1 of 27

PENGUKURAN

2 of 27

K O M P E T I S I D A S A R

3.2 Menerapkan prinsip-prinsip pengukuran besaran fisis, ketepatan, ketelitian, dan angka penting, serta notasi ilmiah

​

4.2 Menyajikan hasil pengukuran besaran fisis berikut ketelitiannya dengan menggunakan peralatan dan teknik yang tepat serta mengikuti kaidah angka penting untuk suatu penyelidikan ilmiah

​

3 of 27

T U J U A N P E M B E L A J A R A N

  1. Menganalisis prinsip-prinsip pengukuran Ketelitian (akurasi) dan ketepatan (presisi)
  2. Memahami Penggunaan alat ukur
  3. Menganalisis pengukuran besaran fisis berikut ketelitiannya dengan menggunakan peralatan
  4. Menganalisis cara menggunakan alat ukur,

4 of 27

PETA KONSEP

5 of 27

A. Besaran dan Satuan

  1. Besaran Pokok

Besaran pokok adalah besaran yang digunakan sebagai dasar untuk menetapkan besaran yang lain. Satuan besaran pokok disebut satuan pokok dan telah ditetapkan terlebih dahulu berdasarkan kesepakatan para ilmuwan. Besaran pokok bersifat bebas, artinya tidak bergantung pada besaran pokok yang lain.

6 of 27

Seperti pada tabel berikut

Besaran-Besaran Pokok dan Satuan Internasionalnya (SI)

7 of 27

2. Besaran Turunan

Besaran turunan adalah besaran yang dapat diturunkan dari besaran pokok. Satuan besaran turunan disebut satuan turunan dan diperoleh dengan mengabungkan beberapa satuan besaran pokok.

Besaran-Besaran Pokok dan Satuan Internasionalnya (SI)

8 of 27

SOAL

9 of 27

B. Dimensi

Dimensi suatu besaran adalah cara besaran tersebut tersusun atas be- saran-besaran pokoknya. Pada sistem Satuan Internasional (SI), ada tujuh besaran pokok yang berdimensi, sedangkan dua besaran pokok tambahan tidak berdimensi. Cara penulisan dimensi dari suatu besaran dinyatakan dengan lambang huruf tertentu dan diberi tanda kurung persegi

10 of 27

Besaran pokok dan dimensinya

​

​

​

​

​

​

Untuk penulisan perkalian pada dimensi, biasa ditulis dengan tanda pangkat positif dan untuk pembagian biasa ditulis dengan tanda pangkat negatif.

11 of 27

Dimensi mempunyai dua kegunaan, yaitu untuk menentukan satuan dari suatu besaran turunan dengan cara analisis dimensional dan menunjukkan kesetaraan beberapa besaran yang sepintas tampak berbeda.

12 of 27

1. Analisis Dimensional

Contoh :

Jika G merupakan suatu konstanta dari persamaan gaya tarik menarik antara dua benda yang bermassa m1 dan m2, serta terpisah jarak sejauh

Maka tentukan dimensi dan satuan G!

13 of 27

14 of 27

2. Menunjukkan kesetaraan beberapa besaran

Selain digunakan untuk mencari satuan, dimensi juga dapat digunakan untuk menunjukkan kesetaraan beberapa besaran yang terlihat berbeda.

Contoh :

Buktikan bahwa besaran usaha (W) memiliki kesetaraan dengan besaran energi kinetik (Ek)!

Diketahui : Dimensi usaha (W)= [M] [L] 2 [T] -2

​

15 of 27

Jawab :

Dimensi usaha (W) = [M] [L] 2 [T]-2

Angka setengah pada persamaan energi kinetik merupakan bilangan tak berdimensi, sehingga dimensi energi kinetik menjadi sebagai berikut.

Dimensi energi kinetik

​

​

Jadi, karena nilai dimensi usaha (W) dan energi kinetik (Ek) sama, maka hal ini menunjukkan bahwa besaran usaha memiliki kesetaraan engan besaran energi kinetik.

