Mpu Sindok adalah pendiri dinasti baru bernama Dinasti Isyana. Ia naik takhta pada tahun 929 M

Penguasa Medang setelah Mpu Sindok adalah (berturut-turut), yaitu Sri Isyanatunggawijaya, Sri Makutawangsawardhana, Dharmawangsa (punya saudari bernama Mahendradatta), dan Airlangga.

Airlangga dinobatkan sebagai raja oleh para pendeta pada tahun 1019 M dan membangun pusat kerajaan di Kahuripan, Sidoarjo.

Sejak tahun 1025, Airlangga memperluas kekuasaan dan pengaruhnya. Pada tahun 1037, semua wilayah Kerajaan Medang tunduk kepada Airlangga.

Patung Airlangga yang didewakan berupa Dewa Wisnu mengendarai Garuda.

41 of 69

Selama masa pemerintahannya, karya-karya sastra berkembang, contohnya kitab Arjunawiwaha yang ditulis Mpu Kanwa pada 1035 M.

Airlangga membagi dua kerajaannya kepada dua putranya: Kerajaan Jenggala kepada Mapanji Garasakan.

Airlangga membagi dua kerajaannya kepada dua putranya: Kerajaan Jenggala kepada Mapanji Garasakan dengan ibu kota Kahuripan, dan Kerajaan Panjalu atau Kediri kepada Sri Samarawijaya dengan ibu kota di Daha.

Patung Airlangga yang didewakan berupa Dewa Wisnu mengendarai Garuda.

42 of 69

Kerajaan Kediri adalah kerajaan agraris dengan raja pertama Sri Samarawijaya, yang kemudian digantikan oleh (secara berturut-turut) Sri Jayawarsa dan Bameswara.

Kerajaan Kediri mencapai puncak kejayaan pada masa Jayabhaya. Ia berhasil menguasai Jenggala yang membuat Kediri menjadi satu-satunya kerajaan yang berdiri di Jawa Timur pada masa tersebut.

Ia terkenal dengan ramalan-ramalannya yang kemudian dibukukan dengan judul Jangka Jayabhaya.

Kerajaan Kediri

43 of 69

Sesudah Jayabhaya, ada seorang raja yang cukup terkenal, Raja Kameswhara (1182) karena pada masa pemerintahannya karya sastra Jawa berkembang pesat.

Pada 1185, Kameswhara digantikan oleh Kertajaya (Prabu Dandang Gendis). Pada masa pemerintahannya, situasi Kediri penuh ketidakstabilan.

Kertajaya berselisih dengan para brahmana karena ia ingin disembah oleh para pendeta, baik Hindu dan Buddha (kaum brahmana).

Arca Wisnu, berasal dari Kediri, abad ke-12 dan ke-13.

44 of 69

Para pendeta kemudian bersekutu dengan seorang akuwu (bupati) dari Tumapel (bagian dari Kediri) bernama Ken Arok.

Ken Arok mengalahkan Kertajaya dalam pertempuran di Ganter (1222). Meninggalnya Kertajaya dalam pertempuran tersebut menandai berakhirnya kekuasaan Dinasti Isana di Jawa Timur.

Arca Wisnu, berasal dari Kediri, abad ke-12 dan ke-13.

45 of 69

Kerajaan Singasari (bercorak Hindu) didirikan oleh Ken Arok pada tahun 1222.

  • Lokasi kerajaan nya diperkirakan berada di daerah Singasari, Malang.
  • Nama resmi Kerajaan Singasari adalah Tumapel.
  • Ibu kota Kerajaan Tumapel bernama Kutaraja.
  • Nama-nama rajanya di antaranya Ken Arok, Anusapati, Tohjaya, Ranggawuni, dan Kertanagara.

Kerajaan Singasari

46 of 69

Raja pertama Kerajaan Singasari adalah Ken Arok (memerintah 1222–1227).

Arca Prajnaparamita dipercaya sebagai perwujudan Ken Dedes.

Sebelum berkuasa, ia adalah seorang akuwu di Tumapel, daerah bawahan Kerajaan Kediri. Ia berhasil menjadi akuwu setelah membunuh akuwu sebelumnya, Tunggul Ametung, dengan keris buatan Empu Gandring. Bahkan ia memperistri istri Tunggul Ametung, Ken Dedes.

Ia menjadi raja setelah memenangkan pertempuran melawan Kertajaya (raja Kediri).

Ia membangun Kerajaan Singasari dan dianggap sebagai pendiri dinasti baru, Dinasti Girindra.

47 of 69

Setelah itu, situasi politik pemerintahan Kerajaan Singasari diwarnai konflik perebutan kekuasaan. Hal ini terjadi diperkirakan karena kutukan Empu Gandring.

Pada masa pemerintahan Raja Kertanegara, ia bercita-cita meluaskan kekuasaannya ke seluruh Nusantara.

Raja terakhir Kerajaan Kediri, Kertanegara bercita-cita meluaskan kekuasaannya ke seluruh Nusantara. Untuk itu, Ia mengeluarkan kebijakan Ekspedisi Pamalayu.

