1 of 17

Penelitian Kuantitatif

10 May - 15 May

Modul ini berisi materi tentang

metode dan teknik serta instrument

pendukung untuk melaksanakan

penelitian

Mahasiswa memahami metode

penelitian, instrumen dan teknik

yang tepat untuk jenis penelitian.

Quantitive Research

2 of 17

Metodologi Penelitian - Penelitian Kuantitatif

2

Contoh Rumusan Masalah pada Penelitian Kuantitatif

3 of 17

Metodologi Penelitian - Penelitian Kuantitatif

3

  • Pada bahasan ini juga akan diterangkan bagaimana perumusan masalah dalam penelitian kuantitatif, pengumpulan data penelitian kuantitatif, analisa data, arti variabel, serta pengertian validitas dan reliabilitas.
  • Penelitian kuantitatif pada dasarnya merupakan suatu pengamatan yang melibatkan suatu ciri tertentu, berupa perhitungan, angka atau kuantitas. Penelitian kuantitatif ini didasarkan pada perhitungan persentase, rata‐rata, chi kuadrat, dan juga perhitungan statistik lainnya.
  • Metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan.
  • Dalam melakukan penelitian kuantitatif, kita sering kali mengalami kesulitan tentang metode statistika mana yang akan digunakan. Hal ini umumnya disebabkan kita tidak mendapatkan materi penelitian yang lengkap dan terintegrasi, selain itu buku‐buku yang kita temui pun umumnya tidak membahas hal tersebut secara menyeluruh. Analisa statistik digunakan untuk membantu peneliti untuk mengetahui hubungan antar variabel. Analisa statistik merupakan analisa yang bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Penelitian Kuantitatif

4 of 17

Metodologi Penelitian - Penelitian Kuantitatif

4

Pada prinsipnya ilmu statistic dapat dibagi atas dua tahapan yaitu statistic deskriptif yang berkaitan dengan pencatatan dan peringkasan data, dengan tujuan menggambarkan hal‐hal penting pada sekelompok data, seperti berapa rata‐ratanya, variasi data dan sebagainya dan juga ada statistic inferensi yang berkaitan dengan pengambilan keputusan dari data yang telah dicatat dan diringkas. Salah satu metode kuantitatif yang banyak digunakan untuk analisis data adalah dengan menggunakan statistika.

Komponen dan Proses Penelitian Kuantitatif

Gambar 1. Komponen dan Proses Penelitian

Kuantitatif

5 of 17

Metodologi Penelitian - Penelitian Kuantitatif

5

Perumusan Masalah Dalam Penelitian Kuantitatif

Rumusan masalah beda dengan masalah. Jika masalah merupakan kesenjangan antara yang diharapkan dengan yang terjadi, maka rumusan masalah itu merupakan suatu pertanyaan yang akan dicarikan jawabannya melalui pengumpulan data. Terdapat kaitan erat anatara masalah dan rumus an masalah karena setiap rumusan masalah penelitian didasarkan pada masalah.

Perumusan masalah biasanya menyertakan ruang lingkup untuk membatasi masalah yang akan dicari pemecahannya. Masalah yang akan dicari pemecahannya dirumuskan dalam bentuk kalimat Tanya (research question) yang tegas dan jelas. Perumusan masalah ini berguna untuk memberikan petunjuk agar dapat mencari jawaban permasalahan tersebut secara empiris.

6 of 17

Metodologi Penelitian - Penelitian Kuantitatif

6

Contoh Ruang Lingkup Masalah pada Penelitian Kuantitatif

7 of 17

Metodologi Penelitian - Penelitian Kuantitatif

7

Bentuk-Bentuk Masalah pada Penelitian Kuantitatif

Menurut Sugiyono (2007), bentuk masalah dapat dikelompokkan atas tiga kelompok yaitu:

  1. Rumusan masalah deskriptif adalah suatu rumusan masalah yang berkenaan dengan pertanyaan terhadap keberadaan variabel mandiri, baik hanya pada satu variabel atau lebih (variabel yang berdiri sendiri). Contoh rumusan masalah deskriptif:
  2. Seberapa besar tingkat efisiensi yang dihasilkan dari pemanfaatan Teknologi informasi di Dit. PTA?
  3. Bagaimana mengkualifikasi nilai manfaat dari aplikasi penunjang utama proses bisnis yang bersifat tangible maupun intangible ?
  4. Bagaimana mengkualifikasi biaya pengembangan dari beberapa alternatif skema sistem pendukung sebagai bagian dari perencanaan BCP ?
  5. Seberapa besar peningkatan optimalisasi pemanfaatan aplikasi CRM INDOSAT pasca pembentukan proses bisnis tersebut?

2. Rumusan masalah komperatif adalah rumusan masalah penelitian yang membandingkan keberadaan satu variabel atau lebih pada dua atau lebih sampel yang berbeda, atau pada waktu yang berbeda.

Contoh rumusan masalah Komperatif: Apakah pengguna sistem kompeten atau merasa cemas dalam melakukan interaksi dengan komputer?

