1 of 61

EPIDEMIOLOGI BENCANA

dr. Wiradi Suryanegara, M.Kes

2 of 61

Epidemiologi

  • Merupakan suatu studi kesehatan terhadap suatu kelompok populasi tertentu agar mendapat gambaran tentang kesehatan mereka baik pada saat keadaan normal maupun tidak normal, termasuk variasi-variasi penyebabnya.

  • Merupakan Ilmu yang mempelajari pola kesehatan dan penyakit serta faktornya dalam suatu populasi.

  • Epidemiologi sebagai observasi kelompok bukan individu.

3 of 61

Epidemiologi Bencana

  • Tujuannya untuk mengkaji distribusi dan faktor atau hal yang menentukan kesehatan pasca bencana agar bisa mengontrol masalah kesehatan mereka.

4 of 61

Efek Kesehatan Bencana

Beberapa faktor yang harus mendapat perhatian karena efeknya berpengaruh pada kesehatan adalah sebagai berikut:

  • Penyakit menular( Communicable disease) terjadi akibat sanitasi yang buruk, kontaminasi makanan dan air serta perpindahan penduduk dan berpeluang melalui vektor (vector born disease).

5 of 61

  • Pengungsian

- Jika perpindahan penduduk terjadi secara spontan dalam jumlah besar akan terjadi tekanan dalam fasilitas dan sumber daya si daerah penampungan.

- Kondisi ini banyak terjadi karena tempat penampungan sifatnya sementara tidak di disain untuk jumlah pengungsi yang besar.

  • Paparan Musim

- Bahaya kesehatan akibat paparan musim(iklim) terhadap manusia juga sangat penting untuk diperhatikan.

- Misalnya: saat musim hujan yang disertai banjir, menurut pusat komunikasi publik Sekretariat Jendral kementerian ada tujuh penyakit yang perlu diwaspadai: diare, demam berdarah, Leptospirosis, ISPA, penyakit kulit dan deman Tifoid.

6 of 61

  • Makanan dan gizi

kekurangan makanan setelah terjadinya bencana disebabkan oleh dua alasan :

  • Rusaknya persediaan makanan di daerah bencana
  • Gangguan sistem distribusi

  • Persediaan air dan Sanitasi
  • Gangguan persediaan atau rusaknya kualitas air dan sanitasi 🡪 Risiko kesehatan

  • Rusaknya infrastruktur kesehatan
  • Dapat mengurangi atau mengganggu akses bagi perawatan kesehatan bagi petugas kesehatan dalam bencana.

7 of 61

  • Kesehatan Mental

- Menjaga struktur sosial keluarga dan masyarakat serta memberikan pertolongan psikologis dan layanan kesehatan mental bagi korban bencana.

8 of 61

Bencana yang disertai korban jiwa

  • Bencana tidak selalu menimbulkan korban jiwa, jika persiapan masyarakat terhadap bencana yang kerap terjadi di wilayah tersebut baik, maka korban jiwa bisa dihindari atau dikurangi.

  • Bencana yang terjadi pada saat masyarakat lebih banyak berkumpul memungkinkan jumlah korbannya banyak. 🡪 pengunjung di akhir pekan lebih banyak dibandingkan di hari biasa.

9 of 61

  • Bencana yang terjadi dimalam hari, dibandingkan disiang hari, oleh karena itu faktor jatuhnya korban jiwa dari suatu bencana tergantung :

  • Jenis bencana.
  • Waktu terjadinya (siang, malam, hari kerja/akhir pekan)
  • Tingkat kesiapan dan langkah-langkah keselamatan
  • Waktu antara peringatan dan dampak. Gunung berapi 🡪 tanda-tanda akan meletus 🡪 kesempatan evakuasi masyarakat di lereng gunung yang rawan terkena dampak.

Tsunami bisa di prediksi datangnya setelah gempa bumi yang pusatnya dibawah laut🡪 makin cepat pemberian peringatan makin baik karena masih ada waktu evakuasi.

10 of 61

Kematian Pasca- Dampak

  • Kematian yang terjadi langsung setelah bencana disebut sebagai kematian pasca dampak. Kurangnya informasi dari korban yang membutuhkan perawatan segera setelah bencana lalu meninggal sebelum sempat ditangani tim medis.
  • Faktor yang sulit dihindari karena ketika bencana terjadi fasilitas komunikasi dan transportasi menjadi terganggu🡪bantuan tidak bisa segera datang.
  • Disinilah diperlukan kesiapan masyarakat untuk bisa menangani bencana sendiri dalam waktu kurun satu sampai dua hari sebelum bantuan tiba.

