1
PERAN PENGAWAS SEKOLAH SEBAGAI PENDAMPING
DALAM MEMBANGUN EKOSISTEM TRANSFORMASI SATUAN PENDIDIKAN
Eksplorasi Konsep (45 menit)
2
ADA DI ZONA MANAKAH KITA?
ZONA
TRANSFORMASI
PERAN PENGAWAS SEKOLAH
1. NYAMAN
2. KESULITAN
3. BELAJAR
4. BERTUMBUH
Skema Transformasi Peran Pengawas Sekolah
Kriteria | Sebelumnya | Sesudahnya |
Peran | Pengendali | Pendamping |
Fokus layanan | Memastikan satuan pendidikan memenuhi 8 standar nasional pendidikan | Mendampingi kepala satuan pendidikan dalam menggerakkan warga sekolah dan masyarakat untuk meningkatkan pembelajaran |
Asesmen Awal | Menganalisis kesenjangan satuan pendidikan dengan 8 standar pendidikan | Melakukan refleksi berdasarkan rapor pendidikan sekolah |
Strategi | Mengevaluasi program kerja sekolah agar mendukung pemenuhan 8 standar pendidikan | Mengembangkan strategi pendampingan yang disesuaikan dengan kapasitas kepala satuan pendidikan dan potensi satuan pendidikan |
Keluaran yang Dihasilkan | Laporan administrasi pengawasan satuan pendidikan | Rekomendasi peningkatan tata kelola satuan pendidikan yang berdampak pada peningkatan kualitas pembelajaran |
Ukuran Keberhasilan |
|
|
Definisi Pengawas Sekolah
Definisi Pendampingan
Pengawas Sekolah adalah Pegawai Negeri Sipil yang diberi tugas, tanggung jawab dan wewenang secara penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melaksanakan fungsi pengawasan dengan melakukan kegiatan Pendampingan dalam peningkatan kualitas pembelajaran pada Satuan Pendidikan.
Pendampingan adalah kegiatan Pengawas Sekolah membersamai Kepala Sekolah dalam peningkatan kapasitas dan mutu layanan Satuan Pendidikan untuk menyelenggarakan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dengan menggunakan strategi serta metode yang relevan.
Mengapa transformasi Peran PS perlu dilakukan?
01
02
03
04
Menciptakan budaya kolaborasi dengan Kepala Sekolah, warga Satuan Pendidikan, dan masyarakat secara berkelanjutan dalam mengembangkan program pembelajaran yang berpusat kepada peserta didik;
Mewujudkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan inklusif;
Membangun budaya refleksi dalam pengembangan warga Satuan Pendidikan dan pengelolaan program Satuan Pendidikan; dan
Meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar peserta didik.
Tujuan Kegiatan Pendampingan
(Pasal 4 ayat (1) Perdirjen GTK tentang Peran PS dalam Implementasi Merdeka Belajar)
Mengapa transformasi Peran PS perlu dilakukan?
Dalam mencapai 4 tujuan Kegiatan Pendampingan
Pengawas Sekolah diharapkan mampu berperan aktif dalam…
Pasal 4 ayat (2) Perdirjen GTK tentang Peran PS dalam Implementasi Merdeka Belajar
Prinsip-Prinsip Pendampingan
Memperhatikan Panduan yang Relevan
Dalam menjalankan setiap tahapan dalam siklus Pendampingan, Pengawas Sekolah mendasarkan kegiatannya sesuai panduan implementasi pembelajaran pada Kurikulum Merdeka yang terdiri dari:
Siklus Pendampingan Pengawas Sekolah
Objektif:
Pengawas Sekolah dalam menjalankan kegiatan Pendampingan dilaksanakan dalam siklus pendampingan yang terdiri dari 4 tahap.
Dalam menjalankan peran barunya, Pengawas Sekolah perlu dibekali kemampuan mengidentifikasi komitmen perubahan Kepala Sekolah (menggali tingkat kapasitas kepemimpinan perubahan dan tingkat kesadaran untuk melakukan refleksi) yang ia dampingi, sehingga bisa menentukan strategi pendampingan berikut metode yang sesuai, serta senantiasa memberi umpan balik yang membawa dampak positif bagi sekolah.
