Kebijakan Implementasi
KURIKULUM MERDEKA
PADA MADRASAH
Narasumber :
MUHAMMAD MUHADI, S.Pd, M.Pd
Kantor Kementerian Agama Kab.Pati
Lecture Makhad Aly Ulumul Qur’an
WA 082136661012
Direktur KSKK Madrasah
Sosialisasi dan Bimtek IKM pada Madrasah Tahun 2023
Subdirektorat Kurikulum dan Evaluasi, Direktorat KSKK Madrasah
Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama Republik Indonesia
MADRASAH MANDIRI BERPRESTASI
adalah madrasah yang memiliki kemandirian berfikir, berkreasi, berinovasi dalam mengelola pendidikan, sehingga madrasah dapat mencapai puncak prestasi bidang akademik maupun non akademik
Prof. Dr. Moh. Isom, M.Ag
Profil Lulusan Madrasah
Sosialisasi dan Bimtek IKM pada Madrasah Tahun 2023
Subdirektorat Kurikulum dan Evaluasi, Direktorat KSKK Madrasah
Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama Republik Indonesia
CERDAS, TERAMPIL, MANDIRI
BERAKHLAK
MULIA
SALEH/ SALEHAH
Kementerian Agama mengembangkan Program Diversifikasi Keunggulan Madrasah dalam bentuk:
Sosialisasi dan Bimtek IKM pada Madrasah Tahun 2023
Subdirektorat Kurikulum dan Evaluasi, Direktorat KSKK Madrasah
Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama Republik Indonesia
Madrasah Akademik
MAN Prog. Keagamaan (MAPK) MA Plus Keterampilan Madrasah Riset
Lanjutan…..
Sosialisasi dan Bimtek IKM pada Madrasah Tahun 2023
Subdirektorat Kurikulum dan Evaluasi, Direktorat KSKK Madrasah
Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama Republik Indonesia
keunggulan di bidang akademik, sains, riset dan teknologi.
Sosialisasi dan Bimtek IKM pada Madrasah Tahun 2023
Subdirektorat Kurikulum dan Evaluasi, Direktorat KSKK Madrasah
Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama Republik Indonesia
BAGAIMANA IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA
DI MADRASAH
01
Sosialisasi dan Bimtek IKM pada Madrasah Tahun 2023
Subdirektorat Kurikulum dan Evaluasi, Direktorat KSKK Madrasah
Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama Republik Indonesia
KMA 184 TAHUN 2019
Pedoman Implementasi Kurikulum pada
Madrasah
KMA 792 Tahun 2018
Kurikulum Raudhatul Athfal
03
KMA 183 Tahun 2019 02
Kurikulum PAI dan Bahasa Arab di Madrasah
05
04 KMA 624 TAHUN 2021
Supervisi Pembelajaran pada Madrasah
01
02
04
05
03
Regulasi Kurikulum pada Madrasah
KMA 347 TAHUN 2022 06
Pedoman Implementasi Kurikulum Merdeka
pada Madrasah
SPIRIT KURIKULUM MERDEKA
Penguatan KARAKTER peserta didik melalui kegiatan proyek (P5 PPRA)
Penyederhanaan (materi esensi), sehingga siswa memiliki banyak waktu untuk pengembangan diri
FLEKSIBILITAS
guru dalam mengelola kegiatan pembelajaran, (untuk efektifitas pencapaian tujuan)
Sosialisasi dan Bimtek IKM pada Madrasah Tahun 2023
Subdirektorat Kurikulum dan Evaluasi, Direktorat KSKK Madrasah
Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama Republik Indonesia
Kemerdekaan/Kemandirian/Otonomi Satuan Pendidikan untuk berkreasi, berinovasi dalam mengelola pendidikan (mengembangkan KOM, pembelajaran,
asesmen, dll)
Berpusat pada Peserta Didik memperhatikan keunikan dan beragam potensi peserta didik (bakat, minat, kemampuan, gaya belajar, dll)
Sosialisasi dan Bimtek IKM pada Madrasah Tahun 2023
Subdirektorat Kurikulum dan Evaluasi, Direktorat KSKK Madrasah
Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama Republik Indonesia
| | | | |
9
Pertimbangan
nilai madrasah; dan
b. Kebutuhan pembelajaran di madrasah.
Sosialisasi dan Bimtek IKM pada Madrasah Tahun 2023
Subdirektorat Kurikulum dan Evaluasi, Direktorat KSKK Madrasah
Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama Republik Indonesia
| | | | |
1
0
IKM di Madrasah secara bertahap sbb;
seluruh tingkatan kelas.
Kebijakan Pemberlakuan
IKM di Madrasah
1. Struktur Kurikulum terdiri dari Kelompok Mata Pelajaran
Sosialisasi dan Bimtek IKM pada Madrasah Tahun 2023
Subdirektorat Kurikulum dan Evaluasi, Direktorat KSKK Madrasah
Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama Republik Indonesia
UMUM dan mata pelajaran PILIHAN
didik.
mengikuti ketentuan dari Kemendikbudristek.
mengikuti ketentuan dari Kementerian Agama
menambahkan mata pelajaran Khas Keagamaan
STRUKTUR KURIKULUM MA
Madrasah 100% menerapkan kurikulum nasional dari Kemendikbudristek, dengan penambahan Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab sebagai ciri khas madrasah
Capaian Pembelajaran (CP)
Sosialisasi dan Bimtek IKM pada Madrasah Tahun 2023
Subdirektorat Kurikulum dan Evaluasi, Direktorat KSKK Madrasah
Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama Republik Indonesia
Sosialisasi dan Bimtek IKM pada Madrasah Tahun 2023
Subdirektorat Kurikulum dan Evaluasi, Direktorat KSKK Madrasah
Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama Republik Indonesia
JAM PELAJARAN (JP) DIATUR OLEH PUSAT PER- TAHUN BUKAN PERMINGGU
KELAS X MA:
Sosialisasi dan Bimtek IKM pada Madrasah Tahun 2023
Subdirektorat Kurikulum dan Evaluasi, Direktorat KSKK Madrasah
Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama Republik Indonesia
1. Kelas X tidak ada penjurusan
2. Mata pelajaran IPA dan IPS tidak dipisah menjadi mapel yang spesifik. Madrasah dapat mengimplementasikan dengan cara sbb:
a. mengajarkan muatan IPA atau IPS secara terintegrasi;
b. mengajarkan muatan IPA atau IPS secara bergantian
dalam blok waktu yang terpisah; atau
c. mengajarkan muatan IPA atau IPS secara paralel, dengan
JP terpisah seperti mata pelajaran yang berbeda-beda
KELAS XI-XII MA:
Sosialisasi dan Bimtek IKM pada Madrasah Tahun 2023
Subdirektorat Kurikulum dan Evaluasi, Direktorat KSKK Madrasah
Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama Republik Indonesia
MINAT, BAKAT dan KEMAMPUAN.
pilihan, sesuai ketersediaan sumber daya madrasah.
mempertimbangkan beban belajar dan kesiapan madrasah.
perminggu) untuk kelas XI, dan pertahun 640-800
4. Alokasi mata pelajaran pilihan pertahun 720-900 (20-25 JP
(20-25 JP
perminggu) untuk kelas XII.
