DISCOVERY LEARNING
ANDRIAN WAHYUDI, S.Pd.I
SAHABAT RUMAH BELAJAR
BENGKULU 2022
APA ITU DISCOVERY LEARNING?
Metode pembelajaran yang dilakukan dengan cara tidak secara langsung menyajikan informasi, para siswa diharuskan mandiri dalam mengelola pemahaman informasi.
Dengan menggunakan metode pembelajaran ini siwa dididik menjadi ilmuwan, mereka tidak hanya berperan sebagai konsumen tapi juga penemu ilmu pengetahuan.
DISCOVERY LEARNING
Metode discovery learning merupakan teknik pembelajaran berbasis inkuiri dan ditafsirkan sebagai pendekatan berbasis konstruktivis pada pendidikan.
Metode pembelajaran ini disebut juga pendidikan berbasis masalah, pendidikan pengalaman dan pendidikan abad ke-21.
KARAKTERISTIK�DISCOVERY�LEARNING�
Menyelesaikan masalah untuk membentuk pengetahuan
Berfokus pada siswa
Aktivitas meleburkan pengetahuan baru & pengetahuan yang telah ada sebelumnya
TUJUAN �DISCOVERY�LEARNING
Dengan menggunakan metode pembelajaran ini, peserta didik berkesempatan aktif pada proses belajar mengajar.
Faktanya menyatakan bahwa keikutan serta banyak peserta didik dalam pembelajaran meningkat saat penggunaan metode pembelajaran discovery.
Dengan metode pembelajaran discovery, peserta didik belajar mencari pola dalam situasi nyata ataupun maya, juga siswa banyak mengeksplorasi pemberian tambahan informasi.
Peserta didik belajar memformulasikan trik tanya jawab yang tidak kacau dan dengan tanya jawab untuk mendapatkan informasi yang berguna.
Peserta didik membuat kerja sama yang efektif, saling memberiinformasi, serta mendengar dan menggunakan ide dari orang lain.
Ada sejumlah fakta yang menyatakan bahwa keterampilan, konsep dan prinsip yang dipelajari dengan sistem discovery lebih berart.
Keterampilan yang dipelajari dalam situasi belajar penemuan dalam beberapa kasus, lebih mudah ditransfer untuk aktifitas baru dan diaplikasikan dalam situasi belajar yang baru.
JENIS�DISCOVERY�LEARNING�
Free Discovery Learning (bebas)
Guided Discovery Learning (bimbing)
BENTUK�DISCOVERY�LEARNING�(berdasarkan besarnya kelas)�
Satu Arah
Dua Arah
LANGKAH MELAKUKAN�DISCOVERY�LEARNING�
STIMULUS�
Untuk memulai tahap ini dapat dilakukan dengan beberapa langkah pertama. Seperti memulai kegiatan proses belajar-mengajar dengan mengajukan pertanyaan, anjuran membaca buku, dan aktivitas belajar lainnya yang mengarah pada persiapan pemecahan masalah.
IDENTIFIKASI �MASALAH�
Setelah langkah pertama berhasil dilewati, maka dilanjutkan dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin agenda masalah yang memiliki kaitan erat dengan bahan pelajaran. Setelah itu salah satunya ditunjuk dan dirumuskan dalam bentuk hipotesis (jawaban sementara atas pertanyaan masalah).
PENGUMPULAN�DATA�
Bila rumusan dari hipotesis masalah sudah ada maka para siswa dapat diberikan kesempatan untuk mengumpulkan informasi sebanyak banyaknya yang relevan untuk membuktikan benar atau tidaknya hipotesis.
OLAH�DATA�
Jika data sudah dihimpun maka kegiatan selanjutnya adalah memasukkan dalam bank data untuk diolah dan dilakukan validasi dengan wawancara, observasi baru kemudian ada tafsiran berdasarkan temuan data tersebut.
PEMBUKTIAN�
Hasil tafsir dari data yang sudah dianggap valid harus dilakukan pemeriksaan secara cermat. Ini dilakukan untuk membuktikan benar atau tidaknya hipotesis dihubungkan dengan proses hasil data.
GENERALISASI�
Setelah hasil pembuktian pengolahan data diatas maka dapat ditarik kesimpulan yang dapat dijadikan prinsip umum dan berlaku untuk semua kejadian atau masalah yang sama dengan memperhatikan hasil verifikasi.
TERIMA�KASIH
“Guru yang berhenti belajar pada hakekatnya sudah berhenti menjadi guru”
Prof. Dr. Ir. Richardus Eko Indrajit, M.Sc., MBA., Mphil., MA