TRANSFORMASI PERAN PENGAWAS SEKOLOAH
ADAPTIF KONTEKSTUAL INOVATIF
PERENCANAAN PENDAMPINGAN
PENDAMPINGAN TERHADAP PELAKSANAAN PROGRAM SATUAN PEND
EKOSISTEM TRANSFORMASI SATUAN PENDIDIKAN
PELAPORAN
PENDAMPINGAN
BELUM EFEKTIF
JIKA
UMPAN BALIK
PERUBAHAN
METODE
JIKA BERHASIL NAIKAN TARGET
SIKLUS ZONA BELAJAR
PENGAWAS SEKOLAH
LINGKUNGAN
SATUAN PENDIDIKAN BIMANA
PENGELOLAAN SATUAN PENDIDIKAN EFEKTIF EFISIEN
KUALITAS PEMBELAJARAN
MELALUI PEMBELAJARAN ASIK
PENDAMPINGAN
TERHADAP PERENCANAAN PROGRAM SATUAN PEND
VISUALISASI RINGKAS SELURUH TAHAPAN SIKLUS PENDAMPINGAN
MONITORING
PENERAPAN
PENGELOLAAN PROGRES PENDAMPINGAN SECARA PERIODIK
PENGAMATAN
UMPAN BALIK
TARGET
PENERAPAN
ASESMEN PETA PENDAMPINGAN
PERTEMUAN REFLEKSI
MENU
TRAINING, COACHING, MENTORING,FASILITATING, CONSULTING
Tahap Pertama: Perencanaan Pendampingan
LUARAN: Dokumen Rencana Pendampingan Pengawas Sekolah
Dalam hal jumlah Pengawas Sekolah terbatas dan jumlah Satuan Pendidikan yang didampingi melebihi rasio ideal, Pengawas Sekolah dapat melakukan perencanaan Pendampingan yang adaptif dengan memanfaatkan teknologi atau alat bantu lain yang relevan.
13
Langkah 1:
Melakukan Refleksi Komitmen Perubahan
Mengidentifikasi komitmen perubahan kepala sekolah dengan menggali (a) tingkat kapasitas kepemimpinan perubahan dan (b) tingkat kesadaran kepala sekolah untuk melakukan refleksi.
(Untuk indikator komitmen perubahan, lihat: Panduan Refleksi, hlm. 10-11 Juklak)
Langkah 2:
Menentukan Strategi Pendampingan
Menentukan strategi pendampingan yang tepat bagi masing-masing Satuan Pendidikan berdasarkan hasil refleksi.
(Untuk pilihan strategi, lihat: Matriks Strategi Pendampingan, hlm. 13 Juklak)
Langkah 3:
Menentukan Metode Pendampingan
Memilih metode Pendampingan yang tepat (i.e. fasilitasi, konsultasi, training, coaching, mentoring) sesuai dengan strategi Pendampingan dan program kerja masing-masing Satuan Pendidikan.
(Untuk deskripsi metode pendampingan, lihat: Tabulasi Metode Pendampingan, hlm. 17 Juklak).
Langkah 5:
Mengirimkan Dokumen Rencana Pendampingan ke Dinas Pendidikan
Mengkomunikasikan luaran Rencana Pendampingan yang telah disusun kepada Dinas Pendidikan.
Langkah 4:
Menyusun Dokumen Rencana Pendampingan
menyusun dokumen rencana Pendampingan yang memuat:
(Untuk contoh dokumen rencana pendampinganSlide 17, lihat: hlm. 19-20 Juklak).
