1 of 20

Saktya Yudha Ardhi Utama, S.Kep.,Ns.,CWCCA

2 of 20

PENGKAJIAN UMUM

  1. RIWAYAT KEPERAWATAN
    • Data biografi
    • Riwayat perkembangan
    • Riwayat sosial (pendidikan, pekerjaan)
    • Riwayat kesehatan masa lalu (trauma, arthritis, osteomielitis). Riwayat pengobatan misal : kortikosteroid dapat menimbulkan kelemahan otot.

​

​

​

​

​

3 of 20

  • Riwayat kesehatan sekarang (keluhan utama)

- Nyeri (PQRST)

- Kekuatan sendi (tempat kekakuan, lama, waktu)

- Bengkak : berapa lama, tindakan mengatasi bengkak, adakah tanda inflamasi atau infeksi lain

- Deformitas dan imobilitas: kapan, tiba-tiba atau bertahap, membaik atau memburuk dengan aktivitas, adakah alat bantu

-Perubahan sensori: adakah perubahan rasa pd bag. Tubuh tertentu mis rasa terbakar.

Saraf tertekan----menurunnya sensori.

4 of 20

  • Keadaan tubuh yang lain : gejala kardiovaskuler (takikardi dan hipertensi---pirai), kulit kering----carpal tunnel syndrome.
  • Riwayat keluarga: untuk menentukan hubungan genetik---artritis, spondilitis ankilosis, gout/pirai
  • Riwayat diit:obesitas, kurang intake kalsium, konsumsi vit. A, D, kalsium
  • Aktivitas kegiatan sehari-hari: kebiasaan membawa benda berat, kurang aktivitas---tonus otot menurun

5 of 20

​

  • PEMERIKSAAN FISIK

Pemeriksaan fisik pada muskuloskeletal adalah

​

Look, feel dan move

​

​

​

6 of 20

OTOT

  • Inspeksi ( look )

ukuran otot misal : otot lengan , paha bandingkan dengan sisi yang lain apakah ada atropi dan hipertropi.

Ukur keduanya dengan meteran

Apakah ada mal posisi pada tubuh.

Apakah ada tremor dan spastik.

​

  • Lakukan palpasi ( Feel )

Suhu kulit apakah panas, dingin dari biasanya.

Apakah denyutan arteri dapat diraba atau tidak.

​

7 of 20

  • Jaringan lunak ; adanya spasme otot, atrofi otot, adanya tumor.
  • Nyeri tekan : lokasi nyeri.

​

Move ( pergerakan )

Nilai kekuatan otot dengan 5 tingkatan

0. Adalah absen tidak ada gerakan ( para lisis total )

1. Kontraksi otot , gerakan tidak ada

2. Otot hanya mampu menggerakkan persendian , tidak dapat melawan grafitasi

3. Dapat menggerakkan sendi , otot dan melawan grafitasi tidak kuat terhadap tahanan.

4. dapat menggerakkan sendi & otot serta dapat melawan grafitasi dan sedikit tahanan

5. Kekuatan otot normal

​

​

​

8 of 20

TULANG

Look : Amati bentuk tulang, apakah ada deformitas.

Cara berjalan, membungkuk dan berdiri.

Feel : Apakah ada benjolan, nyeri dan krepitasi, edema.

Move : Perhatikan gerakan aktif dan pasif.

​

SENDI

Look : Apakah ada pembengkakan, panas dan nyeri

Feel : Apakah ada edema, nyeri, krepitasi dan adanya nodul.

Move : Kaji rentang gerak ( ROM )

​

9 of 20

​

Fungsi motorik

Pemeriksaan otot dengan menggerakkan sendi untuk mengetahui adanya spastik atau kelemahan otot.

Fungsi sensorik

Untuk melihat adanya kelainan sensasbilitas seperti hipoastesi, hiperastesi dan anastesi.

​

10 of 20

1.Sentuhan ringan

  • Alat yang digunakan adalah kapas.
  • Mata pasien harus dipejamkan.

