1 of 22

3 TKJJBA 1

Diserahkan oleh Zaimatul Ummah

Perencanaan Ulang Drainase Jalan pada Jalan Raya - Sodo Pelem Kecamatan Campurdarat Kabupaten Tulungagung

LAPORAN AKHIR

2 of 22

Daftar Isi

Presentasi Ujian Lisan

Latar Belakang

Rumusan Masalah

Batasan Masalah

Tujuan

Manfaat

Metodologi

Data Perencanaan

Analisis Hidrologi

Analisis Hidrolika

Gambar Potongan dan Detail

Rencana Anggaran Biaya

Kesimpulan

3 of 22

Latar Belakang

Jalan Raya Sodo – Pelem sering terjadi banjir apabila hujan turun deras.

Banjir merupakan salah satu permasalahan yang dapat mengganggu kelancaran aktivitas di Jalan Raya Sodo-Pelem. Oleh sebab itu diperlukan penanganan drainase secara tepat dan efisien pada kawasan tersebut, yang nantinya akan berdampak pada naiknya produktivitas ekonomi di kawasan Tulungagung.

4 of 22

    • Saluran rusak dan tidak terawat
    • Kapasitas saluran tidak mampu lagi menerima limpasan air

Sedimentasi tanah dan tanaman liar yang tumbuh dapat menghambat kinerja aliran saluran.

Faktor-faktor penyebab banjir

Saluran hanya terdapat pada sisi kiri ruas jalan

5 of 22

    • Bagaimana kondisi eksisting sistem saluran drainase di Jalan Raya Sodo – Pelem ?
    • Bagaimana perhitungan debit banjir rencana drainase jalan di Jalan Raya Sodo-Pelem ?
    • Bagaimana perhitungan dimensi saluran drainase yang sesuai dengan kriteria perencanaan ?
    • Bagaimana perhitungan analisa Rencana Anggaran Biaya yang dibutuhkan untuk perencanaan dan perencanaan ulang sistem drainase jalan di Jalan Raya Sodo – Pelem ?

Batasan masalah yang akan dibahas dalam laporan akhir ini adalah :

1. Kajian studi pada daerah Jalan Raya Sodo -Pelem hanya sepanjang 3 Km.

2. Tidak membahas tentang geometri jalan raya.

3. Jenis saluran dibuat dari pasangan batu kali.

4. Perhitungan Rencana Anggaran Biaya menggunakan analisa harga satuan pekerjaan (HSP) Kota Tulungagung 2019.

Rumusan & Batasan Masalah

6 of 22

Metodologi

7 of 22

Data Perencanaan

Data hidrologi yang diperlukan dalam perencanaan drainase adalah curah hujan maksimum 10 tahun terakhir 3 stasiun terdekat dari lokasi perencanaan yaitu Stasiun Campurdarat, Bandung dan Tumpak Mergo. Data diperoleh dari Dinas KP Perum Kabupaten Tulungagung.

Data Hidrologi

Data topografi digunakan untuk menentukan elevasi tanah dalam perencanaan pembangunan drainase. Data kontur diperoleh dari Google Earth. Interpolasi kontur menggunakan peta topografi dengan interval kontur sebesar 5 m dan skala 1 : 25000.

Data Topografi dan Siteplan

Data penduduk digunakan untuk mengatahui jumlah air kotor yang akan dibuang melalui saluran drainase dalam perhitungan debit limbah rumah tangga penduduk kawasan Jalan Raya Sodo – Pelem. Data diperoleh dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Tulungagung.

Data Penduduk

Daftar harga satuan pekerjaan konstruksi Kabupaten Tulungagung tahun anggaran 2019 digunakan untuk menghitung Rencana Anggaran Biaya pada pekerjaan perencanaan ulang saluran drainase.

Harga Satuan Pekerjaan

8 of 22

Analisis Hidrologi

Data curah hujan diambil dari tiga stasiun yang terdekat dengan Jalan Raya Sodo – Pelem yaitu Stasiun Campurdarat, Stasiun Bandung dan Stasiun Tumpak Mergo. Data yang diambil berupa data curah hujan selama 10 tahun terakhir dari tahun 2012 hingga 2021 pada masing-masing stasiun.

