1 of 57

MODUL 3A

PERAN GURU

Pelatihan Calon Pelatih Asesor (PCPA) BAN-PDM Tahun 2024

Pelatihan Calon Pelatih Asesor

Pelatihan Calon Pelatih Asesor (PCPA)

BAN-PDM Tahun 2024

Sinkronus – 12 Juni 2024

2 of 57

Topik Bahasan

  1. Acuan Kebijakan:
  2. Peran Pendidik dalam Sekolah yang Dicita-citakan
  3. Model Kompetensi Guru

  1. 3 (Tiga) Konsep Inti dan Aspek Kinerja yang Dinilai

  1. Keterhubungan Antara Konsep Inti dan Kinerja

3 of 57

Peran Pendidik dalam konsep Sekolah yang dicita-citakan

Kemampuan kepribadian yang mantap, berakhlak mulia, arif, dan berwibawa serta menjadi teladan peserta didik. Kemampuan kepribadian tersebut

dilakukan melalui refleksi dalam menjalankan tanggung jawab sebagai guru sesuai kode etik profesi dan berorientasi pada peserta didik.

4 of 57

5 of 57

6 of 57

7 of 57

8 of 57

9 of 57

Model Kompetensi Guru

Peraturan Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Nomor

2626/B/HK.04.01/2023 tentang Model Kompetensi Guru

1.1. Lingkungan pembelajaran yang aman dan nyaman bagi peserta didik

2.1. Kematangan moral, emosi, dan spiritual untuk berperilaku sesuai dengan kode etik guru

2.2. Pengembangan diri melalui kebiasaan refleksi

2.3. Orientasi berpusat pada peserta didik

10 of 57

3 Konsep Inti Modul dan Tujuan Pembelajaran

  1. Disiplin Positif
  2. Pembelajaran Sosial Emosional
  3. Pola Pikir Bertumbuh

Diharapkan peserta pelatihan dapat memahami konsep-konsep tersebut dan mampu mengidentifikasi penerapannya di sekolah melalui metode pengumpulan data; observasi, wawancara, dan telaah dokumen.

11 of 57

Prinsip penyusunan instrumen akreditasi

Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Bermakna

Inklusif ��

Kontekstual

1

2

3

12 of 57

Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Instrumen akreditasi disusun dengan menggunakan 4 komponen yang dipercaya paling berdampak bagi murid

Kinerja Pendidik dalam Proses Pembelajaran

Hasil Belajar

Keberhasilan satuan pendidikan dalam membangun kompetensi dan karakter yang diperlukan oleh peserta didik.

Iklim Lingkungan Belajar

Kepemimpinan Kepala Satuan Pendidikan dalam Pengelolaan

Apakah satdik mampu menghadirkan iklim lingkungan belajar yang bineka, inklusif, aman, menjaga keselamatan dan kesehatan peserta didik?

Apakah satdik dipimpin oleh KS yang mampu mengelola pembelajaran, PTK-nya, sumber daya-nya serta berbagai pihak yang terlibat untuk memberikan layanan terbaik bagi anak didik?

Apakah satdik memiliki pendidik yang mampu mengelola proses pembelajaran di kelas secara bermakna dan berpusat pada murid?

13 of 57

Aspek Kinerja yang dinilai dalam

Kinerja Guru

  • Pendidik menyediakan dukungan sosial emosional bagi peserta didik dalam proses pembelajaran.

  • Pendidik mengelola kelas untuk menciptakan suasana belajar yang aman, nyaman, dan mendukung tercapainya tujuan pembelajaran.

  • Pendidik turut mewujudkan iklim lingkungan belajar yang aman secara psikis bagi peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan.

14 of 57

Konsep Inti 1:

Disiplin Positif

“dimana ada kemerdekaan, disitulah harus ada disiplin yang kuat. Sungguhpun disiplin itu bersifat ”self discipline” yaitu kita sendiri yang mewajibkan kita dengan sekeras-kerasnya, tetapi itu sama saja; sebab jikalau kita tidak cakap melakukan self discipline, wajiblah penguasa lain mendisiplin diri kita. Dan peraturan demikian itulah harus ada di dalam suasana yang merdeka.

