1 of 55

RANTAI NILAI (VALUE CHAIN) DALAM E-BISNIS

Dr. Mariyudi, SE, MM

2 of 55

WELCOME

3 of 55

RANCANGAN PEMBELAJARAN

Mata kuliah

eCommerce

Dosen

Dr. Mariyudi, SE, MM

Deskripsi Singkat

Materi E-Commerce meliputi pengertian e-Commerce, framework, jenis & tipe e-Commerce, strategi periklanan, sistem pembayaran, konektivity, Web dan Mobile, Value chain, CRM, supply chain, keamanan dan aspek hukum

Tujuan Instruk-sional Umum

Mahasiswa mampu mengembangkan kemampuan mengenai pengertian Ecommerce, mengerti sistem perdagangan berbasis internet dan dapat menerapkannya dengan benar.

4 of 55

DAFTAR PUSTAKA

Laudon, Kenneth C, dkk, 2017, e-Commerce Business Technologi Society, Pearson Publisher, London.

Ustadiyanto, Riyeke, 2002, Framework e-Commerce, Penerbit ANDI, Yogyakarta

5 of 55

DAFTAR PUSTAKA

Laudon, Kenneth C, dkk, 2007, Sistem Informasi Manajemen Edisi 10 Buku 2, Salemba Empat, Jakarta.

Hidayat, Taufik, 2008, Panduan Membuat Toko Online dengan OSCommerce, Mediakita, Jakarta

6 of 55

DAFTAR PUSTAKA

Wong, Jony, 2010, Internet Marketing for Beginners, Elex Media Komputindo, Jakarta

Suyanto M, 2003, Strategi Periklanan pada e-Commerce Perusahaan Top Dunia, Andi, Yogyakarta

7 of 55

Materi pertemuan hari ini

  • Pembahasan hari ini meliputi: (1) Mengerti konsep dasar rantai nilai (value chain) dalam eCommerce; (2) unit yang terlibat dalam sistem e-Business

8 of 55

Ekosistem eCommerce

9 of 55

CAPAIAN PEMBELAJARAN��

  1. Mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan model bisnis dan strategi e-business terhadap konsep value chain.

��

10 of 55

DEFINISI SERVICE DAN SERVICE MODEL�SERVICE MODEL ANALYSIS�DEMAND DAN VALUE CHAIN MANAGEMENT�SERVICE VALUE CHAIN UNTUK SERVICE VALUE NETWORKS���

Membangun dan Mengelola�E-Services Modern

11 of 55

DEFINISI SERVICE DAN SERVICE MODEL

12 of 55

Definisi Service dan Service Model

  • Definisi tentang layanan jasa (service) sangat bervariasi pada seluruh sektor jasa. Clark (1940) membagi keseluhan sektor aktivitas ekonomi menjadi tiga sektor yaitu primer (pertanian), sekunder (manufaktur), dan tersier (jasa).
  • Sektor jasa dapat dibagi menjadi tiga bagian layanan mencakup usaha domestik seperti usaha makanan dan penginapan, layanan bisnis, dan usaha lain-lain termasuk rekreasi, pelayanan kesehatan, dan pendidikan untuk fokus pada keterlibatan dan peningkatan hubungan pelanggan.
  • Selain itu, industri jasa fokus menyediakan jasa, dan umumnya tidak menyediakan jasa berbentuk barang (Hughes, Mitchell, & Ramson, 1993).

13 of 55

Definisi Service dan Service Model

  • Definisi layanan (service) mulai berkembang dari pengertian yang sempit menuju artian yan lebih luas. Pada tahun 1960 Komite Definisi American Marketing Association mendefinisikan layanan (service) sebagai kegiatan, manfaat, atau kepuasan yang ditawarkan untuk dijual, atau disediakan, dan atau berhubungan dengan penjualan barang.

14 of 55

Definisi Service dan Service Model

  • Contoh layanan jasa meliputi akomodasi, perbankan, pendidikan, hiburan, keuangan, bidang medis, servis real estate, dan transportasi.
  • Selain itu juga dapat berupa layanan individual yang disediakan oleh sebuah toko seperti tukang cukur, tuner piano, kecantikan, dan layanan bantuan daerah mencakup perbaikan, pemeliharaan, dan layanan purna jual, serta lembaga layanan pedukung seperti kredit biro.

