1 of 31

KEPUNAHAN SPESIES

2 of 31

LATAR BELAKANG

  • Salah satu tujuan konservasi biologi di Indonesia adalah memperlambat, mengurangi dan menghentikan laju kerusakan/degradasi dan kepunahan keanekaragaman hayati nasional, regional maupun lokal diiringi upaya rehabilitasi dan pemanfaatan berkelanjutan

  • Oleh karena itu, agar dapat mencapai tujuan tersebut perlu diketahui penyebab terjadinya kepunahan spesies hewan, maupun tumbuhan yang ada di Indonesia. Ketika lingkungan rusak oleh aktivitas manusia, ukuran populasi berbagai organisme akan menurun dan beberapa spesies organisme menjadi punah.

  • Namun demikian tidak semua spesies organisme punah dengan mudah, terdapat beberapa spesies yang mempunyai ciri-ciri tertentu yang mudah punah dan membutuhkan perhatian seksama untuk dikelola dan dilestarikan keberadaanya.

3 of 31

FAKTOR PENYEBAB ANCAMAN KEHIDUPAN SPESIES

  • 1. MODIFIKASI HABITAT
  • 2. OVER EKSPLOITASI
  • 3. EKSOTIK/INVASIF SPESIES
  • 4. PENYAKIT

4 of 31

PENGERTIAN

  • PUNAH : HILANGNYA SUATU SPESIES ORGANISME DARI ALAM
    • PUNAH LOKAL : PADA SUATU TEMPAT DAN DAPAT MENYEBABKAN KEPUNAHAN GLOBAL
    • PUNAH GLOBAL : DISELURUH HABITAT DAN GEOGRAFIS PUNAH
    • PUNAH DI ALAM : MASIH TERSEDIA DI KAWASAN KONSERVASI

5 of 31

Ancaman terhadap kepunahan

  • Kepunahan oleh manusia ( ancaman terbesar )

Konsumsi yang semakin meningkat : Kebutuhan primer, sekunder, tersier dst.

6 of 31

BEBERAPA THEORI PENYEBAB KEPUNAHAN SPESIES

  • EVIL QUARTET ( DIAMOND, 1998)
    • HABITAT DESTRUCTION AND FRAGMENTATION (Kerusakan dan Fragmentasi habitat)
    • OVERKILL (pemanfaatan berlebih)
    • SPECIES INTRODUCTION (introduksi spesies)
    • CHAIN OF EXTINTION (rantai kepunahan)
  • PRIMACK ( 1999)
    • POLLUTION (Polusi)
  • GASTON ( 1999)
    • GLOBAL WARMING (pemanasan global)

7 of 31

EVIL QUARTET

  • HABITAT DESTRUCTION AND FRAGMENTATION
    • DISEBABKAN OLEH KONVERSI HUTAN KE EKOSISTEM LAIN
    • TERJADI PERUBAHAN MIKROKLIMAT

8 of 31

OVERKILL

  • PEMANFAATAN BERLEBIH SDH
    • POPULASI MANUSIA
    • KEMISKINAN
    • NILAI EKONOMI
    • PEMANENAN SDH MELEBIHI KAPASITAS POPULASI DI ALAM
    • TEKNOLOGI TIDAK BERBASIS KONSERVASI

9 of 31

INTRODUKSI SPESIES

  • TUJUAN PENINGKATAN PRODUKSI PERTANIAN
  • KEBUTUHAN BAHAN PANGAN
  • TANAMAN/HEWAN HIAS
  • TIDAK MEMPERHATIKAN SIFAT BIOLOGI
  • JIKA BERSIFAT INVASIVE AKAN MENEKAN POPULASI ASLI

10 of 31

CONTOH KASUS

  • Eichlornia cracipes ( ENCENG GONDOK) MJD GULMA AIR PALING MERUGIKAN
  • BUNGA KRISANT MEMBAWA HAMA KENTANG
  • LAMTORO GUNG BAWA KUTU LONCAT LAMTORO ( Heteropsyla cubana)( 1986)
  • Ikan ( lele dumbo, grasscarp, patin, bawal tawar) menekan populasi ikan lokal

11 of 31

Chain of extinction (rantai kepunahan)

  • Kepunahan organisme yang disebabkan oleh kepunahan spesies lain
  • Misal : spesies kumbang yang hanya dapat hidup pada pohon tertentu, ketika pohon punah maka akan diikuti oleh kepunahan kumbang tersebut.