(Ki Hajar Dewantara, pemikiran, Konsepsi, Keteladanan, Sikap Merdeka, Cetakan Kelima, 2013, Halaman 470)

15 of 57

Konsep Inti 1:

Disiplin Positif

16 of 57

Konsep Inti 1:

Disiplin Positif

Teori-teori terkait,

  1. Teori Perkembangan Moral (Lawrence Kohlberg, 1958)

  1. Teori Konstruktivisme Sosial & Zone of Proximal Development (Lev Vygotsky, 1928)

  1. Teori Psikologi Humanistik (Carl Rogers dan Abraham Maslow)

  1. Teori Pilihan (William Glasser)

17 of 57

Konsep Inti 1:

Disiplin Positif

Implementasi di sekolah

  1. Membangun kesepakatan bersama

  1. Membangun hubungan yang kuat

  1. Menggunakan penguatan positif

  1. Pendekatan restoratif

18 of 57

Konsep Inti 2:

Pembelajaran Sosial Emosional

Apa itu PEMBELAJARAN SOSIAL EMOSIONAL?

Pembelajaran yang dilakukan secara kolaboratif oleh

seluruh komunitas sekolah yang memungkinkan anak dan orang dewasa di sekolah memperoleh dan menerapkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap positif

mengenai aspek sosial dan emosional.

19 of 57

Kerangka Pembelajaran Sosial Emosional - CASEL

20 of 57

Konsep Inti 2:

Pembelajaran Sosial Emosional

Pembelajaran Sosial Emosional memerlukan guru yang tidak hanya mampu mengajarkan kompetensi PSE kepada siswa, tetapi juga senantiasa mengembangkan kompetensi sosial emosional pada dirinya sendiri.

PSE untuk orang dewasa harus menjadi bagian penting pembelajaran sosial emosional. Penelitian memberikan konfirmasi bahwa mendukung PSE pendidik dalam komunitas sekolah akan menciptakan kondisi yang lebih baik bagi siswa untuk belajar dan berkembang.�(SEL Exchange- CASEL, 2023)

21 of 57

Implementasi Pembelajaran Sosial Emosional

Menguatkan kompetensi sosial emosional pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah

Mengintegrasikan pembelajaran sosial emosional dalam kurikulum

Mengajarkan strategi kompetensi sosial emosional secara eksplisit

Menciptakan iklim dan budaya sekolah yang aman dan inklusif

22 of 57

Konsep Inti 2:

Bagaimana menerapkan PSE sehari-hari?

Siswa mendapat beragam kesempatan untuk belajar/bermain mandiri yang mendorong latihan pengelolaan diri dan pengambilan keputusan yang bertanggungjawab.

23 of 57

Konsep Inti 2:

Bagaimana menerapkan PSE sehari-hari?

Siswa berlatih kesadaran diri dengan mengidentifikasi apa yang mereka rasakan sepanjang hari , terutama ketika berhadapan dengan tugas yang sulit.

24 of 57

Konsep Inti 2:

Bagaimana menerapkan PSE sehari-hari?

Guru secara aktif memodelkan kompetensi sosal emosional, salah satu caranya adalah dengan sengaja berhenti dan berpikir lantang (think aloud) untuk mendeskripsikan apa yang ia rasakan, pikirkan, salam sebuah situasi.

25 of 57

Konsep Inti 2:

Bagaimana menerapkan PSE sehari-hari?

Guru mengidentifikasi kompetensi sosial emosional yang dibutuhkan untuk tugas-tugas akademik (belajar) dan memasukkannya dałam rencana pembelajaran.

26 of 57

Konsep Inti 2:

Bagaimana menerapkan PSE sehari-hari?

