1 of 25

Pekerjaan Berisiko Tinggi (HRW)Pekerjaan di Ketinggian (WAH)

Created: 02/08/2023

Revision 0 Issued: 02/08/2023

Created by Yohanes Richardo

2 of 25

3 of 25

Catatan Kejadian Wilmar Indonesia 2022

4 of 25

1

2

3

4

Catatan Kejadian Wilmar Gresik Q2 2023

5 of 25

Amankah Wilmarku? (1)

6 of 25

Amankah Wilmarku? (2)

7 of 25

Pekerjaan Di Ketinggian

Pekerjaan di ketinggian (working at height) adalah:

  • Pekerjaan dengan ketinggian di atas 2 meter dengan konstruksi bangunan yang tidak/belum standar sehingga beresiko tinggi untuk personil jatuh bila tidak memakai dan mengaitkan SFBHnya pada static line atau lifeline.
  • Pekerjaan dengan ketinggian kurang dari 2 meter tetapi di bawahnya terdapat obyek obyek yang sangat membahayakan pekerja, seperti: banyak obyek tajam, kedalaman air lebih dari 2 meter, dan lainnya sehingga sangat membahayakan pekerja bila tidak menggunakan fall arrest system dengan konstruksi dan metode yang disesuaikan.

Nb:

Yang dimaksud Konstruksi di ketinggian yang telah standar adalah bangunan gedung dengan lantai kerja yang telah standar (aman) dikelilingi oleh dinding bangunan, atau dikelilingi oleh handrail dan guardrail.

8 of 25

Tipe Pekerjaan Di Ketinggian

  • Naik/turun tangga tangki dan kegiatan di atas tangki – resiko tinggi
  • Naik/turun ladder/tangga tegak – resiko tinggi
  • Kegiatan konstruksi (erection beam) – resiko tinggi
  • Kegiatan dengan menggunakan scaffolding – resiko tinggi
  • Kegiatan dengan menggunakan gondola – resiko tinggi
  • Kegiatan di atas atap – resiko tinggi
  • Kegiatan menggunakan tangga portable – resiko tinggi
  • Kegiatan di atas perairan atau di atas kolam – resiko tinggi
  • Kegiatan di atas truck – resiko tinggi
  • Kegiatan di atas piperack – resiko tinggi
  • Dan sejenisnya

9 of 25

Pengendalian Pekerjaan Di Ketinggian

  • Hindari atau minimalkan kegiatan di atas ketinggian.
  • Hindarkan kegiatan personil di bawah kegiatan ketinggian.

Ex: kegiatan bongkar muat iso tank menggunakan valve bawah.

ELEMINASI

SUBSTITUSI

  • Ganti metode kerja sehingga pekerjaan di ketinggian tidak perlu dilakukan.

Ex: erection tangki mulai dari top, dinaikkan dengan alat bantu, dilanjut dengan joint shell ke bawah berikutnya).

ENGINEERING (ISOLASI BAHAYA & REKAYASA TEKNIK)

  • Menyiapkan akses untuk menuju titik pekerjaan dan area kerja yang aman di ketinggian.
  • Memasang batas radius tidak aman di bawah pekerjaan di ketinggian harus dan rambu peringatan bahaya.

Ex: Pasang platform, hand rail dan tangga, Safety Net, Pasang static line/life line untuk mengaitkan SFBH, Inspeksi dan uji fall arrest system termasuk lifeline.

ADMINISTRATIVE

  • Kontrol kesehatan dan kompetensi personal.
  • Work Permit, JSEA, ERP, dan Pengawasan.
  • Training, safety talk, konsultasi dengan EHS.
  • Safety signboard “ Awas Jangan Melintas – Pekerjaan Di Ketinggian”.

APD

  • SFBH double lanyard, safety helmet, safety shoes, dan APD lainnya.