Kertanagara kemudian tewas oleh Jayakatwang. Jayakatwang lalu menjadi raja dan memindahkan pusat kerajaan ke Kediri. Dengan meninggalnya Kertanagara, berakhir pulalah Kerajaan Singasari.

Candi Singhasari dibangun sebagai tempat pemuliaan Kertanegara.

48 of 69

  • Pusat Kerajaan Majapahit diperkirakan di daerah Trowulan sekarang, 10 km sebelah barat daya Kota Mojokerto, Jawa Timur.
  • Nama-nama rajanya di antaranya Raden Wijaya, Jayanegara, Tribhuwana Tunggadewi, dan Hayam Wuruk.

Kerajaan Majapahit

  • Tanggal berdirinya Kerajaan Majapahit adalah hari penobatan Raden Wijaya, yaitu 10 November 1293.

49 of 69

Terdapat pejabat pemerintahan dan pejabat keagamaan.

Wilayah Kerajaan Majapahit terbagi menjadi tiga yaitu:

  • Negara agung
  • Mancanegara
  • Nusantara

Pada masa pemerintahan Hayam Wuruk, karya sastra mengalami kemajuan pesat.

Gapura Bajang Ratu salah satu peninggalan Kerajaan Majapahit.

Pada tahun 1365, ditulis kitab Nagarakertagama oleh Mpu Prapanca, Sutasoma dan Arjunawijaya oleh Mpu Tantular.

50 of 69

Frasa “Bhinneka Tunggal Ika” berasal dari masa Majapahit, tepatnya dari kakawin Sutasoma.

Kehidupan masyarakatnya bertani, komoditas utamanya adalah lada dan garam. Pajak dan denda dibayarkan dalam uang tunai.

Arca Harihara perwujudan Kertarajasa

Pada masa pemerintahan Raden Wijaya, sebuah perubahan moneter penting terjadi: keping uang dalam negeri diganti dengan uang "kepeng" yaitu keping uang tembaga impor dari Tiongkok.

Celengan zaman Majapahit, abad 14-15 Masehi

51 of 69

  • Kerajaan Majapahit mempunyai mahapatih, yakni Gajah Mada. Pada saat pengangkatannya tahun 1336 M, ia mengucapkan Sumpah Palapa.
  • Berkat bantuan Gajah Mada, Hayam Wuruk membuat Majapati mencapai puncak kejayaan.
  • Pada tahun 1389, Hayam Wuruk wafat, kekuasaan Majapahit berangsur-angsur melemah.
  • Kerajaan Majapahit runtuh salah satunya penyebabnya karena serangan dari Kerajaan Islam Demak.

Ukiran sejarah Indonesia di Monumen Nasional, Jakarta. Di sudut timur laut yang menggambarkan kemaharajaan kuno Indonesia, di bagian kanan terdekat adalah Gajah Mada, mahapatih Kerajaan Majapahit.

52 of 69

Kerajaan Bali

Kerajaan Bali merupakan kerajaan bercorak Hindu yang terletak di Tampak Siring dan Pejeng. Kerajaan Bali ditaklukkan oleh Gajah Mada. Sejak itu, Kerajaan Bali menjadi wilayah kekuasaan Majapahit.

Struktur pemerintahan:

  • Keluarga raja memerintah secara turun-temurun (sistem dinasti).
  • Badan penasihat raja.
  • Pegawai pemerintahan bagian pemerintahan, pemungutan pajak, dan administrasi.

Pura Besakih peninggalan Keraan Bali yang masih ada hingga kini

53 of 69

Kerajaan Bali

Penduduk Kerajaan Bali hidup teratur dengan sistem caturwarna atau kasta. Sistem keluarga Bali mengenal pemberian nama. Mata pencarian penduduknya adalah bertani.

Pura Besakih peninggalan Keraan Bali yang masih ada hingga kini

54 of 69

Bukti-Bukti Pengaruh Hindu dan Buddha dalam Masyarakat yang Masih Ada hingga Kini

55 of 69

Bukti-Bukti Pengaruh Hindu-Buddha dalam Masyarakat yang Masih Ada hingga Kini

01

Bahasa dan Tulisan

  • Indonesia memasuki masa aksara ditandai dengan penggunaan huruf Pallawa dan bahasa Sanskerta.
  • Bukti pertama dikenalnya tulisan di Nusantara adalah tulisan yang ada di tujuh buah yupa di wilayah Kutai, Kalimantan Timur.
  • Bahasa dan tulisan dapat dilihat di prasasti, kitab, dan manuskrip.

Salah satu yupa dengan inskripsi

56 of 69

Politik dan Sistem Pemerintahan

02

Salah satu pengaruh Hindu di bidang politik muncul konsep dewa-raja. Dari konsep ini, Indonesia mulai mengenal sistem pemerintahan kerajaan.

03

  • Pada zaman prasejarah penduduk Indonesia adalah pelayar-pelayar yang sanggup mengarungi lautan lepas. Lautan bukan penghalang, melainkan penghubung.
  • Kedatangan India memperkuat tradisi agraris yang semakin meramaikan aktivitas perdagangan dan pelayaran.

