1 of 19

BERIMAN KEPADA QADLA’ DAN QADAR ALLAH

KELAS XII MIPA DAN IPS

2 of 19

Amati Gambar di bawah ini!

Para Pekerja

bangunan yang amanah

Pelajar yang

cerdas atau mendapatkan

juara hasil usaha dan doa

Siswa sedang belanja di

kantin kejujuran

Pengacara sedang disumpah

Bagaimana pendapatmu tentang gambar di atas jika dihubungkan dengan

Iman kepada Qada dan Qadar Allah??????

3 of 19

Pengertian Beriman kepada Qada- Qadar

Kata Qada dan Qadar atau takdir berasal dari bahasa Arab

Qada secara bahasa berarti ketetapan, ketentuan, ukuran, takaran, atau sifat

Qada secara istilah, yaitu ketetapan Allah yang tercatat di Lauh al-Mahfuz (papan yang terpelihara) sejak zaman azali. Ketetapan ini sesuai dengan kehendak-Nya dan berlaku untuk seluruh makhluk atau alam semesta

4 of 19

Pengertian Beriman kepada Qada- Qadar

Qadar atau takdir secara bahasa berarti ketetapan yang telah terjadi atau keputusan yang diwujudkan

Qadar atau takdir secara istilah adalah ketetapan atau keputusan Allah yang memiliki sifat Maha Kuasa (Qadir) atas segala ciptaan-Nya, baik berupa takdir yang baik maupun takdir yang buruk

5 of 19

Ciptaan Allah adakalanya terwujud setelah melalui proses alam atau mengikuti hukum sebab-akibat, yakni disebut al-Khalqu, seperti wujudnya anak karena adanya orang tua dan wujudnya harta benda karena hasil usaha manusia. Adakalanya ciptaan Allah terwujud seketika tanpa proses, yakni disebut al-amru (kun fa yakun/ jadilah, maka jadi), seperti wujudnya Nabi Isa tanpa ada bapaknya. Wujud mukjizat Nabi Isa menghidupkan orang yang telah meninggal dunia karena sudah menjadi perintah Allah Swt.

اَلَا لَهُ الْخَلْقُ وَالْاَمْرُۗ تَبٰرَكَ اللّٰهُ رَبُّ الْعٰلَمِيْنَ

Artinya: … Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam (Q.S. al-A’raf/7: 54)

Qadar dan takdir merupakan perwujudan atau

realisasi dari Qada. Hubungan antara Qada dan Qadar sangat erat dan

tidak dapat dipisahkan. Qada adalah ketetapan yang masih bersifat rencana dan ketika rencana itu sudah menjadi kenyataan, maka kejadian

nyata itu bernama Qadar atau takdir. Dalam kehidupan sehari-hari, kita

terbiasa menggunakan kata-kata takdir, padahal yang dimaksud adalah

Qada dan Qadar

6 of 19

Kita sering mendengar orang berucap,,,ini sudah takdir. Takdir itu apa ?? Adakah peran manusia terkait adanya takdir???

7 of 19

Takdir itu sendiri dibagi atas dua hal, yaitu takdir mubram dan takdir muallaq

    • takdir atau ketetapan Allah yang tidak dapat diubah atau tidak dapat diubah oleh siapa pun

Mubram

    • Takdir yang terjadi pada diri manusia dan tidak dapat diusahakan atau tidak dapat ditawar- tawar

Mubram

    • Setiap makhluk pasti akan mengalami mati
    • Manusia pasti mempunyai akal, pikiran, dan perasaan
    • Di alam semesta ini setiap benda bergerak menurut sunatullah

Contoh Mubram

8 of 19

Dasar pemikiran takdir mubram

اِنَّا كُلَّ شَيْءٍ خَلَقْنٰهُ بِقَدَرٍ

Artinya: Sungguh, Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran. (Q.S al- Qamar: 49)

كُلُّ نَفْسٍ ذَاۤىِٕقَةُ الْمَوْتِۗ وَاِنَّمَا تُوَفَّوْنَ اُجُوْرَكُمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ ۗ

Artinya: Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan hanya pada hari Kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu. (Q.S al Imran: 185)

اَللّٰهُ يَعْلَمُ مَا تَحْمِلُ كُلُّ اُنْثٰى وَمَا تَغِيْضُ الْاَرْحَامُ وَمَا تَزْدَادُ ۗوَكُلُّ شَيْءٍ عِنْدَهٗ بِمِقْدَارٍ

Artinya: Allah mengetahui apa yang dikandung oleh setiap perempuan, apa yang kurang sempurna dan apa yang bertambah dalam rahim. Dan segala sesuatu ada ukuran di sisi-Nya. (Q.S ar- ra’du: 8)

9 of 19

Takdir itu sendiri dibagi atas dua hal, yaitu takdir mubram dan takdir muallaq

    • takdir yang masih dapat diubah melalui usaha manusia. Setiap hamba diberi peluang atau kesempatan oleh Allah untuk berusaha mengubah keadaan dirinya menjadi lebih baik

Muallaq

    • Takdir yang kaitannya erat dengan ikhtiar manusia

Muallaq

10 of 19

Seperti apakah Contoh takdir MUALLAQ????