16 of 27

SOAL

17 of 27

C. Instrumen Pengukuran

1. Alat Ukur Panjang

Mistar

Alat ukur panjang yang sering Anda gunakan adalah mistar atau penggaris. Pada umumnya, mistar memiliki skala terkecil 1 mm atau 0,1 cm. Mistar mempunyai ketelitian pengukuran 0,5 mm, yaitu sebesar setengah dari skala terkecil yang dimiliki oleh mistar.

18 of 27

Jangka Sorong

​

​

​

​

Skala utama pada jangka sorong memiliki skala dalam cm dan mm. Sedangkan jangka nonius pada jangka sorong memiliki panjang 9 mm dan di bagi dalam 10 skala, sehingga beda satu skala nonius dengan satu skala pada skala utama adalah o,1 mm atau o,1 cm. Jadi, skala terekcil pada jangka sorong adalah o,o1 mm atau 0,01cm.

19 of 27

Mikrometer Sekrup

​

​

​

Skala utama mikrometer sekrup mempunyai skala dalam mm, sedangkan skala noniusnya terbagi dalam 50 bagian. Satu bagian pada skala nonius mempunyai nilai 1/50 × 0,5 mm atau 0,01 mm. Jadi, mikrometer sekrup mempunyai tingkat ketelitian paling tinggi dari kedua alat yang telah disebutkan sebelumnya, yaitu 0,01 mm.

20 of 27

2. Alat Ukur Massa

Massa benda menyatakan banyaknya zat yang terdapat dalam suatu benda. Massa tiap benda selalu sama dimana pun benda tersebut berada. Satuan SI untuk massa adalah kilogram (kg).

​

​

​

​

21 of 27

3. Alat Ukur Waktu

Alat ukur waktu yang umum digunakan adalah stopwatch. Pada stopwatch analog jarak antara dua gores panjang yang ada angkanya adalah 2 sekon. Jarak itu dibagi atas 20 skala. Dengan demikian, skala terkecil adalah 2/20 sekon = 0,1 sekon. Jadi ketelitian stopwatch tersebut ( ½ x 0,1 sekon ) = 0,05 sekon

22 of 27

Waktu yang terbaca pada arloji mekanis ditunjukkan oleh kerja ketiga jarum, yaitu jarum jam, jarum menit, dan jarum detik. Jarum jam bergerak satu skala tiap satu jam, jarum menit bergerak satu skala tiap satu menit, jarum detik bergerak satu skala tiap satu detik. Cara membaca untuk arloji digital sangat mudah sebab angka yang ditampilkan pada arloji sudah menunjukkan waktunya.

23 of 27

Alat Ukur Besaran Turunan

  • Speedometer : mengukur kelajuan
  • Dinamometer : mengukur besarnya gaya.
  • Higrometer : mengukur kelembaban udara.
  • Ohm meter : mengukur tahanan ( hambatan ) listrik
  • Volt meter : mengukur tegangan listrik.
  • AVOmeter : mengukur kuat arus, tegangan dan hambatan listrik
  • Barometer : mengukur tekanan udara luar.
  • Hidrometer : mengukur berat jenis larutan.
  • Manometer : mengukur tekanan udara tertutup.
  • Kalorimeter : mengukur besarnya kalor jenis zat.

​

24 of 27

TUGAS

  1. Sebut dan jelaskan dengan bahasa Anda sendiri perbedaan antara besaran pokok dan besaran turunan!
  2. Mengapa saat Anda melakukan pengukuran suatu besaran fisis harus di laporkan sedekat mungkin ke skala penuh? Jelaskan dengan bahasa Anda sendiri!
  3. Perhatikan gambar berikut!

​

​

​

Berdasarkan gambar tersebut, hitunglah hasil pengukurannya!

25 of 27

  1. Perhatikan gambar berikut!

​

​

​

​

  • Sebuah pesawat tempur terbang dari sebuah pangkalan angkatan darat pada arah 30° ke timur dari utara sejauh 100 km, kemudian berbelok ke arah timur sejauh 40 3 dan akhirnya berbelok ke utara sejauh 40 km. Tentukan besar dan arah perpindahan pesawat tempur tersebut dari pangkalan angkatan darat!

26 of 27

  1. Buku Untuk Siswa Mapel Kimia Kelas XI
  2. Modul & Sumber Internet

27 of 27

Selamat Belajar