15 of 55

Definisi Service dan Service Model

  • Russell (1990) dan Quinn, Baruch, Paquette (1987) memperluas layanan jasa dengan memasukkan semua aktivitas dan kegiatan ekonomi di mana outputnya bukan berupa produk fisik atau konstruksi, biasanya dikonsumsi ketika diproduksi, dan disampaikan dalam bentuk intangible value added seperti memberikan kenyamanan perjalanan kepada pelanggan.

16 of 55

Definisi Service dan Service Model

  • Sering kali layanan terpadu sangat berkaitan dengan barang-barang manufaktur, atau barang untuk pengiriman.
  • Jadi jika ada perbedaan antara barang dan jasa dirasa tidak tepat, sehingga tidak ada batas yang jelas antara perusahaan manufaktur dan jasa yang ada (Berry & Parasuraman, 1991).

17 of 55

Definisi Service dan Service Model

  • Pada praktiknya, berbagai industri jasa terus maju dan bergerak ke arah globalisasi (Kathawala & Abdou, 2003) dengan menggabungkan sistem pengiriman yang berbasis elektronik, sehingga memungkinkan terjadinya aliran untuk memberikan rantai nilai (value chain), dan operasi e-service.

18 of 55

Definisi Service dan Service Model

  • Prancis, Da Rold, dan Young (2002) mengakui pentingnya rantai nila jasa atau service value chain yang menyatakan bahwa untuk memuaskan klien perusahaan menggunakan solusi holistik dimana membutuhkan penyedia layanan yang fokus bekerja sama pada service value chain.
  • Oleh karena itu, e-service value chain memberikan peluang agar terjadi peningkatan nilai pelanggan akan layanan jasa yang diberikan.

19 of 55

�SERVICE MODEL ANALYSIS�

20 of 55

Service Model

  • Beberapa ahli mengelompokkan model service menjadi model pelanggan (eksternal) atau model penyedia layanan jasa (internal).
  • Setiap model kemudian dipisahkan dan dibagi menjadi dua dari tiga model (lihat gambar 1)

21 of 55

Service Model

Gambar 1. Model matematis layanan jasa

(Qinyu Zang, 2007)

22 of 55

Service Model

  • Model perilaku pelanggan, menggabungkan model dinamis retensi pelanggan seperti tingkat loyalitas, model stokastik perilaku pelanggan seperti tingkat kepuasan, dan model perilaku pelanggan seperti tingkat churn rate atau rate pelanggan yang hilang melalui pertemuan layanan jasa tunggal.
  • Model dampak kualitas layanan dengan menggabungkan model agregat seperti efek kepuasan pelanggan dan model terpisah seperti dampak keuangan dari komponen layanan.

23 of 55

Service Model

  • Model layanan normatif, seperti model pemasaran perumahan yang fokus pada organisasi seperti skema insentif dan trade-off antara kepuasan dan produktivitas serta model operasi seperti antrian.

24 of 55

Service Model

Integrated schematic representation of services

25 of 55

Service Model

The service strategy triad

26 of 55

The Service Strategy Triad

Roth dan Menor (2003) mendefinisikan secara operasional triad strategi layanan jasa menjadi lima unsur sebagai berikut:

  • Fasilitas pendukung (sumber daya fisik dan struktural)
  • Fasilitas barang (bahan dan perlengkapan yang dikonsumsi)
  • Fasilitas informasi (mendukung layanan eksplisit)
  • Layanan jasa eksplisit (pengalaman pelanggan dan manfaat sensual)
  • Layanan jasa implisit (manfaat psikologis)

27 of 55

The Service Strategy Triad

Roth & Menor (2003) merancang arsitektur sistem layanan jasa dengan menyusun kerangka untuk menyelidiki tiga komponen yang saling terkait dan dinamis dari sistem pelayanan sebagai berikut:

  • Desain layanan strategis yang digambarkan sebagai struktur, infrastruktur, dan integrasi yang berdasarkan pilihan antara portofolio konten waktu untuk pasokan utama secara bertahap.
  • Sistem eksekusi pengiriman layanan (digambarkan seperti program, kebijakan, dan aspek perilaku dengan memberikan area gratis dan fokus pada pelanggan. Pada sistem ini memungkinkan untuk menggunakan pendekatan balanced scorecard.
  • Persepsi nilai yang dirasakan oleh pelanggan terhadap konsep layanan total dan aspek efektivitas lainnya dari layanan jasa yang diberikan.

