MODUL 3A
PERAN GURU
Pelatihan Calon Pelatih Asesor (PCPA) BAN-PDM Tahun 2024
Pelatihan Calon Pelatih Asesor
Pelatihan Calon Pelatih Asesor (PCPA)
BAN-PDM Tahun 2024
Sinkronus – 12 Juni 2024
Topik Bahasan
Peran Pendidik dalam konsep Sekolah yang dicita-citakan
Kemampuan kepribadian yang mantap, berakhlak mulia, arif, dan berwibawa serta menjadi teladan peserta didik. Kemampuan kepribadian tersebut
dilakukan melalui refleksi dalam menjalankan tanggung jawab sebagai guru sesuai kode etik profesi dan berorientasi pada peserta didik.
Model Kompetensi Guru
Peraturan Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Nomor
2626/B/HK.04.01/2023 tentang Model Kompetensi Guru
1.1. Lingkungan pembelajaran yang aman dan nyaman bagi peserta didik
2.1. Kematangan moral, emosi, dan spiritual untuk berperilaku sesuai dengan kode etik guru
2.2. Pengembangan diri melalui kebiasaan refleksi
2.3. Orientasi berpusat pada peserta didik
3 Konsep Inti Modul dan Tujuan Pembelajaran
Diharapkan peserta pelatihan dapat memahami konsep-konsep tersebut dan mampu mengidentifikasi penerapannya di sekolah melalui metode pengumpulan data; observasi, wawancara, dan telaah dokumen.
�
Prinsip penyusunan instrumen akreditasi
Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah
Bermakna
Inklusif ��
Kontekstual
1
2
3
Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah
Instrumen akreditasi disusun dengan menggunakan 4 komponen yang dipercaya paling berdampak bagi murid
Kinerja Pendidik dalam Proses Pembelajaran
Hasil Belajar
Keberhasilan satuan pendidikan dalam membangun kompetensi dan karakter yang diperlukan oleh peserta didik.
Iklim Lingkungan Belajar
Kepemimpinan Kepala Satuan Pendidikan dalam Pengelolaan
Apakah satdik mampu menghadirkan iklim lingkungan belajar yang bineka, inklusif, aman, menjaga keselamatan dan kesehatan peserta didik?
Apakah satdik dipimpin oleh KS yang mampu mengelola pembelajaran, PTK-nya, sumber daya-nya serta berbagai pihak yang terlibat untuk memberikan layanan terbaik bagi anak didik?
Apakah satdik memiliki pendidik yang mampu mengelola proses pembelajaran di kelas secara bermakna dan berpusat pada murid?
Aspek Kinerja yang dinilai dalam
Kinerja Guru
Konsep Inti 1:
Disiplin Positif
“dimana ada kemerdekaan, disitulah harus ada disiplin yang kuat. Sungguhpun disiplin itu bersifat ”self discipline” yaitu kita sendiri yang mewajibkan kita dengan sekeras-kerasnya, tetapi itu sama saja; sebab jikalau kita tidak cakap melakukan self discipline, wajiblah penguasa lain mendisiplin diri kita. Dan peraturan demikian itulah harus ada di dalam suasana yang merdeka.”
(Ki Hajar Dewantara, pemikiran, Konsepsi, Keteladanan, Sikap Merdeka, Cetakan Kelima, 2013, Halaman 470)
Konsep Inti 1:
Disiplin Positif
Konsep Inti 1:
Disiplin Positif
Teori-teori terkait,
Konsep Inti 1:
Disiplin Positif
Implementasi di sekolah
Konsep Inti 2:
Pembelajaran Sosial Emosional
Apa itu PEMBELAJARAN SOSIAL EMOSIONAL?
Pembelajaran yang dilakukan secara kolaboratif oleh
seluruh komunitas sekolah yang memungkinkan anak dan orang dewasa di sekolah memperoleh dan menerapkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap positif
mengenai aspek sosial dan emosional.
