- tempat ngobrolin dunia pendidikan -
PENGOLAHAN CITRA
Condro Wibawa
PENGOLAHAN CITRA
Condro Wibawa
Pengolahan Citra
Day – 2
Citra Digital dan Representasi Citra
Capaian Pembelajaran :
Masih ingat definisi Citra ?
Secara sains,
citra merupakan fungsi menerus (continue) dari intensitas cahaya pada bidang dwimatra.
Citra yang demikian kita sebut sebagai
citra kontinu
Atau
Citra yang bisa kita lihat di dunia nyata
Citra kontinu dihasilkan
dari sistem optik yang menerima sinyal analog,
Seperti : mata manusia, scanner, camera, dll
Selain Citra Kontinu,
Ada pula Citra Diskrit atau Citra Digital
Yaitu
Citra yang dihasilkan melalui
proses digitalisasi
baik dari citra kontinu maupun citra digital lainnya.
Contoh : citra hasil olahan komputer
* Komputer digital saat ini hanya mampu mengolah citra digital
Citra Kontinu
Sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa citra adalah
sebuah fungsi kontinu dari intensitas cahaya
pada bidang dwimatra.
Secara matematis, fungsi ini bisa ditulis :
f(x,y)
dimana,
dikarenakan intensitas cahaya
merupakan bentuk energi, maka nilainya adalah
0 – tak terhingga
Atau bisa ditulis
0 < f(x, y) < ~
Dimana,
nilai dari f(x,y) sendiri sebenarnya didapat dari
hasil kali antara :
1. Jumlah cahaya dari sumber nya, nilainya 0 - ~
simbol : i(x,y)
2. Derajat kemampuan obyek memantulkan cahaya (0 – 1)
simbol: r(x,y)
Sehingga,
f(x,y) = i(x,y) * r(x,y)
i(x,y) ~ Iluminan
Intensitas cahaya (Iluminan) ditentukan
oleh sumber cahaya.
Diukur dalam satuan Foot Candle (FC) atau Lux
(1 FC = 10,74 Lux)
Contoh-contoh nilai i(x, y):
1. pada hari cerah, matahari menghasilkan iluminasi i(x, y) sekitar 9000 foot candles,
2. pada hari mendung (berawan), matahari menghasilkan iluminasi i(x, y) sekitar 1000 foot candles,
3. pada malam bulan purnama, sinar bulan menghasilkan iluminasi i(x, y) sekitar 0.01 foot candle.
r(x,y) ~ derajat pantulan
Derajat pantulan ditentukan
oleh kemampuan benda memantulkan/menyerap cahaya.
Nilainya antara 0 sd 1
Contoh nilai r(x, y)
1. benda hitam mempunyai r(x, y) = 0.01,
2. dinding putih mempunyai r(x, y) = 0.8,
3. benda logam dari stainlessteel mempunyai r(x, y) = 0.65,
4. salju mempunyai r(x, y) = 0.93.
Citra Digital
adalah
Citra yang dihasilkan melalui proses digitalisasi citra kontinu ataupun citra digital lainnya.
Pada umumnya,
citra digital berukuran persegi panjang dengan
dimensi (tinggi/panjang x lebar)
Pada Citra Kontinu, citra ditentukan oleh Intensitas Cahaya (f)
Pada Citra Digital,
Intensitas f disebut derajat keabuan (grey level),
yang dalam hal ini
derajat keabuannya bergerak dari hitam ke putih,
sedangkan citranya disebut
citra hitam-putih (greyscale image)
atau
citra monokrom (monochrome image)
Derajat keabuan memiliki rentang nilai dari
lmin sampai lmax
atau
lmin < f < lmax
Selang antara (lmax, lmax) atau biasa ditulis (0, L)
disebut skala keabuan
0 mengindikasikan warna hitam,
Dan terus bergerak ke arah warna putih,
hingga nilai L yang berarti warna putih
Contoh,
citra hitam-putih dengan 256 level
artinya
mempunyai skala abu dari 0 sampai 255 atau [0, 255],
yang dalam hal ini
nilai intensitas 0 menyatakan hitam,
nilai intensitas 255 menyatakan putih,
dan nilai antara 0 sampai 255 menyatakan warna keabuan yang terletak antara hitam dan putih
0
255
100
200
Citra hitam-putih disebut juga citra satu kanal,
karena warnanya hanya ditentukan oleh
satu fungsi intensitas saja.
