1 of 125

Kebijakan Implementasi

KURIKULUM MERDEKA

PADA MADRASAH

Narasumber :

MUHAMMAD MUHADI, S.Pd, M.Pd

Kantor Kementerian Agama Kab.Pati

Lecture Makhad Aly Ulumul Qur’an

WA 082136661012

2 of 125

Direktur KSKK Madrasah

Sosialisasi dan Bimtek IKM pada Madrasah Tahun 2023

Subdirektorat Kurikulum dan Evaluasi, Direktorat KSKK Madrasah

Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama Republik Indonesia

MADRASAH MANDIRI BERPRESTASI

adalah madrasah yang memiliki kemandirian berfikir, berkreasi, berinovasi dalam mengelola pendidikan, sehingga madrasah dapat mencapai puncak prestasi bidang akademik maupun non akademik

Prof. Dr. Moh. Isom, M.Ag

3 of 125

Profil Lulusan Madrasah

Sosialisasi dan Bimtek IKM pada Madrasah Tahun 2023

Subdirektorat Kurikulum dan Evaluasi, Direktorat KSKK Madrasah

Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama Republik Indonesia

CERDAS, TERAMPIL, MANDIRI

BERAKHLAK

MULIA

SALEH/ SALEHAH

4 of 125

Kementerian Agama mengembangkan Program Diversifikasi Keunggulan Madrasah dalam bentuk:

Sosialisasi dan Bimtek IKM pada Madrasah Tahun 2023

Subdirektorat Kurikulum dan Evaluasi, Direktorat KSKK Madrasah

Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama Republik Indonesia

Madrasah Akademik

MAN Prog. Keagamaan (MAPK) MA Plus Keterampilan Madrasah Riset

5 of 125

Lanjutan…..

Sosialisasi dan Bimtek IKM pada Madrasah Tahun 2023

Subdirektorat Kurikulum dan Evaluasi, Direktorat KSKK Madrasah

Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama Republik Indonesia

  1. Madrasah Akademik adalah madrasah yang mengembangkan

keunggulan di bidang akademik, sains, riset dan teknologi.

  1. MA Program Keagamaan adalah madrasah aliyah yang mengembangkan keunggulan di bidang keahlian kajian keagamaan Islam (tafaqquh fiddin).
  2. MA Plus Keterampilan adalah madrasah aliyah yang mengembangkan keunggulan di bidang vokasi/keterampilan tertentu.
  3. Madrasah Riset adalah madrasah yang mengembangan keunggulan di bidang riset atau penelitian ilmiah.

6 of 125

Sosialisasi dan Bimtek IKM pada Madrasah Tahun 2023

Subdirektorat Kurikulum dan Evaluasi, Direktorat KSKK Madrasah

Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama Republik Indonesia

BAGAIMANA IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA

DI MADRASAH

7 of 125

01

Sosialisasi dan Bimtek IKM pada Madrasah Tahun 2023

Subdirektorat Kurikulum dan Evaluasi, Direktorat KSKK Madrasah

Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama Republik Indonesia

KMA 184 TAHUN 2019

Pedoman Implementasi Kurikulum pada

Madrasah

KMA 792 Tahun 2018

Kurikulum Raudhatul Athfal

03

KMA 183 Tahun 2019 02

Kurikulum PAI dan Bahasa Arab di Madrasah

05

04 KMA 624 TAHUN 2021

Supervisi Pembelajaran pada Madrasah

01

02

04

05

03

Regulasi Kurikulum pada Madrasah

KMA 347 TAHUN 2022 06

Pedoman Implementasi Kurikulum Merdeka

pada Madrasah

8 of 125

SPIRIT KURIKULUM MERDEKA

Penguatan KARAKTER peserta didik melalui kegiatan proyek (P5 PPRA)

Penyederhanaan (materi esensi), sehingga siswa memiliki banyak waktu untuk pengembangan diri

FLEKSIBILITAS

guru dalam mengelola kegiatan pembelajaran, (untuk efektifitas pencapaian tujuan)

Sosialisasi dan Bimtek IKM pada Madrasah Tahun 2023

Subdirektorat Kurikulum dan Evaluasi, Direktorat KSKK Madrasah

Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama Republik Indonesia

Kemerdekaan/Kemandirian/Otonomi Satuan Pendidikan untuk berkreasi, berinovasi dalam mengelola pendidikan (mengembangkan KOM, pembelajaran,

asesmen, dll)

Berpusat pada Peserta Didik memperhatikan keunikan dan beragam potensi peserta didik (bakat, minat, kemampuan, gaya belajar, dll)

9 of 125

Sosialisasi dan Bimtek IKM pada Madrasah Tahun 2023

Subdirektorat Kurikulum dan Evaluasi, Direktorat KSKK Madrasah

Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama Republik Indonesia

9

Pertimbangan

  • Kurikulum Merdeka ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi.
  • Kebijakan implementasi kurikulum merdeka pada madrasah diatur oleh Kementerian Agama, dengan dilakukan adaptasi sesuai dengan;
    1. Pengembangan kekhasan nilai-

nilai madrasah; dan

b. Kebutuhan pembelajaran di madrasah.

10 of 125

Sosialisasi dan Bimtek IKM pada Madrasah Tahun 2023

Subdirektorat Kurikulum dan Evaluasi, Direktorat KSKK Madrasah

Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama Republik Indonesia

1

0

IKM di Madrasah secara bertahap sbb;

  • IKM diterapkan pada RA, MI, MTs, MA dan MAK secara terbatas pada madrasah percontohan/piloting mulai TP 2022/2023.
  • Tahun pertama diterapkan pada peserta didik RA usia 4 sampai 5 tahun, kelas 1 dan 4 MI, kelas 7 MTs dan kelas 10 MA/MAK.
  • Tahun kedua diterapkan pada peserta didik RA usia 5 sampai 6 tahun, kelas 1, 2, 4, dan 5 MI, kelas 7 dan 8 MTs, dan kelas 10 dan 11 MA/MAK.
  • Tahun ketiga diterapkan pada peserta didik

seluruh tingkatan kelas.

Kebijakan Pemberlakuan

IKM di Madrasah

11 of 125

1. Struktur Kurikulum terdiri dari Kelompok Mata Pelajaran

Sosialisasi dan Bimtek IKM pada Madrasah Tahun 2023

Subdirektorat Kurikulum dan Evaluasi, Direktorat KSKK Madrasah

Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama Republik Indonesia

UMUM dan mata pelajaran PILIHAN

  1. Mata pelajaran Umum wajib diikuti oleh seluruh peserta

didik.

  1. Kurikulum mata pelajaran selain PAI dan Bahasa Arab

mengikuti ketentuan dari Kemendikbudristek.

  1. Kurikulum mata pelajaran PAI dan Bahasa Arab

mengikuti ketentuan dari Kementerian Agama

  1. Khusus MA yang ditetapkan sebagai MAN PK dapat

menambahkan mata pelajaran Khas Keagamaan

  1. Khusus MA yang ditetapkan sebagai MA Plus Keterampilan dapat menambahkan pelajaran Keterampilan

STRUKTUR KURIKULUM MA

Madrasah 100% menerapkan kurikulum nasional dari Kemendikbudristek, dengan penambahan Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab sebagai ciri khas madrasah

12 of 125

Capaian Pembelajaran (CP)

Sosialisasi dan Bimtek IKM pada Madrasah Tahun 2023

Subdirektorat Kurikulum dan Evaluasi, Direktorat KSKK Madrasah

Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama Republik Indonesia

  1. Capaian Pembelajaran (CP) mata pelajaran selain PAI dan Bahasa Arab mengikuti ketentuan dari Kemendikbudristek
  2. Capaian Pembelajaran (CP) mata pelajaran PAI dan Bahasa Arab mengikuti ketentuan dari Kementerian Agama.

13 of 125

Sosialisasi dan Bimtek IKM pada Madrasah Tahun 2023

Subdirektorat Kurikulum dan Evaluasi, Direktorat KSKK Madrasah

Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama Republik Indonesia

  1. Madrasah dapat mengatur jam pelajaran setiap mingguan, dua mingguan, tiga mingguan, bulanan atau bahkan secara blok materi, pertimbangannya untuk EFEKTIFITAS PEMBELAJARAN mewujudkan capaian pembelajaran
  2. Madrasah akan lebih fleksibel merencanakan model pembelajaran
  3. Model Pembelajaran dapat konvensional, kolaborasi, terintegrasi, pembelajaran blok, dsb.

