SISTEM PENGINDERAAN HEWAN AIR
Yunita Magrima Anzani, S.Pi., M.Si.
PROGRAM STUDI MANAJEMEN SUMBERDAYA PERAIRAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS TANJUNGPURA
PROGRAM STUDI MANAJEMEN SUMBERDAYA PERAIRAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS TANJUNGPURA
SISTEM PENGLIHATAN
Indra penglihatan merupakan indra utama yang memungkinkan terciptanya pola tingkah laku terhadap keadaan lingkungannya. Indra penglihat ikan akan mempunyai sifat khas tertentu oleh adanya berbagai faktor seperti jarak penglihatan yang jelas, kisaran dari cakupan penglihatan, warna yang jelas, kekontrasan, kemampuan membedakan obyek yang bergerak, dan lain-lain.
PROGRAM STUDI MANAJEMEN SUMBERDAYA PERAIRAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS TANJUNGPURA
Bola mata ikan pada umumnya terdiri atas kulit mata, kornea mata, iris mata, lensa mata, retina mata, dan bonggol saraf mata.
PROGRAM STUDI MANAJEMEN SUMBERDAYA PERAIRAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS TANJUNGPURA
Ikan sebagaimana jenis hewan lainnya mampu melihat pada siang hari yang berkekuatan penerangan beberapa ribu lux sampai pada keadaan yang hampir gelap sekalipun. Hal ini karena struktur retina mata ikan yang berisi reseptor (rod dan cone) dari indra penglihatan sangat bervariasi tergantung dari jenis ikannya.
Jarak penglihatan ikan tergantung pada ketajaman dan kekontrasan (sifat indra penglihatan) serta keadaan penglihatan dalam air.
Contoh :Ikan jenis teri (Engraulis enerasi) tidak jelas atau bahkan tidak dapat membedakan ikan-ikan dari ukuran yang sama pada suatu jarak sekitar 2,8 m; ikan Atherina sp. untuk jarak sekitar 2,5 m; ikan belanak pada suatu jarak sekitar 2,7 m
PROGRAM STUDI MANAJEMEN SUMBERDAYA PERAIRAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS TANJUNGPURA
Berbagai jenis ikan yang banyak kita jumpai pada lapisan air yang dangkal yang banyak menerima cahaya matahari pada waktu siang, pada umumnya ikan-ikan tersebut mampu membedakan warna; sedangkan beberapa jenis ikan penghuni laut dalam dimana tidak semua jenis cahaya dapat menembusnya,maka banyak di antara mereka yang tidak dapat membedakan warna.
Ketajaman warna yang dapat dilihat (kekontrasan) oleh mata ikan merupakan hal yang penting untuk memungkinkan membedakan benda-benda dengan ukuran tertentu dari suatu jarak yang cukup jauh. Semakin kabur tampaknya sesuatu benda bagi mata ikan, maka kemampuan menangkap kekontrasan benda tersebut semakin berkurang.
PROGRAM STUDI MANAJEMEN SUMBERDAYA PERAIRAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS TANJUNGPURA
Beberapa jenis ikan mempunyai mata yang besar bahkan pada beberapa jenis ikan laut dalam,mata tersebut sangat besar dengan pupil yang besar dan reseptor rod yang sangat panjang serta adanya pergerakkan photomekanik dari elemen-elemen retina. Beberapa spesies ikan bahkan mempunyai apa yang dinamakan tapetum lucidum yaitu elemen tertentu yang membantu memperbesar jumlah cahaya yang diterima oleh reseptor (cone dan rod) sebagaimana halnya reflektor pada lampu blits.
Sensitivitas mata ikan laut pada umumnya sangat tinggi. Kalau cahaya biru hijau yang mampu diterima mata manusia hanya 30%, mata ikan mampu menerimanya sampai 75%.