12 of 31

PRIMACK (1999)

  • POLLUTION
    • BERKAITAN DENGAN KERUSAKAN HABITAT YANG DISEBABKAN OLEH MASUKNYA POLUTAN
    • BANYAK TERJADI PADA ORGANISME AIR OLEH PENCEMARAN INDUSTRI

13 of 31

GASTON ( 1999)

  • GLOBAL WARMING
  • PENINGKATAN SUHU BUMI YANG DISEBABKAN MENINGKATNYA KANDUNGAN GAS RUMAH KACA ( GHG) SHG MENIMBULKAN EFFEK RUMAH KACA.
  • TERJADI PERUBAHAN IKLIM GLOBAL
  • ORGANISME YANG MEMPUNYAI KISARAN TOLERANSI RENDAH AKAN PUNAH

14 of 31

KARAKTER ORGANISME YANG MUDAH PUNAH

Faktor internal

1. Spesies dengan penyebaran geografis yang sempit,

beberapa spesies hanya terdapat pada satu atau sedikit tempat di dalam sebaran geografis yang sempit. Sehingga apabila habitatnya dirusak oleh aktivitas manusia, spesies tersebut akan punah. Beberapa contoh adalah burung yang tinggal di pulau-pulau kecil, atau ikan yang ditemukan hanya di satu tempat.

2. Spesies yang hanya satu atau sedikit populasi.

Banyak spesies yang hanya mempunyai satu atau sedikit populasi di suatu tempat, apabila tempat tersebut rusak oleh bencana alam atau aktivitas manusia, maka spesies tersebut akan punah secara lokal, meskipun secara global masih dapat ditemukan. Contoh burung walet goa (Aerodromus adephagus) di Goa Pasir, Gombong, Kebumen yang mengalami kepunahan lokal karena terjadinya kerusakan habitat goa alam. Julang mas ( Buceros Sp.) di Gunung Slamet

15 of 31

3. Spesies dengan kerapatan populasinya rendah. Suatu populasi dengan jumlah individu per unit area rendah biasanya hanya menyisakan sejumlah kecil individu pada setiap fragmen habitat apabila daerah sebarannya terputus oleh aktivitas manusia . Sehingga pada setiap fragmen habitat akan terjadi populasi kecil yang tidak cukup untuk melanjutkan keberlangsungan populasi.

4. Spesies yang membutuhkan home range yang luas. Suatu organisme, terutama hewan yang secara individual maupun kelompok membutuhkan daerah edar yang luas akan mudah mati apabila bagian dari daerah edarnya rusak atau terfragmnetasi oleh aktivitas manusia.

16 of 31

4. Spesies hewan dengan ukuran tubuh yang besar.

Hewan besar cenderung membutuhkan daerah edar yang luas, makanan lebih banyak, dan sering dianggap sebagai pesaing manusia atau sebagai hama, dan mudah untuk diburu. Sehingga lebih mudah punah oleh aktivitas manusia dibanding hewan kecil.

5. Spesies yang mempunyai kemampuan penyebaran yang tidak efektif.

Di alam, perubahan lingkungan memaksa suatu organisme untuk beradaptasi, baik secara tingkah laku maupun secara fisiologis terhadap kondisi lingkungan atau habitat yang baru. Spesies yang tidak mampu beradaptasi terhadap kondisi lingkungan yang baru harus migrasi ketempat lain yang sesuai atau akan menghadapi resiko kepunahan. Sejumlah besar spesies organisme hutan yang tidak mampu melintasi lahan pertanian, perumahan dan habitat berbeda yang lain yang tercipta oleh aktivitas manusia akan punah apabila habitat aslinya berubah oleh penebangan, pencemaran, serangan spesies asing dan perubahan iklim global.

17 of 31

6. Spesies dengan populasi kecil (lihat paradigma populasi kecil).

Populasi dengan jumlah anggota yang sedikit cenderung lebih mudah punah dibanding dengan populasi dengan jumlah anggota yang banyak. Hal ini berkaitan dengan kepekaan terhadap masalah demografi dan variasi lingkungan serta penurunan variasi sifat genetik.