JAM PELAJARAN (JP) DIATUR OLEH PUSAT PER- TAHUN BUKAN PERMINGGU

14 of 125

KELAS X MA:

Sosialisasi dan Bimtek IKM pada Madrasah Tahun 2023

Subdirektorat Kurikulum dan Evaluasi, Direktorat KSKK Madrasah

Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama Republik Indonesia

1. Kelas X tidak ada penjurusan

2. Mata pelajaran IPA dan IPS tidak dipisah menjadi mapel yang spesifik. Madrasah dapat mengimplementasikan dengan cara sbb:

a. mengajarkan muatan IPA atau IPS secara terintegrasi;

b. mengajarkan muatan IPA atau IPS secara bergantian

dalam blok waktu yang terpisah; atau

c. mengajarkan muatan IPA atau IPS secara paralel, dengan

JP terpisah seperti mata pelajaran yang berbeda-beda

15 of 125

KELAS XI-XII MA:

Sosialisasi dan Bimtek IKM pada Madrasah Tahun 2023

Subdirektorat Kurikulum dan Evaluasi, Direktorat KSKK Madrasah

Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama Republik Indonesia

  1. Peserta didik memilih kelompok mata pelajaran pilihan sesuai dengan

MINAT, BAKAT dan KEMAMPUAN.

  1. Satuan pendidikan menyediakan minimal 7 jenis mata pelajaran

pilihan, sesuai ketersediaan sumber daya madrasah.

  1. Peserta didik dalam memilih mata pelajaran pilihan

mempertimbangkan beban belajar dan kesiapan madrasah.

perminggu) untuk kelas XI, dan pertahun 640-800

4. Alokasi mata pelajaran pilihan pertahun 720-900 (20-25 JP

(20-25 JP

perminggu) untuk kelas XII.

  1. Alokasi waktu masing-masing mata pelajaran pilihan pertahun 180 (5

JP perminggu).

  1. Mapel PKWU 72 pertahun (2 JP perminggu)

16 of 125

CONTOH

Sosialisasi dan Bimtek IKM pada Madrasah Tahun 2023

Subdirektorat Kurikulum dan Evaluasi, Direktorat KSKK Madrasah

Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama Republik Indonesia

Alokasi 20 JP

Alokasi 22 JP

Alokasi 25 JP

Matematika lanjut

5 JP

Matematika lanjut

5 JP

Geografi

5 JP

Fisika

5 JP

Biologi

5 JP

Sosiologi

5 JP

Kimia

5 JP

Kimia

5 JP

Ekonomi

5 JP

Ekonomi

5 JP

Bahasa Inggris

5 JP

Fisika

5 JP

PKWU

2 JP

Bahasa Inggris

5 JP

Catatan:

Madrasah dapat menentukan alokasi waktu intrakurikuler dengan

mempertimbangkan kebutuhan peserta didik dan ketersediaan/jumlah guru

17 of 125

3 Hal Penting Dalam Pembelajaran

Sosialisasi dan Bimtek IKM pada Madrasah Tahun 2023

Subdirektorat Kurikulum dan Evaluasi, Direktorat KSKK Madrasah

Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama Republik Indonesia

  • Sederhana/simpel

Perencanaan • Mudah dilaksanakan

  • Efektif utk mencapai tujuan

Pembelajaran pembelajaran

  • Bersifat Dinamis
  • Memperhatikan keragaman bakat, minat

Pelaksanaan dan potensi siswa

  • Pembelajaran tidak sekedar menambah

Pembelajaran materi, tetapi lebih ditekankan pada

peningkatan kopetensi siswa

  • Mengukur kompetensi dan kemajuan

belajar siswa

Asesmen/Penilaian Hasil • Mengetahui ketercapaian tujuan

Belajar pembelajaran.

  • Menentukan kenaikan kelas dan kelulusan

18 of 125

Guru punya waktu untuk mengembangkan diri, merenung, mengevaluasi dan melakukan perbaikan pembelajaran berkelanjutan

Sosialisasi dan Bimtek IKM pada Madrasah Tahun 2023

Subdirektorat Kurikulum dan Evaluasi, Direktorat KSKK Madrasah

Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama Republik Indonesia

“Guru diharapkan tidak terjebak pada kesibukan memenuhi administrasi pembelajaran semata, tetapi lebih mengutamakan Kualitas Pembelajaran

19 of 125

APAPUN KURIKULUMNYA

Sosialisasi dan Bimtek IKM pada Madrasah Tahun 2023

Subdirektorat Kurikulum dan Evaluasi, Direktorat KSKK Madrasah

Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama Republik Indonesia

“Madrasah harus berani tampil beda, berkresi dan berinovasi, serta mengoptimalkan potensinya untuk kemajuan madrasah”

20 of 125

Sosialisasi dan Bimtek IKM pada Madrasah Tahun 2023

Subdirektorat Kurikulum dan Evaluasi, Direktorat KSKK Madrasah

Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama Republik Indonesia

“ Jadilah GURU yang BAHAGIA, MERDEKA, dan

MENGINSPIRASI Peserta Didik ”

21 of 125

Pengelolaan Pembelajaran

22 of 125

01

03

Pembelajaran

02 Pelaksanaan

Asesmen/ Penilaian

Perencanaan

Minat, Bakat

CP TP ATP Modul Ajar

  • Ketercapaian TP
  • Berpusat pd PD
  • Mengembangkan nalar kritis
  • Memperhatikan PD
  • Kolaboratif

Mengukur Ketercapaian TP

23 of 125

Apakah perlu perubahan paradigma baru dalam pembelajaran?

24 of 125

PRINSIP PEMBELAJARAN KURIKULUM MERDEKA

25 of 125

PRINSIP

PEMBELAJARAN

Berorientasi pada nilai ibadah

Membangun pembelajar sepanjang hayat

Mendukung pengembangan kompetensi dan karakter secara holistik

Dirancang secara kontekstual dengan melibatkan orang tua dan komunitas sebagai mitra

Berorientasi pada masa depan

Dirancang sesuai karakteristik peserta didik

Pada kelas yang terdapat PDBK, pendidik merancang pembelajaran yang akomodatif, baik dari sisi materi, metode, media/alat, durasi waktu, dan pengelolaan lingkungan belajar

26 of 125

PERANCANGAN PEMBELAJARAN KURIKULUM MERDEKA

27 of 125

Analisis CP

Fase Pondasi

Fase A

Fase B

Fase C

Fase D

Fase E

Fase F

RA

MI

Kelas 1-2

MI

Kelas 3-4

MI

Kelas 5-6

MTS

Kelas 7-9

MA/MAK

Kelas X

MA/MAK

Kelas 11-12

Capaian Pembelajaran

Capaian Pembelajaran (CP) merupakan kompetensi pembelajaran yang harus dicapai peserta didik pada setiap fase, dimulai dari Fase Fondasi pada PAUD. Untuk Pendidikan dasar dan menengah, CP disusun untuk setiap mata pelajaran.”

Pembagian Fase

28 of 125

Komponen Capaian Pembelajaran

Dibuat dalam bentuk matriks.

Setiap elemen dipetakan menurut perkembangan peserta didik

Kompetensi pembelajaran yang

harus dicapai peserta didik pada setiap fase. Dibuat dalam bentuk pernyataan yang disajikan

dalam paragraf yang utuh.

Kemampuan yang perlu dicapai peserta didik setelah mempelajari mata pelajaran tersebut

  • Alasan mempelajari mapel tersebut
  • Keterkaitan antara Mapel dengan salah satu (atau lebih) Profil Pelajar Pancasila

Rasional Mata Pelajaran

Tujuan Mata Pelajaran

Karakteristik Mata Pelajaran

Capaian dalam Setiap Fase Secara Keseluruhan

Capaian dalam Setiap

Fase menurut Elemen

  • Deskripsi umum tentang apa yang dipelajari dalam mata pelajaran
  • Elemen-elemen (strands) atau domain mata pelajaran serta deskripsinya

29 of 125

Arti “Elemen” dalam CP

Elemen sebuah mata pelajaran

mungkin saja sama atau berbeda dengan mata pelajaran lainnya, hal tersebut disesuaikan dengan karakteristik pada masing-masin

Perlu diketahui

Contoh:

  • Dalam CP Matematika terdapat elemen Bilangan, Aljabar, Pengukuran, Geometri, dan Analisis Data dan Peluang
  • Dalam CP IPA terdapat elemen Pemahaman IPA dan Keterampilan Proses
  • Dalam CP Bahasa Indonesia terdapat elemen Menyimak, Membaca dan Memirsa, Berbicara dan Mempresentasikan, Menulis

Setiap CP suatu mata pelajaran memiliki beberapa elemen atau kelompok kompetensi esensial yang berlaku sama untuk semua fase pada mata pelajaran tersebut.

Masing-masing elemen tersebut memiliki capaian per fasenya sendiri yang saling menunjang untuk mencapai pemahaman yang dituju.

Elemen sebuah mata pelajaran mungkin saja sama atau berbeda dengan mata pelajaran lainnya, hal tersebut disesuaikan dengan karakteristik pada masing-masing mata pelajaran.

