NGAJI KURIKULUM
SOSIALISASI PANDUAN KURIKULUM MADRASAH
Kontekstual • Berbasis Data • Berkarakter • Berdampak
Didin Hadiat
Tim Pengembang Kurikulum
Dirjen Pendis Kemenag RI
8 Juni 2026
Tujuan Sesi
Arah capaian yang ingin dipahami peserta.
Pendahuluan
02
Peserta mampu membaca arah kebijakan, menyusun komponen minimal, dan mengontekstualkan Kurikulum Madrasah MA/MAK.
Regulasi
Konsep KM
Komponen minimal
Contoh kontekstual
Outline dokumen
• Memahami posisi KMA 1503 Tahun 2025 dan panduan teknis.
• Mengidentifikasi isi minimal dokumen Kurikulum Madrasah.
• Menyusun contoh analisis, visi-misi-tujuan, dan pengorganisasian pembelajaran.
• Menyiapkan format dokumen yang siap didiskusikan di madrasah.
Peta Materi
Urutan materi dirancang dari kebijakan menuju praktik.
Pendahuluan
03
Regulasi & arah kebijakan
Makna KM
Komponen minimal
Contoh MA/MAK
Outline & tindak lanjut
• Bagian awal memberi kerangka regulasi agar dokumen memiliki dasar hukum.
• Bagian tengah mengurai komponen minimal dan contoh pengembangannya.
• Bagian akhir menyajikan contoh daftar isi/TOC serta lampiran yang dapat disiapkan madrasah.
01
Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025
Perubahan Permendikbudristek Nomor 12 Tahun 2024.
02
03
04
Keputusan Dirjen Pendis Nomor 6077 Tahun 2025
Kurikulum Berbasis Cinta
KMA 1503 Tahun 2025
Perubahan KMA 450 Tahun 2024
Panduan 2025
Landasan
01
Asesmen
02
03
04
Perubahan Kurikulum
Melanjutkan Pendidikan
Akreditasi
Bahan Renungan
Fungsi Kurikulum Madrasah
Dokumen hidup, bukan sekadar administrasi tahunan.
Konsep KM
06
Kurikulum madrasah merupakan dokumen hidup (living document) yang membantu madrasah untuk menyelenggarakan pendidikan berkualitas yang terwujud melalui proses analisis, refleksi, dan evaluasi berbasis data agar dapat dijalankan secara sistematis dan terstruktur.
Memunculkan kemandirian dan mengembangkan kompetensi kepala madrasah, pendidik, dan tenaga kependidikan untuk mengorganisasi dan merencanakan pembelajaran dengan lebih efektif dan efisien sesuai dengan kondisi dari madrasah untuk mencapai tujuan yang diharapkan
Membantu kepala madrasah melakukan diversifikasi kurikulum berdasarkan hasil identifikasi potensi dan karakteristik daerah, madrasah, dan murid. Diversifikasi ini diharapkan dapat memperkuat ciri khas madrasah dan membantu dalam pencapaian visi, misi, dan tujuan madrasah
Memunculkan rasa kepemilikan dan kolaborasi dalam menyukseskan implementasi kurikulum menuju pendidikan yang berkualitas melalui proses keterlibatan warga madrasah dan berbagai pemangku kepentingan.
Mengapa Tidak Boleh Copy-Paste?
Kurikulum harus lahir dari konteks nyata madrasah.
Konsep KM
07
Murid berbeda
Lingkungan berbeda
Sumber daya berbeda
Tantangan berbeda
Kebutuhan lulusan berbeda
Dokumen yang seragam belum tentu menjawab kebutuhan madrasah. Yang diperlukan adalah kurikulum yang dapat dibaca dari data, terasa dalam pembelajaran, dan berdampak pada murid.
Prinsip Penyusunan KM
Lima prinsip praktis yang menjaga mutu dokumen.
Konsep KM
08
1
Berpusat pada murid
Kurikulum menjawab kebutuhan dan masa depan murid.
2
Kontekstual
Sesuai karakteristik madrasah, daerah, dan sosial budaya.
3
Esensial
Fokus pada hal penting yang berdampak.
4
Akuntabel
Berbasis data dan dapat dipertanggungjawabkan.
5
Kolaboratif
Melibatkan warga madrasah dan pemangku kepentingan.
Alur Penyusunan KM
Dari membaca data menuju perbaikan berkelanjutan.
Konsep KM
09
Analisis karakteristik
Visi, misi, tujuan
Pengorganisasian
Perencanaan
Evaluasi & tindak lanjut
Komponen Minimal KM
Isi dokumen yang perlu ada dalam Kurikulum Madrasah.