JP perminggu).
CONTOH
Sosialisasi dan Bimtek IKM pada Madrasah Tahun 2023
Subdirektorat Kurikulum dan Evaluasi, Direktorat KSKK Madrasah
Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama Republik Indonesia
Alokasi 20 JP | Alokasi 22 JP | Alokasi 25 JP | |||
Matematika lanjut | 5 JP | Matematika lanjut | 5 JP | Geografi | 5 JP |
Fisika | 5 JP | Biologi | 5 JP | Sosiologi | 5 JP |
Kimia | 5 JP | Kimia | 5 JP | Ekonomi | 5 JP |
Ekonomi | 5 JP | Bahasa Inggris | 5 JP | Fisika | 5 JP |
| PKWU | 2 JP | Bahasa Inggris | 5 JP | |
Catatan:
Madrasah dapat menentukan alokasi waktu intrakurikuler dengan
mempertimbangkan kebutuhan peserta didik dan ketersediaan/jumlah guru
3 Hal Penting Dalam Pembelajaran
Sosialisasi dan Bimtek IKM pada Madrasah Tahun 2023
Subdirektorat Kurikulum dan Evaluasi, Direktorat KSKK Madrasah
Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama Republik Indonesia
Perencanaan • Mudah dilaksanakan
Pembelajaran pembelajaran
|
Pelaksanaan dan potensi siswa
Pembelajaran materi, tetapi lebih ditekankan pada peningkatan kopetensi siswa |
belajar siswa Asesmen/Penilaian Hasil • Mengetahui ketercapaian tujuan Belajar pembelajaran.
|
|
|
Guru punya waktu untuk mengembangkan diri, merenung, mengevaluasi dan melakukan perbaikan pembelajaran berkelanjutan
Sosialisasi dan Bimtek IKM pada Madrasah Tahun 2023
Subdirektorat Kurikulum dan Evaluasi, Direktorat KSKK Madrasah
Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama Republik Indonesia
“Guru diharapkan tidak terjebak pada kesibukan memenuhi administrasi pembelajaran semata, tetapi lebih mengutamakan Kualitas Pembelajaran”
APAPUN KURIKULUMNYA
Sosialisasi dan Bimtek IKM pada Madrasah Tahun 2023
Subdirektorat Kurikulum dan Evaluasi, Direktorat KSKK Madrasah
Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama Republik Indonesia
“Madrasah harus berani tampil beda, berkresi dan berinovasi, serta mengoptimalkan potensinya untuk kemajuan madrasah”
Sosialisasi dan Bimtek IKM pada Madrasah Tahun 2023
Subdirektorat Kurikulum dan Evaluasi, Direktorat KSKK Madrasah
Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama Republik Indonesia
“ Jadilah GURU yang BAHAGIA, MERDEKA, dan
MENGINSPIRASI Peserta Didik ”
Pengelolaan Pembelajaran
01
03
Pembelajaran
02 Pelaksanaan
Asesmen/ Penilaian
Perencanaan
Minat, Bakat
CP TP ATP Modul Ajar
Mengukur Ketercapaian TP
Apakah perlu perubahan paradigma baru dalam pembelajaran?
PRINSIP PEMBELAJARAN KURIKULUM MERDEKA
PRINSIP
PEMBELAJARAN
Berorientasi pada nilai ibadah
Membangun pembelajar sepanjang hayat
Mendukung pengembangan kompetensi dan karakter secara holistik
Dirancang secara kontekstual dengan melibatkan orang tua dan komunitas sebagai mitra
Berorientasi pada masa depan
Dirancang sesuai karakteristik peserta didik
Pada kelas yang terdapat PDBK, pendidik merancang pembelajaran yang akomodatif, baik dari sisi materi, metode, media/alat, durasi waktu, dan pengelolaan lingkungan belajar
PERANCANGAN PEMBELAJARAN KURIKULUM MERDEKA
Analisis CP
Fase Pondasi | Fase A | Fase B | Fase C | Fase D | Fase E | Fase F |
RA | MI Kelas 1-2 | MI Kelas 3-4 | MI Kelas 5-6 | MTS Kelas 7-9 | MA/MAK Kelas X | MA/MAK Kelas 11-12 |
| Capaian Pembelajaran |
| |
“Capaian Pembelajaran (CP) merupakan kompetensi pembelajaran yang harus dicapai peserta didik pada setiap fase, dimulai dari Fase Fondasi pada PAUD. Untuk Pendidikan dasar dan menengah, CP disusun untuk setiap mata pelajaran.” | |
Pembagian Fase
Komponen Capaian Pembelajaran
Dibuat dalam bentuk matriks.
Setiap elemen dipetakan menurut perkembangan peserta didik
Kompetensi pembelajaran yang
harus dicapai peserta didik pada setiap fase. Dibuat dalam bentuk pernyataan yang disajikan
dalam paragraf yang utuh.
Kemampuan yang perlu dicapai peserta didik setelah mempelajari mata pelajaran tersebut
Rasional Mata Pelajaran
Tujuan Mata Pelajaran
Karakteristik Mata Pelajaran
Capaian dalam Setiap Fase Secara Keseluruhan
Capaian dalam Setiap
Fase menurut Elemen
Arti “Elemen” dalam CP
Elemen sebuah mata pelajaran
mungkin saja sama atau berbeda dengan mata pelajaran lainnya, hal tersebut disesuaikan dengan karakteristik pada masing-masin
Perlu diketahui
Contoh:
Setiap CP suatu mata pelajaran memiliki beberapa elemen atau kelompok kompetensi esensial yang berlaku sama untuk semua fase pada mata pelajaran tersebut.
Masing-masing elemen tersebut memiliki capaian per fasenya sendiri yang saling menunjang untuk mencapai pemahaman yang dituju.
Elemen sebuah mata pelajaran mungkin saja sama atau berbeda dengan mata pelajaran lainnya, hal tersebut disesuaikan dengan karakteristik pada masing-masing mata pelajaran.
PENYUSUNAN TP - ATP
Direktorat KSKK Madrasah
Direktorat Jenderal Pendidikan Islam
Kementerian Agama Republik Indonesia
2023
Teknik Perumusan Tujuan Pembelajaran
1
2
Merumuskan Tujuan Pembelajaran secara langsung melalui Capaian Pembelajaran
Merumuskan Tujuan Pembelajaran dengan menganalisis “kompetensi” dan “lingkup materi”pada Capaian Pembelajaran
3
Merumuskan Tujuan Pembelajaran lintas elemen
Kompetensi
kemampuan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang dapat didemonstrasikan oleh peserta didik yang menunjukkan telah berhasil mencapai tujuan pembelajaran.
Merupakan rangkaian tujuan pembelajaran yang tersusun secara sistematis dan logis
menurut urutan dari awal hingga akhir fase.
Tujuan Pembelajaran (TP)
Lingkup materi
ilmu pengetahuan inti atau konsep utama yang perlu dipahami di akhir satu unit pembelajaran
Kriteria Alur Tujuan Pembelajaran
(ATP)
Menggambarkan urutan pengembangan kompetensi yang harus dikuasai secara utuh dalam satu fase.