30 of 125

PENYUSUNAN TP - ATP

Direktorat KSKK Madrasah

Direktorat Jenderal Pendidikan Islam

Kementerian Agama Republik Indonesia

2023

31 of 125

Teknik Perumusan Tujuan Pembelajaran

1

2

Merumuskan Tujuan Pembelajaran secara langsung melalui Capaian Pembelajaran

Merumuskan Tujuan Pembelajaran dengan menganalisis “kompetensi” dan “lingkup materi”pada Capaian Pembelajaran

3

Merumuskan Tujuan Pembelajaran lintas elemen

32 of 125

Kompetensi

kemampuan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang dapat didemonstrasikan oleh peserta didik yang menunjukkan telah berhasil mencapai tujuan pembelajaran.

Merupakan rangkaian tujuan pembelajaran yang tersusun secara sistematis dan logis

menurut urutan dari awal hingga akhir fase.

Tujuan Pembelajaran (TP)

Lingkup materi

ilmu pengetahuan inti atau konsep utama yang perlu dipahami di akhir satu unit pembelajaran

Kriteria Alur Tujuan Pembelajaran

(ATP)

Menggambarkan urutan pengembangan kompetensi yang harus dikuasai secara utuh dalam satu fase.

ATP menggambarkan cakupan dan tahapan pembelajaran yang linear dari awal hingga akhir fase.

ATP menggambarkan cakupan dan tahapan pembelajaran yang menggambarkan tahapan perkembangan kompetensi dalam

satu fase

33 of 125

34 of 125

35 of 125

36 of 125

37 of 125

38 of 125

39 of 125

Contoh CP IPA

Pada akhir fase D, peserta didik mampu melakukan klasifikasi makhluk hidup dan benda berdasarkan karakteristik yang diamati, mengidentifikasi sifat dan karakteristik zat, membedakan perubahan fisik dan kimia serta memisahkan campuran sederhana.

Peserta didik dapat mendeskripsikan atom dan senyawa sebagai unit terkecil penyusun materi serta sel sebagai unit terkecil penyusun makhluk hidup, mengidentifikasi sistem organisasi kehidupan serta melakukan analisis untuk menemukan keterkaitan sistem organ dengan fungsinya serta kelainan atau gangguan yang muncul pada sistem organ tertentu (sistem pencernaan, sistem peredaran darah, sistem pernafasan dan sistem reproduksi). Peserta didik mengidentifikasi interaksi antar makhluk hidup dan lingkungannya, serta dapat merancang upaya-upaya mencegah dan mengatasi pencemaran dan perubahan iklim. Peserta didik mengidentifikasi pewarisan sifat dan penerapan bioteknologi dalam kehidupan sehari-hari.

Peserta didik mampu melakukan pengukuran terhadap aspek fisis yang mereka temui dan memanfaatkan ragam gerak dan gaya (force), memahami hubungan konsep usaha dan energi, mengukur besaran suhu yang diakibatkan oleh energi kalor yang diberikan, sekaligus dapat membedakan isolator dan konduktor kalor.

Peserta didik memahami gerak, gaya dan tekanan, termasuk pesawat sederhana. Peserta didik memahami getaran dan gelombang, pemantulan dan pembiasan cahaya termasuk

alat- alat optik sederhana yang sering dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.

Peserta didik dapat membuat rangkaian listrik sederhana, memahami gejala kemagnetan dan kelistrikan untuk menyelesaikan tantangan atau masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.

Peserta didik mengelaborasikan pemahamannya tentang posisi relatif bumi-bulan-matahari dalam sistem tata surya dan memahami struktur lapisan bumi untuk menjelaskan fenomena alam yang terjadi dalam rangka mitigasi bencana.

Peserta didik mengenal pH sebagai ukuran sifat keasaman suatu zat serta menggunakannya untuk mengelompokkan materi (asam-basa berdasarkan pH nya). Dengan pemahaman ini peserta didik mengenali sifat fisika dan kimia tanah serta hubungannya dengan organisme serta pelestarian lingkungan.

Peserta didik memiliki keteguhan dalam mengambil keputusan yang benar untuk menghindari zat aditif dan adiktif yang membahayakan dirinya dan lingkungan.

Ada dua elemen utama dalam pendidikan IPA yakni pemahaman IPA dan keterampilan proses (inkuiri) untuk menerapkan sains dalam kehidupan sehari-hari. Setiap elemen berlaku untuk empat cakupan konten yaitu makhluk hidup, zat dan sifatnya, energi dan perubahannya, serta bumi dan antariksa.

Capaian Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Fase D

Pemahaman IPA

Capaian Pembelajaran

Elemen CP

CP ditulis dalam paragraf yang utuh dan mudah dipahami sebagai satu kesatuan.

40 of 125

Capaian Pembelajaran

  1. Mengamati

Menggunakan berbagai alat bantu dalam melakukan pengukuran dan pengamatan. Memperhatikan detail yang relevan dari objek yang diamati.

  1. Mempertanyakan dan memprediksi

Secara mandiri, peserta didik dapat mengajukan pertanyaan lebih lanjut untuk memperjelas hasil pengamatan dan membuat prediksi tentang penyelidikan ilmiah.

3. Merencanakan dan melakukan penyelidikan

Peserta didik merencanakan dan melakukan langkah-langkah operasional berdasarkan referensi yang benar untuk menjawab pertanyaan. Dalam penyelidikan, peserta didik menggunakan berbagai jenis variabel untuk membuktikan prediksi.

4. Memproses, menganalisis data dan informasi

Menyajikan data dalam bentuk tabel, grafik, dan model serta menjelaskan hasil pengamatan dan pola atau hubungan pada data secara digital atau non digital. Mengumpulkan data dari penyelidikan yang dilakukannya, menggunakan data sekunder, serta menggunakan pemahaman sains untuk mengidentifikasi hubungan dan menarik kesimpulan berdasarkan bukti ilmiah.

5. Mengevaluasi dan refleksi

Mengevaluasi kesimpulan melalui perbandingan dengan teori yang ada. Menunjukkan kelebihan dan kekurangan proses penyelidikan dan efeknya pada data. Menunjukkan permasalahan pada metodologi.

6. Mengomunikasikan hasil

Mengomunikasikan hasil penyelidikan secara utuh yang ditunjang dengan argumen, bahasa serta konvensi sains yang sesuai konteks penyelidikan. Menunjukkan pola berpikir sistematis sesuai format yang ditentukan.

Capaian Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Fase D SMP/MTs/Paket B

Keterampilan Proses

Elemen CP

CP ditulis dalam paragraf yang utuh dan mudah dipahami sebagai satu kesatuan.

41 of 125

PENYUSUNAN MODUL AJAR

Direktorat KSKK Madrasah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam

Kementerian Agama Republik Indonesia

2023

42 of 125

Pilihan Dokumen Perencanaan Pembelajaran

Dokumen Perencanaan pembelajaran dapat berupa:

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

1

2 Modul Ajar

Apabila pendidik menggunakan modul ajar, maka ia tidak perlu membuat RPP karena komponen- komponen dalam modul ajar meliputi komponen-komponen dalam RPP.

Komponen minimum dalam rencana pelaksanaan pembelajaran

Komponen minimum dalam

modul ajar

  • Tujuan pembelajaran (salah satu dari tujuan dalam alur tujuan pembelajaran)
  • Langkah-langkah atau kegiatan pembelajaran. Biasanya untuk satu atau lebih pertemuan.
  • Asesmen pembelajaran: Rencana asesmen untuk di awal

pembelajaran dan rencana

asesmen di akhir pembelajaran untuk mengecek ketercapaian tujuan pembelajaran

  • Tujuan pembelajaran (salah satu dari tujuan dalam alur tujuan pembelajaran)
  • Langkah-langkah atau kegiatan pembelajaran. Biasanya untuk satu tujuan pembelajaran yang dicapai dalam satu atau lebih pertemuan.
  • Rencana asesmen untuk di awal pembelajaran beserta instrumen dan cara penilaiannya
  • Rencana asesmen di akhir pembelajaran untuk mengecek ketercapaian tujuan pembelajaran beserta instrumen dan cara penilaiannya
  • Media pembelajaran yang digunakan, termasuk misalnya bahan bacaan yang digunakan, lembar kegiatan, video, atau tautan situs web yang perlu dipelajari peserta didik

43 of 125

Komponen Modul Ajar

Direktorat KSKK Madrasah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam

Kementerian Agama Republik Indonesia 2023

44 of 125

PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

45 of 125

Pembelajaran merupakan proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Memperhatikan prinsip- prinsip sbb:

  1. Penguatan pola pembelajaran religius dengan menjadikan nilai-nilai akhlak dan pemahaman yang moderat sebagai inspirasi cara berfikir, cara bersikap dan bertindak pada proses pembelajaran di madrasah
  2. Menerapkan pembelajaran aktif dan pengalaman langsung peserta didik
  3. Berbasis perbedaan individual dengan memperhatikan 4 tipe belajar peserta didik yaitu tipe auditori, visual, kinestetic dan campuran.
  4. Sesuai kebutuhan peserta didik yang beragam, sehingga pembelajaran menyenangkan bermakna bagi peserta didik.
  5. dll

KEGIATAN PEMBELAJARAN DI MADRASAH

46 of 125

Kompetensi

mengingat kembali informasi yang telah dipelajari, termasuk definisi, fakta-fakta, daftar urutan, atau menyebutkan kembali suatu materi yang pernah diajarkan kepadanya.

menjelaskan ide atau konsep seperti menjelaskan suatu konsep menggunakan kalimat sendiri, menginterpretasikan suatu informasi, menyimpulkan, atau membuat parafrasa dari suatu bacaan.

menggunakan konsep, pengetahuan, atau informasi yang telah dipelajarinya pada situasi berbeda dan relevan

kemampuan untuk membuat keputusan, penilaian, mengajukan kritik dan rekomendasi yang sistematis

merangkaikan berbagai

elemen menjadi satu hal baru yang utuh, melalui proses pencarian ide, evaluasi terhadap hal/ide/benda yang ada sehingga

kreasi yang diciptakan menjadi salah satu solusi terhadap masalah yang ada.

