1 of 36

UJI DUNNET

(Pembandingan dengan Kontrol)

Uji Dunnet digunakan untuk membandingkan pengaruh tiap perlakuan yang digunakan dengan kontrol atau perlakuan baku (standar). Dalam uji Dunnet, yang diuji adalah pasangan tiap perlakuan dengan kontrol. Pada metode ini yang hanya membutuhkan satu nilai pembanding yang digunakan untuk membandingkan antara kontrol dengan perlakuan lainnya.

2 of 36

RUMUS

DSLD

 

 

3 of 36

Menentukan nilai derajat bebas

01

Menentukan nilai KTG

02

Menentukan nilai t Dunnet

03

Menentukan nilai DLSD

04

Langkah Pengerjaan :

4 of 36

Kandungan nitrogen pada tumbuhan Red Cover (Mg) yang di inkubasi dengan strain Rizobium Trifolli ditambah dengan gabungan dari lima strain alfalfa, Rizobium meliputi :

CONTOH SOAL

Perlakuan

Ulangan

Rata-rata

1

2

3

4

5

A

19.4

32.6

27.0

32.1

33.0

28.82

B

14.3

14.4

11.8

11.6

14.2

13.26

C

17.0

19.4

9.1

11.9

15.8

14.64

D

17.7

24.8

27.9

25.2

24.3

23.98

E

20.7

21.0

20.5

18.8

18.6

19.92

Gabungan

17.3

19.4

19.1

16.9

20.8

18.7

5 of 36

Hipotesis

H0 : Semua perlakuan tidak ada yang berbeda terhadap kontrol

H1 : Paling sedikit ada satu atau lebih dari rata-rata perlakuan yang berbeda terhadap kontrol

CONTOH SOAL

6 of 36

DAERAH PENOLAKAN

 

 

7 of 36

8 of 36

 

A

28.82

B

13.26

C

14.64

D

23.98

E

19.92

Gabungan

18.70

Rata-rata

9 of 36

Perlakuan Kontrol

Perlakuan (j)

DLSD

Gabungan

A

10.12

5.67

B

5.44

5.67

C

4.06

5.67

D

5.28

5.67

E

1.22

5.67

Kesimpulan

Berdasarkan tabel di atas, dapat disimpulkan bahwa, untuk perlakuan A > 5.67, maka H0 ditolak, sehingga hanya perlakuan A yang berbeda dengan gabungan.

10 of 36

11 of 36

KONTRAS ORTOGONAL

12 of 36

KONTRAS ORTOGONAL�

 

13 of 36

Bagaimana membuat perbandingan?

1. Kenali struktur perlakuan dengan baik

Contoh :

  • Perlakuan diberi pupuk vs tidak diberi pupuk
  • Perlakuan pemupukan dosis rendah vs dosis tinggi
  • Perlakuan varietas lokal vs varietas introduksi
  • Perlakuan pemupukan N organik vs N anorganik

2. Susun perbandingan yang digunakan

14 of 36

 

15 of 36

 

16 of 36

 

17 of 36

Contoh:

L = local

I = introduksi

S = sudah diterapkan

B = belum diterapkan

Perlakuan varietas

A

B

C

D

E

Asal

L

L

I

I

I

Penerapan

S

B

S

B

B

18 of 36

1

2

3

Belum diterapkan

D E

Sudah diterapkan

C

Introduksi

C D E

Belum diterapkan

B

Sudah diterapkan

A

Lokal

A B

D

E

4

A B C D E

19 of 36

Struktur Kontras – Ulangan Sama

 

1

2

3

4

20 of 36

Perbandingan

Bobot

A

B

C

D

E

1

(AB) Vs (CDE)

3

3

-2

-2

-2

2

A Vs B

1

-1

0

0

0

3

C Vs (DE)

0

0

2

-1

-1

4

D Vs E

0

0

0

1

-1

Tabel Kontras – Ulangan Sama

21 of 36

Struktur Kontras – Ulangan tidak sama

 

1

2

22 of 36

Struktur Kontras – Ulangan tidak sama

 

