1 of 46

Promosi Kesehatan pada �Lanjut Usia

2 of 46

Pendahuluan

  • Susenas 2009(Survey sosial ekonomi nasional): Komisi Nasional Lanjut Usia , menunjukkan, sebagian besar lanjut usia masih aktif.
  • Lansia laki-laki: bekerja 63,1 persen
  • perempuan sekitar 33,6 persen.
  • kegiatan rumah tangga: Lansia perempuan: 45,6 persen , laki-laki hanya 7,6 persen.
  • 2020 : jumlah Lansia Indonesia mencapai 28,8 juta orang atau 11,34 persen.
  • pertambahan penduduk Lansia yang pesat dengan rasio ketergantungan meningkat.

3 of 46

DEFINISI LANJUT USIA

  • Lansia awal : Seseorang yang berusia

46 – 55 tahun

  • Lansia akhir : Seseorang yang berusia

56- 65 tahun

  • Manula : Seseorang yang berusia

> 65 tahun

Depkes RI (2009)

4 of 46

Definisi Sehat,UU No 36 Tahun 2009 �Tentang Kesehatan

  • Kesehatan adalah keadaan sehat, baik secara fisik, mental, spiritual maupun sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis
  • Mandiri artinya dapat melakukan kegiatan/aktivitas sehari-hari tanpa bantuan orang lain

5 of 46

�PERKEMBANGAN LANJUT USIA�DI INDONESIA�

Umur harapan hidup

Jumlah Usila (juta)

1980

52,2

7,998 (5,45%)

1990

59,8

11.277 (6,29%)

2000

64,5

14,440 (7,18%)

2010

70,6

23,993 (9,77%)

2014

72

28,823 (11,34%)

5

Sumber : BPS (Badan Pusat Statistik)

2019 umur harapan hidup 73,3 tahun bagi wanita dan 69,4 tahun bagi pria.

6 of 46

6

Jenis penyakit

55- 64 th

65 – 74 th

> 75 th

Penyakit sendi

56,4

62,9

65,4

Hipertensi

53,7

63,5

67,3

Katarak

28,8

41,9

51,6

Stroke

20,2

31,9

41,7

Jantung

16,1

19,2

20,4

Gangg mental emosional

15,9

23,2

33,7

DM

3,7

3,4

3,2

MASALAH KESEHATAN LANSIA

(Riskesdas 2007)

Dalam persen

7 of 46

Keturunan

8%

Kesehatan

Lingkungan

29%

Pelayanan

Kesehatan

10%

Perilaku

53%

KESEHATAN

PADA LANSIA

Paling besar pengaruhnya

Sumber : Hendrik L. Blum

8 of 46

Posyandu

Lansia

9 of 46

INFORMASI KESEHATAN

r

A. HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN OLEH PRA LANSIA/LANSIA

1. KENALI PERUBAHAN PADA LANSIA

a. Kekuatantubuh menurun

Contoh : Mudah lelah kulit kriput, gigi tanggal/goyang, air liur berkurang

b.

Daya ingat menurun Contoh : Mudah lupa, tidak merasa haus, nafsu makan berkurang, kebutuhan jumlah jam tidur berkurang

c. Pendengaran/ penglihatan berkurang

d. Gangguan keseimbangan Contoh : Mudah jatuh

e. Kekebalan menurun Contoh : Mudah infeksi

f.

Gangguan

pencernaan menurun Contoh : Mudah diare, sembelit, kembung

10 of 46

PERSIAPAN DIRI UNTUK MEMASUKI MASA PRA LANSIA/LANSIA

Menerima

sebagai

proses

alamiah

b.

Meningkatkan kesabaran, berfikir positif dan optimis, serta meningkatkan rasa percaya diri dengan melakukan kegiatan /pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan

Mempersiapkan tempat tinggal yang aman dan nyaman

c

Tetap setia dengan pasangan yang sah, dan meningkatkan hubungan harmonis dalam keluarga, pertemanan dan partisipasi dengan lingkungan masyarakat

e.

Mempersiapkan dana untuk biaya hidup dan jaminan kesehatan,

(BPJS

Kesehatan atau asuransi lainnya

f. Meningkatkan kesehatan dengan menerapkan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat), dan makan dengan gizi seimbang.

