MEDIA MENGAJAR
UNTUK SD/MI KELAS IV
Pendidikan Pancasila
ATURAN, HAK, DAN KEWAJIBAN
BAB 2
TUJUAN PEMBELAJARAN:
sehari-hari.
A. Aturan dan Norma
Aturan dan norma memiliki makna yang hampir sama. Aturan dan norma merupakan panduan sebagai pengendali tingkah laku masyarakat agar dapat hidup dengan tertib.
Aturan biasanya tertulis dan ada sanksi atau hukuman jika melanggarnya.
Norma biasanya tidak tertulis dan sanksinya berupa teguran atau sanksi sosial dari masyarakat.
Contoh aturan tertulis.
Sumber: www.commons.wikimedia.org
Sumber: www.freepik.com
Aturan di Rumah
Aturan di rumah dibuat oleh orang tua agar suasana rumah menjadi tertib dan teratur. Aturan di rumah biasanya tidak tertulis dan dapat berbeda-beda di setiap rumah.
Jika melanggar, kita dapat ditegur atau dinasihati orang tua. Jika berulang-ulang, kita dapat diberi hukuman.
Tidak mematuhi aturan akan membuat rumah menjadi tempat yang tidak nyaman.
Berikut contoh aturan di rumah.
Merapikan mainan setelah bermain merupakan bentuk mematuhi aturan di rumah.
Aturan di Sekolah
Aturan di sekolah disebut juga tata tertib sekolah. Tata tertib sekolah dibuat oleh kepala sekolah dan guru. Tata tertib sekolah dibuat tertulis dan biasanya di tempel di dinding sekolah.
Melaksanakan piket merupakan salah satu contoh mematuhi tata tertib sekolah.
Berikut contoh tata tertib sekolah.
Jika salah satu siswa terlambat, kegiatan belajar siswa lain akan terganggu.
Aturan di Lingkungan Sekitar
Tetangga adalah orang yang tinggal di sekitar rumah kita. Tetangga dapat dikatakan sebagai orang terdekat kita. Agar tercipta hubungan yang rukun dengan tetangga, terdapat aturan di lingkungan sekitar rumah kita.
Aturan di lingkungan sekitar ada yang berbentuk tertulis dan tidak tertulis atau norma.
Aturan tentang larangan membuang sampah sembarangan biasanya tertulis dengan jelas.
Berikut contoh aturan tertulis di lingkungan sekitar.
Tamu yang bertamu ke rumah warga wajib melapor ke satpam.
Berikut contoh aturan tidak tertulis (norma) di lingkungan sekitar.
Aturan tentang kerja bakti biasanya tidak tertulis.
B. Hak dan Kewajiban di Rumah dan Sekolah
Kita tinggal bersama keluarga di rumah. Setiap anggota keluarga memiliki hak dan kewajiban.
Hak adalah sesuatu yang harus kita terima. Setiap hak diikuti oleh kewajiban. Kewajiban adalah sesuatu yang harus kita lakukan untuk memperoleh hak.
Di dalam kewajiban, ada hak orang lain. Dengan melaksanakan kewajiban, berarti kita ikut menjaga hak orang lain.
Orang-orang yang tinggal di rumah bersama kita adalah keluarga kita.
Berikut contoh hak yang kita miliki sebagai anak di rumah.
Hak dan Kewajiban di Rumah
Kita memiliki hak untuk bermain setelah memenuhi kewajiban, yaitu mengerjakan PR.
Berikut contoh kewajiban kita sebagai anak di rumah.
Kita dan keluarga berkewajiban menjaga kebersihan rumah.
Hak dan Kewajiban di Sekolah
Sebagai siswa, kita memiliki kewajiban-kewajiban di sekolah.
Berikut contoh kewajiban siswa di sekolah.
Mengumpulkan tugas tepat waktu adalah kewajiban siswa.
Berikut contoh hak siswa di sekolah.
Setelah melaksanakan kewajiban, kita akan mendapatkan hak sebagai siswa.
Semua siswa berhak bertanya kepada guru.
Keputusan bersama adalah keputusan yang disepakati atau disetujui bersama. Oleh karena itu, hasil keputusan bersama harus diterima dan dilaksanakan oleh semua yang menyepakati.
Saat bermain dengan teman-teman pun kita harus bersepakat tentang permainan yang akan dimainkan.
Sumber: www.freepik.com
C. Aturan dalam Menghasilkan Keputusan Bersama
Agar proses menghasilkan keputusan bersama berjalan tertib, terdapat aturan yang harus dilaksanakan.
Berikut aturan dalam proses menghasilkan keputusan bersama.
Aturan dalam Menghasilkan Keputusan Bersama
Kita dapat menentukan jenis permainan secara bersama-sama.
Hak dalam Menghasilkan Keputusan Bersama
Keputusan bersama dihasilkan untuk kepentingan bersama. Agar diperoleh keputusan terbaik, kita memiliki hak untuk ikut serta dalam prosesnya.
Berikut hak-hak kita dalam proses menghasilkan keputusan bersama.
Saat menentukan keputusan bersama, setiap orang berhak menyampaikan pendapatnya.
Kewajiban dalam Menghasilkan Keputusan Bersama
Kita pun memiliki kewajiban agar keputusan bersama dapat dihasilkan dengan baik.
Berikut adalah kewajiban kita dalam proses menghasilkan keputusan bersama.
Mendengarkan pendapat dengan saksama adalah bentuk sikap menghargai orang lain.