(C1)

Mengingat

(C2)

Memahami

(C3) Mengaplikasikan

(C4)

Menganalisis

(C5)

Mengevaluasi

(C6)

Menciptakan

memecah-mecah informasi menjadi beberapa bagian, kemampuan untuk mengeksplorasi hubungan/korelasi atau membandingkan antara dua hal atau lebih, menentukan keterkaitan antar konsep, atau mengorganisasikan beberapa ide dan/atau konsep.

47 of 125

Materi : Setiap pagi berolah raga agar tubuh sehat

Level

Kemampuan

Aktivitas

Pertanyaan

1

Mengingat/menghafal

Membaca berulang-ulang

Setiap pagi berolah raga agar tubuh….

2

Memahami

Siswa mencari sendiri makna perkalimat

Olahraga adalah… Sehat adalah….

3

menerapkan

Siswa mencari jenis olahraga yang sesuai untuk kesehatan

Jelaskan cara olahraga yang dapat menyehatkan tubuh

4

Menganalisis/menalar

Siswa dihadapkan pada kondisi tertentu

Misal: Jika hujan , jika sakit dsb

5

Menilai

Siswa berpendapat terhadap kasus

Apakah orang yang sholat termasuk sudah berolahraga

6

Mengkreasi

Mencari ide/gagasan/design

Buatlah alat olah raga dengan memanfaatkan barang bekas

48 of 125

PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI

Pembelajaran Berdiferensiasi:

Pelaksanaan pembelajaran yang disesuaikan dengan keadaan peserta didik, dengan tetap memberikan hak pendidikan yang sama untuk semua peserta didik sesuai dengan kebutuhan dan perbedaan setiap individu.

DiDirektrektoratoratKKSSKKKKMMadarasadrasahh

DiDirektrektoratoratJeJendnedraleralPPenedniddidikaikannIslamIslam

KKememenetenteriarinanAAgagmamaaRepRepubulibklikInIndodnoensiaesia 20232023

49 of 125

Pembelajaran Berdiferensiasi

Elemen pembelajaran

berdiferensiasi

Keragaman Peserta Didik

Minat

Kesiapan

Belajar

Gaya Belajar

50 of 125

Diferensiasi Pembelajaran

l

Raudhatul Athfa

Diferensiasi Konten

(Materi)

Diferensiasi Proses (Metode/Strategi)

Diferensiasi Produk

Diferensiasi Lingkungan Belajar

Materi pembelajaran disesuaikan dengan kesiapan peserta didik berdasarkan kompleksitasnya.

Misal:

Kompetensi yang akan dicapai yaitu mengurutkan dan membandingkan bilangan bulat terkait dalam keseharian

Pendidik dapat melakukan diferensiasi terhadap

pemahaman konsep bilangan bulat peserta didik di kelas

Proses Pembelajaran disesuaikan dengan kemampuan penerimaan/keterampila n peserta didik.

Misal:

Kompetensi memahami gaya dan tekanan.

Pendidik dapat melakukan diferensiasi berupa:

  • pendampingan pada praktik yang dilakukan peserta didik secara

langsung

  • Modeling-praktik- kerja mandiri-review
  • Memberi pertanyaan pemantik untuk belajar mandiri

Penyesuaian hasil dari kegiatan pembelajaran berdasarkan peminatan peserta didik

Misal:

Menceritakan ulang nilai- nilai luhur yang didapatkan dalam teks narasi (dongeng nusantara)

Pendidik dapat melakukan diferensiasi produk hasil belajar peserta didik berupa:

  • Bahan tayang visual (poster, slide paparan,

dan sejenisnya)

  • Podcast
  • Review berbasis media Audio-visual
  • Pagelaran drama

Diferensiasi lingkungan belajar disesuaikan dengan minat peserta didik.

Misal:

Pada pelajaran Bahasa Inggris Pendidik dapat melakukan diferensiasi lingkungan belajar peserta didik, seperti:

  • Peserta didik yang menyukai teknologi disediakan computer atau tablet untuk membuat infografis, atau mendengarkan rekaman audio
  • Peserta didik yang gemar membaca disediakan

perpustakaan mini dengan buku-buku yang sesuai materi

  • Peserta didik yang menyukai seni, disediakan berbagai media seni untuk menginterpretasikan tulisan dalam bentuk karya seni.

Pendidik dapat mendesain pembelajaran berdiferensiasi meliputi :

51 of 125

Merancang Pembelajaran Kolaboratif Antar Mata Pelajaran

Subdirektorat Kurikulum dan Evaluasi, Direktorat KSKK Madrasah

Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama Republik Indonesia

Pemetaan TP dari beberapa Mapel yang memiliki kesamaan karakteristik

Menentukan Jenis Kegiatan

Menyusun Lembar Kerja berdasarkan TP masing-masing mata pelajaran

52 of 125

MERANCANG PEMBELAJARAN

KOLABORATIF

Langkah:

  1. Menganalisis TP dari beberapa Mapel yang memiliki kesamaan karakteristik
  2. Merancang desain pembelajaran
  3. Menentukan Jenis Kegiatan
  4. Menyusun Lembar Kerja berdasarkan TP masing- masing mata pelajaran
  5. Menyusun Instrumen Penilaian

53 of 125

Merancang Pembelajaran Kontekstual

Subdirektorat Kurikulum dan Evaluasi, Direktorat KSKK Madrasah

Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama Republik Indonesia

X

y

(-X,Y) (X,Y)

(-X,-Y)

(X,-Y)

54 of 125

Pusdiklat Tenaga Teknis pusdiklat_teknis Pusdiklat Tenaga Teknis

Subdirektorat Kurikulum dan Evaluasi, Direktorat KSKK Madrasah

Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama Republik Indonesia

55 of 125

PROJEK PROFIL PELAJAR PANCASILA DAN PELAJAR RAHMATAN LILALAMIN

56 of 125

Mengapa P5PPRA…?

  1. Pendekatan berbasis masalah, kebutuhan di warga, adaptif lokal- global
  2. Kekhasan PPRA : prinsip2 sikap dan cara pandang dalam mengamalkan agama yang moderat. P5 & PPRA terintegrasi mewujudkan lulusan madrasah yang moderat (tawasutt) dan bertekad mewujudkan kedamaian, kebahagian dan keselamatan dunia-akhirat

57 of 125

TUJUAN MEMAHAMI…

  1. P5PPRA BAIK KONSEP & BEST PRACTICE ADAPTIF DINAMIS
  2. ELEMEN, NILAI, DESAIN IMPLEMENTASI & PENYUSUNAN MODUL AJAR
  3. PENGELOLAAN & ASESMEN P5PPRA

58 of 125

59 of 125

60 of 125

  • TERINTEGRASI PROSES IMPLEMENTASI (BERIRINGAN)

FOKUS ASESMEN MASING- MASING

MTsN 6 Malang-Abhikarsya_Sutirjo

61 of 125

  • TERINTEGRASI PROSES IMPLEMENTASI (BERIRINGAN)

FOKUS ASESMEN MASING- MASING

62 of 125

MTsN 6 Malang-Abhikarsya_Sutirjo

63 of 125

64 of 125

65 of 125

66 of 125

MTsN 6 Malang-Abhikarsya_Sutirjo

67 of 125

68 of 125

Alokasi waktu P5PPRA

alokasi

MTsN 6 Malang-Abhikarsya_Sutirjo

69 of 125

Tahapan Pelaksanaan P5PPRA

I

70 of 125

MTsN 6 Malang-Abhikarsya_Sutirjo

TIME LINE

REALISASI P5PPRA BERDIFERENSIASI ADAPTIF LOKAL

71 of 125

TIME LINE

REALISASI P5PPRA BERDIFERENSIASI ADAPTIF LOKAL – MAN 1 KOTA MALANG

72 of 125

Best Practice

P5PPRA BerDiferensiasi Adaptif Lokal

DiNAMIS iNSPIRATIF BerAKHLAK

MAN 1 Kota Malang

73 of 125

MTsN 6 Malang-Abhikarsya_Sutirjo

74 of 125

Project Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5)

Profil Pelajar Rahmatan Lil Alamin

(P2RA)

BANGUNLAH JIWA DAN RAGANYA

FASE D

RAHMI YULIANTI

MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI 6 MALANG

75 of 125

IBU-IBU KAMPUNG BERDAYA SISWA BELAJAR BAHAGIA INDONESIA MAJU SEJAHTERA

(1000 Pot Destinasi untuk Ibu)

76 of 125

Dimensi Profil Pelajar Pancasila

Elemen

Subelemen

Beriman, Bertakwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berahlak Mulia

akhlak kepada manusia; Akhlak kepada Alam

Berempati kepada orang lain

Bergotong royong

  • Kolaborasi
  • Kepedulian
  • Berbagi
  • Kerja sama, Komunikasi
  • Tanggap terhadap lingkungan Sosial
  • Membiasakan untuk berbagi kepada orang-orang di sekitar

Kreatif

Menghasilkan karya dan tindakan yang orisinal

77 of 125

Nilai-nilai Rahmatan Lil Alamin

Nilai Rahmatan Lil Alamin Karakter

Berkeadaban (Ta’addub) Peduli sosial

Toleransi (Tasāmuh) Kolaboratif

Dinamis dan inovatif (Tathawwur wa Ibtikâr) Kreatif

Kaji:

Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.” (QS. Al Isra ayat 23).