Hasan dilahirkan dalam keluarga yang sederhana. Ia ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Akan tetapi, ia menyadari bahwa penghasilan orang tuanya sangat terbatas sehingga ia mencari cara agar cita-citanya dapat tercapai. la belajar dengan tekun sehingga meraih prestasi tinggi dan mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan ke perguruan tinggi. Di tempatnya kuliah pun, ia masih tetap rajin belajar sehingga ia kembali mendapatkan beasiswa. Bahkan ia mendapatkan tawaran pekerjaan dan posisi yang cukup tinggi. Saat ini ia dapat hidup lebih layak daripada orangtuanya karena ia mau mengadakan perubahan, baik untuk dirinya sendiri maupun bagi keluarganya

11 of 19

Dasar pemikiran takdir MUALLAQ

اِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَنْفُسِهِمْۗ وَاِذَآ اَرَادَ اللّٰهُ بِقَوْمٍ سُوْۤءًا فَلَا مَرَدَّ لَهٗ ۚوَمَا لَهُمْ مِّنْ دُوْنِهٖ مِنْ وَّالٍ

Artinya: esungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia. (Q.S ar- Ra’du: 11)

12 of 19

وَعَسٰٓى اَنْ تَكْرَهُوْا شَيْـًٔا وَّهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۚ وَعَسٰٓى اَنْ تُحِبُّوْا شَيْـًٔا وَّهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ ۗ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ وَاَنْتُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ

Artinya: …..boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (Q.S al- Baqarah: 216)

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّ رَجُلًا زَارَ أَخًا لَهُ فِي قَرْيَةٍ أُخْرَى فَأَرْصَدَ اللَّهُ لَهُ عَلَى مَدْرَجَتِهِ مَلَكًا فَلَمَّا أَتَى عَلَيْهِ قَالَ أَيْنَ تُرِيدُ قَالَ أُرِيدُ أَخًا لِي فِي هَذِهِ الْقَرْيَةِ قَالَ هَلْ لَكَ عَلَيْهِ مِنْ نِعْمَةٍ تَرُبُّهَا قَالَ لَا غَيْرَ أَنِّي أَحْبَبْتُهُ فِي اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ قَالَ فَإِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكَ بِأَنَّ اللَّهَ قَدْ أَحَبَّكَ كَمَا أَحْبَبْتَهُ فِيهِ . رواه مسلم

Artinya: Dari Abu Hurairah –radhiyallahu ‘anhu- dari Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam- bahwasanya ada seseorang mengunjungi saudaranya di sebuah desa, maka Allah mengawasinya dengan mengutus malaikat untuk mengikutinya dan bertanya kepadanya: “Kamu mau kemana ?”, ia menjawab: “Saya mau mengunjungi saudara saya di desa ini”.  Malaikat itu berkata: “Apakah anda memiliki hutang budi yang ingin anda membalasnya?”, ia menjawab: “Tidak, saya mengunjunginya karena saya mencintainya karena Allah. Malaikat berkata: “Saya adalah utusan Allah kepadamu untuk memberitahu bahwa Allah telah mencintaimu sebagaimana engkau mencintai saudaramu karena Allah”. (HR. Muslim 2567)

13 of 19

Kaitan antara Takdir, Ikhtiar dan Tawakkal

Ikhtiar adalah berusaha melakukan segala daya dan upaya untuk

mencapai sesuatu sesuai dengan yang dikehendaki. Menurut bahasa

Arab, ikhtiar berarti ‘memilih’. Dua pengertian yang berbeda itu tetap

mempunyai hubungan yang erat dan merupakan mata rantai yang tidak

dapat dipisahkan. Sebagai contoh, setiap orang mempunyai kebebasan

memilih untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Ada yang mencari

nafkah dengan berdagang, bertani, berkarya di kantor, berwirausaha, dan

lain sebagainya

Tawakal diartikan dengan sikap pasrah dan menyerahkan segala

urusannya kepada Allah. Dalam bahasa Arab, tawakal berarti `mewakilkan’,

yaitu mewakilkan kepada Allah untuk menentukan berhasil atau tidaknya

suatu urusan. Ajaran tawakal ini menanamkan kesan bahwa manusia

hanya memiliki hak dan berusaha, sedangkan ketentuan terakhir tetap

di tangan Allah swt. sehingga apabila usahanya berhasil, ia tidak bersikap

lupa diri, dan apabila mengalami kegagalan, ia tidak akan merasa putus

asa

Takdir sebagaimana telah dijelaskan adalah takaran, ukuran,

ketetapan, peraturan, undang-undang yang diciptakan Allah tertulis di

Lauh Mahfuz sejak zaman azali dan berlaku bagi semua makhluk-Nya.