Citra berwarna (color images) dikenal dengan nama citra spektral,
karena warna pada citra disusun oleh tiga komponen warna
yang disebut komponen RGB (Red, Green, Blue).
Intensitas suatu titik pada citra berwarna
merupakan kombinasi dari tiga intensitas:
derajat keabuan merah (fmerah(x,y)), hijau (fhijau(x,y)),
dan biru (fbiru(x,y)).
Citra digital yang
tingginya N, lebarnya M, dan memiliki L derajat keabuan
dapat dianggap sebagai fungsi :
Citra digital yang berukuran
N x M
lazim dinyatakan dengan matriks yang
berukuran N baris dan M kolom
Masing-masing elemen pada citra digital
(berarti elemen matriks) disebut
image element atau picture element atau pixel atau pel.
Jadi,
citra yang berukuran
N x M
mempunyai N*M buah pixel
Contoh :
Citra grayscale berukuran 256 x 256 pixel,
Bisa direpresentasikan dengan matriks yang terdiri dari
256 baris (0 - 255), 256 kolom (0 - 255) ,
dan derajat keabuan 256 (0-255)
Proses Digitalisasi Citra
proses mengubah
citra kontinu menjadi citra digital (diskrit)
proses digitalisasi citra ada dua langkah:
1. Digitalisasi spasial (x, y),
sering disebut sebagai penerokan (sampling).
2. Digitalisasi intensitas f(x, y),
sering disebut sebagai kuantisasi.
Proses Digitalisasi Citra
PENEROKAN / SAMPLING
Citra kontinu diterok pada
grid-grid yang berbentuk bujursangkar/persegi panjang
Tiap grid ini yang disebut sebagai pixel (unit terkecil dari sebuah citra)
Contoh :
Citra biner yang hanya mempunyai 2 derajat keabuan : 0 (hitam) dan 1 (putih).
Citra berukuran 10 x 10 inchi
dinyatakan dalam matriks yang berukuran 5 pixel x 4 pixel.
Sehingga, tiap pixel lebarnya 2.5 inchi dan tingginya 2 inchi.
Tiap pixel/grid akan diisi dengan sebuah nilai.�Jika warna nya hitam nilainya 0, jika putih nilainya 1
Pembagian gambar menjadi ukuran tertentu menentukan
Resolusi
sebuah gambar.
Semakin tinggi resolusi,
maka,
Proses Digitalisasi Citra
KUANTISASI
proses kuantisasi
membagi skala keabuan (0, L) menjadi G buah level
yang dinyatakan dengan suatu harga bilangan bulat (integer),
biasanya G diambil perpangkatan dari 2,
G = 2m
yang dalam hal ini,
G : derajat keabuan
m : bilangan bulat positif
Jumlah bit yang dibutuhkan untuk mereprentasikan nilai keabuan pixel
disebut kedalaman pixel (pixel depth).
Jadi, citra dengan kedalaman 8 bit
disebut juga citra 8-bit (atau citra 256 warna)
Pada kebanyakan aplikasi,
citra hitam-putih dikuantisasi pada 256 level dan membutuhkan 1 byte (8 bit)
untuk representasi setiap pixel-nya (G = 256 = 28 )
Besarnya derajat keabuan yang digunakan
menentukan resolusi kecerahan
dari gambar yang diperoleh.
Sebagai contoh,
jika digunakan 3 bit, maka jumlah derajat keabuan adalah 8,
jika digunakan 4 bit, maka jumlah derajat keabuan adalah 16.
Semakin banyak jumlah derajat keabuan,
semakin bagus gambar yang diperoleh
Penyimpanan citra digital gray (keabuan) yang diterok
menjadi N x M buah pixel
dan dikuantisasi menjadi G = 2m
membutuhkan memori sebanyak
b = N x M x m bit
Sebagai contoh,
menyimpan citra Lena yang berukuran dengan
512 x 512 pixel
dengan derajat keabuan 256 (8-bit),
membutuhkan memori sebesar
512 x 512 x 8 bit = 2.097.152 bit
atau
262.144 byte
atau
256 KB
Secara keseluruhan,
Dalam citra digital,
resolusi gambar ditentukan oleh jumlah N dan M (pixel)
Sedangkan kualitas gambar ditentukan oleh m (derajat keabuan)
Jenis-jenis Citra
24-Bit Color Image