Ekonomi dan Sistem Mata Pencarian

04

Agama dan Sosial Budaya

Dalam kehidupan sosial, pengaruh kebudayaan Hindu yang nyata adalah dikenalnya sistem kasta.

57 of 69

05

Seni Bangunan, Seni Pahat, dan Relief Candi

  • Candi umumnya berfungsi untuk menghormati dan memuliakan dewa-dewi Hindu.
  • Bangunan candi pada umumnya terdiri atas tiga bagian utama, yaitu:
  1. bhurvaloka, adalah bagian candi yang melambangkan tahap pembersihan dan pemurnian jiwa, dan
  1. Svarloka, yang melambangkan tempat para dewa atau jiwa yang telah disucikan.
  1. bhurloka, yaitu bagian bawah candi yang melambangkan kehidupan dunia fana,

58 of 69

Perbedaan Candi Jawa Tengah dengan Jawa Timur

Candi Singasari, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Candi Plaosan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah

Candi Jawa Tengah:

  • berbentuk tambun dengan hiasan kalamakara di atas gawang pintu masuk,
  • puncak candi berbentuk stupa,
  • bahan utamanya batu andesit, dan
  • umumnya menghadap ke timur.

Candi Jawa Timur:

  • berbentuk lebih ramping,
  • puncak candi berbentuk kubus, dan
  • di atas gawang pintu terdapat hiasan kala atau wujud kepala raksasa.

59 of 69

Jalur Rempah pada Masa Hindu-Buddha

60 of 69

Terdapat beberapa jejak Jalur Rempah pada empat kerajaan kuno, yaitu Sriwijaya, Mataram Kuno, Singasari, dan Majapahit.

Pada periode kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha, Jalur Rempah semakin berkembang pesat.

Apa peran keempat kerajaan tersebut dalam Jalur Rempah?

61 of 69

Kerajaan Sriwijaya

Sriwijaya

Sumber-sumber utama berasal dari prasasti, berita Tiongkok, berita Arab, dan catatan para pendeta Tiongkok, seperti I-Tsing (671 M).

62 of 69

Sriwijaya

Selain dengan wilayah Nusantara, Sriwijaya juga menjalin hubungan dagang dengan India, Tiongkok, Arab, dan Persia.

Lancarnya hubungan dagang dengan India, Arab, dan Tiongkok tidak terlepas dari penguasaan atas Selat Malaka.

Kerajaan Sriwijaya

63 of 69

Sriwijaya

Tanaman kapur barus

Ibn Hordadzbeh (844–848 M) (sumber Arab dan Persia) melukiskan maharaja Sriwijaya menguasai pulau-pulau di lautan timur dengan hasil negeri berupa kapur barus.

Komoditas lain yang dihasilkan dan diperdagangkan oleh Sriwijaya adalah rempah-rempah (cengkih, pala, lada, kapulaga, pinang, kayu manis, kayu gaharu, kayu cendana, kemenyan), besi, timah, perak, dan emas.

Kerajaan Sriwijaya

64 of 69

Kerajaan Mataram Kuno

Mataram

Bukti utama Jalur Rempah pada masa kerajaan ini adalah relief-relief pada Candi Borobudur (770–825 M).

Pada relief Candi Borobudur ditemukan 63 spesies tanaman kuno, yang sebagian di antaranya diyakini sebagai rempah-rempah cengkih, pala, dan cendana.

Ada pula relief Perahu Bercadik membuktikan nenek moyang bangsa Indonesia adalah pelaut.

65 of 69

Kerajaan Singasari

Di bawah Kertanagara, kekuasaan Singasari meliputi seluruh Jawa, Madura, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Melayu, dan Semenanjung Malayu.

Jalur utama perdagangan, mulai dari Selat Malaka hingga Kepulauan Maluku, dikuasai Singasari.

Jejak Jalur Rempah pada era Singasari tampak jelas pada masa pemerintahan Kertanagara (berkuasa 1268–1292).

66 of 69

Singasari menjalin hubungan dagang dengan banyak mitra asing, terutama Tiongkok masa Dinasti Yuan (1271–1368).

Komoditas andalan Singasari adalah beras, emas, dan rempah-rempah.

Tiongkok menawarkan sutra dan porselen.

Kerajaan Singasari

67 of 69

Kerajaan Majapahit

Pada abad XIV, Majapahit menguasai hampir seluruh wilayah Nusantara, yang berperan penting dalam jalur rempah.

Majapahit berhasil menguasai sumber rempah-rempah di timur Nusantara.

Di sebelah barat, Majapahit berhasil menguasai jalur pelayaran yang strategis seperti Semenanjung Melayu dan Selat Malaka.

68 of 69

Aktivitas perdagangan dengan daerah-daerah kekuasaan dan saudagar-saudagar mancanegara terpusat di Changku dan Bubat.

Kedua pelabuhan utama tersebut didukung banyak pelabuhan lain di kota-kota pesisir yang terhubung ke Jalur Rempah yang sudah terbentuk pada masa-masa sebelumnya: Malaka–Maluku

Kerajaan Majapahit

69 of 69

Sumber gambar:

freepik.com

shutterstock.com

pixabay.com

wikimedia.org