Alat Bantu 1: Panduan Refleksi Komitmen Perubahan
14
Pertanyaan Pemantik | Pola Jawaban (Ceklis) | Simpulan |
Konteks: Mengidentifikasi Tingkat Kesadaran (Kepala Sekolah) Melakukan Refleksi | ||
Apa kelemahan dan kekuatan Satuan Pendidikan Anda? Bagaimana Anda mengantisipasi kelemahan dan kekuatan tersebut? |
| Berkembang |
| Berdaya | |
Konteks: Mengidentifikasi Tingkat Kapasitas (Kepala Sekolah) Memimpin Perubahan | ||
Bagaimana Anda menyusun program kerja dan anggaran Satuan Pendidikan? Apa perbedaan program/kegiatan Satuan Pendidikan tahun lalu dengan tahun sebelumnya? |
| Rendah |
| Sedang | |
| Tinggi | |
Alat Bantu 2: Matriks Strategi Pendampingan*
15
Matriks Strategi Pendampingan | Tingkat Kapasitas Memimpin Perubahan | |||
Rendah | Sedang | Tinggi | ||
Tingkat Kesadaran Melakukan Refleksi | Berkembang | Penyemai Perubahan | Penguatan Perubahan | Pemicu Perubahan |
Berdaya | Perubahan �Segera | Perubahan �Berangsur | Perubahan Berkelanjutan | |
(*Penjelasan lebih lanjut, periksa hlm. 13-15 atau bagian Lampiran Petunjuk Pelaksanaan Siklus Pendampingan)
Deskripsi Strategi Pendampingan
16
Kriteria | Penyemai Perubahan | Perubahan Segera | Penguatan Perubahan | Perubahan Berangsur | Pemicu Perubahan | Perubahan Berkelanjutan |
Deskripsi | Meninggalkan praktik lama dan berubah ke praktik baru | Melakukan lompatan perubahan secara mendasar. | Menemukan dan menguatkan praktik baru | Melakukan perbaikan bertahap atau per komponen. | Membangun kesadaran tentang perubahan berkelanjutan | Melakukan inovasi atau memperluas dampak. |
Tujuan | Menunjukkan kepemimpinan perubahan dengan mengerjakan secara langsung hingga mendapatkan bukti dan praktik baik perubahan. | Mendukung kepala Satuan Pendidikan dan/atau tim perubahan merencanakan, melaksanakan dan mendukung perubahan secara mendasar. | Mengenali dan menguatkan penggerak perubahan hingga mendapatkan bukti dan praktik baik perubahan. | Mendukung kepala Satuan Pendidikan dan/atau tim terkait merencanakan, melaksanakan dan mendukung perubahan secara bertahap atau pada komponen tertentu. | Membangun percakapan menggerakkan bersama kepala sekolah dan/atau manajemen Satuan Pendidikan untuk menggugah kesadaran perubahan. | Mendukung kepala Satuan Pendidikan merencanakan, melaksanakan dan mendukung perubahan dengan mencoba program baru sesuai karakteristik Satuan Pendidikan dan konteks daerah. |
Sasaran | Satuan pendidikan dengan kapasitas rendah dan kesadaran berkembang. | Satuan pendidikan dengan kapasitas rendah dan kesadaran berdaya. | Satuan pendidikan dengan kapasitas sedang dan kesadaran rendah. | Satuan pendidikan dengan kapasitas sedang dan kesadaran berdaya. | Satuan pendidikan dengan kapasitas tinggi dan kesadaran berkembang. | Satuan pendidikan dengan kapasitas tinggi dan kesadaran berdaya. |
Proses | Direktif memimpin perubahan. Pengawas terlibat mengerjakan aktivitas perubahan atau memberikan contoh nyata. | Non direktif, memberikan tantangan. Pengawas memberikan tantangan yang relevan dengan prioritas Satuan Pendidikan. | Direktif memimpin perubahan. Pengawas terlibat mengerjakan aktivitas perubahan atau memberikan contoh nyata. | Non direktif, memberikan tantangan. Pengawas memberikan tantangan yang relevan dengan prioritas Satuan Pendidikan. | Non direktif, memberikan tantangan. Pengawas memberikan tantangan yang menggugah kesadaran untuk terus melakukan perubahan. | Non direktif, memberikan tantangan. Pengawas memberikan tantangan yang menggugah kesadaran untuk terus melakukan perubahan. |