11 of 46

TIPS MENUJU LANSIA SEHAT DAN MANDIRI

  1. Hindari Pola Hidup Tidak Sehat
  2. Gizi Seimbang
  3. Melakukan Aktifitas Fisik dan Olah Raga
  4. Pemeriksaan Kesehatan Secara Berkala

12 of 46

GAYA HIDUP (POLA HIDUP)

PERILAKU TERTENTU YANG TELAH BERULANGKALI

DILAKSANAKAN, SEHINGGA MENJADI MENETAP

DAN RUTIN, SUKAR BERUBAH (MEMBUDAYA)

  • DILANDASI OLEH KEYAKINAN YANG KUAT

KARENA DORONGAN KEBUTUHAN YANG JUGA KUAT

DAN SISTEM NILAI YANG KOKOH

  • SEHINGGA SEOLAH-OLAH MENJADI “MADAT”,

TIDAK BISA HIDUP KALAU TANPA PERILAKU TERSEBUT

1. HINDARI POLA HIDUP TIDAK SEHAT

13 of 46

GAYA HIDUP TIDAK SEHAT

Stress

Insomnia

Merokok

Hipertensi

Depresi

Obesitas

Serangan Asma

Angina Pectoris

Alkoholik

TIA & Stroke

Cemas

14 of 46

PERMASALAHAN

  • WHO 🡺Penyakit Tidak Menular merupakan penyebab :

60% kematian

43% kesakitan didunia

  • PTM di Indonesia cenderung meningkat

🡺 penyebab utama kematian

🡺 penyebab disabilitas

15 of 46

Penyakit Tidak Menular Utama �Faktor Risiko dan Titik Akhir

  • Penyakit

jantung koroner

  • Stroke
  • Diabetes komplik.
  • Penyakit

pembuluh darah

  • Kanker
  • Penyakit paru
  • obstruksi kronis

Titik Akhir

Faktor Risiko /

Penyakit Antara

  • Hipertensi
  • Diabetes
  • Obesitas
  • Hiperlipidemia

Faktor Risiko

Perilaku

  • Tembakau
  • Gizi
  • Alkohol
  • Aktifitas Fisik

Risiko Yang Melekat

    • Umur, Sex
    • Keturunan

Kondisi

Sosio-economi, Budaya

& Lingkungan

Maximilian de Courten - Surveillance, NMH

16 of 46

Obesitas

FAKTOR UTAMA PENYEBAB PENYAKIT GAYA HIDUP

Diet Tidak Sehat (Unhealthy Diet)

Ketidakaktifan Fisik (Physical Inactivity)

Merokok (Smoking)

Stress

Osteoporosis

Diabetes Mellitus

Hipertensi

Asma

Hiperlipidemia

Osteoarthritis

17 of 46

Pola Makan & Diet Tidak Sehat (Unhealthy Diet)

Makanan Tinggi Kalori

Makanan Tinggi Lemak

Makanan Tinggi Garam

Makanan Rendah Serat

Gunakan Bahan Perasa Pengawet, Pewarna Buatan

Makanan Kurang Calsium

Diabetes Mellitus

Hiperlipidemi

Obesitas

Hipertensi

Kanker Usus

Osteoporosis

Radikal Bebas

GAYA HIDUP TIDAK SEHAT

18 of 46

Ketidakaktifan Fisik (Physical Inactivity)

Obesitas

Diabetes Mellitus

Hipertensi

Hipercholesterolemia

Osteoporosis

Osteoarthritis

Peny.Jantung Koroner

Stroke

Nyeri Punggung

GAYA HIDUP TIDAK SEHAT

19 of 46

Merokok (Smoking)

GAYA HIDUP TIDAK SEHAT

Penyakit Jantung Koroner

Stroke

Susah Napas

Kanker Paru-2

Gangguan Kehamilan

Impotensi

20 of 46

PEMBUDAYAAN & PENERAPAN GAYA HIDUP SEHAT & AKTIF

  1. KURANGI KONSUMSI MAKANAN TINGGI LEMAK, GULA, GARAM. PERBANYAK MAKAN SAYUR & BUAH
  2. AKTIF BERGERAK, PERBAIKI AKTIFITAS FISIK & KEBUGARAN JASMANI, SERTA BEROLAHRAGA SECARA TERATUR
  3. ATASI STRESS. BERHENTI MEROKOK, KONSUMSI ALKOHOL & NARKOBA
  4. PEMERIKSAAN & KONSULTASI KESEHATAN TERATUR (kunjungi Posyandu Lansia dan Puskesmas Santun Lansia rutin )