ATP menggambarkan cakupan dan tahapan pembelajaran yang linear dari awal hingga akhir fase.
ATP menggambarkan cakupan dan tahapan pembelajaran yang menggambarkan tahapan perkembangan kompetensi dalam
satu fase
Contoh CP IPA
Pada akhir fase D, peserta didik mampu melakukan klasifikasi makhluk hidup dan benda berdasarkan karakteristik yang diamati, mengidentifikasi sifat dan karakteristik zat, membedakan perubahan fisik dan kimia serta memisahkan campuran sederhana.
Peserta didik dapat mendeskripsikan atom dan senyawa sebagai unit terkecil penyusun materi serta sel sebagai unit terkecil penyusun makhluk hidup, mengidentifikasi sistem organisasi kehidupan serta melakukan analisis untuk menemukan keterkaitan sistem organ dengan fungsinya serta kelainan atau gangguan yang muncul pada sistem organ tertentu (sistem pencernaan, sistem peredaran darah, sistem pernafasan dan sistem reproduksi). Peserta didik mengidentifikasi interaksi antar makhluk hidup dan lingkungannya, serta dapat merancang upaya-upaya mencegah dan mengatasi pencemaran dan perubahan iklim. Peserta didik mengidentifikasi pewarisan sifat dan penerapan bioteknologi dalam kehidupan sehari-hari.
Peserta didik mampu melakukan pengukuran terhadap aspek fisis yang mereka temui dan memanfaatkan ragam gerak dan gaya (force), memahami hubungan konsep usaha dan energi, mengukur besaran suhu yang diakibatkan oleh energi kalor yang diberikan, sekaligus dapat membedakan isolator dan konduktor kalor.
Peserta didik memahami gerak, gaya dan tekanan, termasuk pesawat sederhana. Peserta didik memahami getaran dan gelombang, pemantulan dan pembiasan cahaya termasuk
alat- alat optik sederhana yang sering dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.
Peserta didik dapat membuat rangkaian listrik sederhana, memahami gejala kemagnetan dan kelistrikan untuk menyelesaikan tantangan atau masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.
Peserta didik mengelaborasikan pemahamannya tentang posisi relatif bumi-bulan-matahari dalam sistem tata surya dan memahami struktur lapisan bumi untuk menjelaskan fenomena alam yang terjadi dalam rangka mitigasi bencana.
Peserta didik mengenal pH sebagai ukuran sifat keasaman suatu zat serta menggunakannya untuk mengelompokkan materi (asam-basa berdasarkan pH nya). Dengan pemahaman ini peserta didik mengenali sifat fisika dan kimia tanah serta hubungannya dengan organisme serta pelestarian lingkungan.
Peserta didik memiliki keteguhan dalam mengambil keputusan yang benar untuk menghindari zat aditif dan adiktif yang membahayakan dirinya dan lingkungan.
Ada dua elemen utama dalam pendidikan IPA yakni pemahaman IPA dan keterampilan proses (inkuiri) untuk menerapkan sains dalam kehidupan sehari-hari. Setiap elemen berlaku untuk empat cakupan konten yaitu makhluk hidup, zat dan sifatnya, energi dan perubahannya, serta bumi dan antariksa.
Capaian Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Fase D
Pemahaman IPA
Capaian Pembelajaran
Elemen CP
CP ditulis dalam paragraf yang utuh dan mudah dipahami sebagai satu kesatuan.
Capaian Pembelajaran
Menggunakan berbagai alat bantu dalam melakukan pengukuran dan pengamatan. Memperhatikan detail yang relevan dari objek yang diamati.
Secara mandiri, peserta didik dapat mengajukan pertanyaan lebih lanjut untuk memperjelas hasil pengamatan dan membuat prediksi tentang penyelidikan ilmiah.
3. Merencanakan dan melakukan penyelidikan
Peserta didik merencanakan dan melakukan langkah-langkah operasional berdasarkan referensi yang benar untuk menjawab pertanyaan. Dalam penyelidikan, peserta didik menggunakan berbagai jenis variabel untuk membuktikan prediksi.
4. Memproses, menganalisis data dan informasi
Menyajikan data dalam bentuk tabel, grafik, dan model serta menjelaskan hasil pengamatan dan pola atau hubungan pada data secara digital atau non digital. Mengumpulkan data dari penyelidikan yang dilakukannya, menggunakan data sekunder, serta menggunakan pemahaman sains untuk mengidentifikasi hubungan dan menarik kesimpulan berdasarkan bukti ilmiah.
5. Mengevaluasi dan refleksi
Mengevaluasi kesimpulan melalui perbandingan dengan teori yang ada. Menunjukkan kelebihan dan kekurangan proses penyelidikan dan efeknya pada data. Menunjukkan permasalahan pada metodologi.
6. Mengomunikasikan hasil
Mengomunikasikan hasil penyelidikan secara utuh yang ditunjang dengan argumen, bahasa serta konvensi sains yang sesuai konteks penyelidikan. Menunjukkan pola berpikir sistematis sesuai format yang ditentukan.
Capaian Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Fase D SMP/MTs/Paket B
Keterampilan Proses
Elemen CP
CP ditulis dalam paragraf yang utuh dan mudah dipahami sebagai satu kesatuan.
PENYUSUNAN MODUL AJAR
Direktorat KSKK Madrasah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam
Kementerian Agama Republik Indonesia
2023
Pilihan Dokumen Perencanaan Pembelajaran
Dokumen Perencanaan pembelajaran dapat berupa:
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
1
2 Modul Ajar
Apabila pendidik menggunakan modul ajar, maka ia tidak perlu membuat RPP karena komponen- komponen dalam modul ajar meliputi komponen-komponen dalam RPP.
Komponen minimum dalam rencana pelaksanaan pembelajaran
Komponen minimum dalam
modul ajar
pembelajaran dan rencana
asesmen di akhir pembelajaran untuk mengecek ketercapaian tujuan pembelajaran
Komponen Modul Ajar
Direktorat KSKK Madrasah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam
Kementerian Agama Republik Indonesia 2023
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Pembelajaran merupakan proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Memperhatikan prinsip- prinsip sbb:
KEGIATAN PEMBELAJARAN DI MADRASAH
Kompetensi
mengingat kembali informasi yang telah dipelajari, termasuk definisi, fakta-fakta, daftar urutan, atau menyebutkan kembali suatu materi yang pernah diajarkan kepadanya.
menjelaskan ide atau konsep seperti menjelaskan suatu konsep menggunakan kalimat sendiri, menginterpretasikan suatu informasi, menyimpulkan, atau membuat parafrasa dari suatu bacaan.
menggunakan konsep, pengetahuan, atau informasi yang telah dipelajarinya pada situasi berbeda dan relevan
kemampuan untuk membuat keputusan, penilaian, mengajukan kritik dan rekomendasi yang sistematis
merangkaikan berbagai
elemen menjadi satu hal baru yang utuh, melalui proses pencarian ide, evaluasi terhadap hal/ide/benda yang ada sehingga
kreasi yang diciptakan menjadi salah satu solusi terhadap masalah yang ada.