Lingkup | Fokus pada pembelajaran. | Pembelajaran dan pengelolaan Satuan Pendidikan. | Fokus pada pembelajaran. | Pembelajaran dan pengelolaan Satuan Pendidikan. | Pembelajaran, pengelolaan dan pengembangan Satuan Pendidikan. | Pembelajaran, pengelolaan dan pengembangan Satuan Pendidikan. |
Luaran | Perubahan praktik pembelajaran | Perubahan praktik pembelajaran atau pengelolaan Satuan Pendidikan. | Perubahan praktik pembelajaran | Perubahan praktik pembelajaran atau pengelolaan Satuan Pendidikan. | Perubahan praktik pembelajaran atau pengelolaan atau pengembangan Satuan Pendidikan. | Perubahan praktik pembelajaran atau pengelolaan atau pengembangan Satuan Pendidikan. |
Alat Bantu 3: Tabel Pilihan Metode Pendampingan*
| Training | Mentoring | Coaching | Facilitating | Consulting |
Tujuan | Mengajarkan suatu strategi atau teknik kepada seseorang yang relevan dengan pekerjaan. | Memberikan saran dan contoh untuk dipelajari oleh seseorang untuk meningkatkan kinerjanya | Memberdayakan seseorang untuk meningkatkan kinerja dengan mengungkap potensi dirinya | Membantu sekelompok orang dalam mengambil keputusan kelompok atau organisasi | Memberikan rekomendasi berdasarkan hasil analisis untuk pengembangan organisasi |
Lingkup | Komunitas Belajar | Individu atau kelompok | Individu atau kelompok. | Kelompok atau organisasi. | Organisasi |
Luaran |
|
|
|
|
|
Dibutuhkan oleh… |
|
|
|
|
|
Lebih tepat bila… |
|
|
|
|
|
(*Lebih lengkapnya, periksa hlm. 17 Petunjuk Pelaksanaan Siklus Pendampingan)
Contoh Dokumen Rencana Pendampingan*
RENCANA PENDAMPINGAN SATUAN PENDIDIKAN | |||||
Prioritas | Nama Satuan Pendidikan | Pilihan Strategi | Pilihan Metode | Deskripsi / Pertimbangan Kebutuhan | Target |
Prioritas Utama | SMP Negeri 17 Kabupaten Daun | Penyemai Perubahan | Training & Konsultasi |
|
|
SMP Angin Segar | Penyemai Perubahan | ||||
Prioritas Menengah | SMP Negeri 27 Kabupaten Daun | Perubahan Segera | Training & Mentoring |
|
|
Prioritas Akhir | SMP Negeri 21 Kabupaten Daun | Perubahan Berkelanjutan | Fasilitasi |
|
|
SMP Harapan Bersama | Perubahan Berkelanjutan | ||||
Tahap Kedua: Pendampingan terhadap Perencanaan Program Satuan Pendidikan
Luaran: Rencana Kerja Tahunan (RKT) dan Rencana Kerja dan Anggaran Satuan Pendidikan (RKAS) setiap sekolah dampingan.
19
Langkah 1:
Diskusi Data Rapor Pendidikan
Melakukan refleksi bersama Kepala Sekolah untuk mendalami kondisi Satuan Pendidikan, menggali akar masalah, serta area yang memerlukan pembenahan, dan mendiskusikan pilihan rekomendasi prioritas pada rapor pendidikan.
(Untuk Panduan Diskusi Rapor Pendidikan, lihat: hlm. 23 Juklak)
Langkah 2: Melibatkan Partisipasi Warga Satuan Pendidikan
(Dalam hal dibutuhkan) melibatkan warga Satuan Pendidikan lainnya guna mendalami dan memperkaya temuan informasi yang didapatkan dari hasil refleksi sebelumnya.