21 of 46

2. GIZI SEIMBANG BAGI LANSIA :

Makanan yang dimakan sehari-hari, yg mengandung :

zat tenaga, zat pembangun dan zat pengatur dalam jumlah yang cukup sesuai dengan kebutuhan dan kondisi tubuh dan terdiri dari bahan makanan yang beraneka ragam.

Konsumsi makanan yang cukup dan seimbang akan bermanfaat bagi usila terutama yang tidak terkena penyakit-penyakit degeneratif atau penyakit lainnya.

22 of 46

MASALAH GIZI PADA LANSIA

  • Masalah gizi usila merupakan rangkaian proses masalah gizi sejak usia muda yg

manifestasinya timbul “setelah tua”

  • Masalah gizi pd LANSIA yaitu masalah gizi kurang dan masalah gizi lebih (kegemukan/obesitas) yg memacu timbulnya timbulnya peny degeneratif (peny jantung koroner, hipertensi, DM, gout, rematik dll)

23 of 46

KEBUTUHAN GIZI PADA LANSIA

Kebutuhan gizi pd setiap dipengaruhi oleh :

  • faktor umur
  • Jenis kelamin
  • Kegiatan fisik
  • Pekerjaan
  • Iklim/suhu
  • Kondisi fisik (sedang sakit/baru sembuh )

  • Kebutuhan gizi khususnya pd usila sdh

mulai menurun sekitar 5-10%

24 of 46

PESAN GIZI SEIMBANG UTK LANSIA :

- makanlah aneka ragam makanan

- makanlah makanan sesuai kebutuhan (seimbang)

- batasi konsumsi lemak/minyak/santan kental

- dianjurkan gunakan karbohidrat komplek krn

mengandung vitamin dan mineral dan

mengkonsumsi karbohidrat murni (gula)

- biasakan makan pagi

- minum air putih yg aman dan cukup jumlahnya

- lakukan kegiatan fisik dan olahraga secara teratur

- hindari minuman beralkohol

25 of 46

3. MELAKUKAN AKTIVITAS FISIK �DAN OLAHRAGA

  • Aktivitas fisik adalah setiap gerakan tubuh yang meningkatkan pengeluaran tenaga dan energi

  • Olahraga adalah suatu bentuk aktifitas fisik dari otot tubuh yag bila dilaksanakan dengan baik, benar, terukur dan teratur akan meningkatkan kebugaran jasmani

  • Kebugaran Jasmani adalah kemampuan tubuh untuk melakukan pekerjaan sehari-hari tanpa menimbulkan kelelahan yang berarti.

26 of 46

TIPS MELAKUKAN OR PADA LANSIA

  • Konsultasi ke dokter
  • Dilakukan 3 x seminggu secara teratur
  • Pilih olahraga yang mudah,aman sesuai dengan minat dan kemampuan tubuh
  • Olahraga sebaiknya dilakukan 2 jam setelah selesai makan dan diajurkan minum sebelum OR
  • Pakaian yang dikenakan terbuat dari bahan yg ringan dan mudah menyerap keringat dan tidak menggangu untuk bergerak
  • Bila OR dilakukan diluar ruangan sebaiknya dilakukan pagi atau sore hari

27 of 46

MANFAAT AKTIVITAS FISIK DAN OR

  • Melancarkan aliran darah
  • Meningkatkan kebugaran tubuh
  • Menguatkan otot dan meningkatkan kepadatan tulang
  • Meningkatkan kelenturan tubuh
  • Menjaga keseimbangan dan koordinasi tubuh
  • Meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit
  • Menurunkan faktor resiko penyakit tertentu
  • Mengurangi ketegangan dan kecemasan