11 of 61

Kematian jangka panjang

  • Kecuali bencana nuklir🡪 kematian jangka panjang terjadi karena penyakit kanker yang muncul setelah paparan beberapa tahun.

  • Kemarau 🡪 kelaparan dan kurang gizi

  • Gempa bumi dan Tsunami jepang tahun 2011 setelah 3 tahun setelah kejadian jumlahnya mencapai 1656 orang akibat stres dan penyakit lain akibat bencana itu.

12 of 61

Bencana yang disertai morbiditas

  • Jumlah penyakit dan luka yang memerlukan perhatian medis biasa rendah dalam kaitannya dengan korban yang meninggal, kecuali dalam korban bencana gempa bumi dan longsor.

  • Bencana banjir, misalnya presentasi orang yang memerlukan perawatan medis(sakit) disebut juga morbiditas(tingkat orang yang sakit dalam suatu populasi)berkisar 0,2% sampai 2,0%.

13 of 61

Morbiditas Pasca dampak

  • Berkisar beberapa jam sampai beberapa hari atau minggu setelah bencana 🡪 perhatian pada masalah nutrisi dan penyakit-penyakit yang muncul.

  • Di negara dengan kolera yang masih endemis, maka diasumsikan kolera akan menyebar setelah bencana🡪 dipengaruhi oleh persediaan dan sanitasi air.

14 of 61

Morbiditas jangka panjang

  • Bencana dapat meningkatkan insiden penyakit dalam jangka panjang karena adanya gangguan aktivitas kontrol terhadap vektor (malaria)

  • Morbiditas jangka panjang terlihat pada bencana nuklir dan bencana radiasi yaitu dua sampai tiga dekade setelah bencana terjadi.

15 of 61

Kebutuhan data epidemiologi dalam bencana

  • Epidemiologi adalah ilmu yang mempelajari pola kesehatan dan penyakit serta faktornya.

  • Dari Epidemiologi inilah terhimpun berbagai data yang diperlukan untuk mengidentifikasi faktor risiko berbagai penyakit terhadap suatu populasi.

  • Epidemiologi tidak hanya menyangkut penyebaran penyakit tetapi juga cara penanggulangannya.

16 of 61

Dalam kaitannya dengan petugas medis dan kesiapan rumah sakit, data epidemiologi diperlukan untuk :

  • Membuat perencanaan petugas kesehatan sehingga mereka tahu apa yang harus dilakukan dan sasaran yang ingin dicapai.

  • Membuat perencanaan logistik.

- Jumlah logistik : bahan bakar, pelumas kendaraan, tenda, linen, air dan bahan-bahan kebersihan yang disesuaikan dengan kebutuhan.( tanpa adanya informasi awal/data epidemiologi maka akan sulit menentukan gambaran kebutuhan ini)

17 of 61

  • Untuk menentukan alokasi peralatan/ barang perlengkapan medis dan pembedahan.

  • Membuat perencanaan fasilitas medis🡪 Pusat kesehatan primer dan sekunder, rumah sakit, apotik, toko obat dll.

  • Menentukan persediaan makanan, termasuk cara distribusi, jangka waktu distribusi dan gizi makanan yang berhubungan dengan program.

  • Usaha- usaha pengaturan bantuan seperti mobilisasi dan koordinasi relawan, LSM dan penduduk setempat.

18 of 61

Pengaruh kesehatan bencana tertentu

  • Bencana yang satu dengan bencana lainnya memiliki dampak yang berbeda terhadap kesehatan korban.

  • Pola ini berpengaruh terhadap cara penanganan dan seperti apa yang harus dipersiapkan.

19 of 61

Pengaruh kesehatan dari berbagai bencana alam

  • Pengaruh bencana banjir terhadap kesehatan manusia berbeda dengan pengaruh akibat bencana gempa bumi.
  • Secara umum pengaruh bencana terhadap kesehatan manusia meliputi:
  • Gizi buruk
  • Meningkatnya angka kematian akibat penyakit tidak menular
  • Ledakan penyakit menular
  • Kejadian lain akibat dari kesehatan jiwa

20 of 61

1. Gempa bumi

  • Korban dari gempa bumi sangat tergantung pada tiga faktor :
  • Jenis perumahan/ materi bangunan
  • Waktu kejadian, apakah siang hari atau malam hari
  • Kepadatan penduduk didaerah yang terkena bencana tersebut.
  • Pada gempa skala tertentu yang menimbulkan korban jiwa ,angka kematian bisa mendekati angka 85% didekat epicentrum gempa. Makin menjauhi epicentrum rasio kematian makin menurun.

21 of 61

22 of 61

  • Harus diperhatikan juga bahwa gempa bumi bisa menimbulkan bencana sekunder seperti longsor, banjir dan kebakaran yang dapat menambah jumlah korban jiwa.