Siswa mengembangkan keterampilan menjalin relasi, seperti komunikasi dan kolaborasi, melalui kerja kelompok terstruktur.

27 of 57

Konsep Inti 2:

Bagaimana menerapkan PSE sehari-hari?

Guru menggunakan momen belalar untuk membimbing murid mengatasi tantangan sosial emosional, misalnya membantu siswa memediasi konflik.

28 of 57

Konsep Inti 2:

DAMPAK Pembelajaran Sosial Emosional

29 of 57

Konsep Inti 3:

Pola Pikir Bertumbuh

Makna Pola Pikir Bertumbuh (PPB)

PPB adalah pola pikir seseorang yang menyadari bahwa kemampuan atau bakat yang dimilikinya sejak kecil merupakan kemampuan dan bakat yang dapat terus berkembang dengan kerja keras dan dedikasi yang dilakukannya.

30 of 57

Konsep Inti 3:

Pola Pikir Bertumbuh

31 of 57

Konsep Inti 3:

Pola Pikir Bertumbuh

Teori-Teori Terkait

  1. Mindset: The New Psychology of Success (Carol Dweck, 2007)
  2. Grit: The Power of Passion and (Angela Duckworth, 2018)

32 of 57

Konsep Inti 3:

Pola Pikir Bertumbuh

Kegagalan adalah kesempatan untuk belajar

Saya bisa belajar apa saja yang saya inginkan

Tantangan membantu saya berkembang

Usaha dan sikap saya menentukan kemampuan saya.

Umpan balik itu bermanfaat

Saya terinspirasi kesuksesan orang lain.

Saya suka mencoba hal baru.

Kegagalan adalah batas kemampuan saya.

Saya bisa atau tidak bisa.

Saya tahu atau tidak tahu.

Kemampuan saya tidak bisa diubah.

Saya tidak suka tantangan.

Potensi saya sudah “dari sananya”

Ketika frustrasi, saya menyerah.

Umpan balik dan kritik terasa menyerang diri saya.

Saya lakukan hal yang saya tahu/bisa saja.

33 of 57

Konsep Inti 3:

Pola Pikir Bertumbuh

Implementasi di Sekolah

  1. Guru memiliki peran penting untuk menumbuhkan pola pikir bertumbuh pada murid-muridnya. Guru yang memahami dan menerapkan konsep PPB dapat memberikan dukungan sosial emosional yang dibutuhkan murid.
  2. Guru perlu menciptakan suasana belajar yang aman dan menyenangkan sehingga setiap murid merasa dihargai, termotivasi dan didukung dalam perjalanan belajar mereka.

34 of 57

Cerita Anda tentang Peran Guru

dalam Tahap Bermula dari Pengalaman

Guru saya adalah guru yang sering memberi inspirasi dan motivasi untuk kami satu kelas selalu hadir di kelas. Inspirasi yang dilakukan adalah dengan cara memberikan contoh kehidupan guru sendiri sebagai teladan, contohnya adalah ketika menceritakan masa lalunya yang sangat sulit karena keadaan ekonomi orang tuanya yang hanya sebagai petani biasa yang tidak bisa membiayai anaknya untuk melanjutkan ke tingkat SMA sehingga beliau dititipkan saudaranya untuk dapat disekolahkan di tingkat selanjutnya. Dalam kesehariannya, beliau menceritakan kegiatan yang harus dilakukan setiap hari sebelum sekolah yaitu harus menimba air untuk memenuhi bak mandi, menyapu dan membersihkan rumah. Kegiatan itu routine dilakukan dengan penuh kesadaran, karena menurut beliau untuk maju meraih cita-cita harus ada proses yang harus dilewati baik itu senang maupun susah. Singkat cerita, dengan rutinitas yang beliau lakukan sebelum sekolah itu, berhasil lah beliau menjadi seorang guru. Dengan cerita yang inspiratif itu membuat perasaan kami termotivasi untuk sekolah dan hadir disetiap hari . apalagi guru saya itu selalu memberikan pujian kepada murid dan dorongan kepada kami sebagai murid ketika di antara kami ada yang berhasil melakukan hal-hal yang positif.