3. Rumusan masalah asosiatif adalah rumusan masalah penelitian yang bersifat menanyakan hubungan anatara dua variabel atau lebih. Terdapat tiga hubungan yaitu hubungan simetris, hubungan kausal dan hubungan interaktif atau timbal balik.

Contoh rumusan masalah asosiatif: Apakah keharusan menggunakan sistem mengarah pada ketidakpuasan?

8 of 17

Metodologi Penelitian - Penelitian Kuantitatif

8

Contoh perumusan masalah dalam penelitian kuantitif

Sumber: Penelitian David Bobby yang berjudul “Studi Kepuasan Pengguna Akhir Terhadap Sistem Core Banking Pada Bank XYZ” pada tahun 2005.

9 of 17

Metodologi Penelitian - Penelitian Kuantitatif

9

Variabel

Identifikasi variable merupakan salah satu tahapan yang penting karena dengan mengenal variabel yang sedang diteliti seorang peneliti akan dapat memahami hubungan dan makna variable‐variabel yang sedang

ditelitinya. Memanipulasi variabel juga perlu dilakukan untuk memberikan suatu perlakuan pada variable bebas dengan tujuan peneliti dapat melihat efeknya bagi variable terikat atau variable yang dipengaruhinya.

Melakukan kontrol terhadap variabel tertentu dalam penelitian juga perlu diperhatikan agar variabel tersebut tidak mengganggu hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat. Masalah sebaiknya mencerminkan hubungan dua variable atau lebih, karena pada prakteknya peneliti akan mengkaji pengaruh antara variable tertentu terhadap variabel lainnya. Variabel adalah sesuatu yang bias kita ukur baik berupa pendapat, kepuasan, kinerja, dan lain sebagainya yang sifatnya berubah‐ubah.

Variabel adalah sesuatu yang akan menjadi objek atau sering juga sebagai factor yang berperan dalam peristiwa atau gejala yang akan diteliti. Secara umum variabel terdiri dari variabel bebas dan terikat. Ditinjau dari sifatnya variable dapat dibedakan menjadi variable kualitatif dan kuantitatif.

10 of 17

Metodologi Penelitian - Penelitian Kuantitatif

10

Variable dapat dibagi atas dua bagian yaitu:

  1. Variabel bebas (Independent Variable), Biasa disebut dengan variabel prediksi atau variabel yang sebenarnya.
    • Disebut juga dengan “predictor variables”, atau “right‐hand side variables” (RHS).
    • Merupakan hasil manipulasi peneliti.
    • Atribut atau potensial kasus yang diberikan pada investigasi penelitian.
  2. Variable terikat (Dependent Variable), Disebut jua dengan variable luaran atau variable yang bukan sebenarnya.
    • Disebut juga dengan “outcome variable”, atau “left‐hand side variables” (LHS).

11 of 17

Metodologi Penelitian - Penelitian Kuantitatif

11

Ditinjau dari sifatnya variable dapat dibedakan menjadi variable kualitatif dan kuantitatif.

  1. Variabel Kualitatif adalah menunjukkan sifat kualitas dari obyek yang menghasilkan data kualitatif melalui pengamatan. Dalam menganalisis data kualitatif (yang berasal dari data kualitatif ini), bila mana akan menggunakan Metode statistika maka data kualitatif tersebut harus dikuantitatifkan melalui cara pemberian skor (skoring). Hal ini diperlukan mengingat metode statistika merupakan metode komputasi dengan pendekatan kuantitatif. Data demikian ini termasuk data diskrit dengan skala ukur nominal atau ordinal.
  2. Variabel kuantitatif, adalah variabel yang menujukkan sifat kuantitas, akan menghasilkan data kuantitatif melalui cara pencacahan, atau pengukuran, atau pemeriksaan laboratorium dan lain‐lain, yang bisa berupa data diskrit atau kontinyu dengan skala ukur interval dan rasio.

12 of 17

Metodologi Penelitian - Penelitian Kuantitatif

12

Macam‐macam Data Variabel

1. Berdasarkan kategori (Categorical)

  • Binary/dichotomous yaitu variable yang mempunyai dua nilai kategori yang saling berlawanan.

Contohnya murid dan bukan murid, laki dan perempuan, dan sebagainya

  • Nominal/non‐ordered polytomous. Dalam skala nominal dipergunakan angka‐angka, namun angka‐angka tersebut hanya merupakan tanda untuk mempermudah analisis.

Misalnya;

jenis kelamin (laki‐laki dan perempuan), agama (Islam, Katolik, Protestan, Hindu, lainnya);

suku bangsa (Jawa, Batak, Sunda, Minang, dan sebagainya).

Hal ini biasanya untuk jenis kelamin laki‐laki dengan kode (1) dan perempuan (2) status perkawinan dengan kode (1) Belum kawin (2) Kawin (3) Janda/Duda (4) Cerai. Dimana angka‐angka tersebut semata‐mata hanya merupakan tanda saja dan urutan angka itu tidak berarti apapun.

2. Variabel Ordinal.

Variabel Ordinal adalah data yang didasarkan pada hasil dari kuantifikasi data kualitatif,

biasanya data ini diambil dari suatu penentuan skala pada suatu individu. Misalnya skala untuk tingkat kepuasan (Ordered polytomous).