  • Untuk mengurangi korban jiwa, pertolongan yang harus dilakukan segera setelah terjadinya gempa🡪 layanan kesehatan 24 jam pertama(berbagai jenis luka, patah tulang, luka bakar dll yang harus dirawat sempurna agar tidak ada komplikasi.

23 of 61

Strategi mitigasi untuk korban gempa

  • Sebelum terjadi bencana dibuat undang-undang mengenai bangunan, misalnya dengan bangunan terbuat dari kayu, akan mengurangi jumlah korban dibandingkan dengan bangunan tembok.

  • Pasca bencana harus dilakukan pola penanganan yang mampu meningkatkan metode penyelamatan, resusitasi dan perawatan definitif.

24 of 61

2.Tanah longsor

  • Terjadi akibat dari penebangan pohon dan erosi dibeberapa daerah.

  • Diakibatkan hujan lebat dan umumnya menimbulkan banyak korban jiwa, tetapi tidak banyak yang luka-luka (luka patah tulang).

  • Infrastruktur dan fasilitas kesehatan bisa rusak parah atau bahkan hancur

25 of 61

3.Gunung Berapi

  • Meskipun jarang menyebabkan trauma secara langsung, asap yang sangat panas, gas , batuan, serta magma yang dapat menyebabkan luka bakar cukup serius yang dapat mengakibatkan kematian.
  • Batu- batuan yang jatuh dapat menyebabkan patah tulang, dan luka-luka lainnya.
  • Gas dan uap dapat menyebabkan gangguan pernafasan
  • Debu mengandung silika yang dapat menyebabkan silicosis pulmonary.

26 of 61

27 of 61

28 of 61

29 of 61

30 of 61

31 of 61

4. Badai

  • Angin bersifat merusak tapi jarang menimbulkan korban jiwa dan luka /jumlah korban tidak banyak.

  • Akan banyak korban apabila badai dengan bencana sekunder seperti gelombang air laut.

  • Sistem peringatan yang efektif dapat mengurangi angka morbiditas dan mortalitas.

32 of 61

5.Banjir, gelombang laut dan Tsunami

  • Jenis bencana ini menyebabkan kematian tetapi korban luka-luka relatif lebih sedikit.

  • Banjir bandang/ air bah yang datang secara tiba-tiba 🡪 kematian akibat tenggelam atau hypothermia 🡪 kematian

  • Banjir memiliki potensi besar untuk penyebaran penyakit akibat rusaknya layanan kesehatan masyarakat dan menurunnya kondisi kehidupan secara keseluruhan.

33 of 61

34 of 61

35 of 61

Langkah- langkah mitigasi banjir:

  • Pra bencana, dengan mengaktifkan sistem peringatan dini kepada masyarakat mengenai bahaya banjir.

  • Pasca bencana dengan menjaga sanitasi dan sistem penanggulangan vektor.

36 of 61

6. Hurricane

  • Bencana yang ditimbulkan oleh tiupan angin kencang.
  • Hurricane ( badai) adalah yang paling berbahaya.
  • Samudra hindia disebut dengan angin siklon(cyclone)
  • Samudra pasifik disebut Typhoon ( topan)
  • Bencana ini menyebabkan kematian akibat tenggelam, terseret arus atau gelombang laut.
  • Korban luka akibat benda yang beterbangan yang menyebabkan beberapa jenis luka.
  • Strategi mitigasi dengan peringatan dini dan evakuasi.

37 of 61

7.Tornado

  • Paling sering terjadi di daerah amerika utara.
  • Bencana ini meyebabkan luka langsung akibat benda-benda yang beterbangan.
  • Jenis luka yang tampak (trauma) pada kepala dan dada. Selain itu luka remuk, patah tulang, cedera kepala, dan cedera tulang belakang.
  • Mitigasi yang dilakukan :
  • Sistem peringatan dini dan metode prakiraan tornado.

38 of 61

39 of 61

40 of 61

41 of 61

Pengaruh kesehatan dari bencana buatan manusia

  • Selain bancana alam, ada bencana yang disebabkan oleh perbuatan manusia.
  • Akibatnya menyebabkan banyak korban
  • Pola luka yang tampak bervariasi tergantung bencananya.

  1. Luka remuk (crush injury)

Sindroma luka remuk pertama kali pada PD II korban akibat bom di dalam reruntuhan bangunan, atau ulah manusia yang menyebabkan bangunan runtuh dan menimpa korban.

