1 of 46

Oleh: Yoel Cahyo

2 of 46

TUJUAN

  • Meningkatkan Pemahaman tentang Pembelajaran Mendalam
  • Mendorong Pengembangan Kompetensi HOTS
  • Membahas Implementasi Strategis PM
  • Mengintegrasikan Pembelajaran Holistik
  • Menyosialisasikan Kebijakan Pendidikan
  • Meningkatkan Kapasitas Guru, Kepala Sekolah, Pengawas Pendamping Sekolah
  • Mendorong Kolaborasi dan Pemanfaatan Teknologi Digital
  • Memfasilitasi Refleksi dan Perencanaan Tindak Lanjut

3 of 46

4 of 46

Ambiguity

(Ambigu)

Volatility

(Mudah berubah)

Uncertainty

(Ketidakpastian)

Complexity

(Kompleksitas)

Agility

(Kelincahan)

Vision

(Inti persoalan)

Understanding

(Pemahaman)

Clarity

(Kejelasan)

Warren Bennis dan Burt Nanus, 1987 https://www.vuca-world.org/

VS

5 of 46

Kemampuan HOTS siswa Indonesia masih rendah

Sumber: Diolah dari hasil PISA 2018

MEMBACA

skor

MATEMATIKA

skor

SAINS

skor

Hasil PISA:

Siswa Indonesia hanya bisa menjawab materi Level fi-3 saja (lower order thinking skills = LOTS), sementara siswa negara lain sudah sampai Level 4-6 (higher order thinking skills = HOTS).

555

549

504 415

393

371

591

527

569

440

419

379

590

529

551

438

426

396

Indonesia

Indonesia

Indonesia

6 of 46

7 of 46

Analisis Keseluruhan:

  • Tantangan utama: Siswa Indonesia cenderung berfokus pada LOTS (kemampuan dasar) dan kurang terlatih dalam HOTS.
  • Dampak: Perlunya perbaikan signifikan dalam strategi pembelajaran guru untuk mendukung kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan analitis siswa.
  • Rekomendasi: Program Pembelajaran Mendalam bisa diterapkan untuk meningkatkan kemampuan HOTS siswa.

8 of 46

Apa Pembelajaran Mendalam?

Pembelajaran Mendalam Sebagai Solusi:

Pembelajaran mendalam adalah pendekatan sistemik untuk transformasi pendidikan yang bertujuan mengubah cara siswa belajar dengan melibatkan mereka secara mendalam melalui isu-isu nyata dan bermakna. Fokus utamanya adalah mengembangkan 6 Kompetensi Global (6C): Karakter, Kewarganegaraan, Kolaborasi, Komunikasi, Kreativitas, dan Pemikiran Kritis. (Fullan et all, 2018)

7

9 of 46

Kompetensi Pembelajaran Mendalam

10 of 46

Apa Pembelajaran Mendalam?

Definisi:

Pembelajaran Mendalam merupakan pendekatan yang memuliakan dengan menekankan pada penciptaan suasana belajar dan proses pembelajaran berkesadaran (mindful), bermakna (meaningful), dan menggembirakan ( joyful) melalui olah pikir (intelektual), olah hati (etika), olah rasa (estetika), dan olah raga (kinestetik) secara holistik dan terpadu (Puskurjar, 2025)

7

11 of 46

KERANGKA KERJA PEMBELAJARAN MENDALAM

12 of 46

  • Konsep Pembelajaran Sosial dan Emosional (PSE) berdasarkan kerangka CASEL (Urgensi PSE dan Kaitannya dengan Kesejahteraan Psikologis (well being)
  • PRINSIP
  • BERKESADARAN