PROGRAM STUDI MANAJEMEN SUMBERDAYA PERAIRAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS TANJUNGPURA
SISTEM PENDENGARAN
Suara merupakan salah satu faktor terpenting bagi hewan tingkat tinggi yang mempunyai organ-organ terspesialisasi untuk menghasilkan dan mengamati gelombang-gelombang suara tersebut. Menggunakan gelombang bunyi, hewan-hewan tersebut mampu berkomunikasi satu dengan yang lainnya dan untuk memperoleh informasi tentang lingkungannya termasuk yang hidup dalam air sebagai media komunikasi diantara individu (Alan H. Crom, 1994).
PROGRAM STUDI MANAJEMEN SUMBERDAYA PERAIRAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS TANJUNGPURA
Ada beberapa jenis ikan yang menjadikan suara sebagai alat komunikasi dari lingkungan sekitar dan dengan individu yang lain. Fungsi suara erat kaitannya dengan organ pendengaran yang dapat merespon suara dari luar, baik yang mendekati sumber maupun yang menjauhi sumber. Ikan yang mendekati sumber suara dikategorikan acoustictaksis positive, sedangkan bagi ikan yang menjauhi sumber suara dikategorikan acoustictaksis negative.
Gelombang suara dalam kaitannya sebagai alat komunikasi ikan memiliki beberapa keunggulan, antara lain dapat merambat hingga jarak yang cukup jauh tanpa dipengaruhi oleh keberadaan terumbu karang atau batu karang. Gelombang suara juga tidak dipengaruhi oleh kecerahan perairan sehingga spesies ikan tertentu mampu berkomunikasi dengan menggunakan suara dalam keadaan gelap (Tavolga, 1971).
PROGRAM STUDI MANAJEMEN SUMBERDAYA PERAIRAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS TANJUNGPURA
Ada tiga kelompok hewan yang diketahui merespon suara dari lingkungan, yaitu: beberapa jenis crustacea atau udang-udangan, ikan teleostei yang memiliki gelembung renang, dan mamalia laut (Organ Cluclea).
Sensitivitas pendengaran terdapat dalam saluran
yang menghubungkan otolith dengan gelembung renang dan sistem cardiac
PROGRAM STUDI MANAJEMEN SUMBERDAYA PERAIRAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS TANJUNGPURA
Organ pendengaran pada mamalia laut seperti lumba-lumba, telinga memiliki konstruksi yang prinsipnya sama dengan kerabat mereka didaratan. Sumber suara dari luar ditransmisikan kedalam cluclea melalui membrane tifani dan mekanisme ossicular pendengaran.
Ikan dapat mengeluarkan beragam amplitude suara untuk melakukan komunikasi dalam pertukaran informasi (Winn, 1972). Informasi yang dibawa dari sinyal-sinyal suara menjelaskan mengenai keadaan bahaya yang mengancam, keadaan agresif untuk menakuti musuh, atau panggilan memijah (Pratt, 1975).
Suara juga dihasilkan dari dampak tingkah laku lainnya seperti saat makan, bergerak, menghindari musuh, dan reproduksi (seksualitas dan fase pembesaran) (Popper dan Plat, 1993). Ikan dapat merespon secara sensitif suara-suara yang bersifat infrasonic, sonic, maupun ultrasonic (Nikolsky, 1963).
SISTEM DETEKSI PERGERAKAN DAN TEKANAN
Fungsi Linea Lateralis:
Aktifitas ikan yang bergantung pada sistem ini diantaranya yaitu untuk memijah, menghindari predator, beruaya, dan mencari makanan.
Nielsen (2003) menyatakan bahwa bau dan rasa memiliki peran penting dalam tingkah laku makan ikan
SISTEM OLFAKTORI
Epitelium olfaktori membentuk lipatan kulit seperti bunga mawar atau dengan susunan yang menjari agar mampu mencium bau yang terbawa air.
Struktur mawar olfaktori menjadi penentu kepekaan pencium ikan. Semakin banyak lipatan berarti semakin luas permukaan yang menjadikan epitelium olfaktori semakin peka.
Mis: ikan sidat yang sangat peka akan bau memiliki 63-69 lipatan pada setiap mawar olfaktori, sedangkan ikan perch yang kurang peka mempunyai 13-18 lipatan.