28 of 55

The service delivery systems architecture

29 of 55

DEMAND MANAGEMENT DAN VALUE CHAIN MANAGEMENT��

30 of 55

Demand Chain Management

  • Demain chain management bertujuan untuk melayani pelanggan individual melalui sistem berkas yang disesuaikan dengan barang dan jasa, sehingga akan meningkatkan tingkat kepuasan pelanggan dan loyalitas pelanggan (McAlexander, Kim, & Roberts, 2003).
  • Demand chain merupakan cerminan dari sebuah sistem rantai pasok. Demand chain menjadi sebuah keharusan dalam mendorong kompetitif bisnis yang bertujuan untuk terus menerus meningkatkan efisiensi rantai pasok.
  • Demand chain dapat menyeimbangkan campuran dan beragamnya pelanggan baru dimana masing-masing pelanggan memiliki kebutuhan dan harapan yang berbeda serta juga harus menawarkan tingkat keunikan bisnis tertentu.

31 of 55

Demand Chain Management

Demand and supply chain processes

32 of 55

Demand Chain Management

Demand chain selling and ordering model

33 of 55

Demand Chain Management

The external sales process

34 of 55

Value Chain Management

Adapun value sendiri memiliki definisi yang juga bervariasi (Zeithaml, 1988), namun tema umum telah menunjukkan nilai pelanggan sebagai berikut:

  • Value sangat terkait dengan penggunaan produk atau layanan, sehingga terpisah dari 'nilai-nilai' pribadi.
  • Perceived value (nilai yang dirasakan) oleh pelanggan dan bukan nilai obyektif yang ditentukan oleh penjual
  • Sesuatu yang diinginkan oleh pelanggan termasuk kualitas, manfaat, kelayakan dan apa yang harus pelanggan keluarkan untuk memperoleh dan menggunakan produk atau layanan (seperti harga dan pengorbanan)

35 of 55

Value Chain Management

Selain itu, value juga dapat didefinisikan terkait bisnis atau berdasarkan perspektif pelanggan sehingga dapat digambarkan dalam bentuk persamaan:

    • Business Value (nilai bisnis) = (Manfaat masing-masing aktivitas rantai nilai dikurangi biayanya) + (Manfaat setiap antarmuka layanan antara aktivitas rantai nilai dikurangi biayanya).
    • Customer value (nilai pelanggan) = (Manfaat setiap interaksi antarmuka layanan pelanggan) + (Manfaat masing-masing nilai tambah bisnis yang ditawarkan) + (Manfaat yang dirasakan untuk semua komponen biaya yang terlibat).

36 of 55

Value Chain Management

  • Rayport dan Sviokla (1996) mengusulkan bahwa internet memungkinkan penciptaan nilai tertentu dengan mengumpulkan, mengorganisir, memilih, mensintesa, dan mendistribusikan informasi.
  • Dua rantai nilai yaitu rantai nilai virtual dan rantai nilai fisik. Rantai nilai virtual berbasis teknologi informasi dan melibatkan usaha e-business-to-e-bisnis serta solusi e-business-to-consumer.

37 of 55

Value Chain Management

  • Dalam beberapa kasus, langkah pembuatan dan kontrol keputusan manusia tetap dipertahankan dalam lingkungan virtual. Akan tetapi, hari ini pendekatan yang diterapkan mulai menggunakan kecerdasan buatan perangkat lunak sebagai titik kontrol terhadap usaha tersebut.
  • Low (2000) menyelidiki cara-cara untuk menciptakan nilai dan pengukuran aset yang tidak berwujud seperti layanan jasa. Low menyarankan adanya indeks penciptaan nilai yang memungkinkan manajemen untuk memantau kinerja mereka agar lebih baik. Selanjutnya Low lebih jauh menyatakan bahwa prosedur tersebut harus tetap fleksibel sehingga memungkinkan sistem tetap mampu beradaptasi dengan sifat perubahan bisnis dalam hubungan ekonomi.