​

​

2. Nyeri supervisial

  • Alat yang digunakan ujung yang tajam
  • Tutup mata pasien
  • Bandingkan dengan yang diatas fraktur
  • Pasien dianjurkan menjawab ya apabila merasakan benda tajam.

​

​

11 of 20

​

3. Sensasi posisi

  • Pegang jari pasien
  • Pasien dianjurkan menutup mata
  • Gerakkan ibu jari, tanyakan posisinya kearah mana.

​

4. Getaran

  • Alat yang digunakan adalah garpu tala
  • Pasien mata dipejamkan
  • Getarkan garpu tala dan tempelkan dimaleulus medialis, biarkan sampai getaran berhenti.

12 of 20

  • Refleks trisep ( C6, C7 dan C8 )
  • Reflaks bisep ( C5 dan C 6 )
  • Refleks brachio radialis ( C5 , C6 )
  • Refleks patela ( L2, L3 , L4 )
  • Refleks achiles ( S1 dan S2 )

​

Babinski ( Respon plantar )

​

13 of 20

Pemeriksaan darah

  • Darah lengkap
  • Pemeriksaan serum darah : Kalcium, alkalipospatase, protein, glucosa
  • Uji mantoux
  • Pemeriksaan urine ; albumin, glucosa, kalsium dan posfor.urine bence jones.

14 of 20

DIAGNOSA KEPERAWATAN

  • Gangguan mobilitas
  • Gangguan rasa nyaman : nyeri
  • Perubahan eliminasi BAB : konstipasi
  • Resiko injuri/cedera
  • Gangguan integritas kulit
  • Cemas
  • Tidak efektifnya koping individu
  • Kurang pengetahuan
  • Gangguan konsep diri : body image (citra tubuh)
  • Kurang mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari

​

15 of 20

PERENCANAAN DAN IMPLEMENTASI

  • Istirahat
  • Terapi fisik (terapi panas, terapi dingin)
  • Masase : dapat memanipulasi jaringan untuk rileks, meningkatkan tonus, meningk. aliran darah dan menurunkan spasme.
  • Latihan (ROM aktif / pasif)

​

16 of 20

TINDAKAN PROMOTIF

  • Latihan : untuk memelihara fungsi persendian, mencegah kontraktur, memelihara tonus dan meningkatkan sirkulasi darah. Bisa secar aktif, pasif maupun active assistance exercise.
  • Mekanik tubuh. Misal : pengaturan posisi berdiri, duduk atau berjalan
  • Diit : protein, vit. D, kalsium, fosfor
  • Managemen resiko : pemanasan sblm OR

17 of 20

TINDAKAN MEMPERTAHANKAN KESEHATAN DAN REHABILITATIF

  • Pemasangan gips : perubahan posisi, observasi pembengkakan, gangguan sirkulasidan penekanan saraf.
  • Pemasangan traksi : pemantauan BB dan integritas kulit.
  • Post operasi : pemantauan perdarahan, nyeri, perawatan luka.
  • Penggunaan alat bantu ; dilatih cara menggunakan untuk mencegah injuri

18 of 20

EVALUASI

  • Sejauh mana pencapaian tujuan keperawatan dapat tercapai, peningkatan aktivitas, berkurangnya nyeri, peningkatan kemampuan untuk memenuhi kebut.sehari-hari tanpa bantuan, tidak terjadi injuri, cemas berkurang, harga diri meningkat.

19 of 20

1. ANN B. Maher at all, Orthopaedic Nursing, ed.3. 2010.WB.Saunders Company.

2. Brunner & Suddarth, Keperawatan medikal bedah, ed.8. 2002,buku kedokteran, EGC.

3. Cheruddi rasjad, ilmu bedah ortopedi , 2007, PT yarsif watampone. Jakarta.

4. Judith M. Wilkinson, Diagnosa keperawatan, ed.7, 2008. buku kedokteran, EGC.

5. Pricilla LeMone, Medical Surgical Nursing , edisi 4, 2008. Prentice Hall.

6. Janice L. Willms,at all, Diagnosis fisik,2010, buku kedokteran, EGC

20 of 20