BERBUAT BAIKLAH KEPADA ORANG TUA BERBUAT BAIKLAH KEPADA IBUMU

78 of 125

Latar Belakang, Tujuan, dan Target Pencapaian Project

79 of 125

MTsN 6 Malang berada di Dusun Blobo, Desa Sukoraharjo. Kondisi alam Desa Sukoraharjo cocok digunakan untuk pertanian. Mayoritas penduduk bertani. Di kanan kiri madrasah terdapat areal persawahan yang ditanami tebu dan padi. Ada juga kebun warga yang ditanami pisang, ketela pohon, pohon sengon, dll. Di areal belakang madrasah terdapat Sungai Brantas yang di kanan kirinya ditumbuhi tanaman dan bunga liar.

Profil orang tua peserta didik, utamanya ibu, mayoritas sebagai ibu rumah tangga. Jika ada

yang bekerja tak banyak yang berkarier di sektor formal.

Setelah melakukan project ini diharapkan peserta didik:

  • Kepedulian terhadap seorang ibu lebih meningkat
  • Mengekspresikan perasaan dalam berbagai bentuk
  • Menangkap peluang kreativitas dari sumber daya lingkungan terdekat

Project ini bertujuan untuk mengembangkan karakter peduli peserta didik terhadap sesama, utamanya kepada seorang ibu.

Karakter peduli tersebut

disinergikan dengan kemampuan berpikir kreatif yang diwujudkan dengan berbuat, berkarya, dan berubah bersama berkolaborasi dengan sumber daya yang ada di lingkungan sekitar peserta didik.

80 of 125

Bahasa Indonesia

Seni Budaya

Prakarya

Pendidikan Pancasila

IPA

INOVASI:

Dalam upaya mendorong siswa untuk berkerya, berbuat, dan berubah guru melakukan kolaborasi antar guru mata pelajaranyang terdiri dari Bahasa Indonesia, Seni Budaya, Prakarya, Pendidikan Pancasila, dan IPA untuk membuat projek kolaborasi. Aksi nyata tersebut dilaksanakan melalui kegiatan Peringatan Hari Ibu. Dalam kegiatan ini peserta didik akan mambagikan 1000 Pot Destinasi untuk ibunya dan ibu- ibu lain di Dusun Blobo sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.

Iakidah Akhlak

81 of 125

TAHAPAN PROJECT

1000 Pot Destinasi Ibu-ibu

82 of 125

ORIENTASI

  • Akhlak kepada sesama
  • Akhlak kepada lingkungan

DO

  • Narasi Cinta untuk Ibu
  • Kreasi karya memanfaatkan alam sebagai sinergi lokal

SHARE

Berbagi 1000 pot destinasi kepada ibu-ibu Dusun Blobo

CHECK

Kolaborasi-ricek-hasil dengan kawan

PLAN

  • Observasi potensi Dusun Blobo
  • Wawancara Tokoh
  • Perbuatan baik kepada ibu
  • Literasi Jenis Tanaman

83 of 125

KEGIATAN 1

ORIENTASI:

Akhlak kepada Sesama (Orang Tua=ibu)

dan kepada lingkungan

Alokasi Waktu: 4 jam pelajaran

Alat/Media: Artikel dari media massa/buku/jurnal

ilmiah, LCD projector

Jenis Kegiatan: Terbimbing di dalam kelas

Pendahuluan

Guru mengawali diskusi dengan peserta didik melalui beberapa stimulus diantaranya:

  • Peristiwa/kejadian apa yang terbaru yang menjadikan peserta didik berkonflik dengan orang tua (ibu)
  • Peristiwa/kejadian apa yang terbaru yang menjadikan peserta didik mendapat apresiasi bangga-bahagia dari orang tua (ibu)

Inti

  • Peserta didik membaca artikel bertopik Akhlak kepada Sesama (Ibu)

dan Akhlak kepada lingkungan

  • Peserta didik berdiskusi, tanya jawab terkait isi bacaan

Penutup

  • Peserta didik didampingi guru membuat simpulan tentang Akhlak kepada Sesama (Ibu) dan kepada lingkungan
  • Guru menyampaikan rancangan tugas pertemuan berikutnya (sosiodrama)

84 of 125

Pendahuluan

Guru mengawali diskusi dengan peserta didik melalui tayangan video bertopik Akhlak kepada Sesama (Ibu) dan Akhlak kepada lingkungan

KEGIATAN 2

SOSIODRAMA:

Akhlak kepada Sesama (Orang Tua=ibu)

dan kepada

lingkungan

Alokasi Waktu: 4 jam pelajaran

Alat/Media:

Naskah Sosiodrama

Jenis Kegiatan: Terbimbing di dalam kelas

Inti

  • Secara kolaboratif peserta didik membuat naskah sosiodrama terkait topik
  • Peserta didik menampilkan sosiodrama di depan kelas
  • Secara bergiliran peserta didik memberikan apresiasi kepada kelompok yang tampil

Penutup

  • Peserta didik didampingi guru membuat simpulan tentang Akhlak kepada Sesama (Ibu) dan kepada lingkungan
  • Guru menyampaikan rancangan pertemuan berikutnya

85 of 125

Pendahuluan

KEGIATAN 3

PLAN:

Observasi dan Wawancara

Alokasi Waktu: 2 jam pelajaran

Alat/Media: Panduan observasi dan wawancara

Jenis Kegiatan: Terbimbing di dalam kelas

Guru memfasilitasi peserta didik membentuk kelompok

Guru menjelaskan tujuan kegiatan yakni peserta didik merancang kegiatan observasi dan wawancara

Inti

  • Secara kolaboratif peserta didik membuat panduan observasi dan wawancara
  • Secara bergiliran peserta didik mempresentasikan rancangan yang dibuat dan saling memberikan masukan terkait rancangan panduan observasi dan wawancara

Penutup

  • Peserta didik didampingi guru membuat simpulan tentang panduan observasi dan wawancara
  • Guru menyampaikan rancangan pertemuan berikutnya

86 of 125

KEGIATAN 4

PLAN:

Observasi dan Wawancara

Alokasi Waktu: 4 jam pelajaran

Alat/Media: Panduan observasi dan wawancara

Jenis Kegiatan: Terbimbing di luar kelas

Pendahuluan

Guru menjelaskan tujuan kegiatan yakni peserta didik melakukan kegiatan observasi dan wawancara

Inti

  • Secara kolaboratif peserta didik melakukan observasi dan wawancara

Penutup

  • Guru menyampaikan rancangan pertemuan berikutnya

87 of 125

KEGIATAN 5

PLAN:

Literasi Jenis Tanaman dan Perbuatan Baik kepada Ibu

Alokasi Waktu: 4 jam pelajaran

Alat/Media:

Hasil observasi dan wawancara

Jenis Kegiatan: Terbimbing di dalam kelas

Pendahuluan

Guru mengarahkan peserta didik untuk membahas temuan observasi dan wawancara

Guru mengarahkan peserta didik untuk berliterasi terkait jenis tanaman dan kepedulian kepada ibu

Inti

  • Secara kolaboratif peserta didik menganalisis hasil observasi dan wawancara
  • Peserta didik melakukan penelusuran informasi (melalui media digital berbantuan internet) tentang jenis-jenis tanaman, manfaat tanaman, bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekitar, dan hal-hal yang disukai oleh seorang ibu
  • Secara bergiliran peserta didik mempresentasikan temuan dan saling memberikan masukan terkait temuan

Penutup

  • Peserta didik didampingi guru membuat simpulan jenis tanaman dan hal yang disukai seorang ibu terkait tanaman
  • Guru menyampaikan rancangan pertemuan berikutnya

88 of 125

Pendahuluan

Guru menjelaskan kepada peserta didik target/tujuan kegiatan

KEGIATAN 6

DO:

