MENDUKUNG MISI DENGAN DOA & DANA
Minggu 3
Filipi 4:15–19
Jemaat Filipi adalah teladan gereja yang bermitra dalam misi. Mereka tidak semua menjadi pengkhotbah keliling seperti Paulus, tetapi mereka mendukung pekerjaan Injil dengan doa dan dana secara setia. Paulus melihat pemberian mereka bukan sekadar bantuan finansial, melainkan buah persekutuan Injil yang mendatangkan sukacita di sorga.
Bagaimana kita mendukung misi dengan doa dan dana?
1
PEMBERIAN UNTUK PEKERJAAN INJIL
(ay. 15-16)
Jemaat Filipi telah mengambil bagian dalam soal memberi dan menerima sejak awal pelayanannya, bahkan ketika jemaat lain tidak melakukannya.
Mereka berulang kali mengirimkan bantuan kepada Paulus di Tesalonika, menunjukkan dukungan misi yang konsisten, bukan hanya insidentil.
Mendukung misi dengan dana adalah bentuk kemitraan rohani; ketika kita memberi, kita ikut serta dalam setiap jiwa yang dimenangkan melalui pelayanan.
Tuhan mencatat setiap pemberian untuk Injil, bahkan ketika manusia melupakannya; pemberian itu menjadi investasi kekal yang tidak sia-sia.
2
PERSEMBAHAN YANG MENYENANGKAN TUHAN
(ay. 18)
Paulus menyebut kiriman jemaat Filipi sebagai “bau yang harum, korban yang disukai dan yang berkenan kepada Allah.”
Persembahan untuk misi bukan ‘transaksi’, tetapi ibadah; motivasinya adalah kasih kepada Kristus dan kerinduan agar Injil tersebar.
Tuhan melihat hati di balik jumlah; persembahan yang menyenangkan Tuhan lahir dari kerelaan, sukacita, dan pengorbanan.
Ketika gereja memberi untuk misi, sorga bersukacita karena semakin banyak orang akan mendengar kabar baik tentang keselamatan.
3
PEMELIHARAAN ALLAH BAGI PENDUKUNG MISI
(ay. 19)
Janji “Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus” diberikan dalam konteks dukungan misi.
Mendukung pekerjaan Tuhan tidak membuat kita berkekurangan; justru Allah berjanji memelihara mereka yang memprioritaskan kerajaan-Nya.
Pemeliharaan Allah bukan selalu berarti kelimpahan materi yang berlebih, tetapi kecukupan, damai sejahtera, dan kecukupan untuk terus menjadi berkat.
Jangan takut memberi untuk misi; percayalah bahwa Allah yang kita layani tidak pernah berhutang, dan Ia sanggup memelihara kita.