(C1)
Mengingat
(C2)
Memahami
(C3) Mengaplikasikan
(C4)
Menganalisis
(C5)
Mengevaluasi
(C6)
Menciptakan
memecah-mecah informasi menjadi beberapa bagian, kemampuan untuk mengeksplorasi hubungan/korelasi atau membandingkan antara dua hal atau lebih, menentukan keterkaitan antar konsep, atau mengorganisasikan beberapa ide dan/atau konsep.
Materi : Setiap pagi berolah raga agar tubuh sehat
Level | Kemampuan | Aktivitas | Pertanyaan |
1 | Mengingat/menghafal | Membaca berulang-ulang | Setiap pagi berolah raga agar tubuh…. |
2 | Memahami | Siswa mencari sendiri makna perkalimat | Olahraga adalah… Sehat adalah…. |
3 | menerapkan | Siswa mencari jenis olahraga yang sesuai untuk kesehatan | Jelaskan cara olahraga yang dapat menyehatkan tubuh |
4 | Menganalisis/menalar | Siswa dihadapkan pada kondisi tertentu | Misal: Jika hujan , jika sakit dsb |
5 | Menilai | Siswa berpendapat terhadap kasus | Apakah orang yang sholat termasuk sudah berolahraga |
6 | Mengkreasi | Mencari ide/gagasan/design | Buatlah alat olah raga dengan memanfaatkan barang bekas |
PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI
Pembelajaran Berdiferensiasi:
Pelaksanaan pembelajaran yang disesuaikan dengan keadaan peserta didik, dengan tetap memberikan hak pendidikan yang sama untuk semua peserta didik sesuai dengan kebutuhan dan perbedaan setiap individu.
DiDirektrektoratoratKKSSKKKKMMadarasadrasahh
DiDirektrektoratoratJeJendnedraleralPPenedniddidikaikannIslamIslam
KKememenetenteriarinanAAgagmamaaRepRepubulibklikInIndodnoensiaesia 20232023
Pembelajaran Berdiferensiasi
Elemen pembelajaran
berdiferensiasi
Keragaman Peserta Didik
Minat
Kesiapan
Belajar
Gaya Belajar
Diferensiasi Pembelajaran
l
Raudhatul Athfa
Diferensiasi Konten
(Materi)
Diferensiasi Proses (Metode/Strategi)
Diferensiasi Produk
Diferensiasi Lingkungan Belajar
Materi pembelajaran disesuaikan dengan kesiapan peserta didik berdasarkan kompleksitasnya.
Misal:
Kompetensi yang akan dicapai yaitu mengurutkan dan membandingkan bilangan bulat terkait dalam keseharian
Pendidik dapat melakukan diferensiasi terhadap
pemahaman konsep bilangan bulat peserta didik di kelas
Proses Pembelajaran disesuaikan dengan kemampuan penerimaan/keterampila n peserta didik.
Misal:
Kompetensi memahami gaya dan tekanan.
Pendidik dapat melakukan diferensiasi berupa:
langsung
Penyesuaian hasil dari kegiatan pembelajaran berdasarkan peminatan peserta didik
Misal:
Menceritakan ulang nilai- nilai luhur yang didapatkan dalam teks narasi (dongeng nusantara)
Pendidik dapat melakukan diferensiasi produk hasil belajar peserta didik berupa:
dan sejenisnya)
Diferensiasi lingkungan belajar disesuaikan dengan minat peserta didik.
Misal:
Pada pelajaran Bahasa Inggris Pendidik dapat melakukan diferensiasi lingkungan belajar peserta didik, seperti:
perpustakaan mini dengan buku-buku yang sesuai materi
Pendidik dapat mendesain pembelajaran berdiferensiasi meliputi :
Merancang Pembelajaran Kolaboratif Antar Mata Pelajaran
Subdirektorat Kurikulum dan Evaluasi, Direktorat KSKK Madrasah
Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama Republik Indonesia
Pemetaan TP dari beberapa Mapel yang memiliki kesamaan karakteristik
Menentukan Jenis Kegiatan
Menyusun Lembar Kerja berdasarkan TP masing-masing mata pelajaran
MERANCANG PEMBELAJARAN
KOLABORATIF
Langkah:
Merancang Pembelajaran Kontekstual
Subdirektorat Kurikulum dan Evaluasi, Direktorat KSKK Madrasah
Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama Republik Indonesia
X
y
(-X,Y) (X,Y)
(-X,-Y)
(X,-Y)
Pusdiklat Tenaga Teknis pusdiklat_teknis Pusdiklat Tenaga Teknis
Subdirektorat Kurikulum dan Evaluasi, Direktorat KSKK Madrasah
Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama Republik Indonesia
PROJEK PROFIL PELAJAR PANCASILA DAN PELAJAR RAHMATAN LILALAMIN
Mengapa P5PPRA…?
TUJUAN MEMAHAMI…
FOKUS ASESMEN MASING- MASING
MTsN 6 Malang-Abhikarsya_Sutirjo
FOKUS ASESMEN MASING- MASING
MTsN 6 Malang-Abhikarsya_Sutirjo
MTsN 6 Malang-Abhikarsya_Sutirjo
Alokasi waktu P5PPRA
alokasi
MTsN 6 Malang-Abhikarsya_Sutirjo
Tahapan Pelaksanaan P5PPRA
I
MTsN 6 Malang-Abhikarsya_Sutirjo
TIME LINE
REALISASI P5PPRA BERDIFERENSIASI ADAPTIF LOKAL
TIME LINE
REALISASI P5PPRA BERDIFERENSIASI ADAPTIF LOKAL – MAN 1 KOTA MALANG
Best Practice
P5PPRA BerDiferensiasi Adaptif Lokal
DiNAMIS iNSPIRATIF BerAKHLAK
MAN 1 Kota Malang
MTsN 6 Malang-Abhikarsya_Sutirjo
Project Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5)
Profil Pelajar Rahmatan Lil Alamin
(P2RA)
BANGUNLAH JIWA DAN RAGANYA
FASE D
RAHMI YULIANTI
MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI 6 MALANG
IBU-IBU KAMPUNG BERDAYA SISWA BELAJAR BAHAGIA INDONESIA MAJU SEJAHTERA
(1000 Pot Destinasi untuk Ibu)
Dimensi Profil Pelajar Pancasila | Elemen | Subelemen |
Beriman, Bertakwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berahlak Mulia | akhlak kepada manusia; Akhlak kepada Alam | Berempati kepada orang lain |
Bergotong royong |
|
|
Kreatif | Menghasilkan karya dan tindakan yang orisinal | |
Nilai-nilai Rahmatan Lil Alamin
Nilai Rahmatan Lil Alamin Karakter
Berkeadaban (Ta’addub) Peduli sosial
Toleransi (Tasāmuh) Kolaboratif
Dinamis dan inovatif (Tathawwur wa Ibtikâr) Kreatif
Kaji:
“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.” (QS. Al Isra ayat 23).
