Penelitian Kuantitatif
10 May - 15 May
Modul ini berisi materi tentang
metode dan teknik serta instrument
pendukung untuk melaksanakan
penelitian
Mahasiswa memahami metode
penelitian, instrumen dan teknik
yang tepat untuk jenis penelitian.
Quantitive Research
Metodologi Penelitian - Penelitian Kuantitatif
2
Contoh Rumusan Masalah pada Penelitian Kuantitatif
Metodologi Penelitian - Penelitian Kuantitatif
3
Penelitian Kuantitatif
Metodologi Penelitian - Penelitian Kuantitatif
4
Pada prinsipnya ilmu statistic dapat dibagi atas dua tahapan yaitu statistic deskriptif yang berkaitan dengan pencatatan dan peringkasan data, dengan tujuan menggambarkan hal‐hal penting pada sekelompok data, seperti berapa rata‐ratanya, variasi data dan sebagainya dan juga ada statistic inferensi yang berkaitan dengan pengambilan keputusan dari data yang telah dicatat dan diringkas. Salah satu metode kuantitatif yang banyak digunakan untuk analisis data adalah dengan menggunakan statistika.
Komponen dan Proses Penelitian Kuantitatif
Gambar 1. Komponen dan Proses Penelitian
Kuantitatif
Metodologi Penelitian - Penelitian Kuantitatif
5
Perumusan Masalah Dalam Penelitian Kuantitatif
Rumusan masalah beda dengan masalah. Jika masalah merupakan kesenjangan antara yang diharapkan dengan yang terjadi, maka rumusan masalah itu merupakan suatu pertanyaan yang akan dicarikan jawabannya melalui pengumpulan data. Terdapat kaitan erat anatara masalah dan rumus an masalah karena setiap rumusan masalah penelitian didasarkan pada masalah.
Perumusan masalah biasanya menyertakan ruang lingkup untuk membatasi masalah yang akan dicari pemecahannya. Masalah yang akan dicari pemecahannya dirumuskan dalam bentuk kalimat Tanya (research question) yang tegas dan jelas. Perumusan masalah ini berguna untuk memberikan petunjuk agar dapat mencari jawaban permasalahan tersebut secara empiris.
Metodologi Penelitian - Penelitian Kuantitatif
6
Contoh Ruang Lingkup Masalah pada Penelitian Kuantitatif
Metodologi Penelitian - Penelitian Kuantitatif
7
Bentuk-Bentuk Masalah pada Penelitian Kuantitatif
Menurut Sugiyono (2007), bentuk masalah dapat dikelompokkan atas tiga kelompok yaitu:
2. Rumusan masalah komperatif adalah rumusan masalah penelitian yang membandingkan keberadaan satu variabel atau lebih pada dua atau lebih sampel yang berbeda, atau pada waktu yang berbeda.
Contoh rumusan masalah Komperatif: Apakah pengguna sistem kompeten atau merasa cemas dalam melakukan interaksi dengan komputer?
3. Rumusan masalah asosiatif adalah rumusan masalah penelitian yang bersifat menanyakan hubungan anatara dua variabel atau lebih. Terdapat tiga hubungan yaitu hubungan simetris, hubungan kausal dan hubungan interaktif atau timbal balik.
Contoh rumusan masalah asosiatif: Apakah keharusan menggunakan sistem mengarah pada ketidakpuasan?
Metodologi Penelitian - Penelitian Kuantitatif
8
�
Contoh perumusan masalah dalam penelitian kuantitif
Sumber: Penelitian David Bobby yang berjudul “Studi Kepuasan Pengguna Akhir Terhadap Sistem Core Banking Pada Bank XYZ” pada tahun 2005.
Metodologi Penelitian - Penelitian Kuantitatif
9
Variabel
Identifikasi variable merupakan salah satu tahapan yang penting karena dengan mengenal variabel yang sedang diteliti seorang peneliti akan dapat memahami hubungan dan makna variable‐variabel yang sedang
ditelitinya. Memanipulasi variabel juga perlu dilakukan untuk memberikan suatu perlakuan pada variable bebas dengan tujuan peneliti dapat melihat efeknya bagi variable terikat atau variable yang dipengaruhinya.
Melakukan kontrol terhadap variabel tertentu dalam penelitian juga perlu diperhatikan agar variabel tersebut tidak mengganggu hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat. Masalah sebaiknya mencerminkan hubungan dua variable atau lebih, karena pada prakteknya peneliti akan mengkaji pengaruh antara variable tertentu terhadap variabel lainnya. Variabel adalah sesuatu yang bias kita ukur baik berupa pendapat, kepuasan, kinerja, dan lain sebagainya yang sifatnya berubah‐ubah.
Variabel adalah sesuatu yang akan menjadi objek atau sering juga sebagai factor yang berperan dalam peristiwa atau gejala yang akan diteliti. Secara umum variabel terdiri dari variabel bebas dan terikat. Ditinjau dari sifatnya variable dapat dibedakan menjadi variable kualitatif dan kuantitatif.
Metodologi Penelitian - Penelitian Kuantitatif
10
Variable dapat dibagi atas dua bagian yaitu:
Metodologi Penelitian - Penelitian Kuantitatif
11
Ditinjau dari sifatnya variable dapat dibedakan menjadi variable kualitatif dan kuantitatif.
