Media Pembelajaran
Ilmu Pengetahuan Sosial
untuk SMP/MTs Kelas VIII
ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Kondisi Geografis dan Pelestarian Sumber Daya Alam
Bab 1
Peserta didik diharapkan mampu:
Tujuan Pembelajaran
Perhatikan gambar berikut.
Berdasarkan gambar tersebut, jawablah pertanyaan berikut.
ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
A. Keberagaman Alam Indonesia
ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
1. Proses Geografis Memengaruhi Keberagaman Alam Indonesia
Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia dan memiliki garis pantai terpanjang kedua di dunia dengan luas negara 8.300.000 km2.
ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Letak Geografis Indonesia
Berdasarkan letak garis lintang dan garis bujur, Indonesia berada pada 6° LU–11° LS dan 94° BT–141°BT. Hal tersebut menimbulkan perbedaan waktu di wilayah-wilayah di Indonesia, seperti WIB, WITA, dan WIT.
Letak Geologis Indonesia
ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Cuaca dan Iklim
Indonesia memiliki tiga jenis iklim. Berdasarkan letak geografisnya yang berada di sekitar garis khatulistiwa, Indonesia memiliki iklim tropis. Letak Indonesia berada di antara Benua Asia dan Australia menyebabkan Indonesia beriklim monsun yang dipengaruhi angin monsun barat dan timur. Sebagian besar wilayah daratan Indonesia yang dikelilingi laut atau samudra menjadikan Indonesia memiliki iklim laut (iklim maritim).
ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
2. Proses Geografis Memengaruhi Keberagaman Sosial Budaya
Keberagaman Sosial Budaya di Masyarakat
Keberagaman sosial budaya menyangkut aspek budaya yang dapat memengaruhi interaksi individu dengan orang lain yang memiliki latar belakang budaya yang berbeda di dalam suatu masyarakat, mencakup pengetahuan, kepercayaan, nilai, praktik, tradisi, dan adat istiadat yang unik pada tiap masyarakat.
Contohnya, sistem Subak sebagai identitas budaya masyarakat Bali. Sistem Subak di Bali terkait dengan perkembangan kebudayaan agraris di Pulau Bali yang sangat bergantung pada sumber air tawar. Subak sebagai sistem atau tata pengairan untuk pertanian di Bali terbentuk karena adanya pengaruh faktor geografis.
Pengaruh Faktor Geografis dan Keberagaman Budaya di Indonesia
ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Faktor geografis sangat berpengaruh pada keberagaman budaya di Indonesia antara lain isolasi geografis, iklim, dan letak geografis.
ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
B. Pemanfaatan Sumber Daya Alam
ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
1. Potensi Sumber Daya Alam Indonesia
Sumber daya alam kemaritiman
Sumber daya alam tambang
Sumber daya alam hutan
Sumber daya alam dapat dipahami sebagai seluruh potensi alam yang ada bumi, baik berbentuk benda mati maupun makhluk hidup, yang dapat digunakan untuk pemenuhan kebutuhan hidup manusia. Sumber daya alam dapat dibedakan berdasarkan sifat dan habitatnya. Berdasarkan sifatnya, terbagi atas sumber daya alam terbarukan (renewable resources) dan sumber daya alam tidak terbarukan (unrenewable resources). Berdasarkan habitatnya terbagi atas sumber daya alam teretris dan sumber daya alam akuatik.
Pengelompokkan sumber daya alam di Indonesia
ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Sumber Daya Alam Hutan
Berdasarkan fungsi pokoknya, hutan di Indonesia dapat dikelompokkan atas hutan konservasi dengan luas sekitar 22.088.573,40 hektare, hutan lindung dengan luas sekitar 29.578.158,29 hektare, dan hutan produksi dengan luas sekitar 68.828.970,27 hektare. Selain ketiga jenis hutan tersebut, sebagai negara kepulauan yang beriklim tropis Indonesia juga memiliki beberapa jenis hutan lainnya sebagai berikut.
Bahan galian vital yang dapat menjamin hajat hidup orang banyak. Contohnya, besi, tembaga, emas, dan bauksit.
Bahan galian yang tidak termasuk golongan A dan B. Contohnya, garam batu, mika, dan batu permata.
Bahan galian golongan strategis bagi pertahanan dan keamanan negara atau bagi perekonomian negara. Contohnya, minyak bumi, gas alam, aspal, dan batu bara.
ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Sumber Daya Alam Tambang
Bahan galian golongan A
Bahan galian golongan B
Bahan galian golongan C
Menurut BPS Indonesia, pertambangan adalah suatu kegiatan pengambilan endapan bahan galian berharga dan bernilai ekonomis dari dalam kulit bumi, baik secara mekanis maupun manual, pada permukaan bumi, di bawah permukaan bumi, dan di bawah permukaan air.
Pengelompokkan bahan galian
ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Indonesia merupakan negara kepulauan dengan potensi 26 juta hektare areal perikanan laut dan pantai. Laut Indonesia memiliki sekitar 8.500 spesies ikan atau sekitar 37 persen dari spesies ikan dunia. Menurut statistic Kementerian Kelautan dan Perikanan pada tahun 2021, produksi perikanan tangkap sekitar 7.485.872,28 ton dan produksi perikanan budi daya sekitar 6.790.732,29 ton.
ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Sumber Daya Alam Kemaritiman
Perikanan
Indonesia memiliki sumber daya kemaritiman yang sangat kaya. Hal ini didukung oleh luasnya wilayah laut Indonesia. Berdasarkan Konvensi Hukum Laut PBB tahun 1982, Indonesia memiliki wilayah laut yang luas. Luasnya mencapai 5,8 juta km2 yang terdiri atas 3,1 juta km2 perairan territorial dan 2,7 juta km2 perairan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE).
ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Energi kelautan mengacu pada berbagai bentuk energi listrik terbarukan yang dimanfaatkan dari laut. Ada dua jenis energi kelautan utama, yaitu energi mekanik dan energi termal.
Energi Kelautan
Energi mekanik mencakup antara lain:
Energi termal adalah energi panas laut yang dihasilkan dari perbedaan suhu antara permukaan yang hangat dengan air laut dalam yang dingin tanpa menghasilkan gas rumah kaca atau limbah lainnya.
Wisata bahari merupakan bentuk wisata yang meanfaatkan karakter sumber daya pesisir dan laut. Sumber daya wisata bahari dapat dilihat dari komoditasnya, kegiatan yang dilakukan, dan ekosistemnya.
Berdasarkan komoditasnya, sumber daya wisata bahari mencakup antara lain penyu, duyung, paus, lumba-lumba, spesies endemik, ombak, dan pasir putih.
Berdasarkan kegiatan yang dilakukan, wisata bahari mencakup antara lain rekreasi pantai, berenang, memancing, menyelam (diving), snorkeling, selancar, dan lain sebagainya.
Berdasarkan ekosistemnya, sumber daya wisata bahari antara lain pantai, mangrove, lamun, dan terumbu karang.
ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Wisata Bahari
ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
2. Pemanfaatan Sumber Daya Alam yang Ada di Indonesia
Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, manusia membutuhkan sumber daya alam sebagai alat pemenuhan kebutuhan. Ketersediaan sumber daya alam menjadi masalah ketika kebutuhan manusia tidak terbatas yang dapat menyebabkan terjadinya eksploitasi berlebihan terhadap sumber daya alam.
Agar hal tersebut tidak terjadi, kita perlu memanfaatkan sumber daya alam dengan menjaga kelestarian lingkungan hidup sehingga sumber daya alam tersebut dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan. Menurut UU RI No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan hidup, perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dilaksanakan berdasarkan asas tanggung jawab negara, kelestarian dan keberlanjutan, keserasian dan keseimbangan, keterpaduan, manfaat, kehati-hatian, keadilan, ekoregion, keanekaragaman hayati, pencemar membayar, partisipatif, kearifan lokal, tata kelola pemerintahan yang baik, serta otonom daerah.
ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
C. Sumber Daya Manusia
ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Selain sumber daya alam, kita juga mengenal sumber daya modal dan sumber daya manusia. Secara mikro, sumber daya manusia adalah individu yang bekerja dan menjadi anggota suatu perusahaan atau institusi dan biasa disebut sebagai pegawai, buruh, karyawan, pekerja, tenaga kerja, dan lain sebagainya. Secara makro, sumber daya manusia adalah penduduk suatu negara yang sudah memasuki usia angkatan kerja, baik yang belum bekerja maupun yang sudah bekerja.
ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
1. Kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia
Sensus penduduk oleh BPS tahun 2020 mencatat bahwa penduduk Indonesia berjumlah 270,20 juta jiwa dengan 70,72 persennya merupakan penduduk berusia produktif (15–64 tahun) sebagai bonus demografi.
Dari Indeks Pembangunan Manusia (Human Development Index) Indonesia tahun 2021 terlihat adanya peningkatan sumber daya manusia yang mencapai angka 72,29 meningkat sebesar 0,35 poin dari tahun sebelumnya dengan angka 71,94. IPM menggambarkan peluang hidup, pengetahuan, dan standar hidup layak.
ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
2. Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia
Empat kebijakan pokok dalam upaya peningkatan sumber daya manusia (Basmar, 2021) adalah sebagai berikut.
Untuk membangun sumber daya manusia yang unggul, perlu ada hal-hal yang menjadi prioritas utama (Rostini, dkk. 2021), yaitu sebagai berikut.
ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
D. Peran Lembaga Sosial dalam Pemanfaatan Sumber Daya Alam dan Manusia
ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Menurut Soerjono Soekanto, lembaga sosial adalah himpunan norma dari segala tingkatan yang berkisar pada suatu kebutuhan pokok dalam kehidupan masyarakat. Lembaga sosial mencakup sebagai berikut.
Norma digunakan sebagai panduan, tatanan, dan pengendali tingkah laku yang sesuai harapan masyarakat. Norma yang berlaku di dalam masyarakat mempunyai kekuatan mengikat yang berbeda-beda, yaitu norma cara, norma kebiasaan, norma tata kelakuan, norma adat istiadat.
Ada berbagai jenis lembaga sosial, yaitu lembaga keluarga, lembaga agama, lembaga pendidikan, lembaga ekonomi, dan lembaga politik.
ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
2. Peranan Lembaga Sosial dalam Pemanfaatan Sumber Daya Alam
ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
2. Peranan Lembaga Sosial dalam Pemanfaatan Sumber Daya Manusia
ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
E. Kondisi Geografis dan Interaksi dengan Bangsa Asing
1. Interaksi dengan Bangsa Asing di Masa Lalu
ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Kontribusi wilayah Nusantara dalam ekonomi dunia pada awal Masehi, dapat dilihat dari peran Kerajaan Koying sebagai salah satu pelabuhan dagang internasional. Kerajaan ini memiliki sumber daya berupa emas dan pinang. Koying melakukan perdagangan dengan Tiongkok melalui Kerajanan FunanKoying juga menjadi pelabuhan terakhir bagi kapal dagang yang berlayar dari India melalui Selat Malaka. Para pedagang India memperoleh hasil hutan dan rempah-rempah dari Nusantara dengan imbalan, seperti mutiara, barang pecah belah, dan kuda.
ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
2. Perdagangan Nusantara pada Awal Masehi
Salah satu jalur perdagangan melalui darat yang dikenal adalah Jalur Sutra. Jalur Sutra mengubungkan kota-kota di Asia, Eropa, dan Afrika. Jalur tersebut dinamakan Jalur Sutra karena merujuk pada perdagangan sutra yang dilakukan para pedagang Tiongkok pada masa Dinasti Han (206 SM–2020 M). Keberadaan Jalur Sutra tidak hanya menjadi jalur perdagangan, tetapi menjadi penghubung pertukaran budaya, agama, dan ilmu pengetahuan.
Sedangkan, jalur pedagangan melalui laut dikenal sebagai Jalur Rempah atau Spice Route. Rute tersebut mengubungkan jalur perdagangan internasionnal dengan jalur perdagangan antarpulau di Nusantara yang komoditas utamanya adalah rempah-rempah.
ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
3. Perkembangan Kehidupan Masyarakat pada Masa Kerajaan Hindu-Buddha
a. Masuknya Agama dan Kebudayaan Hindu-Buddha ke Indonesia
Letak wilayah Kepulauan Nusantara yang sangat strategis di jalur pelayaran memungkinkan kerajaan-kerajaan di Nusantara menjalin hubungan dagang dengan wilayah lain, seperti India. Hal tersebut membuat agama dan kebudayaan Hindu-Buddha dikenal di Nusantara, yang terbukti dari eksistensi Kerajaan Kutai di Kalimmantan Barat dan Kerajaan Sriwijaya di Sumatra pada masa lampau. Proses masuknya agama dan kebudayaan Hindu-Buddha di Indonesia, yaitu melalui aktivitas perdagangan (Teori Waisya, kolonisasi permanen karena adanya ekspedisi militer (Teori Kesatria), dan penyebaran agama (Teori Brahmana).
ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
3. Perkembangan Kehidupan Masyarakat pada Masa Kerajaan Hindu-Buddha
b. Pengaruh Agama dan Kebudayaan Hindu-Buddha di Indonesia
Pengaruh agama dan kebudayaan Hindu-Buddha di Indonesia dapat dilihat pada jejak sejarah yang ditinggalkan sebagai berikut.