Kerangka Pembelajaran Sosial Emosional - CASEL
Konsep Inti 2:
Pembelajaran Sosial Emosional
Pembelajaran Sosial Emosional memerlukan guru yang tidak hanya mampu mengajarkan kompetensi PSE kepada siswa, tetapi juga senantiasa mengembangkan kompetensi sosial emosional pada dirinya sendiri.
PSE untuk orang dewasa harus menjadi bagian penting pembelajaran sosial emosional. Penelitian memberikan konfirmasi bahwa mendukung PSE pendidik dalam komunitas sekolah akan menciptakan kondisi yang lebih baik bagi siswa untuk belajar dan berkembang.�(SEL Exchange- CASEL, 2023)
Implementasi Pembelajaran Sosial Emosional
Menguatkan kompetensi sosial emosional pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah | Mengintegrasikan pembelajaran sosial emosional dalam kurikulum |
Mengajarkan strategi kompetensi sosial emosional secara eksplisit | Menciptakan iklim dan budaya sekolah yang aman dan inklusif |
Konsep Inti 2:
Bagaimana menerapkan PSE sehari-hari?
Siswa mendapat beragam kesempatan untuk belajar/bermain mandiri yang mendorong latihan pengelolaan diri dan pengambilan keputusan yang bertanggungjawab.
Konsep Inti 2:
Bagaimana menerapkan PSE sehari-hari?
Siswa berlatih kesadaran diri dengan mengidentifikasi apa yang mereka rasakan sepanjang hari , terutama ketika berhadapan dengan tugas yang sulit.
Konsep Inti 2:
Bagaimana menerapkan PSE sehari-hari?
Guru secara aktif memodelkan kompetensi sosal emosional, salah satu caranya adalah dengan sengaja berhenti dan berpikir lantang (think aloud) untuk mendeskripsikan apa yang ia rasakan, pikirkan, salam sebuah situasi.
Konsep Inti 2:
Bagaimana menerapkan PSE sehari-hari?
Guru mengidentifikasi kompetensi sosial emosional yang dibutuhkan untuk tugas-tugas akademik (belajar) dan memasukkannya dałam rencana pembelajaran.
Konsep Inti 2:
Bagaimana menerapkan PSE sehari-hari?
Siswa mengembangkan keterampilan menjalin relasi, seperti komunikasi dan kolaborasi, melalui kerja kelompok terstruktur.
Konsep Inti 2:
Bagaimana menerapkan PSE sehari-hari?
Guru menggunakan momen belalar untuk membimbing murid mengatasi tantangan sosial emosional, misalnya membantu siswa memediasi konflik.
Konsep Inti 2:
DAMPAK Pembelajaran Sosial Emosional
Konsep Inti 3:
Pola Pikir Bertumbuh
Makna Pola Pikir Bertumbuh (PPB)
PPB adalah pola pikir seseorang yang menyadari bahwa kemampuan atau bakat yang dimilikinya sejak kecil merupakan kemampuan dan bakat yang dapat terus berkembang dengan kerja keras dan dedikasi yang dilakukannya.