Konsep KM
10
KOMPONEN MINIMAL
1. Analisis karakteristik madrasah
2. Visi, misi, dan tujuan madrasah
3. Pengorganisasian pembelajaran
4. Perencanaan pembelajaran
PENGUAT MUTU
Pendampingan, evaluasi, dan pengembangan profesional menjadi komponen tambahan yang sangat dianjurkan agar kurikulum terus membaik.
11
1. Analisis Karakteristik
Membaca kondisi nyata madrasah sebagai dasar penyusunan kurikulum.
Penyusunan Kurikulum Madrasah MA/MAK
Apa yang Dianalisis?
Komponen data yang harus dibaca sebelum menyusun KM.
Analisis Karakteristik
12
DATA INTERNAL
• Karakteristik murid
• Guru dan tenaga kependidikan
• Sarana prasarana
• Hasil asesmen dan prestasi
• Rapor pendidikan / EDM
DATA KONTEKS
• Lingkungan sosial budaya
• Potensi daerah
• Kebutuhan orang tua dan masyarakat
• Kemitraan
• Khusus MAK: dunia kerja dan program keahlian
• Program: Teknik Sepeda Motor
• Sekitar madrasah banyak bengkel
• Mitra butuh lulusan disiplin dan komunikatif
• Guru produktif perlu update teknologi injeksi
Output Analisis Karakteristik
Hasil analisis harus langsung memengaruhi keputusan kurikulum.
Analisis Karakteristik
13
Kekuatan
Kelemahan
Peluang
Tantangan
Identitas madrasah
Output analisis bukan daftar data mentah. Outputnya berupa simpulan strategis: apa yang akan dipertahankan, diperkuat, diperbaiki, dan dijadikan kekhasan madrasah.
Contoh Analisis MA/MAK
Dari data lokal menjadi arah kurikulum.
Analisis Karakteristik
14
KONDISI KONTEKSTUAL
IMPLIKASI KURIKULUM
KONDISI KONTEKSTUAL
KONDISI KONTEKSTUAL
IMPLIKASI KURIKULUM
IMPLIKASI KURIKULUM
Contoh Analisis MA: Berbasis Pesantren
Kekhasan budaya madrasah sebagai modal kurikulum.
Analisis Karakteristik
15
KONDISI KONTEKSTUAL
IMPLIKASI KURIKULUM
• Pidato tiga bahasa
• Kajian kitab berbasis moderasi
• Riset sederhana keislaman
• Presentasi ilmiah santri
Contoh Analisis MAK
Konteks dunia kerja harus masuk ke keputusan kurikulum.
Analisis Karakteristik
16
KONDISI KONTEKSTUAL
• Program: Teknik Sepeda Motor
• Sekitar madrasah banyak bengkel
• Mitra butuh lulusan disiplin dan komunikatif
• Guru produktif perlu update teknologi injeksi
IMPLIKASI KURIKULUM
• Kerja sama bengkel mitra
• PKL sesuai kompetensi
• Projek servis motor masyarakat
• Pelatihan guru bersama industri
• Penguatan budaya kerja
17
2. Visi, Misi, dan Tujuan
Mengubah hasil analisis menjadi arah besar dan target yang terukur.
Penyusunan Kurikulum Madrasah MA/MAK
Fungsi Visi, Misi, dan Tujuan
Tiga elemen arah yang harus saling tersambung.
Visi-Misi-Tujuan
18
Visi: mau menjadi apa?
Misi: langkah strategis apa?
Tujuan: capaian nyatanya apa?
Rumusan visi, misi, dan tujuan perlu mencerminkan karakter Islam, Dimensi Profil Lulusan, Panca Cinta, potensi madrasah, dan kebutuhan masa depan lulusan.
Kriteria Visi yang Baik
Visi menjadi identitas dan arah gerak madrasah.
Visi-Misi-Tujuan
19
Visi yang baik bukan sekadar kalimat indah, tetapi menjadi dasar memilih program dan mengalokasikan sumber daya.
Contoh Visi dan Misi MA
Contoh dapat disesuaikan dengan konteks madrasah.
Visi-Misi-Tujuan
20
“Terwujudnya lulusan unggul dalam iman, ilmu, riset, literasi, dan kepedulian lingkungan untuk melahirkan lulusan berakhlak, kritis, mandiri, dan cinta tanah air.”
Contoh Tujuan MA
Rumusan tujuan harus lebih operasional dan dapat ditinjau.
Visi-Misi-Tujuan
21
CATATAN
Tujuan sebaiknya menyebut indikator, sasaran, atau target minimal agar mudah dievaluasi.