13 of 46

Strategi Implementasi Pembelajaran Sosial dan Emosional

14 of 46

Strategi Implementasi Pembelajaran Sosial dan Emosional

15 of 46

Teknik Dalam PSE Model Siegel

A. Menghubungkan dan mengalihkan

B. Membenarkan dan menjinakan

C. Mengaktifkan otak luhur

D. Memindahkan dan menghilangkan

E. Memutar ulang dan mengingatkan

F. Mengingat untuk ingat

G. Lingkaran Kesadaran Diri

H. Mengajarkan Perasaan Datang dan Pergi

I. Mengaktifkan Mindsight Mengontrol Imajinasi

J. Parenting: Bermain Bersama

K. Menghubungkan Lewat Konflik

This Photo by Unknown Author is licensed under CC BY-SA-NC

16 of 46

PRINSIP BERMAKNA

- Perbedaan pembelajaran berpusat pada guru vs siswa

- Karakteristik pembelajaran berbasis siswa

- Strategi belajar aktif: PBL, PJBL, dan Discovery/Inquiry-Based Learning

17 of 46

18 of 46

Karakteristik Pembelajaran Berbasis Siswa

- Aktivitas siswa sebagai fokus utama

- Pembelajaran berbasis kebutuhan dan minat siswa

- Kolaborasi dan diskusi kelompok

- Mendorong pemecahan masalah dan berpikir kritis

- Penerapan proyek nyata

- Guru sebagai fasilitator

19 of 46

Karakteristik Pembelajaran Berbasis Siswa di Sekolah Kejuruan (SMK):

Karakteristik

Deskripsi

Contoh di SMK

1. Berpusat pada Siswa

Pembelajaran difokuskan pada kebutuhan, minat, dan kemampuan siswa.

Siswa Teknik Otomotif mempelajari pemecahan masalah pada sistem rem kendaraan sesuai dengan kasus nyata.

2. Pembelajaran Aktif dan Partisipatif

Siswa secara aktif terlibat dalam proses belajar melalui diskusi, praktik, proyek, atau simulasi.

Siswa Teknik Mesin membuat model komponen mesin menggunakan software CAD dan mempresentasikan desainnya.

3. Kolaborasi dan Kerja Tim

Siswa bekerja secara berkelompok untuk menyelesaikan tugas atau proyek, mengembangkan keterampilan kerja tim.

Siswa Teknik Elektronika bekerja bersama untuk merancang dan membangun sistem alarm sederhana.

4. Pembelajaran Kontekstual

Materi pelajaran dikaitkan dengan situasi dunia nyata yang relevan dengan bidang keahlian siswa.

Siswa DKV membuat desain poster untuk kampanye nyata, seperti promosi usaha lokal.

5. Berorientasi pada Pemecahan Masalah

Pembelajaran dirancang untuk melatih kemampuan siswa dalam memecahkan masalah teknis atau proyek kompleks.

Siswa Teknik Otomotif mendiagnosis masalah kelistrikan pada kendaraan menggunakan alat diagnostik.

6. Evaluasi Berbasis Proyek atau Produk

Penilaian dilakukan berdasarkan produk atau proyek nyata yang dihasilkan siswa, bukan hanya ujian tertulis.

Siswa Teknik Mesin dievaluasi berdasarkan prototipe mesin yang berhasil mereka buat.

7. Guru sebagai Fasilitator

Guru berperan sebagai pendamping yang memberikan arahan dan dukungan, bukan hanya sebagai sumber utama informasi.

Guru Teknik Elektronika memberikan panduan dasar, tetapi membiarkan siswa menemukan solusi sendiri.

8. Pemanfaatan Teknologi

Teknologi digunakan untuk mempermudah proses pembelajaran dan meningkatkan pemahaman siswa.

Siswa DKV menggunakan software desain grafis untuk membuat portofolio digital.

20 of 46

CONTOH PENERAPAN DI JURUSAN

Kompetensi

Pembelajaran Berpusat pada Guru

Pembelajaran Berpusat pada Siswa

Teknik Mesin

Guru menjelaskan proses kerja mesin bubut secara detail di depan kelas. Siswa mencatat dan bertanya jika diminta.

Guru membagi siswa ke kelompok kecil, memberikan studi kasus, dan meminta mereka mempraktikkan di bengkel. Guru memberikan arahan jika diperlukan.

Teknik Otomotif

Guru menjelaskan cara kerja sistem injeksi bahan bakar menggunakan diagram di papan tulis.

Siswa menganalisis kerusakan sistem injeksi melalui simulasi pada kendaraan, lalu mempresentasikan solusi mereka.

Teknik Elektronika

Guru menjelaskan teori dasar rangkaian seri dan paralel di kelas.