Narasi Cinta untuk Ibu Kreasi karya memanfaatkan alam sebagai sinergi lokal

Alokasi Waktu: 10 jam pelajaran

Alat/Media:

Hasil observasi dan wawancara

Jenis Kegiatan: Terbimbing di dalam dan di luar kelas

Inti

  • Peserta didik membuat narasi cinta untuk ibu
  • Peserta didik membuat pot destinasi untuk ibu dengan memanfaatkan alam sebagai sinergi lokal (menghias pot dengan memanfaatkan pelapah daun pisang, daun-daun kering, daun dan bunga tebu, dll)
  • Peserta didik menanam bunga terpilih dalam pot yang telah dihias

Penutup

  • Peserta didik diarahkan oleh guru untuk menuntaskan narasicinta dan pot terpilih
  • Guru menyampaikan rancangan pertemuan berikutnya

89 of 125

KEGIATAN 7

CHECK:

Narasi Cinta untuk Ibu Pot Destinasi

(Gladi)

Alokasi Waktu: 8 jam pelajaran

Alat/Media:

Narasi Cinta untuk Ibu Pot Destinasi

Jenis Kegiatan: Terbimbing di luar kelas

Pendahuluan

Guru menjelaskan kepada peserta didik target/tujuan kegiatan

Inti

  • Peserta didik berlatih menyampaikan narasi cinta untuk ibu secara lisan
  • Peserta didik berlatih menyerahkan pot destinasi untuk ibu-ibu Dusun Blobo
  • Peserta didik merefleksi hasil

Penutup

  • Peserta didik diarahkan oleh guru berdasarkan temuan gladi
  • Guru menyampaikan rancangan pertemuan berikutnya

90 of 125

KEGIATAN 8

SHARE:

1000 Pot Destinasi untuk Ibu

Alokasi Waktu: 8 jam pelajaran

Alat/Media:

Narasi Cinta untuk Ibu

Pot Destinasi

Jenis Kegiatan: Terbimbing di luar kelas

Pendahuluan

Guru menjelaskan kepada peserta didik target/tujuan kegiatan

Inti

  • Peserta didik menyampaikan narasi cinta untuk ibu secara lisan
  • Peserta didik menyerahkan 1000 pot destinasi untuk ibu-ibu Dusun Blobo

Penutup

  • Peserta didik melakukan refleksi (wawancara) terhadap kawan, ibunya, atau ibu-ibu di Kampung Blobo perihal kegiatan yang

telah dilakukan

91 of 125

ASESMEN

Kategori

Mulai Berkembang

Sudah Berkembang

Mahir

Perencanaan

Masih berupa curah pendapat dan

ide-ide aksi yang belum beraturan

Perencanaan memiliki tujuan yang

jelas

Perencanaan yang jjelas: tujuan

dan lini masa yang realistis

Keterkaitan

dengan Tema

Ada sedikit keterkaitan antara

karya dengan tema

Ada keterkaitan antara karya dengan

tema

Karya menunjukkan pemahaman

yang dalam mengenai tema

Pelaksanaan

Peserta didik melaksanakan

aktivitas-aktivitas secara sporadis

Peserta didik mengidentifikasi satu

jalur untuk menjalankan rencana.. Mereka dapat melaksanakan proses runtut dan meminta bantuan pada pihak-pihak yang sesuai

Peserta didik mengidentifikasi satu

jalur untuk

Menjalankan rencana. Mereka dapat melaksanakan rencana dengan proses yang terkoordinasi

Ketepatan

Sasaran

Masih dalam tahapan identifikasi

faktor yang menyebabkan permasalahan dan akibat yang ditimbulkan

Solusi/aksi yang ditawarkan berupa

ide yang masih di permukaan permasalahan dan/atau kurang realistis

Solusi/aksi yang ditawarkan

menyasar faktorfaktor yang terkait dengan permasalahan dan memberikan dampak positif sementara

Kreativitas

Terlihat sedikit orisinalitas dan

kreativitas karya

Terlihat jelas orisinalitas dan

kreativitas karya

Tingkat orisinalitas dan kreativitas

sangat tinggi (menghasilkan karya yang unik)

92 of 125

PENGANTAR

93 of 125

Benang merah Pembelajaran

Seleksi

PTN

AKM &

AKMI

Kur. 13 & Kurikulum MerdekA

PISA

Pembelajaran Berbasis Literasi

Kualitas atau kemampuan melek huruf/aksara, meliputi kemampuan membaca dan menulis. Makna literasi juga mencakup melek visual yang artinya "kemampuan untuk mengenali dan memahami ide-ide yang disampaikan secara visual (adegan, video, gambar, bidik ruang)”.

Literasi dalam bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, serta penalaran matematik

Pendidikan Karaker

94 of 125

Contoh : Asesmen PISA – Numerasi

Waktu Dekomposisi

Setiap material sampah akan mengalami penguraian. Material sampah dapat berupa sampah organik dan sampah anorganik. Waktu yang diperluka untuk mengurai sempurna disebut waktu dekomposisi. Berikut waktu dekomposisi berdasarkan jenis material sampah

Pertanyaan 1.

Sampah anorganik lebih lama terurai dibandingkan dengan sampah organik. Waktu dekomposisi popok sekali pakai lebih lama dari plastik, namun kurang dari kulit sintetis. Berapa waktu dekomposisi yang mungkin dari popok sekali pakai?

  1. 100 tahun
  2. 250 tahun
  3. 375 tahun
  4. 475 tahun
  5. 575 tahun

Pertanyaan 2.

Seorang siswa membaca tabel dan diagram di atas. Ia menyatakan selisih waktu dekomposisi pada diagram A sama dengan diagram B. Pernyataan tersebut

dikoreksi oleh gurunya. Manakah koreksi yang benar dari guru tersebut?

  1. Perhatikan jenis material sampah di kedua diagram!
  2. Perhatikan satuan unit waktu dekomposisi!
  3. Perhatikan tinggi diagram batang setiap jenis material sampah!
  4. Perhatikan titik nol dari sumbu diagram!

95 of 125

Contoh : Asesmen PISA – Numerasi

Tiang bendera disangga oleh tiga tali yang sama panjang tidak mudah jatuh. setiap tali dikaitkan setinggi 3 meter pada tiang bendera dan dikaitkan pada tiang bendera dan dikaitkan pada pasak A, B dan C sejauh 1,5 meter dari tiang. P

Berapakah panjang minimal tali yang dibutuhkan untuk menyangga tiang bendera ?

  1. 9 meter
  2. 15 meter
  3. 11 meter
  4. 12 meter
  • Bersifat inspiratif
  • Realita yang dapat dilakukan dalam berkegiatan

HARUS TERLATIH

96 of 125

BAGAIMANA MENYIKAPI ASESMEN BERBASIS LITERASI PADA PEMBELAJARAN

97 of 125

Inspirasi 1

Literasi – Keterampilan Berpikir 🡪 Studi Lapangan ke Pantai untuk SISWA

Persiapan :

Kondisi apa yang harus dicermati di medan studi lapangan yang dituju?

Apakah sudah tersedia lembar kerja dari guru?

Apa saja perlengkapan yang harus dibawa ?

Berapa rupiah anggaran yang harus disiapkan?

Siapakah yang menjadi teman kerja kelompok?

Keterampilan berpikir:

Apa saja dan bagaimana menata perleng-

kapan pribadi dan praktik agar efisien?

Bagaimana mengemas bahan cair agar tidak tumpah di perjalanan?

Apakah perlu mempelajari teknik penggu-

naaan alat sebelu berangkat?

Apakah perlu uniform khusus selama praktik di lapangan?

Jika hujan, maka perlu rencana B, apa yang dapat direncanakan saat hujan?

Kompetensi : Penguasaan emosi, materi, observasi, data pengamatan, analisis, simpulan,

mengkomunikasiikan.

Goal:

Melaporkan hasil kegiatan Bahagia & senang

Terlatih – pembiasaan

Semua terencana

98 of 125

Inspirasi 2

Siswa dimotivasi menelaah fenomena yang terjadi

Siswa dilatih membuat pertanyaan “Mengapa”;

“Bagaimana”

Siswa dilatih mengajukan gagasan/ide, menulis, menganalisis, menyimpulkan

Literasi – Pembiasaan PEKA terhadap fenomena yang terjadi di dunia.

Pembiasaan PEKA terhadap realita lingkungan: fenomena, kejadian-kejadian, ketergantungan.

99 of 125

Literasi mendekatkan fenomena sekitar ke ruang belajar

Sosiologi

Biologi

Literasi Membaca

Literasi Matematika

Literasi sains

Literasi Sosial Budaya

KONTEKSTUAL KEKINIAN.

KONTEKSTUAL KEKINIAN.