BERBUAT BAIKLAH KEPADA ORANG TUA BERBUAT BAIKLAH KEPADA IBUMU
Latar Belakang, Tujuan, dan Target Pencapaian Project
MTsN 6 Malang berada di Dusun Blobo, Desa Sukoraharjo. Kondisi alam Desa Sukoraharjo cocok digunakan untuk pertanian. Mayoritas penduduk bertani. Di kanan kiri madrasah terdapat areal persawahan yang ditanami tebu dan padi. Ada juga kebun warga yang ditanami pisang, ketela pohon, pohon sengon, dll. Di areal belakang madrasah terdapat Sungai Brantas yang di kanan kirinya ditumbuhi tanaman dan bunga liar.
Profil orang tua peserta didik, utamanya ibu, mayoritas sebagai ibu rumah tangga. Jika ada
yang bekerja tak banyak yang berkarier di sektor formal.
Setelah melakukan project ini diharapkan peserta didik:
Project ini bertujuan untuk mengembangkan karakter peduli peserta didik terhadap sesama, utamanya kepada seorang ibu.
Karakter peduli tersebut
disinergikan dengan kemampuan berpikir kreatif yang diwujudkan dengan berbuat, berkarya, dan berubah bersama berkolaborasi dengan sumber daya yang ada di lingkungan sekitar peserta didik.
Bahasa Indonesia
Seni Budaya
Prakarya
Pendidikan Pancasila
IPA
INOVASI:
Dalam upaya mendorong siswa untuk berkerya, berbuat, dan berubah guru melakukan kolaborasi antar guru mata pelajaranyang terdiri dari Bahasa Indonesia, Seni Budaya, Prakarya, Pendidikan Pancasila, dan IPA untuk membuat projek kolaborasi. Aksi nyata tersebut dilaksanakan melalui kegiatan Peringatan Hari Ibu. Dalam kegiatan ini peserta didik akan mambagikan 1000 Pot Destinasi untuk ibunya dan ibu- ibu lain di Dusun Blobo sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.
Iakidah Akhlak
TAHAPAN PROJECT
1000 Pot Destinasi Ibu-ibu
ORIENTASI
DO
SHARE
Berbagi 1000 pot destinasi kepada ibu-ibu Dusun Blobo
CHECK
Kolaborasi-ricek-hasil dengan kawan
PLAN | |
|
|
KEGIATAN 1
ORIENTASI:
Akhlak kepada Sesama (Orang Tua=ibu)
dan kepada lingkungan
Alokasi Waktu: 4 jam pelajaran
Alat/Media: Artikel dari media massa/buku/jurnal
ilmiah, LCD projector
Jenis Kegiatan: Terbimbing di dalam kelas
Pendahuluan
Guru mengawali diskusi dengan peserta didik melalui beberapa stimulus diantaranya:
Inti
dan Akhlak kepada lingkungan
Penutup
Pendahuluan
Guru mengawali diskusi dengan peserta didik melalui tayangan video bertopik Akhlak kepada Sesama (Ibu) dan Akhlak kepada lingkungan
KEGIATAN 2
SOSIODRAMA:
Akhlak kepada Sesama (Orang Tua=ibu)
dan kepada
lingkungan
Alokasi Waktu: 4 jam pelajaran
Alat/Media:
Naskah Sosiodrama
Jenis Kegiatan: Terbimbing di dalam kelas
Inti
Penutup
Pendahuluan
KEGIATAN 3
PLAN:
Observasi dan Wawancara
Alokasi Waktu: 2 jam pelajaran
Alat/Media: Panduan observasi dan wawancara
Jenis Kegiatan: Terbimbing di dalam kelas
Guru memfasilitasi peserta didik membentuk kelompok
Guru menjelaskan tujuan kegiatan yakni peserta didik merancang kegiatan observasi dan wawancara
Inti
Penutup
KEGIATAN 4
PLAN:
Observasi dan Wawancara
Alokasi Waktu: 4 jam pelajaran
Alat/Media: Panduan observasi dan wawancara
Jenis Kegiatan: Terbimbing di luar kelas
Pendahuluan
Guru menjelaskan tujuan kegiatan yakni peserta didik melakukan kegiatan observasi dan wawancara
Inti
Penutup
KEGIATAN 5
PLAN:
Literasi Jenis Tanaman dan Perbuatan Baik kepada Ibu
Alokasi Waktu: 4 jam pelajaran
Alat/Media:
Hasil observasi dan wawancara
Jenis Kegiatan: Terbimbing di dalam kelas
Pendahuluan
Guru mengarahkan peserta didik untuk membahas temuan observasi dan wawancara
Guru mengarahkan peserta didik untuk berliterasi terkait jenis tanaman dan kepedulian kepada ibu
Inti
Penutup
Pendahuluan
Guru menjelaskan kepada peserta didik target/tujuan kegiatan
KEGIATAN 6
DO:
Narasi Cinta untuk Ibu Kreasi karya memanfaatkan alam sebagai sinergi lokal
Alokasi Waktu: 10 jam pelajaran
Alat/Media:
Hasil observasi dan wawancara
Jenis Kegiatan: Terbimbing di dalam dan di luar kelas
Inti
Penutup
KEGIATAN 7
CHECK:
Narasi Cinta untuk Ibu Pot Destinasi
(Gladi)
Alokasi Waktu: 8 jam pelajaran
Alat/Media:
Narasi Cinta untuk Ibu Pot Destinasi
Jenis Kegiatan: Terbimbing di luar kelas
Pendahuluan
Guru menjelaskan kepada peserta didik target/tujuan kegiatan
Inti
Penutup
KEGIATAN 8
SHARE:
1000 Pot Destinasi untuk Ibu
Alokasi Waktu: 8 jam pelajaran
Alat/Media:
Narasi Cinta untuk Ibu
Pot Destinasi
Jenis Kegiatan: Terbimbing di luar kelas
Pendahuluan
Guru menjelaskan kepada peserta didik target/tujuan kegiatan
Inti
Penutup
telah dilakukan
ASESMEN
Kategori | Mulai Berkembang | Sudah Berkembang | Mahir |
Perencanaan | Masih berupa curah pendapat dan ide-ide aksi yang belum beraturan | Perencanaan memiliki tujuan yang jelas | Perencanaan yang jjelas: tujuan dan lini masa yang realistis |
Keterkaitan dengan Tema | Ada sedikit keterkaitan antara karya dengan tema | Ada keterkaitan antara karya dengan tema | Karya menunjukkan pemahaman yang dalam mengenai tema |
Pelaksanaan | Peserta didik melaksanakan aktivitas-aktivitas secara sporadis | Peserta didik mengidentifikasi satu jalur untuk menjalankan rencana.. Mereka dapat melaksanakan proses runtut dan meminta bantuan pada pihak-pihak yang sesuai | Peserta didik mengidentifikasi satu jalur untuk Menjalankan rencana. Mereka dapat melaksanakan rencana dengan proses yang terkoordinasi |
Ketepatan Sasaran | Masih dalam tahapan identifikasi faktor yang menyebabkan permasalahan dan akibat yang ditimbulkan | Solusi/aksi yang ditawarkan berupa ide yang masih di permukaan permasalahan dan/atau kurang realistis | Solusi/aksi yang ditawarkan menyasar faktorfaktor yang terkait dengan permasalahan dan memberikan dampak positif sementara |
Kreativitas | Terlihat sedikit orisinalitas dan kreativitas karya | Terlihat jelas orisinalitas dan kreativitas karya | Tingkat orisinalitas dan kreativitas sangat tinggi (menghasilkan karya yang unik) |
PENGANTAR
Benang merah Pembelajaran
Seleksi
PTN
AKM &
AKMI
Kur. 13 & Kurikulum MerdekA
PISA
Pembelajaran Berbasis Literasi
Kualitas atau kemampuan melek huruf/aksara, meliputi kemampuan membaca dan menulis. Makna literasi juga mencakup melek visual yang artinya "kemampuan untuk mengenali dan memahami ide-ide yang disampaikan secara visual (adegan, video, gambar, bidik ruang)”.