Takdir ada dua macam, yaitu (1) takdir mubram yang makhluk tidak

diberi peluang atau kesempatan untuk memilih dan mengubahnya, dan

(2) takdir muallaq yang makhluk diberi peluang atau kesempatan untuk

memilih dan mengubahnya

14 of 19

Takdir, ikhtiar, Denganan tawakal adalah tiga hal yang sulit untuk dipisahpisahkan. kemahakuasaan-Nya, Allah menciptakan undangundang, peraturan, dan hukum yang tidak dapat diubah oleh siapa pun. Sementara itu, manusia diberi kebebasan untuk memilih dan diberi hak untuk bekerja dan berusaha demi mewujudkan pilihannya. Akan tetapi, setiap manusia tidak dapat dan tidak dibenarkan memaksakan kehendak kepada Allah untuk mewujudkan keinginannya

Bertawakal bukan berarti bahwa seseorang hanya diam dan bertopang dagu tanpa bekerja. Orang yang sudah menentukan pilihan dan cita-citanya tanpa mau bekerja, hanya akan menjadi lamunan atau khayalan semata karena hal itu tidak akan pernah terlaksana

Oleh karena itu, sebagai penghayatan terhadap keyakinan akan takdir, ikhtiar, dan tawakal, maka kewajiban kita memilih segala hal yang baik. Adapun ukuran mengenai baik dan buruknya adalah norma yang tercantum pada al-Qur’an dan hadis, senantiasa tekun, bersungguhsungguh dalam bekerja sesuai dengan kemampuan, bertawakal, berdoa, tidak sombong atau tidak lupa diri dan bersyukur apabila berhasil serta tidak berputus asa apabila belum berhasil

15 of 19

Adakah kaitan antara sikap beriman dengan sikap optimis, berikhtiar dan bertawakal????

SKEMA:

Siklus menjemput takdir baik

BERDOA DAN BERIKHTIAR

OPTMIS

(Menjemput takdir baik)

BERTAWAKAL

KETIKA MENGALAMI KEGAGALAN (BERFIKIR POSITIF & BELEJAR DARI KEGAGALAN)

TAHAP 2:

TAHAP 1:

TAHAP 3:

TAHAP 4:

16 of 19

Untuk lebih memahami siklus di atas, cermati hadits- hadits berikut di bawah ini:

17 of 19

Fungsi Iman kepada Qada dan Qadar dalam kehidupan Sehari- hari

1. Mendorong kemajuan dan kemakmuran

2. Menghindari sifat sombong

3. Melatih berhusnudzan

4. Melatih Kesabaran

5. Terhindar dari sifat ragu dan penakut

18 of 19

1. Yakin terhadap qada dan qadar dari Allah karena sesungguhnya hal tersebut sangat logis

2. Pemahaman yang menyeluruh mengenai qada dan qadar akan melahirkan pribadi yang mau bekerja keras

3. Tidak boleh sombong jika berhasil meraih sesuatu

4. Bersyukur apabila memperoleh rizki apapun bentuknya

5. Tidak mudah putus asa karena senantiasa husnudzan kepada Allah

Perilaku Cerminan Iman Kepada Qada dan Qadar

19 of 19

  1. Allah telah menggariskan hukum-Nya dalam Qada dan Qadar. Dengan pemahaman yang benar, kita mampu menjadi pribadi yang optimistis dengan melakukan doa dan ikhtiar serta tawakal.
  2. Dengan memahami Qada dan Qadar, kita tidak akan memiliki prasangka buruk, baik kepada Allah maupun kepada makhluk-Nya.
  3. Kita bisa menyadari bahwa Allah telah membekali manusia dengan berbagai perangkat untuk kehidupannya. Jika kita mampu menggunakannya dengan baik, tentu hasil yang optimal dapat kita raih selama hidup di dunia ini.
  4. Kita menyadari bahwa manusia diciptakan berbeda-beda dan tentu memiliki hikmah tersendiri, di antaranya, untuk saling mengenal dan bekerja sama.
  5. Dengan memahami Qada dan Qadar, kita dapat menyadari bahwa segala yang diciptakan dan yang terjadi di dunia ini tidak pernah luput dari kekuasaan Allah Swt. Oleh karena itu, manusia tidak pantas untuk berperilaku sombong.
  6. Manusia berhak memilih untuk melakukan sesuatu. Dengan kesadaran itu, konsekuensi yang akan diterima di akhirat kelak, yang berupa ganjaran surga dan neraka, menjadi keniscayaan bagi setiap manusia.
  7. Keberhasilan atau kesuksesan bukan sebuah khayalan karena jika kita mau berusaha, Allah pasti akan membuka jalan-Nya.
  8. Mampu membedakan antara jalan yang baik dan yang buruk karena masing-masing memiliki akibat atau konsekuensinya.
  9. Menjadi pribadi yang tidak pernah berputus asa dan lupa diri apabila menghadapi sesuatu, baik kesenangan maupun kesedihan

Hikmah beriman kepada qada dan qadar