Contoh :

Skala Likert yang mengukur tingkat kepuasan mulai dari skala satu sangat puas hingga skala lima sangat tidak puas (1 = Sangat puas, 2 = Puas, 4 = Kurang puas, 5= Tidak puas, 6=sangat tidak puas).

13 of 17

Metodologi Penelitian - Penelitian Kuantitatif

13

3. Variabel Ukur (Metric Variables).

Memiliki bentuk sebagai berikut;

  • Interval merupakan angka kuantitatif namun tidak memiliki nilai nol mutlak. Misalnya untuk mengukur temperatur dengan menggunakan skala Fahrenheit dan Celcius, dimana masing-masing memiliki skala tersendiri dan sama-sama menggunakan nol (0) dalam satuan skalanya. Perbedaanya hanya terletak pada jaraknya.
  • Rasio hanya berupa angka kuantitatif yang memiliki nilai nol mutlak. Contohnya dalam perhitungan variabel.

Untuk mengukur variabel kita memerlukan instrumen, dimana instrumen yang digunakan harus memenuhi persyaratan tertentu diantaranya dari segi validitas atau kesahihan yang menunjukkan sejauh mana alat pengukur itu mengukur apa yang dimaksudkan untuk diukur. Reliabilitas suatu alat pengukur menunjukkan hasil pengukuran yang berupa kepekaan (akurasi).

Data yang dibutuhkan dalam penelitian tergantung pada tujuan penelitian. Dalam hal ini maka perlu diperhatikan apakah datanya merupakan data kualitatif atau data kuantitatif. Jenis data kualitatif merupakan jenis data yang dapat diukur secara langsung atau dapat dihitung sedangkan data yang hanya dapat diukur secara tidak langsung termasuk kedalam jenis data kualitatif.

Dari seluruh jenis variabel (Nominal, Ordinal, Interval dan Rasio) memiliki sifat-sisfat seperti pada Tabel 1.

14 of 17

Metodologi Penelitian - Penelitian Kuantitatif

14

Komponen dan Proses Penelitian Kuantitatif

Tabel 1. Sifat-Sifat dari Empat Skala dalam sebuah Variabel

15 of 17

Metodologi Penelitian - Penelitian Kuantitatif

15

Pembagian data dalam suatu variabel

Gambar 2. Pembagian Data Untuk Pengolahan Statistik

16 of 17

Metodologi Penelitian - Penelitian Kuantitatif

16

Validitas dan Reliabilitas

Validitas menunjukkan ukuran yang benar‐benar mengukur apa yang akan diukur. Jadi dapat dikatakan semakin tinggi validita ssuatu alat test, maka alat test tersebut semakin mengenai pada sasarannya, atau semakin menunjukkan apa yang seharusnya diukur. Suatu test dapat dikatakan mempunyai validitas tinggi apabila test tersebut menjalankan fungsi ukurnya,atau memberikan hasil ukur sesuai dengan makna dan tujuan diadakan nyatet tersebut. Jika penelitimenggunakan kuesioner didalam pengumpulan datapenelitian, maka item‐item yang disusun pada kuesioner tersebut merupakan alat test yang harus mengukur apa yang menjadi tujuan penelitian.

Suatu skala pengukuran dikatakan valid apabila skala tersebut digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur. Misalnya skala nominal yang bersifat non‐ parametrik digunakan untuk mengukur variabel nominal bukan untuk mengukur variabel interval yang bersifat parametrik.

Sesuatu dikatakan valid jika alat ukur yang dibuat sesuai dengan apa yang hendak diukur, jika yang diukur adalah panjang, maka penggaris dapat dikatakan sebuah alat ukur yang valid. Akan tetapi bagaimana jika yang akan diukur adalah variabel kinerja. Kinerja yang terjadi pada seseorang manajer tentu berbeda dengan kinerja yang terjadi. Pada seorang cleaning service. Artiya jika obyek yang akan diteliti adalah berbeda akan tetapi variabel yang akan diangkat adalah sama, maka secara operasional akan terjadi perbedaan dalam mengukur indikasi‐indikasi yang ada.

Beberapa item yang mengelompok menjadi indikasi sebuah variable tidak cukup dilihat dari ukuran validitas saja, namun juga diukur besarnya kehandalan yang terjadi pada kelompok tersebut. Sama hal dengan uji validitas untuk mengukur reliabilitas sebuah instrument dapat digunakan beberapa metode seperti splithalf, alphacronbach, test retest, rulon, hyot, dan banyak lagi lainnya.

17 of 17

Metodologi Penelitian - Penelitian Kuantitatif

17

Pengertian validitas atau kesahihan dan reliabilitas atau keterandalan (yang berarti mengukur sesuatu secara konsisten, apapun yang diukur dan jika pengukuran dilakukan dalam kondisi apapun akan memberikan hasil yang sama) dari data yang dikumpulkan. Jadi dapat kita simpulkan bahwa suatu alat ukur yang tidak reliable pasti tidak valid begitu pula dengan alat ukur yang reliable belum tentu valid.

Gambar 3. Validitas dan Reliabilitas