Konsep Inti 3:
Pola Pikir Bertumbuh
Konsep Inti 3:
Pola Pikir Bertumbuh
Teori-Teori Terkait
Konsep Inti 3:
Pola Pikir Bertumbuh
Kegagalan adalah kesempatan untuk belajar Saya bisa belajar apa saja yang saya inginkan Tantangan membantu saya berkembang Usaha dan sikap saya menentukan kemampuan saya. Umpan balik itu bermanfaat Saya terinspirasi kesuksesan orang lain. Saya suka mencoba hal baru. | |
| Kegagalan adalah batas kemampuan saya. Saya bisa atau tidak bisa. Saya tahu atau tidak tahu. Kemampuan saya tidak bisa diubah. Saya tidak suka tantangan. Potensi saya sudah “dari sananya” Ketika frustrasi, saya menyerah. Umpan balik dan kritik terasa menyerang diri saya. Saya lakukan hal yang saya tahu/bisa saja. |
Konsep Inti 3:
Pola Pikir Bertumbuh
Implementasi di Sekolah
Cerita Anda tentang Peran Guru
dalam Tahap Bermula dari Pengalaman
Guru saya adalah guru yang sering memberi inspirasi dan motivasi untuk kami satu kelas selalu hadir di kelas. Inspirasi yang dilakukan adalah dengan cara memberikan contoh kehidupan guru sendiri sebagai teladan, contohnya adalah ketika menceritakan masa lalunya yang sangat sulit karena keadaan ekonomi orang tuanya yang hanya sebagai petani biasa yang tidak bisa membiayai anaknya untuk melanjutkan ke tingkat SMA sehingga beliau dititipkan saudaranya untuk dapat disekolahkan di tingkat selanjutnya. Dalam kesehariannya, beliau menceritakan kegiatan yang harus dilakukan setiap hari sebelum sekolah yaitu harus menimba air untuk memenuhi bak mandi, menyapu dan membersihkan rumah. Kegiatan itu routine dilakukan dengan penuh kesadaran, karena menurut beliau untuk maju meraih cita-cita harus ada proses yang harus dilewati baik itu senang maupun susah. Singkat cerita, dengan rutinitas yang beliau lakukan sebelum sekolah itu, berhasil lah beliau menjadi seorang guru. Dengan cerita yang inspiratif itu membuat perasaan kami termotivasi untuk sekolah dan hadir disetiap hari . apalagi guru saya itu selalu memberikan pujian kepada murid dan dorongan kepada kami sebagai murid ketika di antara kami ada yang berhasil melakukan hal-hal yang positif.
Herning Guntari
Cerita Anda tentang Peran Guru
dalam Tahap Bermula dari Pengalaman
Guru saya adalah guru yang sering memberi inspirasi dan motivasi untuk kami satu kelas selalu hadir di kelas. Inspirasi yang dilakukan adalah dengan cara memberikan contoh kehidupan guru sendiri sebagai teladan, contohnya adalah ketika menceritakan masa lalunya yang sangat sulit karena keadaan ekonomi orang tuanya yang hanya sebagai petani biasa yang tidak bisa membiayai anaknya untuk melanjutkan ke tingkat SMA sehingga beliau dititipkan saudaranya untuk dapat disekolahkan di tingkat selanjutnya. Dalam kesehariannya, beliau menceritakan kegiatan yang harus dilakukan setiap hari sebelum sekolah yaitu harus menimba air untuk memenuhi bak mandi, menyapu dan membersihkan rumah. Kegiatan itu routine dilakukan dengan penuh kesadaran, karena menurut beliau untuk maju meraih cita-cita harus ada proses yang harus dilewati baik itu senang maupun susah. Singkat cerita, dengan rutinitas yang beliau lakukan sebelum sekolah itu, berhasillah beliau menjadi seorang guru. Dengan cerita yang inspiratif itu membuat perasaan kami termotivasi untuk sekolah dan hadir disetiap hari . apalagi guru saya itu selalu memberikan pujian kepada murid dan dorongan kepada kami sebagai murid ketika di antara kami ada yang berhasil melakukan hal-hal yang positif.
Herning Guntari
Deskripsi suasana kelas yang membuatku nyaman dan aman saat bersekolah.
Saya mempunyai kenangan indah yang mampu membuat saya merasa nyaman dan aman selama berada di sekolah. Kejadian inda ini terjadi sewaktu saya sekolah di SMP St. Fransiskus Xaverius. Saat itu saya sedang mengalami kesulitan dalam mata Pelajaran matematika dan tak jarang saya mendapatkan nilai yang kurang memuaskan di bidang tersebut. Oleh karena itu, saya sempat merasa terpuruk dan gagal sehingga hal ini memberi pengaruh pada mata Pelajaran lainnya. Saya menjadi mudah sedih dan sering tidak konsentrasi. Tetapi untungnya, ada beberapa guru yang memperhatikan perubahan perilaku saya tersebut dan mencoba untuk mendekati saya guna mencari tahu apa yang sedang terjadi. Setelah mengetahui penyebabnya, guru wali kelas saya berdiskusi dengan guru mata pelajaran matematika terkait kesulitan yang sedang saya alami. Dan menanggapi hal tersebut, setelahnya saya selalu diberikan perhatian lebih selama mata pelajaran matematika dan diberikan penjelasan dengan baik sehingga saya menjadi mengerti dan berhasil mengejar ketertinggalan pemahaman materi matematika yang lainnya.