Herning Guntari

35 of 57

Cerita Anda tentang Peran Guru

dalam Tahap Bermula dari Pengalaman

Guru saya adalah guru yang sering memberi inspirasi dan motivasi untuk kami satu kelas selalu hadir di kelas. Inspirasi yang dilakukan adalah dengan cara memberikan contoh kehidupan guru sendiri sebagai teladan, contohnya adalah ketika menceritakan masa lalunya yang sangat sulit karena keadaan ekonomi orang tuanya yang hanya sebagai petani biasa yang tidak bisa membiayai anaknya untuk melanjutkan ke tingkat SMA sehingga beliau dititipkan saudaranya untuk dapat disekolahkan di tingkat selanjutnya. Dalam kesehariannya, beliau menceritakan kegiatan yang harus dilakukan setiap hari sebelum sekolah yaitu harus menimba air untuk memenuhi bak mandi, menyapu dan membersihkan rumah. Kegiatan itu routine dilakukan dengan penuh kesadaran, karena menurut beliau untuk maju meraih cita-cita harus ada proses yang harus dilewati baik itu senang maupun susah. Singkat cerita, dengan rutinitas yang beliau lakukan sebelum sekolah itu, berhasillah beliau menjadi seorang guru. Dengan cerita yang inspiratif itu membuat perasaan kami termotivasi untuk sekolah dan hadir disetiap hari . apalagi guru saya itu selalu memberikan pujian kepada murid dan dorongan kepada kami sebagai murid ketika di antara kami ada yang berhasil melakukan hal-hal yang positif.

Herning Guntari

36 of 57

Deskripsi suasana kelas yang membuatku nyaman dan aman saat bersekolah.

Saya mempunyai kenangan indah yang mampu membuat saya merasa nyaman dan aman selama berada di sekolah. Kejadian inda ini terjadi sewaktu saya sekolah di SMP St. Fransiskus Xaverius. Saat itu saya sedang mengalami kesulitan dalam mata Pelajaran matematika dan tak jarang saya mendapatkan nilai yang kurang memuaskan di bidang tersebut. Oleh karena itu, saya sempat merasa terpuruk dan gagal sehingga hal ini memberi pengaruh pada mata Pelajaran lainnya. Saya menjadi mudah sedih dan sering tidak konsentrasi. Tetapi untungnya, ada beberapa guru yang memperhatikan perubahan perilaku saya tersebut dan mencoba untuk mendekati saya guna mencari tahu apa yang sedang terjadi. Setelah mengetahui penyebabnya, guru wali kelas saya berdiskusi dengan guru mata pelajaran matematika terkait kesulitan yang sedang saya alami. Dan menanggapi hal tersebut, setelahnya saya selalu diberikan perhatian lebih selama mata pelajaran matematika dan diberikan penjelasan dengan baik sehingga saya menjadi mengerti dan berhasil mengejar ketertinggalan pemahaman materi matematika yang lainnya.

Dengan perhatian, kasih sayang yang tulus dan bimbingan yang diberikan oleh para guru membuat saya merasa bersyukur dan bahagia karena diperlakukan dengan baik oleh Bapak/Ibu guru saya. Setelahnya saya menjadi lebih terbuka apabila ada materi yang tidak saya pahami dan menjadi termotivasi untuk lebih tekun belajar.

Saya merasakan bersyukur dan bahagia karena Bapak/Ibu guru memperhatikan perilaku saya ketika saya sedang kesusahan dan dengan sabar membantu saya untuk keluar dari kesulitan yang saya alami. Dampak positif yang saya dapatkan setelah kejadian tersebut sebagai seorang murid/ pelajar yakni saya menjadi sangat termotivasi untuk lebih tekun belajar karena apabila saya mengalami kesulitan maka akan dibimbing dan dibantu untuk memahami materi yang sulit tersebut. Sehingga saya bisa mendapatkan nilai yang baik dan menyelesaikan masa pendidikan saya.