42 of 61

Luka ledakan (Blast injury)

  • Ledakan bom dapat menimbulkan kematian yang parah baik dalam kegiatan militer maupun sipil.
  • Pola luka ledakan bom sangat kompleks
  • Ledakan dapat menyebabkan berbagai luka yang serius, jenis luka akibat ledakan berbeda-beda:
  • Luka ledakan primer 🡪luka disebabkan oleh gelombang ledakan (shock wave)🡪organ-organ yang berisi gas contoh ruptur membrane tympani, paru( pneumothorax) dll
  • Luka ledakan sekunder🡪luka yang disebabkan oleh benda-benda yang beterbangan terkena korban
  • Luka ledakan tersier🡪 luka yang disebabkan korban terlempar🡪 terjatuh di benda atau tanah

43 of 61

Luka bakar

  • Penanganan luka bakar telah distandarkan untuk korban massal.
  • Luka bakar massal yang disebabkan :
  • Termal🡪 radiasi, lidah api, panas berlebihan,uap air panas,benda padat yang panas
  • Kimia/Fisika 🡪 arus bolak balik(AC) dan arus searah(DC) dan kilat
  • Radiasi🡪 sumber nuklir

44 of 61

Penentu dampak bencana pada kesehatan

  • Dampak bencana terhadap kesehatan tergantung pada berbagai faktor.
  • Faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan dari suatu bencana :
  • Kepadatan penduduk
  • Penduduk yang mengungsi. Kemungkinan membawa penyakit menular🡪 menularkan sesama migran/masyarakat setempat
  • Gangguan fasilitas, khususnya air, sanitasi dan tenaga listrik

45 of 61

  • Gangguan program kesehatan🡪 rusaknya infrastruktur/kurangnya akses

  • Meningkatnya perkembangan vektor, khususnya setelah banjir dan rusaknya sistem penampungan limbah normal.

  • Terpapar iklim🡪 meningkatnya insiden ISPA

  • Makanan dan Gizi tidak memadai🡪 rentan terhadap gizi buruk dan penyakit pada kelompok rawan.

  • Gangguan perekonomian🡪 sumber penghidupan terganggu maka terjadi peningkatan jumlah orang miskin di penduduk rawan.

46 of 61

  • Degradasi lingkungan🡪 akibat penebangan hutan dan erosi tanah.

  • Kondisi bangunan.peraturan bangunan, teknik konstruksi,dan kualitas materi bangunan yang mempengaruhi morbiditas dan mortalitas dari bencana tertentu.

47 of 61

Dampak langsung dari bencana pada rumah sakit

  • Gempa bumi dan tanah longsor🡪 Mobilitas pasien terbatas, maka pasien ini rawan dari pada penduduk umum sehingga dapat mengalami morbiditas atau mortalitas.

  • Letusan gunung merapi🡪 lokasi RS di jalur piroklastik🡪 struktur bangunan akan hancur

- Atap RS akan rubuh disebabkan oleh berat abu vulkanik🡪 rubuh 🡪 menambah angka kematian

  • Badai angin (angin yang menghancurkan)🡪 tergantung konstruksi RS🡪 bila rusak maka Mortalitas (angka kematian) akan lebih tinggi dibanding morbiditas( angka kesakitan).

  • Banjir, gelombang laut dan tsunami🡪pada umumnya bangunan RS tidak terkena dampak, kecuali mutu konstruksi RS yang mutunya sangat buruk🡪 RS bahaya tenggelam

48 of 61

Dampak tidak langsung dari bencana di rumah sakit

  • Apabila rumah sakit disekitar daerah dampak tidak terpengaruh secara langsung terhadap bencana, secara tidak langsung rumah sakit ini akan memegang peranan penting dalam kegiatan operasional bencana.
  • Bantuan yang disediakan RS:
  • Tenaga medis🡪 memberikan perawatan medis dan membantu mengatasi penyakit menular di daerah bencana
  • Menyediakan bantuan logistik kepada RS lain yang terkena dampak.

49 of 61

Kesimpulan

  • Perencanaan dan pelatihan personel yang memadai diperlukan jika rumah sakit ingin memberikan respons yang efisien dan efektif.

  • Petugas medis harus menyadari pola luka yang terjadi pada bencana yang berbeda sehingga mampu merencanakan intervensi yang cepat dan tepat.

  • Kematian dapat dicegah dengan memberikan resusitasi dan perawatan gawat darurat yang optimal pada korban

50 of 61

51 of 61

52 of 61

53 of 61

54 of 61

55 of 61

56 of 61

57 of 61

58 of 61

59 of 61

60 of 61

Daftar pustaka

  • Pusponegoro AD.2016.Kegawatdaruratan dan Bencana. Rayyana Komunikasindo. Jakarta

61 of 61

Terimakasih