1 of 53

TATA UDARA

RUANG OPERASI

dr. Ridha Wahyutomo, SpMK, FISQua

A

KONSEP

CLEAN ROOM

B

UDARA

RUMAH SAKIT

C

MIKROORGANISME

DI UDARA

D

TATA UDARA

RUANG OPERASI

2 of 53

KONSEP CLEAN ROOM

3 of 53

1889

1890

1930

4 of 53

5 of 53

  • Cleanroom adalah ruang dan lingkungan yang terkendali dengan ketat dan memiliki tingkat rendah polutan lingkungan seperti debu, mikroorganisme di udara, partikel aerosol dan uap kimia.

6 of 53

Cleanroom

FDA

EU

WHO

7 of 53

Kelas

0,1 μm

0,2 μm

0,3 μm

0,5 μm

5 μm

1

35

7

3

1

 

10

350

75

30

10

 

100

3500

750

300

100

 

1,000

 

 

 

1000

7

10,000

 

 

 

10.000

70

100,000

 

 

 

100.000

700

8 of 53

Udara rumah sakit

9 of 53

HOST (‐) : APD, Imunitas, Vit., Gizi, OR, tidak Co‐morbid

AGENT (+) : Konsentrasi virus, lamanya waktu terpapar, virulensi (keganasan strain virus)

ENVIRONMENT (‐) : Sumber penularan +, Kerumunan massa, Vaccine, Ventilasi, Udara bersih

10 of 53

Keseimbangan Dan Modifikasi

11 of 53

DAMPAK HAIS

Mortalitas, Morbiditas, LOS, Tuntutan Hukum, Biaya, Citra RS, Mutu RS

Usia, Status Gizi, DM, HT, Merokok dll

ANTIBIOTIK, STERILISASI, RUANG dll

Kontak, Droplet, Airborne

INTRINSIK

EKSTRINSIK

TRANSMISI

FOKUS UDARA

12 of 53

PERLU PENATAAN

KONSEP

DALAM ATAU LUAR NEGERI

REGULASI

TATA UDARA

PENGATURAN

13 of 53

  • Arsitektur berkelanjutan dijelaskan sebagai filosofi pemikiran dan tindakan jangka panjang termasuk proses pemrograman bangunan, penggunaan, manajemen sepanjang kehidupan ekonominya, penghancuran bangunan atau penggunaan kembali.
  • Tujuan dari arsitektur berkelanjutan:
    • Desain bangunan tahan lama yang dapat beradaptasi dengan kondisi fleksibel dan berubah-ubah
    • Penggunaan yang efisien dari sumber daya alam yang terbatas
    • Penggunaan sumber energi terbarukan
    • Pengurangan limbah
    • Meminimalkan risiko kesehatan dan keselamatan
    • Memastikan kualitas udara dalam ruangan yang sehat
    • Mengambil tindakan untuk mengurangi pencemaran lingkungan
    • Perlindungan keanekaragaman hayati

14 of 53

15 of 53

16 of 53

Ketentuan Umum Rumah Sakit

  • Bangunan rumah sakit mempunyai kekhususan yang sangat berbeda dan tidak ditemui di bangunan gedung umum lainnya.
  • Pasien datang dengan beragam penyakit dan masalah kesehatan
  • Jam kerja 24 jam sehari, 7 hari seminggu, berarti membutuhkan pengkondisian yang terus menerus dilakukan oleh sistem tata udara
  • Mengingat rumah sakit bisa dikatakan sebagai pusat sumber dari berbagai jenis mikroorganisme
  • Setiap fungsi ruangan membutuhkan pengkondisian udara yang berbeda-beda tingkat kebersihannya.

