3 TKJJBA 1
Diserahkan oleh Zaimatul Ummah
Perencanaan Ulang Drainase Jalan pada Jalan Raya - Sodo Pelem Kecamatan Campurdarat Kabupaten Tulungagung
LAPORAN AKHIR
Daftar Isi
Presentasi Ujian Lisan
Latar Belakang
Rumusan Masalah
Batasan Masalah
Tujuan
Manfaat
Metodologi
Data Perencanaan
Analisis Hidrologi
Analisis Hidrolika
Gambar Potongan dan Detail
Rencana Anggaran Biaya
Kesimpulan
Latar Belakang
Jalan Raya Sodo – Pelem sering terjadi banjir apabila hujan turun deras.
Banjir merupakan salah satu permasalahan yang dapat mengganggu kelancaran aktivitas di Jalan Raya Sodo-Pelem. Oleh sebab itu diperlukan penanganan drainase secara tepat dan efisien pada kawasan tersebut, yang nantinya akan berdampak pada naiknya produktivitas ekonomi di kawasan Tulungagung.
Sedimentasi tanah dan tanaman liar yang tumbuh dapat menghambat kinerja aliran saluran.
Faktor-faktor penyebab banjir
Saluran hanya terdapat pada sisi kiri ruas jalan
Batasan masalah yang akan dibahas dalam laporan akhir ini adalah :
1. Kajian studi pada daerah Jalan Raya Sodo -Pelem hanya sepanjang 3 Km.
2. Tidak membahas tentang geometri jalan raya.
3. Jenis saluran dibuat dari pasangan batu kali.
4. Perhitungan Rencana Anggaran Biaya menggunakan analisa harga satuan pekerjaan (HSP) Kota Tulungagung 2019.
Rumusan & Batasan Masalah
Metodologi
Data Perencanaan
Data hidrologi yang diperlukan dalam perencanaan drainase adalah curah hujan maksimum 10 tahun terakhir 3 stasiun terdekat dari lokasi perencanaan yaitu Stasiun Campurdarat, Bandung dan Tumpak Mergo. Data diperoleh dari Dinas KP Perum Kabupaten Tulungagung.
Data Hidrologi
Data topografi digunakan untuk menentukan elevasi tanah dalam perencanaan pembangunan drainase. Data kontur diperoleh dari Google Earth. Interpolasi kontur menggunakan peta topografi dengan interval kontur sebesar 5 m dan skala 1 : 25000.
Data Topografi dan Siteplan
Data penduduk digunakan untuk mengatahui jumlah air kotor yang akan dibuang melalui saluran drainase dalam perhitungan debit limbah rumah tangga penduduk kawasan Jalan Raya Sodo – Pelem. Data diperoleh dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Tulungagung.
Data Penduduk
Daftar harga satuan pekerjaan konstruksi Kabupaten Tulungagung tahun anggaran 2019 digunakan untuk menghitung Rencana Anggaran Biaya pada pekerjaan perencanaan ulang saluran drainase.
Harga Satuan Pekerjaan
Analisis Hidrologi
Data curah hujan diambil dari tiga stasiun yang terdekat dengan Jalan Raya Sodo – Pelem yaitu Stasiun Campurdarat, Stasiun Bandung dan Stasiun Tumpak Mergo. Data yang diambil berupa data curah hujan selama 10 tahun terakhir dari tahun 2012 hingga 2021 pada masing-masing stasiun.
1.Curah Hujan Maksimum
Setelah melakukan perhitungan curah hujan maksimum tahunan, langkah selanjutnya adalah melakukan perhitungan Uji Konsistensi. Perhitungan Uji Konsistensi ini dilakukan dengan cara membuat kurva massa ganda untuk mengontrol kebenaran grafik kontrol dari setiap stasiun curah hujan yang ada. Tabel uji konsistensi data curah hujan tahunan dibuat dengan melakukan perbandingan data untuk masing-masing stasiun.
2. Uji Konsistensi
Dalam menentukan curah hujan untuk masing - masing stasiun menggunakan metode rata-rata Aljabar
3. Curah Hujan Maksimum Harian
Yang kemudian dihitung menggunakan command =SKEW pada Microsoft Excel dan mendapatkan nilai sebesar 0,205
Dihitung menggunakan command =KURT pada Microsoft Excel dan mendapatkan nilai sebesar -0,774
Curah hujan rancangan dapat dihitung dengan beberapa metode seperti Distribusi Normal, Gumbel Tipe 1, Gumbel Tipe 3, Log Normal, Log Person Tipe III, dll. Dalam pemilihan metode perhitungan curah hujan rancangan perlu memperhatikan kesesuaian nilai koefisien kepencengan (skewness) dan nilai koefisien sepuncakan (kurtosis) yang memenuhi salah satu metode.
4. Curah Hujan Rancangan
Memenuhi Distribusi Gumbel tipe 1 an Log Person Tipe 3
Lalu, simpangan horizontal (peluang) diuji dengan uji Smirnov-Kolmogorov sedangkan vertikal (curah hujan) diuji dengan uji Chi-square.
Besarnya debit air rancangan digunakan metode rasional.
5. Debit Air Saluran Rancangan
Menghitung waktu konsentrasi hujan
Menghitung Intensitas curah hujan
Menghitung debit banjir rancngan
Debit air kotor
Kapasitas saluran total
Analisis Hidrolika
Analisis elevasi dilakukan untuk mengetahui tinggi elevasi titik saluran. Data yang dibutuhkan berupa gambar lay-out beserta konturnya. Pada perhitungan elevasi titik saluran dilakukan interpolasi antara 2 titik elevas terdekat.
1. Interpolasi Kontur
Perhitungan dilakukan untuk menilai kemampuan saluran dalam menerima debit limpasan air, dan sebagai pertimbangan untuk perencanaan ulang
2. Perhitungan Dimensi Saluran Lama
Perhitungan dilakukan untuk perencanaan ulang saluran eksisting
3. Perhitungan Dimensi Saluran Baru
Perhitungan Langkah-langkah perhitungan gorong-gorong sama dengan perhitungan dimensi saluran, yang membedakan hanya ketentuan-ketentuannya saja.
4. Perhitungan Dimensi Gorong-gorong
Perhitungan bangunan terjun diperlukan ketika kemiringan saluran terlalu curam sehingga menyebabkan kecepatan saluran lebih besar dari kecepatan yang diizinkan.
5. Bangunan Terjun
Gambar Potongan
Gambar Potongan
Rencana Anggaran Biaya
Kesimpulan
Dari survey keseluruhan terdapat 13 saluran dengan masing-masing panjang 100 m terdapat 8 saluran yang perlu direncanakan ulang.
Debit rencana terbesar: 1,354 m3/detik Debit rencana terkecil: 0,0359 m3/detik.
Dimensi terbesar b = 1 m ; H = 1,2 m, Dimensi terkecil b = 0,45 m ; H = 0,6 m.
RAB = Rp 5.287.560.000,00,-