Tiwi Sri Utami

37 of 57

Deskripsi suasana kelas yang membuatku nyaman dan aman saat bersekolah.

Saya mempunyai kenangan indah yang mampu membuat saya merasa nyaman dan aman selama berada di sekolah. Kejadian inda ini terjadi sewaktu saya sekolah di SMP St. Fransiskus Xaverius. Saat itu saya sedang mengalami kesulitan dalam mata Pelajaran matematika dan tak jarang saya mendapatkan nilai yang kurang memuaskan di bidang tersebut. Oleh karena itu, saya sempat merasa terpuruk dan gagal sehingga hal ini memberi pengaruh pada mata Pelajaran lainnya. Saya menjadi mudah sedih dan sering tidak konsentrasi. Tetapi untungnya, ada beberapa guru yang memperhatikan perubahan perilaku saya tersebut dan mencoba untuk mendekati saya guna mencari tahu apa yang sedang terjadi. Setelah mengetahui penyebabnya, guru wali kelas saya berdiskusi dengan guru mata pelajaran matematika terkait kesulitan yang sedang saya alami. Dan menanggapi hal tersebut, setelahnya saya selalu diberikan perhatian lebih selama mata pelajaran matematika dan diberikan penjelasan dengan baik sehingga saya menjadi mengerti dan berhasil mengejar ketertinggalan pemahaman materi matematika yang lainnya.

Dengan perhatian, kasih sayang yang tulus dan bimbingan yang diberikan oleh para guru membuat saya merasa bersyukur dan bahagia karena diperlakukan dengan baik oleh Bapak/Ibu guru saya. Setelahnya saya menjadi lebih terbuka apabila ada materi yang tidak saya pahami dan menjadi termotivasi untuk lebih tekun belajar.

Saya merasakan bersyukur dan bahagia karena Bapak/Ibu guru memperhatikan perilaku saya ketika saya sedang kesusahan dan dengan sabar membantu saya untuk keluar dari kesulitan yang saya alami. Dampak positif yang saya dapatkan setelah kejadian tersebut sebagai seorang murid/ pelajar yakni saya menjadi sangat termotivasi untuk lebih tekun belajar karena apabila saya mengalami kesulitan maka akan dibimbing dan dibantu untuk memahami materi yang sulit tersebut. Sehingga saya bisa mendapatkan nilai yang baik dan menyelesaikan masa pendidikan saya.

Tiwi Sri Utami

38 of 57

Kumpulan Pertanyaan untuk �Modul Peran Pendidik

39 of 57

BADAN AKREDITASI NASIONAL

PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH

Konsep Inti 1:

Disiplin positif untuk mengelola kelas yang aman dan nyaman

40 of 57

Pertanyaan-pertanyaan dari LMS

BADAN AKREDITASI NASIONAL

PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH

  1. Bagaimana membuat pertanyaan-pertanyaan kritis berkualitas tentang disiplin positif sehingga memudahkan untuk menjaring atau memperoleh data yang diperlukan mengingat pihak sekolah sering bertele-tele atau samar-samar dalam memberikan keterangan di kegiatan wawancara yang disertai dengan dokumen yang sangat terbatas? (Rahmad Ramelan Setia Budi)

  1. Bagaimana cara menerapkan Disiplin Positif di lingkungan satuan pendidikan dengan sasaran semua warga sekolah? (Abdul Gani)

  1. Bagaimana asesor dapat melihat bahwa budaya Disiplin Positif diintegrasikan ke dalam kurikulum dan kegiatan sehari-hari di sekolah? (Rina Yudiana)

41 of 57

Pertanyaan-pertanyaan dari LMS

BADAN AKREDITASI NASIONAL

PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH

  1. Bagaimana cara pendidik memberikan dampak dan pengaruh positif kepada anak/peserta didik dalam implementasi Pendekatan Disiplin Positif tanpa kekerasan, memotivasi, merefleksi kesalahan, menghargai, membangun logika, dan bersifat jangka panjang kepada anak didiknya ? (Aryani Sila)

