1 of 25

Konsep Dasar Unit Cost Rumah Sakit

Rabu- Jumat, 8-10 April 2026

2 of 25

Definisi: Unit Cost (Biaya Satuan) adalah total biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan satu unit layanan atau produk. Dalam konteks rumah sakit, unit cost merupakan total biaya yang diperlukan untuk memberikan satu jenis pelayanan kesehatan kepada pasien.

Definisi Unit Cost

 

3 of 25

Tantangan Analisis Unit Cost Rumah Sakit

 

Produk Homogen/

1 jenis produk saja

Tantangan Analisis Unit Cost di Rumah Sakit:

  1. Banyak Variasi Produk
  2. Banyak Departemen
  3. Banyak Sumber Daya
  4. Banyak Data/ Big Data
  5. dsb

4 of 25

Komponen Unit Cost di Rumah Sakit

Biaya Langsung/ Direct Cost

Biaya Tak Langsung/ Indirect Cost

Jasa Pelayanan

  • Biaya Bahan Habis Pakai
  • Biaya Obat
  • Gaji SDM
  • ATK & ART
  • Penyusutan Alat
  • Listrik, Telp, Air
  • Biaya Lain-lain

Unit Cost Jasa Sarana

UNIT COST

Biaya Penyusutan Alat Spesifik/ Utama

5 of 25

Ribuan produk, ribuan aktivitas dan ribuan sumber daya menyebabkan analisis biaya unit cost rumah sakit sangat rumit. Untuk itu, dibutuhkan ilmu akuntansi biaya agar penghitungan unit cost menjadi valid.

Penetapan/Pembebanan Biaya (Cost Assignment) pada Product Layanan

6 of 25

METODE ANALISIS UNIT COST

  • Metode analisis unit cost bertujuan tidak hanya untuk mengetahui besaran biaya per unit layanan, tetapi juga untuk meningkatkan validitas distribusi biaya tidak langsung dengan menggunakan prinsip penelusuran sebab-akibat (causal relationship) antara konsumsi sumber daya, aktivitas, dan output layanan.
  • Dengan demikian, hasil perhitungan biaya menjadi lebih akurat, transparan, dan dapat dijadikan dasar pengambilan keputusan manajerial yang sahih

7 of 25

Metode Costing

Full Costing

ABC

TDABC

Ciri-ciri: mempergunakan sedikit/ bahkan satu cost driver sebagai pembagi biaya, mempergunakan departemen sebagai cost accumulation

Ciri-ciri: mempergunakan banyak cost driver berbasis aktivitas, mempergunakan activity cost pool sebagai cost accumulation

Ciri-ciri: mempergunakan cost driver waktu berbasis aktivitas, menghitung biaya berdasarkan kapasitas praktis, sehingga di akhir periode dapat dibandingkan antara hasil kalkulasi TDABC dengan realisasi

Hybrid

Fokus pada Efisiensi dan Optimasi Kapasitas

Akurat, Sesuai untuk dasar tarif, Analitis

Bersifat Historis, Sesuai dengan LK, Kurang Akurat

Metode Analisis Unit Cost

8 of 25

Metode Analisis Unit Cost

“ Different Cost for Different Purpose”

Tujuan

Data Costing yang dipakai

Laporan keuangan

Absorption cost

Pricing jangka panjang

Full cost

Analisis BEP

Variable cost

Analisis Efisiensi, Pricing & Pengurangan Non Value Added Activity

ABC + ABM

Analisis Efisiensi dan Optimalisasi Kapasitas

TD ABC

9 of 25

Metode Analisis Unit Cost (Full Costing)

10 of 25

Metode Analisis Unit Cost (ABC)

11 of 25

Metode Analisis Unit Cost (TD-ABC)

12 of 25

Cost Driver

Pembebanan Biaya Tidak Langsung Terdapat 2 Tahapan:

  1. Pembebanan Sumber Daya ke Departemen
  2. Pembebanan Biaya Departemen Pendukung ke Departemen Pelayanan

Pembebanan Biaya Tidak Langsung didorong untuk mempergunakan cost driver dengan memperhatikan asas cost-benefit.

Kriteria Cost Driver yang baik:

  1. Ada hubungan sebab-akibat
  2. Datanya tersedia
  3. Mudah diukur
  4. Stabil

13 of 25

Cost Driver

Cost of Resources

Cost Objects

Direct Tracing

Driver Tracing

Allocation

Resource Drivers

Physical Observation

Causal Factors

Convenience Assumed Linkage

Semakin Akurat

“A Cost Driver–It is a factor that causes a change in the cost of an activity.” - The Chartered Institute of Management Accountants (CIMA)

Dasar Pembebanan Biaya:

14 of 25

Pembebanan Biaya Sumber Daya ke Departemen

Sumber Daya/

Resources

Dasar Pembebanan

Departemen

  • Biaya Pegawai
  • Biaya BMHP
  • Biaya ATK & ART
  • Biaya Penyusutan Alat
  • Biaya Pemeliharaan Alat
  • Biaya Pemeliharaan Gedung
  • Biaya Penyusutan Gedung
  • Biaya Security
  • Biaya Cleaning Service
  • Biaya Listrik
  • Biaya Air
  • Biaya Telepon