Contoh Visi dan Tujuan MAK
MAK perlu menampilkan kekuatan vokasi dan dunia kerja.
Visi-Misi-Tujuan
22
“Terwujudnya Lulusan unggul dalam iman, akhlak, kompetensi keahlian, kewirausahaan, dan budaya kerja profesional berbasis Panca Cinta.”
23
3. Pengorganisasian Pembelajaran
Mengatur intra, ko, ekstra, muatan lokal, dan PKL agar selaras dengan tujuan madrasah.
Penyusunan Kurikulum Madrasah MA/MAK
Makna Pengorganisasian Pembelajaran
Cara madrasah mengatur pengalaman belajar murid.
Pengorganisasian
24
Muatan kurikulum
Beban belajar
Alokasi waktu
Intra & ko
Ekstra & mulok
PKL MAK
Bagian ini menjelaskan bagaimana kegiatan belajar diatur agar profil lulusan, Panca Cinta, pembelajaran mendalam, dan kebutuhan MA/MAK benar-benar terlayani.
Intrakurikuler
Pembelajaran utama melalui mata pelajaran.
Pengorganisasian
25
• Struktur kurikulum dan alokasi waktu.
• Mata pelajaran wajib, pilihan, dan muatan lokal.
• Strategi pembelajaran mendalam.
• Integrasi Panca Cinta dalam mapel.
• Untuk MAK: mata pelajaran kejuruan, praktik, dan penyelarasan industri.
Intrakurikuler harus menjawab CP sekaligus menguatkan konteks dan karakter madrasah.
Contoh Intrakurikuler MA
Konteks pertanian sebagai bahan belajar lintas mapel.
Pengorganisasian
26
BIOLOGI
• Topik ekosistem dikaitkan dengan pertanian lokal
• Murid observasi tanah dan tanaman
• Produk: laporan ilmiah sederhana
• Nilai: cinta ilmu dan lingkungan
EKONOMI
• Murid menganalisis rantai distribusi hasil pertanian
• Diskusi nilai tambah produk lokal
• Simulasi kewirausahaan sederhana
• Nilai: mandiri dan cinta tanah air
Contoh Intrakurikuler MAK
Tata Boga sebagai contoh integrasi kompetensi dan KBC.
Pengorganisasian
27
AKTIVITAS BELAJAR
• Mengolah pangan lokal
• Menerapkan higienitas dan keamanan pangan
• Membuat produk bernilai jual
• Mendapat masukan dari UMKM mitra
NILAI KBC
• Cinta ilmu: inovasi resep
• Cinta sesama: pelayanan
• Cinta tanah air: pangan lokal
• Cinta lingkungan: pengurangan limbah
Kokurikuler
Memperkuat, memperdalam, dan memperkaya intrakurikuler.
Pengorganisasian
28
• Pembelajaran kolaboratif lintas disiplin ilmu.
• Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.
• Kegiatan Kolaboratif Berbasis Cinta.
• Projek sosial, lingkungan, kewirausahaan, atau pengabdian.
• Harus terkait dengan dimensi profil lulusan dan Panca Cinta.
Kokurikuler bukan tempelan kegiatan, tetapi jembatan antara konsep kelas dan pengalaman nyata.
Contoh Kokurikuler MA
Tema: Literasi Air Bersih Madrasah.
Pengorganisasian
29
Kimia: uji air
Geografi: peta sumber
Fikih: thaharah
Bahasa: laporan
Ekonomi: efisiensi
PRODUK KEGIATAN
• Laporan kualitas air
• Poster kampanye hemat air
• Rekomendasi perbaikan sanitasi
• Refleksi nilai cinta lingkungan dan cinta ilmu
Contoh Kokurikuler MAK
Tema: Servis Gratis untuk Masyarakat.
Pengorganisasian
30
AKTIVITAS
• Murid mengecek kendaraan warga
• Guru produktif mendampingi praktik
• Mitra bengkel memberi supervisi
• Murid membuat catatan servis
• Murid belajar komunikasi pelanggan
DIMENSI YANG DIKUATKAN
• Kolaborasi
• Komunikasi
• Kemandirian
• Akhlak pelayanan
• Budaya kerja dan tanggung jawab
Ekstrakurikuler
Ruang pengembangan minat, bakat, kepemimpinan, dan portofolio.
Pengorganisasian
31
Minat
Bakat
Kepemimpinan
Karakter
Portofolio
• Contoh umum: pramuka, tahfiz, KIR, jurnalistik, olahraga, seni, bahasa asing.
• Contoh digital: robotik, desain grafis, dakwah digital, fotografi, videografi.
• Contoh vokasi: kewirausahaan, klub program keahlian, produksi media, kuliner, tata busana.