28 of 46

JENIS AKTIVITAS FISIK DAN OLAHRAGA�YANG DAPAT DILAKUKAN LANSIA

  • Melakukan pekerjaan rumah
  • Berjalan-jalan
  • Jogging atau lari dengan kecepatan sedang
  • Senam lansia
  • Berenang

29 of 46

Senam Lansia & Senam Pada Kelompok Posyandu Lansia

AKTIVITAS FISIK DAN OLAH RAGA

30 of 46

4.Pemeriksaan Kesehatan Berkala�( di Posyandu Lansia)

Manfaat pemeriksaan kesehatan

  • Mengetahui keadaan kesehatan diri
  • Mengetahui kelainan secara dini
  • Mengobati sesegera mungkin bila ditemukan kelainan
  • Memperoleh informasi tentang apa yang yang harus, tidak boleh serta bagaimana melakukannya.

31 of 46

Lanjutan…………………….

Minimal pemeriksaan yang dilakukan :

  • Pemeriksaan fisik, Berat badan dan tekanan darah
  • Pemeriksaan Status Kemandirian
  • Pemeriksaan Status Gizi
  • Pemeriksaan fungsi indera penglihatan dan pendengaran
  • Pemeriksaan laboratorium meliputi urin, glukosa darah
  • Pemeriksaan mental psikologik

32 of 46

Pemeriksaan Kesehatan Berkala

33 of 46

B. PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT BAGI PRA LANSIA/LANSIA

1. Mendekatkan diri kepada Tuhan yang Maha Kuasa

3. Pengaturan gizi/diet

seimbang

- Makanlah beraneka ragam makanan

- Diet sesuai kebutuhan gizi yang dianjurkan sesuai kondisi kesehatan meliputi sumber karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral

- Banyakmakansayurdan buah guna kebutuhan vitamin, mineral dan serat

- Banyak sumber makanan kalsium : ikan segar, ikan teri segar, sayuran hijau

- Minum air putih yang cukup minimal 2 liter (8 gelas) per hari.

2. Lakukan pemeriksaan kesehatan secara teratur, sekurang-kurangnya 1 tahun sekali, untuk deteksi dini terhadap penyakit kronis, dan gunakan obat sesuai anjuran petugas kesehatan.

i-

4. Memelihara kebersihan tubuh secara teratur (mandi 2x sehari dengan sabun mandi), dan gunakan pakaian, serta alas kaki yang nyaman dan aman

5. Memelihara kebersihan gigi dan mulut (menggosok gigi sehari 2x), apabila menggunakan gigi palsu dilepas dan dibersihkan setiap hari.

I

34 of 46

6. Biasakan melakukan :

- Aktivitas fisik (berjalan, mencuci, menyapu, dsb.)

- Latihan fisik (senam, berjalan, berenang, dsb.) Sekurangnya

30 menit sehari 3 kali seminggu.

8. Kembangkan hobi sesuai dengan kemampuan seperti:

- Merangkai bunga/berkebun

- Melukis,

- Berdansa,

- Memasak,

- Merajut.

- Melakukan rekreasi aman dan nyaman (wisata, nonton film, dll)

7. Jauhi asap rokok dan zat adiktif lainnya (tidak merokok, minuman keras, ganja)

9. Istirahat yang cukup dan kelola stres dengan baik

10. Terus melakukan kegiatan mengasah otak seperti : bermain catur, mengisi teka-teki silang, membaca buku, menari, bermain musik, bercerita, bersosialisasi, dll.

35 of 46

C. KELUHANYANG PERLU DIPERHATIKAN

2

3

Mudah jatuh dan patah tulang

Gangguan buang air kecil dan buang air besar: mengompol, buang air kecil tidak lancar, sembelit, buang air besar tidak terkontrol, dan lain-lain

Berkurangnya kemampuan gerak: keterbatasan gerak, nyeri pinggang, nyeri sendi

6

Gangguan gigi dan mulut

5

Gangguan

penglihatan, gangguan pendengaran, dan lain-lain

7

4

Gangguan gizi: tidak nafsu makan, berat badan kurang atau berlebih

Infeksi: Batuk lebih dari 2 minggu atau berulang, demam

8

Gangguan tidur

36 of 46

10

Kesepian dan menyendiri

9

11

Sering lupa, kebingungan

Gangguan fungsi seksual

12

Tanda anemia : Waspadai 5 L : Lemah, Letih, Lesu Lelah, Lunglai

Kaki bengkak, kesemutan, sering haus

13

Sesak nafas, nyeri dada

17

15

Keluar darah atau cairan dari jalan lahir secara terus-menerus

Sakit kepala hebat, pusing berputar

16

Benjolan tidak normal

37 of 46

MENOPAUSE

adalah masa berhentinya haid yang permanen minimal 1 tahun.