Dengan perhatian, kasih sayang yang tulus dan bimbingan yang diberikan oleh para guru membuat saya merasa bersyukur dan bahagia karena diperlakukan dengan baik oleh Bapak/Ibu guru saya. Setelahnya saya menjadi lebih terbuka apabila ada materi yang tidak saya pahami dan menjadi termotivasi untuk lebih tekun belajar.
Saya merasakan bersyukur dan bahagia karena Bapak/Ibu guru memperhatikan perilaku saya ketika saya sedang kesusahan dan dengan sabar membantu saya untuk keluar dari kesulitan yang saya alami. Dampak positif yang saya dapatkan setelah kejadian tersebut sebagai seorang murid/ pelajar yakni saya menjadi sangat termotivasi untuk lebih tekun belajar karena apabila saya mengalami kesulitan maka akan dibimbing dan dibantu untuk memahami materi yang sulit tersebut. Sehingga saya bisa mendapatkan nilai yang baik dan menyelesaikan masa pendidikan saya.
Tiwi Sri Utami
Deskripsi suasana kelas yang membuatku nyaman dan aman saat bersekolah.
Saya mempunyai kenangan indah yang mampu membuat saya merasa nyaman dan aman selama berada di sekolah. Kejadian inda ini terjadi sewaktu saya sekolah di SMP St. Fransiskus Xaverius. Saat itu saya sedang mengalami kesulitan dalam mata Pelajaran matematika dan tak jarang saya mendapatkan nilai yang kurang memuaskan di bidang tersebut. Oleh karena itu, saya sempat merasa terpuruk dan gagal sehingga hal ini memberi pengaruh pada mata Pelajaran lainnya. Saya menjadi mudah sedih dan sering tidak konsentrasi. Tetapi untungnya, ada beberapa guru yang memperhatikan perubahan perilaku saya tersebut dan mencoba untuk mendekati saya guna mencari tahu apa yang sedang terjadi. Setelah mengetahui penyebabnya, guru wali kelas saya berdiskusi dengan guru mata pelajaran matematika terkait kesulitan yang sedang saya alami. Dan menanggapi hal tersebut, setelahnya saya selalu diberikan perhatian lebih selama mata pelajaran matematika dan diberikan penjelasan dengan baik sehingga saya menjadi mengerti dan berhasil mengejar ketertinggalan pemahaman materi matematika yang lainnya.
Dengan perhatian, kasih sayang yang tulus dan bimbingan yang diberikan oleh para guru membuat saya merasa bersyukur dan bahagia karena diperlakukan dengan baik oleh Bapak/Ibu guru saya. Setelahnya saya menjadi lebih terbuka apabila ada materi yang tidak saya pahami dan menjadi termotivasi untuk lebih tekun belajar.
Saya merasakan bersyukur dan bahagia karena Bapak/Ibu guru memperhatikan perilaku saya ketika saya sedang kesusahan dan dengan sabar membantu saya untuk keluar dari kesulitan yang saya alami. Dampak positif yang saya dapatkan setelah kejadian tersebut sebagai seorang murid/ pelajar yakni saya menjadi sangat termotivasi untuk lebih tekun belajar karena apabila saya mengalami kesulitan maka akan dibimbing dan dibantu untuk memahami materi yang sulit tersebut. Sehingga saya bisa mendapatkan nilai yang baik dan menyelesaikan masa pendidikan saya.