17 of 53

  • Dalam banyak kasus, pengkondisian udara yang tepat merupakan faktor terapi pasien dan dalam beberapa kasus merupakan pengobatan utama.
  • Studi menunjukkan bahwa pasien dalam lingkungan terkendali umumnya memiliki penyembuhan fisik lebih cepat daripada orang-orang di lingkungan yang tidak terkendali
  • Contoh: Pasien luka bakar membutuhkan lingkungan yang hangat dan kelembaban relatif tinggi. Bangsal untuk korban luka bakar harus memiliki kontrol temperatur yang memungkinkan penyesuaian temperatur ruangan sampai 320C bila kering dan kelembaban relatif hingga 95%.

18 of 53

Mikroorganisme Udara

19 of 53

https://asm.org/Articles/2020/December/Why-Studying-Microorganisms-in-the-Air-Is-Vital

20 of 53

Proporsi signifikan mikroorganisme di udara mencerminkan mikroorganisme di lantai.

21 of 53

22 of 53

01

02

03

Tujuan

Tujuan

Tujuan

Memonitor kepatuhan standar higiene atau pembersihan lingkungan

Melihat efikasi disinfektan dan

prosedur pembersihan

Mencari dan mengidentifikasi sumber infeksi

Tujuan Uji Udara

23 of 53

24 of 53

Waktu Bertahan Hidup Beberapa Organisme Patogen

di Permukaan

Kramer A, Schwebke I, Kampf G. How long do nosocomial pathogens persist on inanimate surfaces? A systematic review. BMC Infect Dis 2006;6:130.

25 of 53

Transmisi Patogen Penyebab Infeksi

26 of 53

Active Air Sampling

Passive Air Sampling

27 of 53

SAMPLING AKTIF

Standarisasi ada

Regulasi CFU/m³

Cepat

Mahal

Sulit Disterilisasi

Beda alat, beda hasil

Harus kalibrasi

Aliran udara tak alami

28 of 53

  • Murah
  • Mudah didapat
  • Steril
  • Beberapa sampel dapat diambil dalam waktu bersamaan
  • Hasil dapat dipercaya
  • Aliran udara alami
  • Menggambarkan keadaan sesungguhnya

Rugi

PASIF

Untung

PASIF

Tidak selalu digunakan pada

pedoman resmi

29 of 53

IMA (Index of Microbial Air Contamination)

INTERPRETASI

DAN ANALISIS

30 of 53

Tata Udara ruang operasi

31 of 53

Tinjauan Umum Instalasi Bedah

  • Instalasi bedah adalah instalasi di rumah sakit yang berfungsi pada ruang operasi, yaitu suatu unit khusus di rumah sakit yang berfungsi sebagai tempat untuk melakukan tindakan pembedahan / operasi secara elektif maupun akut, yang membutuhkan kondisi steril dan kondisi khusus lainnya

(Pedoman Teknis Bangunan Rumah Sakit Ruang Operasi, 2014).

32 of 53

Ekistics Doxiadis

33 of 53

Tapak

  • Letak ruang operasi harus di lokasi yang tenang, aman dan nyaman.
  • Ruang operasi harus memiliki akses yang mudah ke ruang kebidanan kandungan, ruang rawat inap, perawatan intensif, ruang gawat darurat, kamar jenazah, ruang farmasi, laundry, ruang sterilisasi dan penunjang pelayanan lainnya.
  • Pada bangunan bertingkat, letak ruang operasi disarankan berada di lantai tertinggi maksimal pada lantai 4.

34 of 53

Kamar Operasi

01

02

03

04

Area resiko rendah

Area resiko

tinggi

Area resiko sangat tinggi

Area resiko sedang

Grading

Ruang RS

Area resiko sedang

Ruang rawat inap penyakit tidak menular

Ruang rawat jalan

Area resiko tinggi

Ruang gawat darurat, Ruang rawat penyakiT menular (isolasi infeksi), Ruang rawat intensif, Ruang bersalin, Laboratorium, Ruang radiodiagnostik, Ruang pemulasaraan jenazah

Area resiko sangat tinggi

Ruang operasi

Area resiko rendah

ruang kesekretariatan& administrasi, Ruang pertemuan, ruang arsip/ rekam medis.