TANDA DAN GEJALA

a. Lesu, sakit kepala, pusing, tidak bisa tidur, susah berkonsentrasi

b. Merasa panas diwajah, di badan dan berkeringat

c. Nyeri tulang

d. Jantung berdebar-debar

e. Selera makan tidak menentu

f. Gangguan pencernaan

g. Haid berhenti

h. Lendir saluran jalan lahir berkurang

CARA MENYIKAPI

a. Menerima menopause sebagai proses alami pada semua wanita

b. Bila ada keluhan konsultasi ke petugas kesehatan

c. Perbanyak konsumsi sayur, buah dan kacang-kacangan terutama kacang kedelai (tempe, tahu)

d. Konsumsi minyak ikan, bila ada minyak zaitun, minyak kanola

ANDROPAUSE

adalah keluhan yang timbul berkaitan dengan penurunan fungsi hormon androgen pada semua laki-lak

TANDA DAN GEJALA

a. Penurunan keinginan seksual (libido)

b. Berkurangnya kemampuan ereksi

c. Kekurangan energi/tenaga untuk olah raga dan bekerj

d. Penurunan kekuatan atau ketahanan otot

CARA MENYIKAPI

a. Menerima andropause sebagai proses alami pada semua laki-laki

b. Bila ada keluhan konsultasi ke petugas kesehatan

c. Perbanyak konsumsi sayur, buah dan kacang-kacangan terutama kacang kedelai (tempe, tahu)

d. Konsumsi minyak ikan, bila ada minyak zaitun, minyak kanola

I

38 of 46

MAKANAN GIZI SEIMBANG PRA LANSIA/LANSIA

mencuci

tangan

bermain sepak bola

batasi gula, garam dan minyak

minum air putih 8 gelas

;r:

' 2-3 Pors'

3-4

porsi

..

'

*

bersepeda

uci scucua

berjalan

senam

memantau

berat badan

menyapu

TUMPENG GIZI SEIMBANG PANDUAN KONSUMSI SEHARI-HARI

39 of 46

2

3

10 PESAN GIZI SEIMBANG

1.Syukur dan nikmati aneka ragam makanan

10

Banyak ikan , sayuran dan cukup buah-buahan

Biasakan konsumsi lauk pauk yang mengandung protein tinggi

Biasakan Mengkonsumsi aneka ragam makanan pokok

Lakukan aktivitas isik yang cukup dan pertahankan berat badan normal

GIZI

SEIMBANG BANGSA SEHAT BERPRESTASI

9

Cuci tangan pakai sabun dengan air bersih mengalir

8

Biasakan membaca label pada kemasan pangan

7

5

Batasi Konsumsi pangan manis, asin dan berlemak

6

Biasakan

sarapan

Biasakan minum air putih yang cukup dan aman

4

40 of 46

1. BAHAN MAKANAN YANG DIANJURKAN UNTUK LANSIA

a. Makanan pokok sebagai sumber karbohidrat digunakan sebagai energi seperti nasi (beras merah tumbuk, beras putih dll), jagung, ubi, singkong, sagu, kentang, talas, sukun, bihun,mie, roti gandum dan havermut)

b. Lauk pauk sebagai sumber protein, lemak dan mineral.