  1. Adakah korelasi antara penegakan disiplin positif dengan kemampuan akademik dan perubahan karakter murid? (Suardi)

  1. Disiplin positif dan kepemimpinan kepala sekolah memiliki hubungan yang erat, karena kepala sekolah memainkan peran penting dalam membentuk budaya sekolah yang mendukung praktik disiplin positif. Bagaimana asesor menilai apakah kepala sekolah telah berperan dalam menumbuhkan budaya disiplin positif dalam pembelajaran di sekolah? (Yulianto Wasiran)

42 of 57

BADAN AKREDITASI NASIONAL

PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH

Konsep Inti 2:

Pembelajaran Sosial Emosional untuk memberikan dukungan sosial emosional bagi peserta didik

43 of 57

Pertanyaan-pertanyaan dari LMS

BADAN AKREDITASI NASIONAL

PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH

  1. Bagaimana strategi mengimplementasikan pembelajaran sosial emosional dalam kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler serta budaya sekolah yang terprogram dan terstruktur dalam Kurikulum Satuan Pendidikan? (Neni Lidia)

  1. Bagaimana sekolah dapat menangani tantangan dan konflik yang muncul di antara siswa secara efektif, sambil mempromosikan penyelesaian yang damai dan berempati? (Supadi)

  1. Bagaimana pengenalan konsep kesadaran lingkungan dan tanggung jawab sosial dapat mendukung pembelajaran sosial emosional? (Desy Anita Karolina Sembiring)

44 of 57

Pertanyaan-pertanyaan dari LMS

BADAN AKREDITASI NASIONAL

PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH

  1. Bagaimana mensinkronkan pembelajaran sosial emosional anak di sekolah, di keluarga dan di masyarakat, mengingat tiga simpul pendidikan tersebut tidak bisa dipisahkan satu sama lain? (Masulah)

  1. Bagaimana mengamati aktivitas guru dalam membelajarkan siswa terkait dengan Pembelajaran Sosial Emosional? (Syahruddin MS. Idris)

  1. Bagaimana pembelajaran sosial emosional diintegrasikan ke dalam kurikulum dan kegiatan sehari-hari di sekolah? (Asnan)

45 of 57

BADAN AKREDITASI NASIONAL

PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH

Konsep Inti 3:

Pola Pikir Bertumbuh untuk memberi dukungan sosial emosional bagi peserta didik.

46 of 57

Pertanyaan-pertanyaan dari LMS

BADAN AKREDITASI NASIONAL

PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH

  1. Bagaimana guru dapat mengidentifikasi kebutuhan individual siswa dalam pengembangan pola pikir bertumbuh di kelas yang beragam, mengingat perbedaan latar belakang, kebutuhan belajar, dan tingkat kesiapan mereka? (Arizal Hamizar)

  1. Bagaimana seorang asesor dapat mengidentifikasi kondisi sekolah yang telah menerapkan pola pikir bertumbuh bagi muridnya yang telah membudaya? (Agus Ahab)

  1. Bagaimana pola pikir bertumbuh mempengaruhi cara kita menghadapi tantangan dan kegagalan dalam pembelajaran? serta Bagaimana pola pikir bertumbuh dapat mempengaruhi motivasi dan ketahanan siswa dalam mengatasi hambatan akademik? (Ida Ayu Made Sri Widiastuti)

47 of 57

Pertanyaan-pertanyaan dari LMS

BADAN AKREDITASI NASIONAL

PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH

  1. Bagaimana cara mengetahui keberhasilan siswa dalam penerapan pembelajaran pola pikir bertumbuh pada siswa? (Agus Priyantoro)

