1 of 13

Manajemen Strategik

Oleh: Umi Arifah, S.Pd.I., M.M.

www.umiarifah.blogspot.com

08170140887

umiarifah.iainukebumen@gmail.com

2 of 13

Evaluasi Strategi

www.umiarifah.blogspot.com

08170140887

umiarifah.iainukebumen@gmail.com

3 of 13

PROSES PENGENDALIAN DAN EVALUASI

Menurut William F. Glueck – Lawrence R. Jauch

Objectitive

Strategy

Implementa

Set Performance Standards and Envirotments

Measure Performance and Monitoring the Envirotment

Analyze the Reasons for Deviations

4 of 13

PENGENDALIAN STRATEGI

Lima langkah pengendalian strategi menurut Thomas Wheelen and J. David Hunger

Determine what to measure

Establish predeter mined

Measure performance

Des performance match standar

Take corrective action

STOP

1

2

3

4

5

YES

NO

5 of 13

Keterangan

  1. Menentukan tolak ukurnya (determine what to measure). Pertama: manajemen harus menetapkan sasaran-sasaran yang akan dicapai sebagai tolak ukurnya. Kedua: manajemen harus memonitor pelaksanaan strategi perusahaan tersebut. Ketiga: manajemen mengisi kesenjangan-kesenjangan antara sasaran dan prestasinya.
  2. Menentukan standar-standar prestasi (Estabilish standar of performance). Standar yang digunakan sebagai ukuran prestasi yang merupakan ungkapan bagian dari sasaran-sasaran strategi dan batas-batas toleransi untuk tujuan strategik perusahaan.
  3. Mengukur prestasi yang terjadi (Measure actual performance). Pengukuran prestasi harus dilakukan pada waktu penaksiran.
  4. Membandingkan prestasi yang terjadi dengan standar yang ditetapkan (Compreactual performance with standars). Jika hasil prestasi yang terjadi benar-benar diluar batas toleransi untuk tujuan, maka proses pengukuran diberhentikan sampai disini.
  5. Mengambil tindakan koreksi (Take corective action). Apabilan hasil yang terjadi belum dari batas-batas toleransi yang diinginkan, maka manajer harus mengambil tindakan koreksi terhadap penyimpangan-pengimpangan itu.

6 of 13

PENTINGNYA UMPAN BALIK

  • Sistem umpan balik yang perlu diciptakan harus mengandung informasi yang actual, factual, mutakhir, lengkap dan dapat dipercaya.
  • Agar memberikan manfaat maksimal dalam peningkatan kinerja organisasi di masa depan, penggunaan informasi yang terkandung dalam sistem umpan balik adalah semua pihak yang berkepentingan bagi keberhasilan organisasi, bukan hanya pihak yang berkepentingan secara eksternal, akan tetapi juga semua pihak yang berkepentingan secara internal meskipun dalam jumlah dan jenis yang berbeda-beda dan pemanfaatan yang beraneka ragam.

7 of 13

Model-Model Pengukuran Kontemporer

8 of 13

Balance Scorecard

  • Konsep Balance Scorecard (BSC) dari Robert S Kaplan dan David P Norton untuk mengantisipasi kekurangan yang dimiliki oleh analisis Finansial dalam mengukur kinerja sebuah perusahaan.
  • Perusahaan harus punya ukuran yang menjelaskan tentang proses dan kompetensi yang paling penting harud dimiliki dan menentukan ukuran, waktu siklus, kecakapan karyawan dan produktivitasnya.

9 of 13

PERSPEKTIF FINANSIAL

Tujuan

Mengukur

  • Bertahan
  • Sukses
  • Makmur
  • Arus kas pertunbuhan penjualan dan pendapatan operasi divisi
  • Meningkatkan pangsa pasar dan ROCE

PERSPEKTIF PELANGGAN

Tujuan

Mengukur

  • Produk baru
  • Pasokan yang responsive
  • Kemitraan dengan pelanggan
  • Presentase penjualan dari produk baru
  • Penyerahan yang tepat waktu
  • Jumlah upaya kerja sama

PERSPEKTIF INOVASI DAN PEMBELAJARAN

Tujuan

Mengukur

  • Keunggulan teknologi
  • Fokus produk
  • Waktu hadir di pasar
  • Waktu untuk mengembangkan generasi berikutnya
  • Persentase produk yang setara 80% penjualan
  • Peluncuran produk baru dibanding pesaing

PERSPEKTIF BISNIS INTERNAL

Tujuan

Mengukur

  • Kemampuan teknologi
  • Keunggulan manufaktur
  • Peluncuran produk baru
  • Kecanggihan manufaktur dibandingkang pesaing
  • Siklus waktu, biaya unit
  • Peluncuran actual dibandingkan rencana

Bagaimana pelanggan melihat kita?