Siswa diminta merancang rangkaian seri dan paralel di laboratorium dengan memanfaatkan komponen yang tersedia.

Desain Komunikasi Visual (DKV)

Guru memberikan teori tentang prinsip desain grafis.

Siswa bekerja dalam kelompok untuk membuat poster digital berdasarkan tema tertentu, lalu mendiskusikan proses kreatif mereka di depan kelas.

21 of 46

PRINSIP MENGGEMBIRAKAN

PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI

22 of 46

23 of 46

Strategi Pengembangan Pengalaman Belajar

To pull”, atau menarik, artinya sekolah menyediakan sumber belajar dan lingkungan belajar baru yang menarik bagi murid, guru dan orang tua.

To push”, atau mendorong, artinya sekolah mendorong guru dan orang tua untuk mendesain pengalaman belajar yang bermakna bagi murid.

24 of 46

MENYEDIAKAN SUMBER BELAJAR: Video, kursus online, simulasi berbasis komputer, Artificial Intelligence, Augmented Reality, animasi, auditorium, kontak person, Pictures, matras, lapangan, templates, tips, glossary, GUIDE, case studies, Plastisin, printouts, portal, Map, aplikasi, studio, barbel, experts, Laboratorium, checklist, FAOs.

MENDESAIN PENGALAMAN BELAJAR: simulasi, studi kasus, pemagangan, role-play, skenario, action learning, refleksi, action video replay, saling berbagi, flipped classroom, gamification, mentoring, field trip, guest speaker, coaching, komunitas, pembiasaan, artefacts, Replika, asesmen, games, storytelling, critical accident review.

PENGALAMAN BELAJAR

25 of 46

SUMBER BELAJAR ERA DIGITAL

26 of 46

USAHA GURU MENYESUAIKAN DENGAN KEBUTUHAN�SISWA

MENGAJAR HANYA YANG ESENSIAL SAJA

SERTAKAN MUSIK

MEMBAYANGKAN

ISI BUKU

MEMPERBANYAK COACHING DAN MENTORING

MENYELARASKAN PEMBELAJARAN

MEMBUKTIKAN HASIL BELAJAR

27 of 46

REFLEKSI-REFLEKSI-REFLEKSI

Makna Refleksi dalam Pembelajaran:

  • Refleksi adalah proses dialogis untuk mengevaluasi pengalaman, bukti, temuan, dan fakta terkait pembelajaran.
  • Refleksi menciptakan pembelajaran yang bermakna dengan melibatkan aspek kognitif, emosional, dan transformasi pengalaman.
  • Refleksi membantu membangkitkan kesadaran diri, membuka pikiran, hati, dan tindakan baru.
  • Mendorong transformasi cepat dalam pengetahuan, sikap, karakter, dan tindakan.

Tahapan Refleksi Berdasarkan Experiential Learning (EL):

  • Refleksi melibatkan aktivitas dua arah antara pendidik dan siswa.
  • Ditutup dengan umpan balik (feedback) untuk memberikan penguatan, kesimpulan, dan konfirmasi.

Model Refleksi Driscoll (WHAT?, SO WHAT?, NOW WHAT?):

  • WHAT?: Mengidentifikasi situasi dan kondisi.
  • SO WHAT?: Menemukan manfaat dan relevansi refleksi bagi diri dan organisasi.
  • NOW WHAT?: Menentukan langkah atau tindakan lanjutan berdasarkan refleksi.

Arah Kebijakan Kemdikbud:

  • Refleksi dianggap penting untuk mendukung program Pembelajaran Mendalam dan menciptakan well-being siswa.

28 of 46

29 of 46

  • @Copyright 2024

30 of 46

Taksonomi SOLO dan Bloom dalam Pembelajaran Mendalam

Tingkat Pembelajaran

Taksonomi SOLO

Taksonomi Bloom

Pengalaman Belajar PM

Deskripsi

Unggul (Excellence)

Pembelajaran Mendalam

Berpikir Abstrak yang Mendalam

  • Mencipta
  • Mengevaluasi

Merefleksi

Memperluas dan menerapkan ide

Cakap (Secure)

Relasional

  • Menganalisis
  • Menerapkan

Mengaplikasi

Menghubungkan ide-ide

Berkembang (Developing)

Pembelajaran Dasar

Multistruktural

Memahami

Memahami

Memiliki banyak ide

Dasar (Foundation)

Unistruktural

Mengingat

Mengingat kembali

Belum Berkembang (Incompetence)

Prastruktural

31 of 46

Deskripsi dan Contoh Pembelajaran Deep Learning - PAUD

Memperluas dan Menerapkan Ide: Menggunakan ide yang telah dipelajari untuk menyelesaikan masalah baru.