3

4

23 of 36

Tabel Kontras – Ulangan Tidak Sama

Perbandingan

Bobot

A

B

C

D

E

1

(AB) Vs (CDE)

12

12

-7

-7

-7

2

A Vs B

3

-4

0

0

0

3

C Vs (DE)

0

0

7

-5

-5

4

D Vs E

0

0

0

2

-5

 

24 of 36

24

 

Perbandingan

Bobot

A

B

C

D

E

1

(AB) Vs (CDE)

3

3

-2

-2

-2

2

A Vs B

1

-1

0

0

0

3

C Vs (DE)

0

0

2

-1

-1

4

D Vs E

0

0

0

1

-1

 

25 of 36

Struktur Tabel Sidik Ragam

Sumber Keragaman

db

JK

KT

Perlakuan

t-1

JKP

KTP

KTP/KTG

Kontras 1

1

Kontras 2

1

Kontras 3

1

Kontras t-1

1

Galat

t(r-1)

JKG

KTG

Total

tr-1

JKT

 

26 of 36

Contoh Soal:

Seorang peneliti tanaman hias ingin melihat pengaruh bentuk pot terhadap pertumbuhan tanaman. Bentuk pot dibedakan menjadi empat jenis yaitu persegi, bulat, segitiga dan segilima. Percobaan diulang sebanyak tiga kali. Rancangan percobaan yang digunakan dalam percobaan ini adalah rancangan faktor tunggal RAL. Respon yang diukur dalam percobaan ini adalah jumlah tunas yang muncul setelah satu bulan percobaan. Data yang diperoleh sebagai berikut :

27 of 36

27

Perlakuan Bentuk Pot

Ulangan

1

2

3

Persegi

5

4

5

Bulat

8

7

7

Segitiga

3

2

3

Segilima

7

6

7

  1. Susun tabel sidik ragam untuk menguji pengaruh perlakuan (gunakan taraf nyata pengujian 5%)
  2. Jika pengaruh perlakuan nyata, susunlah kontras ortogonal yang bermakna menurut anda untuk memisahkan pengaruh perlakuan. Lakukan pengujian kontras pada taraf nyata 5% lengkap dengan hipotesis yang diuji.

28 of 36

Perlakuan Bentuk Pot

Ulangan

1

2

3

Persegi

5

4

5

14

Bulat

8

7

7

22

Segitiga

3

2

3

8

Segilima

7

6

7

20

64

 

29 of 36

Tabel Sidik Ragam

Sumber Keragaman

db

JK

KT

Perlakuan

3

40,00

13,33

40

4,07

Galat

8

2,67

0,33

Total

11

42,67

 

30 of 36

b. Kontras ortogonal

Perbandingan perlakuan pot bulat dan bersegi

misal A= perlakuan pot bulat B = perlakuan pot segilima

C = perlakuan pot persegi D = perlakuan pot segitiga

Bulat

A

1

Bersegi

B, C, D

B

C, D

C

D

2

3

A B C D

31 of 36

Hipotesis

 

1

2

3

32 of 36

Tabel Kontras

22

20

14

8

Perbandingan

Bobot

A

B

C

D

1

A Vs (BCD)

3

-1

-1

-1

2

B Vs (CD)

0

2

-1

-1

3

C Vs D

0

0

1

-1

 

33 of 36

Tabel Sidik Ragam

Sumber Keragaman

db

JK

KT

Perlakuan

3

40,0000

13,3333

40,0039

1

16,0000

16,0000

48,0048

5,318

1

18,0000

18,0000

54,0054

5,318

1

6,0000

6,0000

18,0018

5,318

Galat

8

2,6667

0,3333

Total

11

42,6667

 

34 of 36

Langkah SPSS

  1. Input data
  2. klik Analyze>Compare Means>One-way ANOVA

34

35 of 36

  1. Masukan variable pada “Dependent List” dan “Factor”
  2. Klik “Contrast”, centang “Polinomial” dan pilih “Linear” pada degree
  3. Input koefisien kontras setiap barisnya hingga Coefficient Total = 0.00 lalu klik Next
  4. Ulangi Langkah ke-5 hingga kontras terakhir lalu klik Continue>OK

35

36 of 36

Output:

36