1 of 16

MANAJEMEN KEUANGAN���

EDISI KEDELAPAN

BUKU II

EUGENE F. BRIGHAM

JOEL F. HOUSTON

Penerbit Erlangga

2 of 16

BAGIAN VI��

PERENCANAAN KEUANGAN DAN �MANAJEMEN MODAL KERJA

Penerbit Erlangga

3 of 16

BAB 15��

PERAMALAN KEUANGAN

Penerbit Erlangga

4 of 16

Penerbit Erlangga

Proyeksi Penjualan

5 of 16

TUJUAN BAB 15

  • Menguraikan secara garis besar bagaimana perusahaan-perusahaan:
    • menyusun proyeksi laporan keuangan
    • menentukan kebutuhan modal

Penerbit Erlangga

6 of 16

TARGET DAN PERAMALAN

  • Manajemen menetapkan target neraca berdasarkan analisis rasio

  • Peramalan keuangan umumnya diawali dengan meramalkan penjualan perusahaan, �dalam jumlah unit dan dalam nilai uang, �untuk suatu periode mendatang

Penerbit Erlangga

7 of 16

METODE PERAMALAN KEUANGAN

  • Metode-metode yang digunakan untuk meramalkan kebutuhan keuangan, yaitu:
    • Metode proyeksi laporan keuangan, �atau pro forma
    • Metode rumus

Penerbit Erlangga

8 of 16

AFN:�Cara Menentukan

  • Suatu perusahaan dapat menentukan dana tambahan yang diperlukan (AFN = additional funds needed) dengan cara:
    1. mengestimasi jumlah aktiva baru yang diperlukan untuk mendukung tingkat penjualan yang diramalkan
    2. mengurangi jumlah tersebut dengan dana spontan yang akan dihasilkan operasi

Penerbit Erlangga

9 of 16

AFN:�Cara Mendapatkan

  • Kemudian perusahaan dapat merencanakan untuk mendapatkan AFN dengan cara:
    • meminjam dari bank
    • atau menerbitkan sekuritas
    • atau keduanya

Penerbit Erlangga

10 of 16

KEBUTUHAN DANA TAMBAHAN

  • Makin tinggi tingkat pertumbuhan penjualan perusahaan, �makin besar kebutuhannya akan tambahan pembiayaan

  • Makin besar rasio pembayaran dividen, �makin besar kebutuhannya akan dana tambahan

Penerbit Erlangga

11 of 16

PENYESUAIAN

  • Penyesuaian harus dilakukan apabila:
    • Terdapat skala ekonomis dalam penggunaan aktiva
    • Ada kelebihan kapasitas
    • Aktiva harus ditambahkan dalam satuan yang besar (lumpy assets)

Penerbit Erlangga

12 of 16

PERAMALAN AKTIVA:�Laju Pertumbuhan Berbeda

  • Untuk meramalkan kebutuhan aktiva, �pada situasi di mana aktiva diperkirakan tidak bertumbuh pada laju yang sama seperti penjualan, dapat digunakan:
    • Regresi linear
    • Penyesuaian kelebihan kapasitas

Penerbit Erlangga

13 of 16

PENTINGNYA PERAMALAN:�Alasan-alasan (1)

  • Jika proyeksi hasil-hasil operasi tidak memuaskan, manajemen dapat "menyusunnya kembali“,�dengan cara:
    • merumuskan kembali rencana-rencananya
    • menetapkan target yang lebih masuk akal untuk tahun mendatang

Penerbit Erlangga

14 of 16

PENTINGNYA PERAMALAN:�Alasan-alasan (2)

  • Mungkin saja dana yang diperlukan untuk memenuhi ramalan penjualan tidak dapat diperoleh

  • Akan lebih baik jika diketahui sejak dini, �sehingga tingkat operasi yang diproyeksikan dapat diturunkan, �daripada tiba-tiba kekurangan uang kas dan operasi terpaksa harus berhenti secara mendadak

Penerbit Erlangga

15 of 16

PENTINGNYA PERAMALAN:�Alasan-alasan (3)

  • Sekalipun dana yang diperlukan dapat disediakan, namun akan lebih baik jika penyediaannya direncanakan jauh sebelumnya

Penerbit Erlangga

16 of 16

Penerbit Erlangga