10 of 25

Standar yang dikembangkan oleh Wilmar Gresik untuk pengendalian pekerjaan di atas ketinggian adalah sesuai bagan berikut di bawah ini:

Pengembangan Sistem

11 of 25

Kompetensi & Pelatihan Yang Disyaratkan

  • Sertifikat Pekerja Di atas ketinggian
  • Sertifikat Scaffolder
  • Sertifikat Supervisor Scaffolding
  • Pengalaman Kerja Di Atas Ketinggian
  • Pelatihan K3 – Bekerja di Ketinggian
  • Pelatihan Tenaga Kerja Bangunan Tinggi tingkat 2
  • Emergency response plan

12 of 25

Standar Dan Pratek Yang Baik (1)

  • Ladder di atas 2,4 meter harus dipasang safety cover (sangkar).
  • Stairs dengan 4 steps atau lebih harus dipasang pagar pengaman.
  • Setiap platform di atas ketinggian harus dipasang hand rails.
  • Kegiatan di atas ketinggian ≥ 2 meter pada lantai kerja yang belum standar wajib memakai body harness
  • Kegiatan di atas ketinggian kurang dari 2 meter pada permukaan yang tidak rata harus dipastikan pagar pengamannya atau alternatif pengaman lainnya.
  • Lubang horizontal atau vertical harus ditutup.
  • Tidak menginjak atap langsung.
  • Ketinggian horizontal lifeline minimal 90 cm, dan
  • Memasang safety line pada radius pekerjaan di ketinggian.

13 of 25

Standar Dan Pratek Yang Baik (2)

Safety Scaffolding

HINDARI!!!

14 of 25

Scaffolding (1)

Jack base

15 of 25

Scaffolding (2)

16 of 25

Mobile Elevated Work Platform

Perawatan system hydraulic harus diperhatikan.

Vertical lifeline dan rope grab akan meningkatkan pengamanan pekerja.

17 of 25

Konstruksi Gondola

18 of 25

Good Safety Practice – Gondola (1)

  • Gondola memiliki sertifikat izin layak operasi (SILO) ---🡪 Pengesahan desain.
  • Izin pemasangan (install) gondola di tempat kerja
  • Konstruksi harus sesuai dengan gambar/ desain yang dinyatakan dalam sertifikat
  • Spefifikasi material
  • Perakitan sesuai gambar
  • Safety devices sesuai dengan desain: safety lock - gondola, vertival lifeline dan rope grab untuk personil
  • Breaking system pada hoist box atau electric winch

  • Verifikasi melalui inspeksi dan uji oleh personil yang kompeten (sertifikat Ahli K3 Pesawat Angkat dan Angkut/ PJK3) setelah pemasangan di tempat kerja -----🡪 izin penggunaan.
  • Izin pemakaian ----🡪 Verifikasi dan pengawasan oleh Pengawas yang kompeten (Safety Officer, Supervisor Prj, Supervisor Area Kerja, EHS).

19 of 25

  • Satu kegiatan operasi gondola harus melibatkan:
  • Operator yang memiliki SIO
  • Helper untuk mengarahkan sling hoist agar tidak keluar dari rel (pulley), menghindarkan dari sling terjepit, dll
  • Pengawas kegiatan: Safety Officer, Pengawas Project/ Plant
  • Pekerja yang telah memahami kegiatan operasi gondola (resiko, serta pentingnya memakai APD dan mengaktifkan radio komunikasi).

  • Safety briefing sebelum kegiatan harus dilakukan terhadap: pekerja, operator, helper, dan pengawas
  • Komunikasi harus berjalan dengan baik antara pekerja – operator – pengawas (by HT).

Good Safety Practice – Gondola (2)

20 of 25

Fall Arrest Devices

21 of 25

Standar Penggunaan Hook SFBH

22 of 25

Safe Conditions & Safe Acts (1)

23 of 25

Safe Conditions & Safe Acts (2)

24 of 25

Intermezzo

25 of 25

Terima kasih