Literasi dalam bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, serta penalaran matematik
Pendidikan Karaker
Contoh : Asesmen PISA – Numerasi
Waktu Dekomposisi
Setiap material sampah akan mengalami penguraian. Material sampah dapat berupa sampah organik dan sampah anorganik. Waktu yang diperluka untuk mengurai sempurna disebut waktu dekomposisi. Berikut waktu dekomposisi berdasarkan jenis material sampah
Pertanyaan 1.
Sampah anorganik lebih lama terurai dibandingkan dengan sampah organik. Waktu dekomposisi popok sekali pakai lebih lama dari plastik, namun kurang dari kulit sintetis. Berapa waktu dekomposisi yang mungkin dari popok sekali pakai?
Pertanyaan 2.
Seorang siswa membaca tabel dan diagram di atas. Ia menyatakan selisih waktu dekomposisi pada diagram A sama dengan diagram B. Pernyataan tersebut
dikoreksi oleh gurunya. Manakah koreksi yang benar dari guru tersebut?
Contoh : Asesmen PISA – Numerasi
Tiang bendera disangga oleh tiga tali yang sama panjang tidak mudah jatuh. setiap tali dikaitkan setinggi 3 meter pada tiang bendera dan dikaitkan pada tiang bendera dan dikaitkan pada pasak A, B dan C sejauh 1,5 meter dari tiang. P
Berapakah panjang minimal tali yang dibutuhkan untuk menyangga tiang bendera ?
HARUS TERLATIH
BAGAIMANA MENYIKAPI ASESMEN BERBASIS LITERASI PADA PEMBELAJARAN
Inspirasi 1
Literasi – Keterampilan Berpikir 🡪 Studi Lapangan ke Pantai untuk SISWA
Persiapan :
Kondisi apa yang harus dicermati di medan studi lapangan yang dituju?
Apakah sudah tersedia lembar kerja dari guru?
Apa saja perlengkapan yang harus dibawa ?
Berapa rupiah anggaran yang harus disiapkan?
Siapakah yang menjadi teman kerja kelompok?
Keterampilan berpikir:
Apa saja dan bagaimana menata perleng-
kapan pribadi dan praktik agar efisien?
Bagaimana mengemas bahan cair agar tidak tumpah di perjalanan?
Apakah perlu mempelajari teknik penggu-
naaan alat sebelu berangkat?
Apakah perlu uniform khusus selama praktik di lapangan?
Jika hujan, maka perlu rencana B, apa yang dapat direncanakan saat hujan?
Kompetensi : Penguasaan emosi, materi, observasi, data pengamatan, analisis, simpulan,
mengkomunikasiikan.
Goal:
Melaporkan hasil kegiatan Bahagia & senang
Terlatih – pembiasaan
Semua terencana
Inspirasi 2
Siswa dimotivasi menelaah fenomena yang terjadi
Siswa dilatih membuat pertanyaan “Mengapa”;
“Bagaimana”
Siswa dilatih mengajukan gagasan/ide, menulis, menganalisis, menyimpulkan
Literasi – Pembiasaan PEKA terhadap fenomena yang terjadi di dunia.
Pembiasaan PEKA terhadap realita lingkungan: fenomena, kejadian-kejadian, ketergantungan.
Literasi mendekatkan fenomena sekitar ke ruang belajar
Sosiologi
Biologi
Literasi Membaca
Literasi Matematika
Literasi sains
Literasi Sosial Budaya
KONTEKSTUAL KEKINIAN.
KONTEKSTUAL KEKINIAN.
Literasi Digital
Literasi Finansial
Pasar Modern
Bidikan Penguatan LITERASI
Literasi
Pembiasaan
Dikenalkan sejak dini
Mengenal fenomena nyata
Kuat membaca Kuat bernalar
Siswa aktif eksplorasi mandiri
Dukungan all mata pelajaran
Belajar ber-INKUIRI
Pengalaman Belajar
Perubahan
Yuk, Cermati antara Literasi dan Inkuiri ...
Pemantauan pemahaman teks (siswa merekam pemahamannya sebelum, ketika, dan setelah membaca).
Penggunaan berbagai moda selama pembelajaran (literasi multimoda)
Instruksi yang jelas dan eksplisit.
Pemanfaatan alat bantu seperti pengatur grafis dan
daftar cek.
Respon terhadap berbagai jenis pertanyaan.
Melatih membuat pertanyaan atau bertanya-tanya (mengajak berpikir dari data)
Analisis, sintesis, dan evaluasi teks (berpikir tingkat tinggi)
Mengkomunikasikan, meringkas isi teks, membuat simpulan
Pendekatan inkuiri dapat bersifat konstruktivistik. Subyek belajar, dibebaskan untuk menciptakan makna dan pengertian baru ber- dasarkan interaksi antara apa yang telah dimiliki, diketahui, dipercayai, dengan fenomena, ide, atau informasi baru yang dipelajari.
Kreatifitas guru dalam mengem-
bangkan pembelajaran C4 Kolaborasi
Komunikasi Kreatifitas Berpikir Kritis
Pemilihan Metode pembelajaran disesuaikan dengan tingkat kemahiran siswa dominan
Kapan menerapkan literasi ?
Materi Esensi
IPS
PAI
Bahasa
IPA
Seni
Pend.
Pancasila
Matematika
Mulok
Stimulasi integrasi – kreatif – Inkuiri – berliterasi
Tujuan
Pembelajaran
Mengenalkan fenomena, kejadian, saling ketergantungan
Yuk, kita berliterasi dalam konsep pembelajaran.
INKUIRI
Discovery
PBL
PjBL
Model Pembelajaran yang disyaratkan adalah
Berhasilkah
?
Pembelajaran ...?
Apapun Kurikulumnya ....
Ada apa dengan Metode Pembelajaran ?
Aku REKAM
data, aturan, deskrips, kalsifikasi, grafik, gambar
Aku TEMUKAN
Observasi, ketelitian, ukuran, tafsiran
Aku PIKIR
Logika, hubungan, bahasan, analilis, alternatif, jawaban
Aku REFLEKSI
Perbaikan, berpikir ulang, improvisasi, simpulan
Belajar Ber- INKUIRI
Metode INKUIRI
Siap aktif ...
Berani bertanya
Bertanya-tanya
Siap menjawab pertanyaan
Berani membuat gagasan Selalu mencari jawaban positif
Siap melakukan sesuatu
Berani bereksperimen Membuat dan mengolah data
Menganalisis dengan jeli dan tajam Menyusun simpulan bermakna Mengasah logika dan berpikir terampil
Siap berkomunikasi
Berani mengajukan pendapat Bertutur kata sopan dan tegas
Yuk, kita ajak anak peka terhadap lingkungan ...