1. Sumber makanan hewani : ikan (dianjurkan ikan teri, ikan kembung basah dan segar dll), daging ayam tanpa kulit, daging sapi tanpa lemak, telur dan susu rendah lemak dan lainnya

2. Sumber makanan nabati : tempe, tahu dan kacang kacangan serta olahannya

c. Sayuran berwarna sebagai sumber vitamin dan mineral serta serat seperti bayam, kangkung, wortel, brokoli, labu kuning, labu siam, dan lalapan dan sayuran segar lainnya

d. Buah berwarna : pepaya, pisang, jeruk manis, alpukat, apel dll

e. Makanan sumber zat besi seperti hati sapi, hati ayam, daging ayam, daging sapi, sayuran berwarna hijau (bayam) dan kacang kacangan

f. Makanan sumber kalsium seperti : ikan (contoh ikan teri basah dan segar), sayur hijau (sawi hijau, daun singkong, daun pakis/paku dll) dan buah (jeruk, pisang, jambu biji, pepaya, alpukat, apel, strawberry, buah naga dll)

  1. Minum air putih minimal 8 gelas sehari

kebutuhan cairan lansia 30-50 cc/kg BB (40cc/kg BB)

2. BAHAN MAKANAN YANG DIBATASI UNTUK LANSIA

1. Konsumsi Gula, Garam dan Lemak (GGL) dalam pengolahan makanan sehari adalah sesuai dengan anjuran (G4G1L5), yang artinya:

a. Konsumsi Gula maksimum 4 sendok makan (50 gram/hari)

b. Konsumsi Garam maksimum 1 sendok teh (2 gram/hari )

c. Konsumsi Lemak maksimum 5 sendok makan minyak sayur (67 gram/hari)

2. Anjuran konsumsi makanan sumber natrium : makanan yang diawetkan seperti ikan dan daging kalengan, minuman berkarbonasi/bersoda.

41 of 46

3. MENU PRA LANSIA/LANSIA DENGAN PENYULIT

Waktu

Lanjut Usia Tanpa Gigi

Lanjut Usia Dengan Konstipasi

Pagi

Nasi tim ayam Telur ceplok air

Bubur ayam

(digoreng dengan air)

Telur rebus (bagian putih)

Jus tomat

Jus wortel

Selingan pagi

Bubur kacang hijau

Pepaya

Siang dan malam

Nasi lembik

Nasi lembik

Semur hati ayam

Ikan pindang

Pepes tahu

Tumis tempe

Sayur rebus labu siam

Sayur bening bayam

Jam 16.00

Pisang

Jus mangga

Kue talam

Biskuit gandum dan teh hangat

4. HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM PENYIAPAN MAKANAN

1. Konsumsi makanan yang beraneka ragam dan bergizi

2. Hindari makanan yang mengandung lemak berlebihan, gula, garam, dan makanan yang diawetkan.

3. Banyak konsumsi makanan yang mengandung serat (sayur-sayuran dan buah-buahan).

4. Sayuran dipotong lebih kecil, bila perlu dimasak sampai empuk, daging dicincang, buah dihaluskan (blender atau parut)

5. Porsi makan kecil dan sering, dianjurkan makanan utama 3 kali dan selingan 3 kali

6. Minum air putih minimal 8 gelas untuk memenuhi kebutuhan air

7. Makan bersama dapat meningkatkan nafsu makan

8. Tingkatkan cita rasa makanan dengan menggunakan berbagai bumbu untuk mengurangi penggunaan garam, misalnya bawang merah, bawang putih, jahe, kunyit, lada, gula, jeruk nipis, dll

42 of 46

G. HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN BAGI LANSIA YANG AKAN MELAKUKAN PERJALANAN JAUH

1. Pastikan bepergian dalam kondisi prima.

Jika bepergian diatas 3 hari ada baiknya sebelum pergi kunjungi dokter, informasikan rencana kita dan minta resep obat-obat untuk bepergian.

2. Pelajari kota/tempat tujuan yang akan dikunjungi baik-baik

Hal ini berhubungan dengan bagaimana kondisi iklim disana. Sesuaikan pakaian yang dibawa sesuai dengan iklim di tempat tujuan.

3. Pelajari waktu tempuh dan alternatif transportasi yang ada.

Gunakan pakaian yang nyaman selama perjalanan. Jika harus menempuh perjalanan yang lama dan menggunakan transportasi umum, pastikan transportasi tersebut tersedia toilet. Sebaiknya pilih waktu di siang hari, bila malam hari Lansia mudah masuk angin. Bila perlu membawa adult diapers/popok sekali pakai dewasa.