  1. Bagaimana fasilitasi seorang guru dalam membangkitkan pola pikir bertumbuh pada setiap murid? (Hani Hanifah)

  1. Bagaimana guru dapat merancang strategi pembelajaran yang tidak hanya mengajarkan konsep Pola Pikir Bertumbuh kepada siswa tetapi juga secara efektif mengubah budaya kelas sehingga setiap siswa merasa terdorong untuk melihat kegagalan sebagai peluang belajar dan terus berusaha meskipun menghadapi tantangan besar? (Sadam Fajar Shodiq)

48 of 57

BADAN AKREDITASI NASIONAL

PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH

Penguatan Konsep Inti

49 of 57

Aspek Kinerja yang Dinilai

Konsep Inti Terkait

Fakta yang Ditemukan

Menyusun kesepakatan kelas secara partisipatif.

Disiplin Positif

Guru melibatkan siswa berpendapat ketika menyusun kesepakatan kelas.

50 of 57

Aspek Kinerja yang Dinilai

Konsep Inti Terkait

Fakta yang Ditemukan

Tidak menggunakan tindakan agresif baik secara verbal dan non verbal untuk mengelola perilaku siswa

Disiplin Positif

Guru menggunakan teknik restitusi ketika siswa berbuat kesalahan.

51 of 57

Aspek Kinerja yang Dinilai

Konsep Inti Terkait

Fakta yang Ditemukan

Satuan pendidikan mewujudkan iklim lingkungan belajar yang aman secara psikis bagi peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan.

Disiplin Positif

Pembelajaran Sosial Emosional

Sekolah mengedepankan pendekatan restoratif

Guru mengajarkan teknik-teknik resolusi konflik dan mengenali perundungan pada siswa

Guru melibatkan orang tua dalam kebijakan/program anti perundungan.

52 of 57

Aspek Kinerja yang Dinilai

Konsep Inti Terkait

Fakta yang Ditemukan

Guru memfasilitasi murid untuk mengembangkan keterampilan sosial emosional.

Pembelajaran Sosial Emosional

  • Murid diajak mengenali kebutuhan dan harapan dalam pelajaran matematika
  • Tujuan-tujuan pembelajaran berkaitan dengan refleksi diri
  • Kegiatan mindfullness

53 of 57

Aspek Kinerja yang Dinilai

Konsep Inti Terkait

Fakta yang Ditemukan

Guru memberikan umpan balik yang membangun rasa percaya diri murid bahwa ia dapat berkembang ketika mau berusaha.

Pola Pikir Bertumbuh

Ada apresiasi dalam umpan balik yang diberikan.

Guru menyampaikan apa yang diharapkan kepada siswa.

54 of 57

Aspek Kinerja yang Dinilai

Konsep Inti Terkait

Fakta yang Ditemukan

Guru menciptakan interaksi yang setara dan saling menghargai antara guru dan murid.

Pembelajaran Sosial Emosional

Pola Pikir Bertumbuh

Guru memberi ruang bagi siswa untuk merasakan emosinya.

Guru mengajak siswa berlatih mengelola emosi dengan menenangkan siswa yang menangis

Guru mengatakan “tidak ada anak yang nakal”, berarti guru percaya setiap anak bisa berperilaku lebih baik bila kebutuhannya terpenuhi.

55 of 57

Aspek Kinerja yang Dinilai

Konsep Inti Terkait

Fakta yang Ditemukan

Guru memberikan perhatian pada murid yang memerlukan dukungan khusus.

Pembelajaran Sosial Emosional

Pola Pikir Bertumbuh

Guru memberi kesempatan anak untuk mencoba

Guru mengajak kelasnya untuk berempati dan memberi apresiasi

Dalam takarirnya, guru minta maaf jika terlalu terburu-guru dan tidak memperhatikan anak yang tertinggal. Ini menunjukkan teladan untuk berfleksi dan memperbaiki diri.

56 of 57

Refleksi Akhir -Padlet

https://padlet.com/monikairayati/my-harmonious-padlet-gbdegft3fqu7w7qa

57 of 57

Terima Kasih