7. Spesies dengan populasi yang cenderung menurun (lihat paradigma penurunan populasi) .

Populasi yang pertumbuhannya terus menurun akan mengalami Migrasi musiman. Spesies yang melakukan migrasi musiman biasanya membutuhkan dua atau lebih habitat yang berbeda, apabila habitat lain rusak maka spesies tersebut tidak mampu bertahan dan cenderung punah.

8. Spesies dengan variasi genetik yang rendah.

Variasi genetik antar suatu populasi menyebabkan suatu spesies mampu beradaptasi terhadap perubahan lingkungan. Spesies yang tidak memiliki atau variasi genetiknya rendah mempunyai kecenderungan punah yang lebih besar pada saat berhadapan dengan penyakit atau predator baru atau perubahan yang terjadi pada lingkungan.

18 of 31

9. Spesies dengan kebutuhan relung ekologi (niche) yang khusus.

Banyak spesies yang hanya memiliki tipe habitat tunggal yang khusus yang sangat tersebar atau jarang seperti tumbuhan di pegunungan kapur atau goa. Apabila habitat tersebut rusak oleh aktivitas manusia, maka spesies tersebut akan punah. Demikian juga spesies yang mempunyai kebutuhan pakan yang sangat spesifik, seperti suatu spesies tungau (Acari) ektoparasit yang hanya makan bulu satu spesies burung, maka apabila burung tersebut punah, tungau tersebut akan ikut punah (lihat rantai kepunahan )

19 of 31

10. Spesies yang hanya ditemukan pada lingkungan yang sangat stabil. Beberapa spesies teradaptasi dengan baik pada lingkungan yang sangat stabil dimana hampir tidak ada gangguan seperti di hutan hujan tropis tua. Spesies-spesies tersebut mempunyai tingkat pertumbuhan yang sangat lambat, tingkat reproduksi yang rendah dan hanya menghasilkan anakan yang sedikit. Apabila hutan tersebut ditebang, terbakar atau berubah karena aktivitas manusia maka spesies-spesies asli tersebut tidak akan mampu mentolerir perubahan kondisi iklim mikro yang terjadi (meningkatnya intensitas cahaya, menurunnya kelembaban dan tingginya variasi suhu yang terjadi) dan kompetisi dengan spesies pioner dan spesies asing.

11. Spesies yang membentuk kelompok (permanen maupun musiman). Spesies yang dalam hidupnya membentuk kelompok pada tempat tertentu, cenderung akan lebih mudah mengalami kepunahan lokal. Misalnya pada burung Walet Goa ( Aerodromus ...........) yang hidup di goa-goa karang di Kawasan Karst Gombong Selatan yang dipanen sarangnya sebagai komoditas ekonomi yang tinggi. Pemanenan sistem rampasan diduga sebagai penyebab kepunahan lokal di Goa Pasir ( Widhiono, 2006).

20 of 31

12. Spesies yang diburu atau dipanen oleh manusia.

Kebutuhan dasar manusia seringkali menjadi penyebab awal terjadinya kepunahan spesies. Pemanenan berlebih secara cepat menurunkan populasi suatu spesies yang bernilai ekonomi tinggi. Apabila perburuan dan pemanenan sumber daya hayati liar tidak diatur berdasarkan aturan hukum spesies-spesies tersebut akan segera punah. Peraturan tersebut secara international dikenal dengan CITES dan di Indonesia berdasarkan pada Peraturan Pemerintah no 7 DAN 8 TH 1999

21 of 31

Kepunahan Sebagai Ancaman Bagi Keanekaragaman Hayati

Tingkah kepunahan :

  • Punah dalam skala global : jika beberapa individu hanya dijumpai didalam kurungan atau pada situasi yang diatur oleh manusia, dikatakan telah punah di alam.
  • Punah dalam skala lokal ( Extirpated ) : jika tidak ditemukan ditempat mereka dulu berada tetapi masih ditemukan ditempat lain di alam
  • Punah secara ekologi : jika terdapat dalam jumlah yang sedemikian sedikit sehingga efeknya pada spesies lain di dalam komunitas dapat diabaikan
  • Kepunahan yang terutang ( extinction debt ) : hilangnya spesies di masa depan akibat kegiatan manusia pada saat ini.