Apakah mayarakat di sepanjang aliran sungai dan pantai terganggu?
Sudah terpikirkan, kah?
Limbah cair deterjen yang digunakan dalam jumlah besar, maka
menaikkan pH air
menimbulkan busa dan menutupi permukaan, menghalangi sinar matahari masuk, dan menghambat proses fotosintesis air.
Cek ricek !
Berapa jumlah manusia yang mencuci menggunakan deterjen?
Ke mana deterjen mengalir ?
Sampai sejauh manakah mengalirnya ?
Bagaimana nasib lingkungannya?
Apakah deterjen mempengaruhi kematian ikan dalam jumah besar ?
Mencuci menggunakan deterjen.
Contoh : Pemilihan Konstruksi Pembelajaran
Seorang guru sosiologi sedang merencanakan kegiatan pem- belajaran topik Perilaku Keteraturan Hidup di masyarakat.
Topik tersebut penting untuk diajarkan dan harus bersifat kontekstual.
Guru tersebut memiliki target agar siswa sadar dan terlibat aktif dalam usaha pengendalian norma kehidupan di masya- rakat. Gambaran tersebut memiliki tujuan dua area besar, yaitu pengetahuan dasar dan sikap kehidupan.
Kedua area bertujuan berbeda, maka perlu mempertim- bangkan beberapa alternatif yang dinilai cocok untuk mencapai tujuan.
Untuk memahamkan siswa tentang keteraturan hidup yang diihubungkan dengan nilai dan norma yang berlaku di mayarakat. Guru mempertimbangkan menugaskan membaca buku dan sumber lainnya.
Untuk membuat sisa sadar dan terlibat dalam memberikan contoh peran nilai dan norma, maka siswa harus mendapat pengalaman nyata agar dapat langsung merasakan kemungkinan penyimpangan yang terjadi. Harapannya siswa mau bertindak baik secara individual untuk ikut serta terlibat menyadarkan penitngnya keteraturan hidup.
Struktur dalam siswa | Tahapan model | Struktur dalam guru |
Memikirkan situasi yang dialami | Pengalaman nyata | Menyajikan pengalaman yang menuntut berpikir |
| | |
Mengaitkan pengalaman yang telah dimiliki dengan situasi yang ada | Observasi reflekstif | Membantu siswa memaknai situasu dengan pengalaman yang telah dimiliki |
| | |
Membangun konsep | Konseptual- isasi | Membantu siswa mengidentifikasi pelajaran yang dipetik |
| | |
Mengimplementasikan konsep yang baru dipelajari dalam konteks baru | Eksperimentasi | Menyajikan konteks baru untuk mengimplementasikan konsep yang baru |
Kegiatan Ekstrakurikuler sebagai pendukung
Kegiatan Pramuka bertujuan memben- tuk watak dan kepribadian anak bangsa. Gerakan pramuka atau kepanduan, dirumuskan oleh pendirinya sebagai wadah meningkatkan karakter anak- anak dan remaja, serta melatih mereka agar bertanggung jawab dan mandiri saat telah dewasa nanti.
Apa saja strategi yang dapat diterapkan agar tujuan tercapai?
TUJUAN
Pimpinan
Guru
Pengu- rus
Program
Pelak- sanaan
Evaluasi
Bagaimana peranan GURU?
Guru harus MULAI membiasakan bentuk- bentuk soal LITERASI dalam keseharian proses penilaian.
LEBIH PENTING
Proses pembelajarannya harus mampu menghantarkan siswa dapat menjawab berbagai bentuk soal bersifat KONTEKSTUAL KEKINIAN.
Siswa terbiasa menyelaraskan keilmuan di ruang kelas melalui fenomena alam sekitar, fenomena sosial, kejadian-kejadian, saling ketergantungan, selanjutnya merefleksikan dan membuat gagasan gagasan mandiri.
Kondisi ini dapat didukung melalui tugas-tugas untuk siswa berupa proyek
dan portofolio juga perlu ditingkatkan.
Mata Pelajaran : BIOLOGI Kelas : X
Menganalisis komponen-komponen ekosistem dan interaksi antar komponen tersebut
GOAL
Mudah
Sedang
Keterampilan Tingkat Tinggi
Motivasi Pembiasaan Praktik Baik
Menurut Anda, apa perbedaan pembiasaan antri di Negara Jepang dan Indonesia?
Bagaimana menanamkan perilaku antri agar tertib dan rapi?
Coba analisis, mengapa di negara kita masih banyak yang belum menyadari pentingnya antri?
Pembiasaan Antri
Antri di stasiun Kereta JEPANG
tribunnews.com
Antri di stasiun Kereta INDONESIA
Mengapa Guru di Negara Maju Lebih Khawatir Jika Muridnya Tidak Bisa Mengantri Ketimbang Tidak Bisa Matematika?
https://www.kompasiana.com/
Motivasi Pembiasaan Praktik Baik
Pembiasaan Membuang Sampah
niadilova.wordpress.com/2016/04/02/ pengelolaan-sampah-di-belanda/
https://binus.ac.id/knowledge/2019
Menurut Anda, mengapa permasalahan sampah di Indonesia belum tuntas?
Hitung berapa banyak sampah yang dibuang setiap hari secara pribadi!
Mengapa kita harus buang sampah pada tempatnya?
Merangsang Proses Berpikir
Menurut Anda, apakah tsunami merugikan bagi lingkungan dan manusia?
Tsunami
Coba analisis lanjut, kemungkinan kejadian positif dari peristiwa tsumani!
Potret Revolusi Pembelajaran dan Pertanyaan menuju LITERASI
50 + 25 =
....
Petani A memanen 50 butir jeruk sedangkan petani B memanen 25 butir jeruk.
Berapakah jumlah seluruh jeruk yang dipanen?
Ali menggunakan kalkulator untuk menjumlahkan 50+25, namun ia salah memencet angka 25
menjadi 35.
Apakah yang harus dilakukan untuk mendapatkan hasil penjumlahan yang seharusnya?.
Badu menggunakan kalkulator miliknya untuk menjumlahkan angka 50+25. Tetapi
tombol 5 pada kalkulator Badu rusak.
Bilangan apa sajakah yang dapat diigunakan Badu untuk memperoleh hasil yang sama dengan 50+25?
Badu menggunakan kalkulator miliknya untuk menjumlahkan angka 50+25. Tetapi tombol 5 pada kalkulator Badu rusak. Badu bermaksud meminjam kalkulator ke Ali. Ali mengatakan bahwa Badu tetap dapat menggunakan kalkulator rusak miliknya.
Apakah Ali benar?
Jelaskan alasanmua
Pengetahuan dasar matematika
Penerapan Pengetahuan Problematik sederhana Problematik kompleks
Matematika Dasar sampai kompleks
Sumber informasi : buku pelajaran/referensi Sumber informasi : mencari jawaban mandiri
Revolusi Problematik Konten menuju LITERASI
Apakah yang dimaksud rantai makanan ?