35 of 53

36 of 53

Ruang Operasi

  • Jarak antar lantai untuk ruangan operasi minimal 4,70 meter untuk memenuhi kebutuhan ruang MEP.
  • Pada bangunan bertingkat, letak ruang operasi disarankan berada di lantai tertinggi maksimal pada lantai 4.
  • Desain bisa berubah jika ada AHU.

37 of 53

Aplikasi Rancang Ruang Operasi

DESAIN

Jenis:

Ruangan operasi minor

Ruangan operasi umum

Ruangan operasi mayor/khusus.

Sumber: Global Rancang Selaras

38 of 53

KEBUTUHAN RUANG OPERASI

1.RUANG TUNGGU

2.R. PETUGAS

3.R. GANTI

4.ANTE ROOM

5.R. PERSIAPAN DAN PEMULIHAN

6.SCRUB UP

7.R. OPERATOR

8.R. MESIN & TRAFO ISOLASI

9.R. CATH LAB

10.TRANSFER BAY

11.R. PERSIAPAN

12.TOILET PASIEN

13.R. ADMINISTRASI

14.R. PEMULIHAN

15.R. OPERASI

16.DIRTY UTILITY

17.DIRTY POOL

18.TRAFO ISOLASI

19.R. DOKTER

20.R. KEPALA RUANGAN

21.PANTRY

22.R. GANTI

23.R. PERAWAT

24.R. FARMASI

25.GUDANG STERIL

26.RUANG PENYIMPANAN ALAT

27.RUANG RAPAT/DISKUSI

39 of 53

12m²

8 m²

3-5 m²

3-5 m²

6 m²

8 m²

40 of 53

41 of 53

42 of 53

43 of 53

TEKANAN NEGATIF

Kamar

Koridor

Pola aliran udara

menuju

ke dalam ruangan

44 of 53

TEKANAN Positip

Kamar

Isolasi

Koridor

Pola aliran udara

menuju

ke luar ruangan

45 of 53

  • Ruang operasi sesuai konsep clean room tidak bebas 100% dengan debu, mikroorganisme, sel epitel, droplet dll.
  • Jumlah kontaminan itu dapat dipengaruhi human traffic.
  • Tekanan yang digunakan adalah tekanan positif.

46 of 53

https://www.ashe.org/covid-19-frequently-asked-questions

Q: Should negative pressure be used in spaces that require positive pressure relationships (such as ORs, procedure rooms, etc.) when a COVID-19 patient needs to be treated in such spaces?

A: No. This should be addressed the same as with a TB patient in the OR. Basic recommendations are:

    • Only medically necessary procedures should be scheduled “after hours.”
    • Minimize staff, and all staff involved to wear N95 or HEPA respirators.
    • Door to room should be kept closed throughout the procedure.
    • Recovery should be accomplished in an AIIR (Airborne Infection Isolation Room).
    • Terminal Cleaning should be performed after sufficient number of air changes has removed potentially infectious particles.

47 of 53

48 of 53

dr Curt Smecher

49 of 53

Airflow Kamar Operasi Infeksius

50 of 53

51 of 53

52 of 53

Penekanan paling penting adalah jalur udara bersih dan penghisapan kontaminan yang merupakan sumber mikroorganisme baik itu bakteri atau virus. Lalu lintas staf tenaga kesehatan yang terlalu sering keluar dan masuk ruangan juga menjadi faktor yang diduga mempengaruhi penelitian pada udara ruang operasi.

Pembersihan ruang dan pembersihan permukaan baik pada bagian bangunan maupun perkakas, yang akan mengurangi jumlah kuman udara ruangan

53 of 53

Ridha Wahyutomo

+62 81392 735 964

drridhowahyutomo@gmail.com

www.perdalinkotapraja.or.id

YouTube: perdalin kotapraja