32
4. Perencanaan Pembelajaran
Menerjemahkan CP menjadi TP, ATP, modul/RPP, asesmen, dan tindak lanjut.
Penyusunan Kurikulum Madrasah MA/MAK
Makna Perencanaan Pembelajaran
Menjelaskan bagaimana CP dicapai di madrasah dan kelas.
Perencanaan
33
CP
TP
ATP
Modul/RPP
Asesmen
Tindak lanjut
Perencanaan yang baik menghubungkan tujuan, aktivitas, asesmen, media, sumber belajar, diferensiasi, dan refleksi dalam satu siklus pembelajaran.
Perencanaan Tingkat Madrasah dan Kelas
Dua level perencanaan yang saling melengkapi.
Perencanaan
34
TINGKAT MADRASAH
• Kalender pendidikan
• Program tahunan dan minggu efektif
• Program prioritas madrasah
• Rancangan kokurikuler
• Strategi Panca Cinta
• Program PKL untuk MAK
TINGKAT KELAS
• TP dan ATP
• Modul ajar/RPP
• Asesmen diagnostik, formatif, sumatif
• Bahan ajar dan media
• Diferensiasi
• Refleksi dan tindak lanjut
Contoh Perencanaan MA
Bahasa Indonesia Kelas XI: teks argumentasi isu lingkungan.
Perencanaan
35
AKTIVITAS BELAJAR
• Observasi sampah madrasah
• Membaca artikel dan data
• Diskusi bukti dan argumen
• Menulis teks argumentasi
• Presentasi solusi
ASESMEN & NILAI
• Rubrik tulisan
• Presentasi
• Refleksi individu
• Panca Cinta: cinta ilmu, lingkungan, tanah air
• Dimensi: penalaran kritis dan komunikasi
Contoh Perencanaan MAK
Tata Busana: produk busana motif lokal.
Perencanaan
36
AKTIVITAS BELAJAR
• Studi motif lokal
• Desain produk
• Praktik menjahit
• Uji kualitas
• Presentasi dan simulasi pemasaran
ASESMEN
• Proses kerja
• Produk akhir
• Portofolio
• Sikap kerja
• Komunikasi dan kerapian kerja
Pendampingan, Evaluasi, dan Pengembangan Profesional
Komponen penguat mutu berkelanjutan.
Evaluasi
37
• Supervisi akademik dan pendampingan guru.
• Refleksi guru, kepala madrasah, murid, dan pengawas.
• Analisis hasil belajar dan implementasi program.
• Tindak lanjut perbaikan kurikulum.
• Pengembangan profesional guru berbasis kebutuhan.
• Khusus MAK: upskilling, reskilling, dan magang guru di dunia kerja.
Kurikulum yang baik selalu dievaluasi, bukan hanya disahkan.
Contoh Evaluasi MA/MAK
Data evaluasi menjadi dasar revisi program.
Evaluasi
38
MA: LITERASI AKADEMIK RENDAH
• Data: asesmen awal dan tugas menulis
• Masalah: murid kurang terbiasa membaca teks panjang
• Tindak lanjut: program membaca, klinik menulis, projek resensi, pelatihan guru
MAK: PKL KURANG KOMUNIKATIF
• Data: jurnal PKL dan catatan pembimbing industri
• Masalah: komunikasi pelanggan belum kuat
• Tindak lanjut: simulasi layanan, asesmen sikap kerja, pembekalan PKL
Contoh Outline/TOC Dokumen KM
Struktur dokumen yang dapat disesuaikan madrasah.
Outline Dokumen
39
1. Halaman Judul
2. Lembar Pengesahan
3. Kata Pengantar
4. Daftar Isi
5. Bab I Pendahuluan
6. Bab II Analisis Karakteristik Madrasah
7. Bab III Visi, Misi, dan Tujuan
8. Bab IV Pengorganisasian Pembelajaran
9. Bab V Perencanaan Pembelajaran
10. Bab VI Pendampingan, Evaluasi, dan Pengembangan Profesional
11. Lampiran
Lampiran dapat berisi: SK tim, berita acara, data analisis, kalender pendidikan, struktur kurikulum, ATP, modul/RPP, program kokurikuler, program ekstrakurikuler, program PKL MAK, instrumen evaluasi, dan dokumen kemitraan.
PESAN KUNCI
Kurikulum Madrasah yang baik bukan yang paling tebal, tetapi yang paling hidup dalam pembelajaran.
• berbasis data
• sesuai konteks
• menguatkan kekhasan madrasah
• menumbuhkan Panca Cinta
• berdampak pada masa depan lulusan MA/MAK
Terima kasih