1.Curah Hujan Maksimum

9 of 22

Setelah melakukan perhitungan curah hujan maksimum tahunan, langkah selanjutnya adalah melakukan perhitungan Uji Konsistensi. Perhitungan Uji Konsistensi ini dilakukan dengan cara membuat kurva massa ganda untuk mengontrol kebenaran grafik kontrol dari setiap stasiun curah hujan yang ada. Tabel uji konsistensi data curah hujan tahunan dibuat dengan melakukan perbandingan data untuk masing-masing stasiun.

2. Uji Konsistensi

10 of 22

Dalam menentukan curah hujan untuk masing - masing stasiun menggunakan metode rata-rata Aljabar

3. Curah Hujan Maksimum Harian

11 of 22

    • Perhitungan koefisien kepencengan (Cs):

Yang kemudian dihitung menggunakan command =SKEW pada Microsoft Excel dan mendapatkan nilai sebesar 0,205

    • Perhitungan koefisien kepuncakan (Ck):

Dihitung menggunakan command =KURT pada Microsoft Excel dan mendapatkan nilai sebesar -0,774

Curah hujan rancangan dapat dihitung dengan beberapa metode seperti Distribusi Normal, Gumbel Tipe 1, Gumbel Tipe 3, Log Normal, Log Person Tipe III, dll. Dalam pemilihan metode perhitungan curah hujan rancangan perlu memperhatikan kesesuaian nilai koefisien kepencengan (skewness) dan nilai koefisien sepuncakan (kurtosis) yang memenuhi salah satu metode.

4. Curah Hujan Rancangan

Memenuhi Distribusi Gumbel tipe 1 an Log Person Tipe 3

12 of 22

Lalu, simpangan horizontal (peluang) diuji dengan uji Smirnov-Kolmogorov sedangkan vertikal (curah hujan) diuji dengan uji Chi-square.

13 of 22

Besarnya debit air rancangan digunakan metode rasional.

5. Debit Air Saluran Rancangan

Menghitung waktu konsentrasi hujan

Menghitung Intensitas curah hujan

Menghitung debit banjir rancngan

14 of 22

Debit air kotor

Kapasitas saluran total

15 of 22

Analisis Hidrolika

Analisis elevasi dilakukan untuk mengetahui tinggi elevasi titik saluran. Data yang dibutuhkan berupa gambar lay-out beserta konturnya. Pada perhitungan elevasi titik saluran dilakukan interpolasi antara 2 titik elevas terdekat.

1. Interpolasi Kontur

16 of 22

Perhitungan dilakukan untuk menilai kemampuan saluran dalam menerima debit limpasan air, dan sebagai pertimbangan untuk perencanaan ulang

2. Perhitungan Dimensi Saluran Lama

17 of 22

Perhitungan dilakukan untuk perencanaan ulang saluran eksisting

3. Perhitungan Dimensi Saluran Baru

18 of 22

Perhitungan Langkah-langkah perhitungan gorong-gorong sama dengan perhitungan dimensi saluran, yang membedakan hanya ketentuan-ketentuannya saja.

4. Perhitungan Dimensi Gorong-gorong

Perhitungan bangunan terjun diperlukan ketika kemiringan saluran terlalu curam sehingga menyebabkan kecepatan saluran lebih besar dari kecepatan yang diizinkan.

5. Bangunan Terjun

19 of 22

Gambar Potongan

20 of 22

Gambar Potongan

21 of 22

Rencana Anggaran Biaya

22 of 22

Kesimpulan

Dari survey keseluruhan terdapat 13 saluran dengan masing-masing panjang 100 m terdapat 8 saluran yang perlu direncanakan ulang.

Debit rencana terbesar: 1,354 m3/detik Debit rencana terkecil: 0,0359 m3/detik.

Dimensi terbesar b = 1 m ; H = 1,2 m, Dimensi terkecil b = 0,45 m ; H = 0,6 m.

RAB = Rp 5.287.560.000,00,-