Contoh: Menggunakan alat bermain untuk memahami hubungan sebab-akibat.

Menghubungkan Ide-Ide: Mengaitkan berbagai ide untuk memahami konsep secara lebih mendalam.

Contoh: Mengaitkan warna dan bentuk untuk memahami pola sederhana.

Memiliki Banyak Ide: Menghasilkan berbagai ide atau solusi dalam menghadapi sebuah situasi.

Contoh: Menghasilkan ide permainan baru.

Mengingat Kembali: Menghafal dan mengingat kembali informasi dasar yang telah dipelajari.

Contoh: Mengingat nama-nama warna atau bentuk.

32 of 46

Deskripsi dan Contoh Pembelajaran Deep Learning - SD

Memperluas dan Menerapkan Ide: Menggunakan ide yang telah dipelajari untuk menyelesaikan masalah baru.

Contoh: Menggunakan konsep matematika untuk memecahkan masalah dunia nyata.

Menghubungkan Ide-Ide: Mengaitkan berbagai ide untuk memahami konsep secara lebih mendalam.

Contoh: Mengaitkan cerita dari buku bacaan dengan pengalaman sehari-hari.

Memiliki Banyak Ide: Menghasilkan berbagai ide atau solusi dalam menghadapi sebuah situasi.

Contoh: Menghasilkan ide tentang cara melestarikan lingkungan.

Mengingat Kembali: Menghafal dan mengingat kembali informasi dasar yang telah dipelajari.

Contoh: Mengingat perkalian dasar atau nama pahlawan nasional.

33 of 46

Deskripsi dan Contoh Pembelajaran Deep Learning - SMP

Memperluas dan Menerapkan Ide: Menggunakan ide yang telah dipelajari untuk menyelesaikan masalah baru.

Contoh: Menggunakan data untuk membuat laporan eksperimen sains.

Menghubungkan Ide-Ide: Mengaitkan berbagai ide untuk memahami konsep secara lebih mendalam.

Contoh: Menghubungkan konsep-konsep fisika untuk memahami fenomena alam.

Memiliki Banyak Ide: Menghasilkan berbagai ide atau solusi dalam menghadapi sebuah situasi.

Contoh: Menghasilkan ide untuk proyek penelitian sederhana.

Mengingat Kembali: Menghafal dan mengingat kembali informasi dasar yang telah dipelajari.

Contoh: Mengingat rumus matematika atau istilah geografi.

34 of 46

Deskripsi dan Contoh Pembelajaran Deep Learning - SMA

Memperluas dan Menerapkan Ide: Menggunakan ide yang telah dipelajari untuk menyelesaikan masalah baru.

Contoh: Menggunakan teori untuk menyelesaikan kasus studi dalam pelajaran ekonomi.

Menghubungkan Ide-Ide: Mengaitkan berbagai ide untuk memahami konsep secara lebih mendalam.

Contoh: Mengaitkan berbagai teori dari pelajaran sejarah untuk memahami suatu periode.

Memiliki Banyak Ide: Menghasilkan berbagai ide atau solusi dalam menghadapi sebuah situasi.

Contoh: Menghasilkan ide inovatif dalam proyek ilmiah.

Mengingat Kembali: Menghafal dan mengingat kembali informasi dasar yang telah dipelajari.

Contoh: Mengingat tabel periodik atau konsep biologis dasar.

35 of 46

Deskripsi dan Contoh Pembelajaran Deep Learning - SMK

Memperluas dan Menerapkan Ide: Menggunakan ide yang telah dipelajari untuk menyelesaikan masalah baru.

Contoh: Siswa Teknik Mesin membuat model komponen mesin menggunakan software CAD dan mempresentasikan desainnya.