Langkah 3: Mengaplikasikan Metode Pendampingan dalam Penyusunan Program
Mengaplikasikan metode pendampingan dalam membersamai kepala sekolah menyusun rencana program kerja Satuan Pendidikan.
(*Penggunaan metode pendampingan pada tahap ini disesuaikan pada kebutuhan pendampingan dalam rangka menyusun rencana program. Misal, pelatihan terkait perencanaan berbasis data atau melakukan asesmen pembelajaran)
Langkah 5: Menginformasikan Luaran RKT dan RKAS kepada Dinas
Menginformasikan rencana program kerja Satuan Pendidikan dampingan yang telah disusun bersama Kepala Sekolah kepada Dinas Pendidikan dengan cara yang disesuaikan kebutuhan serta karakteristik budaya setempat;
Mendorong Dinas Pendidikan untuk memberikan dukungan bagi masing-masing Satuan Pendidikan, dalam pelaksanaan program kerja Satuan Pendidikan.
Langkah 4: Memastikan Program Kerja yang Disusun Sesuai Kebutuhan Sekolah
Membersamai kepala sekolah dan tim menyusun RKT, dan bagi program dalam RKT membutuhkan dukungan anggaran, menyusun rencana program dalam RKAS.
(Peran Pengawas Sekolah adalah untuk memastikan bahwa program yang disusun sesuai dengan visi perubahan sekolah).
PANDUAN DISKUSI PENDAMPINGAN PERENCANAAN PROGRAM KERJA SATUAN PENDIDIKAN | |
Instruksi: | |
Persiapan
Pelaksanaan
|
Daftar Pertanyaan: | Keterangan: |
Penentuan Fokus Pengembangan
Setelah menentukan masalah yang menjadi fokus pengembangan, kita akan diskusikan setiap masalah tersebut. | Tujuan: menentukan fokus pengembangan satuan pendidikan. Untuk menentukan fokus pengembangan, dapat digunakan dokumen rujukan Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan atau dokumen lain yang relevan. |
Memahami Masalah
| Tujuan: memahami masalah yang menjadi fokus pengembangan. Kondisi pada pertanyaan no 4) dapat berupa: praktik pembelajaran, tata kelola pembelajaran, tingkat kompetensi guru, interaksi guru dan murid, interaksi satuan pendidikan dengan orangtua/wali dan masyarakat atau kondisi yang lain. |
Eksplorasi Tindak Lanjut
| Tujuan: Melakukan eksplorasi ide program/kegiatan sebagai tindak lanjut Rekomendasi Rapor Pendidikan. Untuk mendapatkan jawaban no 7, dapat digunakan sejumlah teknik curah gagasan (brainstorming) untuk membantu kepala sekolah berpikir kreatif. |
Kebutuhan Dukungan
| Tujuan: Memetakan kebutuhan dukungan yang dibutuhkan untuk mewujudkan ide program/kegiatan. |
Tahap Ketiga: Pendampingan terhadap Pelaksanaan Program Satuan Pendidikan
21
Langkah 1:
Diskusi dan pemberian umpan balik berkala
Langkah 2:
Mengaplikasikan metode pendampingan dalam memfasilitasi penyelesaian hambatan
Langkah 3:
Mendampingi kepala sekolah melaksanakan unjuk kerja
Langkah 4:
Menyusun laporan berkala keterlaksanaan program kerja
Melaksanakan diskusi berkala bertujuan untuk menggali informasi mendalam terkait pelaksanaan dan kemajuan program kerja Satuan Pendidikan.
Berdasarkan hasil diskusi, pengawas sekolah memberikan umpan balik yang disesuaikan dengan kondisi sekolah.
Memberikan dukungan pelaksanaan program kerja sekolah, termasuk memfasilitasi penyelesaian hambatan program, dengan mengaplikasikan metode pendampingan.
Metode pendampingan disesuaikan dengan dokumen rencana pendampingan atau disesuaikan dengan kebutuhan sekolah.
Mendampingi kepala sekolah melakukan unjuk kerja yang telah dirumuskan dalam RKAS.