Literasi Digital

Literasi Finansial

Pasar Modern

100 of 125

Bidikan Penguatan LITERASI

Literasi

Pembiasaan

Dikenalkan sejak dini

Mengenal fenomena nyata

Kuat membaca Kuat bernalar

Siswa aktif eksplorasi mandiri

Dukungan all mata pelajaran

Belajar ber-INKUIRI

Pengalaman Belajar

Perubahan

101 of 125

Yuk, Cermati antara Literasi dan Inkuiri ...

Pemantauan pemahaman teks (siswa merekam pemahamannya sebelum, ketika, dan setelah membaca).

Penggunaan berbagai moda selama pembelajaran (literasi multimoda)

Instruksi yang jelas dan eksplisit.

Pemanfaatan alat bantu seperti pengatur grafis dan

daftar cek.

Respon terhadap berbagai jenis pertanyaan.

Melatih membuat pertanyaan atau bertanya-tanya (mengajak berpikir dari data)

Analisis, sintesis, dan evaluasi teks (berpikir tingkat tinggi)

Mengkomunikasikan, meringkas isi teks, membuat simpulan

Pendekatan inkuiri dapat bersifat konstruktivistik. Subyek belajar, dibebaskan untuk menciptakan makna dan pengertian baru ber- dasarkan interaksi antara apa yang telah dimiliki, diketahui, dipercayai, dengan fenomena, ide, atau informasi baru yang dipelajari.

Kreatifitas guru dalam mengem-

bangkan pembelajaran C4 Kolaborasi

Komunikasi Kreatifitas Berpikir Kritis

Pemilihan Metode pembelajaran disesuaikan dengan tingkat kemahiran siswa dominan

102 of 125

Kapan menerapkan literasi ?

Materi Esensi

IPS

PAI

Bahasa

IPA

Seni

Pend.

Pancasila

Matematika

Mulok

Stimulasi integrasi – kreatif – Inkuiri – berliterasi

Tujuan

Pembelajaran

Mengenalkan fenomena, kejadian, saling ketergantungan

103 of 125

Yuk, kita berliterasi dalam konsep pembelajaran.

104 of 125

INKUIRI

Discovery

PBL

PjBL

Model Pembelajaran yang disyaratkan adalah

Berhasilkah

?

Pembelajaran ...?

Apapun Kurikulumnya ....

105 of 125

Ada apa dengan Metode Pembelajaran ?

Aku REKAM

data, aturan, deskrips, kalsifikasi, grafik, gambar

Aku TEMUKAN

Observasi, ketelitian, ukuran, tafsiran

Aku PIKIR

Logika, hubungan, bahasan, analilis, alternatif, jawaban

Aku REFLEKSI

Perbaikan, berpikir ulang, improvisasi, simpulan

Belajar Ber- INKUIRI

Metode INKUIRI

Siap aktif ...

Berani bertanya

Bertanya-tanya

Siap menjawab pertanyaan

Berani membuat gagasan Selalu mencari jawaban positif

Siap melakukan sesuatu

Berani bereksperimen Membuat dan mengolah data

Menganalisis dengan jeli dan tajam Menyusun simpulan bermakna Mengasah logika dan berpikir terampil

Siap berkomunikasi

Berani mengajukan pendapat Bertutur kata sopan dan tegas

106 of 125

Yuk, kita ajak anak peka terhadap lingkungan ...

Apakah mayarakat di sepanjang aliran sungai dan pantai terganggu?

Sudah terpikirkan, kah?

Limbah cair deterjen yang digunakan dalam jumlah besar, maka

menaikkan pH air

menimbulkan busa dan menutupi permukaan, menghalangi sinar matahari masuk, dan menghambat proses fotosintesis air.

Cek ricek !

Berapa jumlah manusia yang mencuci menggunakan deterjen?

Ke mana deterjen mengalir ?

Sampai sejauh manakah mengalirnya ?

Bagaimana nasib lingkungannya?

Apakah deterjen mempengaruhi kematian ikan dalam jumah besar ?

Mencuci menggunakan deterjen.

107 of 125

Contoh : Pemilihan Konstruksi Pembelajaran

Seorang guru sosiologi sedang merencanakan kegiatan pem- belajaran topik Perilaku Keteraturan Hidup di masyarakat.

Topik tersebut penting untuk diajarkan dan harus bersifat kontekstual.

Guru tersebut memiliki target agar siswa sadar dan terlibat aktif dalam usaha pengendalian norma kehidupan di masya- rakat. Gambaran tersebut memiliki tujuan dua area besar, yaitu pengetahuan dasar dan sikap kehidupan.

Kedua area bertujuan berbeda, maka perlu mempertim- bangkan beberapa alternatif yang dinilai cocok untuk mencapai tujuan.

Untuk memahamkan siswa tentang keteraturan hidup yang diihubungkan dengan nilai dan norma yang berlaku di mayarakat. Guru mempertimbangkan menugaskan membaca buku dan sumber lainnya.

Untuk membuat sisa sadar dan terlibat dalam memberikan contoh peran nilai dan norma, maka siswa harus mendapat pengalaman nyata agar dapat langsung merasakan kemungkinan penyimpangan yang terjadi. Harapannya siswa mau bertindak baik secara individual untuk ikut serta terlibat menyadarkan penitngnya keteraturan hidup.

Struktur dalam siswa

Tahapan model

Struktur dalam guru

Memikirkan situasi yang dialami

Pengalaman nyata

Menyajikan pengalaman yang menuntut berpikir

Mengaitkan pengalaman yang telah dimiliki dengan situasi yang ada

Observasi reflekstif

Membantu siswa memaknai situasu dengan pengalaman yang telah dimiliki

Membangun konsep

Konseptual-

isasi

Membantu siswa mengidentifikasi pelajaran yang dipetik

Mengimplementasikan konsep yang baru dipelajari dalam konteks baru

Eksperimentasi

Menyajikan konteks baru untuk mengimplementasikan konsep yang baru

108 of 125

Kegiatan Ekstrakurikuler sebagai pendukung

Kegiatan Pramuka bertujuan memben- tuk watak dan kepribadian anak bangsa. Gerakan pramuka atau kepanduan, dirumuskan oleh pendirinya sebagai wadah meningkatkan karakter anak- anak dan remaja, serta melatih mereka agar bertanggung jawab dan mandiri saat telah dewasa nanti.

Apa saja strategi yang dapat diterapkan agar tujuan tercapai?

TUJUAN

Pimpinan

Guru

Pengu- rus

Program

Pelak- sanaan

Evaluasi

109 of 125

Bagaimana peranan GURU?

Guru harus MULAI membiasakan bentuk- bentuk soal LITERASI dalam keseharian proses penilaian.

LEBIH PENTING

Proses pembelajarannya harus mampu menghantarkan siswa dapat menjawab berbagai bentuk soal bersifat KONTEKSTUAL KEKINIAN.

Siswa terbiasa menyelaraskan keilmuan di ruang kelas melalui fenomena alam sekitar, fenomena sosial, kejadian-kejadian, saling ketergantungan, selanjutnya merefleksikan dan membuat gagasan gagasan mandiri.

Kondisi ini dapat didukung melalui tugas-tugas untuk siswa berupa proyek

dan portofolio juga perlu ditingkatkan.

110 of 125

111 of 125

Mata Pelajaran : BIOLOGI Kelas : X

Menganalisis komponen-komponen ekosistem dan interaksi antar komponen tersebut

GOAL

Mudah

Sedang

Keterampilan Tingkat Tinggi

112 of 125

Motivasi Pembiasaan Praktik Baik

Menurut Anda, apa perbedaan pembiasaan antri di Negara Jepang dan Indonesia?

Bagaimana menanamkan perilaku antri agar tertib dan rapi?

Coba analisis, mengapa di negara kita masih banyak yang belum menyadari pentingnya antri?

Pembiasaan Antri

Antri di stasiun Kereta JEPANG

tribunnews.com

Antri di stasiun Kereta INDONESIA

Mengapa Guru di Negara Maju Lebih Khawatir Jika Muridnya Tidak Bisa Mengantri Ketimbang Tidak Bisa Matematika?

113 of 125

Motivasi Pembiasaan Praktik Baik

Pembiasaan Membuang Sampah

niadilova.wordpress.com/2016/04/02/ pengelolaan-sampah-di-belanda/

https://binus.ac.id/knowledge/2019

Menurut Anda, mengapa permasalahan sampah di Indonesia belum tuntas?

Hitung berapa banyak sampah yang dibuang setiap hari secara pribadi!

Mengapa kita harus buang sampah pada tempatnya?

114 of 125

Merangsang Proses Berpikir

Menurut Anda, apakah tsunami merugikan bagi lingkungan dan manusia?

Tsunami

Coba analisis lanjut, kemungkinan kejadian positif dari peristiwa tsumani!

115 of 125

Potret Revolusi Pembelajaran dan Pertanyaan menuju LITERASI

50 + 25 =

....

Petani A memanen 50 butir jeruk sedangkan petani B memanen 25 butir jeruk.

Berapakah jumlah seluruh jeruk yang dipanen?

Ali menggunakan kalkulator untuk menjumlahkan 50+25, namun ia salah memencet angka 25

menjadi 35.

