1 of 10

Mengenal Penyakit di Indonesia,�khususnya Kanker Serviks sebagai�salah satu Penyakit dengan Tingkat kematian Tinggi

2 of 10

Latar Belakang

Kanker serviks: kanker terbanyak kedua pada perempuan Indonesia

01

>36.000 kasus baru / tahun (Kemenkes, 2025)

02

70% terdeteksi saat stadium lanjut → risiko kematian tinggi

03

Target: eliminasi kanker serviks sesuai strategi WHO 2030.

04

3 of 10

Apa Itu Kanker Serviks?

Kanker serviks adalah pertumbuhan sel abnormal pada leher rahim, khususnya di area kanalis servikalis dan porsio. Penyakit ini sering kali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal, sehingga banyak kasus baru diketahui ketika sudah memasuki stadium lanjut. Karena itu, deteksi dini menjadi kunci penting dalam pencegahan dan pengobatan.

4 of 10

Faktor Risiko

  • Hubungan seksual usia muda (<18 th)
  • Berganti pasangan seksual.Merokok / perokok pasif
  • Infeksi berulang / kurang menjaga kebersihan
  • Kekurangan gizi (asam folat, vitamin A)
  • Riwayat keluarga kanker
  • Gangguan sistem imun
  • Pemakaian pil KB jangka Panjang
  • Tidak melakukan Pap smear/IVA rutin

5 of 10

Gejala Kanker Serviks

Keputihan berbau tidak sedap

Perdarahan abnormal (setelah berhubungan, menopause)

Nyeri panggul/perut bawah

Cairan vagina kekuningan bercampur darah

Stadium lanjut → kurus, anemia, edema kaki, gangguan kandung kemih/rektum.

6 of 10

Prognosis

Peluang kesembuhan kanker serviks sangat bergantung pada stadium saat terdeteksi.

Stadium 0: 100% sembuh

Stadium I: survival rate 70–95%

Stadium II: survival rate 60–90%

Stadium III: survival rate 30–50%

Stadium IV: survival rate 20–30%.

7 of 10

Upaya Pencegahan

Pencegahan kanker serviks dapat dilakukan melalui vaksinasi HPV, edukasi kesehatan reproduksi, serta penerapan perilaku hidup sehat dengan menjaga kebersihan organ intim, mengonsumsi gizi seimbang, dan tidak merokok. Selain itu, deteksi dini melalui tes IVA atau Pap smear secara rutin sangat penting agar kanker dapat ditemukan lebih awal ketika masih mudah ditangani.

8 of 10

Komitmen Pemerintah (Kemenkes)

1. Rencana Aksi Nasional Eliminasi Kanker Serviks dengan 3 pilar:

  • Vaksinasi HPV usia 15 tahun (perempuan & laki-laki)
  • Skrining HPV DNA untuk perempuan usia 39 tahun
  • Penatalaksanaan sesuai standar medis bagi penderita kanker serviks invasive

2. 2025: skrining HPV DNA masuk program kesehatan gratis

3. Pembangunan laboratorium pendukung di seluruh kabupaten/kota

4. Integrasi layanan di puskesmas → lebih mudah diakses masyarakat

9 of 10

Tantangan

Rendahnya kesadaran deteksi dini

Stigma pemeriksaan organ reproduksi

Geografis Indonesia → akses layanan terbatas

Distribusi vaksin & tenaga kesehatan belum merata

10 of 10

Kesimpulan

Kanker serviks dapat dicegah dan peluang sembuh sangat tinggi apabila terdeteksi sejak dini. Vaksinasi HPV dan skrining rutin adalah kunci utama. Dengan komitmen pemerintah yang kuat dan partisipasi aktif masyarakat, target eliminasi kanker serviks di Indonesia bukanlah hal yang mustahil untuk dicapai.