Menghubungkan Ide-Ide: Mengaitkan berbagai ide untuk memahami konsep secara lebih mendalam.

Contoh: Menghubungkan berbagai fungsi mesin pada sistem rem kendaraan sesuai dengan kasus nyata.

Memiliki Banyak Ide: Menghasilkan berbagai ide atau solusi dalam menghadapi sebuah situasi.

Contoh: Siswa membuat poster digital berdasarkan tema tertentu, lalu mendiskusikan proses kreatif

mereka di depan kelas.

Mengingat Kembali: Menghafal dan mengingat kembali informasi dasar yang telah dipelajari.

Contoh: Mengingat panduan/prosedur kerja atau nama alat.

36 of 46

Deskripsi dan Contoh Pembelajaran Deep Learning - SLB

Memperluas dan Menerapkan Ide: Menggunakan ide yang telah dipelajari untuk menyelesaikan masalah baru.

Contoh: Menggunakan alat bantu untuk menyelesaikan tugas sederhana.

Menghubungkan Ide-Ide: Mengaitkan berbagai ide untuk memahami konsep secara lebih mendalam.

Contoh: Menghubungkan aktivitas sehari-hari dengan rutinitas tertentu.

Memiliki Banyak Ide: Menghasilkan berbagai ide atau solusi dalam menghadapi sebuah situasi.

Contoh: Menghasilkan ide untuk menyelesaikan masalah sederhana.

Mengingat Kembali: Menghafal dan mengingat kembali informasi dasar yang telah dipelajari.

Contoh: Mengingat nama alat bantu atau rutinitas harian.

37 of 46

38 of 46

39 of 46

40 of 46

Transformasi Peran Guru dalam Ekosistem Pembelajaran Mendalam

  • Curu sebagai Activator
  • Curu sebagai Collaborator
  • Curu sebagai Culture Builder

41 of 46

Peran KS-PS

1. Merencanakan program sekolah menciptakan lingkungan belajar yang mendukung

    • Building learning environment: Class, School, Home, Community, ABCD

2. Mewujudkan kepemimpinan-pendampingan sekolah yang bersikap positif dan berpikir esensial

    • Experimentasi+Simulasi+Action Learning+Iterative improvement+valueing mistakes

3. Melibatkan diri dalam berbagai bentuk kegiatan pendampingan sekolah

    • Profesional Teachers Development: In House Training (IHT), bimbingan teknis (bimtek), pendampingan guru, workshop; refleksi; Focus Group Discussion (FGD), pemantauan, monitoring dan evaluasi; Supervisi akademik dan manajerial dengan coaching, penilaian kinerja guru dan KS

42 of 46

Tahapan Implementasi PM

Tahapan Implementasi Pembelajaran Mendalam

Sosialisasi PM kepada semua pemangku kepentingan.

Identifikasi dan pemenuhan kebutuhan sumber daya (Guru, Satuan Pendidikan, Sumber Belajar, Dinas Pendidikan, dll).

Uji coba dalam lingkup terbatas.

Evaluasi hasil dan perbaikan sistem.

Penerapan PM secara luas.

Refleksi dan tindak lanjut untuk perbaikan selanjutnya.

43 of 46

Mari kita berdiskusi….

44 of 46

“Jangan karena ada program deep learning, lalu kita menerapkan deep learning, karena sejatinya adanya sebuah program itu hanyalah alat untuk kita belajar …., pembelajaran bermutu di kelas/sekolah hanya tercipta karena kita bekerja keras, konsisten dan kemauan kita sebagai guru belajar-menerapkan-dan belajar lagi dari kegagalan yang terjadi…begitu seterusnya kita membudayakan deep learning”. ��(Yoel Yoel Yoel)

© Copyright, 2024

45 of 46

Program apapun tidak akan dapat ditingkatkan skalanya; kecuali budaya yang melakukannya"

(Michael Fullan-Joanne Quinn-Joanne Mc Achen)

46 of 46

Terima kasih….�gaess

Makan siang dengan nasi gurih,�Diselingi dengan teh rasa vanila.�Untuk deep learning, terima kasih,�Ilmumu membawa manfaat bagi semua