Metodologi Penelitian - Penelitian Kuantitatif
12
Macam‐macam Data Variabel
1. Berdasarkan kategori (Categorical)
Contohnya murid dan bukan murid, laki dan perempuan, dan sebagainya
Misalnya;
jenis kelamin (laki‐laki dan perempuan), agama (Islam, Katolik, Protestan, Hindu, lainnya);
suku bangsa (Jawa, Batak, Sunda, Minang, dan sebagainya).
Hal ini biasanya untuk jenis kelamin laki‐laki dengan kode (1) dan perempuan (2) status perkawinan dengan kode (1) Belum kawin (2) Kawin (3) Janda/Duda (4) Cerai. Dimana angka‐angka tersebut semata‐mata hanya merupakan tanda saja dan urutan angka itu tidak berarti apapun.
2. Variabel Ordinal.
Variabel Ordinal adalah data yang didasarkan pada hasil dari kuantifikasi data kualitatif,
biasanya data ini diambil dari suatu penentuan skala pada suatu individu. Misalnya skala untuk tingkat kepuasan (Ordered polytomous).
Contoh :
Skala Likert yang mengukur tingkat kepuasan mulai dari skala satu sangat puas hingga skala lima sangat tidak puas (1 = Sangat puas, 2 = Puas, 4 = Kurang puas, 5= Tidak puas, 6=sangat tidak puas).
Metodologi Penelitian - Penelitian Kuantitatif
13
3. Variabel Ukur (Metric Variables).
Memiliki bentuk sebagai berikut;
Untuk mengukur variabel kita memerlukan instrumen, dimana instrumen yang digunakan harus memenuhi persyaratan tertentu diantaranya dari segi validitas atau kesahihan yang menunjukkan sejauh mana alat pengukur itu mengukur apa yang dimaksudkan untuk diukur. Reliabilitas suatu alat pengukur menunjukkan hasil pengukuran yang berupa kepekaan (akurasi).
Data yang dibutuhkan dalam penelitian tergantung pada tujuan penelitian. Dalam hal ini maka perlu diperhatikan apakah datanya merupakan data kualitatif atau data kuantitatif. Jenis data kualitatif merupakan jenis data yang dapat diukur secara langsung atau dapat dihitung sedangkan data yang hanya dapat diukur secara tidak langsung termasuk kedalam jenis data kualitatif.
Dari seluruh jenis variabel (Nominal, Ordinal, Interval dan Rasio) memiliki sifat-sisfat seperti pada Tabel 1.
Metodologi Penelitian - Penelitian Kuantitatif
14
Komponen dan Proses Penelitian Kuantitatif
Tabel 1. Sifat-Sifat dari Empat Skala dalam sebuah Variabel
Metodologi Penelitian - Penelitian Kuantitatif
15
Pembagian data dalam suatu variabel
Gambar 2. Pembagian Data Untuk Pengolahan Statistik
Metodologi Penelitian - Penelitian Kuantitatif
16
Validitas dan Reliabilitas
Validitas menunjukkan ukuran yang benar‐benar mengukur apa yang akan diukur. Jadi dapat dikatakan semakin tinggi validita ssuatu alat test, maka alat test tersebut semakin mengenai pada sasarannya, atau semakin menunjukkan apa yang seharusnya diukur. Suatu test dapat dikatakan mempunyai validitas tinggi apabila test tersebut menjalankan fungsi ukurnya,atau memberikan hasil ukur sesuai dengan makna dan tujuan diadakan nyatet tersebut. Jika penelitimenggunakan kuesioner didalam pengumpulan datapenelitian, maka item‐item yang disusun pada kuesioner tersebut merupakan alat test yang harus mengukur apa yang menjadi tujuan penelitian.
Suatu skala pengukuran dikatakan valid apabila skala tersebut digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur. Misalnya skala nominal yang bersifat non‐ parametrik digunakan untuk mengukur variabel nominal bukan untuk mengukur variabel interval yang bersifat parametrik.
Sesuatu dikatakan valid jika alat ukur yang dibuat sesuai dengan apa yang hendak diukur, jika yang diukur adalah panjang, maka penggaris dapat dikatakan sebuah alat ukur yang valid. Akan tetapi bagaimana jika yang akan diukur adalah variabel kinerja. Kinerja yang terjadi pada seseorang manajer tentu berbeda dengan kinerja yang terjadi. Pada seorang cleaning service. Artiya jika obyek yang akan diteliti adalah berbeda akan tetapi variabel yang akan diangkat adalah sama, maka secara operasional akan terjadi perbedaan dalam mengukur indikasi‐indikasi yang ada.
Beberapa item yang mengelompok menjadi indikasi sebuah variable tidak cukup dilihat dari ukuran validitas saja, namun juga diukur besarnya kehandalan yang terjadi pada kelompok tersebut. Sama hal dengan uji validitas untuk mengukur reliabilitas sebuah instrument dapat digunakan beberapa metode seperti splithalf, alphacronbach, test retest, rulon, hyot, dan banyak lagi lainnya.
Metodologi Penelitian - Penelitian Kuantitatif
17
Pengertian validitas atau kesahihan dan reliabilitas atau keterandalan (yang berarti mengukur sesuatu secara konsisten, apapun yang diukur dan jika pengukuran dilakukan dalam kondisi apapun akan memberikan hasil yang sama) dari data yang dikumpulkan. Jadi dapat kita simpulkan bahwa suatu alat ukur yang tidak reliable pasti tidak valid begitu pula dengan alat ukur yang reliable belum tentu valid.
Gambar 3. Validitas dan Reliabilitas