38 of 55

Value Chain Management

39 of 55

Revised Value Chain

40 of 55

Value Chain Integrator

41 of 55

SERVICE VALUE CHAIN UNTUK SERVICE VALUE NETWORKS

42 of 55

Service Value Chain To Service Value Networks

  • Sebuah varian yang baru dari value chain adalah service value chain. Definisi service value chain sangat bervariasi, namun secara umum service value chain merujuk pada usaha untuk mengoptimalkan situasi layanan purna jual yang tepat di seluruh rantai pasok layanan jasa.
  • Rantai pasok layanan jasa dipandang sebagai salah satu usaha yang dari waktu ke waktu disampaikan keseluruh negara agar kolaboratif sepenuhnya dan memiliki persediaan yang rendah, perencanaan yang efisien, dan tingkat layanan terhadap pelanggan yang tinggi.
  • Hal ini memungkinkan upaya mencantumkan semua perencanaan, gerakan, dan perbaikan kegiatan untuk mengaktifkan dukungan layanan purna jual sebuah produk.

43 of 55

Service Value Chain To Service Value Networks

  • Sebuah jaringan layanan nilai dapat didefinisikan sebagai usaha fleksibel, pengiriman dinamis layanan jasa dan produk dalam bentuk bisnis dan jaringan, yang saling terkoordinasi dalam rantai nilai sebuah rantai pasokan dan rantai permintaan yang bekerja secara harmonis.
  • Sehingga jaringan nilai layanan memiliki nilai tambah dan target pelayanan tertentu dan solusi produk secara efektif dan efisien dan dapat disalurkan ke pelanggan individu pada waktu yang tepat, fisik, atau virtual (Hamilton, 2004).

44 of 55

Balanced Scorecard

  • Pengukuran dan penyesuaian strategis dalam hilir jaringan e-supply chain dan penyedia layanan hulu bisnis tetap penting dilakukan untuk mempertahankan dan meningkatkan posisi kompetitif.
  • Sehingga metode Balanced Scorecard menawarkan dimensi pengukuran terkait hal ini.

45 of 55

Balanced Scorecard Model

46 of 55

Balanced Scorecard (BSC)—Strategic Services Components

47 of 55

Balanced Scorecard

  • Manajer bisnis modern dapat menggunakan pendekatan balanced scorecard untuk memantau strategi bisnis mereka. Manajer dapat mengukur setiap fitur bisnis berwujud dan tidak berwujud yang menjadi ukuran yang telah didefinisikan dan terukur.
  • Setiap ukuran dapat dinilai dan ekspektasi kinerja target khusus dapat pula dikembangkan. Masing-masing ukuran kinerja sangat terkait dengan kegiatan hasil terkait kunci tertentu dan masing-masing ukuran kinerja memberikan komponen dari strategi yang diinginkan.

48 of 55

KESIMPULAN

49 of 55

Kesimpulan

  • Untuk mengembangkan pendekatan service value network (jaringan nilai layanan jasa), pemahaman rinci mengenai perkembangan bisnis sangatlah diperlukan.
  • Empat daerah strategis yang memerlukan pemahaman taktis lingkungan bisnis eksternal dan efektor pada bisnis yaitu strategis, pengelolaan data, pemahaman cerdas dari semua jaringan e-supply chain internal dan perifer dan saluran informasi mereka.

50 of 55

Kesimpulan

  • Interface antarmuka bisnis-pelanggan yang mampu diakses serta memberikan informasi yang diinginkan di seluruh jaringan dan sampai ke pelanggan yang menjadi sasaran, dan peringatan, customer-centric yang memberikan sekumpulan solusi layanan yang diperlukan dengan biaya yang dapat diterima.
  • Balanced scorecard menawarkan agenda pengukuran strategis yang memungkinkan manajemen untuk memantau faktor layanan jasa yang berwujud dan tidak berwujud mencakup ruang lingkup pengaruh aktivitas mereka.

51 of 55

DAFTAR PUSTAKA/SUMBER

Qingyu Zhang. (2007). E-supply Chain technologies and management. 00. Information Science Publishing. Suite 200 Hershey PA 17033. USA. ISBN : 9781599042558

52 of 55

Video #1�Gambaran Value Chain – versi Indonesia banget

53 of 55

Video #2�Gambaran Value Chain – versi Indonesia banget

54 of 55

Video #3�Gambaran Value Chain – versi Indonesia banget

55 of 55

TERIMA KASIH