22 of 31

Kepunahan massal

  • Diperkirakan pada masa lampau telah terjadi 5 kali episode kepunahan massal
  • Kepunahan massal terbesar diperkirakan terjadi pada akhir jaman permian, 250 Juta Tahun lalu
  • Diperkirakan 77%-96% dari seluruh biota laut punah
  • Ada gangguan besar seperti letusan vulkanik serentak atau tabrakan dengan asteroid yang menimbulkan perubahan dramatik pada iklim bumi sehingga banyak spesies mengalami kepunahan.

23 of 31

Kepunahan sebagai proses alamiah

Mengapa hilangnya spesies menjadi masalah ?

  • Pengurangan atau penambahan spesies secara efektif ditentukan oleh laju kepunahan dan laju spesiasi (spesiasi adalah proses yang lambat)
  • Selama laju spesiasi sama atau lebih cepat dari pada laju kepunahan maka keanekaragaman hayati akan tetap konstan atau bertambah
  • Pada priode geologi yang lalu hilangnya spesies diimbangi atau dilampaui oleh evolusi dan pembentukan spesies baru
  • Saat ini tingkat kepunahan mencapai 100-1000 kali dari tingkat kepunahan
  • Disebabkan oleh aktivitas manusia
  • Kepunahan saat ini disebut kepunahan keenam

24 of 31

Habitat Orangutan Kian Terjepit

Tata kelola kawasan jadi benteng terakhir

Populasi Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaus pygmaus) khususnya di daerah Wajok Hilir kian terjepit. Kawasan yang seharusnya menjadi “rumah” bagi primata dilindungi itukini terkepung oleh sejumlah perusahaan.

25 of 31

Fakta Orang Utan di Kalbar

Populasi total 20 ribu individu

Subspecies :

  • Pongo pygmaeus pygmaeus 4.520 individu
  • Pongo pygmaeus wurmbii 15.810 individu

Habibat terbesar :

  • Taman Nasional Gunung palung, Ketapang Kayong Utara
  • Taman Nasional Betung Kerihun Danau Sentarum, kapuas Hulu

Populasi di Wajok :

8-10 individu

26 of 31

Ancaman terhadap populasi

  • Perburuan
  • Konflik dengan manusia
  • Alih fungsi lahan
  • kebakaran

27 of 31

  • Dua terrapin Sungai Selatan berada di Kementerian Lingkungan Hidup di Phnom Penh, Kamboja (2020) setelah spesies air tawar yang terancam punah dan dikenal dimasyarakat local sebagai kura-kura kerajaan itu dibeli seseorang perempuan, lalu diserahkan kepada pemerintah sebagai upaya konservasi.

Terrapin Sungai Selatan

28 of 31

Manfaat kehati :

  1. Merupakan sumber kehidupan, penghidupan dan kelangsungan hidup bagi umat manusia, karena potensial sebagai sumber pangan, papan, sandang, obat-obatan serta kebutuhan hidup yang lain
  2. Merupakan sumber ilmu pengetahuan dan teknologi.
  3. Mengembangkan sosial budaya umat manusia
  4. Membangkitkan nuansa keindahan yang merefleksikan penciptanya

29 of 31

Berbagai contoh sumberdaya alam hayati

  • Sumber pangan
  • Sumberdaya gen
  • Komponen kontrol biologis
  • Produk natural

- pestisida

- Fertilizers

- Obat-obatan

  • Jasa lingkungan
  • Bio indikator
  • Model system or science
  • Kehidupan liar yang menarik
  • Future Options

30 of 31

  • Kerentanan spesies akan kepunahan seringkali tidak berdiri sendiri. Seringkali berbagai ciri atau karakteristik ekologi dan biologi berkelompok sehingga menimbulkan kerentanan.
  • Misalnya, spesies dengan diet (pakan) khusus cenderung memiliki kepadatan populasi yang rendah. Pakan khusus dan populasi rendah merupakan karakteristik yang menyebabkan spesies mudah punah.
  • Dengan mengenali karakteristik dari spesies yang mudah punah, ahli biologi konservasi dapat mengantisipasi keperluan-keperluan pengelolaan populasi-populasi spesies yang rentan terhadap kepunahan.

31 of 31

Terima Kasih