Unjuk kerja bertujuan untuk menyebarluaskan praktik-praktik baik kepada masyarakat, memenuhi akuntabilitas, serta evaluasi kolaborasi.
(untuk panduan diskusi, lihat juklak hlm. 36)
(untuk contoh tabel pelaksanaan diskusi berkala, lihat juklak hlm. 38)
Menginformasikan tentang kemajuan dan pencapaian program kerja di setiap sekolah dampingan secara berkala kepada Dinas Pendidikan.
Panduan Diskusi
Panduan Diskusi | |
Topik Pertanyaan | Pertanyaan |
Tujuan Program | Apa tujuan yang ingin dicapai oleh program/kegiatan yang dilaksanakan di sekolah? |
Praktik Baik | Apa 3 - 5 praktik baik yang mengesankan dalam pelaksanaan program/kegiatan di sekolah Anda? |
Apa saja yang mungkin dilakukan untuk menularkan praktik baik ke seluruh sekolah? | |
Apa tindakan yang bisa dilakukan untuk menularkan praktik baik? | |
Perbaikan Praktik Baik | Apa 3 - 5 praktik dalam pelaksanaan program/potensi sekolah yang perlu diperbaiki? |
Apa saja yang bisa dilakukan untuk melakukan perbaikan praktik pelaksanaan program/kegiatan sekolah? | |
Apa tindakan yang bisa dilakukan untuk melakukan perbaikan praktik? | |
Rencana Tindak Lanjut | Apa rencana yang bisa kita sepakati untuk mengoptimalkan pencapaian tujuan program/kegiatan tersebut? |
23
| Umpan Balik Pembangkit | Umpan Balik Penyemangat | Umpan Balik Pembentuk |
Tujuan | Membantu kepala sekolah menyadari adanya persoalan dan menemukan solusi terhadap persoalan tersebut | Membantu kepala sekolah mengenali perubahan yang telah dicapai dan kebutuhan perubahan yang masih perlu dicapai | Membantu kepala sekolah semakin menguasai suatu keterampilan agar mencapai suatu sasaran atau standar tertentu |
Peran Pengawas Sekolah | Menunjukkan bukti adanya persoalan disertai mengajukan pertanyaan reflektif | Menyebutkan kemajuan dan area perbaikan disertai mengajukan pertanyaan reflektif | Menyebutkan praktik baik yang sudah atau mengarah pada standar disertai mengajukan pertanyaan reflektif |
Peran Kepala Sekolah | Memikirkan bukti adanya persoalan dan menilai kondisi secara akurat | Menjawab pertanyaan reflektif disertai penjelasan buktinya | Menjawab pertanyaan reflektif disertai perbandingan antara bukti dengan standar |
Kesempatan Kepala Sekolah | Kesempatan mengakui adanya kekeliruan tanpa takut disalahkan dan mengajukan usulan solusi | Kesempatan mengakui keberhasilan melakukan perubahan dan perbaikan yang perlu dilakukan | Kesempatan melakukan upaya menguasai suatu keterampilan untuk mencapai standar |
Tindak Lanjut Kepala Sekolah | Rencana aksi melakukan perbaikan persoalan | Rencana perbaikan berdasar hasil refleksi | Tahapan dan rencana penguasaan keterampilan |
Alat Bantu: Strategi Umpan Balik
Pemilihan strategi umpan balik disesuaikan dengan:
Tabel Periodik Pelaksanaan Diskusi Berkala | ||||||
Urutan Prioritas | Nama Satuan Pendidikan | Catatan Hasil Pertemuan* | ||||
Bulan I | Bulan II | Bulan III | Bulan IV | Bulan V | ||