Tiwi Sri Utami
Kumpulan Pertanyaan untuk �Modul Peran Pendidik
BADAN AKREDITASI NASIONAL
PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH
Konsep Inti 1:
Disiplin positif untuk mengelola kelas yang aman dan nyaman
Pertanyaan-pertanyaan dari LMS
BADAN AKREDITASI NASIONAL
PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH
Pertanyaan-pertanyaan dari LMS
BADAN AKREDITASI NASIONAL
PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH
BADAN AKREDITASI NASIONAL
PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH
Konsep Inti 2:
Pembelajaran Sosial Emosional untuk memberikan dukungan sosial emosional bagi peserta didik
Pertanyaan-pertanyaan dari LMS
BADAN AKREDITASI NASIONAL
PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH
Pertanyaan-pertanyaan dari LMS
BADAN AKREDITASI NASIONAL
PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH
BADAN AKREDITASI NASIONAL
PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH
Konsep Inti 3:
Pola Pikir Bertumbuh untuk memberi dukungan sosial emosional bagi peserta didik.
Pertanyaan-pertanyaan dari LMS
BADAN AKREDITASI NASIONAL
PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH
Pertanyaan-pertanyaan dari LMS
BADAN AKREDITASI NASIONAL
PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH
BADAN AKREDITASI NASIONAL
PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH
Penguatan Konsep Inti
Aspek Kinerja yang Dinilai | |
Konsep Inti Terkait | |
Fakta yang Ditemukan | |
Menyusun kesepakatan kelas secara partisipatif.
Disiplin Positif
Guru melibatkan siswa berpendapat ketika menyusun kesepakatan kelas.
Aspek Kinerja yang Dinilai | |
Konsep Inti Terkait | |
Fakta yang Ditemukan | |
Tidak menggunakan tindakan agresif baik secara verbal dan non verbal untuk mengelola perilaku siswa
Disiplin Positif
Guru menggunakan teknik restitusi ketika siswa berbuat kesalahan.
Aspek Kinerja yang Dinilai | |
Konsep Inti Terkait | |
Fakta yang Ditemukan | |
Satuan pendidikan mewujudkan iklim lingkungan belajar yang aman secara psikis bagi peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan.
Disiplin Positif
Pembelajaran Sosial Emosional
Sekolah mengedepankan pendekatan restoratif
Guru mengajarkan teknik-teknik resolusi konflik dan mengenali perundungan pada siswa
Guru melibatkan orang tua dalam kebijakan/program anti perundungan.
Aspek Kinerja yang Dinilai | |
Konsep Inti Terkait | |
Fakta yang Ditemukan | |
Guru memfasilitasi murid untuk mengembangkan keterampilan sosial emosional.
Pembelajaran Sosial Emosional
Aspek Kinerja yang Dinilai | |
Konsep Inti Terkait | |
Fakta yang Ditemukan | |
Guru memberikan umpan balik yang membangun rasa percaya diri murid bahwa ia dapat berkembang ketika mau berusaha.
Pola Pikir Bertumbuh
Ada apresiasi dalam umpan balik yang diberikan.
Guru menyampaikan apa yang diharapkan kepada siswa.
Aspek Kinerja yang Dinilai | |
Konsep Inti Terkait | |
Fakta yang Ditemukan | |
Guru menciptakan interaksi yang setara dan saling menghargai antara guru dan murid.
Pembelajaran Sosial Emosional
Pola Pikir Bertumbuh
Guru memberi ruang bagi siswa untuk merasakan emosinya.
Guru mengajak siswa berlatih mengelola emosi dengan menenangkan siswa yang menangis
Guru mengatakan “tidak ada anak yang nakal”, berarti guru percaya setiap anak bisa berperilaku lebih baik bila kebutuhannya terpenuhi.
Aspek Kinerja yang Dinilai | |
Konsep Inti Terkait | |
Fakta yang Ditemukan | |
Guru memberikan perhatian pada murid yang memerlukan dukungan khusus.
Pembelajaran Sosial Emosional
Pola Pikir Bertumbuh
Guru memberi kesempatan anak untuk mencoba
Guru mengajak kelasnya untuk berempati dan memberi apresiasi
Dalam takarirnya, guru minta maaf jika terlalu terburu-guru dan tidak memperhatikan anak yang tertinggal. Ini menunjukkan teladan untuk berfleksi dan memperbaiki diri.
Refleksi Akhir -Padlet
https://padlet.com/monikairayati/my-harmonious-padlet-gbdegft3fqu7w7qa
Terima Kasih