Ali mengamati ekosistem yang ditanami padi mulai menguning, dan sejumlah burung beterbangan, belalang, dan tikus di area tersebut.
Susunlah rantai makanannya!
Ali mengamati pertum- buhan populasi padi di satu area. Ali bertanya kepada petani dan diperoleh jawaban, dalam satu hektar ditanam 1000 benih padi.
Secara sengaja di antaranya ditanam Azolla, namun seringkali dijumpai gulma. Di sawah selalu dijumpai cacing tanah, burung pipit, burung prenjak, elang, ular, tikus, katak dan belalang
Susunlah jaring-jaring makanannya.
Badu menyampaikan bahwa di area sawah desa Muara, seringkali dijumpai ular di sawah yang memangsa hewan-hewan di sawah.
Selain itu, beberapa petani memelihara burung hantu.
Ali bertanya apakah terdapat gulma, burung pipit, elang, tikus, katak, dan belalang.
Badu menjawab “Ya”.
Mengapa petani memelihara burung hantu?
Apakah kehadiran ular di sawah memiliki peran penting?
Ali sedih ternyata, dijumpai area sawah yang produktivitas padinya rendah. Setelah diteliti, ternyata populasi tikus sangat tinggi.
Badu menyampaikan, bahwa terjadi perburuan besar-besaran terhadap ular pemakan tikus.
Selain itu, banyak petani kehilangan burung hantu yang dilepas. Kondisi ini yang menyebabkan padi rendah produktivitas.
Menurut Anda, apakah yang disampaikan Badu tersebut tepat?
Apakah ada hubungan rasio antara luas sawah dan tikus, sehingga sawah rusak?
Pengetahuan dasar rantai makanan
Penerapan Pengetahuan Problematik sederhana Problematik kompleks
Ada apa dengan Rantai Makanan – Jaring-jaring makanan ?
Sumber informasi : buku pelajaran/referensi Sumber informasi : mencari jawaban mandiri
02
Kompetensi dalam rumpun konten penguasaan pembelajaran harus diimbangi dengan pengetahuan pedagogik seperti model, pende- katan, strategi, dan metode pembelajaran sesuai materi pelajaran.
Teknologi, Pengetahuan konten, dan pengetahuan pedagogik harus dipadukan dalam pembelajaran untuk berliterasi dalam menciptakan pengetahuan baru model Technology, Pedagogy, And Content Knowledge (TPACK)
Perencanaan Strategi Pembelajaran
01
03
04
05
Koehler, et al. (2014): TPACK digunakan sebagai solusi kreatif dalam mengembangkan pembelajaran
Mairisiska et al. (2014): menyatakan bahwa TPACK merupakan suatu integrasi antara teknologi, materi, dan pedagogik yang berinteraksi satu sama lain untuk menghasilkan pembelajaran berbasis TIK.
Yuk, kita cermati Konstruksi Soal berbasis LITERASI.
Contoh indikator dan instrumen
Perubahan lingkungan | Polutan | Disajikan kasus pencemaran di lingkungan yang diakibatkan polutan udara. Peserta didik dapat menganalis proses yang terjadi dalam lingkungan yang tercemar. |
Untuk stimulus , penekanan konteks KKO
Proses yang terjadi adalah ….
Menyalakan mesin motor dalam ruang tertutup sangat berbahaya, karena menimbulkan buangan gas hasil pembakaran karbon tidak sempurna yang berbahaya bagi sistem fisiologis manusia dan menyebabkan kematian.
Dasar pertanyaan
A. karbondioksida menimbulkan alergi pada sistem pernafasan
B. karbonmonoksida mengganggu sistem pengangkutan oksigen
Stimulus
Pilihan jawaban (option)
Syarat Pertanyaan terkait STIMULUS
Kriteria soal kritis
Problem solving dari dunia nyata
Menggunakan informasi untuk menyelesaikan masalah
Menelaah ide dan informasi secara kritis
Mencari kaitan dari berbagai informasi yang berbeda-beda;
Memproses dan menerapkan informasi
Transfer satu konsep ke konsep lainnya
Penyakit Virus Ebola
Penyakit virus Ebola (PVE) atau disebut juga Penyakit demam berdarah Ebola (DBE) disebabkan oleh virus Ebola. Pertama kali ditemukan di Afrika tahun 1976. Awalnya Ebola menginfeksi permukaan pembuluh darah hewan mamalia, seperti kelelawar, monyet, dan simpanse kemudian menular ke manusia melalui darah hewan yang terkontaminasi virus. Penularan virus dari manusia ke manusia menyebar karena adanya kontak fisik dengan pasien Ebola. Masuknya darah, air liur, keringat, muntah, ASI, tinja penderita Ebola melalui luka pada kulit, mulut, ataupun rongga hidung dapat menyebabkan seseorang menderita penyakit ini. Penularan juga bisa melalui benda yang terkontaminasi virus Ebola.
Seseorang yang terkena virus Ebola dapat mengalami penda- rahan hebat yang dapat berakibat kehilangan nyawa. Gejala yang ditimbulkan berupa demam, menggigil mirip dengan penyakit malaria sehingga sulit diprediksi. Riwayat perjalanan penderita yang diperkirakan terinfeksi virus Ebola harus diketahui apakah sebelumnya orang tersebut pernah mengunjungi negara atau daerah yang terjangkit wabah ini. Tenaga kesehatan ataupun keluarga yang merawat pasien penyakit Ebola harus terlatih dan memahami penanganan juga kontaminasi Ebola dengan baik. Memakai masker, sarung tangan, dan pakaian pelindung tubuh yang lengkap. Tahun 2014 -2016 Ebola menjadi wabah yang sangat berbahaya di Afrika.
Wabah ini juga menyebar ke Amerika Serikat. Tahun 2021 kasus Ebola kembali ditemukan di Afrika seperti di Pantai Gading dan Kongo.
Contoh Soal LITERASI MEMBACA
Contoh Soal LITERASI SOSIAL BUDAYA
Sumber : https://mas-alahrom.my.id/kurikulum/latihan-soal-literasi-akm-asesmen- kompetensi-minimum
Prinsip Pembelajaran
Orientasi pada keterampilan berpikir sampai HOTS.
Peran guru lebih kepada fasilitator, BUKAN
informan
Guru banyak melakukan stimulasi pertanyaan Mendorong memunculkan pemikiran orisinil siswa
Belajar adalah proses yang dapat menghantarkan perubahan hakiki pada perkembangan siswa.
Belajar di jenjang MA lebih mengutamakan proses untuk menggali kemampuan siswa, BUKAN menghantarkan siswa menjadi ahli dan serba bisa
Ajarkan anak didik untuk berani bertanya.
Target berliterasi Abad 21
https://www.wajibbaca.com/
Berbagi
Peduli - menolong
Menghormati
Tertib dan disiplin
https://surabayaonline.co/
Literasi BUKAN SEKEDAR
mengajarkan KEILMUAN, tetapi literasi menumbuhkan KESADARAN dari keilmuan yang telah dimiliki.
Literasi BUKAN SEKEDAR
pengujian dalam BENTUK SOAL, tetapi literasi mengembangkan KARAKTER BAIK yang
menjadi tantangan dalam pembelajaran