Prioritas Utama | SMP Negeri 17 Kabupaten Daun | Praktik baik: Mulai aktif memberdayakan Komunitas Belajar. Hambatan: Tidak ada. Strategi: Umpan Balik Pembangkit karena kepala sekolah belum mengetahui hambatan dan solusi yang tepat atas hambatan Tindak lanjut: Training tentang perencanaan berbasis data. | Praktik baik: Komunitas belajar mulai jadi agenda rutin. Hambatan: Kekurangan SDM guru karena pensiun. Strategi: Umpan Balik Pembangkit karena kepala sekolah belum mampu mengetahui solusi yang tepat atas hambatan Tindak lanjut: Fasilitasi diskusi daring untuk mencari solusi sementara. | Praktik baik: Inisiatif melakukan refleksi bulanan bersama warga sekolah. Hambatan: kekurangan SDM Guru karena pensiun Strategi: Umpan Balik Pembangkit karena kepala sekolah sudah melakukan perubahan yang signifikan tetapi belum menyadari bahwa masih ada area lain yang perlu perbaikan Tindak lanjut: Konsultasi daring perihal pembelajaran. | Praktik baik: KS mengadakan lokakarya peningkatan kompetensi guru Hambatan: Tidak ada. Strategi: Umpan Balik Pembentuk karena kepala sekolah sudah memiliki kemampuan dalam menyelesaikan masalah tapi masih perlu pengawalan agar target dapat tercapai Tindak lanjut: Mengawal pelaksanaan program. | Praktik baik: Kegiatan refleksi semakin sering diadakan. Hambatan: Pengelolaan waktu. Strategi: Umpan Balik Pembangkit karena kepala sekolah belum mampu mengetahui solusi yang tepat atas hambatan yang dihadapi Tindak lanjut: Training tentang metode manajemen waktu. |
Contoh Tabel Periodik Pelaksanaan Diskusi Berkala
Tabel periodik dapat digunakan sebagai alat bantu untuk mendokumentasikan hasil diskusi berkala bersama kepala sekolah
Tahap Keempat: Pelaporan Pendampingan
LUARAN: Dokumen Laporan Hasil Pelaksanaan Pendampingan
25
Langkah 1:�Menyusun laporan hasil akhir pelaksanaan pendampingan;
Menyusun laporan hasil pelaksanaan pendampingan sekurang-kurangnya memuat:
(Untuk contoh Tabel Deskripsi komitmen perubahan sebelum dan sesudah serta Hasil evaluasi, lihat: hlm. 49 Juklak)
(Untuk contoh Rekomendasi dukungan kepada Dinas Pendiidkan, lihat: hlm. 52 Juklak)
Langkah 2:
Melaporkan hasil Pendampingan
Melaporkan laporan pelaksanaan Pendampingan kepada Dinas Pendidikan. Pelaporan ini adalah bentuk pertanggungjawaban kerja Pengawas Sekolah selama setahun terakhir.
Langkah ini dapat dibarengi dengan pengusulan berbagai rekomendasi kebijakan kepada Dinas Pendidikan.
Langkah 3:
Mengadvokasi rencana tindak lanjut
Menjalankan peran advokasi untuk memastikan bahwa rekomendasi dukungan yang diperlukan dapat ditindaklanjuti oleh Dinas Pendidikan.
Langkah 4:
Membuat karya refleksi Pendampingan
Membuat karya refleksi Pendampingan dalam bentuk tulisan, artikel, dan/atau video praktik baik untuk dipublikasikan pada platform yang dikembangkan oleh Kementerian dan/atau organisasi profesi.
(Penting!)
Memanfaatkan data dan informasi yang dimuat dalam laporan Pendampingan sebagai referensi tambahan dalam menyusun perencanaan Pendampingan Satuan Pendidikan periode berikutnya.
Contoh Tabel Deskripsi Komitmen Perubahan (sebelum & sesudah) dan Hasil Evaluasi*
26
Nama Satuan Pendidikan | Transformasi Komitmen Perubahan | Catatan Evaluasi | |
Kondisi Sebelum | Kondisi Sesudah | ||
SMP Negeri 17 Kabupaten Daun |
|
|
|
Contoh Rekomendasi Dukungan pada SMP Negeri 17 Kabupaten Daun*
Berdasarkan catatan di atas, PS dalam laporan pendampingannya merekomendasikan Dinas Pendidikan agar:
TERIMA KASIH