Apakah yang harus dilakukan untuk mendapatkan hasil penjumlahan yang seharusnya?.

Badu menggunakan kalkulator miliknya untuk menjumlahkan angka 50+25. Tetapi

tombol 5 pada kalkulator Badu rusak.

Bilangan apa sajakah yang dapat diigunakan Badu untuk memperoleh hasil yang sama dengan 50+25?

Badu menggunakan kalkulator miliknya untuk menjumlahkan angka 50+25. Tetapi tombol 5 pada kalkulator Badu rusak. Badu bermaksud meminjam kalkulator ke Ali. Ali mengatakan bahwa Badu tetap dapat menggunakan kalkulator rusak miliknya.

Apakah Ali benar?

Jelaskan alasanmua

Pengetahuan dasar matematika

Penerapan Pengetahuan Problematik sederhana Problematik kompleks

Matematika Dasar sampai kompleks

Sumber informasi : buku pelajaran/referensi Sumber informasi : mencari jawaban mandiri

116 of 125

Revolusi Problematik Konten menuju LITERASI

Apakah yang dimaksud rantai makanan ?

Ali mengamati ekosistem yang ditanami padi mulai menguning, dan sejumlah burung beterbangan, belalang, dan tikus di area tersebut.

Susunlah rantai makanannya!

Ali mengamati pertum- buhan populasi padi di satu area. Ali bertanya kepada petani dan diperoleh jawaban, dalam satu hektar ditanam 1000 benih padi.

Secara sengaja di antaranya ditanam Azolla, namun seringkali dijumpai gulma. Di sawah selalu dijumpai cacing tanah, burung pipit, burung prenjak, elang, ular, tikus, katak dan belalang

Susunlah jaring-jaring makanannya.

Badu menyampaikan bahwa di area sawah desa Muara, seringkali dijumpai ular di sawah yang memangsa hewan-hewan di sawah.

Selain itu, beberapa petani memelihara burung hantu.

Ali bertanya apakah terdapat gulma, burung pipit, elang, tikus, katak, dan belalang.

Badu menjawab “Ya”.

Mengapa petani memelihara burung hantu?

Apakah kehadiran ular di sawah memiliki peran penting?

Ali sedih ternyata, dijumpai area sawah yang produktivitas padinya rendah. Setelah diteliti, ternyata populasi tikus sangat tinggi.

Badu menyampaikan, bahwa terjadi perburuan besar-besaran terhadap ular pemakan tikus.

Selain itu, banyak petani kehilangan burung hantu yang dilepas. Kondisi ini yang menyebabkan padi rendah produktivitas.

Menurut Anda, apakah yang disampaikan Badu tersebut tepat?

Apakah ada hubungan rasio antara luas sawah dan tikus, sehingga sawah rusak?

Pengetahuan dasar rantai makanan

Penerapan Pengetahuan Problematik sederhana Problematik kompleks

Ada apa dengan Rantai Makanan – Jaring-jaring makanan ?

Sumber informasi : buku pelajaran/referensi Sumber informasi : mencari jawaban mandiri

117 of 125

02

Kompetensi dalam rumpun konten penguasaan pembelajaran harus diimbangi dengan pengetahuan pedagogik seperti model, pende- katan, strategi, dan metode pembelajaran sesuai materi pelajaran.

Teknologi, Pengetahuan konten, dan pengetahuan pedagogik harus dipadukan dalam pembelajaran untuk berliterasi dalam menciptakan pengetahuan baru model Technology, Pedagogy, And Content Knowledge (TPACK)

Perencanaan Strategi Pembelajaran

  • Ultimatum pembelajaran berbasis Literasi

01

  • Aspek penting : keterampilan ber- pikir, komunikasi, kolaborasi, dan kelancaran TIK
  • Pembelajaran BUKAN sekedar transfer pengetahuan, tetapi mengkonstruksi pengetahuan baru

03

04

  • Guru dibekali keterampilan mengembangkan model pembela- jaran
  • Siswa belajar memetik inspirasi dari kegiatan pembelajaran

05

Koehler, et al. (2014): TPACK digunakan sebagai solusi kreatif dalam mengembangkan pembelajaran

Mairisiska et al. (2014): menyatakan bahwa TPACK merupakan suatu integrasi antara teknologi, materi, dan pedagogik yang berinteraksi satu sama lain untuk menghasilkan pembelajaran berbasis TIK.

118 of 125

Yuk, kita cermati Konstruksi Soal berbasis LITERASI.

119 of 125

Contoh indikator dan instrumen

Perubahan

lingkungan

Polutan

Disajikan kasus pencemaran di lingkungan yang diakibatkan polutan udara.

Peserta didik dapat menganalis proses yang terjadi dalam lingkungan yang tercemar.

Untuk stimulus , penekanan konteks KKO

Proses yang terjadi adalah ….

Menyalakan mesin motor dalam ruang tertutup sangat berbahaya, karena menimbulkan buangan gas hasil pembakaran karbon tidak sempurna yang berbahaya bagi sistem fisiologis manusia dan menyebabkan kematian.

Dasar pertanyaan

A. karbondioksida menimbulkan alergi pada sistem pernafasan

B. karbonmonoksida mengganggu sistem pengangkutan oksigen

  1. karbonmonoksida memacu kerja jantung lebih cepat
  2. asam karbonat menimbulkan iritasi pada kulit
  3. asam karbonat mengganggu pandangan mata

Stimulus

Pilihan jawaban (option)

120 of 125

Syarat Pertanyaan terkait STIMULUS

Kriteria soal kritis

Problem solving dari dunia nyata

Menggunakan informasi untuk menyelesaikan masalah

Menelaah ide dan informasi secara kritis

Mencari kaitan dari berbagai informasi yang berbeda-beda;

Memproses dan menerapkan informasi

Transfer satu konsep ke konsep lainnya

Penyakit Virus Ebola

Penyakit virus Ebola (PVE) atau disebut juga Penyakit demam berdarah Ebola (DBE) disebabkan oleh virus Ebola. Pertama kali ditemukan di Afrika tahun 1976. Awalnya Ebola menginfeksi permukaan pembuluh darah hewan mamalia, seperti kelelawar, monyet, dan simpanse kemudian menular ke manusia melalui darah hewan yang terkontaminasi virus. Penularan virus dari manusia ke manusia menyebar karena adanya kontak fisik dengan pasien Ebola. Masuknya darah, air liur, keringat, muntah, ASI, tinja penderita Ebola melalui luka pada kulit, mulut, ataupun rongga hidung dapat menyebabkan seseorang menderita penyakit ini. Penularan juga bisa melalui benda yang terkontaminasi virus Ebola.

Seseorang yang terkena virus Ebola dapat mengalami penda- rahan hebat yang dapat berakibat kehilangan nyawa. Gejala yang ditimbulkan berupa demam, menggigil mirip dengan penyakit malaria sehingga sulit diprediksi. Riwayat perjalanan penderita yang diperkirakan terinfeksi virus Ebola harus diketahui apakah sebelumnya orang tersebut pernah mengunjungi negara atau daerah yang terjangkit wabah ini. Tenaga kesehatan ataupun keluarga yang merawat pasien penyakit Ebola harus terlatih dan memahami penanganan juga kontaminasi Ebola dengan baik. Memakai masker, sarung tangan, dan pakaian pelindung tubuh yang lengkap. Tahun 2014 -2016 Ebola menjadi wabah yang sangat berbahaya di Afrika.

Wabah ini juga menyebar ke Amerika Serikat. Tahun 2021 kasus Ebola kembali ditemukan di Afrika seperti di Pantai Gading dan Kongo.

121 of 125

Contoh Soal LITERASI MEMBACA

122 of 125

Contoh Soal LITERASI SOSIAL BUDAYA

Sumber : https://mas-alahrom.my.id/kurikulum/latihan-soal-literasi-akm-asesmen- kompetensi-minimum

123 of 125

Prinsip Pembelajaran

Orientasi pada keterampilan berpikir sampai HOTS.

Peran guru lebih kepada fasilitator, BUKAN

informan

Guru banyak melakukan stimulasi pertanyaan Mendorong memunculkan pemikiran orisinil siswa

Belajar adalah proses yang dapat menghantarkan perubahan hakiki pada perkembangan siswa.

Belajar di jenjang MA lebih mengutamakan proses untuk menggali kemampuan siswa, BUKAN menghantarkan siswa menjadi ahli dan serba bisa

Ajarkan anak didik untuk berani bertanya.

124 of 125

Target berliterasi Abad 21

Berbagi

Peduli - menolong

Menghormati

Tertib dan disiplin

https://surabayaonline.co/

Literasi BUKAN SEKEDAR

mengajarkan KEILMUAN, tetapi literasi menumbuhkan KESADARAN dari keilmuan yang telah dimiliki.

Literasi BUKAN SEKEDAR

pengujian dalam BENTUK SOAL, tetapi literasi mengembangkan KARAKTER BAIK yang

menjadi tantangan dalam pembelajaran

125 of 125