Bagaimana kita dilihat oleh pemegang saham?

Dalam hal apa kita harus unggul?

Apakah kita bisa menciptakan nilai secara berkesinambungan?

Tabel Balance Scorecard (Kaplan dan Norton)

10 of 13

Strategy Map (Kaplan & Norton, 2004)

Perspektif

Finansial

Long Term Shareholder Value

Strategi Produktivitas

Memperbaiki struktur biaya

Memperbaiki struktur biaya

Strategi Bertumbuh

Meningkatkan Peluang Pendapatan

Meningkatkan Nilai Pelanggan

Perspektif

Pelanggan

Customer Value Proposition

Harga

Mutu

Ketersediaan

Pemilihan

Fungsionalitas

Kemitraan

Merek

Atribut Produk/ Layanan

Hubungan/ Relationship

Citra

Proses Manajemen Operasi

Internal Perspektif

Proses yang menghasilkan dan menyerahkan produk dan jasa

Proses Manajemen Pelanggan

Proses yang meningkatkan nilai pelanggan

Proses Inovasi

Proses yang menciptakan produk dan jasa baru

Proses Sosial dan Peraturan

Proses yang memperbaiki komunitas dan lingkungan

Human Capital

Information Capital

Organization Capital

Budaya

Kepemimpinan

Penyelarasan

Kerja Tim

Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan

11 of 13

Economic Value Added (EVA)

  • EVA dikembangkan oleh Stren Steward & Co.
  • EVA adalah alat ukur yang memungkinakan menajer melihat apakah mereka mendapatkan pengembalian (return) yang layak.
  • Bila pengembalian lebih rendah dari yang seharusnya diharapkan untuk investasi yang risikonya sama, makanya EVA akan bernilai negatif, dan itu artinya perusahaan akan berhadapan dengan hilangnya modal atau nilai saham yang rendah.

EVA = (Rate of Return – Cost of capital) X Capital

Meskipun kelihatan sederhana, pada praktiknya manajer harus melakukan beberapa perhitungan yang cukup rumit, yaitu menghitung laba bersih operasi setelah pajak (NOPAT), total investasi (TC), dan menentukan rata-rata biaya modal tertimbang (WACC)

12 of 13

Economic Value Added (EVA)

  1. Meningkatkan pengembalian atas modal yang sedang digunakan.

Ini bisa dilakukan dengan meningkatkan harga atau margin, volume yang lebih banyak atau biaya yang lebih rendah.

  1. Pertumbuhan yang menguntungkan.

Ini bisa dilakukan melalui investasi modal akan ada laba yang meningkatkan dan biaya tambahan modalnya sesuai. Investasi pada biaya modal dan kapasitas produksi bisa diharapkan meningkatkan penjualan atau menambah produk baru atau pengembangan pasar baru.

  1. Menuai pemasukan.

Ini dapat dilakukan melalui rasionalisasi, likuidasi atau tindakan mengurangi investasi dalam operasi yang tidak menghasilkan pengembalian lebih rendah dari biaya modal.

  1. Mengoptimalkan biaya modal.

Ini dapat dilakukan melalui pengurangan biaya modal, tetapi tetap menjaga fleksibilitas yang diperlukan untuk mendukung strategi bisnis melalui penggunaan yang hati-hati pada utang, pengelolaan risiko, dan berbagai produk keuangan lainnya.

Upaya Meningkatkan Value dari aktivitas strategi perusahaan

13 of 13

Market Value Added (MVA)

MVA = Penjumlahan harga pasar saham, surat hutang dan SB lainnya – Nilai Modal yang diinvestasikan (nilai buku)

No

Nama Perusahaan

Sektor

MVA (Dalam Miliar Rp)

EVA (Dalam Miliar Rp)

1

Telekomunikasi Indonesia

Telekomunikasi

171.233

8,055

2

Unilever Indonesia

Toiletries

47.969

1,508

3

Bank Rakyat Indonesia

Perbankan

46.848

1,621

4

Bank Central Asia

Perbankan

46.227

1,433

5

Perusahaan Gas Negara

Energi

44.246

206

6

Astra International

Otomotif dan Komponen

42.099

(2,353)

7

HM Sampoerna

Rokok

36.773

2,900

8

Bank Danamon

Perbankan

23.637

(42)

9

Astra Agro Lestari

Perkebunan

21.073

423

10

Indosat

Telekomunikasi

20.125

(1,358)

Sumber: Survei Swa dan Stren & Co, Majalah SWA 2007