Direct Tracing:

Sesuai data

penggunaan SD

Cost Driver:

Luas Bangunan

Allocation:

  • Luas Bangunan
  • Jumlah SDM
  • Jumlah Pesawat Telepon

Manajemen

Unit Pendukung

Unit Pelayanan

15 of 25

Distribusi Biaya Antar Departemen pada Metode Full Costing/ Hybrid

Unit Pendukung

Unit Pelayanan

Unit Pelayanan

Unit Pendukung

Unit Pendukung

Unit Pelayanan

Unit Pelayanan

Unit Pendukung

Unit Pendukung

Unit Pelayanan

Unit Pelayanan

Unit Pendukung

Direct

Step Down

Reciprocal

  1. Direct Method
  2. Step Down Method
  3. Reciprocal Method

16 of 25

Alur analisis biaya yang terintegrasi membantu manajemen rumah sakit mendeteksi sumber-sumber aktivitas yang mengkonsumsi biaya besar, sehingga kendali mutu-kendali biaya lebih tepat sasaran

Reciprocal Method

Distribusi Biaya Antar Departemen di Rumah Sakit

Produk Pelayanan

  • Registrasi
  • Tindakan Medis
  • Akomodasi
  • Tindakan Operasi
  • Pemeriksaan
  • Ambulance

Direct Cost

Manajemen

Unit Pendukung

  • Farmasi
  • Gizi
  • Laundry
  • Sterilisasi
  • Rekam Medis

Unit Pelayanan

  • Rawat Jalan & IGD
  • Rawat Inap
  • Radiologi
  • Laboratorium
  • Kamar Operasi
  • Ambulance

IPSRS

RVU

Sanitasi

17 of 25

Cost Driver Distribusi Biaya Antar Departemen

Departemen Asal

Dasar Pembebanan

Metode Distribusi

Departemen Penerima

  • Manajemen
  • IPSRS
  • Sanitasi

Cost Driver:

  • Jumlah SDM
  • Jumlah Pemeliharaan
  • Luas Ruangan

Unit Pendukung:

  • Farmasi
  • Gizi
  • Laundry
  • CSSD
  • Rekam Medis

Unit Pelayanan

Reciprocal

Cost Driver:

  • Distribusi BMHP
  • Distribusi Gizi
  • Distribusi Laundry
  • Distribusi Barang Steril
  • Registrasi

Step-Down

Unit Pendukung:

  • Farmasi
  • Gizi
  • Laundry
  • CSSD
  • Rekam Medis

18 of 25

BENCHMARK Costing Process NHS (Inggris)

19 of 25

BENCHMARK

20 of 25

Klaim JKN seharusnya dibandingkan dengan biaya pelayanan rumah sakit bukan tarif RS. Untuk itu, unit cost wajib diupdate secara berkala

PERHATIAN…!!!!

Tarif Pelayanan ≠ Biaya Pelayanan

21 of 25

Contoh Pemanfaatan Unit Cost untuk Evaluasi Biaya Pelayanan Pasien JKN

Tarif JKN

Estimated Cost

Selisih antara Klaim dengan Biaya RS

Pelayanan Pasien JKN di Rumah Sakit

Diagnosis

Unit Cost Registrasi

Vol x Unit Cost Tindakan

Vol x Unit Cost Akomodasi

Vol x Unit Cost Pemeriksaan Diagnostik

Vol x Unit Cost Obat

Vol x Unit Cost Prosedur Bedah

Vol x Jasa Pemeriksaan

22 of 25

Target Costing Pada Pasien JKN dan Ilustrasi Pada RS

23 of 25

Mengurangi Cost Gap Pelayanan Pasien JKN

Cost gap needs to be closed

Cost Reduce

  • Reduce Non Value Added Activities
  • Quality not to be impaired

Material

Labour

  • Reduce labour cost
  • Match labor skill to task/ not overskill
  • Cost saving overtime

Overhead / Indirect cost

  • Reduce non value added activity,
  • Capacity Optimization, Automation,
  • Reduce incidence of cost drivers, etc
  • Eliminate unnecessary material
  • Find alternate cheaper material

24 of 25

CATATAN PENTING

  • Untuk mendukung seluruh proses di atas, rumah sakit perlu mengembangkan sistem akuntansi biaya atau akuntansi manajemen yang sesuai dengan kebutuhan operasional.
  • Di era JKN yang penuh dinamika kebijakan, pengambilan keputusan berbasis data bukan lagi pilihan—melainkan keharusan.
  • Pengembangan akuntansi biaya harus dilakukan secara berkelanjutan melalui penyusunan unit cost yang sistematis dan selalu diperbarui.

25 of 25

"Tanpa mengetahui biaya satuan layanan, rumah sakit ibarat berlayar tanpa kompas dalam mengelola keuangannya.“

"Unit cost bukan tujuan akhir, tapi awal dari perjalanan menuju akuntansi manajemen yang efektif dan berbasis data."

“Health care managers must know their costs per service to ensure sustainability in a resource-limited environment.”

— Disarikan dari WHO Guidelines on Costing and Health Financing

Quotes Penutup