4. Minum yang cukup agar tidak dehidrasi

Pada Lansia, terpajan pada suhu lingkungan yang tinggi atau rendah, terjadi penurunan kemampuan untuk beradaptasi. Jika Lansia terpajan pada suhu lingkungan yang tinggi akan mengakibatkan Lansia berkeringat berlebihan, sebaliknya bila Lansia terpajan pada suhu lingkungan yang rendah, dapat mengakibatkan pengeluaran urin (kencing) berlebih. Kedua hal ini dapat menimbulkan risiko dehidrasi, sehingga disarankan untuk membawa botol minum selama perjalanan.

5. Tidak makan sembarangan

Lansia seringkali mengalami masalah pada pencernaan, makan di tempatyang terjamin kebersihannya dan selalu cuci tangan sebelum dan sesudah makan dapat menghindari sakit perut.

6. Membawa identitas diri.

Selalu bawa identitas diri, disertai nomor telepon anak atau kerabat yang bisa dihubungi. Selalu bersama rombongan jika pergi bersama rombongan.

43 of 46

7. Membawa obat-obatan pribadi

Bawa obat-obatan pribadi bagi yang mempunyai penyakit khusus dan bila perlu minum vitamin agar stamina tetap terjaga.

8. Mendapatkan munisasi

Imunisasi diperlukan sebelum berkunjung ke daerah endemis penyakit menular tertentu (contoh imunisasi meningitis untuk berkunjung ke daerah Arab Saudi, dll).

9. Tidak Membawa Banyak Bawaan

Hanya bawa barang seperlunya. Simpan barang-barang dalam koper/tas tangan yang mudah dibawa, yaitu yang memiliki roda atau ransel.

H. PERAN ANGGOTA KELUARGA TERHADAP PRA LANSIA/LANSIA

1. Menghormati dan menghargai orang tua.

2. Bersikap sabar dan bijaksana terhadap perilaku usia lanjut.

3. Memberikan kasih sayang, menyediakan waktu serta perhatian.

4. Jangan menganggapnya sebagai beban.

5. Memberikan kesempatan untuk tinggal bersama.

6. Mengajaknya dalam acara-acara keluarga.

7. Membantu mencukupi kebutuhannya (keuangan, rekreasi).

8. Mengingatkan dan mendampingi Lansia untuk memeriksa kesehatan secara teratur ke fasilitas kesehatan.

9. Memberikan dorongan untuk tetap hidup bersih dan sehat.

10. Menyediakan dan memberikan makanan sehat sesuai dengan prinsip gizi seimbang, dengan mempertimbangkan kondisi dan selera Pra Lansia/ lansia.

11. Mencegah terjadinya kecelakaan baik di dalam maupun di luar rumah.

12. Sering berkomunikasi dengan orang tua dan keluarga.

44 of 46

ERAT BADAN BERLEBIHAN SUPAYA DIHINDARI

TUR MAKANAN HINGGA SEIMBANG

INDARI FAKTOR RESIKO PENYAKIT DEGENERATIF

AGAR TERUS BERGUNA DENGAN MEMPUNYAI KEGIATAN/HOBBY YANG

BERMANFAAT

ERAK BADAN TERATUR WAJIB DILAKUKAN

MAN DAN TAQWA DITINGKATKAN,HINDARI & TANGKAL SITUASI

YANG MENEGANGKAN

WASI KESEHATAN DGN MEMERIKSA BADAN SECARA TERATUR.

B . A . H . A . G . I . A .

45 of 46

TERIMAKASIH

46 of 46

Daftar Pustaka

1. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Buku Saku Lansia. Jakarta 2016

2. R.Riya dr Brotohusodo, MPH ( dr Bambang Sardjono, MPH). Lansia sehat dan mandiri. Bidang Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Dan Desentralisasi Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Yogyakarta.2012

3. Lansia Sehat dan Mandiri. dr Wiwit Agung SNC, SpPD

4. Buletin lansia. Kementrian Kesehatan Republik

Indonesia. Jakarta 2013

5. Darmojo, B. Buku Ajar Geriatri: Ilmu Kesehatan Usia

Lanjut. Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas

  1. Indonesia. Jakarta 2009